You are on page 1of 1

a.

Variabel
1. Variabel manipulasi : suhu, asam
2. Variabel control : reagen, air liur, tepung kanji matang dan tepung kanji
mentah
3. Variabel terikat : Perubahan warna
b. Definisi operasional variabel
1. Variabel manipulasi
a. Suhu
Pada praktikum ini, digunakan perlakuan pemanasan, pendinginan, dan suhu
ruang pada uji fehling untuk mengetahui suhu optimum enzim alpha amylase.
2. Variabel control
a. Reagen
Pada uji fehling digunakan reagen fehling AB pada setiap perlakuan pemanasan,
pendinginan, suhu ruang, dan asam. Pada uji iodine digunakan reagen yodium
tincture. Pada perlakuan asam, digunakan larutan HCl 1 M.
b. Air liur
Air liur yang digunakan pada praktikum ini berasal dari satu praktikan karena pH
air liur setiap orang tidak sama.
c. Tepung kanji matang
Pada praktikum ini digunakan 5 ml tepung kanji matang dengan takaran 50 mL
air + 50 gram tepung kanji pada setiap perlakuan pada uji fehling.
d. Tepung kanji mentah
Pada praktikum ini digunakan 5 ml tepung kanji matang dengan takaran 15 mL
air + 50 gram tepung kanji pada setiap perlakuan pada uji yodium.
3. Variabel terikat
Perubahan warna merupakan hasil reaksi reagen dengan glukosa. Pada uji fehling
perubahan warna biru menjadi merah bata menandakan bahwa pada tabung reaksi
mengandung glukosa. Sedangkan pada uji yodium, perubahan warna abu-abu
kehitaman menjadi warna biru.