You are on page 1of 8

1.

Yang tidak termasuk prinsip etika adalah …
a. Tanggung jawab profesi
b. Integritas
c. Kerahasiaan
d. Subyektifitas
2. Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan
itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu disebut …
a. Etika teleologi
b. Etika geologi
c. Etika Profesi
d. Etika Akuntansi
3. Faktor lain yang mempengaruhi Perilaku etika bisnis, yaitu kecuali :
a. Moral
b. Physical
c. Cultur
d. Economic
4. Berikut adalah beberapa hubungan kesaling tergantungan antara bisnis dengan masyarakat,
kecuali…
a. Hubungan dengan karyawan
b. Hubungan antar bisnis
c. Hubungan antar bisnis dengan langganan/konsumen
d. Hubungan dengan kreditur
5. Sesuai dengan kondisi negara masing-masing, sistem dibedakan menjadi, kecuali :
a. Presidensial
b. Parlementer
c. Legislatif
d. Komunis
6. Mempertimbangkan implikasi-implikasi historical dan kejadian-kejadian yang diharapkan,
serta membantu memilih cara terbaik untuk bertindak, merupakan salah satu tanggung jawab yang
dimiliki oleh seorang akuntan manajemen yaitu …
a. Pengevaluasian

buruk. Peer Review b. berarti “timbul dari kebiasaan”) adalah sebuah sesuatu di mana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilaiatau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Perencanaan c. Proses regulasi oleh sebuah profesi atau proses evaluasi yang melibatkan individu-individu yang berkualitas dalam bidang yang relevan disebut… a. AICPA b. Jenis profesi akuntansi yang ada antara lain.b. . Akuntan Pendidik 8. salah. Pengendalian d. Akuntan Keuangan c. Independensi Sikap mental b. Yang termasuk prinsip-prinsip etika adalah. Apa pengertian dari etika ? Etika (Yunani Kuno: “ethikos“. IAI d. Berikut yang termasuk Independensi akuntan public kecuali… a. Justice Approach c. kecuali … a. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar. SAK 9. Akuntan Manajemen d. baik. Individual Rights Approach 1. Independensi Perilaku c. Utilitarian Approach d. Akuntan Publik b. IFAC c. Pemeriksaan Eksternal 7. kecuali… a. dan tanggung jawab. Independensi Penampilan d. Independensi Praktisi 10.

Akan tetapi berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang meneliti juga tingkah laku manusia. Sebagai suatu ilmu. John of Damascus (abad ke-7 Masehi) menempatkan etika di dalam kajian filsafat praktis (practical philosophy). pelanggaran. Etika memerlukan sikap kritis. tidak setiap hal menilai perbuatan dapat dikatakan sebagai etika. Apa fungsi dari etika ? Fungsi Etika :  Sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan berbagai moralitas yang membingungkan. Etika terbagi menjadi tiga bagian utama: meta-etika (studi konsep etika). ataupun penyimpangan.  Etika ingin menampilkan keterampilan intelektual yaitu keterampilan untuk berargumentasi secara rasional dan kritis. dan etika terapan(studi penggunaan nilai-nilai etika).  Orientasi etis ini diperlukan dalam mengambil sikap yang wajar dalam suasana pluralisme. metodis.[butuh rujukan] Kebutuhan akan refleksi itu akan kita rasakan. Secara metodologis. Maksudnya etika melihat dari sudut baik dan buruk terhadap perbuatan manusia. etika normatif (studi penentuan nilai etika). Apa yang dimaksud pelanggaran Etika ? Interaksi hubungan dalam kehidupan masyarakat senantiasa diwarnai dengan penyalahgunaan.St. Karena itulah etika merupakan suatu ilmu. Walaupun telah ada etika sebagai pedoman dalam mengatur . dan sistematis dalam melakukan refleksi. 3. etika memiliki sudut pandang normatif. 2. objek dari etika adalah tingkah laku manusia. Etika dimulai bila manusia merefleksikan unsur-unsur etis dalam pendapat-pendapat spontan kita.

Kondisi demikian akan menimbulkan ketidakseimbangan dalam masyarakat. namun ada sebagian diantaranya yang tidak taat. apalagi mereka bagian dari warga Negara. bahwa lahan kosong yang tidak digunakan boleh dibuat tempat tinggal. Karyawan sebuah pabrik yang bertindak anarkis. Pola interaksi antar masyarakat tidak lagi berjalan lancar. Sehingga masyarakat mengitrepretasikan. dan lain-lain  Tidak Ada Pedoman : Ketika masyarakat dihadapkan pada persoalan yang belum jelas aturannya. Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pelanggaran etika? Faktor-faktor pelanggaran etika :  Kebutuhan Individu : Kebutuhan seringkali adalah hal utama yang mempengaruhi seseorang untuk melakukan pelanggaran. atau menentang dan bahkan membuat pelanggaran terhadap pedoman yang telah ada. maka mereka melakukan intrepretasi sendiri atas persoalan yang dialami. karena THR belum juga dibayarkan. Contohnya pembangunan rumah kumuh di pinggir rel kereta api. di tanah kosong. 4. karena muncul konflik dan saling tidak percaya. Seorang bapak yang akhirnya tewas digebukin massa gara-gara mengambil susu dan beras di swalayan untuk menyambung hidup bayi dan istrinya. di bawah jembatan layang. Dalam kondisi ini maka jika etika ataupun aturan yang berlaku tidak memiliki kemampuan untuk memecahkan permasalahan. Hal ini dikarenakan belum adanya perda ataupun ketentuan mengikat yang memberikan kejelasan bahwa daerah tersebut tidak boleh ditempati dan dibangun pemukiman liar. Sehingga pada saat tiba waktunya untk membersihkan. maka masyarakat dalam kondisi krisis dan kekacauan pasti akan timbul. maka sudak terlalu komplek permasalahannya dan sulit dipecahkan.kehidupan masyarakat. . namun sebagian cenderung menentang dan membenarkan tindakannya. terjadi ketidakharmonisan dalam penghormatan terhadap etika yang ada. padahal sudah melebihi jadwal yang dietentukan pemerintah. misalnya seorang anak rela mencuri untuk mendapatkan uang demi untuk membayar uang tunggakan sekolah. dimana ada yang masih setia terhadap etika.

Etika filosofis adalah etika yang menguraikan pokok-pokok etika atau moral menurut pandangan filsafat. Dalam penjara yang notabene merupakan tempat yang kurang baik. Disini ditinjau . si anak cenderung kasar baik dalam perkataan ataupun perbuatan. ataupu ada anggota yang tidup pada saat sidang berlangsung. Sebutkan Jenis-Jenis Etika !  Etika filosofis Etika filosofis adalah etika yang dipandang dari sudut filsafat. ketrampilan yang baru untuk dapat menyempurnakan tndakan kejahannya. Sehingga setiap kali dia masuk penjara.  Perilaku dan Kebiasaan Individu : kebiasaan yang terakumulasi dan tidak dikoreksi akan dapat menimbulkan pelanggaran. Dalam filsafat yang diuraikan terbatas pada baik-buruk. akan mampu membuat seseorang menjadi menyimpang perilakunya untuk tidak taat terhadap pedoman yang berlaku. Contonya seorang residivis kambuhan. 5. masalah hak-kewajiban. maslah nilai-nilai moral secara mendasar. ketika keluar telah memiliki informasi. Namunkarena teklah dilakukan bertahun- tahun. yang selalu keluar masuk penjara. maka mempebgaruhi pola pikir seseorang. anggota DPR yang setiap menelurkan kebijakan selalu ada komisi atau uang tips. dan “sophia” yang berarti kebenaran atau kebijaksanaan. dapat juga karena dia mengimitasi tindakan orang yang dia pandang sebagai tauladan. keahlian. Seoarng anak yang setiap hari melihat ibunya dipukuli oleh bapaknya. Dan itu semua dia dapatkan dari pengamatan dirumah yang dilakuakan oleh bapaknya. maka perilaku yang menyimpang tadi dianggap biasa. maka bisa jadi pada saat dalam pergaulan. ketika seseorang melakkan pelanggaran terhadap etika. dan pelakunya hampir mayoritas. Kata filosofis sendiri berasal dari kata “philosophis” yang asalnya dari bahasa Yunani yakni: “philos” yang berarti cinta. Hal demikian ini salah dan keliru.  Lingkungan Yang Tidak Etis: Lingkungan yang memiliki daya dukung moral yang buruk. Contohnya.  Perilaku Orang yang Ditiru: Dalam hal ini. tidak ada masalah.

Perbuatan-perbuatan sbegai perwujudan cinta kasih kepada Tuhan Perbuatan-perbuatan sebagai penyerahan diri kepada Tuhan. Berikut adalah penjelasan mengenai etika deskriptif. keselamatan.  Etika sosiologis Etika sosiologis berbeda dengan dua etika sebelumnya. Etika ini menitik beratkan pada keselamatan ataupun kesejahteraan hidup bermasyarakat. dan kesejahteraan hidup bermasyarakat. Oleh karena itu Etika Normatif merupakan norma- .hubungan antara moral dan kemanusiaan secraa mendalam dengan menggunakan rasio sebagai dasar untuk menganalisa. Jadi etika sosiologis lebih menyibukkan diri dengan pembicaraan tentang bagaimana seharusnya seseorang menjalankan hidupnya dalam hubungannya dengan masyarakat. Etika tersebut dapat memberikan fakta yang merupakan dasar untuk mengambil keputusan tentang prilaku atau siikap yang akan diambil. Dalam menentukan baik buruknya prilaku manusia dapat dilihat dari etika deskriptif dan etika normatif. Etika sosiologis memandang etika sebagai alat mencapai keamanan. Etika ini memandang semua perbuatan moral sebagai: Perbuatan-perbuatan yang mewujudkan kehendak Tuhan ataub sesuai dengan kehendak Tuhan.  Etika teologis Etika teologis adalah etika yang mengajarkan hal-hal yang baik dan buruk berdasarkan ajaran- ajaran agama. Etika deskriptif adalah etika yang dapat dilihat secara kritis dan rasional sikap dan prilaku manusia serta apa tujuan manusia yang sangat bernilai dalam hidup ini.  Etika Normatif Pengertian Etika normatif merupakan Etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini.  Etika Diskriptif Pengertian Etika Deskriptif.

yakni dengan berkontemplasi. atau pun seperti bagaimana Hedonisme memandangnya. manusia yang tidak hanya sebagai makhluk individual. Kebahagiaan ala Aristoteles adalah suatu keadaan manusia di mana “yang seharusnya ada” memang “ada padanya”.  Eudemonisme Eudemonisme adalah suatu konsep etika yang dilahirkan Aristoteles dengan menitik tekankan “kebahagiaan” sebagai tujuan tertinggi hidup manusia. melainkan juga sebagai makhluk sosial (zoon politicon) juga harus menjalankan aktifitas dalam kerangka fungsi sosialnya dengan baik . Hedonisme merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia. memandang kebenaran. manusia bahagia adalah ia yang secara “das sein” mampu menyelaraskan dengan apa yang menjadi “das sollen”-nya. Namun kontemplasi saja tidak cukup.Terdapat tiga aliran pemikiran dalam hedonis yakni Cyrenaics. Menurut Aristoteles. Sederhananya. Perlu diingat. kebahagiaan dalam pemahaman Ariatoteles – serta pada umumnya (untuk tidak dikatakan seluruhnya) filsuf Yunani pada masa itu tak sama dengan apa yang dipahami mengenai kebahagiaan dalam arti sekedar “feeling happy” seperti kebanyakan pemahaman orang saat ini. sesuai dengan kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku di masyarakat. dan Utilitarianisme. Berikut adalah Sistem filsafat Moral  Hedonisme pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi bahagia dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan sedapat mungkin menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan. 6. manusia akan mencapai kebahagiaan hanya jika ia mampu mengaktualisasikan potensi khas manusianya.norma yang dapat menuntun agar manusia bertindak secara baik dan menghindarkan hal-hal yang buruk. Untuk mencapai kebahagiaan yang utuh. Epikureanisme.

Apa yang disebut dengan laporan audit ? 12. tak berfaedah. berfaedah. atau menguntungkan. biasanya didefinisikan sebagai memaksimalkan kebahagiaan dan mengurangi penderitaan. yang berarti berguna. Dalam rangka inilah manusia memerlukan apa yang disebut sebagai keutamaan (aretẻ) yang berfungsi untuk menentukan apa yang harus dilakukannya secara tepat. berfaedah. dan menguntungkan. Hedonisme 8. bermanfaat. 7. dan menguntungkan atau tidak. Dari prinsip ini. Eudemonisme 9. tersusunlah teori tujuan perbuatan. Sebaliknya. yang jahat atau buruk adalah yang tak bermanfaat. Dalam Menciptakan Etika bisnis ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebutkan dan jelaskan ! 11.Utilitarianisme merupakan suatu paham etis yang berpendapat bahwa yang baik adalah yang berguna. baik buruknya perilaku dan perbuatan ditetapkan dari segi berguna. Istilah ini juga sering disebut sebagai teori kebahagiaan terbesar (the greatest happiness theory). Karena itu. “Utilitarianisme” berasal dari kata Latin utilis.  Utilitarisme Suatu teori dari segi etika normatif yang menyatakan bahwa suatu tindakan yang patut adalah yang memaksimalkan penggunaan (utility). Dengan demikian kehidupan bersama yang baik sebagai syarat untuk mencapai kebahagaiaan yang utuh itu dapat tercapai. John Stuart Mill.(praxis). Apa saja pernyataan pendapat auditor ? . dan merugikan. Utilitarisme 10. berfaedah. Utilitarianisme sebagai teori sistematis pertama kali dipaparkan oleh Jeremy Bentham dan muridnya.