You are on page 1of 10

Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 9 No.

1 Tahun 2012

HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN KETAATAN BEROBAT DENGAN
DERAJAT SISTOLE DAN DIASTOLE PASIEN HIPERTENSI
DI PUSKESMAS SUKAMERINDU KOTA BENGKULU

Dirhan*

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti (STIKES TMS) Bengkulu

*e-mail: drsdirhanmkes@yahoo.com

). Jumlah penderita pria mencapai 42. untuk Prevalensi hipertensi di Indonesia. pada menghubungkan pelayanan medis dengan 2008 dengan kisaran usia di atas 25 tahun. utamanya di negara maju.6% masalah kesehatan di tengah-tengah wanita. Penyakit hipertensi merupakan Penyakit hipertensi merupakan penyakit yang dapat dicegah bila faktor risiko masalah kesehatan yang membutuhkan dapat dikendalikan. dan akibat hipertensi akan gizi merupakan masalah kesehatan mendorong dirinya.95%-29.5 juta orang setiap yang bersangkutan. keluarga dan masyarakat utama. kesejahteraan manusia (Bustan. Hal ini menandakan satu dari tiga mengembangkan sistem pelayanan yang orang penderita tekanan darah tinggi. 9 No. seluruh pelayanan kesehatan. mengalami peningkatan dalam berbagai Masyarakat yang sudah mempunyai kehidupan termasuk salah satu diantaranya pengetahuan lebih mendalam kaitanya bidang kesehatan. misalnya perubahan pola. pendekatan promosi dan pencegahan. penyakit pengendalian kemungkinan munculnya jantung dan pembuluh darah.7%. kurang pemahaman dalam pedesaan angka prevalensi penyakit minum obat dan kurangnya pengetahuan hipertensi pada penduduk berusia lebih dari untuk dapat mengerti dan memakai obat 20 tahun adalah 1. Untuk kawasan Asia.7% pria dan Indonesia sebagai sebuah negara yang terus 15. Upaya pencegahan dan penanganan secara cepat dan bersama penanggulangan merupakan upaya yang karena angka prevelansi hipertensi yang wajib dilakukan dalam pemeliharaan tinggi hingga memungkinkan meningkatnya kesehatan mandiri tentunya melalui petugas angka morbiditas dan mortalitas promosi Kemenkes di setiap jajaranya penderita. dengan hipertensi baik mengenai gejala. Berdasarkan data hadi. Menurut Gunawan (2005). wanita dan di Jakarta 14. Kemenkes 2004 lebih jauh Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 2010).2% adalah wanita sering terjadi dalam pengobatan disebabkan (Limpakarnjanarat K.8% pria dan 12. dan pada tahun 2009 karena pasien lalai. Di Jawa Tengah menunjukkan trend yang mengarah menjadi angka prevalensi 6. termasuk di penyakit hipertensi. dengan melakukan jumlah penderita. Bagi penderita hipertensi antaranya hipertensi mulai tampak menonjol dapat mencari pengobatan dan berobat seiring dengan makin tingginya umur secara teratur sesuai petunjuk dokter atau harapan hidup dan makin meningkatnya tenaga medis.6% (Darmojo dan darah tinggi dengan baik.6% wanita. 1 Tahun 2012 . Untuk dapat mendukung upaya pemeliharaan pria maupun wanita terjadi peningkatan kesehatan mandiri.6% pria dan 18.Dirhan PENDAHULUAN meneliti hipertensi penederita antara pria dan wanita ternyata wanita menderita Hipertensi di dunia akhir-akhir ini hipertensi lebih banyak. Hambatan sedangkan 39. dari 18% menjadi 31% dan kajian ulang terhadap peran dan fungsi 16% menjadi 29% (Limpakarnjanarat K. Sumatra Barat 17. tidak mendengarkan di Indonesia khusus di daerah perkotaan dan nasehat dokter. tetapi kini masalah masyarakat untuk bersikap mendukung penyakit degenerasi (kemunduran).9% masyarakat. penyakit ini hingga Puskesmas dan terutama individu telah membunuh 1. 2007).). Caranya adalah dengan tahunnya. dulu masalah penyakit infeksi dan gangguan penyebab.

rawat jalan di Puskesmas Sukamerindu Kota khususnya mendeskripsikan pengetahuan Bengkulu sejumlah 54 orang.. sikap dengan derajat sistole dan hipertensi. dan mendeskripsikan Variabel bebas (independent) derajat sistole dan diastole pasien hipertensi meliputi Pengetahuan. Datanya adalah data Puskesmas Sukamerindu Kota primer karena itu pengumpulan datanya Bengkulu.5% dari 42 kasus Ketaatan berobat berpengaruh terhadap sebelumnya pada tahun 2009. penyakit hipertensi merupakan penyakit berbahaya dan menyebabkan terjadinya METODE PENELITIAN angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi. Prevalensi hipertensi mengalami seseorang tersebut juga akan semakin baik. maka penulis tertarik untuk hubungan antara variabel bebas dan meneliti hubungan pengetahuan. pasien hipertensi. peningkatan sebanyak 12. Melihat penyakit hipertensi (Dewi. menganalisis hubungan pengetahuan. sikap 2005) dan ketaatan berobat dengan derajat sistole Populasi adalah seluruh pasien dan diastole pada pasien hipertensi di hipertensi yang melakukan pengobatan Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu. sikap. Jumlah kunjungan di dapat ditekan kearah normal (Dewi. Ada hubungan korelasi tingkat jawaban salah.250 kasus hipertensi yang al. dan menganalisis pengetahuan hipertensi adalah suatu hal hubungan ketaatan berobat dengan derajat yang diketahui pasien hipertensi tentang sistole dan diastole pasien hipertensi di penyakit hipertensi. Sikap dan Ketaatan di Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu. dan nilai 0 bila hipertensi.). sikap dan variabel terikat melalui pengkajian hipotesis. Puskesmas Sukamerindu dari sepuluh 2005). variabel-variabel yang diteliti diobservasi dan Tujuan penelitian ini adalah diukur pada waktu yang sama (Notoatmodjo. Definisi Operasional dari diastole pasien hipertensi. berobat pasien hipertensi. Hubungan Pengetahuan Sikap dinas kesehatan Kota Bengkulu tahun 2010 pengetahuan tentang hipertensi (Agoes et terdapat 3. ketaatan berobat dengan derajat sistole dan Pengumpulan data menggunakan kuesioner diastole pada pasien hipertensi di dengan pendekatan cross sectional dimana Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu. Sedangkan Menganalisis hubungan pengetahuan Variabel terikat (dependen) meliputi derajat dengan derajat sistole dan diastole pasien sistole dan diastole tekanan darah pasien hipertensi. Sampel total tentang hipertensi. Skala: Interval. dimana diberi nilai terhadap derajat sistole dan diastole pasien (skor) 1 bila jawaban benar. sedangkan pada pasien yang berobat ke Jenis penelitian menggunakan explanatory Puskesmas Sukamerindu mengalami research yaitu menjelaskan ada tidaknya kenaikan. 2005). Sikap adalah . Semakin baik pengetahuan pasien menduduki peringkat ketiga dari penyakit tentang hipertensi maka tekanan darah tidak menular lainnya. Hasil penelitian Dewi bahwa melalui kusioner berupa pertanyaan pengetahuan tentang hipertensi berpengaruh sebanyak 10 pertanyaan. Green mengemukakan besar penyakit kejadian hipertensi bahwa Semakin baik sikap seseorang menempati tempat pertama sebanyak 55 terhadap kesehatan maka tingkat kesehatan kasus. ketaatan berobat atau sebanyak 54 orang pasien hipertensi.

dan ketaatan berobat dengan derajat sistole Pengetahuan tentang hipertensi. Skala: mengetahui hubungan pengetahuan. negatif nilai 1. Untuk data pengetahuan melalui kuesioner berupa pertanyaan tentang hipertensi terdiri dari 10 pertanyaan sebanyak 10 pertanyaan. dan diastole. pengobatan hipertensinya. tidak HASIL DAN PEMBAHASAN mendukung ( normal < rata-rata. tidak normal: < median). 9 No. tidak normal > median). tidak setuju nilai 2. jawaban mendekati benar nilai 1. Puskesmas Sukamerindu bila Sistole 160-179 dan Diastole 100-109 Kecamatan Sungai Serut Kota Bengkulu dan ringan bila Sistole 140-159 dan yang menjadi tempat penelitian ini dilakukan Diastole 90-100. Skala: salah diberi nilai 0. jenis kelamin dan umur Sistole >180 dan Diastole >110. Ketaatan berobat adalah tindakan dari 10 pertanyaan positif jawaban setuju nyata pasien hipertensi dalam melaksanakan nilai 2. sikap Interval. uji Kolmogorov Smirnov . 1 Tahun 2012 . setelah itu ditabulasi primer karena itu pengumpulan datanya dan skoring. bila berdistribusi normal setelah diolah kemudian dianalisis dengan menggunakan uji statistik Pearson klasifikasi baik bila total skor (80%-100%). dan ketaatan berobat Sebelum membahas hasil diklasifikasikan sebagai berikut. tidak normal < median) penelitian yang telah ditetapkan juga dan untuk menentukan derajat Sistole dan dikemukakan tentang tempat dan waktu Diastole. dan normal dengan uji korelasi Rank Spearman. positif nilai 1. bila berdistribusi tidak Cukup bila total skor (65%-79%). Datanya adalah sedangkan pertanyaan negatif setuju diberi data primer karena itu pengumpulan datanya nilai 0. pada bulan April 2011 terletak antara 8 Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. Kurang bila total skor (<65%). taat ( normal penelitian dalam rangka memperoleh ≥ rata-rata. Untuk data Sikap terdiri Interval. mendukung (normal ≥ rata-rata. bila benar nilai 1. tidak setuju nilai 0. Datanya adalah data melakukan entri data. Dan melalui kusioner berupa pertanyaan untuk ketaatan berobat terdiri dari 5 sebanyak 5 pertanyaan bila pasien pertanyaan jawaban benar nilai 2. Untuk dengan membaca nilai mmHg. Sedangkan pengujian normalitas menggunakan untuk sikap tentang hipertensi. salah nilai 0. diklasifikasikan menjadi. tidak normal > median). dan bila Analisis data secara diskriptif untuk jawaban salah nilai 0. Derajat melihat gambaran pasien hipertensi menurut sistole dan diastole adalah tekanan darah variabel yang diteliti dalam bentuk tabel pasien hipertensi merupakan data skunder distribusi frekuensi pasien hipertensisi. Skala Interval. Product Moment. klasifikasinya adalah berat bila penelitian. mendekati hipertensi menjawab benar diberi nilai 2. sedang responden. analisis ini dipakai hipertensi oleh dokter atau asisten dokter untuk melihat hubungan antara variabel dengan menggunakan alat tensimeter bebas dengan variabel terikat.Dirhan tanggapan pasien hipertensi terhadap Kegiatan selanjutnya adalah penyakit hipertensi. tidak taat jawaban sehubungan dengan tujuan (normal < rata-rata. Bila jawaban benar jawaban benar diberi nilai 1 dan jawaban nilai 1 dan nilai 0 bila jawaban salah. yang diperoleh dari hasil pengukuran pasien Analisis secara analitik.

Skor pengetahuan Agung. Tabel 1.3 Jumlah 54 100 .4%) termasuk kategori baik.2 Rendah 0 0 Jumlah 54 100 Berat 3 5.001 ml. Hubungan Pengetahuan Sikap derajat LS dan 110 derajat BT.3%) tahun.6 Sikap Tidak 11 20. berpengetahuan kurang. hipertensisi tidak normal.3 Cukup 11 20. Pengetahuan. 11 (20. perempuan 28 (51.4 Pengetahuan Kurang 05 9. Seperti pada tabel 1 di bawah ini.41 tahun. Tanjung Uji Normalitas. berkisar antara 3 sampai 10 dengan rata- Kondisi iklim sepanjang tahun beriklim tropis rata skor 8. 41-50 tahun.6 Diastole Sedang 33 61. selanjutnya (70. rata-rata umur besar pengetahuan pasien hipertensi 38 pasien hipertensi 52. Semarang.8 Sistole Sedang 19 35.30. Jenis kelamin responden dari Selanjutnya dilakukan analisis data 54 orang responden terdiri dari laki-laki 26 untuk mengetahui gambaran pengetahuan (48.4 mendukung Jumlah 54 100 Taat 41 75. dari hasil ujikolmogorov dengan curah hujan rata-rata antara 250-300 Smirnov diperoleh p value sebesar 0.05 maka dapat hujan dan 31-33 derajat Celcius pada musim disimpulkan distrbusi data pasien panas. luas wilayah Analisis univariat pengetahuan pasien 2 17. Umur pasien hipertensi tentang penyakit hipertensi pasien hipertensi berkisar antara 38 tahun diperoleh hasil bahwa sebagian sampai dengan 81 tahun.1 Rendah 18 33. suhu 17-21 derajat Celcius pada musim karena p kurang dari 0.1%). sikap dan ketaatan berobat Variabel Kategori f % independen Baik 38 70.22 Km dan didalamnya terdapat 7 hipertensi tentang penyakit hipertensi Kelurahan. pasien hipertensi tentang penyakit hipertensi Kampung Kelawi dan Pasar Bengkulu. yaitu Sukamerindu.3 Jumlah 54 100 Mendukung 43 79. Surabaya. Tanjung Jaya. 51-60 tahun dan > 60 pasien hipertensi termasuk kategori tahun.9%).1 Jumlah 54 100 Variabel dependen Kategori f % Berat 35 64.4%) umur pasien hipertensi dikelompokkan 31-40 berpengetahuan cukup dan hanya 5 (9.9 Ketaatan berobat Tidak taat 13 24.

Selanjutnya dilakukan hasil bahwa mayoritas sikap pasien analisis data untuk mengetahui gambaran hipertensi 79. efek alkohol. gejala hipertansi 83. Selanjutnya dilakukan Sikap pasien hipertensi terhadap penyakit analisis data untuk mengetahui gambaran hipertensi tekanan sistole hipertensi pasien hipertensi. 9 No. Skor untuk sikap berkisar antara 5 diperoleh hasil bahwa sebagian besar 35 sampai 19 dengan rata-rata 14. dari hasil penyebab. penyebab mengetahui gambaran ketaatan pasien hipertensi 87%.3%.9%) taat dalam melakukan dan akibat hipertensi 81. rendah.05 sedang dan tidak ditemukan pasien maka dapat disimpulkan distrpasien hipertensi dengan tekanan darah sistole hipertensisi data tidak normal.Dirhan Untuk gambaran jawaban Skor untuk ketaatan pasien dalam kuesioner dari pasien hipertensi tentang melaksanakan pengobatan penyakit pengetahuan penyakit hipertensi hipertensi berkisar antara 2 sampai 5 meliputi pengertian.4%). umur data pasien hipertensisi tidak normal yang biasa diserang 79. Selanjutnya dilakukan analisis data untuk mengetahui gambaran sikap pasien Tekanan darah diastole pasien hipertensi hipertensi tentang penyakit hipertensi Tekanan darah diastole pasien diperoleh hasil bahwa sikap pasien hipertensi berkisar 90 sampai dengan 110 hipertensi yang mendukung 43 (79. hipertensi dapat menjawab dengan benar semua pertanyaan tentang pengetahuan Tekanan darah sistole pasien hipertensi penyakit hipertensi dan hanya sebagian kecil Tekanan darah sistole pasien pasien hipertensi tidak dapat menjawab hipertensi antara 150 sampai 220 mmHg pertanyaan tersebut. diperoleh hasil bahwa sebagian besar pasien hipertensi 33 (61.6%.9%. efek garam. umur.3% hipertensi 41 (75. efek hipertensi tentang penyakit hipertensi dari garam 88.8%) tekanan darah sistole pasien uji Kolmogorov Smirnov diperoleh p value hipertensi termasuk berat.000 karena p kurang dari 0. dengan rata-rata tekanan sistole sebesar 183.15 mmHg.1%) hasil bahwa sebagian besar pasien pasien hipertensi yang tidak taat berobat.74 mmHg. dan akibat hipertensi. jenis hipertensi Selanjutnya dilakukan analisis data untuk 77. efek dari alkohol 87%. Jadi diperoleh sebesar 95.6%). pencegahan hipertensi diperoleh hasil bahwa mayoritas pasien 83.5%.8%. gaya sebesar 0. 19 (35. uji Kolmogorov Smirnov diperoleh p value pencegahan hipertensi.05 hidup. 1 Tahun 2012 . Jadi diperoleh pengobatan hipertensi dan hanya 13 (24. dari hasil (64.3%.2%) sistole sebesar 0. dan mmHg dengan rata-rata tekanan diastole tidak mendukung 11 (20.035 karena p kurang dari 0.3%) rendah dan hanya 3 terhadap penyakit hipertensi Jurnal Ilmiah Farmasi Vol.1%) tekanan darah diastole Ketaatan berobat pasien hipertensi sedang. gejala. dengan rata-rata 4.28. 18 (33.8%.6 % mendukung penyakit tekanan darah diastole pasien hipertensi hipertensi.31. jenis. Pengertian maka dapat disimpulkan distribusi hipertensi menjawab benar 77. macam modifikasi gaya hidup 83.

Selain itu p<0.310 Ketaatan berobat Sistole 0. Sebaliknya bagi arah artinya semakin tinggi nilai pasien hipertensi yang berpengetahuan pengetahuan maka derajat sistole tekanan kurang.192 Diastole 0. Sebelum data dianalisa.6%) tekanan darah diastole pasien Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu.217 yang berlawanan hubungan yang bermakna pengetahuan arah artinya semakin tinggi nilai dengan derajat sistole. Hubungan pengetahuan. Hal ini sistole dan diastole pasien hipertensi menunjukkan bahwa pengetahuan pasien Hasil analisa dengan Rank hipertensi yang sudah baik itu diperoleh dari Spearman diperoleh nilai p=0.3% pasien tingkat kesehatan seseorang dapat .217 Sikap Sistole 0.000 karena nilai tekanan darah pasien hipertensi. Hal ini pengetahuan pasien hipertensi sudah baik sesuai dengan pendapat Green bahwa dan hanya 9. terdapat hubungan yang bermakna Sebagian besar 70.001 -0.001 maka dapat disimpulkan semakin rendah.05 maka dapat disimpulkan internet.438 Diastole 0.018 -0. Tabel 2.05 maka dapat disimpulkan terdapat diperoleh nilai r = –0. radio dan nilai p<0. Dan dengan derajat pengetahuan maka derajat diastole akan diastole p=0. Selain itu teman-teman terdekat yang mengetahui diperoleh nilai r = –0. sikap dan ketaatan berobat menggunakan uji Rank Spearman.4% pengetahuan dengan derajat diastole.05. Hubungan Pengetahuan Sikap (5.000 -0.458 Diastole 0. terdapat hubungan yang bermakna Hasil analisis menggunakan Rank pengetahuan terhadap derajat diastole Spearman dimana nilai p=0.436 Hubungan pengetahuan dengan derajat hipertensi berpengetahuan kurang.000 karena media elektronik seperti televisi.000 -0. Hal ini sesuai dengan teori Health darah pasien hipertensi akan semakin Belief Model (HBM) menyatakan bahwa rendah. Hasil dengan derajat sistole dan diastole di analisis data dapat dilihat pada tabel 2. sikap dan ketaatan berobat dengan derajat sistole dan distole pasien hipertensi Indevendent Devendent p P r variable variable Pengetahuan Sistole 0.438 yang berlawanan tentang penyakit hipertensi.027 0. hipertensi termasuk kategori berat.000 -0. Sehingga Untuk menganalisis hubungan untuk menganalisa hubungan kedua variabel pengetahuan. membaca majalah.05 -0.001 karena oleh informasi dan lingkungan tempat nilai p<0. Hasil analisa dengan Rank tingkat pengetahuan seseorang dipengaruhi Spearman diperoleh nilai p=0.05 maka dapat disimpulkan tinggalnya. koran dan jurnal terdapat hubungan yang bermakna hasil penelitian atau lewat promosi dari pengetahuan terhadap derajat sistole petugas kesehatan dan dapat juga dari tekanan darah pasien hipertensi. data diuji kenormalan menggunakan uji Kolmogorov Analisa bivariat Smirnov dengan hasil p < 0.

458 yang sikap yang baik pula terhadap penyakit yang berlawanan arah artinya semakin baik Jurnal Ilmiah Farmasi Vol.05 maka dapat disimpulkan bermakna sikap dengan derajat diastole. kesehatan orang tersebut juga akan semakin Semakin baik pengetahuan seseorang maka baik (Notoatmodjo.018 karena kesehatan seseorang ditentukan oleh sikap nilai p<0. sehingga semakin baik menyatakan bahwa tingkat pengetahuan tingkat pengetahuan seseorang maka tingkat seseorang berpengaruh terhadap sikapnya. Lebih lanjut Green menyatakan Hasil analisa dengan Rank bahwa perilaku kesehatan atau tingkat Spearman diperoleh nilai p=0. 9 No. 1 Tahun 2012 .027 karena disimpulkan terdapat hubungan yang nilai p<0. 2005).027. terdapat hubungan yang bermakna antara Soekidjo Notoatmodjo (2007) sikap dengan derajat sistole tekanan darah menyatakan bahwa kesehatan seseorang pasien hipertensi. Sedangkan derajat diastole diperoleh Hasil analisa dengan Rank nilai p=0.000 karena hanya 20.018 karena p<0. karena nilai p<0. hipertensi Sikap pasien hipertensi mayoritas Hasil analisa dengan Rank (79.05 berarti terdapat hubungan yang kemungkinan karena pasien hipertensi bermakna ketaatan dengan derajat sistole. Selain itu diperoleh nilai ditentukan oleh niat atau sikap orang r=–0. Hal ini nilai p<0. Selain itu diperoleh nilai r= -0. nilai p=0. terdapat hubungan yang bermakna sikap Semakin baik sikap seseorang terhadap derajat diastole tekanan darah pasien kesehatan maka tingkat kesehatan hipertensi.6%) mendukung penyakit hipertensi dan Spearman diperoleh nilai p=0. Sesuai penelitian Yayuk (2004) orang tersebut.4% tidak mendukung. Semakin baik sembuh. 2007).310 seseorang tersebut juga akan semakin baik .Dirhan ditentukan oleh tingkat pengetahuan dari diderita. ada atau tidaknya sistole tekanan darahnya akan semakin informasi tentang kesehatan dan fasilitas rendah. yang berlawanan arah artinya semakin baik sikap pasien hipertensi terhadap penyakit Hubungan ketaatan berobat dengan hipertensi maka derajat diastole akan derajat sistole dan diastole pasien semakin rendah. berpengetahuan baik sehingga menimbulkan Selain itu diperoleh nilai r=–0.05 maka dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan Hubungan sikap dengan derajat sistole yang bermakna antara sikap dengan derajat dan diastole pasien hipertensi sistole. Hasil penelitian sikap orang tersebut juga akan semakin taat Dewi bahwa pengetahuan tentang hipertensi dalam pengobatan penyakitnya karena berpengaruh terhadap derajat sistole dan orang tersebut mempunyai keinginan untuk diastole pasien hipertensi. pengetahuan pasien tentang hipertensi maka Hasil analisis yang tekanan darah dapat ditekan kearah normal menggunakan Rank Spearman menunjukan (Dewi.192 yang berlawanan arah artinya tersebut terhadap pelayanan kesehatan semakin baik sikap pasien hipertensi (behaviour intention) dukungan sosial dari terhadap penyakit hipertensi maka derajat masyarakat sekitar.05 maka dapat Spearman diperoleh nilai p=0.05 maka dapat disimpulkan seseorang terhadap obyek kesehatan. kesehatan.

000.000 karena p<0. Hadi Martono. Geriatri Ilmu Kesehatan Usia Lanjut.001. Hubungan Tingkat pasien akan semakin mendekati normal. dan. kuat. Epidemologi Penyakit diastole.8%) dengan derajat diastole tekanan darah bertekanan darah sistole berat dan sebagian pasien hipertensi. nilai p<0. tenaga kesehatan (Notoatmodjo. PT Rineka Cipta. 2007) Hasil analisis data menggunakan Rank Spearman diketahui DAFTAR PUSTAKA nilai p=0.05 maka dapat disimpulkan Mayoritas pasien hipertensi (75. Hubungan Tingkat bermakna ketaatan berobat dengan derajat Pengetahuan tentang Hipertensi dengan Perilaku Pencegahan sistole. dan terdapat penyakit yang dideritanya sehingga pasien hubungan yang bermakna ketaatan berobat hipertensimempunyai keinginan untuk dengan derajat sistole dan diastole sembuh yang diwujudkan dengan taat dimana nilai p=0. sistole dan untuk diastole nilai p=0.. MN. Pengetahuan dan Ketaatan Berobat dengan Terkendalinya Tekanan Darah Penderita di Puskesmas .9% dan hanya 24.000 untuk sistole dan menjalani pengobatan yang dianjurkan oleh derajat diastole nilai p=0. dan Berlinda disimpulkan terdapat hubungan yang Okta Rini. Hubungan Pengetahuan Sikap ketaatan pasien hipertensi dalam melakukan KESIMPULAN pengobatan hipertensi maka derajat sistole Pengetahuan pasien hipertensi semakin rendah.4%) sudah baik.05 maka dapat Agoes A. Sikap Hasil analisa dengan Rank pasien hipertensi mayoritas (79.1% dengan derajat sistole dan diastole yang tidak taat berobat. Dosen Ilmu Keperawatan disimpulkan tidak terdapat hubungan yang FKUB bermakna ketaatan berobat dengan derajat Bustan. 2007. Hal ini kemungkinan dimana nilai p=0.000 karena nilai p<0. Sebagian besar pasien hipertensi Terdapat hubungan yang bermakna sikap sudah taat berobat 75. Sesuai dengan penelitian Dewi Tidak Menular.018.000 untuk hipertensi akan semakin rendah.. Dalam 2010.. 2005.05 maka dapat Panti Werdha Pangestu Lawang Malang.9%) taat terdapat hubungan yang bermakna ketaatan berobat.000 karena mendukung pengobatan hipertensi.027 untuk sistole dan untuk karena adanya sikap yang baik terhadap diastole nilai p=0. semakin baik ketaatan pasien hipertensi Terdapat hubungan bermakna dalam melakukan pengobatan hipertensi pengetahuan dengan derajat sistole dan maka derajat diastole tekanan darah pasien diastole. Dan derajat diastole diperoleh nilai Stroke pada Penderita Hipertensi di p=0.436 yang berlawanan arah artinya sedang. terhadap penyakit hipertensi. dan sebagian besar (64.1%) bertekanan darah diastole r=–0. Penerbit Fakultas penelitiannya terdapat hubungan yang cukup Kedokteran Universitas Indonesia. Selain itu diperoleh nilai besar (61. dimana nilai p=0. artinya semakin taat seseorang Jakarta menjalani pengobatan maka tekanan darah Dewi AT. sebagian besar (70.6%) Spearman diperoleh nilai p=0. (2005) bahwa ketaatan pasien dalam Jakarta melakukan pengobatan akan berpengaruh Darmojo B. Yulian Wiji Utami.

Hubungan Pengetahuan Sikap Jakarta. Jakarta 2011... Penelitian Kesehatan. UNIMUS Semarang Notoatmodjo. Darah Tinggi. Kamis (4/4/11) Dengan Terkontrolnya Tekanan Darah Pada Pasien Di Puskesmas Notoatmodjo. Penerbit UNIMUS. 2007. Metodologi Bulu Kabupaten Sukoharjo.. Semarang Rineka Cipta. Laporan Tahunan 2010 Notoatmodjo. K. S. Laporan Data Penyakit Tidak Indonesia dalam peringatan Hari Menular Kesehatan Sedunia di kantor Kementerian Kesehatan RI di Yayuk. Penerbit Rineka Cipta. 2005. Pendidikan Perilaku Gunawan L. S. 1 Tahun 2012 . 9 No. 2004. 2005.. perwakilan WHO untuk 2010. Hipertensi Tekanan Kesehatan.. 2007. Limpakarnjanarat. Dinas Kesehatan Kota Bengkulu. S. Jakarta Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Yogyakarta: Penerbit Jakarta Kanisius Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu.Dirhan Sumber Lawang Kabupaten Sragen. Penerbit Rineka Cipta.