You are on page 1of 5

TINJAUAN PUSTAKA

Hijauan makanan ternak merupakan bagian yang terpenting dalam peternakan


Ruminanasia, lebih dari 70% ransum ternak terdiri atas pakan hijauan. Kendala yang
sering dihadapi dalam pemenuhan hijauan pakan adalah kualitas kuantitas dan
kontinuitas hijauan pakan ternak. Budidaya hijauan makanan ternak merupakan unsur
yang turut menentukan keberhasilan Usaha Ternak. Untuk mendapatkan produksi
ternak yang tinggi perlu tersedia pakan yang cukup, baik jumlahnya maupun mutunya
(Audia,2014).
Dalam faktor makanan ternak, selain makanan yang digunakan harus
mengandung cukup zat zat makanan yang diperlukan ternak, hendaknya juga bahan
makanan tersebut mudah didapat dan mudah didapat dan murah harganya saerta tidak
bersaing dengan kebutuhan manusia. Cara praktis dan ekonomis untuk meningkatkan
produksi, hijauan makanan ternak adalah dengan menggunakan bibit unggul,
pemupukan, perlakuan dan musim tanam yang tepat (Anugrah, 2015).
Dalam menjaga pertumbuhan tanaman agar dapat tumbuh dan berprpduksi
tinggi perlu dilakukan perawaratan pada kebun rumput yaitu berupa penyulaman,
pembersihan gulma, pendangiran, pemupukan, pembersihan saluran drainase, dan
peremajaan. Penyulaman adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengganti
tanaman yang mati dengan tanaman yang baru sehingga populasi tanaman sesuai
dengan jumlah produksi yng diinginkan (Reksohadiprodjo,1981).
Pembersihan gulma adalah untuk membersihkan rumput liar ataupun tanaman
lain yang dapat mengganggu tanaman pokok. Tumbuhan liar tersebut dapat bersaing
dengan tanaman pokok teradap air, sinar matahari, zat hara dan dalam pengelolaan.
Pembersihan gulma dilakukan dengan penggunaan alat cangkul dan sabit.
Pendangiran yaitu usaha menggemburkan tanah disekitar tanaman dengan maksud
untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanaman
(Audia,2014).
Pemupukan bertujuan adalah memberi zat mekanan untuk tanaman,
mempertahankan kesuburan tanah dan memperbaiki struktur tanah. Pemupukan
dengan pupuk buatan jenis urea dengan dosis 250 kg/ha dan pupuk organik dengan
dosis 4000 kg/ha. Pembersihan drainase adalah cara untuk membersihkan saluran air
dari kotoran atau tumbuhan yang menghambat supli air kelahan. Pembersihan
dilakukan dengan menggunakan sabit dan cangkul dengan tujuan agar hijauan pakan
mendapatkan suplai air yang cukup (Olivia,2015).

1.Jenis Rerumputan (graminae)


a.Brachiara decumbens (Rumput B.D)
Rumput Brachiara decumbens adalah tanaman rumput yang berasal dari
Afrika Tropis, rumput ini menjalar dengan stolon, membentuk hamparan lebat
setinggi 80-100 cm berbulu dan kasar, mampu tumbuh baik dilereng terjal, tahan
kering dan tahan injakan. Produksi Berat Kering 37.000/ha/tahun dengan kandungan
BK 19,5%, PK 8,2%, dan lemak 2,5% (Reksohadiprodjo,1981).
Penanaman rumput ini dimulai dengan perbanyakan dengan menggunakan
sobekan rumpun (pols) atau biji. Penanaman dengan biji diperlukan 2-4 kg/ha,
sedangkan dengan sobekan (pols) memerlukan 70.000 pols/ha dengan jarak tanam
40x40 cm. Pupuk buatan yang diperlukn adalah urea 150 kg/ha, TSP/SP36 dan KCL
masing masing 100-200 kg/ha. Pemotongan rumput pertama kali pada umur 2-3
bulan dan selanjutnya setiap 60 hari sekali. Pemeliharaan yang dilakukan seperti
pendangiran yang hanya dilakukan pada tanaman muda, tanaman harus
dibongkar/ganti setelah 5-7 tahun (Reksohadiprodjo,1981).
b. Setaria splendida (Sitaria Lampung) atau Rumput Lampung
Rumput Setaria Splendida ini tumbuh tegak membentuk rumpun dengan
tinggi mencapai 1,5 m, produksi pertahun sebanyak 75-200 ton hijauan segar dan
sebagai makanan ternak, tanaman ini termasuk jenis rumput yang disukai ternak.
Kegunaan tanaman ini sebagai penutup tanah, rumput potongan dan sebagai ladang
gembala (Olivia,2015).
Penanaman rumput ini dimulai dengan menggunakan sobekan (pols) dengan
jarak tanam 60x60 cm, dalam 1 ha membutuhkan bibit sebanyak 70.000 pols.
Tanaman pertama kali disingi setelah berumur 1 bulan, penyiangan selanjutnya
setelah tanaman dipanen 2 kali. Pemotongan dapat dilakukan 50-60 hari sekali pada
musim hujan. Rumput dipotong dengan disisakan batangnya kurang dari 10 cm
diatasa tanah dan pada musim kemarau 10-15 cm diatas tanah. (Anugrah, 2015).

c. Pennisetum purpureum (Rumput Gajah)

Rumput ini ditanam dengan sobekan rumpun atau stek, kalau penanaman
dilakukan dengan menggunakan stek, kalau penanaman dilakukan dengan
menggunakan stek. Jarak tanam yang baik adalah 60x60 cm, diperlukan stek sekitar
28.000 stek/ha. Stek yang akan ditanam terdiri dari 2-3 buku/batang dan ditanaman
pada lubang dengan kemiringan 60 derajat. Sobekan ditanam dengan kdalaman 15-20
cm (Anugrah,2015).

Pemeliharaan yang dilakukan berupa; a) Penyulaman, bila pertumbuhan stek


atau sobekan maupun tidak merata atau ada yang mati, maka dapat dilakukan
penyulaman waktu penyulaman setelah tanaman berumur 1-3 minggu. b) Penyiangan,
yang pertama dilakukan setelah tanaman berumur 1 bulan dengan cara mencabut dan
membuang rumput rumput liar atau semak semak agar tidak mengganggu tanaman
induk. Pemangkasan panen pertama dapat dilakukan pada umur 30-40 hari,
selanjutnya dilakukan pemangkasan panen setiap 50 hari sekali. c) Peremajaan,
dilakukan 3-4 tahun umur tanaman.Tergantung dari kesuburan tanh, iklim dan
pertumbuhan tanaman itu sendiri (Olivia,2015).

d. Pennisitum pupuphoides (Rumput Raja)

Penanaman, Bila kemiringan tanah mencapai 20-50% tidak perlu pengolahan


tanah, cukup di buatkan lobang dengan kedalaman 20 cm. Penanaman dilakuan pada
awal musim penghujan. Bahan tanaman yang digunakan berupa stek batang dengan
panjang stek 20-25 cm. Tiap lubang ditanami 1-2 stek dengan jaerak tanam 1x1 m
setiap stek harus terbenam satu mata tunas.Pemeliharaan, jika sudah terlihat ada
tanaman yang mati, segera dilakukan penyisipan setelah tanaman berumur 2 minggu.
Pendangiran dilakukan pada saat tanaman yang sudah berumur 1 bulan. Dilakukan
penimbunan setiap tanaman bil selesai panen. Pemupukan, pemupukan pertama kali
dilakukan pada sat pengolahan tanah dengan menggunakan pupuk kandang 10 ton/ha,
KCL 50 kg/ha dan TSP 50kg/ha. Selanjutnya diberikan pupuk urea 100 kg/ha setiap
kali potong (Olivia,2015).

Hasil hijauan pada rumput raja yang tertinggi produksinya dibandingkan


dengan rumput gajah pada interval potong 6 minggu. Perharinya rumput ini
menghasilkan 1076 ton hijauan segar dan 210 ton bahan kering/tahun. Sedangkan 376
ton hijauan segar atau 76 ton bahan kering. Pemanenan rumput ini dilakukan lebih
baik sebelum berbunga, yang dilakukan optimalnya setiap 40 hari (Razak, 2013).

2. Jenis Kacang kacangan (Leguminosa)


a. Gliricidia maulata (gamal)
Penanaman gamal dilakukan dengan batang (stek). Stek batang yang
digunakan dengan panjang 1m dari dahan yang berdiameter 5-10 cm. Stek ditanami
sedalam 30 cm dengan jrak tanam 0,5-1,0 m. Benih/biji dapat langsung ditanam di
lapangan sebanyak 2 biji/lubang dengan jarak tanam 0,5x1,0 m, jumlah biji yang
diperlukan 2,5 kg/ha. Pemanenan pertama kali setelah tanaman berumur 3-6 bulan
dengan fungsi pemotongan dari tanah 1 m. Pemotongan dapat dilakukan setiap 6
minggu seminggu sekali pada musim hujan dan pada musim kemarau dilakukan
zetipa 12 minggu sekali (Razak, 2013).

b. Calopogonium muconoides

Tinggi tempat 200-1000 m diatas permukaan laut, struktur tanah sedang


sampai berat. Tidak tahan terhadap genangan air dan tahan terhadap lingkungan.
Pengolahan tanaman dapat ditanam bersama rumput molase dan chlrois gayana. Biji
yang keras direndam terlebih dahulu dengan air panas. Penanaman dilakukan dalam
baris baris berjarak sampai 1-1,5 m. Biji dapat disebar di pertanaman murni atau
dalam tanaman campuran pada rumput, tanaman ini tidak tahan digembalan berat
(Razak, 2013).
Daftar Pustaka

Aulia,F,A.2014. Laporan Ilmu Hijauan Makanan Ternak.Fakultas Pertanian.


Universitas Mataram.

Olivia,D,dkk.2015. Laporan akhir praktikum ilmu tanaman makanan ternak. Fakultas


Peternakan. Universitas Mataram.

Razak,A,D. 2013. Laporan Ilmu Hijauan Pakan Ternak dan Tata Laksana Ladang.
Fakultas sains dan teknologi. Universitas Islam Alauddin. Makassar.

Reksohadiprodjo, S.1981. Produksi Tanaman Hijauan Makanan Ternak Tropik.Dosen


Fakultas Peternakan. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.