You are on page 1of 5

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES

)
MUHAMMADIYAH KUDUS
Jl. Ganesha I Purwosari Kudus
Telp/Fax (0291) 437218

PROSEDUR PEMERIKSAAN FISIK NEONATUS ESENSIAL

NO ASPEK YANG DINILAI BBT NO UJIAN
( Prosedure Pemeriksaan Fisik
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25
Neonatus Esensial)
Esensial)
A TAHAP ORIENTASI 10%
1 Memberi salam & menyapa nama 1
pasien atau keluarga
2 Memperkenalkan diri 1
3 Menjelaskan tujuan tindakan 2
4 Menjelaskan langkah prosedur 2
5 Menempatkan alat kedekat pasien 2
6 Mencuci tangan 2
B TAHAP KERJA 70%
1 Memakai sarung tangan 2
2 Lakukan Anamnesis : 3
a. Tanyakan pada ibu dan atau keluarga

1) Cara,waktu,tempat bersalin dan
tindakan yang diberikan pada bayi
jika ada.

2) Frekuensi bayi menyusu dan
kemampuan menghisap

3 LAKUKAN PEMERIKSAAN FISIK
a. Lihat postur, tonus dan aktivitas ;
APGAR SCORE
Posisi tungkai dan lengan fleksi. 5
Bayi sehat akan bergerak aktif

b. Lihat Kulit ; Wajah, bibir dan selaput
lendir, dada harus berwarna merah
muda, tanpa adanya kemerahan atau
bisul. 5
c. Hitung pernapasan dan lihat tarikan
dinding dada bawah ketika bayi sedang
tidak menangis ;
Frekuensi napas normal 40-60 kali
per menit.
Tidak ada tarikan dinding dada
bawah yang dalam.
5
d Hitung denyut jantung dengan
meletakkan stetoskop di dada kiri
setinggi apeks kordis ;
Frekuensi denyut jantung normal 120-
160 kali per menit.
2
e Lakukan pengukuran suhu ketiak
dengan termometer ; Suhu normal
adalah 36,5 - 37,5º C 3
f Lihat dan raba bagian kepala ;
Bentuk kepala terkadang asimetris
karena penyesuaian pada saat proses
persalinan, umumnya hilang dalam 5
48 jam.
Ubun-ubun besar rata atau tidak
membonjol, dapat sedikit
membonjol saat bayi menangis.

g Lihat mata ; Tidak ada kotoran/sekret 3
h Lihat bagian dalam mulut.
Masukkan satu jari yang menggunakan
sarung tangan ke dalam mulut, raba
langit-langit ;
Bibir, gusi, langit-langit utuh dan
tidak ada bagian yang terbelah.
Nilai kekuatan isap bayi. Bayi akan
mengisap kuat jari pemeriksa.
5
i Lihat dan raba perut.
Lihat tali pusat ;
Perut bayi datar, teraba lemas.
Tidak ada perdarahan,
pembengkakan, nanah, bau yang
tidak enak pada tali pusat atau
kemerahan sekitar tali pusat
5
j Lihat punggung dan raba tulang
belakang ;
Kulit terlihat utuh, tidak terdapat
lubang dan benjolan pada tulang
belakang
5
k Lihat lubang anus.
Hindari memasukkan alat atau jari
dalam memeriksa anus
Tanyakan pada ibu apakah bayi sudah
buang air besar ; 5
Terlihat lubang anus dan periksa
apakah mekonium sudah keluar.
Biasanya mekonium keluar dalam
24 jam setelah lahir.

l Lihat dan raba alat kelamin luar.
Tanyakan pada ibu apakah bayi sudah
buang air kecil ;
Bayi perempuan kadang terlihat
cairan vagina berwarna putih atau
kemerahan.
Bayi laki-laki terdapat lubang uretra
pada ujung penis. Teraba testis di
skrotum.
Pastikan bayi sudah buang air kecil
dalam 24 jam setelah lahir.
5
m Timbang bayi.
Timbang bayi dengan menggunakan
selimut, hasil dikurangi selimut ;
Berat lahir 2,5-4 kg.
Dalam minggu pertama, berat bayi
mungkin turun dahulu baru
kemudian naik kembali.
5
n Mengukur panjang dan lingkar
kepala bayi ;
Panjang lahir normal 48-52 cm
Lingkar kepala normal 33-37 cm.
2
o Menilai cara menyusui, minta ibu
untuk menyusui bayinya ;
Kepala dan badan dalam garis lurus;
wajah bayi menghadap payudara; 5
ibu mendekatkan bayi ke tubuhnya
Bibir bawah melengkung keluar,
sebagian besar areola berada di
dalam mulut bayi
Menghisap dalam dan pelan kadang
disertai berhenti sesaat

C TAHAP TERMINASI 10%
1 Merapikan alat dan valuasi hasil 2,5
tindakan
2 Menjelaskan RTL 2,5
3 Berpamitan 2,5
4 Mencuci tangan dan Dokumentasikan 2,5
D PENAMPILAN SELAMA TINDAKAN 10%
1 Ketenangan selama melakukan 2,5
tindakan
2 Melakukan komunikasi terapeutik 2,5
selama tindakan
3 Ketelitian selama tindakan 2,5
4 Menjaga Keamanan selama tindakan 2,5
TOTAL 100

Disahkan, ……………………………...