You are on page 1of 10

MAKALAH PARADIGMA KEPERAWATAN

DISUSUN OLEH:
1. AGUS SUGENG TRIONO (I1F018018)
2. AURA PUTRI DENA (I1B018082)
3. AYU ANNISA DAMAYANTI (I1B018049)
4. BASIR (I1F018005)
5. CANDRA (I1F018004)
6. DEA RIQZA AR ROYAN LUXMONO (I1B018071)
7. DEWI HAJAR KHANSA AMIRAH ( I1B018083)

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
JURUSAN KEPERAWATAN
2018

yang berlangsung selama 24 jam atau lebih. BAB 1 PENDAHULUAN A. Penderita stroke merupakan bagian dari manusia yang utuh (Holistik) yang harus dipenuhi segala kebutuhannya baik biologis.5 juta kasus stroke di dunia. trombosit dan waktu pembekuan darah. kadar kolesterol. serangan penyakit stroke ringan ( transient ischemic attack TIA). sosial. yang semata mata diakibatkan oleh terhentinya aliran darah ke otak. dokter akan memeriksa status berbagai faktor resiko seperti tekanan darah tinggi. Selain memeriksa gejala-gejala klinis. Sekitar 30 persen dari penderita stroke meninggal dalam jangka waktu tiga bulan. LATAR BELAKANG Stroke merupakan penyakit yang ditandai oleh penurunan fungsi otak.5 juta jiwa di dunia sudah terjangkit stroke pada tahun 2001. ini karena faktanya stroke mengalami kelumpuhan tiba-tiba dan perdarahan di otak dan yang terkena stroke mengalami perubahan pola hidup. gejalanya pertama kali pada 2400 tahun silam di temukan oleh Hipocrates sebagai Bapak Kedokteran asal Yunani. di antaranya ialah usia.5 juta telah meningal dunia. Dari jumlah itu 5. Menurut WHO sebanyak 20. Beberapa faktor resiko yang memudahkan seseorang terserang stroke. atau berakhir dengan kematian (WHO. Penyakit stroke ini tergolong tua. Hipocrates menyebutnya dalam Bahasa Yunani stroke adalah aplopeksi yang artinya tertubruk oleh pengabaian. psikologis. 1970). gula darah dan juga tes darah yang meliputi hemoglobin. Bahwa manusia dipandang dari kerangka kerja ekstensial .. hipertensi. Penyakit tekanan darah tinngi atau hipertensi menyumbnagkan 17. dan spiritual.namun lebih dari 50 persen penderita stroke selamat dan bisa memulihkan kemampuan perawatan diri mereka dan kurang 20 persen pasien stroke mengalami cacat berat.

PERUMUSAN MASALAH Bagaimana cara menangani penderita stroke sesuai dengan paradigma keperawatan? C. 2. Keperawatan sebagai ilmu menilai hal ini sebagai bagian paradigma keperawatan dimana penderita stroke dapat menyikapi dan memilih tindakan terhadap fenomena yang ada dalam keperawatan. B. Penerapan paradigma keperawatan pada pasien stroke. b. terbuka terhadap pilihan. melalui pilihan-pilihan (Paterson and Zderat 2012). Tujuan Umum Memahami penyakit stroke dan paradigma keperawatan. Mengetahui pendekatan kesamaan paradigma keperawatan pada penderita stroke. mempunyai nilai dan manisfestasi unik terhadap mereka yang dulu sekarang dan masa depan.. Manusia dikarakterkan sebagai orang yang mampu. Tujuan Khusus a. TUJUAN 1. BAB II .

b. memikirkan. d.stroke dibagi menjadi : a. Pengertian Paradigma adalah merupakan kumpulan tata nilai yang membentuk pola pikir seorang sebagai titik tolak pandangannya sehingga terbentuk citra subjektif seseorang terhadap realiata sehingga berujung pada ketentuan bagaimana cra untuk menangani realita tersebut ( Robert Freidrichs). Sulit untuk makan dan minum. kelompok dan masyarakat baik sehat maupun sakit dalam siklus kehidupan manusia. Pengertian Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika sebagian sel-sel otak mengalami kematian akibat gangguan aliran darah karena sumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak. keluarga. Tanda dan gejala yang diakibatkan oleh stroke a. menyikapi. 2. Gerakan yang tidak terkoordinasi f. Stroke Hemoragik yaitu karena pembuluh darah pecah sehinnga menghambat aliran darah 3. 2009). yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan berdasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan dengan pelayanan mencakup bio-psikososio-spiritual yang ditunjukan kepada individu. Baal atau mati rasa sebelah badan. Gangguan kesadaran seperti pingsan bahkan sampai koma. sering kesemutan c. B. Mengalami kekakuan ataupun mengalami kesulitan dalam berjalan e. Stroke Iskemik/Non Hemoragik yaitu karena aliran darah ke otak terhenti karena arteosklerosis atau bekuan drah yang menyumbat. Paradigma Keperawatan adalah suatu cara pandang yang mendasar atau cara kita melihat. Stroke 1. Klasifikasi Berdasarkan atas jenisnya. TINJAUAN TEORI A. dan memilih . Adanya serangan defisit neurologis/kelumpuhan fokal b.(Lokakarya Nasional. Keperawatan adalah merupakan suatu bentuk pelayan yang profesioanal. memberi makna. Paradigma Keperawatan 1. Aliran darah yang terhenti membuat suplai darah dan zat makanan ke otak juga terhenti. sehingga sebagian otak tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya (Utami P.1983).

Empat komponen tersebut meliputi : manusia. tindakan terhadap fenomena yang ada dalam keperawatan. kesatuan jiwa dan raga. dan interdependensi. mengabaikan masalah dalam kelompoknya sendiri . konsep manusia menurut paradigma keperawatan adalah manusia sebagai sistem terbuka. Manusia memiliki akal fikiran. Jadi. KONSEP MANUSIA Manusia adalah makhluk bio – psiko – sosial dan spiritual yang utuh. keperawatan. perasaan. mencegah memperbaiki. sistem adaptif . personal dan interpersonal yang secara umum dapat dikatakan holistik atau utuh. interelasi. A. mampu beradaptasi dan merupakan kesatuan sistem yang saling berinteraksi. karena paradigma membantu seseorang ataupun masyarakat memahami fenomena yang terjadi termasuk perilaku klien dalam menghadapi ketidakpastian kondisi atau menghadapi ketidaknyamanan dari sebagian atau seluruh anggota tubuhnya. Keluarga merupakan sekelompok individu yang berhubungan erat secara terus menerus dan terjadi interaksi satu sama lain baik secara perorangan maupun bersama-sama.1999:38) Mengapa paradigma itu penting. lingkungan. dan kesehatan. Manusia atau klien dapat diartikan sebagai individu. keluarga ataupun masyarakat yang menerima asuhan keperawatan. Dalam keperawatan ada empat komponen yang merupakan pola dasar dari teori-teori keperawatan atau paradigma keperawatan. dalam arti merupakan satu kesatuan utuh dari aspek jasmani dan rohani serta unik karena mempunyai berbagai macam kebutuhan sesuai tingkat perkembangannya Manusia adalah sistem yang terbuka senantiasa berinteraksi secara tetap dengan lingkungan eksternalnya serta senantiasa berusaha selalu menyeimbangkan keadaan internalnya (homeoatatis). Beberapa alasan keluarga sebagai fokus dalam pelayanan keperawatan diantaranya adalah keluarga merupaka suatu kelompok yang dapat menimbulkan. (La Ode Jumadi. di dalam lingkungan sendiri atau masyarakat secara keseluruhan.

ditujukan kepada individu. psikologi dan spiritual karena adanya kelemahan fisik dan mental. kegiatan keperawatan dilakukan dengan pendekatan humanistik dalam arti menghargai dan . keperawatan menganut pandangan yang holistik terhadap manusia yaitu Ketuhanan Manusia sebagai makhluk bio – psiko – sosial – spiritual dan kultural. nilai. 1974) Peran perawat pada klien terserang penyakit stroke adalah memenuhi kebutuhan dasarnya mencakup kebutuhan biologi. fasilitator. sikap. KONSEP KEPERAWATAN Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanana profesional sebagai bagian integral pelayanan kesehatan berbentuk pelayanan biologi. spiritual dan kultural secara komprehensif. Dalam memberikan asuhan keperawatan pada keluarga perawat perlu memperhatikan sifat – sifat keluarga yaitu keluarga mempunyai reaksi dan cara yang unik dalam menghadapi masalahnya. koordinator pelayanan kesehatan keluarga. pertama. Peran perawat dalam membantu keluarga meningkatkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah kesehatan adalah perawat sebagai pendeteksi adanya masalah kesehatan. keterbatasan pengetahuan. Sebagai suatu profesi. keluarga dan masyarakat sehat maupun sakit mencakup siklus hidup manusia. memberi asuhan kepada anggota keluarga yang sakit. keterbatasan pengetahuan. sosial. Kedua. B. serta kurang kemauan menuju kepada kemampuan melaksanakan kegiatan sehari – hari secara mandiri. kurang kemauan menuju kemandirian pasien. (Baylon Maglaya. Asuhan keperawatan diberikan karena adanya kelemahan fisik dan mental. keperawatan memiliki falsafah yang bertujuan mengarahkan kegiatan keperawatan yang dilakukan. cita – cita keluarga dan gaya hidup keluarga yang berbeda – beda. psikologi. Dalam hal ini. serta merupaka perantara yang efektif dalam melakukan upaya kesehatan. pendidik dan penasehat keluarga dalam masalah – masalah kesehatan terutama dalam penanganan penyakit stroke. sosial. cara pengambilan keputusan. pola komunikasi yang dianut.

serta mempercepat penyumbatan di pembuluh darah. Terakhir olahraga yang teratur untuk mengurangi resiko terjadinya stroke. Tindakan yang harus dilakukan adalah mengontrol penyakit-penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah. Mengkonsumsi makanan yang mengandung serat tinggi. bahwa keperawatan menganggap klien sebagai partner aktif dalam arti perawat selalu bekerjasama dengan klien dalam memberikan asuhan keperawatan. dapat membantu mengendalikan lemak dalam darah dan mengurangi kolestrol jahat. Perokok memiliki resiko dua kali lipat terkena stroke. sama dengan tindakan untuk menghindari serangan jantung. Perawat juga melakukan mobilisasi sedini mungkin dalam rangka mencegah kekakuan sendi dan mengembalikan kemampuan klien secara fisik. Ketiga. agar stroke tidak berulang. Kemudian mengurangi konsumsi garam berlebih juga dapat menurunkan tekanan darah. keperawatan adalah bagian integral dari pelayanan kesehatan serta kelima. sebab merokok dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah. Dengan mengarahkan pasien agar pasien rajin melakukan terapi pemulihan stroke. Dimana perawat membantu pasien dan keluarga dalam meningkatkan pengetahuan tentang stroke . Peran perawat dalam mencegah serangan stroke berulang adalah perawat sebagai educator. Perawat dalam hal ini berperan sebagai koordinator. Keempat. C. Tindakan perawat untuk mencegah agar stroke tidak berulang. etnik. Perubahan gaya hidup perlu ditingkatkan guna mengurangi risiko stroke. agama. usia. keperawatan bersifat universal dalam arti tidak dibedakan atas ras. Dengan mempertahankan kesehatan jantung penderita dan selalu memperhatikan aliran darah ke otak. KONSEP SEHAT SAKIT . aliran politik dan status ekonomi sosial. Menghindari kebiasaan buruk seperti merokok dan minum alkohol. menghormati martabat manusia memberi perhatian kepada klien serta menjunjung tinggi keadilan bagi semua manusia. Pengontrolan ini dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup yang sehat. warna kulit. jenis kelamin.

keadaan perumahan. bencana alam. Lingkungan sosial : berupa migrasi/urbanisasi. situasi maupun hal-hal yang berinteraksi dengan individu baik secara aktif maupun pasif. geografik. apakah statusnya dalam tahap setengah sakit. sakit akut atau sakit kronis. keadaan sosial masyarakat (kekacauan. perang dan banjir). iklim. psikologis . Yang tergolong konsep lingkungan meliputi : a. menganalisa. Lingkungan biologis: misalnya kepadatan penduduk. Bisa jadi baik lingkungan maupun individu akan sama-sama berpikir. KONSEP LINGKUNGAN Lingkungan dapat diartikan sebagai tempat. Berdasarkan rentang sehat sakit tersebut. b. D. dan membuat kesimpulan selama interaksi sesuai dengan sifat lingkungan yang mungkin saja berupa lingkungan hidup baik individu lain maupun proses berfikir dalam diri seseorang yang ikut mempengaruhi lingkungan internal seseorang. Rentang ini merupakan suatu alat ukur dalam menilai status kesehatan yang bersifat dinamis dan selalu berubah dalam setiap waktu. sehingga akan diketahui tingkatan asuhan keperawatan yang akan diberikan serta tujuan yang ingin diharapkan dalam meningkatkan status kesehatannya. . budaya dan spiritual dapat mempengaruhi kebutuhan dasar manusia selama pemberian asuhan keperawatan dengan meminimalkan dampak atau pengaruh yang ditimbulkannya sehingga tujuan asuhan keperawatan dapat tercapai. Lingkungan fisik: geologi. Melalui rentang ini dapat diketahui batasan perawat dalam melakukan praktek keperawatan dengan jelas. c. lingkungan kerja. Paradigma keperwatan dalam konsep lingkungan ini adalah memandang bahwa lingkunan fisik. maka paradigma keperawatan dalam konsep sehat sakit memandang bahwa bentuk pelaynan keperawatan yang akan diberikan selama rentan sehat dan sakit.sosial. flora (sebagai sumber bahan makanan) dan fauna (sebagai sumber protein). akan melihat terlebih dahulu status kesehatan dalam rentang sehat sakit tersebut.

Masyarakat desa yang awalnya memiliki gaya hidup sehat. Suhu tinggi menyebabkan seseorang dehidrasi. Dari lingkugan fisik. yaitu perpindahan masyarakat desa ke kota.( Ginanjar. 3. sehingga penderita tidak dapat mengeluarkan keringat yang cukup untuk mendinginkan tubuhnya.2 Penerapan paradigma dalam penyelesaian kasus . tentu saja akan berubah mengikuti gaya hidup orang kota setelah mereka pindah dan bertempat tinggal dikota sehingga urbanisasi akan berpengaruh terhadap timbulnya penyakit stroke.1 Kasus Di sebuah rumah sakit. Dia merasa bahwa terapi yang telah dilakukannya selama beberapa minggu hanyalah sia-sia. suhu tinggi merupakan penyebab utama terjadinya stroke. Dari lingkungan sosial seperti urbanisasi. ada seorang pasien stroke yang tidak mau melanjutkan terapi untuk kesembuhannya.2012) BAB III ANALISIS KASUS 3.

1 Manusia DAFTAR PUSTAKA Asmadi. Jakarta VitaHealth. (2003). Jakarta Wahyu Ginanjar. Perawat membujuk pasien untuk melanjutkan terapi didasarkan pada paradigma keperawatan yang meliputi : 1. 2012. EGC. Konsep Dasar Keperawatan. PT Gramedia Pustaka. Sebagai perawat dalam menyikapi kasus diatas kan membujuk pasien untuk melanjutkan terapinya. Stroke. Epidemiologi Penyakit Tidak Menular Edisi 2. (2005).Yogyakarta: Bfirst .