You are on page 1of 4

LAPORAN KEGIATAN INTERNSHIP

F.6 Upaya Pengobatan Dasar

OLEH :
dr. Syamsu Fuad Syakh
dr. Muh Gatra Pratama
dr. Putri Pratama
dr. Fahrin Husain
dr. Ravel Rocky S

Pendamping:
dr. Sunarti

Wahana :
Puskesmas Ge’ Tengan
Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan

Periode 2017/2018
LAPORAN KEGIATAN
UPAYA PENGOBATAN DASAR
DOKTER INTERNSHIP PUSKESMAS GE’ TENGAN
KABUPATEN TANA TORAJA
PERIODE MEI-SEPTEMBER 2017

PELAKSANAAN POLIKLINIK UMUM PUSKESMAS GE’TENGAN

I. LATAR BELAKANG
Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang
merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat, untuk menyelenggarakan
pelayanan kesehatan dasar, menyeluruh, dan terpadu bagi seluruh masyarakat di
wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok dan membina peran serta
masyarakat. Pengertian dari pelayanan kesehatan dasar, menyeluruh, dan terpadu
disini, adalah upaya pengobatan penyakit (kuratif), upaya pencegahan (preventif),
upaya peningkatan kesehatan (promotif), dan upaya pemulihan kesehatan
(rehabilitatif), serta terminal stage health care, yang ditujukan kepada semua
penduduk tanpa membedakan jenis kelamin dan golongan umur, sejak
pembuahan dalam kandungan hingga tutup usia.
Puskesmas di Indonesia mulai dikembangkan sejak dicanangkannya
Pembangunan Jangka Panjang (PJP) yang pertama tahun 1971, dengan tujuan
untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang sebagian besar
masih tinggal di pedesaan. Hal ini dikarenakan sebelum era 70–an, kebijakan
pembangunan sarana pelayanan kesehatan lebih banyak diarahkan untuk
membangun Rumah Sakit yang umumnya terletak di perkotaan, sehingga tidak
mudah diakses oleh sebagian besar masyarakat yang tinggal di pedesaaan.
Puskesmas merupakan unit teknis pelayanan dinas kesehatan
kabupaten/kota yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan pembangunan
kesehatan. Puskesmas memiliki tiga fungsi yaitu sebagai pusat pembangunan
kesehatan masyarakat, pusat pemberdayaan masyarakat, dan pusat pelayanan
kesehatan tingkat pertama yang menjadi ujung tombak pembangunan bidang
kesehatan (Muninjaya, 2004).
Salah satu upaya kesehatan wajib dalam puskesmas berupa upaya
pengobatan dasar yang ditujukan kepada semua penduduk, tidak membedakan
jenis kelamin dan golongan umur. Pedoman Pengobatan Pelayanan Kesehatan
Dasar ini sangat dibutuhkan dalam rangka pencapaian pelayanan kesehatan yang
memenuhi standar mutu di jajaran puskesmas dan jaringannnya sesuai sasaran 9
pada Grand Strategy Departemen Kesehatan.
Kegiatan poli umum merupakan bagian dari pengobatan dasar, dimana pada
poli ini dilakukan anamnesis dan pemeriksaan fisis kepada setiap pasien yang
datang memeriksakan dirinya di puskesmas. Dari hasil anamnesis dan
pemeriksaan fisis ini dapat ditegakkan diagnosis pasien. Selanjutnya dilakukan
penilaian apakah pasien tersebut cukup menjalani rawat jalan, perlu dirawat inap,
atau bahkan memerlukan rujukan ke pelayanan rumah sakit.

II. PEMILIHAN INTERVENSI
Oleh karena latar belakang di atas, maka diperlukan suatu upaya anamnesis
dan pemeriksaan fisis secara menyeluruh dan teliti pada setiap pasien yang
datang ke poliklinik umum, serta pemeriksaan penunjang jika diperlukan. Hal ini
dilakukan agar kita dapat mengetahui diagnosis pasien dengan tepat sehingga kita
bisa memberikan pengobatan yang terbaik bagi pasien sesuai dengan upaya
pengobatan dasar yang hendaknya dilakukan oleh puskesmas sebagai tempat
untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

III. PELAKSANAAN
Telah dilakukan kegiatan poliklinik umum di Puskesmas Ge’tengan selama
periode Mei-September 2017. Pemeriksaan meliputi anamnesis tentang gejala
utama seperti demam, nyeri kepala, batuk, pilek, sesak, mual muntah, nyeri ulu
hati, nyeri perut, nafsu makan meningkat atau menurun, berak encer, gatal, nyeri
otot ataupun nyeri tulang dan nyeri persendian, kesemutan pada jari-jari, badan
lemas serta keluhan penyerta, riwayat penyakit, faktor risiko, riwayat keluarga,
dan riwayat pengobatan sebelumnya. Setelah anamnesis dilanjutkan dengan
pemeriksaan fisis berupa inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi. Dan jika
diperlukan dilakukan pemeriksaan penunjang laboratorium.
Hasil rekapitulasi data penyakit terbanyak di Puskesmas Ge’tengan dari
bulan Mei hingga Agustus adalah sebagai berikut:

Penyakit Mei Juni Juli Agustus JUMLAH
ISPA 119 134 148 145 546
Dermatitis Alergi 72 110 93 75 350
Vulnus 67 116 92 69 344
Dispepsia 70 95 76 86 327
Hipertensi 67 54 101 63 285
Cephalgia 88 65 44 41 238
Diare 26 56 56 35 173
Rematik 40 18 35 24 117
Myalgia 21 21 36 31 109
DM 22 14 16 22 74

IV. EVALUASI
 Pada anamnesis, didapatkan keluhan terbanyak pasien yang datang
berobat ke poliklinik umum yaitu batuk pilek, masalah kulit dan luka.
 Dari anamnesis tersebut dengan keluhan batuk paling banyak dengan
diagnosis ISPA, keluhan masalah kulit paling banyak dengan diagnosis
dermatitis alergi dan keluhan mengalami luka, baik luka tergigit anjing,
luka tertusuk paku, ataupun luka karena kecelakaan.
 Sebagian besar pasien dengan diagnosis gastritis, vulnus dan diare
dehidrasi sedang-berat menjalani rawat inap di Puskesmas Ge’ Tengan.
 Pasien yang dirujuk ke rumah sakit sebagian besar adalah pasien interna,
bedah dan mata yang tidak dapat ditangani di Puskesmas Ge’Tengan.

Peserta Internship Pendamping

( dr. Syamsu Fuad Syakh ) ( dr. Sunarti )