You are on page 1of 42

MESIN KONVERSI ENERGI

MOTOR LISTRIK

MAKALAH
Untuk Memenuhi Tugas yang Diberikan oleh Dosen Mata Kuliah

Mesin Konversi Energi

Oleh :
Desi fitrianti : 061440411721
Joko Prasetio : 061440411728
Muhammad Fadil Taufik : 061440411737

Dosen Pembimbing :Yohandri Bow, S.T., M.S.

PROGRAM STUDI TEKNIK ENERGI JURUSAN TEKNIK KIMIA

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA

PALEMBANG

2016
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Motor listrik merupakan perangkat elektromagnetis yang mengubah energi listrik

menjadi energi mekanik. Energi mekanik ini digunakan untuk, misalnya memutar impeller

pompa, fan atau blower, menggerakan kompresor, mengangkat bahan,dll. Motor listrik

digunakan juga di rumah (mixer, bor listrik, fan angin) dan di industri. Motor listrik

kadangkala disebut “kuda kerja” nya industri sebab diperkirakan bahwa motor-motor

menggunakan sekitar 70% beban listrik total di industri.

Motor listrik adalah alat untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik.

Alat yang berfungsi sebaliknya, mengubah energi mekanik menjadi energi listrik disebut

generator atau dinamo. Motor listrik dapat ditemukan pada peralatan rumah tangga seperti

kipas angin, mesin cuci, pompa air dan penyedot debu.

Motor listrik adalah sebuah perangkat elektromagnetis yang mengubah energi listrik

menjadi energi mekanik. Energi mekanik ini digunakan untuk, misalnya, memutar impeller

pompa, fan atau blower, menggerakan kompresor, mengangkat bahan, dll. Prinsip kerja

pada motor listrik, yaitu tenaga listrik diubah menjadi tenaga mekanik. Perubahan ini

dilakukan dengan mengubah tenaga listrik menjadi magnet yang disebut sebagai elektro

magnet. Sebagaimana kita ketahui bahwa: kutub-kutub dari magnet yang senama akan

tolak-menolak dan kutub-kutub tidak senama akan tarik menarik. Maka kita dapat

memeperoleh gerakan jika kita menempatkan sebuah magnet pada sebuah poros yang dapat
berputar, dan magnet yang lain pada suatu kedudukan yang tetap. Tri Sutrisno, Himawan.,

Borian, Pinto.: Kursi Roda Elektris.2012.

1.2 Rumusan Masalah

 Apa yang dimaksud dengan Motor Listrik sebagai penghasil gerak mekanik?

 Apa saja Jenis-jenis Motor Listrik?

 Bagaimana cara kerja dari Motor Listrik itu sendiri?

1.3 Tujuan

 Menjelaskan Motor Listrik sebagai penghasil gerak mekanik

 Menjelaskan jenis-jenis motor listri

 Menjabarkan cara kerja dari motor listrik dari masing-masing jenisnya


BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Motor Listrik sebagai Penghasil Gerak Mekanik

Motor- motor listrik adalah peralatan yang mengubah energi listrik menjadi

energi mekanik melalui medan magnet. Medan magnet berperan sangat penting dalam

rangkaian-rangkaian proses energi. Melalui medium medan magnet, bentuk energi listrik

dapat diubah menjadi energi mekanik Energi yang dirubah dari suatu sistem ke sistem lain

sementara tersimpan pada medium medan magnet untuk kemudian dilepaskan menjadi

energi sistem lain, dalam hal ini dinamakan energi mekanik.

Dengan demikian medan magnet selain berfungsi sebagai tempat penyimpan energi,

juga sebagai medium untuk mengkopel perubahan energi. Atau dalam pandangan elektris

medan magnet berfungsi untuk mengimbaskan tegangan pada konduktor, sedangkan dalam

sudut pandang mekanik, medan magnet sanggup untuk menghasilkan gaya dan kopel.

Perubahan energi listrik menjadi energi mekanik ini merupakan keluaran yang

berbentuk energi putar yang alat konversinya disebut sebagai motor listrik. Begitu

pentingnya proses konversi tersebut, maka terlebih dahulu kami akan menguraikan teori-

teori dasar yang berkaitan dengan proses konversi energi sebagai berikut :

Hukum Biot Savart

Hukum Biot savart menyatakan bahwa pada suatu titik, besar intensitas medan

magnet yang ditimbulkan oleh unsur deffrensial berbanding lurus dengan perkalian antara

jarak kuadrat dengan tetapamn pembanding . Dimana jarak antara unsur diferensial dengan
erensial dengan titik tersebut dan tetapan pembanding adalah 4π. Hukum Biot – savart

dapat ditulis dengan memakai notasi vektor :

Dimana :

dH = besar intensitas medan magnet (A/m)

I = besar arus yang mengalir

dL = unsur differensial suatu titik

r = jarak antara unsur differensial dengan suatu titik (m)

Maka intensitas medan magnetik pada titik 2 adalah :

Dimana :

dH2¬ = intensitas medan magnet pada titik 2 (A/m)

I1 = besar arus yang mengalir pada titik 1 (A)

dL1 = panjang vektor differensial pada titik 1 (m)

r12 = jarak unsur differensial pada tititk 1 dengan suatu titik

P pada titik 2 (m)

Hukum Kaidah Tangan Kanan

Bila arus listrik mengalir pada suatu penghantar, maka disekitar penghantar akan

timbul medan magnet .karena arus listrik merupakan perpindahan motor listrik maka dapat

dikatakan bahwa perpindahan motor listrik motor listrik akan menimbulkan medan magnet

disekitarnya. Arah dari garis- garis medan magnet yang timbul dapat ditentukan dengan

kaidah tangan kanan. Dimana hukum kaidah tangan kanan menyatakan “arah ibu jari
menunjukkan arus listrik dan arah lipatan tangan lainnya menunjukkan arah putaran garis –

garis medan magnetnya.”

Hukum Gaya Lorentz

Sebuah penghantar yang dilalui arus listrik atau muatan listrik yang bergerak yang

berada dalam medan magnet kemudian akan mendapatkan suatu gaya karena pengaruh

medan tersebut yangb disebut gaya Lorentz. Besarnya gaya Lorentz yang dialami oleh

penghantar adalah :

F = B . I .L sin θ (N)

Dimana :

F = Gaya Lorentz (N)

B = Kerapatan magnet (Wb/m)

I = Kuat arus listrik (A)

L = Panjang penghantar (m)

Sin = Sudut antara penghantar dengan kerapan magnet

Hukum Kaidah Tangan Kiri

Bila sebuah kawat dialiri arus diletakkan antara kutup magnet U-S, maka pada

kawat itu akan bekerja suatu gaya yang akan menggerakkan kawat tersebut . Arah gerak

kawat itu dapat ditentukan dengan kaidah tangan kiri yang berbunyi

“Apabila tangan kiri terbuka maka diletakkan antara kutub U dan S sehingga gaya

garis gaya yang keluar dari titik menembus telapak tangan kiri dan arus di dalam kawat
mengalir searah dengan keempat jari, maka kawat itu akan mendapat gaya yang arahnya

sesuai dengan ibu jari “.

Hukum Induksi Faraday

Hukum induksi Faraday menyatakan bahwa apabila jumlah garis gaya yang melalui

kumparan berubah-ubah, maka GGL akan diinduksikan dalam kumparan itu . Besarnya

GGL yang diinduksikan berbanding lurus dengan laju perubahan jumlah garis-garis yang

melewati kumparan .

Hukum Lenz

Lenz berpendapat bahwa “GGL yang timbul akibat perubahan garis- garis gaya

akan menyebabkan arus listrik mengalir dalam rangkaian tertutup dengan arah sedemikian

rupa sehingga pengaruh magnetnya akan melawan perubahan yang menghasilkannya.”

2.2 Jenis-jenis Motor Listrik


Gambar 1. Jenis-jenis Motor Listrik

Motor listrik itu sendiri dibagi menjadi 2 yaitu :

A. Motor AC

Motor arus bolak-balik menggunakan arus listrik yang membalikkan arahnya secara

teratur pada rentang waktu tertentu. Motor listrik memiliki dua buah bagian dasar listrik:

"stator" dan "rotor". Stator merupakan komponen listrik statis. Rotor merupakan

komponen listrik yang berputar.

o Motor Listrik sinkron

Motor listrik yang umum digunakan di dunia Industri adalah motor listrik asinkron,

dengan dua standar global yakni IEC dan NEMA. Motor asinkron IEC berbasis metrik

(milimeter), sedangkan motor listrik NEMA berbasis imperial (inch), dalam aplikasi ada

satuan daya dalam horsepower (hp) maupun kiloWatt (kW).

Motor listrik IEC dibagi menjadi beberapa kelas sesuai dengan efisiensi yang

dimilikinya, sebagai standar di EU, pembagian kelas ini menjadi EFF1, EFF2 dan EFF3.

EFF1 adalah motor listrik yang paling efisien, paling sedikit memboroskan tenaga,

sedangkan EFF3 sudah tidak boleh dipergunakan dalam lingkungan EU, sebab

memboroskan bahan bakar di pembangkit listrik dan secara otomatis akan menimbulkan

buangan karbon yang terbanyak, sehingga lebih mencemari lingkungan.

Standar IEC yang berlaku adalah IEC 34-1, ini adalah sebuah standar yang

mengatur rotating equipment bertenaga listrik. Ada banyak pabrik elektrik motor, tetapi

hanya sebagian saja yang benar-benar mengikuti arahan IEC 34-1 dan juga mengikuti

arahan level efisiensi dari EU.


Banyak produsen elektrik motor yang tidak mengikuti standar IEC dan EU supaya

produknya menjadi murah dan lebih banyak terjual, banyak negara berkembang manjdi

pasar untuk produk ini, yang dalam jangka panjang memboroskan keuangan pemakai,

sebab tagihan listrik yang semakin tinggi setiap tahunnya.

Lembaga yang mengatur dan menjamin level efisiensi ini adalah CEMEP, sebuah

konsorsium di Eropa yang didirikan oleh pabrik-pabrik elektrik motor yang ternama,

dengan tujuan untuk menyelamatkan lingkungan dengan mengurangi pencemaran karbon

secara global, karena banyak daya diboroskan dalam pemakaian beban listrik.

Sebagai contoh, dalam sebuah industri rata-rata konsumsi listrik untuk motor listrik adalah

sekitar 65-70% dari total biaya listrik, jadi memakai elektrik motor yang efisien akan

mengurangi biaya overhead produksi, sehingga menaikkan daya saing produk, apalagi

dengan kenaikan tarif listrik setiap tahun, maka pemakaian motor listrik EFF1 sudah

waktunya menjadi keharusan.

o Motor listrik Induksi

Motor listrik induksi dibagi menjadi 2 lagi yaitu :

A. Motor Induksi Satu Phase


Motor Induksi satu phase dengan kekuatan kurang dari 1 HP dewasa ini banyak

digunakan di rumah tangga, kantor, pabrik, bengkel maupun perusahaan- perusahaan.

Pada motor induksi 3 phasa dapat dilihat, bahwa fluks magnet yang terbentuk

disekitar stator merupakan medan magnet yang berputar. Akan tetapi lain halnya dengan

medan magnet yang terbentuk pada kumparan stator motor induksi satu phase, dimana

fluks magnet hanya bergantian arah saja, sehingga menyukarkan bagi motor sewaktu mula-
mula dijalankan (di start). Untuk memperbesar daya bagi perputaran motor sewaktu start,

maka untuk itu diperlukan bantuan, yang pada prinsipnya dengan jalan membentuk medan

magnet baru yang berbeda arah dengan medan magnet utama. Dalam hal ini harus terdapat

aliran listrik baru yang tidak sephase dengan aliran listrik yang mengalir di kumparan

utama (main winding), yang berarti harus ada kumparan terpisah(bantu) dari kumparan

utama. Oleh karena itu sebenarnya motor split phase menggunakan listrik satu phase, tetapi

dalam kumparan stator terdapat arus listrik dua phase yang mengalir pada kumparan utama

dan kumparan bantu. (auxilary winding). Untuk membentuk adanya dua buah aliran listrik

berbeda phase, digunakan sistem penggeser phase, sehingga listrik satu phase yang masuk

berubah menjadi dua phase . Umumnya dengan memasang seri pada kumparan bantu

sebuah rangkaian kumparan (induktor) maupun kapasitor.

Rotor Motor Induksi satu Phase

Jenis rotor yang banyak digunakan untuk motor induksi yaitu rotor sangkar. Pada

prinsipnya rotor sangkar tersusun dari batang-batang konduktor yang kedua ujungnya

disatukan oleh cincin yang dibuat dari bahan konduktor pula sehingga bentuknya seperti

sangkar.

Gambar 2. Rotor Sangkar Gambar 3. Flat rotor


Pada gambar diatas sumbu tidak digambarkan, demikian juga badan rotor

digambarkan terpisah. Badan rotor terdiri dari plat yang berlapis –lapis. Dari luar motor

sangkar terlihat hanya seperti silinder yang pejal. Untuk pendingin dari motor pada bagian

tepi dari rotor dilengkapi dengan daun- daun kipas sehingga bila rotor terputar aliran udara

akan membantu mendinginkan motor. Susunan dari batang- batang konduktor ada yang

sejajar dengan sumbu (poros), kadang- kadang ada yang tidak sejajar dengan sumbu, ada

miring (skew).

Motor phase belah (Split Phase Motor)

Motor phase belah mempunyai kumparan utama dan kumparan bantu yang letaknya

bergeser 90o listrik dan disambung paralel

a. b.
Kumparan
Kumparan i Utama
bantu
iu
Kumparan
Bantu

Celah
Kumparan
Udara utama

c.
O
Ib

I
Iu

Gambar 4. Motor Phrase belah

Keterangan

a. Letak kumparan utama dan kumparan bantu pada stator


b. Bagian hubungan kumparan utama dan kumparan bantu

c. Diagram vektor

Keterangan gambar :

Iu = Arus pada kumparan utama (Amp)

Ib = Arus pada kumparan sekunder (Amp)

I = Arus pada motor (Amp)

V = Tegangan pada motor (Volt )

Seperti yang terlihat pada gambar diatas, bahwa letak kumparan utama dan

kumparan bantu bergeser 900 listrik.

Selain itu, diusahakan agar arus pada kedua kumparan bergeser sebesar mungkin

(teoritis 900L) dengan demikian seolah- olah sepserti dua phase. Dua arus dalam kumparan

inilah yang akan menimbulkan medan magnet berputar dan menyebabkan motort berputar

sendiri (self starting).

Semakin kecil slip, semakin dekat pula kecepatan rotor dengan kecepatan medan putar.
Persen slip dapat dicari menggunakan Equation (12-1).

dimana

NS= kecepatan sinkron (rpm) NR= kecepatan rotor (rpm)


Kecepatan medan putar atau kecepatan sinkron dari suatu motor dapat dicari dengan
menggunakan Equation (12-2).

dimana

Contoh: Sebuah motor induksi dua kutub, 60 Hz, mempunyai kecepatan pada beban penuh
sebesar 3554 rpm. Berapakah persentase slip pada beban penuh?

Solusi:

Pada motor phase belah, kumparan utama mempunyai tahanan murni rendah dan

reaktansi tinggi. Sebaliknya kumparan bantu mempunyai tahanan tahanan murni tinggidan

reaktansinya rendah. Tahanan murni kumparan bantu dapat dipertinggi dengan menambah
R yang disambung seri dengannya atau menggunakan kumparan dengan kawat yang

diameternya sangat kecil. Untuk memutuskan arus pada kumparan bantu dilengkapi dengan

saklar pemutus S yang dihubungkan seri terhadap kumparan bantu. Alat ini akan secara

otomatis memutuskan kumparan bantu setelah motor mencapai 75% dari kecepatan penuh.

Pada motor phase belah yang dilengkapi saklar pemutus kumparan bantu, biasanya yang

dipakai saklar centrifugal.

B. Motor DC

Motor arus searah (Direct Current), menggunakan arus langsung yang tidak

langsung/direct-unidirectional. Motor DC digunakan pada penggunaan khusus dimana

diperlukan penyalaan torque yang tinggi atau percepatan yang tetap untuk kisaran

kecepatan yang luas.

Motor DC memerlukan suplai tegangan yang searah pada kumparan medan untuk

diubah menjadi energi mekanik. Kumparan medan pada motor dc disebut stator (bagian

yang tidak berputar) dan kumparan jangkar disebut rotor (bagian yang berputar). Jika

terjadi putaran pada kumparan jangkar dalam pada medan magnet, maka akan timbul

tegangan (GGL) yang berubah-ubah arah pada setiap setengah putaran, sehingga

merupakan tegangan bolak-balik. Prinsip kerja dari arus searah adalah membalik phasa

tegangan dari gelombang yang mempunyai nilai positif dengan menggunakan komutator,

dengan demikian arus yang berbalik arah dengan kumparan jangkar yang berputar dalam

medan magnet. Bentuk motor paling sederhana memiliki kumparan satu lilitan yang bisa

berputar bebas di antara kutub-kutub magnet


Gambar 5. Motor D.C Sederhana

Catu tegangan dc dari baterai menuju ke lilitan melalui sikat yang menyentuh

komutator, dua segmen yang terhubung dengan dua ujung lilitan. Kumparan satu lilitan

pada gambar di atas disebut angker dinamo. Angker dinamo adalah sebutan untuk

komponen yang berputar di antara medan magnet.

Secara umum motor DC dibagi atas 2 macam, yaitu :

1. Brushed Motor

Motor DC dengan sikat yang berfungsi sebagai pengubah arus pada kumparan

sedemikian rupa sehingga arah putaran motor akan selalu sama.

Gambar 6. Konstruksi Motor Brushed


Sumber: http://www.orientalmotor.com/technology/articles/AC-brushless-

brushedmotors. html . Diakses pada tanggal 13 maret 2013.

2. Brushless Motor

Motor DC tanpa sikat (brush) menggunakan bahan semikonduktor untuk merubah

maupun membalik arah putarannya untuk menggerakkan motor, serta tingkat kebisingan

motor jenis ini rendah karena putarannya halus. Tri Sutrisno, Himawan., Borian, Pinto.:

Kursi Roda Elektris. 2012.

BLDC motor atau dapat disebut juga dengan BLAC motor merupakan motor listrik

synchronous AC 3 fasa. Perbedaan pemberian nama ini terjadi karena BLDC memiliki

BEMF berbentuk trapezoid sedangkan BLAC memiliki BEMF berbentuk sinusoidal.

Walaupun demikian keduanya memiliki struktur yang sama dan dapat dikendalikan dengan

metode six-step maupun metode PWM. Dibandingkan dengan motor DC jenis lainnya,

BLDC memiliki biaya perawatan yang lebih rendah dan kecepatan yang lebih tinggi akibat

tidak digunakannya brush. Dibandingkan dengan motor induksi, BLDC memiliki efisiensi

yang lebih tinggi karena rotor dan torsi awal yang, karena rotor terbuat dari magnet

permanen. Walaupun memiliki kelebihan dibandingkan dengan motor jenis lain, metode

pengendalian motor BLDC jauh lebih rumit untuk kecepatan dan torsi yang konsta, karena

tidak adanya brush yang menunjang proses komutasi dan harga untuk motor BLDC jauh

lebih mahal.

Secara umum motor BLDC terdiri dari dua bagian, yakni, rotor, bagian yang

bergerak, yang terbuat dari permanen magnet dan stator, bagian yang tidak bergerak, yang

terbuat dari kumparan 3 fasa. Walaupun merupakan motor listrik synchronous AC 3 fasa,

motor ini tetap disebut dengan BLDC karena pada implementasinya BLDC menggunakan
sumber DC sebagai sumber energi utama yang kemudian diubah menjadi tegangan AC

dengan menggunakan inverter 3 fasa. Tujuan dari pemberian tegangan AC 3 fasa pada

stator BLDC adalah menciptakan medan magnet putar stator untuk menarik magnet rotor.

Oleh karena tidak adanya brush pada motor BLDC, untuk menentukan timing

komutasi yang tepat pada motor ini sehingga didapatkan torsi dan kecepatan yang konstan,

diperlukan 3 buah sensor Hall dan atau encoder. Pada sensor Hall, timing komutasi

ditentukan dengan cara mendeteksi medan magnet rotor dengan menggunakan 3 buah

sensor hall untuk mendapatkan 6 kombinasi timing yang berbeda, sedangkan pada encoder,

timing ditentukan dengan cara menghitung jumlah pole(kutub) yang ada pada encoder.

Pada umumnya encoder lebih banyak digunakan pada motor BLDC komersial

karena encoder cenderung mampu menentukan timing komutasi lebih presisi dibandingkan

dengan menggunakan sensor hall. Hal ini terjadi karena pada encoder, kode komutasi telah

ditetapkan secara fixed berdasarkan banyak pole dari motor dan kode inilah yang digunakan

untuk menentukan timing komutasi. Namun karena kode komutasi encoder ditetapkan

secara fixed berdasarkan banyak pole motor, suatu encoder untuk suatu motor tidak dapat

digunakan untuk motor dengan jumlah pole yang berbeda. Hal ini berbeda dengan sensor

hall. Apabila terjadi perubahan pole rotor pada motor, posisi sensor hall dapat diubah

dengan mudah. Hanya saja kelemahan dari sensor hall adalah posisi sensor hall tidak tepat

akan terjadi kesalahan dalam penentuan timing komutasi atau bahkan tidak didapatkan

6kombinasi timing yang berbeda.


2.3 Prinsip Kerja Motor Listrik

Gambar 7. Prinsip Kerja Motor Listrik

Pada motor listrik tenaga listrik diubah menjadi tenaga mekanik. Perubahan ini

dilakukan dengan mengubah tenaga listrik menjadi magnet yang disebut sebagai elektro

magnet. Sebagaimana kita ketahui bahwa : kutub-kutub dari magnet yang senama akan

tolak-menolak dan kutub-kutub tidak senama, tarik-menarik. Maka kita dapat memperoleh

gerakan jika kita menempatkan sebuah magnet pada sebuah poros yang dapat berputar, dan

magnet yang lain pada suatu kedudukan yang tetap.

Mekanisme kerja untuk seluruh jenis motor secara umum :


 Arus listrik dalam medan magnet akan memberikan gaya.

 Jika kawat yang membawa arus dibengkokkan menjadi sebuah lingkaran / loop,

maka kedua sisi loop, yaitu pada sudut kanan medan magnet, akan mendapatkan

gaya pada arah yang berlawanan.

 Pasangan gaya menghasilkan tenaga putar / torque untuk memutar kumparan.

 Motor-motor memiliki beberapa loop pada dinamonya untuk memberikan tenaga

putaran yang lebih seragam dan medan magnetnya dihasilkan oleh susunan

elektromagnetik yang disebut kumparan medan.

o Motor Listrik AC

Prinsip Kerja Motor Induksi

Ada beberapa prinsip kerja motor induksi yaitu :

1. apabila sumber tegangan dihubungkan pada kumparan stator akan timbul medan

putar dengan kecepatan ns = 120 f / p

2. Medan putar stator tersebut akan memotong batang konduktor pada rotor.

3. Akibatnya pada batang penghantar pada rotor timbul tegangan induksi (ggl)

sebesar:

E2s = 4,44 f2 N2 θ ( untuk satu fasa)

E2 = tegangan induksi pada batang penghantar rotor .

4. Karena kumparan rotor merupakan rangkaian tertutup, maka ggl akan

menghasilkan arus.

5. Adanya arus (I) di dalam medan magnet menimbulkan gaya (F) pada rotor

6. Bila kopel mula yang dihasilkan oleh gaya pada rotor cukup besar untuk memikul

beban kopel, maka rotor akan berputar searah dengan medan putar stator.
7. Seperti telah dijelaskan pada (3) tegangan induksi timbul karena terpotongnya

batang konduktor (rotor) oleh medan putar stator. Artinya agar tegangan terinduksi

diperlukan adanya perbedan relatif antara kecepatan medan putar stator dengan

kecepatan berputar rotor.

8. Perbedaan kecepatan antara nr dan ns .disebut slip(s)dinytakan dengan :

S= (ns – nr) / ns. 100%

o Motor Listrik DC

Prinsip Dasar Cara Kerja

Jika arus lewat pada suatu konduktor, timbul medan magnet di sekitar konduktor.

Arah medan magnet ditentukan oleh arah aliran arus pada konduktor.

Gambar 8. Medan magnet yang membawa arus mengelilingi konduktor .

Aturan Genggaman Tangan Kanan bisa dipakai untuk menentukan arah garis fluks

di sekitar konduktor. Genggam konduktor dengan tangan kanan dengan jempol mengarah

pada arah aliran arus, maka jari-jari anda akan menunjukkan arah garis fluks. Gambar 3

menunjukkan medan magnet yang terbentuk di sekitar konduktor berubah arah karena

bentuk U.
Gambar 9. Medan magnet yang membawa arus mengelilingi konduktor.

Catatan :

Medan magnet hanya terjadi di sekitar sebuah konduktor jika ada arus mengalir

pada konduktor tersebut.

Pada motor listrik konduktor berbentuk U disebut angker dinamo.

Gambar 10. Medan magnet mengelilingi konduktor dan diantara kutub.

Jika konduktor berbentuk U (angker dinamo) diletakkan di antara kutub uatara dan

selatan yang kuat medan magnet konduktor akan berinteraksi dengan medan magnet kutub.

Lihat gambar 11.


Gambar 11. Reaksi garis fluks.

Lingkaran bertanda A dan B merupakan ujung konduktor yang dilengkungkan

(looped conductor). Arus mengalir masuk melalui ujung A dan keluar melalui ujung B.

Medan konduktor A yang searah jarum jam akan menambah medan pada kutub dan

menimbulkan medan yang kuat di bawah konduktor. Konduktor akan berusaha bergerak ke

atas untuk keluar dari medan kuat ini. Medan konduktor B yang berlawanan arah jarum jam

akan menambah medan pada kutub dan menimbulkan medan yang kuat di atas konduktor.

Konduktor akan berusaha untuk bergerak turun agar keluar dari medan yang kuat tersebut.

Gaya-gaya tersebut akan membuat angker dinamo berputar searah jarum jam.

Pada motor dc, daerah kumparan medan yang dialiri arus listrik akan menghasilkan

medan magnet yang melingkupi kumparan jangkar dengan arah tertentu. Konversi dari

energi listrik menjadi energi mekanik (motor) maupun sebaliknya berlangsung melalui

medan magnet, dengan demikian medan magnet disini selain berfungsi sebagai tempat

untuk menyimpan energi, sekaligus sebagai tempat berlangsungnya proses perubahan

energi, daerah tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini :


Gambar12. Prinsip kerja motor dc

Agar proses perubahan energi mekanik dapat berlangsung secara sempurna, maka

tegangan sumber harus lebih besar daripada tegangan gerak yang disebabkan reaksi lawan.

Dengan memberi arus pada kumparan jangkar yang dilindungi oleh medan maka

menimbulkan perputaran pada motor.

Dalam memahami sebuah motor, penting untuk mengerti apa yang dimaksud

dengan beban motor. Beban dalam hal ini mengacu kepada keluaran tenaga putar / torque

sesuai dengan kecepatan yang diperlukan. Beban umumnya dapat dikategorikan ke dalam

tiga kelompok :

 Beban torque konstan adalah beban dimana permintaan keluaran energinya bervariasi

dengan kecepatan operasinya namun torquenya tidak bervariasi. Contoh beban dengan

torque konstan adalah corveyors, rotary kilns, dan pompa displacement konstan.
 Beban dengan variabel torqueadalah beban dengan torque yang bervariasi dengan

kecepatn operasi. Contoh beban dengan variabel torque adalah pompa sentrifugal dan fan

(torque bervariasi sebagai kuadrat kecepatan).

Peralatan Energi Listrik : Motor Listrik.

 Beban dengan energi konstan adalah beban dengan permintaan torque yang berubah dan

berbanding terbalik dengan kecepatan. Contoh untuk beban dengan daya konstan adalah

peralatan-peralatan mesin.

ROTATING-ARMATURE ALTERNATOR

Alternator armature bergerak (rotating-armature alternator) mempunyai konstruksi

yang sama dengan generator dc yang mana armature berputar dalam sebuah medan magnet

stasioner. Pada generator dc, emf dibangkitkan dalam belitan armature dan dikonversikan

dari ac ke dc dengan menggunakan komutator (sebagai penyearah). Pada alternator,

tegangan ac yang dibangkitkan tidak diubah menjadi dc dan diteruskan kepada beban

dengan menggunakan slip ring. Armature yang bergerak dapat dijumpai pada alternator

untuk daya rendah dan umumnya tidak digunakan untuk daya listrik dalam jumlah besar.

ROTATING-FIELD ALTERNATORS

Alternator medan berputar mempunyai belitan armature yang stasioner dan sebuah

belitan medan yang berputar. Keuntungan menggunakan system belitan armature stasioner

adalah bahwa tegangan yang dihasilkan dapat dihubungkan langsung ke beban.


Jenis armature berputar memerlukan slip ring dan sikat untuk menghantarkan arus

dari armature ke beban. Armature, sikat dan slip ring sangat sulit untuk diisolasi, dan

percikan bunga api dan hubung singkat dapat terjadi pada tegangan tinggi. Karenanya,

alternator tegangan tinggi biasanya menggunakan jenis medan berputar. Karena tegangan

yang dikenakan pada medan berputar adalah tegangan searah yang rendah, problem yang

dijumpai pada tegangan tinggi tidak terjadi.

Armature stasioner, atau stator, pada alternator jenis ini mempunyai belitan yang

dipotong oleh medan putar (rotating magnetic field). Tegangan yang dibangkitkan pada

armature sebagai hasil dari aksi potong ini adalah tegangan ac yang akan dikirimkan

kepada beban.

Stator terdiri dari inti besi yang dilaminasi dengan belitan armature yang melekat

pada inti ini.


Sumber : http://www.adtdl.army.mil/cgi-bin/atdl.dll/fm/55-509-1/Ch13.htm

4.2. Fungsi-Fungsi Komponen Alternator


Secara umum generator ac medan berputar terdiri atas sebuah alternator dan sebuah

generator dc kecil yang dibangun dalam satu unit. Keluaran dari alternator merupakan

tegangan ac untuk menyuplai beban dan generator dc dikenal sebagai exciter untuk

menyuplai arus searah bagi medan putar.


Gambar generator ac dan schematic-nya
Exciter adalah sebuah generator dc eksitasi sendiri dengan belitan shunt. Medan

exciter menghasilkan intensitas fluks magnetic antara kutub-kutubnya. Ketika armature

exciter berotasi dalam fluks medan exciter, tegangan diinduksikan dalam belitan armature

exciter. Keluaran dari komutator exciter dihubungkan melalui sikat dan slip ring ke medan

alternator. Karena arusnya adalah arus searah, maka arus selalu mengalir dalam satu arah

melalui medan alternator. Sehingga, medan magnet dengan polaritas tetap selalu terjadi

sepanjang waktu dalam belitan medan alternator. Ketika alternator diputar, fluks

magnetiknya dilalukan sepanjang belitan armature alternator. Tegangan bolak balik pada

belitan armature generator ac dihubungkan ke beban melalui terminal.

PRIME MOVER (Penggerak Utama)

Semua generator, besar dan kecil, ac dan dc, membutuhkan sebuah sumber daya

mekanik untuk memutar rotornya. Sumber daya mekanis ini disebut prime mover. Prime

mover dibagi dalam dua kelompok yaitu untuk high-speed generator dan low-speed

generator. Turbin gas dan uap pada PLTG dan PLTU adalah penggerak utama berkecepatan

tinggi sementara mesin pembakaran dalam (internal combustion engine), air pada PLTA

dan motor listrik dianggap sebagai prime mover berkecepatan rendah.

Jenis prime mover memainkan peranan penting dalam desain alternator karena

kecepatan pada mana rotor diputar menentukan karakteristik operasi dan konstruksi

alternator.
ROTOR ALTERNATOR

Ada dua jenis rotor yang digunakan untuk alternator medan berputar yaitu turbine-

driven dan salient-pole rotor. Jenis turbine-driven digunakan untuk kecepatan tinggi dan

salient-pole untuk kecepatan rendah. Belitan pada turbine-driven rotor disusun sedemikian

rupa sehingga membentuk dua atau empat kutub yang berbeda. Belitan-belitan tersebut

dilekatkan erat-erat di dalam slot agar tahan terhadap gaya sentrifugal pada kecepatan

tinggi.

Salient-pole rotor seringkali terdiri dari beberapa kutub yang dibelit terpisah,

dibautkan pada kerangka rotor. Salient-pole rotor mempunyai diameter yang lebih besar

dari turbine-driven rotor. Pada putaran per menit yang sama, salient-pole memiliki gaya

sentrifugal yang lebih besar. Untuk menjaga keamanan dan keselatan sehingga belitannya

tidak terlempar keluar mesin, salient-pole hanya digunakan pada aplikasi keceparan rendah.

4.3. Karakteristik Alternator dan Batasannya

Alternator di-rating berdasarkan tegangan yang dihasilkannya dan arus maksimum

yang mampu diberikannya. Arus maksimum tergantung kepada rugi-rugi panas dalam

armature. Rugi panas ini (rugi daya I2R) akan memanaskan konduktor, dan jika berlebihan

akan merusak isolasi. Karenanya, alternator di-rating sesuai dengan arus ini dan tegangan

keluarannya – dalam volt-ampere atau untuk skala besar dalam kilovolt-ampere.

Informasi mengenai kecepatan rotasinya, tegangan yang dihasilkan, batas arusnya

dan karakteristik lainnya biasanya ditempelkan pada badan mesin – nameplate.


4.4. Frekuensi

Frekuensi keluaran dari tegangan alternator tergantung kepada kecepatan rotasi dari

rotor dan jumlah kutubnya. Semakin cepat, semakin tinggi pula frekuensinya. Semakin

lambat, semakin rendah pula frekuensinya. Semakin banyak kutub pada rotor, semakin

tinggi pula frekuensinya pada kecepatan tertentu.

Ketika rotor telah berotasi beberapa derajat sehingga dua kutub berdekatan (utara

dan selatan) telah melewati satu belitan, tegangan yang diinduksikan dalam belitan tersebut

akan bervariasi hingga selesai satu siklus. Untuk suatu frekuensi yang ditentukan, semakin

banyak jumlah kutub, semakin lambat kecepatan putaran. Prinsip ini dapat dijelaskan

sebagai berikut, misalkan; sebuah generator dua kutub harus berotasi dengan kecepatan

empat kali lipat dari kecepatan generator delapan kutub untuk menghasilkan frekuensi yang

sama dari tegangan yang dibangkitkan. Frekuensi pada semua generator ac dalam satuan

hertz (Hz), yaitu banyaknya siklus per detik, berkaitan dengan jumlah kutub dan kecepatan

rotasi sesuai dengan persamaan berikut:

dimana P adalah jumlah kutub, N adalah kecepatan rotasi dalam revolusi per menit (rpm)

dan 120 adalah sebuah konstanta untuk konversi dari menit ke detik dan dari jumlah kutub

ke jumlah pasangan kutub. Sebagai contoh, sebuah alternator dua kutub, 3600 rpm

mempunyai frekuensi 60 Hz, ditentukan sebagai berikut:


Sebuah generator empat kutub dengan kecepatan 1800 rpm juga bekerja pada frekuensi 60

Hz.

Sebuah generator enam kutub 500 rpm mempunyai frekuensi

Sebuah generator 12 kutub dengan kecepatan 4000 rpm mempunyai frekuensi

4.5. Pengaturan Tegangan

Sebagaimana yang telah kita lihat, ketika beban pada generator berubah, tegangan

terminal pun ikut berubah. Besarnya perubahan tergantung pada desain generator.

Pengaturan tegangan pada sebuah alternator adalah perubahan tegangan dari beban

penuh ke tanpa beban, dinyatakan sebagai persentase tegangan beban penuh, ketika

kecepatan dan arus medan dc tetap konstan.


Anggap bahwa tegangan tanpa beban generator adalah 250 volt dan tegangan beban penuh

adalah 220 volt. Persen regulasi adalah:

Untuk diingat, bahwa semakin kecil persentase regulasi, semakin baik pula

regulasinya untuk kebanyakan aplikasi.

4.6. Prinsip Pengaturan Tegangan AC

Di dalam sebuah alternator, tegangan bolak balik diinduksikan dalam belitan

armature ketika medan magnet melewati belitan ini. Besarnya tegangan yang diinduksikan

ini tergantung kepada tiga hal yaitu: (1) jumlah konduktor dengan hubungan seri pada

setiap belitan, (2) kecepatan (rpm generator) pada mana medan magnet memotong belitan,

dan (3) kekuatan medan magnet. Salah satu dari factor ini dapat digunakan untuk

pengaturan tegangan yang diinduksikan dalam belitan alternator.

Jumlah belitan, tentu saja tidak berubah tetap ketika alternator diproduksi. Juga, jika

frekuensi keluaran harus konstan, maka kecepatan medan putar haruslah konstan pula. Ini

mengakibatkan penggunaan rpm alternator untuk pengaturan tegangan keluaran menjadi

tidak diperbolehkan.

Sehingga, metode praktis untuk melakukan pengaturan tegangan adalah dengan

mengatur kekuatan medan putar. Kekuatan medan elektromagnetik ini dapat berubah
seiring dengan perubahan besarnya arus yang mengalir melalui kumparan medan. Ini dapat

dicapai dengan mengubah-ubah besarnya tegangan yang dikenakan pada kumparan medan.

4.7. Operasi Paralel Alternator

Alternator dapat dihubungkan secara parallel untuk (1) meningkatkan kapasitas

keluaran dari suatu system melebihi apa yang didapat dari satu unit, (2) berfungsi sebagai

daya cadangan tambahan untuk permintaan yang suatu ketika bertambah, atau (3) untuk

pemadaman satu mesin dan penyalaan mesin standby tanpa adanya pemutusan aliran daya.

Ketika alternator-alternator yang sedang beroperasi pada frekuensi dan tegangan

terminal yang berbeda, kerusakan parah dapat terjadi jika alternator-alternator tersebut

secara mendadak dihubungkan satu sama lain pada satu bus yang sama (satu titik hubung).

Untuk menghindari ini, mesin-mesin tersebut harus disinkronkan dahulu sebelum

disambungkan bersama-sama. Ini dapat dicapai dengan menghubungkan satu generator ke

bus (bus generator), dan mensinkronkan generator lainnya sebelum keduanya

disambungkan. Generator dikatakan sinkron jika memenuhi kondisi berikut:

1. Tegangan terminal yang sama. Diperoleh dengan menyetel kekuatan medan bagi

generator yang hendak masuk ke dalam rangkaian (disambungkan).

2. Frekuensi yang sama. Diperoleh dengan menyetel kecepatan prime mover dari

generator yang hendak disambungkan.

3. Urutan fasa tegangan yang sama.


Pompa

Pompa adalah suatu alat yang digunakan untuk memindahkan suatu

cairan(fluida) dari suatu tempat ke tempat lain dengan cara menaikkan tekanan cairan

tersebut. Kenaikan tekanan cairan tersebut digunakan untuk mengatasi hambatan-hambatan

pengaliran. Hambatan-hambatan pengaliran itu dapat berupa perbedaan tekanan, perbedaan

ketinggian atau hambatan gesek.

Pompa beroperasi dengan prinsip membuat perbedaan tekanan antara bagian

masuk (suction) dengan bagian keluar (discharge). Dengan kata lain, pompa berfungsi

mengubah tenaga mekanis dari suatu sumber tenaga (penggerak) menjadi tenaga kinetis

(kecepatan), dimana tenaga ini berguna untuk mengalirkan cairan dan mengatasi hambatan

yang ada sepanjang pengaliran.

B. KlasifikasiPompa

Pompadiklasifikasikanberdasarkanbeberapahal,

adapunklasifikasipompaadalahsebagaiberikut:

1. Berdasarkan Cara Kerja

Berdasarkancarakerjanya, pompadiklasifikasikansebagaiberikut:

a. PompaPerpindahanPositif

Pompa perpindahan positif dikenal dengan caranya beroperasi. Cairan diambil dari

salah satu ujung dan pada ujung lainnya dialirkan secara positif untuk setiap putarannya.

Pompa perpindahan positif digunakan secara luas untuk pemompaan fluida selain air,

biasanya fluida kental.


Pompa perpindahan positif selanjutnya digolongkan berdasarkan cara

perpindahannya, yaitusebagaiberikut:

1) PompaRotari

Pompa rotary adalah pompa perpindahan positif dimana energi mekanis

ditransmisikan dari mesin penggerak ke cairan dengan menggunakan elemen yang berputar

(rotor) di dalam rumah pompa (casing). Pada waktu rotor berputar di dalam rumah pompa,

akan terbentuk kantong-kantong yang mula-mula volumenya besar (pada sisi isap)

kemudian volumenya berkurang (pada sisi tekan) sehingga fluida akan tertekan keluar.

Adapunjenispompa rotary masihdibedakanmenjadibeberapajenis, sebagaiberikut:

a) Pompa Roda Gigi Luar

Pompa ini merupakan jenis pompa rotari yang paling sederhana.

Apabila gerigiroda gigi berpisah pada sisi hisap, cairan akan mengisi ruangan yang ad

a diantara gerigi tersebut. Kemudian cairan ini akan dibawa berkeliling dan ditekan

keluar apabila giginya bersatu lagi.

b) Pompa Roda Gigi Dalam

Jenis ini mempunyai rotor yang mempunyai gerigi dalam yang berpasangan dengan

roda gigikecil dengan penggigian luar yang bebas (idler). Sebuah sekat yang berbentuk

bulan sabit dapatdigunakan untuk mencegah cairan kembali ke sisi hisap pompa.

c) Pompa Cuping (Lobe Pump)


Pompa cuping ini mirip dengan pompa jenis roda gigi dalam hal aksinya dan

mempunyai 2 rotoratau lebih dengan 2,3,4 cuping atau lebih pada masing-masing rotor.

Putaran rotor tadidiserempakkan oleh roda gigi luarnya.

d) Pompa Sekrup (Screw Pump)

Pompa ini mempunyai 1,2 atau 3 sekrup yang berputar di dalam rumah pompa yang

diam.Pompa sekrup tunggal mempunyai rotor spiral yang berputar di dalam sebuah stator

atau lapisanheliks dalam (internal helix stator). Pompa 2 sekrup atau 3 sekrup masing-

masing mempunyaisatu atau dua sekrup bebas (idler).

e) Pompa Baling Geser (Vane Pump)

Pompa ini menggunakan baling-baling yang dipertahankan tetap menekan lubang

rumah pompaoleh gaya sentrifugal bila rotor diputar. Cairan yang terjebak diantara 2 baling

dibawa berputardan dipaksa keluar dari sisi buang pompa.

2. BerdasarkanKapasitas

Berdasarkankapasitaskerjanya, pompadapatdiklasifikasikansebagaiberikut:

Klasifikasi Kapasitas

Rendah 20 m³/jam

Sedang 20 m³/jam -60


m³/jam

Tinggi > 60 m³/jam

3. Berdasarkan Head

Berdasarkan head padapompa, pompajugadiklasifikasikansebagaiberikut:

Klasifikasi Head

Rendah 1m - 40 m

Sedang 41m - 100 m

Tinggi > 100 m

4. BerdasarkanPenggunaan

Pompa berdasarkan aplikasi yang ada kita bisa sebutkan antara lain :

1. Pompa rumah umum

2. Pompa untuk perusahaan atau industri


BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

1. Motor listrik adalah alat untuk mengubah energi listrik menjadi energi

mekanik.

2. Motor Listrik dibagi menjadi 2, yaitu motor listrik arus searah dan motor listrik

arus bolak-balik.

3. Mekanisme kerja untuk seluruh jenis motor secara umum :

 Arus listrik dalam medan magnet akan memberikan gaya.

 Jika kawat yang membawa arus dibengkokkan menjadi sebuah lingkaran /

loop, maka kedua sisi loop, yaitu pada sudut kanan medan magnet, akan

mendapatkan gaya pada arah yang berlawanan.

 Pasangan gaya menghasilkan tenaga putar / torque untuk memutar

kumparan.
BAB IV

DAFTAR PUSTAKA

Zuhal, Dasar Teknik Tenaga Listrik dan Elektronika Daya. Jakarta: Gramedia, 1988

Sumanto, Mesin Arus Searah. Jogjakarta: Penerbit ANDI OFFSET, 1994

Haryanto. 2008. Motor arus searah (online)

http://konversi.wordpress.com/2008/09/01/motor-arus-searah-dc-bagaimana-

bekerjanya/

Meliasari. 2008. Mesin arus searah (online) http://duniaelektronika.blogspot.com/2008/l

Lestari, Ayu. 2008. Motor listrik (online) http://dunia-listrik.blogspot.com/2008/12/motor-

listrik.html
Pertanyaan

1. (M. Ihsan Kamil)]

Apakah hanya rotor yang menghasilkan listrik?

(Joko Prasetio)

Rotor dan stator menghasilkan listrik yang akan diubah menjadi gerak. Berbeda

dengan generator yang menghasilkan listrik karena adanya sebuah gerak atau

mekanik yang aka mengakibatkan munculnya arus listrik. Seperti pada PLTA.

2. (M. Abdul Jabbar)

Apakah ada persamaan Dinamo dan Tamiya? Apa persamaannya jika ada?

(Desi Fitriyanti)

Sebenarnya tamiya ada yabg menggunakan dinamo. Jadi pada dasarnya mereka

sama. Hanya saja pada tamiya, dinamo dilengkapi dengan magnet duo dan bearing.

3. (Steven R.M Sihombing)

Jelaskan prinsip altenator!

(M. Fadil Taufik)

Ada dua jenis rotor yang digunakan untuk alternator medan berputar yaitu turbine-

driven dan salient-pole rotor. Jenis turbine-driven digunakan untuk kecepatan tinggi

dan salient-pole untuk kecepatan rendah. Belitan pada turbine-driven rotor disusun

sedemikian rupa sehingga membentuk dua atau empat kutub yang berbeda. Belitan-
belitan tersebut dilekatkan erat-erat di dalam slot agar tahan terhadap gaya

sentrifugal pada kecepatan tinggi.

Salient-pole rotor seringkali terdiri dari beberapa kutub yang dibelit terpisah,

dibautkan pada kerangka rotor. Salient-pole rotor mempunyai diameter yang lebih

besar dari turbine-driven rotor. Pada putaran per menit yang sama, salient-pole

memiliki gaya sentrifugal yang lebih besar. Untuk menjaga keamanan dan keselatan

sehingga belitannya tidak terlempar keluar mesin, salient-pole hanya digunakan

pada aplikasi keceparan rendah.

4. (Indah Dwi Lestari)

Apa yang dimaksud langsung tidak langsung pada arus AC?

(Desi Fitriyanti)

Maksudnya adalah sumber listrik ada langsung pada arusnya akan tetapi tidak pada

sumbernya. Listrik harus dialirkan kembali(tidak langsung) pada baterai atau aki.

Berbeda dengan arus dc yang langsung dpaat dinikmati arusnya.