You are on page 1of 14
PENILAIAN KARAKTERISTIK LAHAN UNTUK KEDELAI DI KABUPATEN BIREUEN Assesments of Land Characteristics for Soybean at Bireuen District Abubakar Karim’, Sugianto', dan Siti Hajar’ staf Pengajar Program Studi Im Tanah Fakultas Pertanian Universites Syiah Kuala Banda Acch Atami Program Studi flmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Syials Kuala Banda Acch ABSTRACT Bireuen District has been well known as soybean production center in Aceh Province. However, average yield obtained is still under national yield. This research aimed : (1) to find out a relationship between land suitability and soybean yield, (2) to evaluate a relationship between land characteristics and soybean yield, (3) to determinate the land characteristic as determinable factor for soybean yield. There were nine characteristic sites were used under soybean farming that have land heterogenety among sites and homogenety within sites : 4 under rice field and 5 under rainfed. Natures of land morphology was evaluated each sites, and then soil samples were taken for sell properties evaluation in laboratory. The parameter of lind morphology properties, physical and chemical were then adjusted according to the need ‘of land suitability for soybean. Level of Jand management and its yield done by farmers were also evaluated. Yield from each plot (2 x 3 m2) was at random determined. The land suitability class was determined by comparing the land characteristc/land quafity with soybean growth specification, Criteria made by Agriculture Departement was used as a guidance. Futhermore, in order to determine determinable land caharacteristics were arranged in multiple linear regression analyses, in which yield of soybean us a Y and land caharacteristics as aX, Research results showed that the class of land suitabitity testablished were in parallel with soybean yields measured under relatively. good management plots. OF the fand characteristics that ean be used as determinable factor were stope, rainfall, texture, drainage, and nutrient storage (pH), A multiple linear regression equation was established for soybean yield as follow : 1.133 — 0.018X1 + 0.001X2 — 0.01X3 + 0,009X¢ + 19.555X5 + 0.025X6 + 0.781X7 — 0.019X8; 1 = slope, X2 = soil susceptibility to erosion, X3 = rainfall, X= sand fraction, X3 = ‘Naotal, X6=P-availabe, X7 = K-exchange, X8 = base saturation, and R° = determination coefficient. Keywords: Soybean, land characteristics, land suitability PENDAHULUAN Kebutuhan pangan, terutama kedelai dalam negert pada saat ini masih jauh dari yang diharapkan. Kebutuhan kedelai di Indonesia masih harus diimpor rata-rata sebesar 40% Penggunaan dan pemanfaatan sumberdaya lahan dapat _dioptimalkan apabila didukung informasi_ karakteristik Ishan yang lengkap. Informasi tersebut dapat berupa cakupan areal efektif yang dapat diusahakan, kondisi biofisik wilayah, dan pertumbuhan serta produksi tanaman. Produksi kedelai Indonesia belum ‘mampu memenuhi kebutuban dalam negeri. Kebutuhan kedelai setiap tahun terus meningkat seiring dengan pertambahan penduduk dan perbaikan pendapatan per Kapita, Saat ini produktifitas kedelai Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam di tingkat petani rata-rata baru sekitar 1,20 ton per hektar, sedangkan rata-rata produksi kkedelai nasional telah mencapai 1,30 ton per hektar (Yufniati & Assuan 1999), 48 per tahun dari kebutuhan kedelai masional, dan terus meningkat dari tahun ke tahun, Produksi dalam negeri masih retatif rendah dan memiliki_-kecenderungan _ terus menurun. Hal ini di disebabkan ditanam pada zona iklim yang kurang sesuai, Kesuburan tanah rendsh, penggunaan varietas berproduksi rendah, pemakaian pupuk tidak berimbang, dan cara bercocok fanam yang Kurang baik (Sumarto & Hartono 1983). ‘Untuk peningkatan hasil_kedelai, pengembangan kedelai dapat diarahkan ke daerah-dacrah yang berpotensi. Potensi ini terutama dapat dilihat dari agroekosistem, dukungan teknologi dan kebijakan ‘Agrista Edlfel Khuasus No. 1, Nopember 2008, pemerintah, Perluasan lahan diutamakan untuk dacrah yang memiliki than potensial tinggi. Kabupaten Bireven termasuk daerah yang memiliki —potensi_ untuk Pengembangan tanaman kedelai. Artinya, pengembangan kedelai di arahkan melalui penambahan Iuas tahan dan peningkatan srana pendukung lainnya seperti pengairan don transportasi. Selain itu peningkatan produksi juga dapat didorong dengan percepatan alih tcknologi kepada petani edelai, dalam hal ini merupakan peran dari penyuluhan dan juga penilaion karakteristik Jahan yang sesuai terhadap penggunaan Jahan (Departemen Pertanian, 1997). Usaha pengembangan kedelai, baik oleh petani maupun pengambil kebijakan, diperlukan informasi tentang karakteristik Jahan yang akurat dan detil. Oleh karena itu, kajian tentang karakteristik Inhan untuk kedelai merupakan salah satu komponen penting dalam = budidaya ——_kedela, Karakteristik Iahan untuk kedelai dapat dinilai, baik secara langsung di lapangan maupen melalui analisis contoh tanah di Isboratorium. Kualitas lahan untuk kedelai dapat ditinjau dengan menilai karakteristik Jahan tersebut. Karakteristik lahan yang perlu diamati, yaitu; lereng, bahaya banj drainase, iklim, dan sifat-sifat fisika dan kimia tanah, dan lain-Iain. Data yang diperoleh tersebut dipakai untuk Pengklssifikasian kesesuaian lahan kedelai vuntuk:satuan tahan (Zara sun. Evaluasi Jahan merupakan proses pendugaan potensi Iahan untuk penggunaan tertentu, baik untuk pertanian maupun non pertanian (FAO 1976, Djaenuddin et al. 1997). Potensi sustu wilayah untuk suatu pengembangan pertanian pada dasamnya ditentukan oleh kecocokan antara sifat fisik Tingkungan yang mencakup iklim, tanah, fereng, batuan di permukaan dan di dalam Penampang tanah serta singkapan batuan, hidrlogi dan persyaratan penggunaan Jahan atau persyaratan tumbuh tanaman (FAO 1976, Sitorus 1985, Puslitanak 1993, Departemen Pertanian 1997). Saat ini, di Provinsi Nangeroc Acch Darussalam, sclain penelitian Djuita (2001) di Aceh Besar, belum ada penelitian khusus yang melilat hubungan antara karakteristik lahan dan husil kedelai, sehingga belum diketahui ‘Agrista Edisi Khusus No. 1, Nopember 2008 secara detail set karakteristik Iahan yang menentukan tinggi rendahnya hasil kedelai. Penelitisn ini disusun dan didesain dengan maksud menjawab sebagian dari persoalan tersebut, —Berdasarkan uraian tersebut, dalam rangka peningkatan hasil kedelai di Kabupaten Bireuen dan —_antisipasi kemungkinan —semakin——_besarnya penggunaan Jahan untuk pengembangan Kedelai, maka dilakukan —_penilaian karakteristik Iahan untuk kedelai di Kabupaten Bireuen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Kelas Kesesusian lahan dengan produksi kedelai di Kabupaten Bireuen, _ mengevaluast hubungan karakteristik Iahan dengan produksi kedelai di Kabupaten Bireuen, dan menetapkan karakteristik lahan sebagai penentu produksi kedel METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Bireuen yang berlangsung sejak ‘Agustus 2007 sampai Februari 2008. Bahan untuk kegiatan di tapangan digunakan peta administrasi- Kabupaten Bireuen, peta sentra pengembangan kedelai di Kabupaten Bireuen, peta jenis tanah Kabupaten Bireuen, bahan kimia HO; dan HCI. Untuk kegiatan analisis contoh tanah di laboratorium, digunakan bahan kimia untuk analisis sifat-sifat kimia tanah. Alat yang digunakan adalah cangkul untuk mengambil contoh tanah, bor tanah ‘untuk mengetahui kedalaman efektif tanah melalui pengeboran, alat tulis: menulis, pH tancap untuk mengukur pH di lapangan, GPSiglobal positioning system untuk menentukan posisi tapak (site) pengamatan, Munshell Colour Chart untuk melihat wama tanah di lapangan, peralatan lain yang diperlukan untuk pengamatan di lapangan. yaitu, parang, kantong plastik ‘untuk kantong cantoh tanah, Metode yang digunakan dalam penclitian ini adalah metode diskriptif yang berdasarkan hasil observasi _lapangan, Pengamatan tanah di lapangan dan pengambilan contoh tanah —dilakukan berdasarkan tapak (site) pengamatan, Tapak pengamatan ditentukan atau 149 ditetapkan pada setiap unit _usahatani kedelai rakyat. Unit usahatani kedelai rakyat ini diperkirakan telah mewakili seluruh unit usahatani kedelai yang ada di wilayah penelitian, Masing-masing uni usahatani kedelai rakyat di plot di peta sentral pengembangan dan Iahan potensial kedelai Kabupaten Bireuen, Penentuan titik pengamatan di Iapangan pada setiap tapak: usahatani kedelai rakyat ditetapkan dengan alat GPS (global positioning system), Pada masing-masing tapak pengamatan ini dikumpulkan berbagai data; hasil kedelai dari ubinan 2 x 3 m’, data tanah, tanaman dan pengelolaan tanaman (Gambar 1). “Tapak pengamatan ditetapkan di kebun kedelai milik petani. Hal ini dilakukan untuk dapat dilihat hubungan —antara karakteristik lohan dan hasil _kedelai. Hubungan ini difihat melalui data dari pengambilan contah tansh, contoh tanaman dan pengelolsan tanaman oleh petani. Kebun petani yang ditetapkan sebagai tapal pengamatan diperkirakan telah mewakili seluruh areal petani kedelai di Kabupaten Bireuen, dan tapak pengamatan ini sudah represent: untuk seluruh — usahat kedelai, baik di lahan sawah maupun lahan kering. Pada setiap tapak pengamatan kedua sistem lahan, diamati sifat morfologi Jahan dan diambil contoh tanah untuk dianalisis sifat fisika dan kimia tanah di laboratorium. ‘Tapak pengamatan unit kedelai rakyat diplottitik —koordinatnya dengan menggunakan GPS, Data morfologi lahan yang diamati di lapangan adalah posisi titik Pengamatan, fisiografi, drainase permukaan dan dalam, kedalaman efektif, tekstur tanah, pH tanah, lereng, batuan di permukaan tanah, wama tanah, jenis: tanah, ketinggian tempat di atas permukaan taut, kedalaman permukean air tana, bahaya erosi, bahan kasar, bahay genangan sir, singkapan batuan, curahhufan, dan famanya penyinaran matalari Sifst-sifat fisika dan kimia tanah yang dianalisis di laboratorium meliputi sifat- sifat fisika dan kimia tanah yang sesuai dengan kerangka analisis kesesuaian Jahan berdasarkan kriteria yang dikembangkan (1997). Departemen Pertanian {__ Kabupaten Bireven + Kedelai Petani lai Petani Kedelaj Petan Data Tanaman dan ‘Tapak (site) p| Data Pengelolaan Produksi Pengamatan Tanaman Data Morfologi Contoh Tanah Tanah Data Sifat-sifat Fisika dan Kimia Tanah Data Kurakteristik ‘Bandingkan Keritcria yang Disusun Lahan (matching) |* DEPTAN (1997) Kelas Kesesuaian Lahan ‘Gambar 1_ Diagram alir pelaksanaan peoelitian, 150, Agrista Edisi Khusus No. 1, Nopember 2008