You are on page 1of 6

Jurnal Pendidikan Kimia (JPK), Vol. 5 No. 4 Tahun 2016 Hal.

114-119
Program Studi Pendidikan Kimia ISSN 2337-9995
Universitas Sebelas Maret http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/kimia

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING
UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR
SISWA PADA MATERI KELARUTAN DAN HASIL KALI
KELARUTAN KELAS XI MIA 3 SEMESTER GENAP
SMA N 1 TERAS TAHUN PELAJARAN 2015/2016

Rizky Puspitadewi1,*, Agung Nugroho Catur Saputro2 dan Ashadi2
1
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia, FKIP, UNS, Surakarta, Indonesia
2
Dosen Program Studi Pendidikan Kimia, FKIP, UNS, Surakarta, Indonesia

*
Keperluan korespondensi, HP: 085725030880, e-mail: rizkypdewi@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa kelas XI
MIA 3 SMA N 1 Teras tahun pelajaran 2015/2016 melalui penerapan model pembelajaran
Discovery Learning pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Penelitian ini merupakan
Penelitian Tndakan Kelas (PTK) yang dilaksanakannya dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri
dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian yaitu siswa
kelas XI MIA 3 SMA N 1 Teras tahun pelajaran 2015/2016. Sumber data adalah guru dan
siswa. Teknik pengumpulan data melalui tes, angket, observasi, wawancara dan kajian
dokumen. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan
hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model Discovery Learning dapat
meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan.
Pada siklus I, persentase ketercapaian minat belajar siswa sebesar 64,71% dan meningkat
pada siklus II menjadi 82,35%. Peningkatan prestasi belajar dilihat dari aspek pengetahuan
pada siklus I sebesar 61,77% dan meningkat pada siklus II menjadi 85,29%, dari aspek sikap
persentase ketercapaian pada siklus I dan siklus II sebesar 100%. Sedangkan untuk prestasi
belajar aspek keterampilan hanya dilakukan pada siklus I dan memberikan hasil ketercapaian
sebesar 100%.

Kata Kunci : Penelitian tindakan kelas, Discovery Learning, minat, prestasi belajar, Kelarutan
dan Hasil Kali Kelarutan

PENDAHULUAN diterapkan di Indonesia. Pengembangan
Keberhasilan pembangunan suatu sistem pendidikan ini salah satunya
negara tak lepas dari kualitas sumber dapat dilaksanakan dengan
daya manusia yang dimilikinya. Salah pengembangan kurikulum. Kurikulum
satu faktor penting yang berpengaruh 2013 merupakan kurikulum terbaru yang
terhadap kualitas sumber daya manusia dikembangkan pemerintah dengan
terletak pada bidang pendidikan. harapan dapat meningkatkan kualitas
Indonesia sendiri merupakan negara pendidikan di Indonesia.
berkembang yang masih perlu SMA N 1 Teras merupakan
melaksanakan pembangunan di sekolah yang menggunakan kurikulum
berbagai sektor kehidupan. Pendidikan 2013. Pembelajaran yang dilakukan
dapat menjadi langkah awal untuk dengan kurikulum 2013 berpusat pada
keberhasilan pembangunan di siswa (Student Center Learning). Akan
Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah tetapi pada saat kegiatan belajar
terus berbenah dan mengembangkan mengajar pelajaran kimia metode
sistem pendidikan yang sesuai untuk ceramah masih sering digunakan

© 2016 Program Studi Pendidikan Kimia 114
JPK, Jurnal Pendidikan Kimia Vol. 5 No. 4 Tahun 2016 Hal. 114-119

sehingga pembelajaran masih berpusat tidak memperhatikan bahkan saat siswa
pada guru dan siswa cenderung masih yang lain sedang mengemukakan
pasif di kelas. pendapat. Hal ini menunjukkan bahwa
Salah satu mata pelajaran yang minat belajar dari siswa kelas XI MIA 3
harus dikuasai oleh siswa SMA program masih rendah.
Matematika Ilmu Alam (MIA) adalah Dari permasalahan yang terjadi
kimia. Hasil belajar mata pelajaran kimia pada proses pembelajaran di kelas,
di SMA N 1 Teras khususnya untuk diperlukan suatu upaya untuk mengatasi
kelas XI MIA masih tergolong rendah. masalah tersebut demi peningkatan
Berdasarkan dari analisis angket kualitas pembelajaran. Oleh karena itu,
pembelajaran kimia di kelas XI IPA 3 perlu dilakukannya suatu penelitian
banyak siswa menyatakan mereka tidak tindakan kelas (PTK) dalam rangka
menyukai pelajaran kimia. Hal ini memperbaiki mutu praktik pembelajaran
disebabkan karena mereka merasa di kelas. Penelitian Tindakan Kelas
pelajaran kimia merupakan pelajaran muncul dengan maksud untuk
yang sulit, banyak rumus yang rumit dan memperbaiki situasi pembelajaran di
materinya tidak mudah dipahami. kelas, yang merupakan inti dari kegiatan
Kesulitan yang biasa dialami oleh siswa pendidikan [1].
yaitu dalam mengerjakan soal-soal Salah satu upaya untuk mengatasi
hitungan dan mengaplikasikan rumus permasalahan tersebut adalah dengan
yang tepat untuk soal tersebut. penerapan model pembelajaran
Salah satu materi kimia yang Discovery Learning. Discovery Learning
kurang dikuasai oleh siswa adalah mengacu pada pembelajaran yang
materi Kelarutan dan Hasil Kali terjadi ketika siswa terlibat dalam
Kelarutan. Berdasarkan hasil pengalaman dan eksperimen, dimana
wawancara dengan guru pengampu mereka mendapatkan pengetahuan dan
mata pelajaran kimia di SMA N 1 Teras, konsepnya sendiri [2]. Menurut Singer
materi Kelarutan dan Hasil Kali [3], pelajaran yang dapat merangsang
Kelarutan merupakan materi yang sulit timbulnya minat dan perhatian murid
dipahami oleh siswa. Hal ini disebabkan harus memberikan kesempatan bagi
karena materi Kelarutan dan Hasil Kali peran serta guru bahkan rasa
Kelarutan merupakan materi yang keterlibatan bagi siswa. Hamalik [4]
membutuhkan pemahaman konsep menjelaskan bahwa model
yang tinggi. Namun pada pembelajaran pembelajaran Discovery Learning
materi ini, siswa lebih sering menekankan pentingnya pemahaman
menghafalkan konsep dan rumus yang suatu konsep melalui keterlibatan siswa
ada, sehingga pemahaman siswa secara aktif dalam proses pembelajaran.
terhadap konsep ini terbatas. Model pembelajaran ini menekankan
Berdasarkan hasil observasi yang pada pembentukan pengetahuan siswa
dilakukan pada pelajaran kimia di kelas dari pengalaman selama pembelajaran.
XI MIA 3 SMA N 1 Teras, dapat Kegiatan pembelajaran dengan cara
diketahui bahwa siswa belum menjadi penemuan ini dapat meningkatkan minat
subyek yang dominan pada proses siswa dalam belajar kimia dengan cara
pembelajaran. Kegiatan siswa di kelas yang lebih menyenangkan daripada
hanya menyimak atau mendengarkan metode konvensional.Dalam pelajaran
materi yang dijelaskan oleh guru. sains, kegiatan, yang didasarkan pada
Komunikasi pada kegiatan belajar penyelidikan menggunakan metode
mengajar umumnya hanya berlangsung Discovery Learning, dapat digunakan
searah yang menyebabkan siswa dengan tujuan menarik perhatian siswa
kurang terlibat dalam proses dan mengaktifkan mereka untuk lebih
pembelajaran. Ketika guru meminta berpartisipasi dalam kelas [5].
pendapat atau mengajukan pertanyaan Beberapa penelitian menjelaskan
kepada siswa, hanya sedikit siswa yang bahwa Discovery Learning merupakan
antusias dalam merespon. Masih model pembelajaran yang sesuai untuk
banyak siswa yang cenderung acuh dan meningkatkan minat dan prestasi belajar

© 2016 Program Studi Pendidikan Kimia 115
JPK, Jurnal Pendidikan Kimia Vol. 5 No. 4 Tahun 2016 Hal. 114-119

siswa. Mahmoud [6] menjelaskan bahwa analisis kualitatif mengacu pada model
Discovery Learning membantu analisis Miles dan Huberman dalam
memperoleh kegiatan di mana siswa Sugiyono [8] melalui proses reduksi
belajar untuk diri mereka sendiri dan data, penyajian data, penarikan
menerapkan apa yang mereka ketahui kesimpulan dan verifikasi. Pada
dalam situasi baru, yang akan penelitian ini digunakan teknik
menyebabkan pencapaian triangulasi agar didapatkan data yang
pembelajaran yang efektif. Dengan valid dan menggambar kondisi siswa
model pembelajaran ini siswa sesungguhnya. Triangulasi merupakan
diharapkan lebih mampu memahami teknik pemeriksaan keabsahan data
konsep dari materi yang sedang yang memanfaatkan sesuatu yang lain
dipelajari sehingga akan berpengaruh di luar data untuk keperluan
pada peningkatan prestasi belajarnya. pengecekan atau sebagai pembanding
Penelitian dari Akinbobolaa dan Afolabi terhadap data itu. Teknik triangulasi
[7] menjelaskan bahwa sumber dari yang digunakan adalah teknik
minat siswa dalam ilmu pengetahuan triangulasi metode yang dilakukan
dan teknologi dapat dicapai dengan dalam mengumpulkan data tetap dari
penerapan Discovery Learning. Dengan sumber data yang berbeda-beda. Dalam
demikian diharapkan minat belajar siswa penelitian ini menggunakan metode
terhadap pelajaran kimia meningkat, pengumpulan data melalui observasi,
sehingga prestasi belajarnya juga dapat angket, tes dan wawancara.
meningkat.
Berdasarkan uraian di atas, perlu HASIL DAN PEMBAHASAN
diadakan Penelitian Tindakan Kelas SIKLUS I
(Classroom Action Research) untuk Pada tahap awal, peneliti dan guru
meningkatkan Minat dan Prestasi mengkaji silabus yang akan digunakan
Belajar di SMA N 1 Teras dengan judul, dalam penelitian. Silabus yang
“Penerapan Model Pembelajaran digunakan merupakan silabus kurikulum
Discovery Learning untuk Meningkatkan 2013 yang disusun oleh Kementerian
Minat dan Prestasi Belajar Siswa pada Pendidikan dan Kebudayaan.
Materi Kelarutan dan Hasil Kali Berdasarkan silabus tersebut peneliti
Kelarutan kelas XI IPA Semester Genap menyusun RPP untuk tiga pertemuan
SMA N 1 Teras Tahun Pelajaran pada proses pembelajaran siklus I.
2015/2016”. Pembelajaran didesain menggunakan
model pembelajaran Discovery
METODE PENELITIAN Learning.
Penelitian ini dilakukan di SMA N Instrumen yang digunakan
1 Teras yang beralamat di Desa sebagai alat evaluasi prestasi belajar
Sudimoro, Kecamatan Teras, adalah soal tes objektif untuk
Kabupaten Boyolali. Penelitian ini kompetensi pengetahuan, angket
merupakan Penelitian Tindakan Kelas penilaian diri untuk kompetensi sikap
(PTK) yang dilaksanakan dalam dua dan minat, serta lembar observasi untuk
siklus, dimana masing-masing siklus kompetensi keterampilan, kompetensi
terdapat empat tahapan yaitu 1) sikap dan minat.
perencanaan 2) pelaksanaan 3) Kegiatan pembelajaran yang telah
pengamatan dan 4) refleksi. Subjek direncanakan oleh peneliti, kemudian
penelitian adalah siswa kelas XI IPA 3 diterapkan di kelas XI MIA 3 SMA N 1
SMA N 1 Teras tahun pelajaran Teras tahun pelajaran 2015/2016.
2015/2016. Pelaksanaan tindakan siklus I dilakukan
Sumber data adalah guru dan selama 4 x 2 JP. Siklus I mulai
siswa. Analisis data dalam penelitian ini dilaksanakan tanggal 28 April sampai
dilakukan dari awal sampai berakhirnya dengan 7 Mei 2016. Pembelajaran ini
pengumpulan data. Data yang didapat menggunakan model pembelajaran
dari hasil penelitian diolah dan dianalisis Discovery Learning dengan metode
secara deskriptif kualitatif. Teknik eksperimen dan diskusi.

© 2016 Program Studi Pendidikan Kimia 116
JPK, Jurnal Pendidikan Kimia Vol. 5 No. 4 Tahun 2016 Hal. 114-119

Pengamatan terhadap siswa Untuk hasil penilaian kompetensi
dilakukan selama proses pembelajaran sikap dan keterampilan sudah mencapai
berlangsung. Di setiap pertemuan siswa target yang ditentukan. Ketercapaian
mengidentifikasi kasus yang diberikan kompetensi sikap dan keterampilan
oleh guru kemudian merumuskan masing-masing mencapai 100%. Pada
masalah dari identifikasi tersebut. kompetensi sikap tetap dilakukan
Kemudian siswa melakukan kegiatan penilaian pada siklus II karena masih
eksperimen dan/atau mengkaji literatur ada satu aspek pada kompetensi sikap
untuk mengumpulkan data yang yang belum mencapai target yaitu sikap
nantinya akan dianalisis selama proses proaktif. Sedangkan untuk kompetensi
pembelajaran materi kelarutan dan hasil keterampilan, pada siklus II tidak
kali kelarutan. Pada setiap pertemuan dilakuakn penilaian lagi karena semua
dilakukan diskusi kelompok untuk aspek keterampilan sudah tercapai.
menganalisis data yang telah didapat Berdasarkan hasil yang diperoleh
siswa dari kegiatan eksperimen atau pada siklus I dimana kompetensi
pengkajian literatur. Dari diskusi ini pengetahuan dan minat belum
kemudian ditarik kesimpulan dari proses mencapai target ketercapaian, maka
pembelajaran yang telah dilakukan oleh perlu dilakukan tindakan lebih lanjut
siswa. dengan melakukan pembelajaran pada
Hasil penilaian tindakan pada siklus I siklus II. Pembelajaran pada siklus II ini
dapat dilihat pada Tabel 1. dilakuakn untuk memperbaiki proses
pembelajaran pada siklus I sehingga
Tabel 1. Hasil Tindakan Siklus I
diharapkan semua indikator kompetensi
Indikator Ketercapaian Ket*
dapat mencapai target ketuntasan.
Kinerja (%)
Pengetahuan 64,71 BT SIKLUS II
Sikap 100 T
Tindakan pada siklus IIlebih
Keterampilan 100 T
difokuskan untuk perbaikan terhadap
Minat 61,77 BT
kendala-kendala yang ada pada siklus I.
*Keterangan : T (Tercapai), BT (Belum Tindakan yang dilakukan adalah
Tercapai) pertama, guru lebih banyak berkeliling
Berdasarkan Tabel 1 dapat ke kelompok untuk memastikan semua
diketahui bahwa Indikator yang belum siswa sudah paham pada materi yang
mencapai target adalah kompetensi sedang dipelajari. Kedua, guru memberi
pengetahuan dan minat. Pada perhatian yang lebih pada siswa yang
kompetensi pengetahuan ketercapaian mengalami kesulitan dan belum
sebesar 64,71%. Berdasarkan mencapai ketuntasan pada siklus I.
ketercapaian tiap indikator kompetensi Ketiga, siswa lebih banyak diberi
masih ada dua indikator yang belum kesempatan untuk mengemukakan
mencapai target yaitu indikator gagasan dan bertanya mengenai hal
merumuskan hubungan kelarutan&hasil yang belum dipahami. Keempat siswa
kali kelarutan dan indikator menghitung diberi latihan soal yang lebih variatif
kelarutan zat jika terdapat pengaruh ion sehingga dapat mengerjakan soal
senama. dengan tingkat kesukaran yang lebih
Untuk aspek minat tinggi. Kelima, siswa diberi motivasi
ketercapaiannya sebesar 61,77%. untuk dapat berperan aktif dalam
Selama proses pembelajaran siklus I, pembelajaran sehingga bukan hanya
masih ada beberapa yang kurang kompetensi pengetahuan saja yang
antusias selama proses diskusi dan terbangun, tapi kompetensi sikap,
kurang semangat dalam mengerjakan keterampilan dan minat belajar siswa
soal yang diberikan oleh guru. Selain itu juga dapat terbangun.
ada juga beberapa siswa yang hanya Instrumen pembelajaran yang
diam ketika diskusi walaupun belum digunakan dalam siklus II adalah RPP
mengerti tentang materi yang sedang dan instrumen penilaian meliputi tes
dipelajari. objektif, angket dan lembar observasi.

© 2016 Program Studi Pendidikan Kimia 117
JPK, Jurnal Pendidikan Kimia Vol. 5 No. 4 Tahun 2016 Hal. 114-119

Instrumen penilaian yang disusun oleh 100 85.29
peneliti pada siklus II hanya soal tes

Ketuntasan (%)
objektif untuk kompetensi pengetahuan 80
61.77
saja. Sedangkan angket dan lembar 60
observasi untuk kompetensi sikap dan 38.23
minat menggunakan instrumen yang 40
sama pada siklus I. 20 14.71
Pelaksanaan tindakan pada siklus
II dilakukan dalam 2 x 2 JP dengan 0
alokasi pertemuan pertama untuk Tuntas Belum Tuntas
proses pembelajaran dan pertemuan Kriteria
kedua untuk evaluasi siklus II. Proses Siklus I Siklus II
pembelajaran difokuskan pada indikator
yang belum mencapai target yaitu Gambar 1. Histogram Peningkatan
indikator merumuskan hubungan Ketuntasan Kompetensi
kelarutan&hasil kali kelarutan dan Pengetahuan Siklus I dan II
indikator menghitung kelarutan zat jika
terdapat pengaruh ion senama. Hasill Berdasarkan Gambar 1, dapat
penilaian tindakan selama tindakan disimpulkan bahwa terdapat
siklus II disajikan dalam Tabell 2. peningkatan peresntase siswa yang
tuntas dari siklus I ke siklus II.
Tabel 2. Hasil Tindakan Siklus II
Peningkatan ketuntasan pada
Indikator Ketercapaian
Ket kompetensi pengetahuan dari siklus I ke
Kinerja (%)
siklus II sebesar 23,52%.
Pengetahuan 82,35 Tercapai
Sikap 100 Tercapai
Minat 85,29 Tercapai 76
80
67.65
Ketuntasan (%)

Secara umum, siswa lebih aktif 60
dalam proses pembelajaran siklus II. 32.35
Siswa lebih bersemangat dalam 40
23.53
mengerjakan soal diskusi dari guru.
20
Semua siswa terlibat aktif dalam diskusi
kelompok. Siswa juga mulai berinisiatif 0
untuk membaca buku atau literatur lain Sangat Baik Cukup Kurang
untuk menjawab soal diskusi. Selain itu Baik
siswa juga lebih responsif dalam Kriteria Sikap
menjawab pertanyaan yang diajukan Siklus I Siklus II
oleh guru. Ketika guru meminta siswa
menyampaikan pendapat atau
menuliskan jawaban soal ke depan Gambar 2.Histrogram Peningkatan
kelas siswa sudah mau melakukannya Ketercapaian Kompetensi
tanpa harus ditunjuk terlebih dahulu. Sikap Siklus I dan II

Perbandingan Hasil Antar Siklus Berdasarkan Gambar 2 dapat
Perbandingan hasil tindakan antar dilihat bahwa terjadi peningkatan
siklus bertujuan untuk mengetahui persentase pada kategori siswa sangat
peningkatan yang terjadi dari siklus I ke baik dari siklus I ke siklus II. Hal ini
siklus II. Berdasarkan hasil penilaian menunjukkan bahwa pemberian
tindakan siklus I dan siklus II diperoleh tindakan pada siklus II dapat
peningkatan hasil dari semua indikator meningkatkan kompetensi sikap siswa
kinerja yang dinilai. menjadi lebih baik.

© 2016 Program Studi Pendidikan Kimia 118
JPK, Jurnal Pendidikan Kimia Vol. 5 No. 4 Tahun 2016 Hal. 114-119

UCAPAN TERIMAKASIH
80
Ketuntasan (%) 64.7 Penulis mengucapkan terima
60 52.94 kasih kepada Bapak Drs. Wakimun
35.29 selaku kepala SMA N 1 Teras dan
40 kepada Bapak Drs. Arifin Trisanyoto,
17.65 17.65
20 11.77 M.Eng. selaku guru kimia yang telah
0 0 memberikan ijin kepada penulis
0 menggunakan kelas XI MIA 3 untuk
Sangat Baik Cukup Kurang penelitian.
Baik
Kriteria Minat
DAFTAR RUJUKAN
Siklus I Siklus II
[1] Arikunto, S. (2011). Penelitian
Gambar 3. Histogram Peningkatan Tindakan. Yogyakarta: Aditya
Ketercapaian Aspek Media.
Minat Siklus I dan II [2] Cruickshank, et al. (1999). Act
Teaching. New York: McGrawhill
Dari Tabel 3 dapat diketahui College
bahwa persentase minat belajar siswa [3] Singer, K. (1897). Membina Hasrat
dalam kategori sangat baik dan baik
Belajar di Sekolah. Bandung:
mengalami peningkatan dari siklus I ke
siklus II. Peningkatan ini sejalan dengan Penerbit Remadja Karya
penurunan pada kriteria minat cukup. [4] Hamalik, Oemar .(2003).
Hal ini menunjukkan bahwa secara Perencanaan Pengajaran. Jakarta:
umum minat belajar siswa sudah baik Bumi Aksara
dan telah mencapai target ketuntasan [5] Balım, A., G. (2009). The Effects of
dilihat dari peningkatan hasil siklus I ke Discovery Learning on Students’
siklus II.
Success and Inquiry Learning Skills.
Berdasarkan uraian hasil dan
pembahasan, penelitian dengan Egitim Arastirmalari Eurasian
menggunakan model pembelajaran Journal of Educational Research,
Discovery Learning dapat dikatakan 35, 1 20
berhasil dalam meningkatkan minat dan [6] Mahmoud, Abdelrahman. (2014).
prestasi belajar siswa. Indikator kerja The Effect of Using Discovery
yang meliputi kompetensi pengetahuan,
Learning Strategy in Teaching
sikap, keterampilan dan minat belajar
siswa telah mencapai target. Grammatical Rules to first year
General Secondary Student on
KESIMPULAN Developing Their Achievement and
Berdasarkan hasil penelitian, Metacognitive Skills. International
maka dapat disimpulkan bahwa Journal of Innovation and Scientific
penerapan model pembelajaran Research, vol. 5, 146-153
Discovery Learning pada materi
[7] Akinbobola, A. O., & Afolabi, F.
kelarutan dan hasil kali kelarutan dapat
meningkatkan minat (61,77 pada siklus I (2010). Constructivist practices
menjadi 85,29% pada siklus II) da through guided discovery approach:
prestasi belajar siswa (kompetensi The effect on students’ cognitive
pengetahuan 64,71% pada siklus I achievement in Nigerian senior
menjadi 82,35% pada siklus II, secondary school physics.Eurasian
kompetensi sikap 100% pada siklus I journal of physics and chemistry
dan II, kompetensi keterampilan 100%
education 2(1):16-25.
pada siklus I) di kelas XI MIA 3 SMA N 1
Teras tahun pelajaran 2015/2016. [8] Sugiyono. (2013). Metode
Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan
R&D. Bandung: CV Alfabeta

© 2016 Program Studi Pendidikan Kimia 119