You are on page 1of 4

FARMAKOLOGI DOSIS ANAK 2013 KELAS B

Nama Obat effikasi safety suitability cost referensi


Farmako kinetik Farmako dinamik indikasi interaksi Dosis anak
Opiois Agonis
Lemah- Sedang
KODEIN Farmakokinetik : Farmakodinamik : Efek samping : Indikasi : analgesik Interaksi obat : Dosis dan sediaan : KODEIN ISO Indonesia
Memiliki effikasi << - analgesik agonis -Dapat dan antitusif -Jangan diberikan Sebagai analgesik: Codein 10 mg 250 Volume 49 – 2014
dari morfin opioid menimbulkan (Pengobatan bersama-sama -Anak-anak:0,5 tablet Rp 112.148 s/d 2015
Absorbsi oral 75% ketergantungan. simtomatik batuk dengan penghambat mg/kg BB, 4-6 kali
dg bioavaibilitas 40- -Kodein dapat kering selama MAO dan dalam sehari MIMS edisi 14 2013
70% meningkatkan - Mual, muntah, bronkhitis, flu, jangka waktu 14 hari
Lama kerja obat 3-5 ambang rasa nyeri idiosinkrasi, pusing, radang saluran setelah pemberian Sebagai antitusif :-
jam dg T1/2 3 dan mengubah sembelit. pernapasan karena penghambat MAO. Anak6-12tahun:5-10
jam,10% dari dosis reaksi yang timbul di alergi atau infeksi) mg, tiap 4 - 6 jam,
mengalami korteks serebri pada -Depresi pernafasan -Hendaknya hati- maksimum 60 mg
demetilasi menjadi waktu persepsi nyeri terutama pada hati dan dosis perhari.
morfin diterima dari penderita asma, Kontaindikasi :Asma dikurangi, apabila
thalamus. depresi jantung dan bronkial, emfisema digunakan bersama- -Anak 2-6 tahun:1
syok. paru-paru, trauma sama dengan obat- mg/kg BB perhari
-Kodein juga kepala, tekanan obat depresan lain, dalam dosis terbagi,
merupakan antitusif intrakranial yang anestetik, maksimum 30 mg
yang bekerja pada meninggi, tranquilizer, sedatif, perhari.
susunan saraf pusat alkoholisme akut. hipnotik dan
dengan menekan alkohol. -Sebagai antitusif
pusat batuk. tidak dianjurkan
-Tranquilizer untuk anak di
-Kodein jrg terutama fenotiazin bawah 2 tahun.
digunakan tersendiri bekerja antagonis
ttpi dikombinasi dlm terhadap analgesik
sediaan aspirin/ opiat agonis
asetaminifen -kombinasi dgn
parasetamol jadi
analgesik kuat
Propoksifen Farmakokinetik Farmakodinamik Efek samping indikasi :nyeri Interaksi : - Sediaan : - ISO Indonesia
-efektivitas -Selektif reseptor μ Mual, anoreksia, ringan- sedang yg Kombinasi Larutan 30 mg/ml Volume 49 – 2014
berkurang jk meskipun krg sembelit, nyeri tdk reda oleh propoksifen dgn dalam vial 1 ; 1.5 ; 2 s/d 2015
diberikan secara oral selektif dibanding perut,kantuk, asetosal asetosal jadi dan 10 ml
morfin aritmia, seperti analgesik kuat MIMS edisi 14 2013
jantung berdebar-
FARMAKOLOGI DOSIS ANAK 2013 KELAS B
-Mempunyai ikatan -Memiliki aktifitas debar, nadi cepat,
protein tinggi analgesik yg rendah atau rasa pusing.

-Biotransformasi
dgn cara N-
demetilasi di hati
Opioid Agonis
Parsial

Pentazosin Farmakokinetik : Farmakodinamik : Efek samping : Indikasi: Interaksi obat: Dosis dan Sediaan Merek dagang : ISO Indonesia
- - peak efek im : i5 - antagonis lemah - Pada dosis 60-90 - Untuk nyeri - pada pasien yg Analgesik - Solution : talwin 30 Volume 49 – 2014
menit, po : 1—2 reseptor µ, tapi mg dapat sedang, tetapi mendapat inhibitor Anak : mg/ml (10) s/d 2015
jam agonisn kuat menyebabkan kurang efektif MAO dapat - im 5-8 th : 15 mg Rp 744.200
reseptor К, disforia dan dibandingkan menyebabkan im 8-14 th : 30 mg MIMS edisi 14 2013
- durasi im : 2-3 jam sehingga tidak psikotomimetik morfin untuk nyeri reaksi yg tidak - po : > 12 th sama
mengantagonis berat. diinginkan seperti dosis
- Mengalami first depresi napas oleh - penyuntikan dewasa
pass metabolism morfin berulang pada - digunakan untuk - bila digunakan -
tempat yang sama medikasi bersama alkohol,
- dimetabolisme di - efek pada saluran dapat praanastetik. antihistamin,
hati, diekskresi cerna mirip opioid, menyebabkan sedatif/hipnotik
sebagai metabolit sedangkan pada abses steril, Kontraindikasi : bisa menyebabkan
di urin uterus mirip ulserasi, dan - Bila digunakan depresi SSP
miperidin jaringan parut untuk analgesia
obstetrik bisa - dapat
mengakibatkan mencetuskan
depresi napas gejala putus obat
pada pasien yg
- trauma kepala, mengalami
peningkatan TIK ketergantungan
fisik thd analgetik
- gagal ginjal, hati opioid dan belum
atau paru didetoksifikasi

- hati-hati pada
lansia  kurangi
dosis
FARMAKOLOGI DOSIS ANAK 2013 KELAS B
Butorfanol Farmakokinetik : Farmakodinamik Efek samping : Indikasi : Interaksi obat : Dosis dan Sediaan Merek dagang : ISO Indonesia
- onset, peak efek, - bekerja pada - ES utama adalah - efektif untuk - pada pasien yg Nyeri akut Solution : Volume 49 – 2014
dan durasi mirip reseptor К dan δ kantuk, rasa mengatasi nyeri mendapat inhibitor - Im :2 mg dapat butorphanol s/d 2015
dengan morfin lemah, akut pasca bedah MAO dapat diulang 3-4 jam tartrate 10 mg/ml
berkeringat, rasa menyebabkan - iv : 1 mg dapat (2.5) Rp 569.900 MIMS edisi 14 2013
- t½ : ± 3 jam mengambang, dan - efektif untuk reaksi yg tidak diulang 3-4 jam
mual medikasi diinginkan - intra nasal
praanastetik akan (spray) : 1 spray (¼
- kadang terjadi tetapi efek - bila digunakan mg/ spray)
gangguan sedasinya lebih bersama alkohol,
kardiovaskuler kuat daripada antihistamin,
yaitu palpitasi miperidin sedatif/hipnotik
bisa menyebabkan
- gangguan kulit Kontra indikasi : depresi SSP
rash Tidak dianjurkan
untuk nyeri yg - dapat
menyertai infark mencetuskan
miokard akut gejala putus obat
pada pasien yg
mengalami
ketergantungan
fisik thd analgetik
opioid dan belum
didetoksifikasi

Opioid
Antagonis
Nalokson Farmakokinetik: Farmakodinamik: Efek samping : Indikasi: Interaksi obat: Dosis dan Sediaan : 0,4 mg/ml x 2ml x 5 ISO Indonesia
-Parenteral secara -Antagonis Hipotensi, -depresi nafas akibat Bisulfit, metabisulfit parenteral iv, im, sk ampul ( Rp. Volume 49 – 2014
IV, IM kompetetif reseptor hipertensi, takikardi, overdosis opioid cth: 0,4 mg/ml. 350.000) s/d 2015
µ, k, δ tp affinitas dispnea. bayi dilahirkan oleh
-Oral  first pass lebih>> reseptor µ. ibu yg mendapat Neonatus : 0,01 MIMS edisi 14 2013
metabolism opioid sewaktu mg/kgBB iv, im, sk
persalinan,tentamen diulang 3-5 mnt
-T1/2 : 1 jam dgn suicide akibat
masa kerja 1-4 jam opioid.
(durasi singkat)
FARMAKOLOGI DOSIS ANAK 2013 KELAS B
Naltrekson Farmakokinetik: Farmakodinamik: Efek samping : Indikasi: Interaksi obat : Dosis dan Sedian Tab 50 mg x 5 ( Rp. ISO Indonesia
Diabsorpsi baik Antagonis Mual, muntah, sakit Terapi Tioridazin , preparat Tab 50 mg 198.000) Volume 49 – 2014
peroral kompetetif reseptor kepala, gugup, lelah, ketergantungan mgd opiat s/d 2015
T1/2 10 jam µ, k, δ tp affinitas cemas, somnolen alkohol, utk
lebih >> reseptor µ. memblokir efek MIMS edisi 14 2013
farmakologi sesudah
pemberian opiat,
tambahan terapi
detoksifikasi
ketergantungan
obat.

Kontraindikasi :
sedang mendapat
analgesik opiat,
riwayat sensitif thd
naltrekson,hepatitis
akut atau gagal hati