You are on page 1of 5

BAB III

METODOLOGI

Bencana alam tanah longsor biasanya terjadi ketika musim penghujan.
Kapan terjadinya bencana alam tanah longsor ini hampir bisa dipastikan kapan
dan tempatnya di kawasan perbukitan terjal dengan ketebalan lapisan tanah yang
tebal. Kawasan-kawasan perbukitan terjal yang sudah gundul karena penebangan
pohon merupakan salah indikasi kawasan yang rawan bencana alam tanah
longsor. Dalam upaya pengurangan resiko bencana alam tanah longsor, berikut ini
ada beberapa metode dan hal yang harus dilakukan sebelum, ketika, dan sesudah
bencana alam tanah longsor terjadi.
Bencana tanah longsor terjadi di Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan
Ngetos, Ngajuk. Lokasi longsor di perengan Jurang ondo terjadi sekitar pukul
13.00 Wib, Minggu (9/4/2017).
"Itu longsor susulan karena siang tadi hujan lebat 30 menit. Untuk korban
masih indikasi diduga, belum bisa dipastikan karena posisi rumah warga di atas
dan aman," kata Kepala BPBD Kabupaten Nganjuk Sukonjono pada detikcom
melalui telepon seluler, Minggu (9/4/2017).
Sukonjono mengungkapkan longsor pertama terjadi 3 hari lalu dan material
longsor menutup aliran sungai besar. "Tiga hari longsornya lebih besar dan
membendung aliran sungai dari Gunung Wilis. Dan siang tadi longsor susulan dan
langsung meluncur ke sungai," ungkap dia.
Ada korban jiwa? "Indikasi dugaan ada tapi belum bisa dipastikan. Kalau
ada, merupakan warga yang menonton di lokasi longsor meski sebelumnya
seringkali kita larang untuk mendekat," jawab dia.
Ditanya lebih lanjut luas dan ketinggian yang mengalami longsor,
Sukonjono buru-buru menutup telepon. "Sebentar saya terima telepon dulu, Pak
Kapolres telepon," pungkas Sukonjono.
Pencarian korban tanah longsor di Desa Kepel Kecamatan Ngetos, Kab.
Nganjuk diperpanjang selama tiga hari, yaitu hingga hari Rabu tanggal 19 April
2017. Perpanjangan tersebut berdasarkan hasil rapat evaluasi operasi tanggap
darurat bencana, yang diikuti perwakilan keluarga korban, tim SAR, dan Incident

7
Comander (IC). Demikian disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol
Setdaprov Jatim Benny Sampirwanto, MSi, di Kantor Gubernur Jatim Jl.
Pahlawan No. 110, Surabaya, Senin (17/4) pagi.
Benny mengatakan, mengutip informasi dari Kepala Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) Prov. Jatim, Sudarmawan perpanjangan pencarian
korban itu dilakukan dengan pertimbangan adanya alat berat (excavator) yang
baru difungsikan Minggu sore. Selain itu para relawan juga masih semangat untuk
melakukan pencarian korban. “Standart SOP pencarian korban bencana hanya
tujuh hari, namun bisa diperpanjang atas kesepakatan semua pihak,” ujarnya.
Sementara itu, pada hari Minggu (16/4), operasi SAR (Search And Rescue)
bencana longsor telah dimulai sejak pukul 07.00 dan diikuti oleh Tim SAR
gabungan yang berjumlah 475 personil.
Operasi SAR dipimpin langsung oleh Dandim 0810 dibagi dalam 7 SRU
(SAR Unit). Pembagian tugas tujuh SRU tersebut yakni SRU 1-5 mendampingi
alat berat (excavator) dalam proses pencarian korban, SRU 6 membuka aliran air
di ujung material, dan SRU 7 berfungsi sebagai safety officer memastikan
evakuasi berjalan lancar.
Ia menambahkan, excavator yang diturunkan berjumlah 4 unit dan sudah
bisa sampai ke lokasi operasi. Dengan adanya excavator itu proses pencarian
korban diperkirakan lebih cepat, jika dibandingkan sebelumnya yang hanya
menggunakan alat manual. “Namun untuk kegiatan pencarian korban pada hari
Minggu tersebut, belum ditemukan korban,” imbuhnya.
Terkait peralatan yang digunakan dalam operasi SAR, lanjut Benny, terdiri
dari alkon sejumlah 3 unit, dan chain shaw berjumlah 4 unit. Selain itu jumlah
tangki air bersih yang diturunkan sebanyak 6 unit truck tangki. Air bersih tersebut
digunakan untuk mensuplai air bersih di daerah krisis air Desa Kepel Kec. Ngetos
dengan jumlah KK terdampak 450 KK.
Untuk mengantisipasi terjadinya longsor lanjutan, BPBD Prov. Jatim
mengharapkan aliran sungai yang tertutup dibuatkan sudetan agar air sungai bisa
berjalan lancar. Jika tidak segera dilakukan maka dikuatirkan saat terjadi hujan
lebat, sumbatan tanah yang menutup sungai menyebabkan banjir material yang
membahayakan warga.

8
“BPPD Prov. Jatim telah berkoordinasi dengan Forpimda Kab. Nganjuk untuk
pendirian posko lapang di dekat lokasi kejadian. Disamping itu juga dibentuk
Struktur Komando Tanggap Darurat dan Pos Komando di kantor BPPD Kab.
Nganjuk,” pungkasnya.

3.1. Sebelum Bencana Alam Tanah Longsor Terjadi
Sebelum bencana alam tanah longsor terjadi, lakukanlah hal-hal berikut ini:
1. Hindari membangun rumah, perkantoran, pabrik, dan lain-lain di kawasan
yang memiliki kemiringan lereng terjal.
2. Rencanakan sarana komunikasi dengan sesama anggota keluarga baik itu
menyedian HP, WT, HT dan saranan komunikasi lainnya.
3. Tentukan tempat yang aman untuk berkumpul apabila bencana alam tanah
longsor terjadi.
4. Siapkan perlengkapan darurat dalam Tas Siaga Bencana.
5. Melakukan Town Watching atau berkeliling tempat anda tinggal dan
mengamati kawasan-kawasan yang berbahaya dan kawasan-kawasan yang
aman apabilan bencana alam tanah longsor terjadi.
6. Perkuat tebing di kawasan anda tinggal dengan retaining wall atau metode
penguatan tebing lainnya.
7. Kenali tanda-tanda akan terjadinya tanah longsor.

3.2. Ketika Bencana Alam Tanah Longsor Terjadi
Apabila anda sudah melakukan beberapa tips di atas dan bencana alam
tanah longsor tidak dapat dihindari, maka ketika terjadi bencana alam tanah
longsor, lakukan hal-hal berikut ini:
1. Ketika musim penghujan tiba, tetaplah terjaga karena banyak korban tanah
longsor yang terjadi pada malam hari karena mereka tertidur. Usahakan
membuat jadwal piket selama musim penghujan.
2. Dengarkan informasi terkini dari radio, jadi bagi masyarakat yang tinggal di
kawasan rawan longsor harus memiliki radio baterai.
3. Segera menuju ke tempat evakuasi yang telah anda rencanakan sebelumnya.

9
3.3. Setelah Bencana Alam Tanah Longsor Terjadi
Berikut ini hal-hal yang harus anda lakukan:
1. Tetap menjauh dari kawasan bekas tanah longsor.
2. Mendengarkan informasi melalui radio untuk mendapat kondisi terkini tentang
kejadian bencana alam tanah longsor yang melanda kawasan anda.
3. Lakukan pertolongan kepada orang lain yang menjadi korban bencana alam
tanah longsor.
4. Apabila anda melihat kawasan-kawasan yang rusak parah seperti jalan dan
jembatan yang putus, segera laporkan kepada pihak yang berwenang. Informasi
anda sangat bermanfaat dalam tindakan penyaluran bantuan dan pihak terkait
bisa memikirkan jalur alternatif.

3.4. Metode Mapping Analisis
Kita bisa menggunakan Ilmu mapping untuk mengatasi masalah ini, kita
akan menggunakan bantuan citra satelit untuk melakukan proses evakuasi.
Tahapanya dijelaskan sebagai berikut :
1. Dapatkan infromasi tentang jam bencana tanah longsor ini terjadi. Jika
terjadinya pada waktu malam hari maka metode ini akan sangat membantu.
Jika terjadi bencana pada waktu malam hari kemungkinan besar semua
penduduk sedang berada di dalam rumah sehingga akan lebih mudah diprediksi
2. Melakukan survey cepat dengan datang ke lokasi bencana dengan membawa
GPS. Ambil koordinat titik titik tertentu sebagai bahan analisis, misalnya titik
bagian pinggir pinggir lokasi dan titik tengah lokasi jika memungkinkan.
3. Kemudian kita input koordinat yang telah diambil dan kita lakukan analisis
dengan menggunakan citra satelit. Titik bulat berwarna kuning adalah
koordinat yang kita dapatkan di lapangan, hanya berfungsi untuk mencari tahu
lokasi bencana di citra satelit. Kemudian mulai dilakukan analisis singkat
persebaran korban. Kita tidak akan mencari korban di titik A dan titik B karena
lokasi tersebut adalah tanah kosong. Kita akan mencari korban di sekitar titik
D, titik C dan titik E karena lokasi tersebut adalah perumahan padat yang
memungkinkan terdapat banyak orang disana. Dengan pergerakan longsoran

10
tanah yang sangat cepat kemungkinan besar korban tidak bergerak dari rumah
terlalu jauh.
4. Kita lacak koordinat titik lokasi yang akan kita gali menggunakan software,
kemudian kita input ke dalam GPS. Tidak lupa kita cetak citra satelit tersebut
untuk mempermudah pencarian. Selanjutnya adalah melakukan pencarian
menggunakan GPS dan peta Citra tersebut. Dengan ketelitian GPS navigasi
yang mencapai 5-10 meter saya rasa sudah cukup untuk digunakan dalam
situasi mendesak seperti ini.
Asalkan ada sebuah laptop dengan sambungan internet yang bagus. Analisis ini
bisa diselesaikan tidak lebih dari 1 jam, sudah termasuk input data GPS,
menentukan lokasi pencarian hingga input data koordinat pada GPS. Kita bisa
memanfaatkan Citra satelit yang disediakan di secara gratis di Internet. Dengan
cara seperti ini kita bisa mencari korban dengan lebih efisien. Jika pada lokasi
yang kita perkirakan korban tidak ditemukan baru dilakukan pencarian di
lokasi yang lain.

Pengembangan :
Bisa juga kita lakukan metode pelacakan "per rumah". Kita cari satu persatu
Koordinat rumahnya kemudian kita gali lokasi perkiraan tersebut. Hal ini
dilakukan jika bencana terjadi di pemukiman jarang penduduk yang mungkin
jarak antar satu rumah dengan rumah lain berjauhan

Catatan : Metode ini hanya berlaku jika lokasi tersebut tertimbun oleh tanah yang
longsor dari tempat lain, seperti bukit, gunung dan tebing di sekitarnya dan tidak
berlaku jika lokasi tersebut menjadi objek longsoran sehingga lokasi tersebut
hanyut dan berpindah menuju tempat lain.

11