You are on page 1of 3

DINAS KESEHATA

KESEHATAN KABUPATEN
KABUPATEN GARUT
PUSKESMAS HAURPANGGUNG

Jln. Guntur Melati No. 35 Telp. ( 0262 ) 231 553 Garut 

KAK (KERANGKA ACUAN KEGIATAN)
PEMANTAUAN
PEMANTAUAN NEONATAL
NEONATAL RESTI

A. PENDA
PENDAHUL
HULUA
UAN
N
Bayi baru lahir atau neonatus meliputi umur 0 – 28 hari. Kehidupan pada
masa neonatus ini sangat rawan oleh karena memerlukan penyesuaian fisiologik
agar bayi di luar kandungan dapat hidup sebaik-baiknya. Hal ini dapat dilihat dari
tingg
tingginy
inya
a angka
angka kesak
kesakita
itan
n dan
dan angka
angka kemat
kematian
ian neon
neonatu
atus.
s. Diper
Diperki
kirak
rakan
an 2!
2!
kematian bayi di bawah umur satu tahun ter"adi pada masa neonatus. #eralihan
dari
dari kehidup
kehidupan
an intraute
intrauterin
rin ke ekstraut
ekstrauterin
erin memerlu
memerlukan
kan berbaga
berbagaii perubah
perubahan
an
biokimia dan faali. Dengan terpisahnya bayi dari ibu$ maka ter"adilah awal proses
fisiologik.

B. LAT
LATAR BELAKA
BELAKANG
NG
Banyak masalah pada bayi baru lahir yang berhubungan
berhubungan dengan gangguan
gangguan
atau
atau kega
kegaga
gala
lan
n peny
penyes
esua
uaia
ian
n biok
biokim
imia
ia dan
dan faal
faalii yang
ang dise
diseba
babk
bkan
an oleh
oleh
premat
prematur
urita
itas$
s$ kelain
kelainan
an anat
anatomi
omik$
k$ dan
dan lingk
lingkun
unga
gan
n yang
yang kuran
kurang
g baik
baik dalam
dalam
kandungan$ pada persalinan maupun sesudah lahir.
%asalah pada neonatus biasanya timbul sebagai akibat yang spesifik ter"adi
pada
pada masa
masa perinata
perinatal.
l. &idak
&idak hanya
hanya merupak
merupakan
an penyebab
penyebab kematia
kematian
n tetapi
tetapi "uga
ke'a'atan. %asalah ini timbul sebagai akibat buruknya kesehatan ibu$ perawatan
kehamilan yang kurang memadai$ mana"emen persalinan yang tidak tepat dan
tidak
tidak bersih$
bersih$ kurang
kurangnya
nya perawat
perawatan
an bayi
bayi baru
baru lahir.
lahir. Kalau ibu meningga
meninggall pada
pada
waktu melahirkan$ si bayi akan mempunyai kesempatan hidup yang ke'il.

(ang termasuk neonatus resiko tinggi yaitu diantaranya sebagai berikut)
*. BB+,
2. asfiksia neonatorum
!. sindrom$ gangguan pernafasan
. ikterus
. perdarahan tali pusat
/. ke"ang
. hypotermi
8. hypertermi
1. hypoglikemi
*0 tetanus neonatorum

C. TUJUAN
• Tujuan Umum
Kegiatan ini dimaksudkan untuk lebih meningkatkan pemantauan bayi
dengan resiko tinggi $ menilai dan meningkatkan kemampuan ibu dan
keluarga dalam merawat bayi dengan resiko tinggi sehingga bayi
mendapatkan perawatan dengan ptimal.
• Tujuan Khusus
*. %enurunkan angka kematian bayi dan balita
2. 3bu dan keluarga men"adi trampil merawat bayi

D. KELUARAN YANG DIHARAPKAN
• 3ndikator Keluaran
%enurunnya 4ngka kematian bayi di ke'amatan "angkar dan seluruh bayi
dengan komplikasi mendapatkan pelayanan &enaga Kesehatan sesuai
target %D5s
• Keluaran
+aporan hasil kegiatan pentauan bayi dengan resiko tinggi

E. CARA PELAKSANAAN KEGIATAN
a. %etode #elaksanaan
- #enemuan Kasus
- #emantauan
- K36 keluarga tentang tata 'ara perawatan bayi

. &ahapan kegiatan
- #ersiapan sasaran
- #elaksanaan Kegiatan
- #elaporan
!. SASARAN
Bayi dengan resiko tinggi

G. JAD"AL PELAKSANAAN (T#$%am&'$ )

H. EALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN

67aluasi dilakukan oleh ketua tim #%K# terhadap pelaksanaan kegiatan dimana
hal yang die7aluasi adalah ketepatan waktu$ baik pembukaan$ pengisian materi
maupun penutupan dan partisipasi peserta workshop yang ter'ermin dalam
diskusi yang aktif.

I. PENCATATAN PELAPORAN DAN EALUASI KEGIATAN

- #en'atatan dilakukan oleh notulen terhadap pelaksanaan workshop
- +aporan pelaksanaan kegiatan harus disusun pada tiap akhir tiap
kegiatan palinglambat * minggu setelah kegiatan dilaksanakan.
-
J. BIAYA
Biaya kegiatan ini akan dibebankan pada D3#4 &# BK tahun 20* atker Dinas
Kesehatan Kabupaten itubondo.