You are on page 1of 6

Pemanfaatan Energi Air, Angin dan Matahari

Disusun
O
L
E
H

Nama : Ahmad Syameer
Kelas : 4B

SD Negeri Arun
Tahun Ajaran 2018/2019
Energi Air

Air merupakan sumber energi yang murah dan relatif mudah
didapat,karena pada air tersimpan energi potensial (pada air jatuh) dan energi
kinetik (pada air mengalir). Tenaga air ( Hydropower) adalah energi yang diperoleh
dariair yang mengalir. Energi yang dimiliki air dapat dimanfaatkan dan
digunakandalam wujud energi mekanis maupun energi listrik. Pemanfaatan energi
air banyak dilakukan dengan menggunakan kincir air atau turbin air yangmemanfa
atkan adanya suatu air terjun atau aliran air di sungai.

Energi air dapat dibagi menjadi tiga macam :
1. Energi Ombak (wave energy)
Ombak dihasilkan oleh angin yang bertiup di permukaan laut.
2. Energi Pasang Surut (tidal energy)
Pasang surut menggerakkan air dalam jumlah besar setiap harinya; dan
pemanfaatannya dapat menghasilkan energi dalam jumlah yang cukup
besar.
3. Energi Panas Laut ( ocean thermal energy)

Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) bekerja dengan cara merubah energi
potensial (dari dam atau air terjun) menjadi energi mekanik (dengan bantuan turbin
air) dan dari energi mekanik menjadi energi listrik (dengan bantuan generator).
Pembangkit listrik tenaga air konvensional bekerja dengan cara mengalirkan air
dari dam ke turbin setelah itu air dibuang.
Energi Angin

Energi angin merupakan energi yang sangat fleksibel. Lain halnya dengan
energi air, pemanfaatan energi angin dapat dilakukan dimana-mana, baik di daerah
dataran tinggi maupun di daerah landai, bahkan dapat diterapkan di laut.

Sebagaimana diketahui, pada dasarnya angin terjadi karena ada perbedaan
energi antara udara panas dan udara dingin. Daerah sekitar khatulistiwa yang panas,
yaitu pada busur 0°, udaranya menjadi panas, mengembang dan menjadi ringan,
naik ke atas dan bergerak ke daerah yang lebih dingin misalnya daerah kutub.
Sebaliknya di daerah kutub yang dingin, udaranya menjadi dingin dan turun ke
bawah. Dengan demikian terjadi suatu perputaran udara, berupa perpindahan udara
dari kutub Utara ke garis Khatulistiwa menyusuri permukaan bumi, dan sebaliknya,
suatu perpindahan udara dari garis khatulistiwa kembali ke kutub Utara, melalui
lapisan udara yang lebih tinggi. Udara yang bergerak inilah yang merupakan energy
yang dapat diperbaharui, yang dapat digunakan untuk memutar turbin dan akhirnya
dapat menghasilkan listrik.

Pemanfaatan Energi Angin

Angin adalah salah satu bentuk energi yang tersedia di alam, Pembangkit
Listrik Tenaga Angin mengkonversikan energi angin menjadi energi listrik dengan
menggunakan turbin energi kincir angin.
Cara kerjanya cukup sederhana, energi angin yang memutar turbin angin,
diteruskan untuk memutar rotor pada generator dibagian belakang turbin angin,
sehingga akan menghasilkan energi listrik. Energi Listrik ini biasanya akan
disimpan ke dalam baterai sebelum dapat dimanfaatkan.

Sebuah pembangkit listrik tenaga angin dapat dibuat dengan
menggabungkan beberapa turbin angin sehingga menghasilkan listrik ke unit
penyalur listrik. Listrik dialirkan melalui kabel transmisi dan didistribusikan ke
rumah-rumah, kantor, sekolah, dan sebagainya.
Turbin angin dapat memiliki tiga buah bilah turbin. Jenis lain yang umum
adalah jenis turbin dua bilah. Jadi, bagaimana turbin angin menghasilkan listrik?
Turbin angin bekerja sebagai kebalikan dari kipas angin. Bukannya menggunakan
listrik untuk membuat angin, seperti pada kipas angin, turbin angin menggunakan
angin untuk membuat listrik.
Energi Matahari

Matahari atau Surya adalah bintang di pusat Tata Surya. Bentuknya nyaris
bulat dan terdiri dari plasma panas bercampur medan magnet.
Energi surya adalah energi yang berupa panas dan cahaya yang
dipancarkan matahari. Energi surya (matahari) merupakan salah satu sumber energi
terbarukan yang paling penting. Indonesia mempunyai potensi energi surya yang
melimpah. Namun melimpahnya sumber energi surya di Indonesia belum
dimanfaatkan secara optimal. Untuk melukiskan besarnya potensi energi surya,
energi surya yang diterima bumi dalam waktu satu jam saja setara dengan jumlah
energi yang digunakan dunia selama satu tahun lebih.

Berikut beberapa contoh matahari sebagai sumber energi bagi
berlangsungnya kehidupan, antara lain:
1. Untuk Pemanas Air
Pada era modern saat ini banyak ditemukan pemanas air yang
menggunakan energi matahari, pemanas tersebut biasanya tersimpan diatap rumah
guna mendapatkan sinar matahari secara maksimal. Pemanas air dengan teknik
pemanasan menggunakan sinar matahari ini sangat efisien karena sama sekali tidak
menggunakan bahan bakar minyak, tanpa listrik, tidak menimbulkan polusi, tetapi
air menjadi panas berkat adanya kolektor pengumpul / penyerap panas matahari.
Air dingin akan melewati kolektor dan menyerap panas dari kolektor untuk
selanjutnya air yang telah panas disimpan dalam tangki air panas.
2. Untuk Pembangkit Listrik
Selain untuk pemanas air, cahaya matahari mempunyai potensi yang dapat
dirubah menjadi energi listrik. Alat yang digunakan untuk merubah cahaya
matahari menjadi listrik ini adalah panel surya / solar sel. Teknologi Solar Energy
yang umum saat ini yaitu solar cell, terdiri dari beberapa komponen utama yaitu
panel surya sebagai penerima radiasi matahari, baterai tempat penyimpanan listrik,
dan alat pengotrol pengubah energi matahari menjadi energi listrik. Prinsip dasar
dari solar cell ini cukup sederhana, yaitu mengubah energi dari matahari menjadi
energi listrik yang bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Sumber energi
yang digunakan berasal dari matahari yang tak akan pernah habis sampai akhir
zaman, sehingga dapat dikatakan sumber energi matahari adalah ‘ sumber energi
yang kekal abadi’ bagi kita.
Solar sel ini terbuat dari bahan dasar utama berupa silikon melalui proses
yang rumit dan ditempatkan dibalik kaca atau bahan transparan lainya. Panel surya
dalam bentuk miniature biasa kita jumpai dalam kalkulator yang menggunakan
tenaga dari cahaya sebagai sumber listriknya.