TUGAS INDIVIDU “KAPITA SELEKTA EPIDEMIOLOGI PENYAKIT TIDAK MENULAR” Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Epidemiologi

Penyakit Tidak Menular

Disusun oleh : Ludi Mauliana Safaat 108101000010

PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2010

I PENYAKIT JANTUNG KORONER Perkembangan PJK Setiap tahunnya, di Amerika Serikat 478000 orang meninggal karena penyakit jantung koroner, 1,5 juta orang mengalami serangan jantung, 407000 orang mengalami operasi peralihan, 300000 orang menjalani angioplasti. Di Eropa diperhitungkan 20.000-40.-000 orang dari 1 juta penduduk menderita PJK.Di negara berkembang dari tahun 1990 sampai 2020, angka kematian akibat penyakit jantung koroner akan meningkat 137 % pada laki-laki dan 120% pada wanita, sedangkan di negara maju peningkatannya lebih rendah yaitu 48% pada laki-laki dan 29% pada wanita. Di tahun 2020 diperkirakan penyakit kardiovaskuler menjadi penyebab kematian 25 orang setiap tahunnya. Oleh karena itu, penyakit jantung koroner menjadi penyebab kematian dan kecacatan nomor satu di dunia. Sementara itu di Indonesia Prevalensi nasional Penyakit Jantung adalah 7,2% (berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan dan gejala). Sebanyak 16 provinsi mempunyai prevalensi Penyakit Jantung diatas prevalensi nasional, yaitu Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, dan Sulawesi Barat. Tingginya angka kematian di Indonesia akibat penyakit jantung koroner (PJK) mencapai 26%. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga Nasional (SKRTN), dalam 10 tahun terakhir angka tersebut cenderung mengalami peningkatan. Pada tahun 1991, angka kematian akibat PJK adalah 16 %. kemudian di tahun 2001 angka tersebut melonjak menjadi 26,4 %. Angka kematian akibat PJK diperkirakan mencapai 53,5 per 100.000 penduduk di negara kita.

Konsep H-A-E

1.Host Orang yang rentan pada penyakit PJK adalah orang yang memiliki usia lebih tua dibandingkan dengan usia yang lebih muda. Pada usia yang lebih muda, jenis kelamin merupakan predictor utama dalam kajadian PJK, pada usia muda laki-laki lenih banyak menderita PJK dari pada wanita, tetapi ketika lansia wanita lebih banyak menderita PJK dibandingkan dengan laki-laki.lebih banyak mengenai golongan masyarakat social ekonomi menengah keatas dibandingkan dengan golongan social ekonomi lemah karena gaya hidup mereka juga menentukan terjadi atau tidaknya PJK. Selain itu juga orang yang mempunyai penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan hiperkolesterolemi dapat menyebabkan orang semaik rentan terhadap PJK. 2.Agent

Agent kimia : agent kimia yang menyebabkan terjadinya PJK adalah dengan cara inhalasi yaitu orang yang merokok dan menghisap asap rokok, karena Zat-zat racun dalam rokok menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Dan dengan cara dietlan seperti mengkonsumsi alcohol atau minuman keras karena alkohol dapat merusak miokardium.

Agent nutrisi : agent nutrisi yang dapat menyebabkan penyakit PJK terutama adalah lemak dan kalsium karena lemak dan kalsium dapat menyebabkan timbunan lemak. Kemudian karbohidrat dan protein juga ikut berperan karena karbohidrat dan protein dapat diubah menjadi lemak yang akan meningkatkan terjadinya penimbunan lemak pada dinding arteri koroner.

Agent fisika : agent fisik yang dapat menyebabkan PJK adalah Temperatur yang sangat dingin dikaitkan dengan kebiasaan minum alkohol dan kopi yang merupakan faktor resiko PJK. Polusi udara yang disebabkan oleh logam-logam industri secara tidak langsung juga dapat menyebabkan timbulnya PJK.

3.Lingkungan

Lingkungan fisik : Factor ketinggian dari permukaan laut (altitude) berpengaruh pada mereka yang mengidap penyakit jantung.Cuaca yang dingin juga mempengaruhi seseorang untuk mengkonsumsi alcohol yang dapat meningkatkan PJK.

Lingkungan social-ekonomi : lebih banyak mengenai social-ekonomi menengah keatas di bandingkan dengan social ekonomi lemah, lebih banyak di temukan di daerah perkotaa dibandingkan dengan daerah pedesaan, dan juga lebih banyak pada masyarakat Negara berkembang di bandingkan Negara sedang berkembang.

Faktor Resiko • Usia Semakin bertambahnya usia maka seseorang akan menjadi semakin rentan untuk terkena PJK, karena umumnya orang yang menderita PJK lebih banyak pada orang yang lebih tua di bandingkan dengan orang yang lebih muda. Sekitar 80% orang yang meninggal akibat serangan jantung berusia diatas 65 tahun. • Jenis kelamin Pada usia yang lebih muda perbedaan jenis kelamin sangat mempengaruhi. Laki-laki lebih banyak menderita PJK dibandingkan dengan wanita dalam usia yang muda. Hormon wanita yang diproduksi secara alami, yakni esterogen mungkin merupakan salah satu alasan bagi perbedaan terkait jenis kelamin ini. Hanya saja setelah wanita melewati usia monopouse, keberuntungan ini hilang. Tetapi setelah berusia 60 tahun, resiko yang dihadapi antara lakilaki dan wanita menjadi sama. • Riwayat keluarga Penyakit PJK dapat menurun dalam keluarga, dan bila seseorang yang memiliki riwayat PJK jika tidak mengatur pola makan dengan baik dapat menambah resiko yang sangat besar dalam menimbulkan Penyakit Jantung Koroner, sehingga dalam usia yang relatif mudapun dapat mendeita PJK. • Diet Diet atau pola makan memegang peranan penting dalam pencegahan dan pengobatan dalam penyakit kardiovaskular. Pada penderita kardiovaskular jmempunyai tubuh yang gemuk

Selain itu. Kenaikan kadar lemak dalam darah dikoreksi dengan pengurangan jumlah total lemak yang dimakan dan dimodifikasi jenis lemak tersebut.(obese) dan kadar lemak darah yang tinggi. seseorang yang biasa melakukan olahraga secara teratur. diameter pembuluh darah jantung tetap terjaga. • Diabetes . • Obesitas Penelitian melaporkan kaitan erat obesitas sentral atau obesitas abdomal (perut) dengan PJK. Penelitian epidemiologi juga melaporkan bahwa tingkat rendahnya HDL akan menggambarkan banyaknya cabang pembuluh darah koroner yang tersumbat dan terjadinya penyempitan ulang setelah operasi jantung lebih sering terjadi • Hipertensi Hipertensi merupakan faktor resiko yang berperan penting terhadap PJK dan proses aterosklerosis akan dialami sekitar 30% penderita hipertensi • Kurangnya aktifitas fisik Melakukan aktifitas fisik sangat bermanfaat dalam memelihara kesehatan jantung. sehingga kesempatan terjadinya pengendapan kolesterol pembuluh darah dapat dihindari. Suatu studi melaporkan bahwa sekitar 30% kematian akibat PJK terjadi pada mereka yang menderita obesitas dan umumnya proses aterosklerosis dimulai pada penderita obesitas pada usia 50 tahun. Jaringan lemak abdomal merupakan prediktor terjadinya PJK dan kematian. • Dislipidemia Peningkatan LDL dan penurunan HDL merupakan faktor resiko yang penting pada PJK.

Menurunkan konsumsi makanan berlemak akan mengurangi resiko terserang penyakit jantung koroner o Mengajak masyarakat agar rajin beroleh raga karena dengan berolahraga secara teratur akan meningkatkan efisiensi jantung. .Beratnya bobot tubuh pada orang gemuk pun akan menambah regangan pada jantung. rokok dapat menngkatakan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kadar kolesterol baik (HDL). • Merokok Zat-zat racun dalam rokok menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Selain itu. Peningkatan kebugaran melalui olah raga. Penderita diabetes wanita memiliki resiko terkena PJK 3-7 kali dibandingkan dengan wanita yang tidak menderita diabetes. Pencegahan dan Penanggulangan 1. Racun nikotin menyebabkan darah menjadi kental sesingga mendorong percepatan pembekuan darah.Diabetes memperburuk prognosis PJK. sehingga membuat jantung lebih rawan terhadap keterbatasan pasokan darah. Angka kematian karena PJK meningkat 40-70% pada penderita diabetes. secara bertahap akan mengurangi regangan pada jantung. sehingga menambah peluang terjadinya Artheroma. o Memberikan informasi bahwa orang – orang gemuk biasanya cenderung menyukai makanan – makanan yang berlemak. Karena Merokok menyebabkan elastisitas pembuluh darah berkurang. sehingga memperkecil kebutuhan Oksigen untuk bekerja. sehingga meningkatkan pengerasan pembuluh darah arteri.Pencegahan primer o Mengajak masyarakat untuk tidak merokok karena peluang perokok 2 kali lebih besar untuk terkena serangan jantung daripada yang bukan perokok. pengendalian kadar kolesterol sehingga memperkecil kemungkinan gangguan suplai darah yang dapat menyebabkan penyakit jantung koroner. dan meningkatkan faktor pembekuan darah yang memicu penyakit jantung dan stroke.

5-4 kali lipat.Pencegahan sekunder a. EKG adalah grafik yang mencatat aktivitas elektrok jantung. kokain. makanan berserat lainnya dan ikan. terutama apabila gula darahnya tidak terkendali. o Kurangi minum alkohol. 2. buah-buahan. amfetamin. b. Hipertensi merupakan faktor utama terkena stroke dan juga penyakit jantung koroner. Makin banyak konsumsi alkohol maka kemungkinan stroke terutama jenis hemoragik makin tinggi.o Mulailah dengan mengkonsumsi lebih banyak sayuran. di kedua pergelangna tangan. makanan kecil (cemilan). yaitu exercise. dan makanan yang berkalori tinggi dan banyak mengandung lemak jenuh lainnya. Prompt Treatment • Pemberian obat-obatan yang tepat dan rasional . Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara menempelkan elektroda-elektroda di dada sebelah kiri. dan kedua pergelangna kaki. memperlemah jantung. bersepeda atau yang saat ini dipakai adalah treadmill dengan Bruce Protocol. padi-padian. karena obat-obatan narkoba tersebut dapat meningkatkan risiko stroke 7 kali lipat dibanding dengan yang bukan pengguna narkoba. Diabetes juga meningkatkan risiko stroke 1. Alkohol dapat menaikan tekanan darah. Kurangi daging. mengentalkan darah dan menyebabkan kejang arteri. Exercise dapat berupa naik tangga. Makanan yang banyak mengandung kolesterol tertimbun dalam dinding pembuluh darah dan menyebabkan aterosklerosis yang menjadi pemicu penyakit jantung dan stroke. Early Diagnosis (Diagnosis Dini) Skrining/ deteksi dini penderita PJK dengan: (i) Pemeriksaan treadmill atau exercise stress Exercise testing merupakan salah satu jenis tes yang paling sering dilakukan untuk mendiagnosis apakah seseorang menderia PJK dan dapat digunakan untuk menstratifikasi berat ringannya PJK. Tes ini sebenarnya menilai perubahan gambaran EKG pada waktu jantung diberi beban. o Hindari penggunaan obat-obat terlarang seperti heroin. (ii) Pemeriksaan EKG. o Kendalikan tekanan darah tinggi dan kadar gula darah.

Apabila pada kateterisasi jantung ditemukan ada penyempitan yang cukup signifikan misalnya 80% penyempitan. hiperensi. Dapat . • Operasi By pass Operasi Bypass adalah penyambungan pembuluh darah baru dari pangkal aorta ke distal penyempitan sehingga darah tetap mengalir melalui bypass. menurunkan kejadian serangan jantung dan memperpanjang hidup pasien. • Enhanced External Counter-Pulsation (EECP) EECP.Obat-obatan untuk PJK terdiri atas Golongan Nitrat. yang artinya kontra pulsasi yang diperkuat dari luar. Antagonis Kalsium.obesitas. • Manajemen diet Karena PJK disebabkan oleh beberapa faktor resiko yang berhubungna dengan diet seperti penderita DM. • Pemasangan cateter jantung Suatu cara menggunakan sinar X dan kontras yang disuntikkan ke dalam arteri koroner melalui kateter untuk melihat adanya penyempitan pada arteri koroner. Obat Antiagresi (penghambat pengumpulan darah) dan Trombolitik (obat pelarut gumpalan darah). Istilah kedoteran yang lengkap dari balon arteri koroner adalah Percutaneus Transluminal Coronary Angioplasty atau disingkat dengan PTCA. • Balon dan pemasangan stent Balon arteri koroner adalah suatu tehnik menggunakan balon halus yang dirancang khusus untuk membuka daerah sempit di dalam lumen arteri koroner. diet klorida atau makanan yang mengandung garam dapur/asin. maka biasanya dokter jantung menawarkan agar dilakukan balonisasi dan pemasangan stent. merupakan teknik pengobatan noninvasive (tanpa memasukkan sesuatu kedalam tubuh). diet makanan yang berkolesterol tinggi. Tujuan operasi bypass adalah untuk meningkatkan suplai darah ke miokard sehingga dapat meredakan keluhan nyeri dada. yang harus diet karbohidrat. Beta-Blocker.

Stroke termasuk penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak) yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. stroke juga diartikan serangan otak yang timbul secara mendadak dimana terjadi gangguan fungsi otak sebagian atau menyeluruh sebagai akibat dari gangguan aliran darah oleh karena sumbatan atau pecahnya pembuluh darah tertentu di otak. sehingga menyebabkan sel-sel otak kekurangan darah.meningkatkan suplai darah ke dalam arteri koroner juga membuka kolateral-kolateral erteri koroner yang sangat dibutuhkan oleh penderita PJK. a Stroke iskemik . oksigen atau zat-zat makanan dan akhirnya dapat terjadi kematian sel-sel tersebut dalam waktu relatif singkat. Stroke dklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu Stroke iskemik dan Stroke hemorragik. Berkurangnya aliran darah dan oksigen ini bisa dikarenakan adanya sumbatan. 3.Pencegahan Tersier Tahap tertiary prevention dilaksanakan pada penderita PJK untuk mencegah semakin buruknya kondisi atau menetapnya disabilitas dilakukan usaha preventif tertier dengan rehabilitasi. WHO mendefinisikan bahwa stroke adalah gejala-gejala defisit fungsi susunan saraf yang diakibatkan oleh penyakit pembuluh darah otak dan bukan oleh yang lain dari itu. II STROKE Stroke adalah suatu kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke suatu bagian otak tibatiba terganggu. penyempitan atau pecahnya pembuluh darah.

Perkembangan Stroke . penyumbatan bisa terjadi di sepanjang jalur pembuluh darah arteri yang menuju ke otak. Meskipun berukuran kecil. Gumpalan darah baru terbentuk dalam pembuluh darah di otak dan setelah sekian waktu gumpalan tersebut akan membesar hingga akhirnya menyumbat aliran darah. Arteri-arteri ini merupakan cabang dari lengkung aorta jantung. Darah ke otak disuplai oleh dua arteria karotis interna dan dua arteri vertebralis. Stroke Embolik : Terjadi pada arteri di luar otak. Hampir sebagian besar pasien atau sebesar 83% mengalami Stroke jenis ini. Seringkali terjadi di jantung dan kemudian terbawa aliran darah hingga ke pembuluh otak. Stroke Iskemik terbagi lagi menjadi 2 yaitu: Stroke thrombosis : Terjadi pada arteri otak. Hampir 70 persen kasus Stroke hemoragik terjadi pada penderita hipertensi. Sumbatan juga dapat disebabkan oleh thrombus atau bekuan darah yang berasal dari lokasi lain misalnya plak didinding pembuluh darah leher yang besar atau dari jantung (emboli). sehingga terjadi penebalan kedalam lumen pembuluh tersebut yang akhirnya dapat menyumbat sebagian atau seluruh lumen (trombosis).Stroke iskemik merupakan stroke yang disebabkan oleh sumbatan setempat pada suatu pembuluh darah tertentu di otak yang sebelumnya sudah mengalami proses aterosklerosis (pengerasan dinding pembuluh darah akibat penumpukan lemak) yang dipercepat oleh berbagai factor risiko. b Stroke hemoragik Stroke hemoragik adalah stroke yang disebabkan oleh pecahnya cabang pembuluh darah tertentu di otak akibat dari kerapuhan dindingnya yang sudah berlangsung lama (proses aterosklerosis/penuaan pembuluh darah) yang dipercepat oleh berbagai faktor. gumpalan tersebut dapat menyumbat pembuluh darah di otak. Pada Stroke iskemik.

menurut survei tahun 2004.  Tahap kedua yang disebut tahap akut.0 tahun.  Tahap ketiga. kemudian untuk tahun 2005 yang bersumber dari BPS yaitu dari Parameter Hasil Proyeksi Penduduk 2000-2025 umur harapan hidup meningkat menjadi 74. Pada tahap ini.Kasus stroke meningkat di negara maju seperti Amerika dimana kegemukan dan junk food telah mewabah. Laporan Departemen Kesehatan RI memperlihatkan bahwa umur harapan hidup penduduk Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. Riwayat Alamiah Penyakit Perjalanan penyakit stroke sendiri dibagi dalam 4 tahapan:  Tahap pertama. Pada tahap ini. Bahkan. setiap tahun terjadi 750. Dari data tersebut menunjukkan bahwa setiap 45 menit. dan terus meningkat menjadi 72.000 kasus stroke baru di Amerika. Di Indonesia. yaitu dari 67.1 di RS Pemerintah di seluruh penjuru Indonesia. Peningkatan prevalensi stroke tidak dapat dipisahkan dari meningkatnya harapan hidup masyarakat. . Peningkatan harapan hidup akan membawa dampak semakin besarnya populasi dalam risiko stroke. ada satu orang di Amerika yang terkena serangan stroke. Laporan Dinas Kesehatan Provinsi DI Yogyakarta menunjukkan bahwa usia harapan hidup terus meningkat. berlangsung sampai dengan 2 minggu. disebut tahap hyper akut atau emergency yang berlangsung sampai dengan 3 hari. stroke merupakan pembunuh no.58 tahun pada tahun 1992 meningkat menjadi 68. Berdasarkan data statistik di Amerika. stroke merupakan penyakit nomor tiga yang mematikan setelah jantung dan kanker. penderita stroke memerlukan perawatan intensif yang biasanya dilakukan di ruang Intermediate Care/NICU (Neurology Intensif Care Unit). pasien dirawat di stroke unit.17 tahun pada tahun 2002 (Periode 2000-2005). disebut tahap sub akut dari 2 minggu sampai 1 bulan. Peningkatan harapan hidup akan diiringi pula peningkatan penyakit-penyakit neurodegeneratif dan kardioserebrovaskuler (demensia/ pikun dan stroke).35 tahun pada tahun 1997. Pasien bisa dirawat di bangsal/ ruang perawatan Neurology.

b. dirawat lebih dari 1 bulan yang dilakukan di RS Pemulihan Stroke Konsep Orang. tergantung tempat atau negara. Para ahli klinis sering kali membagi kelompok muda dalam dua kategori. Orang Masyarakat luas harus memahami secara mendalam bahwa serangan stroke memang bisa terjadi pada orang-orang dengan ciri tertentu yang tidak bisa atau sukar diubah atau diperbaiki oleh setiap individu sendiri. Insiden stroke di negara berkembang masih meningkat sedangkan di negara maju cenderung menurun. Namun. waktu. Ada juga kecenderungan penduduk yang berasal dari keluarga yang pernah terkena serangan stroke mempunyai resiko terkena serangan stroke serta mempunyai resiko lebih tinggi terkena serangan stroke. dan Waktu a. Serangan stroke di negara maju terjadi pada penduduk diatas usia 65 tahun. ternyata penyakit ini dapat pula menyerang usia muda. yaitu di bawah usia 15 tahun. keadaan yang mendahuluinya sering kali tidak memberikan gambaran yang khas demikian juga waktu kejadiannya tidak para penderita diabetes juga . serta penderitanya. Tempat. disebut tahap kronik. Waktu Serangan stroke adalah suatu keadaan darurat. Orang yang masih muda nampaknya lebih berpeluang menderita stroke hemoragik dibandingkan stroke iskemik. penyakit jantung dan penyakit metabolik di negara maju telah makin baik. Tempat Insiden stroke timbul bervariasi. dan berusia antara 15 hingga 44 tahun. c. Umumnya kaum pria lebih banyak terserang stroke. misalnya biasanya terjadi pada penduduk usia relatif tua. Makin tinggi usia makin tinggi resikonya. Tahap keempat. Penurunan ini mungkin disebabkan karena manajemen hipertensi.

termasuk pembuluh darah otak. Jenis kelamin Ternyata pria lebih berisiko kena serangan stroke. Faktor Resiko Factor resiko yang tidak bias diubah : 1. sehingga terabaikan. Selain itu. Terdapat penelitian yang menemukan bahwa stroke trombotik sering muncul pada saat terbangun dari tidur dan pada saat sedang tidur. perlu diketahui pada keadaan-keadaan mana yang segera diikuti dengan awitan stroke dan kapan awitan stroke paling sering terjadi. sehingga kemungkinan meninggal lebih besar. Karena itu. yaitu pada waktu antara jam dua belas malam sampai jam enam pagi seperti penelitian Hossman di jerman ( 1971 ) dan Marshall di inggris ( 1977 ). Jovicic. Umumnya penderita stroke trombotik merasakan adanya defisit neurologis akut pada saat penderita terbangun dari tidur malam. sehingga tingkat kelangsungan hidup juga lebih tinggi. gejala pada wanita sangat berbeda dengan gejala umum.dapat diramalkan. Kaps dkk. Insiden stroke akan meningkat secara eksponensial menjadi dua hinggá tiga kali lipat setiap dekade diatas usia 50 tahun dan ada data yang menyebutkan 1 dari 3 orang yang berusia diatas 60 tahun akan tenderita salah satu jenis stroke. namun serangan itu datang pada usia lebih tua. demikian hasil penelitian. meski jarang kena stroke. Serangan stroke pada pria umumnya terjadi pada usia lebih muda dibanding wanita. Tetapi lebih banyak wanita yang meninggal karena stroke. Usia lanjut Pada usia lanjut terjadi proses kalsifikasi pembuluh darah. . Dilain pihak pengamatan ini berbeda dengan 4 hasil penelitian yang dilakukan oleh Aghnoli dkk. 2. Wanita. Serta Tsmennzist dkk. Yang rata-rata mengamati waktu stroke trombotik pada waktu jam enam pagi sampai jam dua belas siang.

- Hipertensi Kurang lebih 70% penderita Hipertensi berpengaruh memegang stroke adalah pengidap hipertensi. mekanisme. Genetik orang tua (baik ayah maupun ibu) akan meningkatkan resiko stroke ini dapat diperantarai oleh beberapa Riwayat stroke pada resiko stroke. interaksi antara faktor genetik dan lingkungan. yaitu: - Peningkatan penurunan genetis factor resiko stroke. baik dalam patogenesis Dampak terjadinya hipertensi. hipertensi terhadap .5 hingga peranan penting perdarahan otak. resiko relatif untuk menderita stroke adalah sebesar 1. Pada penderita 2 kali.3. infark otak. Faktor resiko yang bisa diubah : - Perokok Pada perokok akan timbul plaque pada pembuluh darah oleh nikotin sehingga terjadi aterosklerosis. penurunan kepekaan terhadap faktor resiko stroke. salah satunya pembuluh darah otak. pengaruh keluarga pada pola hidup dan paparan lingkungan. serta mikroangiopati intrakranial namun kurang pada mikroangiopati ekstrakranial. - kurang aktivitas fisik Kurang aktivitas fisik dapat juga mengurangi kelenturan fisik termasuk kelenturan pembuluh darah (embuluh darah menjadi kaku).

Kerusakan kerja jantung akan menurunkan kardiak output dan menurunkan aliran darah ke otak. atrial fibrilasi dan endokarditis.penyakit pembuluh darah kecil otak akan menyebabkan iskemik otak (91%) atau hematoma otak (72%). - Kelainan jantung / penyakit jantung Paling banyak dijumpai pada pasien post MCI. Pencegahan dan Penanggulangan • Pencegahan Primordial Dimaksudkan untuk memberikan kondisi pada masyarakat yang memungkinkan penyakit tidak mendapat dukungan dasar dari kebiasaan. gaya hidup & faktor resiko lainnya. - Diabetes mellitus (DM) Penderita DM berpotensi mengalami stroke karena 2 alasan. . • Pencegahan tingkat pertama 1. Upaya ini sangat komplek. - Dislipidemia Kelainan lipid serum berupa peninggian kolesterol total. dan penurunan High Density Lipoprotein (HDL) dianggap sebagai faktor risiko aterosklerosis. Trigliserida. yeitu terjadinya peningkatan viskositas darah sehingga memperlambat aliran darah khususnya serebral dan adanya kelainan microvaskuler sehingga berdampak juga terhadap kelainan yang terjadi pada pembuluh darah serebral. Strategi kampanye nasional yang terintegrasi dengan program pencegahan penyakit veskler lain. Low Density Lipoprotein (LDL). Ddisamping itu dapat terjadi proses embolisasi yang bersumber pada kelainan jantung dan pembuluh darah. tidak hanya merupakan upaya dari kesehatan tapi multimitra.

penyakit jantung rematik). hipertensi. penyakit vaskular aterosklerotik lainnya. dengan cara : • Pencegahan tingkat ketiga Orang yang pernah terkena stroke memiliki resiko tinggi untuk mengalaminya kembali. penyakit jantung (misalnya fibrilasi atriun. konsumsi garam berlebihan. kegemukan. diabetes melitus. misalnya : . Meliputi rehabilitasi. obat-obatan golongan amfetamin. terutama pada tahun pertama setelah stroke.2. • Menganjurkan: konsumsi gizi seimbang dan olah raga teratur • Pencegahan tingkat kedua Diagnosis dini. stres mental. alkohol. kokain dan sejenisnya Mengurangi: kolesterol dan lemak dalam makanan Mengendalikan. infark miakard akut. Memasyarakatkan gaya hidup sehat bebas stroke: • • • Menghindari : rokok.

bahwa kadar kolesterol tinggi berperan dalam mengembangkan aterosklerosis carotid. Berolahraga secara teratur. stroke kadangkala dicebut sebagai serangan otak karena adanaya persamaan biologis anatara seranagn jatung dan stroke. Kenneth H. ♠ Miliki jantung sehat Penyakit janutng. Orang dengan tingkat gula darah tinggi. Menurut analisa dari 16 penelitian di Birmingham and womens hospital di Boston. Sepertiga hingga seperempat dari jumlah orang dewasa di Amerika. bila kadar kolesterol diturunkan hingga 25 % maka dapat mengurangi resiko stroke sampai 29%. yaitu pembuluh yang memasok darah ke otak. Merokok dapat meningkatkan resiko tekanan darah tinggi dan cenderung untuk membenuk gumpalan darah . menderita tekanan darah tinggi.♠ Kendalikan tekanan darah Mempertahankan tekanan darah dibawah 140/90 dapat mengurangi resiko stroke hingga 75-85%. secara signifikan meningkatkan resiko stroke. Pengendalian diabetes adalah faktor penting untuk mengurangi resiko stroke. Penyempitan pembuluhpembuluh inilah yang dapat meningkatkan resiko sroke. ♠ Kendalikan diabetes Diabetes meningkatkan resiko stroke hingga 300%. ini adalah dua faktor yang berkaitan erat dengan sroke. yaitu bahan lemak yang tertimbun di dalam pembuluh carotid. Bahkan. ♠ Berhenti merokok Perokok memiliki resiko sroke 60 % lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak merokok. seringkali mengalami stroke yang lebih parah dan meninggalkan cacat yang menetap. ♠ Olahraga Penelitian Dr. Tekanan darah tinggi dapat ditangani secara efektif dengan banyak terapi pengobatan dan asupan makanan tertentu.cooper yang diungkapkannya dalam Antioxidant Revolution (1994) menunjukan manfaat olahraga dengan program intensitas rendah terhadap penyakit jantung koroner dan mencegah stroke. ♠ Kendalikan kadar kolesterol Para ahli berpendapat. .

selama kira-kira 30 menit per sesi latihan.bukan saja membuat jantung tetap kuat. tetapi juga meningkatkan jumlah enzim alami (superoksid dismutase.menjadi antioksidan endogen untuk mencegah eterosklerosis. III DIABETES MELITUS . olahraga dapat mengontrol berat badan dan mengendalikan stress yang bermanfaat untuk mencegah stroke. ♠ Jalan kaki Jalan kaki empat kali hingga enam kali seminggu. merupakan unsure program latihan yang baik untuk mencegah stroke. glutation peroksidase dan katalase ) yang . Selain itu.

karena itulah gejala ini disebut gejala kencing manis. Protein-protein ini mengatur respons sel T sebagai bagian normal dari respons imun. Urin penderita diabetes yang mengandung gula dalam kadar tinggi tersebut menarik bagi semut. 1997). yang akan mengakibatkan berkurangnya sekresi insulin yang dirangsang oleh glukosa. sehingga gagal mempertahankan kadar normal gula di dalam darah (Walqvist. Sebagian glukosa yang tertahan di dalam darah itu melimpah ke sistem urin untuk dibuang melalui urin.Sedangkan Mellitus berarti manis atau madu. Individu yang peka secara genetic tampaknya memberikan respons terhadap kejadian-kejadian pemicu yang diduga berupa infeksi virus. Diabetes Mellitus tipe 1 Yaitu diabetes yang dikarenakan oleh adanya destruksi sel β pankreas yang secara absolut menyebabkan defisiensi insulin. yaitu penyakit autoimun yang ditentukan secara genetic dengan gejala-gejala yang pada akhirnya menuju pada proses bertahap perusakan imunologik sel-sel yang memproduksi insulin. sehingga terjadi insulinopenia dan semua kelainan metabolik yang berkaitan dengan defisiensi insulin. fungsi limfosit T yang terganggu akan berperanan penting dalam patogenesis perusakan sel-sel pulau .Diabetes Mellitus adalah suatu keadaan yang disebabkan oleh metabolisme yang abnormal pada tubuh yang mengakibatkan kadar gula dalam darah menjadi lebih tinggi dari keadaan normal (Hiperglikemia). sel-sel β telah dirusak semuanya. Diabetes Mellitus tipe ini disebut juga Diabetes Mellitus tergantung insulin (IDDM).Kelebihan gula yang kronis di dalam darah ( Hiperglikemia) ini menjadi racun bagi tubuh. dengan memproduksi antibodi terhadap sel-sel β.Manifestasi klinis dari diabetes mellitus terjadi jika lebih dari 90% sel-sel β menjadi rusak. Jika terjadi kelainan. Pada Diabetes Mellitus dalam bentuk yang lebih berat.Diabetes adalah suatu keadaan dimana terjadi gangguan pengaturan gula darah. Jenis-jenis DM a. Bukti untuk determinan genetic dari IDDM adalah adanya kaitan dengan tipe-tipe histokompatibilitas (HLA) spesifik.Tipe dari gen histikompabilitas yang berkaitan dengan IDDM (DW3 dan DW4) adalah yang memberi kode kepada protein-protein yang berperanan penting dalam interaksi monosit-limfosit.

NIDDM ditandai dengan adanya kelainan dalam sekresi insulin maupun dalam kerja insulin. tetapi pada akhirnya sekresi insulin menurun. maka kemungkinan besar gangguan toleransi glukosa dan . Karena obesitas berkaitan dengan resistensi insulin. Pada awalnya kelihatan terdapat resistensi dari sel-sel sasaran terhadap kerja insulin. dan jumlah insulin yang beredar tidak lagi memadai untuk mempertahankan euglikemia. Diabetes Mellitus tipe 2 Yaitu diabetes yang dikarenakan oleh adanya kelainan sekresi insulin yang progresif dan adanya resistensi insulin. Kejadian pemicu yang menentukan proses otoimun pada individu yang peka secara genetik dapat berupa infeksi virus Coxsackie B4 dan gondongan. Antibodi anti sel-sel pulau langerhans juga biasanya terdapat pada awal perkembangan penyakit. Pada pasien-pasien dengan Diabetes Mellitus tak tergantung insulin (NIDDM). Ini dapat disebabkan oleh berkurangnya jumlah tempat reseptor yang responsive insulin pada membrane sel. penyakitnya mempunyai pola familial yang kuat. Akibatnya. Insulin mula-mula mengikat dirinya kepada reseptor-reseptor permukaan sel tertentu. Kadar glukosa normal dapat dipertahankan dalam waktu yang cukup lama dengan meningkatkan sekresi insulin. Obat-obat tertentu yang diketahui dapat memicu penyakit autoimun lain juga dapat memulai proses autoimun pada pasienpasien IDDM. kemudian terjadi reaksi intraselular yang meningkatkan transport glukosa menembus membrane sel. Epidemic IDDM awitan baru telah diamati pada saat-saat tertentu dalam setahun pada anggota-anggoata dari kelompok sosial yang sama.Langerhans yang ditujukan terhadap komponen antigenic tertentu dari sel β. Sekitar 80% pasien NIDDM mengalami obesitas. Penyaringan imunologil dari pemeriksaan sekresi insulin pada orang-orang dengan risiko tinggi terhadap IDDM akan memberi jalan untuk pengobatan imunosupresif dini yang dapat menunda awitan manifestasi klinis defisiensi insulin. Pada pasien-pasien dengan NIDDM terdapat kelainan dalam pengikatan insulin dengan reseptor. terjadi penggabungan abnormal antara kompleks reseptor insulin dengan sistem transport glukosa. b.

dan makrosomia. GDM ini meningkatkan morbiditas neonatus. Hal ini terjadi karena bayi dari ibu GDM mensekresi insulin lebih besar sehingga merangsang pertumbuhan bayi dan makrosomia. virus ini menyerang melalui reaksi otoimunitas yang menyebabkan hilangnya otoimun dalam sel beta. virus ini mengakibatkan destruksi atau perusakan sel. c. dan glikosuria.GDM) adalah kehamilan normal yang disertai dengan peningkatan insulin resistance (ibu hamil gagal mempertahankan euglycemia). Melalui mekanisme infeksi sitolitik dalam sel β. Frekuensi GDM kira-kira 3--5% dan para ibu tersebut meningkat risikonya untuk menjadi DM di masa mendatang. kelainan genetik pada aktivitas insulin. kegemukan. Faktor risiko GDM: riwayat keluarga DM. Konsep H-A-E • Konsep Agent *Agent Biologis (Virus dan Bakteri) Virus penyebab Diabetes Mellitus adalah Rubela. penyakit eksokrin pankreas (cystic fibrosis).diabetes mellitus yang pada akhirnya terjadi pada pasien-pasien NIDDM merupakan akibat dari obesitasnya. Diabetes mellitus gestasional Yaitu tipe diabetes yang terdiagnosa atau dialami selama masa kehamilan. polisitemia. Diabetes Mellitus akibat bakteri masih belum bisa dideteksi. ikterus. dan Human coxsackievirus B4. para ahli kesehatan menduga bakteri cukup berperan menyebabkan penyakit ini. misalnya hipoglikemia. Pengurangan berat badan seringkali dikaitkan dengan perbaikan dalam sensitivitas insulin dan pemilihan toleransi glukosa. dan akibat penggunaan obat atau bahan kimia lainnya (terapi pada penderita AIDS dan terapi setelah transplantasi organ). Mumps. Diabetes mellitus tipe lain Yaitu diabetes yang disebabkan oleh beberapa faktor lain seperti kelainan genetik pada fungsi sel β pankreas. . d. DM dan kehamilan (Gestational Diabetes Mellitus . Namun. Bisa juga.

* Musim Virus telah diduga sebagai etiologi dari IDDM. Nutrisi yang berlebihan (overnutrition) merupakan faktor resiko pertama yang diketahui menyebabkan Diabetes Mellitus.Tapi sudah membawa faktor genetik ( carriers).Tapi sudah ada abnormalitas metabolisme pada pemeriksaan laboratoris 3. pada masa ini antibodi terhadap virus tertentu meningkat. Periode klinis Fase dimana penderita sudah menunjukkan gejala-gejala dan tanda-tanda penyakit . Periode diabetes kimiawi . Riwayat Almiah Penyakit 1. Periode prediabetes .Semakin berat badan berlebih atau obesitas akibat nutrisi yang berlebihan. pyrinuron (rodentisida).Pasien masih bersifat asimptomatik ( belum timbul gejala-gejala) .Pada masa ini belum terdapat abnormalitas dari metabolism. karena pada tingkat sosial ekonomi yang tinggi mempunyai kecenderungan untuk terjadinya perubahan pola konsumsi makanan dengan kadar kolesterol tinggi. dan lemak. dan streptozoctin (produk dari sejenis jamur). semakin besar kemungkinan seseorang terjangkit Diabetes Mellitus.* Agent Kimia (Bahan Toksik atau Beracun) Bahan beracun yang mampu merusak sel β secara langsung adalah alloxan. yang mampu mempertinggi kadar gula darah. yaitu musim gugur dan semi. Bahan lain adalah sianida yang berasal dari singkong. * Agent Nutrisi Termasuk dalam kategori ini adalah karbohidrat. 2. protein. hal ini berdasarkan penemuan adanya peningkatan insidens IDDM pada musim-musim tertentu. • Konsep Environment * Sosial Ekonomi Tingkat sosial ekonomi yang rendah mempunyai resiko terkena penyakit infeksi sedangkan tingkat sosial yang tinggi mempunyai resiko terkena Diabetes Mellitus. .

Kadar glukosa darah bisa menurun drastis jika penderita menjalani diet yang terlalu ketat. dan kulit (luka yang sukar sembuh) hingga amputasi. jantung (atherosclerosis dan microangiopathy). Komplikasi kronis sering dibedakan berdasarkan bagian tubuh yang mengalami kelainan. dan penderita bisa menjadi koma. . seperti kelainan di bagian mata (katarak.DM. . Komplikasi DM dapat bersifat akut atau kronis. 2. Koma hiperosmoler non ketotik yang diakibatkan adanya dehidrasi berat. dan shock. Gejala hipoglikemia ditandai dengan munculnya rasa lapar. gemetar. Komplikasi Akut Komplikasi akut terjadi jika kadar glukosa darah seseorang meningkat atau menurun dengan tajam dalam waktu relatif singkat. Perubahan yang besar dan mendadak dapat berakibat fatal. gelisah. Komplikasi Kronis Komplikasi kronis diartikan sebagai kelainan pembuluh darah yang akhirnya bisa menyebabkan serangan jantung. pola makan yang terlalu bebas.Dalam komplikasi akut dikenal beberapa istilah sebagai berikut: 1. gatal-gatal dan bila ada luka sukar sembuh. Gejala-gejala diabetes mellitus antara lain: . Karena itu. lupa suntik insulin. hipotensi.Disertai keluhan sering kesemutan terutama jari-jari tangan. 2. Hipoglikemia yaitu keadaan seseorang dengan kadar glukosa darah di bawah nilai normal. saraf (lesi pada satu syaraf. polifagia (banyak makan). 3. 1. urogenital.Kadang berat badan turun secara drastis. berdebar-debar. autonomic neurophaty). Ketoasidosis diabetik-koma diabetik yang diartikan sebagai keadaan tubuh yang sangat kekurangan insulin dan bersifat mendadak akibat infeksi. pusing. glaucoma.Trias Poli : Polidipsi (banyak minum). gangguan fungsi ginjal. atau stres. badan lemas. dan poliuri (banyak buang air kecil) . dan diabetic retinophaty). mengeluarkan keringat. koma hiperosmoler non ketotik diartikan sebagai keadaan tubuh tanpa penimbunan lemak yang menyebabkan penderita menunjukkan pernapasan yang cepat dan dalam (kusmaul). dan gangguan. ginjal (glomerulosklerosis).

Selain itu pencegahan sekunder juga bisa dilakukan dengan pengobatan. mata. Sejak masa prasekolah hendaknya telah ditnamkan pengertian mengenai pentingnya kegiatan jasmani teratur.) sangat diperlukan dalam menunjang keberhasilan pencegahan tersier. Demikian pula pemerintah melalui semua jajaran terkait seperti Departemen Kesehatan dan Departemen Pendidikan perlu memasukkan upaya pencegahan primer DM dalam program penyuluhan dan pendidikan kesehatan. Sebagai contoh aspirin dosis rendah (80325 mg/hari) dapat diberikan secara rutin bagi penyandang diabetes yang sudah mempunyai penyulit makroangiopati. radiologi.Pencegahan tersier memerlukan pelayanan kesehatan holistik dan terintegrasi antar disiplin yang terkait. IV KANKER PAYUDARA . pola dan jenis makanan yang sehat.Pencegahan Primer Pencegahan ini dilakukan kepada kelompok yang belum mengalami kasus namun beresiko untuk menderita diabetes mellitus. 3. bedah vaskular. Pada upaya pencegahan tersier tetap dilakukan penyuluhan pada pasien dan keluarga.Pencegahan tersier Pencegahan tersier ditujukan pada kelompok penyandang diabetes yang telah mengalami penyulit dalam upaya mencegah terjadinya kecacatan lebih lanjut.Pencegahan Sekunder Pencegahan sekunder diabetes mellitus diantaranya adalah skrining. Kolaborasi yang baik antar para ahli di berbagai disiplin (jantung dan ginjal. Upaya rehabilitasi pada pasien dilakukan sedini mungkin. dan risiko merokok bagi kesehatan. podiatrist. sebelum kecacatan menetap. 2. Materi penyuluhan termasuk upaya rehabilitasi yang dapat dilakukan untuk mencapai kualitas hidup yang optimal. Masyarakat luas melalui lembaga swadaya masyarakat dan lembaga sosial lainnya harus diikutsertakan. Penyuluhan sangat penting perannya dalam upaya pencegahan primer. menjaga badan agar tidak terlalu gemuk. terutama di rumah sakit rujukan.Pengobatan pada diabetes berbeda antara DM tipe 1 dengan DM tipe 2. bedah ortopedi. dll. kadar gula darah puasa dan GIT.Pencegahan 1. rehabilitasi medis.Skrining dilakukan dengan tes urin. gizi.

Diperkirakan di AS 175. Sebanyak 350. kanker payudara menempati urutan ke dua setelah kanker leher rahim (Tjindarbumi. 1995).000 kasus kanker payudara baru yang didiagnosis setiap tahunnya. biasanya timbul pada saluran atau kelenjar susu. 44. 1995). Kejadian kanker payudara di Indonesia sebesar 11% dari seluruh kejadian kanker. 1995). tidak semua tumor merupakan kanker karena sifatnya yang tidak menyebar atau mengancam nyawa. Di Amerika Serikat. Diperkirakan pada tahun 2006 di Amerika.970 kasus kematian pada wanita dan 460 kasus kematian pada pria (Anonimc. Kumpulan besar dari jaringan yang tidak terkontrol ini disebut tumor atau benjolan. inilah yang disebut kanker payudara. lebih dari 70% penderita kanker payudara ditemukan pada stadium . disebutkan dari 150.720 kasus baru pada pria. 2000). dengan 40. Kanker leher rahim dan kanker payudara tetap menduduki tempat teratas.Ketika sejumlah sel di dalam payudara tumbuh dan berkembang dengan tidak terkendali. American Cancer Society memperkirakan kanker payudara di Amerika akan mencapai 2 juta dan 460. keganasan ini paling sering terjadi pada wanita dewasa.000 di antaranya ditemukan di negara maju. terdapat 212. Tumor yang dapat menyebar ke seluruh tubuh atau menyerang jaringan sekitar disebut kanker atau tumor ganas.000 di antaranya meninggal antara 1990-2000.920 kasus baru kanker payudara pada wanita dan 1.000 wanita didiagnosis menderita kanker payudara yang mewakili 32% dari semua kanker yang menyerang wanita. sedangkan 250.000 di negara yang sedang berkembang (Moningkey. yaitu 20% dari seluruh keganasan (Tjahjadi.000 penderita kanker payudara yang berobat ke rumah sakit. Tumor ini disebut tumor jinak. 1999). Akan tetapi. Di Indonesia. 2006). setiap jenis jaringan pada payudara dapat membentuk kanker.000 orang di antaranya meninggal setiap tahunnya (Oemiati. Selain jumlah kasus yang banyak. Perkembangan Kanker payudara sering ditemukan di seluruh dunia dengan insidens relatif tinggi. Sejak 1988 sampai 1992. Kanker payudara merupakan kanker terbanyak kedua sesudah kanker leher rahim di Indonesia (Tjindarbumi. keganasan tersering di Indonesia tidak banyak berubah. Teorinya. Bahkan. Sel-sel tersebut dapat menyerang jaringan sekitar dan menyebar ke seluruh tubuh. Dari 600.

Data dari Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan menunjukkan bahwa Case Fatality Rate (CFR) akibat kanker payudara menurut golongan penyebab sakit menunjukkan peningkatan dari tahun 1992-1993. 3. American Cancer Society merekomendasikan melakukan olahraga selama 45-60 menit 5 hari atau lebih dalam seminggu.9 menjadi 7. antibiotik dan pestisida yang membayakan kesehatan. Studi menunjukkan bahwa risiko kanker payudara meningkat seiring dengan banyaknya jumlah konsumsi alkohol. 4. terutama bagi perempuan setelah tidak haid (menopause). 2000). Merokok dikaitkan dengan sedikit peningkatan resiko kanker payudara. Bukti yang berkembang bahwa latihan dapat mengurangi resiko kanker payudara.lanjut (Moningkey. tetapi belum ada studi mengenai jenis makanan yang meningkatkan risiko tersebut. yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara. 5. Beberapa peneliti percaya bahwa makan terlalu banyak kolesterol dan lemak lainnya adalah faktor risiko untuk kanker. dan studi menunjukkan bahwa makan banyak daging merah atau daging yang diproses dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi terhadap kanker payudara. Konsumsi alkohol. Diet diduga merupakan faktor risiko untuk berbagai jenis kanker. termasuk kanker payudara. susu. . Bobot/berat badan. Diet. Jaringan lemak tubuh adalah sumber utama estrogen setelah ovarium berhenti menghasilkan hormon. Faktor Resiko Faktor risiko yang dapat dikendalikan: 1.8. Latihan/Olahraga. Alkohol dapat membatasi kemampuan hati untuk mengendalikan tingkat hormon estrogen darah yang pada gilirannya dapat meningkatkan risiko. Memiliki jaringan lemak lebih banyak berarti memiliki estrogen yang lebih tinggi. faktor pertumbuhan lainnya. dan es krim) karena mungkin saja berisi hormon. 2. Diet rendah lemak misal buah-buahan dan sayuran umumnya dianjurkan. Merokok. Kegemukan yang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara. yaitu dari 3. Adalah ide baik untuk membatasi sumber daging merah (termasuk lemak dalam keju.

apapun yang bisa kita lakukan untuk mengurangi stres dan untuk meningkatkan kenyamanan. tanpa terputus dapat meningkatkan risiko kanker payudara. menyebutkan bahwa wanita yang bekerja pada malam hari mempunyai peluang 60% terkena kanker payudara. atau menggunakan estrogen sendiri selama lebih dari 10 tahun • • Kegemukan Kebiasaan minum alcohol Nampaknya penggunaaan kontrasepsi oral/pil sedikit meningkatkan risiko untuk kanker payudara. bersenang-senang dan bahagia dapat memiliki efek yang besar pada kualitas hidup. Tidak ada bukti jelas bahwa stres dan kegelisahan dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Cahaya lampu yang kusam pada malam hari dapat menekan produksi melatonin nocturnal pada otak sehingga hormone estrogen yang diproduksi oleh ovarium meningkat.6. Padahal diketahui melatonin dapat menekan pertumbuhan sel kanker payudara. Karena hormon estrogen perempuan merangsang pertumbuhan sel payudara. Wanita adalah faktor risiko kanker payudara. Wanita yang berhenti menggunakan kontrasepsi oral lebih dari 10 tahun yang lalu tidak mempunyai peningkatan risiko kanker payudara. Pusat penelitian kanker Fired Hutchison Cancer di Seatle. sel payudara perempuan terus berubah dan berkembang. Gender/Jenis Kelamin. Penggunaan estrogen. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa praktek ini dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh. Meskipun laki-laki bisa mendapatkan kanker payudara. Kegiatan ini menempatkan mereka pada risiko lebih besar untuk kanker payudara dibandingkan pria. terpapar dengan estrogen dalam waktu yang lama. tetapi hanya terbatas untuk jangka waktu tertentu. HRT) untuk beberapa tahun atau lebih. 7. . Beberapa faktor resiko tersebut yang dapat kita kontrol. 8. terutama akibat kegiatan hormon estrogen dan progesterone. Jadi sebutlah kegiatan seperti: meditasi dan doa/ibadah dapat berharga buat kualitas hidup kita. seperti: • Menggunakan gabungan terapi hormon pengganti (estrogen dan progesterone. Namun. Wanita bekerja pada malam hari. Amerika Serikat. Faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan: 1. Stres dan kegelisahan.

. Yang menjadi 1 dari 27 atau hampir 4% pada saat seseorang berada di usia 60 tahun. Perubahan ini meliputi pertumbuhan yg terlalu cepat dari sel (disebut hyperplasia) atau penampakan yang abnormal (atipikal). 7.2. Riwayat kanker payudara dalam keluarga. 6. Perempuan kulit putih sedikit lebih tinggi untuk mendapat kanker payudara selain perempuan afro amerika. yang memproduksi substansi mirip estrogen. Setelah terapi radiasi pada daerah dada saat masih anak-anak atau dewasa muda untuk pengobatan kanker lain secara signifikan meningkatkan resiko kanker payudara. anak perempuan. Terpapar estrogen. Umumnya terjadi penurunan resiko sebesar 20 % setiap tahun bila menarche tertunda. • • Saat menopause/haid brehenti (akhir siklus bulanan) pada akhir usia (setelah 55) Terpapar estrogen lingkungan (seperti hormon dalam daging atau pestisida seperti DDT. 8. baik di payudara yang sama atau payudara lainnya. risikonya adalah 1 dalam 233. Perubahan sel payudara yang tidak biasanya ditemukan saat biopsi payudara dapat menjadi faktor risiko untuk kanker payudara. seperti: • Mulainya haid (menarke) pada usia muda (sebelum usia 12) dan siklus haid yang teratur. Jika seseorang telah didiagnosa dengan kanker payudara. Jika seseorang memiliki garis keturunan pertama (ibu. 3. Beberapa faktor risiko yang tidak di bawah kontrol. atau 0. Perubahan seluler payudara. tanpa jeda. Peningkatan risiko kelihatannya meningkat jika radiasi diberikan saat payudara masih berkembang (selama masih remaja). 4. Dari usia 30 sampai 39. meningkatkan resiko sebesar empat kali dibandingkan dengan wanita yang menarche pada umur 13 tahun atau lebih. 5. Ras. berarti seseorang tersebut memiliki resiko lebih tinggi mendapatkan kanker payudara. Usia. Riwayat pribadi kanker payudara. terpapar estrogen lebih lama.43%. Terapi radiasi pada dada. lebih tinggi daripada jika tidak pernah memiliki penyakit ini sebelumnya. Orang asia. dapat meningkatkan risiko kanker payudara. merangsang pertumbuhan sel payudara. saudara perempuan) yang memiliki kanker payudara atau ada beberapa keluarga yang terkena kanker payudara atau ovarium (terutama sebelum mereka berumur 50). maka risiko berkembang lagi. Hispanic dan non amerika memiliki resiko lebih rendah kanker payudara.

Bagi banyak perempuan menyusui sepanjang ini adalah tidak praktis dan merepotkan. umumnya berupa darah. Kehamilan dan menyusui mengurangi jumlah keseluruhan siklus haid perempuan dalam hidup dan mengurangi resiko kanker payudara. Kerutan pada kulit payudara. terutama jika mereka terus menyusui selama 1 1 / 2 sampai 2 tahun. Perhatikan setiap perubahan pada payudara menjadi bagian penting . menyusui mungkin sedikit menurunkan risiko kanker payudara. (Buku eptm) Berikut 13 tips yang dapat membantu pencegahan kanker payudara:  Kesadaran akan payudara itu sendiri Lebih dari 90% tumor payudara dideteksi oleh wanita itu sendiri. Perubahan ukuran atau bentuk payudara. e. ‘Kehamilan’ dan menyusui. b. Bagi wanita yang memiliki anak.9. ketika tumor semakin membesar. Perempuan yang mengonsumsi obat-obatan yang disebut diethylstilbesterol (DES). Namun. c. digunakan untuk mencegah keguguran dari tahun 1940-an sampai tahun 1960-an. biasanya kita tidak merasakan sakit atau tidak ada tanda-tandanya sama sekali. Perempuan yang ibunya mengonsumsi DES selama kehamilan mungkin memiliki risiko yang lebih tinggi juga terkena kanker payudara. d. Keluarnya cairan dari payudara. Perempuan yang tidak pernah hamil atau kehamilan yang pertama setelah usia 30 memiliki peningkatan risiko kanker payudara. Benjolan yang tidak hilang atau permanen. biasanya tidak sakit dan terasa keras bila disentuh atau penebalan pada kulit payudara atau di sekitar ketiak. gejala-gejala di bawah ini mungkin muncul: a. memiliki peningkatan sedikit resiko kanker payudara. Terpapar DES. Pembengkakan atau adanya tarikan pada puting susu Pencegahan dan Penanggulangan • Pencegahan primer Pada tahap ini dilakukan penyuluhan tentang kanker payudara terutama mengenai factorfaktor resiko dan bagaimana melaksanakan pola hidup sehat dengan menghindari komsumsi lemak berlebihan dengan mengkonsumsi buah dan sayur serta giat berolah raga. Gejala-gejala Pada tahap awal kanker payudara.

segera lakukan pengobatan yang tepat untuk menyelamatkan jiwa. Para peneliti menemukan wanita dengan berat 44 sampai 55 pound setelah umur 18 sebanyak 40% memiliki resiko lebih tinggi terkena kanker dibanding mereka yang berubah-ubah hanya 4 atau 5 pound semasa remajanya. . alkohol memiliki kaitan dengan kanker. semakin tinggi tingkat esrogen dalam tubuh. Jika gumpalan tersebut adalah kanker. mereka takut memiliki kanker. Hal ini karena penelitian menunjukkan bahwa semakin kurang berolahraga.  Berikan ASI pada bayi. dan rasakan saat mandi atau terlentang pada periode berbeda setiap bulan sehingga jika ada perubahan yang tidak normal dapat diketahui segera.  Olahraga secara teratur Beberapa penelitian menyarankan bahwa olahraga dapat menurunkan resiko kanker payudara.  Cari tahu apakah ada sejarah kanker payudara pada keluarga Masih perlu banyak penelitian untuk memahami secara menyeluruh semua penyebab kanker payudara.perawatan k esehatan wanita. Ini adalah hal terburuk yang mereka lakukan. Jika menemukan gumpalan.  Perhatikan konsumsi alkohol Dalam sejumlah penelitian. Para peneliti mengklaim bahwa lebih muda dan lebih lama seorang ibu memberikan ASI pada bayinya adalah semakin baik. wanita disarankan untuk breast aware? Ini berarti wanita harus tahu seperti apa payudara mereka di depan cermin. Hal ini didasari pada kenyataan bahwa alkohol meningkatkan estrogen. Saat ini.  Perhatikan berat badan Obesitas nampaknya dapat meningkatkan resiko kanker payudara. Faktor ini setidaknya sebanyak 10% dari semua kasus kanker payudara. Pemberian ASI secara berkala akan mengurangi tingkat hormon tersebut.  Jika menemukan gumpalan. Tetapi satu hal yang perlu untuk diyakini adalah faktor gen. segera konsultasi ke dokter karena ini akan membantu menenangkan pikiran. Hal ini dianggap satu dalam 500 orang membawa gen yang dapat membuat mereka diduga memiliki penyakit tersebut. Hal ini didasari pada teori bahwa kanker payudara berkaitan dengan hormon estrogen. Beberapa penelitian menunjukkan ada hubungan antara pemberian ASI dan menurunnya resiko berkembangnya kanker payudara meskipun belum ada kesepakatan yang jelas akan hal ini. segera ke dokter Penelitian menunjukkan banyak wanita menunda untuk ke dokter jika mereka menemukan gumpalan pada payudaranya.

lakukan screening payudara secara teratur Meskipun masih diperlukan banyak penelitian untuk menentukan penyebab kanker payudara. brokoli mengandung senyawa sulfuraphane yang secara ilmiah terbukti mengurangi risiko kanker. Pilihlah sayuran berwarna hijau dan oranye. satu dari faktor utama penyebab adalah faktor usia. karena Anda tidak akan mendapat manfaatnya. kudaplah dark chocolate sesekali. Kurangi makanan berlemak Ada banyak perdebatan tentang hubungan kanker payudara dengan diet. tetapi keterpaparan terus-menerus pada mammografi pada wanita yang sehat . Tetapi ada bukti bahwa gaya hidup barat tertentu nampaknya dapat meningkatkan resiko penyakit. • Pencegahan sekunder Deteksi dini merupakan bentuk pencegahan sekunder dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri dan mamografi digunakan terutama pada wanita yang mempunyai resiko tinggi. lebih baik.  Masukkan brokoli ke dalam menu harian Anda.  Jangan lupakan buah dan sayur dalam menu harian. Tahukah Anda. menurunkan tingkat stres akan menguntungkan untuk kesehatan secara menyeluruh. Konon likopen juga agen yang berfungsi memerangi kanker. Meskipun masih banyak perdebatan atas temuan ini. tidak melebihi 30 gram lemak per hari.  Minumlah teh hijau yang kaya antioksidan. Hal ini akan membantu mempertahankan diet seimbang yang juga membantu menjaga berat badan.  Setelah usia 50 tahun. termasuk resiko kanker payudara. 80% kanker payudara terjadi pada wanita berumur diatas 50 tahun. Makanlah tomat yang kaya dengan likopen. Kita menyimpan estrogen di lemak tubuh. Namun ingat jangan cokelat manis. karena secara ilmiah terbukti cokelat sebagai agen yang memerangi kanker. Disamping minum the hijau. Skrining melalui mammografi diklaim memiliki akurasi 90% dari semua penderita kanker payudara. (buku eptm). jadi lebih sedikit lemak yang kita bawa. Pertahankan asupan makanan rendah lemak. Kira-kira dalam sehari Anda hanya membutuhkan secangkir brokoli.  Belajar relaks Banyak tercatat bahwa stres dapat menyebabkan semua jenis masalah kesehatan.

survey. * Skrining tes: Skrining tes seperti mammografi tahunan-hasilnya disebut mammogramdiberikan secara rutin untuk orang-orang yang sehat dan tidak diduga mengalami kanker payudara. Foster dan Constanta menemukan bahwa kematian oleh kanker payudara lebih sedikit pada wanita yang melakukan pemeriksaan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dibandingkan yang tidak. Skrining mamografi untuk mendeteksi tumor pada payudara perlu dilakukan karena tumor membutuhkan waktu bertahuntahun untuk membesar sehingga dapat dirasakan oleh kita. Bila kanker telah jauh . sebelum terjadi kanker. maka perlu dilakukan serangkaian tes seperti status reseptor hormon pada jaringan yang terkena. Pencegahan tertier ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup penderita serta mencegah komplikasi penyakit dan meneruskan pengobatan. Tindakan pengobatan dapat berupa operasi walaupun tidak berpengaruh banyak terhadap ketahanan hidup penderita.  Pada wanita dengan faktor risiko mendapat rujukan untuk dilakukan mammografi setiap  Wanita normal mendapat rujukan mammografi setiap 2 tahun sampai mencapai usia 50 tahun. biopsi perlu dilakukan untuk mendapatkan contoh jaringan guna dilakukan tes di bawah mikroskop dan meneliti kemungkinan adanya tumor.merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kanker payudara. Walaupun sensitivitas SADARI untuk mendeteksi kanker payudara hanya 26%. skrining dengan mammografi tetap dapat dilaksanakan dengan beberapa pertimbangan antara lain:  Wanita yang sudah mencapai usia 40 tahun dianjurkan melakukan cancer risk assessement tahun. Karena itu. bila dikombinasikan dengan mammografi maka sensitivitas mendeteksi secara dini menjadi 75%. Jika benjolan bisa teraba atau kelainan terdeteksi saat mamografi. Jika terdiagnosis kanker. Tujuannya adalah untuk menemukan kanker payudara sedini mungkin sebelum gejala kanker berkembang dan biasanya lebih mudah untuk ditangani. namun dapat terdeteksi oleh mamogram. mamografi tahunan atau dua kali setahun dan USG khusus payudara disarankan untuk mendeteksi adanya kelainan pada wanita berusia lanjut dan wanita berisiko tinggi kanker payudara. • Pencegahan tersier Dilakukan penanganan yang tepat pada penderita untuk dapat mengurangi kecacatan.

dilakukan tindakan kemoterapi dengan sitostatika.bermetastasis. Pada stadium tertentu. V KANKER SERVIKS . pengobatan diberikan hanya berupa simptomatik dan dianjurkan untuk mencari pengobatan aiternatif.

Penyebab kanker serviks belum jelas diketahui namun ada beberapa faktor resiko dan predisposisi yang menonjol. dan sebagainya. Karsinoma insitu yang tumbuh didaerah ektoserviks. Data ini didapat dari penderita yang dirawat di rumah sakit. Riwayat Alamiah Penyakit Pertumbuhan sel akan kankers serviks : • o Mikroskopis Displasia  Displasia ringan terjadi pada sepertiga bagaian basal epidermis. Displasia berat terjadi pada dua pertiga epidermi hampir tidak dapat dibedakan dengan karsinoma insitu. Perkembangan Prevalensi kanker serviks di Indonesia yang terdata di rumah sakit menduduki peringkat pertama.897 penderita kanker serviks dan terus mengalami peningkatan hingga tahun 2008 tercatat 5. Pada tahun 2004 tercatat 3. jumlah perkawinan. jumlah kehamilan dan partus. penggunaan alat kontrasepsi. jadi jumlah orang yang menderita Ca serviks lebih banyak daripada penderita Ca serviks yang didata. infeksi virus. antara lain umur pertama kali melakukan hubungan seksual. o Stadium karsinoma insitu  Pada karsinoma insitu perubahan sel epitel terjadi pada seluruh lapisan epidermis menjadi karsinoma sel skuamosa.Kanker serviks adalah penyakit akibat tumor ganas pada daerah mulut rahim sebagai akibat dari adanya pertumbuhan jaringan yang tidak terkontrol dan merusak jaringan normal di sekitarnya. disamping perubahan derajat pertumbuhan sel meningkat juga sel tumor menembus membrana basalis dan invasi pada stoma sejauh tidak lebih 5 mm dari . hygiene pribadi. merokok.746 penderita. o Stadium karsinoma mikroinvasif  Pada karksinoma mikroinvasif. peralihan sel skuamosa kolumnar dan sel cadangan endoserviks.

membrana basalis. sehingga tampaknya seperti ulkus dengan jaringan yang rapuh dan mudah berdarah. tumbuh kearah vagina dan dapat mengisi setengah dari vagina tanpa infiltrasi kedalam vagina. Pertumbuhan nodul. biasanya dijumpai pada endoserviks yang lambat laun lesi berubah bentuk menjadi ulkus. berbentuk bunga kool. biasanya lesi berbentuk ulkus dan tumbuh progesif meluas ke forniks. Petumbuhan invasif muncul diarea bibir posterior atau anterior serviks dan meluas ketiga jurusan yaitu jurusan forniks posterior atau anterior. o Bentuk kelainan dalam pertumbuhan karsinoma serviks  Pertumbuhan eksofilik. • Markroskopis o Stadium preklinis  Tidak dapat dibedakan dengan servisitis kronik biasa o Stadium permulaan  Sering tampak sebagian lesi sekitar osteum externum o Stadium setengah lanjut  Telah mengenai sebagian besar atau seluruh bibir porsio o Stadium lanjut  Terjadi pengrusakan dari jaringan serviks.Host . jurusan parametrium dan korpus uteri. Konsep H-A-E 1. posterior dan anterior ke korpus uteri dan parametrium. bentuk pertumbuhan ini mudah nekrosis dan perdarahan. Pertumbuhan endofilik. biasanya tumor ini asimtomatik dan hanya ditemukan pada skrining kanker. o Stadium karsinoma invasive  Pada karsinoma invasif perubahan derajat pertumbuhan sel menonjol besar dan bentuk sel bervariasi.

Fungsi fisiologis atau faal tubuh  tumbuhnya sel-sel tidak normal pada leher rahim sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik. Genetik (hubungan keluarga). obat-obatan. 2. dll) serta unsur psikis atau genetik yang terkait dengan heriditer atau keturun. dokter-dokter menyarankan screening secara teratur (regular screening) untuk kanker leher rahim. Hal ini karena pada pria non sirkum hygiene penis tidak terawat sehingga banyak kumpulan-kumpulan sperma. arsen. perubahan hormonal dan unsur fisioloigis seperti kehamilan.Agent Yang disebabkan oleh berbagai unsur seperti unsur biologis yang dikarenakan oleh mikro organisme (virus HPV). . alcohol. dll).Factor penjamuyang biasanya menjkadi factor untuk timbulnya suatu penyakit sebagai berikut Umur . Demikian juga dengan unsur kebiasaan hidup (rokok. kanker leher rahim terjadi paling sering pada wanita-wanita berumur lebih dari 40 tahun. dan Hygiene dan sirkumsisi : Diduga adanya pengaruh mudah terjadinya kankers serviks pada wanita yang pasangannya belum disirkumsisi. Untuk wanitawanita ini. Keadaan imunitas dan respons imunitas  Sistim imun yang melemah (sistim pertahanan alamiah tubuh): Wanita-wanita dengan infeksi HIV (virus yang menyebabkan AIDS) atau yang meminum obatobat penekan sistim imun mempunyai suatu risiko yang lebih tinggi dari rata-rata mengembangkan kanker leher rahim. pestisida. unsur kimiawi yang disebabkan karena bahan dari luar tubuh maupun dari dalam tubuh sendiri (karbon monoksid. Kebiasaan hidup dan kehidupan sosial dari host sendiri  Merokok: Wanita-wanita dengan suatu infeksi HPV yang merokok mempunyai suatu risiko kanker leher rahim yang lebih tinggi daripada wanitawanita dengan infeksi HPV yang tidak merokok. persalinan. dll.yang dipicu oleh berberapa unsure yaitu unsur nutrisi karena bahan makanan yang tidak memenuhi standar gizi yang ditentukan.

penyakit infeksi (binatang. Selain itu juga yang menjadi masalah yang cukup besar adalah terjadinya urbanisasi yang berdampak pada masalah keadaan kepadatan penduduk rumah tangga. obat dan lainnya Lingkungan Sosial Ekonomi. sistem pelayanan kesehatan setempat.mikroorganisme penyebab penyakit Reservoar. Dokter-dokter dapat memeriksa untuk HPV bahkan jika tidak ada kutil-kutil atau gejala-gejala lainnya. tumbuhan). Beberapa tipe-tipe HPV dapat menyebabkan perubahanperubahan pada sel-sel leher rahim. Viris-virus ini dapat ditularkan dari orang ke orang melalui kontak seksual. (freezing) Beberapa atau pembakaran juga yang obat-obatan .3.Environtment Factor lingkungan yang mempengaruhi kejadian kanker serviks diantaranya : Lingkungan Biologis (flora & fauna). yang termasuk dalam faktor lingkungan soial ekonomi adalah sistem ekonomi yang berlaku yang mengacu pada pekerjaan sesorang dan berdampak pada penghasilan yang akan berpengaruh pada kondisi kesehatannya. Ada beberapa metode-metode perawatan. kanker. kebiasaan hidup masyarakat. dan persoalanpersoalan lain. Faktor Resiko • Human papillomaviruses (HPVs)  Infeksi HPV adalah faktor risiko utama untuk kanker leher rahim.Infeksi-infeksi HPV adalah sangat umum. Perawatan dari perubahan-perubahan sel ini dapat mencegah kanker leher rahim. (burning) bermanfaat. Vektor pembawa penyakit umbuhan & binatang sebagai sumber bahan makanan. o Tes Pap dapat mendeteksi perubahan-perubahan sel pada leher rahim yang disebabkan oleh HPV. termasuk jaringan pembekuan terinfeksi. Kebanyakan dewasa-dewasa pernah terinfeksi dengan HPV pada suatu ketika dalam kehidupannya. Perubahan-perubahan ini dapat menjurus pada kutil-kutil genital (alat kemaluan).

Kawin pada usia 20 tahun dianggap masih terlalu muda • Jumlah kehamilan dan partus  Kanker serviks terbanyak dijumpai pada wanita yang sering partus. • Merokok  Wanita-wanita dengan suatu infeksi HPV yang merokok mempunyai suatu risiko kanker leher rahim yang lebih tinggi daripada wanita-wanita dengan infeksi HPV yang tidak merokok. seorang wanita yang telah mempunyai hubungan seksual dengan seorang pria yang telah mempunyai banyak mitra-mitra seksual mungkin berisiko lebih tinggi mengembangkan kanker leher rahim. Untuk wanita-wanita ini. Pada kedua kasus-kasus. Pada golongan sosial ekonomi rendah umumnya kuantitas dan kualitas makanan kurang hal ini mempengaruhi imunitas tubuh. imunitas dan kebersihan perseorangan. risiko mengembangkan kanker leher rahim lebih tinggi karena wanita-wanita ini mempunyai risiko infeksi HPV yang lebih tinggi dari rata-rata.• Sistim imun yang melemah  Wanita-wanita dengan infeksi HIV (virus yang menyebabkan AIDS) atau yang meminum obat-obat penekan sistim imun mempunyai suatu risiko yang lebih tinggi dari rata-rata mengembangkan kanker leher rahim. • Umur pertama kali melakukan hubungan seksual  Penelitian menunjukkan bahwa semakin muda wanita melakukan hubungan seksual semakin besar mendapat kanker serviks. • Mempunyai banyak anak  Studi-studi menyarankan bahwa melahirkan banyak anak-anak dapat meningkatkan risiko kanker leher rahim diantara wanita-wanita dengan infeksi HPV. • • Umur  Kanker leher rahim terjadi paling sering pada wanita-wanita berumur lebih dari 40 tahun. Semakin sering partus semakin besar kemungkinan resiko mendapat karsinoma serviks. • Sosial Ekonomi  Karsinoma serviks banyak dijumpai pada golongan sosial ekonomi rendah mungkin faktor sosial ekonomi erat kaitannya dengan gizi. Sejarah seksual  Wanita-wanita yang telah mempunyai banyak mitra-mitra seksual mempunyai suatu risiko yang lebih tinggi dari rata-rata mengembangkan kanker leher rahim. dokter-dokter menyarankan screening secara teratur (regular screening) untuk kanker leher rahim. . Juga.

Pilihan pengobatan tergantung pada tergantung pada kondisi penderita serta tenaga dan fasilitas yang tersedia. • PENGOBATAN Ca SERVIKS Pengobatan utama karsinoma serviks adalah operasi. Ada beberapa metode-metode perawatan. Pencegahan dan Penanggulangan • PENCEGAHAN Ca SERVIKS Pemberian vaksin HPV. termasuk pembekuan (freezing) atau pembakaran (burning) jaringan yang terinfeksi. Pemeriksaan dini juga merupakan tahap perventif. Melalui vaksinasi semakin besar kesempatan disembuhkannya penyakit ini dan semakin besar kemungkinan untuk menekan angka kasus kanker serviks yang mengancam kaum perempuan. Vaksinasi merupakan metode deteksi dini sebagai upaya mencegah kanker serviks. segera hubungi dokter anda untu membantu pencegahan kanker serviks. radioterapi dan kemoterapi atau gabungan ketiganya tergantung pada luas dan stadium penyakit. Langkah ini dapat membantu memberikan perlindungan terhadap beberapa tipe HPV yang dapat menyebabkan masalah dan komplikasi seperti kanker serviks dan genital warts. Perawatan dari perubahanperubahan sel ini dapat mencegah kanker leher rahim.• Hygiene dan sirkumsisi  Diduga adanya pengaruh mudah terjadinya kankers serviks pada wanita yang pasangannya belum disirkumsisi. hal ini dapat sebagai pencetus terbentuknya kanker serviks. karena tingkat imunisasi tubuh serta pertumbuhan dan reproduksi sel di area serviks masih sangat baik. • AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim)  Pemakaian AKDR akan berpengaruh terhadap serviks yaitu bermula dari adanya erosi diserviks yang kemudian menjadi infeksi yang berupa radang yang terus menerus. Vaksin ini sebaiknya diberikan pada perempuan muda sedini mungkin. . Untuk itu. Pada karsinoma serviks stadium lanjut kemoterapi dan radioterapi merupakan pengobatan yang utama. tes pap dapat mendeteksi perubahan- perubahan sel pada leher rahim yang disebabkan oleh HPV. Hal ini karena pada pria non sirkum hygiene penis tidak terawat sehingga banyak kumpulan-kumpulan sperma.

o Kemoterapi  Kemoterapi merupakan pengobatan yang bersifat adjuvant atau paliatif. . Tujuan pengobatan kuratif ialah mematikan sel-sel ganas pada serviks uteri dan yang menjalar pada jaringan parametrium serta kelenjar getah bening pelvis dengan tetap mempertahankan keutuhan jaringan sehat disekitarnya. Thigpen dkk (1981). Jobson dkk (1984) melaporkan bahwa kemoterapi kombinasi akan menambah perbaikan respon dalam kemoterapi hal ini dibandingkan Cisplatin saja. pemakaian kemoterapi tunggal Penggunaan Cisplatin yang dikombinasi dengan obat kemoterapi lainnya akan memberikan perbaikan respon sebesar 30-50%. Vogh dkk (1980) melaporkan adanya respon perbaikan sebesar 77% dengan kombinasi pemakaian Mitomycin-C. o Radioterapi  Radioterapi pada karsinoma serviks dibedakan atas tujuan kuratif dan paliatif. Bonomi dkk (1985) melaporkan mengenai penggunaan kemoterapi tunggal pada karsinoma serviks yang rekuren dimana didapatkan adanya respon perbaikan sebesar kira-kira 30% (dikutip dari Moris M). Obat-obatan sitostatika bekerja pada salah satu atau beberapa fase dari siklus sel sehingga memerlukan pengobatan yang berulang.o Operasi  Histerektomi total pada stadium 1A1 dan 1A2 bila fungsi organ tidak diperlukan lagi sekaligus pengangkatan puncak vagina. Sel yang aktif membelah dengan fraksi pertumbuhan besar akan lebih sensitif terhadap obat-obatan sitostatika daripada tumor dengan fraksi pertumbuhan yang kecil. Vincristin. Carlson dkk (1984). Sedangkan Belinson dkk (1989). Histerektomi radikal limfadenektomi pelvik bilateral dilakukan pada stadium 1B dan IIA. Bleomycin dan Cisplatin.

oleh karena dalam rokok terdapat kurang lebih dari 4. menimbulkan penyempitan pembuluh darah tepi dan menyebabkan . penyakit darah. yang dapat mengakibatkan berbagai penyakit antara lain kanker. impotensi.000 (empat ribu) zat kimia antara lain nikotin yang bersifat adiktif dan tar yang bersifat karsinogenik. penyakit jantung. meningkatkan tekanan darah.VI EPIDEMIOLOGI MEROKOK Rokok merupakan salah satu zat adiktif yang bila digunakan dapat mengakibatkan bahaya kesehatan bagi individu dan masyarakat. meracuni syaraf tubuh. dan gangguan kehamilan. bronchitis kronik. Beberapa Kandungan Rokok Nikotin Zat yang paling sering dibicarakan dan diteliti orang. emfisema.

Sebungkus rokok (isi 20 batang) yang habis diisap dalam satu hari menghasilkan 10 ug. Bisa dibayangkan bila seorang perokok berat menghisap rata-rata 2 bungkus roko per hari. Jadilah hemoglobin bergandengan dengan gas CO. Pengendapan ini bervariasi antara 3-40mg per batang rokok. tapi karena gas CO lebih kuat dari pada oksigen maka gas CO ini merebut tempatnya disisi hemoglobin. sementara kadar tar dalam rokok berkisar 24-45 mg.948 orang meninggal setiap tahun .5 ug. Setelah dingin akan menjadi padat dan membentuk endapan berwarna coklat pada permukaan gigi. Tar adalah kumpulan dari beribu-ribu bahan kimia dalam komponen padat asap rokok dan bersifat karsinogen. Selain itu. tidak saja terhadap kualitas kesehatan. saluran pernafasan dan paru-paru. Gas karbonmonoksida (CO) memiliki kecenderungan yang kuat untuk berikatan dengan hemoglobin dalam sel-sel darah merah. Tingginya konsumsi merokok dipercaya bakal menimbulkan implikasi negatif yang sangat luas.ketagihan dan ketergantungan pada pemakainya.1% dan jumlah perokok mencapai 70% penduduk Indonesia. survei demografi Universitas Indonesia mencatat 427. Kadar gas CO dalam darah bukan perokok kurang dari 1 persen. Timah hitam (Pb) yang dihasilkan sebatang rokok sebanyak 0. di indonesia sendiri. Sementara dalam darah perokok mencapai 4-15 persen. Perkembangan Kejadian Merokok Dalam sepuluh tahun terakhir. survey WHO menemukan lima juta orang meninggal setiap tahun karena penyakit degeneratif akibat rokok. Seharusnya hemoglobin ini berikatan dengan oksigen yang sangat penting untuk pernapasan sel-sel tubuh. Yang lebih menyedihkan lagi. konsumsi rokok di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 44. seperti kangker paru dan jantung koroner. tetapi juga menyangkut kehidupan sosial dan ekonomi. Pada saat rokok dihisap tar masuk ke dalam rongga mulut sebagai uap padat. 60% di antara perokok adalah kelompok berpenghasilan rendah (Susenas 1995 dan 2001). berapa banyak zat berbahaya ini masuk kedalam tubuh. Sementara ambang batas timah hitam yang masuk ke dalam tubuh adalah 20 ug per hari. Kadar nikotin 4-6 mg yang diisap oleh orang dewasa setiap hari sudah bisa menimbulkan ketagihan.

3%. setiap orang yang memproduksi dan atau memasukkan rokok ke .4% dan thailand 39.Selain itu. Menurut tingkat pendididkan. tak heran bila 69% pria di indonesia adalah perokok aktif. seperti tiongkok yang 53. dan rusia 258 miliar batang. Indonesia berada pada posisi kelima dunia dengan konsumsi 208 miliar batang per tahun. Perokok cenderung merokok lebih banyak karena sistem saraf mereka beradaptasi terhadap nikotin. jepang dengan 328 miliar batang.634 triliun batang.4%. Persentase penduduk yang merokok setiap hari yang nilainya cukup tinggi adalah pada kelompok usia (25-64 tahun) dengan rentang antara 29% sampai 32%. di samping itu hampir separuh penduduk laki-laki yang merokok setiap hari (45. tingginya konsumsi rokok suatu negara berbanding lurus dengan tingkat kematian warganya. Problem kesehatan ini nantinya akan juga akan terjadi pada anak Indonesia korban perokok pasif.akibat penyakit yang dipicu konsumsi rokok. secara jelas menyatakan pengamanan penggunaan bahan yang mengandung zat adiktif ( yang meliputi tembakau & produk yang mengandung tembakau ) harus memenuhi standar dan/atau persyaratan yang ditetapkan. angkat itu tertinggi di asia. amerika dengan 451 miliar batang. meningkatnya jumlah perokok di kalangan anak-anak dan kaum muda Indonesia karena dipengaruhi iklan rokok. india 29. Alasan Berperilaku Merokok Menurut Menkes. Pencegahan dan Penanggulangan Pemerintah saat ini sedang membahas Rancangan PP tentang Pengamanan Produk Tembakau sebagai Zat Adiktif bagi Kesehatan yang saat ini pembahasan baru rancangan awal dan pembahasan selanjutnya akan dikoordinasikan oleh Kemenko Kesra. indonesia hanya kalah dari negara-negara kaya seperti tiongkok yang melahap 1.8%). Ia bertindak seperti semacam depresi dengan menghalangi aliran informasi antara sel-sel saraf. Dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. persentase tertinggi penduduk yang merokok setiap hari adalah pada penduduk tamat SLTA. Selain itu. promosi dan sponsor rokok yang sangat gencar. Dengan tingkat konsumsi tersebut. masyarakat yang tadinya hanya coba-coba merokok akan sulit dihentikan Karena nikotin menyebabkan perasaan menyenangkan yang membuat perokok ingin merokok lebih banyak.

mencakup aspek yang berkaitan dengan ukuran dan jenis peringatan kesehatan. LSM pemerhati masalah tembakau dan media massa. pemerintah mempersiapkan Rancangan Undang Undang (RUU) tentang Pengesahan FCTC (Framework Convention on Tobacco Control) Tujuan FCTC adalah melindungi generasi sekarang dan mendatang terhadap kerusakan kesehatan. Selain itu pada tahun 2009 . pengujian kadar tar dan nikotin. Siswa SMA dan SMK beserta para guru. 81 tahun 1999 tentang Pengamanan Rokok Bagi Kesehatan. • 2.19 Tahun 2003 tentang Pengamanan Rokok Bagi Kesehatan. Selain itu.wilayah Indonesia wajib mencantumkan peringatan kesehatan. Depkes. PP No. para petugas kesehatan. peran serta masyarakat dan kawasan bebas asap rokok. adalah peraturan perundang-undangan untuk membantu pelaksanaan upaya pengandalian tembakau. 38 Tahun 2000 tentang Pengamanan Rokok Bagi Kesehatan. media massa. pembatasan waktu bagi iklan rokok di media elektronik. • 3. organisasi keagamaan. Pasal di dalamnya mengatur iklan rokok. organisasi internasional. diadakan pertemuan yaitu Temu karya yang diikuti sekitar 600 orang dari berbagai unsur yaitu Depdiknas. Aturan yang sudah ada • 1. tergantung jenis industrinya. PP No. 38 Tahun 2000. penyampaina kepada masyarakat tentang isi produk tembakau. PGRI. pembatasan kadar tar dan nikotin. pengaturan otoritas. . 81 Tahun 1999. para pendidik dan generasi muda untuk bersama-sama melindungi masyarakat dari bahaya rokok. mahasiswa Universitas Negeri dan Swasta dan BEM se Jabodetabek. merupakan peraturan pemerintah pengganti PP No. Tujuan pertemuan adalah untuk meningkatkan keterlibatan tokoh masyarakat. dan berkaitan dengan iklan rokok serta memperpanjang batas waktu bagi industri rokok untuk mengikuti peraturan baru ini menjadi 5 -7 tahun setelah dinyatakan berlaku. PP No. konsekuensi sosial. peringatan kesehatan. FCTC adalah konvensi atau treaty yaitu bentuk hukum internasional dalam mengendalikan masalah tembakau/rokok yang mempunyai kekuatan mengikat secara hukum bagi negara-negara yang meratifikasinya. sanksi dan hukuman. Dalam UU itu juga mengatur tentang Kawasan Tanpa Rokok guna melindungi masyarakat dari bahaya asap rokok. lingkungan dan ekonomi karena konsumsi tembakau dan paparan asap tembakau.81 Tahun 1999 dan PP No. merupakan revisi dari PP No.

luka atau kematian. “A motor-vehicle traffic accident” adalah setiap kecelakaan kendaraan bermotor di jalan raya. adalah setiap kecelakaan yang . mengakibatkan korban manusia atau kerugian harta benda. dan selalu mengakibatkan kerusakan pada benda. Kecelakaan lalu lintas adalah suatu peristiwa di jalan melibatkan kendaraan atau pemakai jalan lainnya.VII KECELAKAAN LALU LINTAS Kecelakaan adalah serangkaian peristiwa dari kejadian-kejadian yang tidak terduga sebelumnya. “Non motor-vehicle traffic accident”. Kecelakaan lalu lintas dibagi atas “A motor-vehicle traffic accident” dan “Non motorvehicle traffic accident”.

000 nyawa melayang di jalan raya.Setiap tahunnya rata-rata 30. Bila masalah kecelakaan di jalan tidak diperhatikan dengan sungguh-sungguh. Sementara Data Dinas Kesehatan Jawa Timur.5 juta jiwa manusia di dunia terenggut tiap tahunnya akibat kecelakaan dan kekerasan. Lebih dari 3. Sehingga kecelakaan di jalan menjadi penyebab utama kesakitan dan kecacatan. maka dikawatirkan pada tahun 2020 nanti.368 kasus. Direktorat Lalu Lintas Markas Besar Kepolisian RI mencatat sejak 13 sampai 22 September jumlah kecelakaan mencapai 893 kasus.terjadi di jalan raya. menyebutkan di seluruh dunia sekitar 140. dan 50 lainnya luka ringan (profil kesehatan 2006). Dengan angka setinggi itu. Indonesia duduk di peringkat ke-3 negara di ASEAN yang jumlah kecelakaan lalu lintasnya paling tinggi. Sedangkan luka berat 405 orang dan luka ringan 839 orang.Sementara itu Koordinator PBB untuk Indonesia Bo Asplund. Perkembangan Kejadian Kecelakaan Lalu Lintas Sekitar 3. sepanjang tahun 2006. dengan kendaraan yang bukan kendaraan bermotor.000 orang mengalami kecacatan seumur hidup.000 orang mengalami kecelakaan di jalan setiap harinya. jumlah korban yang meninggal atau mengalami kecacatan setiap harinya mencapai lebih dari 60% di seluruh dunia. di Surabaya tercatat 208 jumlah kejadian kecelakaan dengan korban 116 orang tewas. Faktor Resiko . yang melibatkan pemakai jalan untuk transportasi atau untuk mengadakan perjalanan.000 orang meninggal akibat kecelakaan di jalan dan sekitar 15. Angka kecelakaan lalu lintas secara nasional dalam bulan September 2009 masih cukup tinggi.379 orang. Sebanyak 2 juta diantaranya adalah kecelakaan di jalan raya. 59 luka berat. Korban meninggal 633 jiwa dan luka berat 797 orang serta luka ringan 1. Ini angka yang luar biasa sehingga kecelakaan bisa digolongkan sebagai pembunuh nomor 3 di Indonesia. Di Indonesia jumlah kecelakaan ini meningkat dari tahun ke tahun. Jumlah korban yang tewas masih cukup tinggi dibandingkan data kecelakaan pada Operasi Ketupat Jaya pada 2008. Korban meninggal mencapai 312 jiwa. Saat itu jumlah kecelakaan mencapai 1.

a. Faktor manusia Faktor manusia meliputi pejalan kaki, penumpang sampai pengemudi. Faktor manusia ini menyangkut masalah disiplin berlalu lintas

• Faktor pengemudi Faktor tersebut dianggap sebagai salah satu faktor utama yang menentukan KLL. Faktor pengemudi ditemukan memberikan kontribusi 75-80% terhadap KLL. Faktor manusia yang berada di belakang kemudi ini memegang peranan penting. Karakteristik pengemudi berkaitan erat dengan: oKeterampilan mengemudi oGangguan kesehatan (mabuk, ngantuk, letih) oSurat Izin Mengemudi (SIM): tidak semua pengemudi punya SIM. Jika ada ‘tilang’, maka tidak jarang alasan tilang berhubungan dengan ketidaklengkapan administrasi, termasuk izin mengemudi. • Faktor penumpang Misalnya jumlah muatan (baik penumpangnya maupun barangnya) yang berlebih. Secara psikologis ada juga kemungkinan penumpang mengganggu pengemudi. • Faktor pemakai jalan Pemakai jalan di Indonesia baukan saja terdiri dari kendaraan. Di sana ada pejalan kaki atau pengendara sepeda. Selain itu, jalan raya dapat menjadi tempat numpang pedagang kaki lima, peminta-minta, dan semacamnya. Hal ini membuat semakin semrawutnya keadaan di jalanan. Jalan umum juga dipakai sebagai sarana parkir. Tidak jarang terjadi, mobil terparkir mendapat tabrakan. b. Faktor kendaraan Jalan raya dipenuhi dengan berbagai jenis kendaraan, berupa: • Kendaraan tidak bermotor: sepeda, becak, gerobak, bendi/delman. • Kendaraan bermotor: sepeda motor, roda tiga/bemo, oplet, sedan, bus, truk gandengan.

c. Faktor jalanan Dilihat dari keadaan fisik jalanan, rambu-rambu jalanan. • Kebaikan jalan Antara lain dilihat dari ketersediaan rambu-rambu lalu lintas. • Sarana jalanan oPanjang jalan yang tersedia dengan jumlah kendaraan yang ada di jalan tersebut. Di kotakota besar tampak kemacetan terjadi di mana-mana, memancing terjadinya kecelakaan. Dan sebaliknya, jalan raya yang mulus memancing pengemudi untuk ‘balap’, juga memancing kecelakaan. oKeadaan fisik jalanan: pengerjaan jalanan atau jalan yang kondisi fisiknya kurang memadai, misalnya lubang-lubang dapat menjadi pemicu terjadi kecelakaan. Keadaan jalan yang berkaitan dengan kemungkinan KLL berupa:  Struktur: datar/ mendaki/ menurun, lurus/ berkelok-kelok.  Kondisi: baik/ berlubang-lubang.  Luas: lorong, jalan tol.  Status: jalan desa, jalan provinsi/negara. d. Faktor lingkungan (cuaca, geografi) Dapat diduga dengan adanya kabut, hujan, jalan licin akan membawa risiko kecelakaan lalu lintas. e. Faktor lainnya Secara khusus faktor-faktor pengemudi yang pernah diteliti (antara lain oleh Boediharto dan kawan-kawan) adalah: • Perilaku mengemudi: ngebut, tidak disiplin/melanggar rambu. • Kecakapan mengemudi: pengemudi baru/belum berpengalaman melalui jalanan/rute. • Mengantuk pada waktu mengemudi. • Mabuk pada waktu mengemudi. • Umur pengemudi 20 tahun atau kurang. • Umur pengemudi 55 tahun atau lebih

Pencegahan dan Penanggulangan Dari definisinya saja, bisa kita bayangkan bahwa pendekatan ini adalah langkah kegiatan untuk mencegah kecelakaan lalu lintas. Kegiatan-kegiatan tersebut lebih banyak melibatkan peran aktif Dinas Perhubungan dan pihak Kepolisian serta tentu saja masyarakat. Kegiatan apa saja yang bisa dilakukan, antara lain ; Memasang rambu lalu lintas –rambu peringatan, larangan, perintah dan petunjuk- pada semua tempat yang membutuhkan dengan warna yang jelas dan terang serta mudah dimengerti. Mengatur, mengawasi dan menertibkan alur lalu lintas dan angkutan. Melakukan pemantauan dan pembinaan terhadap kelayakan angkutan lalu lintas dengan memperhatikan kelengkapan dan umur kendaraan. Sementara pihak kepolisian mengingkatkan disiplin pemakain jalan dengan cara memperketat pengawasan bagi pelanggar. Tak kalah pentingnya, membuat pengaturan jalan yang lebih manusiawi dan aman, Langkah ini bisa ditempuh sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomer KM 14 Tahun 2006 tentang Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan. Dalam hal ini peranan Dinas perhubungan sangat vital untuk menekan angka kecelakaan jalan raya Pembenahan dan pemeliharaan jalan yang rawan kecelakaan. Salah satu sebab utama terjadinya kecelakaan lalu lintas adalah kondisi jalan raya yang buruk, mulai dari jalan berlubang, bergelombang dan jalan yang menyempit. Untuk itu diperlukan upaya yang serius dari pihak terkait –Pemkab dan Pemprov– untuk membenahi jalan yang rusak dan kurang layak. Selain itu, pemeliharaan jalan harus terus dilakukan agar jalan lebih aman dan nyaman buat para pengguna jalan raya.

Pendekatan Promotif

Kegiatan ini untuk memajukan dan meningkatkan pengetahuan masyarakat. Salah satunya dengan cara kampanye safety riding dan responsible riding bagi para pengguna jalan raya. Kampanye seperti ini sekarang lagi marak di beberepa kota seperti di Surabaya. Tujuan dari kampanye ini adalah meningkatkan kesadaran pengguna jalan raya untuk lebih memahami dan mematuhi peraturan lalu lintas. Pelaksana kampanye ini tentu saja dipelopori oleh pihak kepolisian dengan dukungan dari kalangan swasta dan masyarakat, yang turut membantu sebagai

penyandang dana. Kampanye ini terbukti cukup efektif untuk mengurangi angka kecelakaan sebagaimana sudah dibuktikan dibeberapa jalan di Surabaya. Pelaksanaan kampanye dilakukan secara lebih berkesinambungan dengan mengangkat tematema yang variatif, atraktif dan komunikatif agar menggugah perhatian para pengguna jalan raya. Sebagai ilustrasi kampanye sejenis di Surabaya, sepanjang jalan dipasang informasi berupa spanduk dan tulisan yang menggugah kesadaran pengguna jalan, ada kuis undian buat pengguna jalan yang diundi tiap minggunya, pemberian souvenir yang menarik, dll. Tentu saja, kampanye semacam ini ditindaklanjuti dengan penegakan aturan lalu lintas bagi para pengguna jalan raya yang melanggar dan tidak dilakukan secara sporadis saja. Selain kedua hal tersebut, dapat dilakukan cuga pencegahan sebagai berikut:  Pembinaan pengemudi. Penyuluhan kepada pengemudi angkutan umum, pemilihan awak kendaraan umum teladan yang dilaksanakan tiap tahun tetap dilanjutkan. Namun prioritas pembinaan sekarang mulai diarahkan kepada pengemudi kendaraan pribadi dan sepeda motor, dibarengi dengan seleksi pemberian SIM yang ketat.  Pendidikan dan pengawasan kepada sekolah mengemudi. Banyaknya sekolah mengemudi ternyata belum mencerminkan tingkat kesadaran pengemudi untuk mematuhi aturan lalulintas. Permasalahannya adalah sekolah mengemudi tersebut hanya mengajarkan cara menyetir kendaraan dan tidak memberikan pendidikan tentang dampak dan kerugian yang ditimbulkan karena pengemudi yang tidak disiplin. Bahkan seringkali sekolah mengemudi memberikan kemudahan untuk membuat SIM, yang pada akhirnya ini seringkali dimanfaatkan oleh calon pengemudi untuk mendapat kemudahan tersebut tanpa mempertimbangkan kemampuan mengemudinya. Demi terciptanya lalulintas yang lancar dan bertanggung jawab, ekses-ekses negatif ini sebaiknya segera ditertibkan.  Peningkatan prasarana dan fasilitas lalu lintas jalan

Pemerintah Daerah harus tetap mencari akal untuk menyelesaikan masalah ini. Kemitraan global • Pendekatan Kuratif Pemberian pertolongan dan pengobatan baik langsung maupun tidak langsung pada korban kecelakaan lalu lintas. Salah satunya dengan penyuluhan kepada masyarakat sekitar jalan raya dan mereka yang senantiasa berkecimpung di sekitar jalan raya (tukang ojek. dll) tentang bagaimana menangani korban kecelakaan lalu lintas. karena itu pendekatan kepada mereka juga perlu dilakukan. kecelakaan lalu lintas dapat dicegah dengan: a. Hal ini sangat memprihatinkan karena jumlah pendududk dan kendaraan meningkat sangat pesat. laboratorium dan radiologi yang stand by 24 jam. Penegakan hukum d. . Pihak yang pertama mengetahui terjadinya kecelakaan lalu lintas adalah para masyarakat sekitar tersebut. Salah satunya dengan ketersediaan pelayanan kesehatan yang layak dan mampu memberi pelayanan dengan cepat terhadap para korban kecelakaan lalu lintas.22 tahun 2009 bagian kesatu pasal 226. misalnya dengan cara bekerja sama dengan pengusaha pusat perbelanjaan untuk menyediakan fasilitas yang dibutuhkan. Karena pada akhirnya upaya peningkatan kelancaran dan keselamatan lalu lintas tersebeut dapat meningkatkan kemajuan usaha mereka. Pemberdayaan masyarakat c. Hal lain yang perlu dilakukan dengan pendekatan partisipasi masyarakat. Partsipasi dari para pemangku kepentingan b. Dengan segala keterbatasan dana yang ada. sopir angkot.Data dari Dinas Bina Marga menunjukan bahwa tidak ada penambahan panjang jalan dalam tiga tahun terakhir. tukang becak. Menurut undang-undang lalu lintas no. diperkuat dengan layanan penunjang seperti instalasi ambulance. Keberadaan layanan IRD 24 jam yang dilengkapi dengan tenaga dokter jaga dan perawat. Kebutuhan layanan penunjang yang lengkap sangat menunjang/membantu penangangan korban kecelakaan dengan cepat.

mematuhi aturan lalu lintas dan selalu ingat keluarga di rumah menanti agar kita kembali dengan selamat. keberadaan kamar operasi yang mendukung layanan lebih lanjut dari IRD juga sangat diperlukan. Sebagai bentuk ikhtiar tidak ada salahnya kita lebih berhati-hati. memerlukan dukungan kerjasama yang sinergis antara masyarakat.Selain itu. sehingga korban dapat dirujuk ke tempat layanan kesehatan yang lebih mampu dengan fasilitas sarana dan tenaga lebih lengkap. Dan pada intinya kembali kepada kesadaran setiap individu pengguna jalan raya untuk lebih waspada dan berhati-hati selama perjalanan. Semoga dengan langkah-langkah sebagaimana disampaikan diatas. Kita mesti ingat. Selama ini pendekatan ini belum banyak tersentuh. Masing-masing instansi pelayanan kesehatan memahami kemampuan layanan mereka. • Pendekatan Rehabilitatif Adalah kegiatan pemberian pelayanan untuk mengurangi kecacatan akibat kecelakaan lalu lintas. VIII KESEHATAN DARURAT . Dan tak kalah pentingnya adalah jalur rujukan antar instansi pelayanan kesehatan yang ada berjalan dengan baik. Di RS ada layanan rehabilitasi medis guna pemulihan dan minimalisasi kecacatan pasien Dari semua langkah-langkah diatas. Percuma saja langkah-langkah diatas dioptimalkan tapi kelakuan pengguna jalan raya sembrono dan ugal-ugalan. kita dapat meminimalkan resiko terjadinya kecelakaan lalu lintas. bila kita ingin merubah suatu keadaan –salah satunya meminimalkan kasus kecelakaan– adalah diawali dari masing-masing individu sebagai subyek pelaku. pihak aparat maupun dri institusi kesehatan.

Sementara. dan lain sebagainya. Di dunia ini.bencana non-alam.Contohnya adalah banjir.Bencana merupakan istilah yang sering kita dengar dan tidak asing lagi di telinga masyarakat kita. yaitu bencana alam .Selain manusia yang menjadi korban. pakaian. bencana non-alam merupakan kejadian-kejadian yang bukan berasal dari alam dan biasanya diakibatkan oleh perbuatan manusia yang dapat menimbulakn korban dan masalah kesehatan masyarakat. dan lain sebagianya. berbagai bentuk ledakan. kematian atau cidera serta gangguan terhadap kesehatan manusia. tidak pernah terpikirkan sebelumnya dan akibatnya sangat mengerikan. Bencana adalah suatu kejadian yang mengganggu pola kegiatan hidup seharihari. dan lain-lain yang bisa terjadi dari tangan manusia. Kata bencana juga memberikan pengertian adanya korban jiwa. makanan. dan bencana sosial.Contoh dari bencana seperti ini diantaranya adalah perang sipil.Bencana alam dalam hal ini adalah segala bentuk kejadian alam yang mengganggu kessehatan masyarakat. konflik bersenjata. Kata bencana juga sangat berkaitan erat dengan perlunya penyediaan penampungan. gunung meletus. kecelakaan kimiawi seperti kebocoran nulklir. obat-obatan bagi masyarakat yang terlanda bencana.Bencana alam sendiri dibedakan menjadi 2.Contohnya adalah gempa bumi. juga kemungkinan terjadinya kehilangan harta benda. bencana terbagi menjadi 3 kategori . tanah longsor. yang pertama adalah bencana alam yang terjadi secara alamiah dan biasanya bencana seperti ini tidak bisa dihindari. Gangguan tersebut umumnya datang secara mendadak. Perkembangan Bencana .Dan yang kedua adalah bencana alam yang terjadi akibat ada campur tangan ulah manusia didalamnya. kerusakan bangunan serta fasilitas layanan masyarakat seperti putusnya aliran listrik dan rusaknya jaringan komunikasi. angin topan.

2010.Sekitar 78 orang tewas dan menimbulkan peringatan tsunami Sementara itu perkembangan bencana di Indonesia diurai pada bagian berikut ini.2%) dan tanah longsor 79 kali kejadian (18. 1989 Perang dunia I Perang dunia II Bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.Pada tahun 2008 telah terjadi 420 kali kejadian bencana yang terdiri dari 11 jenis bencana.000 orang tewas Gempa Chile.4000 ribu orang tewas Hurricane Hugo. 17 Januari 1995 berkekuatan 7.Jepang. Bencana yang paling sering terjadi adalah banjir. 2010. . Selanjutnya berturut-turut bencana angin siklon tropis 81 kali kejadian (19.7% dari total kejadian. bencana nonalam dan bencana sosial yang melanda dunia: Gempa Kobe.1945 Kebocoran reaktor nuklir di Chernobyl. Untuk lebih jelasnya frekuensi kejadian bencana menurut jenis bencana di Indonesia selama tahun 2008 dapat dilihat pada tabel 1 berikut ini.8%).Berikut adalah catatan beberapa kejadian bencana baik bencana alam .Diperkirakan lebih dari 200. Ukraina Perang sipil di Somalia Badai Katarina yang melnda Amerika Gempa dan Tsunami 2004 Gempa Haiti. yaitu tercatat ada 192 kali kejadian atau 45.25 SR.

sedangkan jumlah pengungsi sebesar 348. Tabel 2 Jumlah Korban dan Pengungsi Akibat Bencana di Indonesia .2.6 % 5.2 % 45.7 % 100 % Konflik Sosial letusan gunung berapi Kegagalan teknologi Gelombang Pasang Gempa Bumi Banjir disertai Longsor Banjir Bandang Tanah Longsor Angin Siklon Tropis Banjir JUMLAH Sumber : Depkes RI Bila kejadian bencana dilihat per bulan selama tahun 2008 menurut jenis bencana maka akan tampak bahwa di Indonesia setiap bulan selalu ada kejadian bencana banjir dan tanah longsor.692 orang.2 % 0. Jumlah korban keseluruhan akibat bencana untuk sepanjang tahun 2008 adalah 71.8 % 19. hilang dan luka-luka serta mengakibatkan pula adanya sejumlah penduduk yang mengungsi ke daerah yang relatif lebih aman. Untuk jelasnya dapat dilihat pada tabel 2 berikut ini.9 % 2.7 % 1. Selain itu setiap bulannya juga tampak bahwa bencana banjir merupakan yang paling sering terjadi.Tabel 1 Frekensi Bencana Menurut Jenis Bencana di Indonesia Tahun 2008 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 JENIS BENCANA Ledakan Bom FREKUENSI 1 3 4 8 10 11 11 21 79 81 192 420 PERSENTASE 0.Gambaran Korban dan Pengungsi Salah satu dampak akibat terjadinya bencana adalah jatuhnya korban manusia baik meninggal. 2.0 % 1.6 % 2.0 % 18.562 orang.3 % 2.

Sedangkan yang diakibatkan oleh kejadian bencana banjir 58 orang atau 21.010 19 348.9% dari total korban meninggal.3 % 15. Tabel 3 Jumlah Korban Meninggal Menurut Jenis Bencana di Indonesia Tahun 2008 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 JENIS BENCANA Letusan Gunung Berapi Konflik Sosial Ledakan Bom Gelombang Pasang Kegagalan Teknologi Gempa Bumi Angin Siklon Tropis Banjir Disertai Longsor Banjir Bandang Banjir Tanah Longsor KORBAN MENINGGAL 0 1 2 5 14 14 16 17 42 58 103 PERSENTASE 0% 0.4% dari total korban meninggal.9 % 6.2 % 5.1.8 % 5.7 % 1.2. Selain itu diketahui pula bahwa tidak ada satupun korban meninggal yang disebabkan oleh letusan gunung api.Tahun 2008 NO KORBAN DAN PENGUNGSI 1 Meninggal 2 Luka Berat/Rawat Inap 3 Luka Ringan/Rawat Jalan 4 Hilang 5 Pengungsi Sumber : Depkes RI JUMLAH 272 391 71.3 % 37.562 2.4 % 0.2 % 5.9 % .4 % 21.3% dari total korban meninggal dan banjir bandang 42 orang atau 15.Korban Meninggal dan Hilang Pada tabel 3 dijelaskan korban meninggal untuk tahun 2008 paling banyak diakibatkan oleh bencana tanah longsor yaitu 103 orang atau 37.

3 % 5. tanah longsor. banjir disertai tanah longsor dan angin siklon tropis.8 % 31.2.1% dari total korban hilang. Tabel 4 Jumlah Korban Hilang Menurut Jenis Bencana di Indonesia Tahun 2008 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Jenis bencana Letusan gunug berapi Konflik social Ledakan bom Gelombang pasang Kegagalan teknologi Gempa bumi Angina siklon tropis Banjir disertai longsor Tanah longsor Banjir Banjir bandang Jumlah korban hilang 0 0 0 0 0 0 1 1 3 6 8 Persentase 0 % 0% 0 % 0 % 0 % 0 % 5.Sumber : Depkes RI Gambaran korban hilang akibat bencana selama tahun 2008 hanya terjadi pada bencana banjir. Korban Luka .1 % Sumber : Depkes RI 2. banjir bandang.3 % 15.2. Untuk jelasnya gambaran korban hilang menurut jenis bencana dalam tahun 2008 dapat dilihat pada tabel 4. Jumlah korban hilang terbanyak pada tahun 2008 terdapat pada kejadian bencana banjir bandang yaitu 8 orang atau 42.6 % 42.

3 % 13.0 % 22.7 % Sumber : Depkes RI 2. Untuk jelasnya gambaran korban luka berat/rawat inap menurut jenis bencana dapat dilihat pada tabel 5 berikut ini.075 orang atau 6.7 % 11. Sedangkan jumlah korban yang diakibatkan oleh kejadian bencana banjir bandang sebanyak 89 orang atau 22.3 % 2. Pengungsi Dari 348.3.1 % 7. ternyata sebagian besar yaitu 303.1 % 6.277 orang atau 87% yang mengungsi akibat bencana banjir.2. Tabel 5 Jumlah Korban Luka Berat/Rawat Inap Menurut Jenis Bencana di Indonesia Tahun 2008 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Jenis Bencana Letusan gunung berapi Gelombang pasang Ledakan Bom Banjir disertai Longsor Konflik Sosial Tanah Longsor Angin Siklon Tropis Kegagalan Teknologi Gempa Bumi Banjir Bandang Banjir Jumlah Korban Luka Berat/Rawat Inap 0 1 1 11 12 24 30 44 51 89 128 Persentase 0% 0.8% dari total korban luka berat/rawat inap dan gempa bumi 51 orang atau 13% dari total korban luka berat/rawat inap.3 % 0.Hanya kejadian bencana letusan gunung api yang tidak mengakibatkan korban luka berat/rawat inap. Selanjutnya ada 23.8 % 3.6% .7% dari total korban luka berat/rawat inap.8 % 32.562 orang pengungsi pada tahun 2008.Jumlah korban luka berat/rawat inap tahun 2008 paling banyak diakibatkan oleh bencana banjir yaitu 128 orang atau 32.

yang mengungsi akibat bencana banjir bandang dan hanya 10.Untuk jelasnya dapat dilihat pada tabel 7 berikut ini. Walaupun belum ada kejadian tidak berarti tidak ada upaya epidemiologi yang tidak dapat dilakukan.1% saja yang diakibatkan bencana gempa bumi.1 % 0.4 % 3.1 % 6.6 % 87 % . Pada keadaan ini diperlukan suatu upaya prediksi untuk mampu mengantisipasi kemungkinan timbulnya suatu kejadian. Tabel 7 Jumlah Pengungsi Menurut Jenis Bencana di Indonesia Tahun 2008 No Jenis bencana 1 Letusan Gunung Api 2 Ledakan Bom 3 Kegagalan Teknologi 4 Gelombang Pasang 5 Angin Siklon Tropis 6 Banjir disertai Tanah Longsor 7 Konflik Sosial 8 Tanah Longsor 9 Gempa Bumi 10 Banjir Bandang 11 Banjir Sumber : Depkes RI Riwayat Alamiah (Bencana) 1. Jumlah pengungsi 0 0 0 274 570 2685 3000 4934 10747 23075 303277 Persentase 0% 0% 0% 0.Pre-event Masa ini kurang lebih sama dengan masa pre-patogenesis dari sebuah penyakit dimana keadaan masih normal tetapi terdapat keadaan potensial yang dapat mengganggu seperti prediksi terjadinya cuaca buruk. ketegangan politik.8 % 0. Ketepatan identifikasi akan memberikan modal besar untuk mampu membuat upaya pencegahan dini yang berencana.2 % 0.747 orang atau 3.9 % 1. dan lain-lain.

3.Orang . Panjang masa dari masing – masing event berbeda sesuai bentuk – bentuk masalah kesehatan darurat yang terjadi. dan kelompok pengungsi. diantaranya : Bencana alam Konflik Kecelakaan Ketegangan social Konsep Orang.Post-event Post-event adalah masa yang terjadi setelah timbulnya suatu bencana.2. kelompok korban hilang.Pada masa ini akan terdapat manusia-manusia yang terbagi menjadi beberapa kelompok. Secara umum masa pre-event dan event relative singkat. Wabah demam tifoid pada suatu kampong tertentu lebih kecil masalahnya dari suatu gempa yang melanda suatu areal luas.Event Masalah sewaktu kejadian tentu berkaitan erat dengan jenis kejadian atau masalah yang sedang timbul. yaitu kelompok korban tewas. kelompok korban luka. Faktor Resiko Berikut adalah hal-hal yang menjadi factor resiko terjadinya masalah kesehatan darurat. dan Waktu 1. Tempat. sedangkan masa post-event cenderung panjang mengingat dampak yang timbul memerlukan masa recovery (pemulihan) yang lama.

Sebagai contoh.Waktu Salah satu contoh faktor waktu dalam kejadian kedaruratan ialah waktu terjadinya musim hujan yang berpotensi menimbulkan bencana banjir atau longsor atau musim kemarau yang bisa mengakibatkan kekeringan yang berpotensi menimbulkan bencana kelaparan. suku bangsa. maupun karakteristik orang lainnya. jenis kelamin. . 2.Faktor orang dalam masalah kesehatan darurat lebih tidak mengenal aspek-aspek ras. 3. semua manusia yang ada di dunia ini berpotensi mengalami masalah darurat tergantung jenis kedaruratan atau jenis bencana yang dihadapi.Artinya. suatu wilayah yang berada di atas lempengan bumi yang terus beraktifitas akan lebih sering mengalami kejadian bencana gempa bumi atau suatu wilayah yang memiliki gunung berapi aktif akan lebih berpotensi mengalami kejadian letusan gunung berapi daripada tempat lainnya yang tidak terdapat gunung berapi. anatomi tubuh.Biasanya hal ini lebih berkaitan dengan jenis kedaruratan bencana alam. Pencegahan dan Penanggulangan Upaya pencegahan dan penagnggualangan masalah kesehatan darurat dilakukan sesuai dengan riwayat perjalanan suatu bencana sehingga akan terbentuk tiga macam upaya pencegahan yang kegiatan-kegiatannya terrangkum dalam sebuah manajemen bencana.Tempat Kejadian kedaruratan yang menimbulkan masalah kesehatan juga dipengaruhi oleh factor tempat.

system logistic lapangan. prioritas kendaraan. evakuasi terorganisir. dan lain-lain.WHO secara umum menyebutkan setidaknya ada 6 langkah yang terdapat dalam manajemen bencana. dan lain-lain Transportasi dan logistik meliputi operasi udara. dan lain-lain. dan lain-lain. serta rehabilitasi. yaitu penilaian kerentanan. rencana strategis dan rencana operasional. Prevensi dan mitigasi meliputi regulasi keamanan lingkungan.rekonstruksi. standar. Persiapan dan perencanaan meliputi proses perencanaan kedaruratan nasional. Indikator peringatan Pada saat atau sesaat sebelum terjadinya bencana (event) aktivitas yang bisa dilakukan diantaranya adalah Penilaian-penilaian yang mencakup tujuan penilanain situasi daruat. dan lain-lain. evakuasi secara spontan. perencanaan.kebijakan. dan panduan dalam respon darurat . Peraturan. Pada masa sebelum terjadinya bencana (pre-event) aktivitas pencegahan yang bisa dilakukan diantaranya adalah Penilaian kerentanan dan kapasitas yang meliputi pemetaan bahaya. monitoring kerentanan berkelanjutan. proses penilaian. prevensi dan mitigasi.dan pemulihan. respon darurat. ketersiapan dalam situasi darurat. perlidungan infrastruktur dan fasilitas.dan pembangunan kapasitas. dan pengorganisasian penilaian situasi darurat Evakuasi yang meliputi peringatan bencana dan instruksi darurat. tehnik penilaian lapangan. operasi darat.analisis kerentanan.

rekonstruksi suplai air dan system sanitasi. tahap bencana.Hanya saja kegiatan-kegiatan yang dilakukan dibedakan berdasarkan tingkat pemerintahan mulai dari tingkat pusat. Perencanaan pemulihan Pengembangan berkelanjutan dan aktivitas kesehatan lingkungan paska bencana Sementara itu berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 145/Menkes/Sk/I/2007 tentang Pedoman Penanggulangan Bencana Bidang Kesehatan. dan lain-lain. serta tahap paska bencana. tingkat provinsi. . dan terakhir adalah tingkat kecamatan. pelaksanaan kegiatan dalam penanggualangan masalah kesehatan darurat juga dilakukan dalam tiga tahap. yaitu tahap pra bencana. tingkat kabupaten.Dan terakhir pada tahap stelah terjadinya bencana (post-event) kegiatan yang dilakukan diantaranya Penilaian pemulihan meliputi rekonstruksi pemukiman. penilaian kerusakan sekunder.

IX EPIDEMIOLOGI LANSIA Penduduk Lanjut Usia merupakan bagian dari anggota keluarga dan anggota masyarakat yang semakin bertambah jumlahnya sejalan dengan peningkatan usia harapan hidup. antara lain diabetes melitus. masyarakat. maupun dalam pemerintah. karena berkurangnya daya tahan tubuh dalam menghadapi pengaruh dari luar. hipertensi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggolongkan usia lanjut menjadi 4 yaitu : • Usia pertengahan (middle age) 45 -59 tahun • Lanjut usia (elderly) 60 -74 tahun • Lanjut usia tua (old) 75 – 90 tahun • Usia sangat tua (very old) diatas 90 tahun. rematik . jantung koroner. Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia akan membawa dampak terhadap sosial ekonomi baik dalam keluarga. Implikasi ekonomis yang penting dari peningkatan jumlah penduduk adalah peningkatan dalam ratio ketergantungan usia lanjut (old age ratio dependency). yaitu rentannya terhadap berbagai penyakit . Setiap penduduk usia produktif akan menanggung semakin banyak penduduk usia lanjut. Masalah umum yang dialami lanjut usia yang berhubungan dengan kesehatan fisik.

terutama dibagian dada dan lengan.7 juta jiwa atau 5. lingkaran putih pada kornea (arcus senilis). Sikap badan yang semulategap menjadi membungkuk. otot-otot mengecil.05 tahun (BPS. dan tahun 1995 : 60. Kekuatan fisik secara menyeluruh dirasakan berkurang.05 tahun serta tahun 2000 : 64.30 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa penduduk lanjut usia meningkat secara konsisten dari waktu ke waktu. merasa cepat capek dan stamina menurun. Perkembangan Pada tahun 1980 penduduk lanjut usia baru berjumlah 7. daya cium dan perasa mulut menurun. berbagai proses ketuaan yang tidak bisa dihindari berlangsung. d. g.2000) Riwayat Alamiah Lansia Secara alamiah. Perubahan mental – emosional / jiwa : . pada tahun 1980 : 55. Pendengaran. Dan diperkirakan pada tahun 2020 akan menjadi 29 juta orang atau 11.2 persen dari seluruh penduduk. c.3 juta orang atau 8. pada tahun 1990 : 61. Kulit mengerut dan menjadi keriput. Pada tahun 1990 jumlah penduduk lanjut usia meningkat menjadi 11. 2.dan asma sehingga menyebabkan aktifitas bekerja terganggu.19 tahun. berupa: 1. hipotrofis. Garis-garis pada wajah dikening dan sudut mata. pada tahun 1985 : 58. Pengapuran pada tulang rawan. Perubahan pada mata: pandangan dekat berkurang. e. Perubahan fisik – biologis/jasmani: a. seperti tulang dada sehingga rongga dada menjadi kaku dan sulit bernapas. adaptasi gelap melambat.2 persen dari seluruh jumlah penduduk. Angka harapan hidup penduduk Indonesia berdasarkan data Biro Pusat Statistik pada tahun 1968 adalah 45.12 tahun. Rambut memutih dan pertumbuhan berkurang.7 tahun. h.4 persen. Dengan kondisi fisik dan psikis yang menurun menyebabkan mereka kurang mampu menghasilkan pekerjaan yang produktif. Jumlah ini meningkat di seluruh Indonesia menjadi 15. Gigi mulai rontok. b. dan lensa menjadi keruh (katarak).1 juta jiwa pada tahun 2000 atau 7.9 persen. f.

Sering pelupa/pikun . dan masalah ini merupakan hal yang sering dihadapi oleh para lansia. penuaan yang dialami lansia juga mengubah sistim saraf. Adanya perubahan signifikan dalam ingatan. 3. c. Perubahan ini dapat memperlambat kecepatan transmisi pesan menuju otak.Gangguan pembuluh darah. alat-alat indra dapat terpengaruh dan refleks juga berkurang atau hilang. Daya ingat menurun. Emosi mudah berubah. Jumlah sel berkurang. tulang belakang dapat memadat sehingga membuat tulang punggung menjadi telihat pendaek atau melengkung. Ketika terjadi degenerasi saraf. sering sangat mengganggu dalam pergaulan dengan lupa nama orang. penuaan yang terjadi pada lansia membuat seseorang mengalami perubahan postur tubuh. terutama peristiwa yang baru saja terjadi. disuse juga dapat menyebabkan penurunan fungsi saraf. Setelah saraf membawa pesan.Gangguan syaraf. b. Gangguan-gangguan Saat Lansia 1. 2. 4. Perubahan ini dapat mengakibatkan kerapuhan tulang sehingga terjadi osteoporosis.a. sering marah-marah.Gangguan muskoloskeletal. dibutuhkan waktu singkat untuk beristirahat sehingga tidak dimungkinkan lagi mentransmisikan pesan yang lain. dan masing-masing sel memiliki lebih sedikit cabang. Selain itu. berfikir atau perilaku dapat mempengaruhi gaya hidup seorang lansia. Selain itu juga terdapat penumpukan produksi buangan dari sel saraf yang mengalami atropy pada lapisan otak yang menyebabkan lapisan plak atau noda. misalnya berbagai jenis infeksi yang diderita oleh seorang lansia juga dapat mempengaruhi proses berfikir ataupun perilaku. 3. diantaranya adalah hipertensi dan PJK (Penyakit Jantung Koroner). Penyebab lain yang menyebabkan kesulitan sesaat dalam proses berfikir dan perilaku adalah gangguan regulasi glukosa dan metabolisme lansia yang mengidap diabetes. Orang lanjut usia juga memiliki berbagai resiko pada sistem saraf. Masa sel saraf berkurang yang menyebabkan atropy pada otak spinal cord. Kepadatan tulang dapat berkurang. rasa harga diri mudah tersinggung. Perubahan kehidupan seksual.Gangguan penglihatan . Fluktuasi tingkat glukosa dapat menebabkan gangguan berfikir.

Mobilitas  Seseorang yang selalu aktif sepanjang umurnya. Misalnya lansia laki ‘sibuk’ dengan hipertropi prostat. frequency of outing. tinggal sendiri atau bersama istri. Sama halnya dengan sistem otot. penyakit gouty arthritis sering terjadi setelah berusia 40 tahun. mengkonsumsi minuman keras.5. Dengan menambah aktivitas tubuh. Obesitas  Proporsi obesitas pada kejadian osteoartritis sebesar 56%. dapat memperlambat proses kehilangan massa tulang. dan exercise (olahraga). Kegiatan social: kegiatan kekeluargaan. sedangkan pada wanita hampir selamanya terjadi setelah menopause dan jarang didapati pada wanita yang berusia di bawah 45 tahun. • • • • • • • Makan dan minum  kelebihan Na dalam makanan dan kelebihan intake cairan dapat memicu terjadinya gagal jantung. anak atau keluarga lainnya. cenderung lebih dapat mempertahankan massa otot. dan koordinasi dibanding dengan mereka yang pola hidupnya santai.97 kali untuk menderita osteoartritis dibanding dengan subjek yang tidak mengalami obesitas. kegiatan komunitas. . • Status perkawinan  status masih pasangan lengkap atau sudah hidup janda/duda akan mempengaruhi keadaan kesehatan lansia baik fisik maupun psikologis. Social-Ekonomi: pekerjaan. bahkan mengembalikannya secara temporer. Subjek dengan obesitas mempunyai risko 2. • Umur  Pada pria. proses penurunan massa tulang ini sebagian disebabkan oleh usia dan disuse. sedangkan proporsi obesitas pada kelompok bukan osteoartritis sebesar 30%. • Penyakit lain  hipertensi dan diabetes mellitus merupakan dua di antara sekian banyak factor risiko PJK. kekuatan otot. pendidikan Kebiasaan hidup: merokok. Living arrangement  misalnya: keadaan pasangan.Gangguan metabolik Faktor Resiko • Jenis Kelamin  Terdapat perbedaan kebutuhan dan masalah kesehatan yang berbeda antara lansia laki dan wanita. maka wanita mungkin menghadapi osteoporosis.

Dewasa lanjut (usia 60-74 tahun) a.penyakit kronis utama {PPOK. sinar-X.setiap tahun jika berisiko tinggi (yaitu. Dewasa menengah ( usia 40-59 tahun) a. Pencegahan Sekunder & Pemeriksaan fisik lengkap setiap 5-6 tahun berikut pemeriksaan laboratorium lengkap (pemeriksaan serum atau urine.  CAD)  Pnemokokus – dosis tunggal b. Pencegahan primer & Pendidikan kesehatan: melanjutkan konseling sebelumnya yang meliputi: . Konseling pria dan wanita “sindrom kehampaan” Pedoman antisipasi untuk masa pensiun. Pencegahan Primer & Pendidikan kesehatan: melanjutkan konseling pada dewasa muda yang meliputi:    Perubahan pada masa pertengahan. EKG). Pencegahan dan Penanggulangan 1. menjadi kakek atau nenek. 2.• Lingkungan  cahaya ultraviolet dan gas karbondioksida yang dapat menimbulkan katarak. & Pemeriksaan kanker setiap tahun & Wanita : BSE setiap bulan Pria : TSE setiap bulan & Untuk semua wanita mamogram setiap 1-2 tahun (usia 40-49 tahun). Pemeriksaan guaiak feses setiap tahun pada usia 50 tahun keatas Influenza. & Perawatan gigi dan mulut setiap 6-12 bulan & Imunisasi. kemudian setiap tahun pada usia 50 tahun keatas.

teman & Imunisasi:    Tetanus setiap 10 tahun Influenza /setiap tahun jika berisiko tinggi Pneumokokus (hanya 1 kali) b.   Keamanan di rumah Masa pensiun Kehilangan pasangan. Pencegahan sekunder & Pemeriksaan fisik lengkap setiap tahun & Pemerksaan laboratorium & Pemeriksaan kanker & Pemeriksaan tekanan darah & Pemeriksaan guaiak feses Pemerintah Indonesia melalui Departemen Sosial telah mengangkat program home care sebagai program Nasional melalui keputusan Menteri Sosial Nomor 67/HUK/2006. Pencegahan primer & Pendidikan kesehatan: melanjutkan konseling & Perawatan gigi/mulut setiap 6-12 bulan & Imunisasi:    Tetanus 10 tahun Influenza setiap tahun Pneumokokus/ jika belum pernah b. Pencegahan Sekunder & Pemeriksaan fisik lengkap setiap 2-3 tahun berikut pengkajian laboratorium & Pemeriksaan kanker setiap tahun & Pengukuran tekanan darah setiap tahun & Wanita: BSE setiap bulan Pria :TSE setiap bulan 3. Lansia (75 tahun keatas) a. kerabat. Home care .

tekanan darah tinggi. Obesitas dapat menimbulkan berbagai penyakit serius. dalam menangani masalah lansia dari sisi pemerintah. antara lain DM. kolesterol yang tinggi.Gizi Lebih Obesitas atau kegemukan adalah ketidakseimbangan jumlah makanan yang masuk dibanding dengan pengeluaran energi oleh tubuh. bagi masyarakat pengusaha perlu ditingkatkan partisipasinya dalam bentuk dukungan seperti penyediaan tempat hunian Lansia yang representatif (tidak gratisan) dan profesional. hipertensi dan jantung. Selain itu. masyarakat dan upaya peningkatan kesehjahteraan para lansia. dan gallbladder disorders. coronary artery disease. Keberadaan home care sangat diperlukan di Indonesia yang bertujuan untuk memelihara kondisi kesehtan fisik mental dan sosial lanjut usia. Risiko kematian yang disebabkan oleh diabetes yakni stroke. X EPIDEMIOLOGI GIZI Masalah Gizi 1. antara lain harus disiapkan sarana umum agar Lansia dapat mengakses pelayanan umum yang diberikan. . ginjal. sedangkan dari anggota masyarakat adalah kesiapan secara phisik dan mental agar menjadi mampu dan terampil dalam merawat serta menyiapkan phisik dan mental seluruh keluarga dan anak-anaknya untuk menjadi pendamping setia bagi nenek dan kakek atau bahkan orang tuanya sendiri.merupakan sebuah alternatif pelayanan diluar panti dan bentuk kepedulian atau perawatan yang diberikan dirumah kepada para lanjut usia (lansia). mengkondisikan partisipasi aktif keluarga.

4% (Data SUSENAS. Data yang dikumpulkan dari seluruh dunia memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan prevalensi overweight dan obesitas pada 10-15 tahun terakhir. Sumatera Barat.859 kecamatan yang dianalisa juga masih kurang dari 1. dan gizi lebih 3. Jika keadaan ini terus berlanjut maka pada tahun 2230 diperkirakan 100% penduduk dunia akan menjadi obes (Sayoga dalam Rahmawaty. 2004).100 Kkal/kapita/hari. 2.Gizi lebih WHO menyatakan bahwa obesitas telah menjadi masalah dunia.Gizi buruk Persentase kasus gizi buruk di 772 kecamatan di Indonesia saat ini masih lebih dari 30 persen dengan tingkat prevalensi tertinggi di kecamatan-kecamatan yang berada di wilayah Sumatera Utara. Nutrisi yang dimaksud bisa berupa protein. Sumatera Selatan. Di Indonesia.2. Nusa Tenggara Barat. Di Indonesia hingga tahun 2005 prevalensi gizi baik 68. saat ini diperkirakan sebanyak lebih dari 100 juta penduduk dunia menderita obesitas. Jawa Timur.48%. Riwayat Alamiah Masalah Gizi . Jambi. kasus KEP (Kurang Energi Protein) adalah salah satu masalah gizi utama yang banyak dijumpai pada balita. karbohidrat dan kalori.700 Kkal/kapita/hari. Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan Barat. 2005). lebih rendah dibandingkan standar internasional kebutuhan kalori minimum orang dewasa sehat yakni sebesar 2.Gizi Buruk Gizi buruk adalah suatu kondisi di mana seseorang dinyatakan kekurangan nutrisi.Tingkat konsumsi kalori penduduk di 1. Prevalensi 1. gizi buruk 88%. Angka ini akan semakin meningkat dengan cepat. Berdasarkan data SUSENAS tahun 2004 prevalensi obesitas pada anak telah mencapai 11%.Prevalensi obesitas di Indonesia mengalami peningkatan mencapai tingkat yang membahayakan. gizi kurang 28%. atau dengan ungkapan lain status nutrisinya berada di bawah standar rata-rata.

bila zat gizi kurang maka sel tubuh akan mengambil cadangan zat gizi (depot). Bila tidak segera diatasi dengan konsumsi gizi yang adekuat maka secara anatomi sel-sel.Riwayat alamiah terjadinya masalah gizi. Pada tahap awal akan terlihat seseorang “ Tidak Sakit dan Tidak Sehat” sebagai batas klinis terjadinya penyakit defisiensi gizi. bukan saja terjadi pada zat gizi penghasil energi tetapi juga vitamin mineral dan air termasuk serat. Tahap pertama yang terjadi adalah “simpanan berkurang” yaitu zat-zat gizi dalam tubuh terutama simpanan dalam bentuk lemak termasuk unsur-unsur biokatalisnya akan menggantikan kebutuhan energi dari KH yang kurang. jika penjamu tidak dalam keadaan baik. dengan penyebab (agent=zat-zat gizi) serta lingkungan (environment). Gangguan anatomi dengan kerusakan jaringan yang parah dapat berakhir dengan kematian. Pada tahap ini terjadi keseimbangan antara ketiga komponen yaitu tubuh manusia. Bila terus berlanjut maka terjadi gangguan fungsi sel. ini artinya telah terjadi gangguan biokimia tubuh misalnya saja kadar Hb dan serum yang turun. maka kondisi kesehatan menurun sehinga ada kemungkinan bibit penyakit masuk kedalam tubuh. jaringan dan organ tubuh. zat gizi dan lingkungan dimana manusia dan zat-zat gizi makanan berada (konsep :John Gordon). Bila depot simpanan habis dan konsumsi zat gizi kurang maka akan terjadi proses biokimia untuk mengubah unsur-unsur pengaangun strutuk tubuh. Zat gizi dipergunakan oleh sel tubuh untuk dipergunakan berbebagai aktifitas. Pada masa prepatogenesis bibit penyakit belum mamasuki penjamu. bila terus terjadi maka “Simpanan Habis” yaitu titik kritis. . Bila menggunakan protein tubuh maka “perubahan faal dan metabolik” akan terjadi. namun demikian telah ada interaksi antara penjamu. jaringan dan organ tubuh akan terlihat mengalami kerusakan misalnya saja pada penyakit defisiensi gizi kwashirkor dan marasmus. dimulai dari tahap prepatogenesis yaitu proses interaksi antara penjamu (host=manusia). tubuh akan menyesuaikan dua kemungkinan yaitu menunggu asupan gizi yang memadai atau menggunakan protein tubuh untuk keperluan energi. bila zat gizi yang dikonsumsi berlebihan maka akan disimpan dalam tubuh. bibit penjakit dan lingkungan.

Perkembangan IPTEK dimana terjadinya arus moderenisasi yang membawa banyak perubahan pada pola hidup masyarakat termasuk pada pola makan. Faktor sosial.meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi yang secara baik langsung berpengaruhpada pendapatan keluarga. maka tahapan patogenesis dengan gejala yang terlihat dan gejala yang tidak terlihat (horizon klinis). lajupertumbuhan penduduk yang tinggi. 4. dengan sifat penyakit masih ringan. dan memerlukan perawatan. Faktor Resiko 1. Tidak heran kalau kita lihat bahwa penyakit jantung koroner cenderung meningkat akhir-akhir ini. 3. Infeksi. 5. faktorsosial ekonomi dimana terjadinya peningkatan kesejahteraan masyarakat. rendahnya pengetahuan masyarakat tentang pentingya makanan bergizi bagi pertumbuhan anak. dapat juga Carrier. Dan yang terakhir adalah masa penyakit berakhir yaitu dapat sembuh sempurna atau sembuh dengan cacat.Bila bibit penyakit telah masuk dalam tubuh. Selanjutnya bila tidak segera diatasi maka masa penyakit lanjut akan muncul yaitu penderita tidak dapat melakukan aktivitas. Perilaku dan budaya dalam pengolahan pangan dan pengasuhan asuh anak. 2. Bila sudah muncul gejala maka masa penyakit dini yaitu mulai munculnya gejala penyakit. 6. perubahan susunan penduduk.penyebaran penduduk yang tidak merata. disebabkan oleh rusaknya beberapa fungsi organ tubuh sehingga tidak bisa menyerap zat-zat makanan secara baik. Kronis dan meninggal dunia. Salah satu dampak dari arus moderenisasi terhadap Dla makan adalah meningkatnya konsumsi lemak. Pengelolaan yang buruk dan perawatan kesehatan yang tidak memadai. Faktor demografi seperti pertambahan jumlah penduduk. Dimulai dengan masa inkubasi yaitu mulai masuknya bibit penyakit ke dalam tubuh dan timbulnya gejala atau tanda sakit. besarnya proporsi penduduk usia muda. Pencegahan dan Penanggulangan .

Berbagai jenis narkoba yang mungkin disalahgunakan adalah tembakau. Pemberian diet sebagai bagian dari proses penyembuhan penyakit merupakan bagian dari tahapan ini. misalnya . Mengurangi Kelemahan (Disability Limitation). promosi kesehatan (Health Promotion). Pencegahan yang berada pada periode patogenesis yaitu tahapan atau tingkat ke ketiga. perlindungan khusus (Specific Protection) . Dan tahapan yang terakhir adalah tingkatan kelima. XI EPIDEMIOLOGI PENYALAHGUNAAN OBAT Penyalahgunaan NAPZA adalah suatu pemakaian non medical atau ilegal barang haram yang dinamakan narkotik dan obat-obatan adiktif yang dapat merusak kesehatan dan kehidupan produktif manusia pemakainya. dan zat yang dapat memberikan keracunan. merupakan salah satu upaya dalam tahapan perlindungan khusus ini. sekrening survei berat badan dibawah garis merah pada KMS balita untuk penentukan anak balita yang benar-benar menderita gizi kurang dan anak balita yang benar-benar tidak menderita gizi kurang adalah salah satu contoh dari tahapan ini. Kempat. rehabilitasi. diagnosa dini dan pengobatan yang tepat (Early Diagnosis and Prompt Treatment). alkohol. penyusunan Standar Kebutuhan Gizi yang di Anjurkan. pemberian zat gizi tertentu misalnya saja Pemberian vitamin A pada anak balita dua kali dalam setahun untuk melindungi anak dari kebutahan. Pemberian makanan yang disesuaikan dengan keadaan pasien merupakan bagian dari tahapan ini.Tahapan-tahapan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan masalah gizi diantaranya adalah : Pertama. obat-obat terlarang. atau pedoman penerapan gizi seimbang – yang dulu lebih dikenal dengan 4 sehat 5 sempurna— merupakan bagian dari promosi kesehatan. Tahap pertama dan Kedua ini pencegahan yang berada pada periode prepatogenesis. Kedua.

Jenis-jenis NAPZA 1.pengetahuan serta gantungan. ketagihan (adiksi) serta ketergantungan (dependensi) terhadap NAPZA. psikis. Contoh: heroin/putauw. NAPZA (Narkotika.NARKOTIKA (Menurut Undang-Undang RI Nomor 22 tahun 1997 tentang Narkotika). jika dihentikan maka si pemakai akan sakaw. yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan . dan fungsi sosialnya karena terjadi kebiasaan.Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran.PSIKOTROPIKA (Menurut Undang-undang RI No. ganja mengakibatkan ketergantungan Contoh : morfin.5 tahun 1997 tentang Psikotropika). kokain. mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri. dan tidak gai pilihan terakhir dan dapat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi atau ditujukan untuk terapi serta digunakan dalam terapi atau tujuan pengembangan ilmu mempunyai potensi sangat tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta tinggi menimbulkan keter. Penyalahgunaan narkoba dapat menyebabkan ketergantungan zat narkoba. Psikotropika dan Zat Adiktif lain) adalah bahan/zat/obat yang bila masuk kedalam tubuh manusia akan mempengaruhi tubuh terutama otak/susunan saraf pusat sehingga menyebabkan gangguan kesehatan fisik. Narkotika dibedakan ke dalam golongan-golongan : Narkotika Golongan I Narkotika Golongan II Narkotika Golongan III Narkotika yang hanya dapat Narkotika yang berkhasiat Narkotika yang berkhasiat digunakan untuk tujuan ilmu pengobatan digunakan sebapengetahuan. hilangnya rasa. petidin mempunyai potensi ringan ketergantungan Contoh : kodein mempunyai potensi tinggi mengakibatkan 2. baik alamiah maupun sintetis bukan Narkotika.yang dihisap dari asapnya.Yang dimaksud dengan psikotropika adalah zat atau obat. dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Contoh: ekstasi. Rohip.Psikotropika dibedakan dalam golongan-golongan sebagai berikut: PSIKOTROPIKA PSIKOTROPIKA PSIKOTROPIKA PSIKOTROPIKA GOLONGAN I GOLONGAN II GOLONGAN III GOLONGAN IV Psikotropika yang Psikotropika yang Psikotropika yang Psikotropika yang hanya digunakan kepentingan pengetahuan tidak dalam terapi dapat berkhasiat untuk pengobatan ilmu dapat dan dalam serta pengetahuan kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan metilfenidat ritalin berkhasiat dan pengobatan digunakan banyak berkhasiat dan pengobatan dan luas dalam ilmu serta digunakan sangat tujuan terapi. 3. shabu. Contoh: diazepam. LSD Contoh: amfetamin. dalam terapi dan/atau digunakan serta pengetahuan sedang mengakibatkan sindroma . Dum. ketergantungan. klordiazepoxide.ZAT ADIKTIF LAIN. flunitrazepam serta tujuan digunakan dan/atau tujuan ilmu untuk ilmu terapi dan/atau untuk mempunyai amat kuat potensi mempunyai potensi mempunyai potensi pengetahuan ringan mengakibatkan sindrom ketergantungan Contoh: mempunyai potensi mengakibatkan sindroma ketergantungan. yang dimaksud disini adalah bahan/zat yang berpengaruh psikoaktif diluar yang disebut Narkotika dan Psikotropika. MG.Yang termasuk dalam kategori ini . nitrazepam.saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. pil Koplo. atau pentobarbital. seperti pil BK. klonazepam. bromazepam. fenobarbital.

269 jiwa (2008). LSD. . Zat yang termasuk golongan ini adalah Amfetamin (shabu. tranquilizer (anti cemas). Jenis ini membuat pemakainya menjadi aktif.adalah diantaranya adalah minuman beralkohol. sedatif (penenang). Golongan ini termasuk opioida (morfin. sementara menurut data BNN tahun 2008 diperkiraan jumlah penyalahgunaan NAPZA di Indonesia telah mencapai 3. NAPZA dapat digolongkan menjadi tiga golongan :  Golongan Depresan adalah jenis NAPZA yang berfungsi mengurangi aktifitas fungsional tubuh.2%.3% sama dengan 32% dari total populasi penyalahgunaan NAPZA. Golongan Stimulan Adalah jenis NAPZA yang dapat merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan kerja. Golongan ini termasuk : Kanabis (ganja). dan bersemangat. dan bahkan membuatnya tertidur dan tidak sadarkan diri. kodein). dan inhalansia (gas yang dihirup) dan solven (zat pelarut). Kafein. Jenis ini membuat pemakaiannya merasa tenang. Golongan ini tidak digunakan dalam terapi medis. Kokain Golongan Halusinogen Adalah jenis NAPZA yang dapat menimbulkan efek halusinasi yang bersifat merubah perasaan dan pikiran serta seringkali menciptakan daya pandang yang berbeda sehingga seluruh perasaan dapat terganggu. sementara menurut Departemen Kesehatan tahun 2008 penularan HIV/AIDS melalui jarum suntik mencapai 49. Hasil penelitian ini juga menyebutkan prevalensi penyalahgunaan NAPZA dikalangan pelajar/remaja mencapai 5.   Pevalensi Menurut data Pusdatin Kesos jumlah penyalahgunaan Napza mencapai 80. esktasi). hipnotik (obat tidur). Berdasarkan efeknya terhadap perilaku yang ditimbulkan.6 juta orang. heroin/putauw. dan lain-lain. Mescalin. (Direktorat PRS KP NAPZA). pendiam. tembakau. segar.

1. Alasan remaja menggunakan narkoba karena kondisi sosial. Perkembangan emosi yang terhambat. yaitu faktor eksternal dan faktor internal. a. pasif. dan identitas dan kelabilan emosi. mudah cemas.Faktor Resiko Harboenangin (dikutip dari Yatim. Selain itu. dan cenderung depresi. Remaja yang menjadi pecandu biasanya memiliki konsep diri yang negatif dan harga diri yang rendah. sementara pada usia yang lebih tua. 1986) mengemukakan ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang menjadi pecandu narkoba. Usia Mayoritas pecandu narkoba adalah remaja. Inteligensia Hasil penelitian menunjukkan bahwa inteligensia pecandu yang dating untuk melakukan konseling di klinik rehabilitasi pada umumnya berada pada taraf di bawah rata-rata dari kelompok usianya. narkoba digunakan sebagai obat penenang. b. juga turut mempengaruhi. dengan ditandai oleh ketidakmampuan mengekspresikan emosinya secara wajar. Dorongan Kenikmatan dan Perasaan Ingin Tahu . Hal ini lebih cenderung terjadi pada usia remaja. kemampuan untuk memecahkan masalah secara adekuat berpengaruh terhadap bagaimana ia mudah mencari pemecahan masalah dengan cara melarikan diri. d. c. agresif. psikologis yang membutuhkan pengakuan. Faktor Internal Faktor Kepribadian Kepribadian seseorang turut berperan dalam perilaku ini.

. terdapat beberapa tipe keluarga yang berisiko tinggi anggota keluarganya terlibat penyalahgunaan narkoba. Keluarga Keluarga merupakan faktor yang paling sering menjadi penyebab seseorang menjadi pengguna narkoba. Faktor Eksternal a. memuaskan semua pihak yang berkonflik. sering berlebihan dalam menanggapi sesuatu. atau demi kemajuan dan masa depan anak itu sendiri. adat istiadat. peran orang tua sangat dominan. maupun antar saudara. kurang kuat. ibu dan anak. Konflik dapat terjadi antara ayah dan ibu. • Keluarga dengan orang tua yang otoriter. Lama kelamaan akan menjadi satu kebutuhan yang utama. Dalam hal ini. • • Keluarga yang perfeksionis. mudah cemas dan curiga. e.Narkoba dapat memberikan kenikmatan yang unik dan tersendiri. ayah dan anak. tidak konsisten dijalankan oleh ayah dan ibu (misalnya ayah bilang ya. Mulanya merasa enak yang diperoleh dari coba-coba dan ingin tahu atau ingin merasakan seperti yang diceritakan oleh teman-teman sebayanya. Hal ini disebabkan karena pengaruh narkoba dapat menurunkan tingkat kesadaran dan membuatnya lupa pada permasalahan yang ada. yaitu keluarga yang diliputi kecemasan dengan alasan yang kesempurnaan dengan standar tinggi yang harus dicapai dalam banyak hal. yaitu: • • • Keluarga yang memiliki riwayat (termasuk orang tua) mengalami ketergantungan Keluarga dengan manajemen yang kacau. 2. ibu bilang tidak). yang terlihat dari pelaksanaan aturan yang Keluarga dengan konflik yang tinggi dan tidak pernah ada upaya penyelesaian yang narkoba. dengan anak yang hanya sekedar harus menuruti apa kata orang tua dengan alasan sopan santun. yaitu keluarga yang menuntut anggotanya mencapai Keluarga yang neurosis. tanpa diberi kesempatan untuk berdialog dan menyatakan ketidaksetujuannya. Berdasarkan hasil penelitian tim UKM Atma Jaya dan Perguruan Tinggi Kepolisian Jakarta pada tahun 1995. Pemecahan Masalah Pada umumnya para pecandu narkoba menggunakan narkoba untuk menyelesaikan persoalan.

Faktor Kelompok Teman Sebaya (Peer Group) Kelompok teman sebaya dapat menimbulkan tekanan kelompok. Indonesia yang sudah menjadi tujuan pasar narkoba internasional. peningkatan dosis dan penambahan jenis narkoba yang dipakai dengan dosis yang terus bertambah • • Tahap Habituasi. Orang ini tidak dapat menentukan dengan tegas ingin menentang narkoba atau bergaul dengan pemakai narkoba. Toleransi. Faktor Kesempatan Ketersediaan narkoba dan kemudahan memperolehnya juga dapat disebut sebagai pemicu seseorang menjadi pecandu. Riwayat Alamiah Penyalahgunaan NAPZA • Kompromi. tubuh maka orang tersebut ikut mencoba narkoba. Dapat dikatakan bahwa faktor-faktor sosial tersebut memiliki dampak yang berarti kepada keasyikan seseorang dalam menggunakan obat-obatan. c. Toleransi inilah yang akan membuat seorang pemakai narkoba terus menambah jumlah narkoba dari waktu ke waktu. keterikatan pada narkoba sudah mendalam. menyebabkan obat-obatan ini mudah diperoleh. karena orang tersebut merasa enggan untuk menolak. yaitu cara teman-teman atau orang-orang seumur untuk mempengaruhi seseorang agar berperilaku seperti kelompok itu.pada tahap ini. . • • Coba-coba.b. Kalau berhenti pakai. Tahap Adiksi.Toleransi adalah contoh bentuk ketergantungan fisiologis. tidak dapat terlepas. seseorang masih dalam keadaan sehat. • Tahap eskalasi.pada tahap ini. yaitu seiring bertambahnya waktu penggunaan maka pemakaian zat berikutnya diperlukan dosis yang lebih besar dari sebelumnya untuk mencapai efek kenikmatan yang sama. pemakaian narkoba sudah jadi kebiasaan yang mengikat.karena orang tersebut sudah mencoba menggunakan narkoba. sudah menjadi toleran dan perlu peningkatan dosis peningkatan. yang kemudian mengakibatkan timbulnya ketergantungan fisik dan psikologis. namun sudah mulai dibujuk untuk menggunakan Narkoba. timbul gejala putus obat.

Disini terjadi kerusakan pada organ tubuh dan otak. diperlukan upaya-upaya yang bersifat holistik dan realistik serta melalui pendekatan Harm Minimisation yang secara garis besar terdiri dari kegiatan-kegiatan sebagai berikut : 1. • Mati/meninggal Pencegahan dan Penanggulangan Dalam menanggulangi penyalahgunaan NAPZA. Supply Control Adalah setiap upaya yang dilakukan untuk menekan atau menurunkan seminimal mungkin ketersediaan Narkoba di pasar gelap atau ditengah-tengah masyarakat. Pengawasan masuknya bahan-bahan prekusor dari luar negeri.keracunan oleh narkoba. pengedar. Penindakan terhadap laboratorium gelap. hilang kesadaran. dan represif seperti : • • • • • • • Pengawasan cultivasi/penanaman Narkoba illegal. Pencegahan terhadap upaya penyelundupan. Penindakan terhadap pengguna dan penyalahguna yang lain 2.• Tahap Intoksikasi. preventif. bandar. Demand Reduction Adalah setiap upaya yang dilakukan guna menekan atau menurunkan permintaan pasar atau dengan kata lain untuk meningkatkan ketahanan masyarakat sehingga memiliki daya . Razia atau operasi kepolisian untuk mencegah peredaran Narkoba dalam masyarakat. Kegiatan yang dilakukan dapat secara promotif. Penindakan terhadap pelaku penanaman.

Pembatasan dan pengawasan ijin diskotik. M. baik secara langsung. Cet. iklan. seperti : • • Memberikan terapi dan pengobatan medis agar pengguna/ korban tersebut dapat lepas dari keracunan.tangkal untuk menolak keberadaan Narkoba. kuratif (pengobatan. DAFTAR PUSTAKA Almatsier. .I. brosur. karaoke dan tempat hiburan lain yang sering dijadikan sebagai tempat penyalahgunaan Narkoba. Seminar/diskusi. Penyuluhan kepada masyarakat (keluarga.N.Jakarta : Rineka Cipta. Harm Reduction Adalah setiap upaya yang dilakukan terhadap pengguna atau korban dengan maksud untuk menekan atau menurunkan dampak yang lebih buruk akibat penggunaan dan ketergantungan terhadap Narkoba. Kegiatan yang dilakukan dapat secara preventif. pub. Gramedia Pustaka Utama. sekolah dan kelompok masyarakat lainnya). Jakarta. bill board atau melalui media cetak dan media elektronik kepada masyarakat.Epidemiologi Penyakit Tidak Menular.2000. dan Edukasi (KIE). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. seperti : • • • • • • Komunikasi. Kegiatan yang dilakukan dapat secara promotif dan preventif. Konsep Harm Reduction ini didasarkan pada kesadaran pragmatis pada realita bahwa penyalahgunaan Narkoba tidak bisa dihapuskan dalam waktu singkat sehingga harus ada upaya-upaya untuk meminimalkan bahaya dan kerugian yang diakibatkan oleh penggunaan Narkoba tersebut.) dan rehabilitatif. 2001 Bustan. dan terbebas dari penyakit fisik lainnya. Promosi kesehatan secara umum. overdosis. S. 3. Informasi. Memberikan rehabilitasi agar pengguna tersebut dapat lepas dari ketergantungan dan dapat hidup produktif kembali dalam masyarakat. Dialog interaktif di radio/TV.

N. Modul Gizi Kesehatan Masyarakat.id/berita/bipnewsroom/jumlah-lansia-di-indonesia-165-juta-orang/ http://www.1973.go.Jakarta. http://www. Patologi.php/berita/press-release/458-rokok-membunuh-lima-juta-orangsetiap-tahun. Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan RI. Jakarta : Rineka Cipta. Staf Pengajar Bagian Patologi Anatomik FKUI.go. Kesehatan masyarakat ilmu dan seni.html http://www.com/stroke-di-indonesia.id/content/view/2933/333/ .Lanny dkk.Jakarta. Sustrani. Soekidjo.Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Akibat Bencana Tahun 2008. Narila Mutia dan Febrianti.12862.cgi?newsid1141279793.id/index.com/blogs/2007/07/18/faktor-utama-penyebab-kecelakaan-lalu-lintas/ http://www.org/cetak.2009.net/cgi-bin/berita/fullnews.wordpress.gizi.menkokesra. Diabetes. Jakarta: UI-Press.go. 2000 Epidemiologi Kesehatan Darurat.145/MENKES/SK/I/2007 Tentang Pedoman Penaggulangan Bencana Bidang Kesehatan. Keputusan Menteri Kesehatan RI No.diabetesmellituscenter. Makasar: Umitoha Ukhuah Grafika.depkominfo.artikelindonesia.html http://www.digitalmbul. Jakarta:Gramedia Pustaka Utama.2009. Edisi revisi Cet I.id/index.depkes. http://www.go.2007. Notoatmodjo.Jakarta:FKIK UIN Syarif Hidayatullah.depkes.2006.Tinjauan Masalah Kesehatan Akibat Bencana Tahun 2008.Bustan M.com http://www. Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan RI.dharana-lastarya.html http://www.php?id=45/ http://www.php/berita/press-release/446-pemerintah-siapkan-ruupengesahan-fctc. Nasir.

com/id/tentang-kanker-payudara.htm http://www.id/medika/arsip/082002/pus-3.id/files/Asuhan%20Keperawatan%20pada%20Klien%20dengan %20Masalah%20Psikososial%20dan%20Gangguan%20Jiwa_Normal_bab%201.tempo.com http://www.yastroki.co.php?name=News&file=article&sid=612 http://www.id/read.id/modules.http://www.usu.yanrehsos.depsos.pitapink.ac.php?id=82 .go.wartamedika.or.pdf/ http://www.html http://www.usupress.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful