You are on page 1of 6

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian
Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional yaitu penelitian yang berusaha
mendeskripsikan dan menginterpretasikan sesuatu, misalnya kondisi atau hubungan yang
ada , pendapat yang berkembang, proses yang sedang berlangsung, akibat atau efek yang
terjadi, atau tentang kecenderungan yang tengah berlangsung (Notoatmodjo, 2010).
Menurut John W. Creswell(2008) Studi kasus merupakan strategi penelitian dimana di
dalamnya peneliti menyelidiki secara cermat suatu program, peristiwa, aktivitas, proses,
atau sekelompok individu.Kasus-kasus dibatasi oleh waktu dan aktivitas, dan peneliti
mengumpulkan informasi secara lengkap dengan menggunakan berbagai prosedur
pengumpulan data berdasarkan waktu yang telah ditentukan.
B. Tempat dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian pada studi kasus ini dilakukan di Rumah Sakit Rajawali Citra dan
dilakukan pada bulan November 2018 hingga Agustus 2019, yaitu mulai dari pengajuan
judul, pengumpulan data, penyusunan proposal sampai dengan laporan hasil penelitian.
C. Subjek Penelitian
Subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah seorang ibu hamil trimester III dengan
anemia ringan yang melakukan ANC di Rumah Sakit Rajawali Citra.
D. Jenis Data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.
1. Data Primer
Data primer merupakan data yang di peroleh secara langsung dari sumber asli atau pertama.
Data dikumpulkan dengan cara melakukan wawancara langsung pada ibu hamil, bidan,
suami, keluarga responden, serta pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yaitu
pemeriksaan Hb.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh dari rekam medis ibu hamilyang dimiliki oleh
Rumah Sakit Rajawali Citra dan melihat data dari Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
yang dibawa ibu saat melakukan pemeriksaan.
E. Alat dan Metode Pengumpulan Data
Dalam pengumpulan data atau informasi alat dan metode yang dibutuhkan adalah :
1. Alat
a. Form asuhan kebidanan
b. Form wawancara
c. Alat tulis
d. Alat perekam (Handphone)
e. Alat Vital Sign (tensimeter, stetoskop, thermometer, jam tangan)
f. Set HB

2. Metode :
a. Wawancara
Suatu metode yang digunakan untuk mendapatkan keterangan secara lisan dari klien
(responden) atau bercakap-cakap dan berhadapan dengan responden, jadi data yang
diperoleh secara langsung dari responden melalui pertemuan atau percakapan
(Notoatmodjo, 2010). Pertanyaan diajukan kepada ibu hamil, bidan, suami dan keluarga.

b. Observasi
Observasi adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengamati subjek dan melakukan
berbagai macam pemeriksaan yang berhubungan dengan kasus yang diambil. Observasi
dapat berupa pemeriksaan umum, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang
(Notoatmodjo, 2010).
Pelaksanaan observasi dilakukan dengan mengobservasi keadaan umum. Kesadaran dan
tanda – tanda vital, antropometri, pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang
laboratorium.
c. Pemeriksaan fisik
Menurut Uliyah (2008) pemeriksaan fisik dilakukan melalui beberapa cara meliputi :
1) Inspeksi
Merupakan proses pengamatan atau observasi untuk mendeteksi masalah pasien apakah ada
kepucatan pada bagian-bagian tubuh tertentu seperti conjungtiva, wajah, bibir dan kuku.
2) Palpasi
Pemeriksaan yang menggunakan indera peraba : tangan dan jari–jari, untuk mendeteminasi
ciri– cirri jaringan atau organ seperti temperature, keelastisan, bentuk, ukuran, kelembapan
dan penonjolan.
3) Perkusi
Pemeriksaan dengan cara mengetuk bagian permukaan tubuh tertentu untuk
membandingkan dengan bagian tubuh lainnya (kiri/kanan) dengan menghasilkan suara,
yang bertujuan untuk mengidentifikasi batas atau lokasi dan konsistensi jaringan
4) Auskultasi
Pemeriksaan fisik yang dilakukan dengan cara mendengarkan suara yang dihasilkan oleh
tubuh. Biasanya menggunakan alat yang disebut stetoskop. Hal – hal yang didengarkan
adalah detak jantung, suara nafas, bising usus. Dan menggunakan linec/dopler untuk
mendengarkan detak jantung janin.
d. Studi dokumentasi
Semua bentuk sumber informasi yang berhubungan dengan dokumen resmi maupun tidak
resmi (Notoadmodjo, 2010). Pada kasus ini data di dapatkan dari rekam medis serta buku
KIA.
e. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan penunjang adalah suatu pemeriksaan medis yang dilakukan atas indikasi
medis tertentu guna memperoleh keterangan-keterangan yang lebih lengkap yang bertujuan
untuk terapeutik yaitu untuk pengobatan tertentu atau diagnostik yaitu untuk membantu
menegakkan diagnosis tertentu (Nursalam, 2011).
Dalam kasus ibu hamil dengan anemia ringan yang dilakukan yaitu pemeriksaan Hb.
F. Analisis Data
Teknis analisis data yang dipergunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif,dilakukan sejak
pengumpulan data berlangsung dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode
tertentu. Dalam melakukan analisis data terhadap studi kasus yang akan dilakukan, ada tiga
tahapan yang harus dilakukan (Moeleong, 2007), yaitu:
1. Reduksi data
Dalam penelitian ini, analisis data disederhanakan dengan mengidentifikasi data yang
diperoleh dari lapangan, baik dengan cara wawancara, pengkajian fisik, observasi maupun
dokumentasi yang bersumber dari rekam medik, catatan medik lain, buku maupun jurnal.
Hal-hal yng menunjang penelitian perlu disesuaikan dengan permasalahan dan tujuan
penelitian sehingga perlu dipertahankan sedangkan hal yang tidak berkaitan dengan
penelitian harus dibuang. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan
gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data
selanjutnya dan mencarinya bila diperlukan.
2. Penyajian data
Penyajian data adalah pendeskripsian sekumpulan informasi yang tersusun yang
memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan
tindakan.Penyajian data kuantitatif disajikan dalam bentuk teks naratif (berbentuk catatan
lapangan), daftar gambar dan tabel data.
3. Penarikan kesimpulan
Temuan dari hasil kajian kepustakaan dan analisis data di lapangan dicari hubungan serta
keterkaitannya, dengan cara begitu akan ditemukan pola penyimpangan atau kesenjangan
antara teori dan di lahan praktik dalam kasus yang diambil. Hal tersebut peneliti lakukan
sejak data terkumpul dengan mereduksi data, menyajikan data, dan penarikan kesimpulan
berdasarkan temuan dari hasil kajian kepustakaan dan analisis data di lapangan.
G. Rencana Jalannya Penelitian
1. Persiapan proposal penelitian dilakukan dengan :
a. Menentukan tema dan judul penelitian
b. Menerima pembagian ibu hamil di Puskesmas Kasihan I
d. Melakukan studi pendahuluan dengan studi dokumentasi di rekam medis
e. Menyusun proposal penelitian
f. Melakukan konsul proposal penelitian
g. Melakukan revisi proposal penelitian
h. Mendapat persetujuan proposal penelitian
i. Ujian proposal penelitian
j. Melakukan revisi ujian proposal penelitian

2. Tahap pelaksanaan penelitian
a. Mengajukan surat ijin penelitian
b. Membuat kontrak waktu dengan bidan yang bertugas
c. Mencari responden ibu hamil dengan anemia pada bulan mei 2018.
d. Memberikan formulir persetujuan menjadi responden
e. Pengumpulan data
1) Melihat data di rekam medik, melakukan informed concent, melakukan pengkajian data
subjektif dan objektif (pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang)
2) Melakukan follow up melalui kunjungan rumah minimal 3 kali (interval waktu 2
minggu) karena di harapkan dalam interval waktu 2 minggu responden mengalami
perubahan dari keadaan sebelumnya
3) Melakukan pemeriksaan Hb setiap kunjungan follow up
4) Melakukan evaluasi perkembangan responden
5) Analisis data menggunakan manajemen varney dengan pendokumentasian

3. Tahap penyelesaian laporan penelitian
a. Penyusunan laporan hasil penelitian
b. Melakukan konsul dengan dosen pembimbing pendidikan
d. Mendapatkan persetujuan dari dosen pembimbing pendidikan
e. Ujian hasil penelitian
f. Revisi hasil ujian penelitian
g. Pengumpulan hasil penelitian
H. Etika Penelitian
Etika studi kasus adalah pedoman etika yang berlaku untuk setiap kegiatan penelitian studi
kasus yang melibatkan antara pihak peneliti, pihak yang diteliti dan masyarakat yang akan
memperoleh dampak hasil penelitian tersebut (Notoatmodjo, 2010).
Menurut Hidayat (2009), hal – hal yang perlu diperhatikan yang berkaitan dengan etika
penelitian yaitu sebagai berikut :
1. Anonimity (tanpa nama)
Peneliti merahasiakan atau tidak mencantumkan nama responden pada lembar observasi.
Peneliti hanya menulis kode pada lembar pengumpulan data atau hasil penelitian yang akan
disajikan.
2. Confidentiality (kerahasiaan)
Semua informasi yang telah diperoleh selama peneliitian, dijamin kerahasiaannya oleh
peneliti yaitu dengan menuliskan kode pada lembar observasi tanpa keterangan nama
lengkap.
3. Patient Safety (keselamatan pasien)
Pada saat penelitian, peneliti tetap menjaga keselamatan responden dan memantau kondisi
responden secara utuh, baik kondisi fisik maupun psikologis responden.