You are on page 1of 74

i

ANALISIS BUTIR SOAL INSTRUMEN TES KEMAMPUAN
PENALARAN MATEMATIS PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN
LINEAR DUA VARIABEL (SPLDV)

MAKALAH

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Evaluasi Pembelajaran
Matematika

Oleh :

Aditya Rachman 162151029
Andini Nurhasan 162151012
Belda N. Lesmana 162151045
Dini Siti Sopiah 162151062
Widiana Yosika 162151110
2016 A

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SILIWANGI

TASIKMALAYA

2018
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang, penulis panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada penulis, sehingga penulis
dapat menyelesaikan makalah tentang “Analisis Butir Soal Instrumen Tes
Kemampuan Penalaran Matematis Pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua
Variabel (SPLDV)”.

Makalah ini telah penulis susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan
dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk
itu penulis menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, penulis menyadari sepenuhnya bahwa ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena
itu dengan tangan terbuka penulis menerima segala saran dan kritik dari pembaca
agar penulis dapat memperbaiki makalah ini.

Akhir kata penulis berharap semoga makalah tentang “Analisis Butir Soal
Instrumen Tes Kemampuan Penalaran Matematis Pada Materi Sistem Persamaan
Linear Dua Variabel (SPLDV)”. ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi
terhadap pembaca.

Tasikmalaya, Mei 2018

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................. i

DAFTAR ISI ................................................................................................................. ii

DAFTAR TABEL ....................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ................................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ............................................................................................ 2
C. Definisi Operasional ........................................................................................ 2
D. Tujuan ............................................................................................................... 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Kemampuan Penlaran Matematis ................................................................. 5
B. Kajian Analisis Butir Soal Instrumen Tes Kemamuan Penalaran
Matematis ......................................................................................................... 5

BAB III METODE DAN PROSEDUR

A. Tahap Penyusunan Instrumen ....................................................................... 12
B. Tempat Uji Coba ............................................................................................. 13
C. Teknik Pengumpulan Data .. ........................................................................... 13
D. Teknik Pengolahan Data ...... .......................................................................... 14

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Hasil Uji Coba InstrumenTes ........................................................ 20
B. Hasil Uji Coba Instrumen ............................................................................... 21
C. Data Prestasi Hasil Belajar ............................................................................ 29
D. Pembahasan .......................................................................................... ........... 31

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan ....................................................................................................... 35
B. Saran ................................................................................................................. 36

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................. 38

LAMPIRAN

ii
DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Kisi-Kisi Soal Tes Kemampuan Penalaran Matematis .......................... 12

Tabel 3.2 Pedoman Penskoran .................................................................................... 14

Tabel 4.1 Hasil Uji Validitas Instrumen Tes Berdasarkan Kemampuan
Penalaran Matematis Bentuk Soal Uraian ................................................................ 22

Tabel 4.2 Uji Daya Pembeda Instrumen Tes Berdasarkan Kemampuan
Penalaran Matematis Bentuk Soal Uraian ............................................................... 22

Tabel 4.3 Uji Indeks Kesukaran Instrumen Tes Berdasarkan Kemampuan
Penalaran Matematis Bentuk Soal Uraian ............................................................... 23

Tabel 4.4 Hasil Uji Validitas Instrumen Tes Berdasarkan Kemampuan
Penalaran Matematis Bentuk Soal Pilihan Banyak ................................................. 23

Tabel 4.5 Uji Daya Pembeda Instrumen Tes Berdasarkan Kemampuan
Penalaran Matematis Bentuk Soal Pilihan Banyak ................................................. 26

Tabel 4.6 Uji Indeks Kesukaran Instrumen Tes Berdasarkan Kemampuan
Penalaran Matematis Bentuk Soal Pilihan Banyak ................................................. 28

Tabel 4.7 Data prestasi hasil belajar kelas VIII A SMPN 6 Tasikmalaya .............. 29

Tabel 4.8 Data prestasi hasil belajar kelas VIII C SMPN 6 Tasikmalaya .............. 30

Tabel 4.9 Tabel Hasil Analisis Butir Soal Instrumen Tas Kemampuan
Penalaran Matematis Bentuk Soal Uraian ............................................................... 31

Tabel 4.10 Tabel Hasil Analisis Butir Soal Instrumen Tas Kemampuan
Penalaran Matematis Bentuk Soal Pilihan Banyak ................................................. 32

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi,
manusia dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, sistematis, logis,
kreatif, bernalar, dan bekerja sama secara efektif sehingga dapat
berkembang maju di masa globalisasi ini. Berdasarkan kemampuan-
kemampuan yang dimiliki tersebut, manusia dapat memanfaatkan
informasi - informasi dari berbagai sumber menjadi sesuatu yang berguna
dalam kehidupan. Pentingnya kemampuan penalaran matematis bagi siswa
tercantum dalam tujuan pembelajaran matematika di sekolah,
yaitu melatih cara berpikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan,
mengembangkan kemampuan memecahkan masalah, serta
mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi atau
mengkomunikasikan ide-ide melalui lisan, tulisan, gambar, grafik, peta,
diagram, dan sebagainya.
Matematika merupakan ilmu yang mempunyai sifat khas jika
dibandingkan dengan ilmu yang lain. Karena itu kegiatan belajar mengajar
matematika seharusnya tidak disamakan dengan ilmu yang lain, karena
peserta didik yang belajar matematika mempunyai kemampuan yang
berbeda-beda. maka kegiatan belajar mengajar haruslah diatur sekaligus
memperhatikan kemampuan yang belajar.
Perbaikan hasil pembelajaran matematika perlu dilakukan melalui
perbaikan kondisi yang mendukung peningkatan kecerdasan/kemampuan
peserta didik, perubahan sikap siswa terhadap matematika serta
kemampuan dan kemauan guru dalam mengubah paradigma pendidikan.
Tujuan pembelajaran matematika harus dipahami dengan baik oleh guru
agar proses pembelajaran sesuai dengan apa yang diharapkan dan
kemampuan penalaran matematis siswa perlu ditingkatkan. Dalam
meningkatkan kemampuan penalaran matematis, guru dituntut agar

1
2

memilih suatu model pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk
terlibat secara aktif dalam pengalaman belajarnya, baik dalam membangun
konsep, mengemukakan ide atau gagasan.
Untuk mengetahui kemampuan penalaran matematis siswa maka
dapat dilakukan dengan tes penalaran matematis. Dengan instrumennya
yaitu berupa tes tertulis berbentuk pilihan banyak dan juga uraian yang
mencakup indikator-indikator kemampuan penalaran matematis.
Dari permasalahan tersebut maka penulis memberi judul “Analisis
Butir Soal Instrumen Tes Kemampuan Penalaran Matematis Pada Materi
Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV)”.
B. Rumusan Masalah
Rumusan Masalah dari laporan judul “Analisis Butir Soal Instrumen
Tes Kemampuan Penalaran Matematis Pada Materi Sistem Persamaan
Linear Dua Variabel (SPLDV)” ini adalah :
1. Bagaimana validitas dari instrumen tes atau soal kemampuan
penalaran matematis peserta didik yang telah diuji cobakan?
2. Bagaimana reliabilitas dari instrumen tes atau soal kemampuan
penalaran matematis peserta didik yang telah diuji cobakan?
3. Bagaimana daya pembeda dari instrumen tes atau soal kemampuan
penalaran matematis peserta didik yang telah diuji cobakan?
4. Bagaimana indeks kesukaran dari instrumen tes atau soal kemampuan
penalaran matematis peserta didik yang telah diuji cobakan?
C. Definisi Operasional
1. Definisi Kemampuan Penalaran Matematis
Kemampuan penalaran matematis adalah salah satu proses berfikir
yang dilakukan dengan cara menarik suatu kesimpulan dimana
kesimpulan tersebut merupakan kesimpulan yang sudah valid atau
dapat dipertanggung jawabkan. salah satu tujuan terpenting dari
pembelajaran matematika adalah mengajarkan kepada siswa penalaran
logika. Bila kemampuan bernalar tidak dikembangkan pada siswa,
maka bagi siswa matematika hanya akan menjadi materi yang
3

mengikuti serangkaian prosedur dan meniru contoh-contoh tanpa
mengetahui maknanya. Pada dasarnya setiap penyelesaian soal
matematika memerlukan kemampuan penalaran. Melalui penalaran,
siswa diharapkan dapat melihat bahwa matematika merupakan kajian
yang masuk akal atau logis. Dengan demikian siswa merasa yakin
bahwa matematika dapat dipahami, dipikirkan, dibuktikan, dan dapat
dievaluasi. Dan untuk mengerjakan hal-hal yang berhubungan
diperlukan bernalar.
2. Definisi Validitas
Menurut Azwar (1986) validitas berasal dari kata validity yang
mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur
dalam melakukan fungsi ukurnya. Menurut Arikunto (1999) validitas
adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kesahihan suatu tes.
Menurut Nursalam (2003) validitas adalah suatu ukuran yang
menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen.
3. Definisi Reliabilitas
Menurut Sugiono (2005) Pengertian Reliabilitas adalah
serangkaian pengukuran atau serangkaian alat ukur yang memiliki
konsistensi bila pengukuran yang dilakukan dengan alat ukur itu
dilakukan secara berulang. Reabilitas tes adalah tingkat keajegan
(konsitensi) suatu tes, yakni sejauh mana suatu tes dapat dipercaya
untuk menghasilkan skor yang ajeg, relatif tidak berubah walaupun
diteskan pada situasi yang berbeda-beda.
4. Definisi Daya Pembeda
Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal untuk
membedakan anatara siswa yang berkemampuan tinggi dengan siswa
yang berkemampuan rendah (Arikunto, 1999:211).
5. Definisi Indeks Kesukaran
Analisis tingkat kesukaran dimaksudkan untuk mengethaui apakah
soal tersebut tergolong mudah atau sukar. Tingkat kesukaran adalah
4

bilangan yang menunjukkan sukar atau mudahnya suatu soal
(Arikunto, 1999:207).
D. Tujuan
Tujuan dari laporan dengan judul “Analisis Butir Soal Instrumen Tes
Kemampuan Penalaran Matematis Pada Materi Sistem Persamaan Linear
Dua Variabel (SPLDV)” ini adalah :
1. Untuk mengetahui dan menguji validitas dari instrumen tes atau soal
kemampuan penalaran matematis peserta didik yang telah diuji
cobakan.
2. Untuk mengetahui dan menguji reliabilitas dari instrumen tes atau soal
kemampuan penalaran matematis peserta didik yang telah diuji
cobakan.
3. Untuk mengetahui dan menguji daya pembeda dari instrumen tes atau
soal kemampuan penalaran matematis peserta didik yang telah diuji
cobakan.
4. Untuk mengetahui dan menguji indeks kesukaran dari instrumen tes
atau soal kemampuan penalaran matematis peserta didik yang telah
diuji cobakan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Kemampuan Penalaran Matematis
Kemampuan penalaran matematis adalah salah satu proses berfikir
yang dilakukan dengan cara menarik suatu kesimpulan dimana kesimpulan
tersebut merupakan kesimpulan yang sudah valid atau dapat
dipertanggung jawabkan. Salah satu tujuan terpenting dari pembelajaran
matematika adalah mengajarkan kepada siswa penalaran logika. Bila
kemampuan bernalar tidak dikembangkan pada siswa, maka bagi siswa
matematika hanya akan menjadi materi yang mengikuti serangkaian
prosedur dan meniru contoh-contoh tanpa mengetahui maknanya. Melalui
penalaran, siswa diharapkan dapat melihat bahwa matematika merupakan
kajian yang masuk akal atau logis. Dan untuk mengerjakan hal-hal yang
berhubungan diperlukan bernalar.
Kemampuan penalaran matematis meliputi:
1. Penalaran umum yang berhubungan dengan kemampuan untuk
menemukan penyelesaian atau pemecahan masalah
2. Kemampuan yang berhubungan dengan penarikan kesimpulan, seperti
pada silogisme, dan yang berhubungan dengan kemampuan menilai
implikasi dari suatu argumentasi.
3. Kemampuan untuk melihat hubungan-hubungan, tidak hanya
hubungan antara benda-benda tetapi juga hubungan antara ide-ide, dan
kemudian mempergunakan hubungan itu untuk memperoleh benda-
benda atau ide-ide lain.
B. Kajian Analisis Butir Soal Instrumen Tes Kemamuan Penalaran
Matematis
1. Analisis Validitas
Menurut Azwar (1986) validitas berasal dari kata validity yang
mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur

5
6

dalam melakukan fungsi ukurnya. Menurut Arikunto (1999) validitas
adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kesahihan suatu tes..
Menurut Sudijono (2009) terdapat berbagai jenis validitas, antara
lain:
a. Pengujian Validitas Tes Secara Rasional
Validitas rasional adalah validitas yang diperoleh atas dasar hasil
pemikiran, validitas yang diperoleh dengan berpikir secara logis.
- Validitas Isi (Content Validity)
Validitas isi dari suatu tes hasil belajar adalah validitas yang
diperoleh setelah dilakukan penganalisisan, penelususran atau
pengujian terhadap isi yang terkandung dalam tes hasil belajar
tersebut. Validitas isi adalah yang ditinjau dari sejauh mana tes
hasil belajar sebagai alat pengukur hasil belajar peserta didik,
isisnya telah dapat mewakili secara representatif terhadap
keseluruhan materi atau bahkan pelajaran yang seharusnya
diteskan (diujikan).
- Validitas konstruksi (Construct Validity)
Validitas konstruksi dapat diartikan sebagai validitas yang
ditilik dari segi susunan, kerangka atau rekaannya. Adapun
secara terminologis, suatu tes hasil belajar dapat dinyatakan
sebagai tes yang telah memiliki validitas konstruksi, apabila tes
hasil belajar tersebut telalh dapat dengan secara tepat
mencerminkan suatu konstruksi dalam teori psikologis.
b. Pengujian Validitas Tes Secara Empirik
Validitas empirik adalah ketepatan mengukur yang didasarkan
pada hasil analisis yang bersifat empirik. Dengan kata lain,
validitas empirik adalah validitas yang bersumber pada atau
diperoleh atas dasar pengamatan di lapangan.
- Validitas ramalan (Predictive validity)
Validitas ramalan adalah suatu kondisi yang menunjukkan
seberapa jauhkah sebuah tes telah dapat dengan secara tepat
7

menunjukkan kemampuannya untuk meramalkan apa yang
bakal terjadi pada masa mendatang.
- Validitas bandingan (Concurrent Validity)
Tes sebagai alat pengukur dapat dikatakan telah memiliki
validitas bandingan apabila tes tersebut dalam kurun waktu
yang sama dengan secara tepat mampu menunjukkan adanya
hubungan yang searah, antara tes pertama dengan tes
berikutnya.

Untuk mencari koefisien validitas tes uraian dapat digunakan tiga
macam rumus, yaitu :

1) Korelasi produk momen menggunakan simpangan
Rumusnya :
Σ𝑥𝑦
𝑟𝑥𝑦 =
√(Σ𝑥 2 )(Σ𝑦 2 )
Dengan :
𝑟𝑥𝑦 = Koefisien korelasi antar variabel x dan variabel y
𝑥 = 𝑥 − 𝑥̅ , simpangan terhadap rata-rata dari setaip data
pada kelompok variabel x
𝑦 = 𝑦 − 𝑦̅ , simpangan terhadap rata-rata dari setaip data
pada kelompok variabel y
2) Korelasi produk momen memakai angka kasar (raw skor)
Rumusnya :
𝑁Σ𝑥𝑦 − (Σ𝑥)(Σ𝑦)
𝑟𝑥𝑦 =
√{𝑁Σ𝑥 2 − (Σ𝑥)2 }{𝑁Σ𝑦 2 − (Σ𝑦)2 }
Dengan :
𝑟𝑥𝑦 = koefisien relasi antara variabel x dan variabel y
𝑁 = banyak subyek (testi) / responden
𝑥 = skor setiap butir soal
𝑦 = skor total butir soal
8

3) Korelasi Metode Rank (Rank Methode Correlation)
Rumus dari Spearman-Brown :
6Σ𝑑 2
𝑟𝑥𝑦 = 1 −
𝑁(𝑁 2 − 1)
Dengan :
𝑑 = selisih rank antara 𝑥 dan 𝑦
𝑁 = banyak subyek (testi) / responden
Setelah mengetahui nilai koefisien korelasi (𝑟𝑥𝑦 ), untuk menguji
apakah soal tersebut valid atau tidak, maka dilanjutkan dengan uji t
dengan rumus :
𝑟√𝑛 − 2
𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 =
√1 − 𝑟 2
Dengan : 𝑡
= Nilai 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 𝑟
= koefisien korelasi hasil 𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 𝑛
= jumlah responded (peserta tes)
Distribusi (tabel t) untuk 𝛼 = 0,005 dan derajat kebebasan (𝑑𝑘 = 𝑛 −
2)
Dengan kriteria pengujian
Jika 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 berarti valid
Jika 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 ≤ 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 berarti tidak valid
Apabila hasl pengujian instrumen tersebut valid, maka dilihat
kriteria penafsirannya mengenai indeks korelasinya yaitu nilai 𝑟𝑥𝑦 ke
dalam kategori –kategori sebagai berikut :
0,90 ≤ 𝑟𝑥𝑦 ≤ 1,00 korelasi sangat tinggi
0,70 ≤ 𝑟𝑥𝑦 < 0,90 korelasi tinggi
0,40 ≤ 𝑟𝑥𝑦 < 0,70 korelasi sedang
0,20 ≤ 𝑟𝑥𝑦 < 0,40 korelasi rendah
𝑟𝑥𝑦 < 0,20 korelasi sangat rendah
9

Untuk membuat tingkat (derajat) validitas alat evaluasi dapat
menggunakan kriteria diatas. Dalam hal ini nilai 𝑟𝑥𝑦 diartikan sebagai
koefisien validitas, sehingga kriterianya menjadi :

0,90 ≤ 𝑟𝑥𝑦 ≤ 1,00 validitas sangat tinggi (sangat baik)

0,70 ≤ 𝑟𝑥𝑦 < 0,90 validitas tinggi (baik)

0,40 ≤ 𝑟𝑥𝑦 < 0,70 validitas sedang (cukup)

0,20 ≤ 𝑟𝑥𝑦 < 0,40 validitas rendah (kurang)

0,00 ≤ 𝑟𝑥𝑦 < 0,20 validitas sangat rendah

𝑟𝑥𝑦 ≤ 0,00 tidak valid

2. Analisis Reliabilitas
Menurut Sugiono (2005) Pengertian Reliabilitas adalah
serangkaian pengukuran atau serangkaian alat ukur yang memiliki
konsistensi bila pengukuran yang dilakukan dengan alat ukur itu
dilakukan secara berulang. Reabilitas tes adalah tingkat keajegan
(konsitensi) suatu tes, yakni sejauh mana suatu tes dapat dipercaya
untuk menghasilkan skor yang ajeg, relatif tidak berubah walaupun
diteskan pada situasi yang berbeda-beda.
Koefisien reliabilitas suatu tes berbentuk uraian dapat diperoleh
dengan rumus Alpha.
𝑛 Σ𝑆𝑖2
𝑟11 = [ ] [1 − 2 ]
𝑛−1 𝑆𝑡

Dengan :

𝑟 = Koefisien reliabilitas

𝑛 = Banyak butir soal

Σ𝑆𝑖2 = Jumlah varian skor setip item
10

𝑆𝑡2 = Varians skor total

Tolak ukur untuk menginterpretasikan derajat reliabilitas alat
evaluasi dapat digunakan tolak ukur yang dibuat oleh Guilford, J.P.
(1956:145).

𝑟11 < 0,20 derajat reliabilitas sangat rendah

0,20 ≤ 𝑟11 < 0,40 derajat reliabilitas rendah

0,40 ≤ 𝑟11 < 0,70 derajat reliabilitas sedang

0,70 ≤ 𝑟11 < 0,90 derajat reliabilitas tinggi

0,90 ≤ 𝑟11 < 1,00 derajat reliabilitas sangat tinggi

3. Analisis Daya Pembeda
Daya Pembeda merupakan salah satu tujuan analisis kuantitatif
soal adalah untuk menentukan dapat tidaknya suatu soal membedakan
kelompok dalam aspek yang diukur sesuai dengan perbedaan yang ada
dalam kelompok itu. Indeks yang digunakan dalam membedakan
antara peserta tes yang berkemampuan rendah adalah indeks daya
pembeda (item discrimination).
Rumus untuk mencari daya pembeda adalah :
𝐽𝐵𝐴 −𝐽𝐵𝐵 𝐽𝐵𝐴 −𝐽𝐵𝐵
𝐷𝑃 = atau 𝐷𝑃 =
𝐽𝑆𝐴 𝐽𝑆𝐵

Dengan :
𝐽𝐵𝐴 = jmlah peserta didik kelompok atas yang menjawab soal itu
engan benar atau jumlah benar untuk kelompok atas
𝐽𝐵𝐵 = jumlah peserta didik kelompok bawah yang menjawab soal itu
engan benar atau jumlah benar untuk kelompok bawah
𝐽𝑆𝐴 = jumlah peserta didik dikelompok atas
𝐽𝑆𝐵 = jumlah peserta didik dikelompok bawah
11

Setelah mengetahui daya pembeda maka diklasifikasikan
berdasarkan interpretasi daya pembeda, dimana klasifikasi interpretasi
untuk daya pembeda adalah sebagai berikut :
𝐷𝑃 ≤ 0,00 Sangat jelek
0,00 < 𝐷𝑃 ≤ 0,20 Jelek
0,20 < 𝐷𝑃 ≤ 0,40 Cukup
0,40 < 𝐷𝑃 ≤ 0,70 Baik
0,70 < 𝐷𝑃 ≤ 1,00 Sangat Baik
4. Analisis Tingkat Kesukaran
Tingkat kesukaran soal adalah peluang untuk menjawab benar
suatu soal pada tingkat kemampuan tertentu yang biasanya dinyatakan
dalam bentuk indeks.
Derajat kesukaran suatu butir soal dinyatakan dengan bilangan
yang disebut indeks kesukaran. Rumus yang digunakan :
𝐽𝐵𝐴 +𝐽𝐵𝐵 𝐽𝐵𝐴 +𝐽𝐵𝐵 𝐽𝐵𝐴 +𝐽𝐵𝐵
𝐽𝐾 = atau 𝐼𝐾 = atau 𝐼𝐾 =
𝐽𝑆𝐴 +𝐽𝑆𝐵 2𝐽𝑆𝐴 2𝐽𝑆𝐵

Dengan :
𝐼𝐾 = Indeks Kesukaran
𝐽𝐵𝐴 = jumlah peserta didik kelompok atas yang menjawab soal itu
dengan benar untuk kelompok atass
𝐽𝐵𝐵 = jumlah peserta didik kelompok bawah yang menjawab soal
itu dengan benar atau jumlah benar untuk kelompok bawah
𝐽𝑆𝐴 = jumlah peserta didik dikelompok atas
𝐽𝑆𝐵 = jumlah peserta didik dikelompok bawah
Semmentara klasifikasi indeks kesukaran adalah sebagai berikut :
𝐼𝐾 = 0,00 Soal terlalu sukar
0,00 < 𝐼𝐾 ≤ 0,30 Soal sukar
0,30 < 𝐼𝐾 ≤ 0,70 Soal sedang
0,70 < 𝐼𝐾 < 1,00 Soal mudah
𝐼𝐾 = 1,00 Soal sangat mudah
BAB III

METODE DAN PROSEDUR

A. Tahap Penyusunan Instrumen
Menurut Suharsimi Arikunto, instrumen penelitian merupakan alat
bantu yang dipilih & digunakan oleh peneliti dalam melakukan
kegiatannya untuk mengumpulkan data agar kegiatan tersebut menjadi
sistematis & dipermudah olehnya.
Berikut instrumen yang digunakan untuk memperoleh data yang
digunakan untuk menjawab penelitian ini.
1. Soal Tes Kemampuan Penalaran Matematis Peserta Didik
Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mengetahui
kemampuan penalaran peserta didik dengan cara tes tertulis atau tes
kemampuan penalaran matematis peserta didik sebanyak 40 soal
berbentuk pilihan banyak dengan skor ideal 40 dan 4 soal bentuk
uraian dengan skor ideal 12 yang diberikan pada kelas eksperimen
yaitu kelas VIII A dan VIII C SMP Negeri 6 Tasikmalaya.
2. Menyusun Kisi-Kisi Tes Kemampuan Penalaran Matematis
Peserta Didik
Kisi-kisi yang diperlukan dalam pembuatan soal tes kemampuan
penalaran matematis bentuk uraian disajikan dalam tabel 3.1
Tabel 3.1
Kisi-Kisi Soal Tes Kemampuan Penalaran Matematis

Indikator Indikator
Prediksi
Kemampuan Kemampuan Nomor Level
No Tingkat Skor
Penalaran Matematis yang Soal Kognitif
Kesukaran
Matematis Diukur
Menyebutkan
Membuat C1
1 perbedaan Persamaan 1 Mudah 3
analogi (Pengetahuan)
Linear Dua Variabel

12
13

(PLDV) dan Sistem
Persamaan Linear Dua
Variabel (SPLDV)
Membuat model
matematika dari
Memberikan masalah sehari-hari
C2
2 penjelasan yang berkaitan dengan 2 Sedang 3
(Pemahaman)
dengan model Sistem Persamaan
Linear Dua Variabel
(SPLDV)
Menggunakan
Menentukan
pola untuk
penyelesaian Sistem C3
3 menganalisis 3 Sedang 3
Persamaan Linear Dua (Penerapan)
situasi
Variabel (SPLDV)
matematika
Menjelaskan Sistem
Persamaan Linear Dua
Menarik
4 Variabel (SPLDV) 4 C4 (Analisis) Sukar 3
kesimpulan
dalam berbagai bentuk
dan variabel
B. Tempat Uji Coba
Tempat yang dijadikan objek penelitian adalah SMP Negeri 6
Tasikmalaya yang beralamat di Jl. Cilembang No.114, Linggajaya,
Mangkubumi, Tasikmalaya. Subjek dalam penelitian yaitu peserta didik
kelas VIII A dan VIII C semester genap dengan jumlah peserta didik VIII
A sebanyak 29 orang dan VIII C sebanyak 28 orang.
C. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang diperlukan adalah pengumpulan data
yang paling tepat, sehingga benar-benar didapatkan data yang valid dan
reliabel. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah :
14

1. Tes Kemampuan Penalaran Matematis
Untuk memperoleh data penelitian, peneliti melaksanakan tes
untuk mengetahui kemampuan penalaran matematis peserta didik
mengenai konsep yang telah dipelajari. Tes kemampuan penalaran
matematis ini dilakukan satu kali tes dengan dua jenis bentuk soal
yang berbeda. Tes kemampuan penalaran matematis ini berbentuk
soal pilihan banyak sebanyak 40 soal dengan skor ideal 40 dan uraian
sebanyak 4 nomor dengan skor maksimal 12. Hasil tes kemampuan
penalaran matematis ini dijadikan acuan untuk mengetahui tingkat
kemampuan penalaran peserta didik mengenai konsep pelajaran yang
telah dipelajari.
2. Nilai Rapor
Selain melaksanakan tes kemampuan penalaran matematis yang
terdiri dari 40 soal bentuk pilihan banyak dan 4 soal bentuk soal
uraian, peneliti jua mencantumkan nilai rapor matematika kelas VIII
A an VIII C semester ganjil.
D. Teknik Pengolahan Data
Dalam mengolah data peneliti melakukan beberapa cara yaitu dengan
penskoran, menghitung validitas, reliabilitas, daya pembeda, dan indeks
kesukan.
1. Penskoran Tes Kemampuan Penalaran Matematis
Penskoran tes kemampuan penalaran matematis menggunakan
pedoman penskoran yang disajikan pada tabel 3.2
Tabel 3.2
Pedoman Penskoran

Bobot
No. Indikator Respon Skor
Soal
Tidak ada jawaban 0
1. Membuat Analogi Menjawab sebagian benar dan sebagian salah 1 10
Menjawab pertanyaan hampir semua benar 2
15

Menjawab pertanyaan dengan benar dan lengkap 3
Tidak ada jawaban 0
Memberi
Menjawab sebagian benar dan sebagian salah 1
2. penjelasan dengan 15
Menjawab pertanyaan hampir semua benar 2
model
Menjawab pertanyaan dengan benar dan lengkap 3
Tidak ada jawaban 0
Menggunakan pola
Menjawab sebagian benar dan sebagian salah 1
3. untuk menganalisis 15
Menjawab pertanyaan hampir semua benar 2
situasi matematika
Menjawab pertanyaan dengan benar dan lengkap 3
Menarik Tidak ada jawaban 0
kesimpulan logis Menjawab sebagian benar dan sebagian salah 1
4. 20
berdasarkan Menjawab pertanyaan hampir semua benar 2
Aturan Menjawab pertanyaan dengan benar dan lengkap 3
2. Menguji Validitas
Menurut Azwar (1986) validitas berasal dari kata validity yang
mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur
dalam melakukan fungsi ukurnya. Menurut Arikunto (1999) validitas
adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kesahihan suatu tes.
Menurut Nursalam (2003) validitas adalah suatu ukuran yang
menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen.

Rumus korelasi produk momen menggunakan angka kasar (raw
skor). Rumusnya :

𝑁Σ𝑥𝑦 − (Σ𝑥)(Σ𝑦)
𝑟𝑥𝑦 =
√{𝑁Σ𝑥 2 − (Σ𝑥)2 }{𝑁Σ𝑦 2 − (Σ𝑦)2 }
Dengan :
𝑟𝑥𝑦 = koefisien relasi antara variabel x dan variabel y
𝑁 = banyak subyek (testi) / responden
𝑥 = skor setiap butir soal
𝑦 = skor total butir soal
16

Setelah mengetahui nilai koefisien korelasi (𝑟𝑥𝑦 ), untuk menguji
apakah soal tersebut valid atau tidak, maka dilanjutkan dengan uji t
dengan rumus :
𝑟√𝑛 − 2
𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 =
√1 − 𝑟 2
Dengan : 𝑡
= Nilai 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 𝑟
= koefisien korelasi hasil 𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 𝑛
= jumlah responded (peserta tes)
Distribusi (tabel t) untuk 𝛼 = 0,005 dan derajat kebebasan (𝑑𝑘 = 𝑛
− 2)
Dengan kriteria pengujian
Jika 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 berarti valid
Jika 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 ≤ 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 berarti tidak valid
Apabila hasl pengujian instrumen tersebut valid, maka dilihat
kriteria penafsirannya mengenai indeks korelasinya yaitu nilai 𝑟𝑥𝑦 ke
dalam kategori –kategori sebagai berikut :
0,90 ≤ 𝑟𝑥𝑦 ≤ 1,00 korelasi sangat tinggi
0,70 ≤ 𝑟𝑥𝑦 < 0,90 korelasi tinggi
0,40 ≤ 𝑟𝑥𝑦 < 0,70 korelasi sedang
0,20 ≤ 𝑟𝑥𝑦 < 0,40 korelasi rendah
𝑟𝑥𝑦 < 0,20 korelasi sangat rendah

Untuk membuat tingkat (derajat) validitas alat evaluasi dapat
menggunakan kriteria diatas. Dalam hal ini nilai 𝑟𝑥𝑦 diartikan sebagai
koefisien validitas, sehingga kriterianya menjadi :

0,90 ≤ 𝑟𝑥𝑦 ≤ 1,00 validitas sangat tinggi (sangat baik)

0,70 ≤ 𝑟𝑥𝑦 < 0,90 validitas tinggi (baik)

0,40 ≤ 𝑟𝑥𝑦 < 0,70 validitas sedang (cukup)
17

0,20 ≤ 𝑟𝑥𝑦 < 0,40 validitas rendah (kurang)

0,00 ≤ 𝑟𝑥𝑦 < 0,20 validitas sangat rendah

𝑟𝑥𝑦 ≤ 0,00 tidak valid

3. Menguji Reliabilitas
Menurut Sugiono (2005) Pengertian Reliabilitas adalah
serangkaian pengukuran atau serangkaian alat ukur yang memiliki
konsistensi bila pengukuran yang dilakukan dengan alat ukur itu
dilakukan secara berulang.
Koefisien reliabilitas suatu tes berbentuk uraian dapat diperoleh
dengan rumus Alpha.
𝑛 Σ𝑆𝑖2
𝑟11 =[ ] [1 − 2 ]
𝑛−1 𝑆𝑡

Dengan :

𝑟 = Koefisien reliabilitas

𝑛 = Banyak butir soal

Σ𝑆𝑖2 = Jumlah varian skor setip item

𝑆𝑡2 = Varians skor total

Tolak ukur untuk menginterpretasikan derajat reliabilitas alat
evaluasi dapat digunakan tolak ukur yang dibuat oleh Guilford, J.P.
(1956:145).

𝑟11 < 0,20 derajat reliabilitas sangat rendah

0,20 ≤ 𝑟11 < 0,40 derajat reliabilitas rendah

0,40 ≤ 𝑟11 < 0,70 derajat reliabilitas sedang

0,70 ≤ 𝑟11 < 0,90 derajat reliabilitas tinggi
18

0,90 ≤ 𝑟11 < 1,00 derajat reliabilitas sangat tinggi

4. Menguji Daya Pembeda
Daya Pembeda merupakan salah satu tujuan analisis kuantitatif
soal adalah untuk menentukan dapat tidaknya suatu soal membedakan
kelompok dalam aspek yang diukur sesuai dengan perbedaan yang ada
dalam kelompok itu. Indeks yang digunakan dalam membedakan
antara peserta tes yang berkemampuan rendah adalah indeks daya
pembeda (item discrimination).
Rumus untuk mencari daya pembeda adalah :
𝐽𝐵𝐴 −𝐽𝐵𝐵 𝐽𝐵𝐴 −𝐽𝐵𝐵
𝐷𝑃 = atau 𝐷𝑃 =
𝐽𝑆𝐴 𝐽𝑆𝐵

Dengan :

𝐽𝐵𝐴 = jumlah peserta didik kelompok atas yang menjawab soal itu

dengan benar atau jumlah benar untuk kelompok atas

𝐽𝐵𝐵 = jumlah peserta didik kelompok bawah yang menjawab soal itu

dengan benar atau jumlah benar untuk kelompok bawah

𝐽𝑆𝐴 = jumlah peserta didik dikelompok atas

𝐽𝑆𝐵 = jumlah peserta didik dikelompok bawah

Setelah mengetahui daya pembeda maka diklasifikasikan
berdasarkan interpretasi daya pembeda, dimana klasifikasi interpretasi
untuk daya pembeda adalah sebagai berikut :

𝐷𝑃 ≤ 0,00 Sangat jelek

0,00 < 𝐷𝑃 ≤ 0,20 Jelek

0,20 < 𝐷𝑃 ≤ 0,40 Cukup

0,40 < 𝐷𝑃 ≤ 0,70 Baik
19

0,70 < 𝐷𝑃 ≤ 1,00 Sangat Baik

5. Menguji Indeks Kesukaran
Tingkat kesukaran soal adalah peluang untuk menjawab benar
suatu soal pada tingkat kemampuan tertentu yang biasanya dinyatakan
dalam bentuk indeks.
Derajat kesukaran suatu butir soal dinyatakan dengan bilangan
yang disebut indeks kesukaran. Rumus yang digunakan :
𝐽𝐵𝐴 +𝐽𝐵𝐵 𝐽𝐵𝐴 +𝐽𝐵𝐵 𝐽𝐵𝐴 +𝐽𝐵𝐵
𝐽𝐾 = atau 𝐼𝐾 = atau 𝐼𝐾 =
𝐽𝑆𝐴 +𝐽𝑆𝐵 2𝐽𝑆𝐴 2𝐽𝑆𝐵

Dengan :

𝐼𝐾 = Indeks Kesukaran

𝐽𝐵𝐴 = jumlah peserta didik kelompok atas yang menjawab soal itu
dengan benar untuk kelompok atas

𝐽𝐵𝐵 = jumlah peserta didik kelompok bawah yang menjawab soal itu
dengan benar atau jumlah benar untuk kelompok bawah

𝐽𝑆𝐴 = jumlah peserta didik dikelompok atas

𝐽𝑆𝐵 = jumlah peserta didik dikelompok bawah

Sementara klasifikasi indeks kesukaran adalah sebagai berikut :

𝐼𝐾 = 0,00 Soal terlalu sukar

0,00 < 𝐼𝐾 ≤ 0,30 Soal sukar

0,30 < 𝐼𝐾 ≤ 0,70 Soal sedang

0,70 < 𝐼𝐾 < 1,00 Soal mudah

𝐼𝐾 = 1,00 Soal sangat mudah
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Hasil Uji Coba Instrumen Tes
Kemampuan penalaran matematis adalah salah satu proses berfikir
yang dilakukan dengan cara menarik suatu kesimpulan dimana kesimpulan
tersebut merupakan kesimpulan yang sudah valid atau dapat
dipertanggung jawabkan.
Kemampuan penalaran matematis meliputi:
1. Penalaran umum yang berhubungan dengan kemampuan untuk
menemukan penyelesaian atau pemecahan masalah
2. Kemampuan yang berhubungan dengan penarikan kesimpulan, seperti
pada silogisme, dan yang berhubungan dengan kemampuan menilai
implikasi dari suatu argumentasi.
3. Kemampuan untuk melihat hubungan-hubungan, tidak hanya
hubungan antara benda-benda tetapi juga hubungan antara ide-ide, dan
kemudian mempergunakan hubungan itu untuk memperoleh benda-
benda atau ide-ide lain.

Dalam melaksanakan tes kemampuan penalaran matematis, peneliti
menyusun 40 soal berbentuk pilihan banyak dan 4 butir soal dengan
bentuk soal uraian sesuai dengan indikatornya. Materi yang digunakan
untuk tes kemampuan penalaran matematis yaitu Sistem Persamaan
Linear Dua Variabel. Berikut deskripsi setiap indikator kemampuan
penalaran matematis pada 4 butir soal bentuk uraian :

Indikator 1 yaitu membuat analogi, indikator ini menjadi soal nomor 1
dan memiliki skor maksimal yaitu 3. Dalam indikator ini siswa
diharapkan mampu menyebutkan perbedaan Persamaan Linear Dua
Variabel (PLDV) dan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV).

Indikator 2 yaitu memberikan penjelasan dengan model, indikator ini
menjadi soal nomor 2 dan memiliki skor maksimal yaitu 3. Dalam

20
21

indikator ini siswa diharapkan mampu membuat model matematika dari
masalah sehari-hari yang berkaitan dengan Sistem Persamaan Linear Dua
Variabel (SPLDV).

Indikator 3 yaitu menggunakan pola untuk menganalisis situasi
matematika, indikator ini menjadi soal nomor 3 dan memiliki skor
maksimal yaitu 3. Dalam indikator ini siswa diharapkan mampu
menentukan penyelesaian Sistem Persamaan Linear Dua Variabel
(SPLDV).

Indikator 4 yaitu menarik kesimpulan, indikator ini menjadi soal
nomor 4 dan memiliki skor maksimal yaitu 3. Dalam indikator ini siswa
diharapkan mampu menjelaskan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel
(SPLDV) dalam berbagai bentuk dan variabel.

B. Hasil Uji Coba Instrumen
Setelah dilakukan penelitian terhadap soal tes kemampuan penalaran
matematis didapat datanya kemudian dilakukan perhitungan validasi,
reliabilitas, daya pembeda, dan indeks kesukaran soal berdasarkan
kemampuan penalaran matematis maka didapat hasilnya sebagai berikut
1. Uraian
a. Validitas
Uji Validitas digunakan untuk mengetahui valid atau tidaknya
instrument tes. Hasil analisis perhitungan butir soal (𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 )
dibandingkan dengan 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 dengan 𝑎 = 5% dan 𝑑𝑘 = 𝑛 −
2 dengan 𝑛 = 28, maka 𝑑𝑘 = 26. Sehingga, diperoleh hasil
perhitungan koefisien validitas sebagai berikut. Validitas butir tes
berdasarkan kemampuan penalaran matematis dapat dilihat pada
table 4.1 berikut.
22

Tabel 4.1
Hasil Uji Validitas Instrumen Tes Berdasarkan Kemampuan
Penalaran Matematis Bentuk Soal Uraian

Butir
No. 𝑟𝑥𝑦 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 Kriteria Keterangan
Soal
1. Nomor 1 0,5773 3,60508 2,05553 Sedang Valid
2. Nomor 2 0,5673 3,51261 2,05553 Sedang Valid
3. Nomor 3 0,4825 2,80887 2,05553 Sedang Valid
Sangat Tidak
4. Nomor 4 Error error 2,05553
Rendah Valid
b. Reliabilitas
Berdasarkan hasil uji coba reliabitas secara keseluruhan untuk
instrument tes berdasarkan kemampuan penalaran matematis
diperoleh nilai reliabilitas sebesar (−0,2215). Karena
𝑟11 (−0,2215) lebih kecil dari 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 (0,388) maka instrument tes
berdasarkan kemampuan penalaran matematis tidak reliabel
dengan kriteria yang sangat rendah atau jelek.
c. Daya Pembeda
Daya Pembeda instrument tes berdasarkan kemampuan
penalaran matematis dapat dilihat pada table 4.2 berikut.
Tabel 4.2
Uji Daya Pembeda Instrumen Tes Berdasarkan Kemampuan
Penalaran Matematis Bentuk Soal Uraian

No. Butir Soal Daya Pembeda Interpretasi
1. Nomor 1 0,0119 Jelek
2. Nomor 2 0,0536 Jelek
3. Nomor 3 0,0238 Jelek
4. Nomor 4 0,0000 Sangat Jelek
Dari hasil perhitungan diperoleh daya pembeda tiap butir soal
berdasarkan kemampuan penalaran matematis yang disajikan pada
Tabel 4.2 soal nomor 1, 2 dan 3 mempunyai daya pembeda yang
jelek. Sedangkan soal nomor 4 mempunyai daya pembedanya
sangat jelek.
23

d. Indeks Kesukaran
Indeks Kesukaran instrument tes berdasarkan kemampuan
penalaran matematis dapat dilihat pada table 4.3 sebagai berikut:
Tabel 4.3
Uji Indeks Kesukaran Instrumen Tes Berdasarkan Kemampuan
Penalaran Matematis Bentuk Soal Uraian

No. Butir Soal Indeks Kesukaran Interpretasi
1. Nomor 1 0,1528 Sukar
2. Nomor 2 0,1899 Sukar
3. Nomor 3 0,0252 Sukar
4. Nomor 4 0,0000 Terlalu Sukar
2. Pilihan Banyak
a. Validitas
Uji Validitas digunakan untuk mengetahui valid atau tidaknya
instrument tes. Hasil analisis perhitungan butir soal (𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 )
dibandingkan dengan 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 dengan 𝑎 = 5% dan dk = 27 maka
diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut. Validitas butir tes
berdasarkan kemampuan penalaran matematis dapat dilihat pada
tabel 4.4 berikut.
Tabel 4.4
Hasil Uji Validitas Instrumen Tes Berdasarkan Kemampuan
Penalaran Matematis Bentuk Soal Pilihan Banyak

Butir
No. 𝑟𝑥𝑦 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 Kriteria Keterangan
Soal
1. Nomor 1 0.523 3.188412 1,703 Sedang Valid
Tidak Tidak
2. Nomor 2 -0.292 -1.58642 1,703
Valid Valid
3. Nomor 3 0.365 2.037143 1,703 Rendah Valid
4. Nomor 4 0.264 1.422242 1,703 Rendah Tidak
24

Valid
Tidak Tidak
5. Nomor 5 -0.222 -1.18307 1,703
Valid Valid
6. Nomor 6 0.497 2.976072 1,703 Sedang Valid
Tidak
7 Nomor 7 0.262 1.41067 1,703 Rendah
Valid
Tidak
8. Nomor 8 0.206 1.093869 1,703 Rendah
Valid
9. Nomor 9 0.56 3.512216 1,703 Sedang Valid
Nomor Tidak Tidak
10. -0.029 -0.15075 1,703
10 Valid Valid
Nomor Sangat Tidak
11. 0.16 0.842235 1,703
11 Rendah Valid
Nomor Tidak Tidak
12. -0.09 -0.46956 1,703
12 Valid Valid
Nomor
13. 0.358 1.992267 1,703 Rendah Valid
13
Nomor Tidak
14. 0.209 1.110521 1,703 Rendah
14 Valid
Nomor Sangat Tidak
15. 0.122 0.638702 1,703
15 Rendah Valid
Nomor Sangat Tidak
16. 0.066 0.343695 1,703
16 Rendah Valid
Nomor
17. 0.506 3.048291 1,703 Sedang Valid
17
Nomor Tidak Tidak
18. -0.171 -0.90183 1,703
18 Valid Valid
Nomor Sangat Tidak
19. 0.04 0.208013 1,703
19 Rendah Valid
20. Nomor 0.209 1.110521 1,703 Rendah Tidak
25

20 Valid
Nomor Sangat Tidak
21. 0.089 0.4643 1,703
21 Rendah Valid
Nomor
22. 0.753 5.946171 1,703 Tinggi Valid
22
Nomor
23. 0.452 2.632975 1,703 Sedang Valid
23
Nomor Tidak Tidak
24. -0.651 -4.45632 1,703
24 Valid Valid
Nomor Sangat Tidak
25. 0.116 0.60685 1,703
25 Rendah Valid
Nomor Tidak Tidak
26. -0.029 -0.15075 1,703
26 Valid Valid
Nomor
27. 0.687 4.912572 1,703 Sedang Valid
27
Nomor
28. 0.451 2.62566 1,703 Sedang Valid
28
Nomor Tidak Tidak
29. -0.269 -1.45126 1,703
29 Valid Valid
Nomor Sangat Tidak
30. 0.114 0.596248 1,703
30 Rendah Valid
Nomor Sangat Tidak
31. 0.171 0.901825 1,703
31 Rendah Valid
Nomor Tidak Tidak
32. -0.066 -0.3437 1,703
32 Valid Valid
Nomor Sangat Tidak
33. 0.031 0.161158 1,703
33 Rendah Valid
Nomor Tidak Tidak
34. -0.02 -0.10394 1,703
34 Valid Valid
35. Nomor 0.104 0.543346 1,703 Sangat Tidak
26

35 Rendah Valid
Nomor Tidak
36. 0.265 1.428035 1,703 Rendah
36 Valid
Nomor Tidak Tidak
37. -0.015 -0.07795 1,703
37 Valid Valid
Nomor Sangat Tidak
38. 0.159 0.836834 1,703
38 Rendah Valid
Nomor
39. 0.442 2.56038 1,703 Sedang Valid
39
Nomor Tidak
40. 0.231 1.233678 1,703 Rendah
40 Valid
b. Reliabilitas
Berdasarkan hasil uji coba reliabitas secara keseluruhan untuk
instrument tes berdasarkan kemampuan penalaran matematis
diperoleh nilai reliabilitas sebesar 0.195. Karena 𝑟11 (0.0195) lebih
kecil dari 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 (0,381) maka instrument tes berdasarkan
kemampuan penalaran matematis tidak reliabel dengan kriteria
jelek.
c. Daya Pembeda
Daya Pembeda instrument tes berdasarkan kemampuan
penalaran matematis dapat dilihat pada table 4.5 berikut.
Tabel 4.5
Uji Daya Pembeda Instrumen Tes Berdasarkan Kemampuan
Penalaran Matematis Bentuk Soal Pilihan Banyak

No. Butir Soal Daya Pembeda Interpretasi
1. Nomor 1 0.67 Baik
2. Nomor 2 -0.33 Sangat Jelek
3. Nomor 3 0.07 Baik
4. Nomor 4 0.27 Cukup
5. Nomor 5 -0.4 Sangat Jelek
6. Nomor 6 0.67 Baik
7 Nomor 7 0.4 Cukup
8. Nomor 8 0.2 Jelek
27

9. Nomor 9 0.53 Baik
10. Nomor 10 0.07 Jelek
11. Nomor 11 0.07 Jelek
12. Nomor 12 -0.27 Sangat Jelek
13. Nomor 13 0.4 Cukup
14. Nomor 14 0.2 Jelek
15. Nomor 15 0 Sangat Jelek
16. Nomor 16 -0.07 Sangat Jelek
17. Nomor 17 0.13 Jelek
18. Nomor 18 -0.27 Sangat Jelek
19. Nomor 19 -0.07 Sangat Jelek
20. Nomor 20 0.13 Jelek
21. Nomor 21 0.13 Jelek
22. Nomor 22 0.53 Baik
23. Nomor 23 0.2 Jelek
24. Nomor 24 -0.53 Sangat Jelek
25. Nomor 25 0.07 Jelek
26. Nomor 26 0 Sangat Jelek
27. Nomor 27 0.53 Baik
28. Nomor 28 0.27 Cukup
29. Nomor 29 -0.4 Sangat Jelek
30. Nomor 30 -0.07 Sangat Jelek
31. Nomor 31 0.2 Jelek
32. Nomor 32 0 Sangat Jelek
33. Nomor 33 0.07 Jelek
34. Nomor 34 0.07 Jelek
35. Nomor 35 0.13 Jelek
36. Nomor 36 0.2 Jelek
37. Nomor 37 -0.07 Sangat Jelek
38. Nomor 38 0 Sangat Jelek
39. Nomor 39 0.4 Cukup
40. Nomor 40 0.07 Jelek
Dari hasil perhitungan diperoleh daya pembeda tiap butir soal
berdasarkan kemampuan penalaran matematis yang disajikan pada
Tabel 4.5 soal nomor 4, 7, 13, 28, dan 39 mempunyai daya
pembeda cukup, soal nomor 8, 10, 11, 14, 17, 20, 21, 23, 25, 31,
33, 34, 35, 36, dan 40 mempunyai daya pembeda yang jelek dan
soal nomor 2, 5, 12, 15, 16, 18, 19, 24, 26, 29, 30, 32, 37, dan 38
mempunyai daya pembeda yang sangat buruk.
28

d. Indeks Kesukaran
Indeks Kesukaran instrument tes berdasarkan kemampuan
penalaran matematis dapat dilihat pada table 4.6 sebagai berikut.
Tabel 4.6
Uji Indeks Kesukaran Instrumen Tes Berdasarkan Kemampuan
Penalaran Matematis Bentuk Soal Pilihan Banyak

No. Butir Soal Indeks Kesukaran Interpretasi
1. Nomor 1 0.47 Soal Sedang
2. Nomor 2 0.3 Soal Sukar
3. Nomor 3 0.17 Soal Sukar
4. Nomor 4 0.8 Soal Sukar
5. Nomor 5 0.33 Soal Sedang
6. Nomor 6 0.47 Soal Sedang
7 Nomor 7 0.33 Soal Sedang
8. Nomor 8 0.7 Soal Sedang
9. Nomor 9 0.47 Soal Sedang
10. Nomor 10 0.03 Soal Sukar
11. Nomor 11 0.3 Soal Sukar
12. Nomor 12 0.6 Soal Sedang
13. Nomor 13 0.27 Soal Sukar
14. Nomor 14 0.23 Soal Sukar
15. Nomor 15 0.13 Soal Sukar
16. Nomor 16 0.43 Soal Sedang
17. Nomor 17 0.07 Soal Sukar
18. Nomor 18 0.2 Soal Sukar
19. Nomor 19 0.63 Soal Sedang
20. Nomor 20 0.27 Soal Sukar
21. Nomor 21 0.33 Soal Sedang
22. Nomor 22 0.27 Soal Sukar
23. Nomor 23 0.23 Soal Sukar
24. Nomor 24 0.47 Soal Sedang
25. Nomor 25 0.3 Soal Sukar
26. Nomor 26 0.07 Soal Sukar
27. Nomor 27 0.4 Soal Sedang
28. Nomor 28 0.13 Soal Sukar
29. Nomor 29 0.33 Soal Sedang
30. Nomor 30 0.1 Soal Sukar
31. Nomor 31 0.3 Soal Sukar
32. Nomor 32 0.53 Soal Sedang
33. Nomor 33 0.1 Soal Sukar
34. Nomor 34 0.3 Soal Sukar
29

35. Nomor 35 0.27 Soal Sukar
36. Nomor 36 0.23 Soal Sukar
37. Nomor 37 0.23 Soal Sukar
38. Nomor 38 0.13 Soal Sukar
39. Nomor 39 0.27 Soal Sukar
40. Nomor 40 0.17 Soal Sukar
Dari hasil perhitungan diperoleh indeks kesukaran tiap butir soal
berdasarkan kemampuan penalaran matematis yang disajikan pada
Tabel 4.6 soal nomor 1, 5, 6, 7, 8, 9, 12, 16, 19, 21, 24, 27, 29, dan
32 memiliki indek kesukaran soal sedang, soal nomor 2, 3, 4, 10,
11, 13, 14, 15, 17, 18, 20, 22, 23, 25, 26, 28, 30, 31, 33, 34, 35, 36,
37, 38, 39, dan 40 memiliki indeks kesukaran soal sukar.

C. Data Prestasi Hasil Belajar
Data prestasi hasil belajar (nilai rapor matematika semester ganjil) peserta
didik kelas VIII A dan VIII C SMPN 6 Tasikmalaya disajikan pada tabel
4.7 untuk kelas VIII A dan tabel 4.8 untuk kelas VIII C dibawah ini.
Tabel 4.7
Data prestasi hasil belajar kelas VIII A SMPN 6 Tasikmalaya

No Nama Siswa Nilai Rapor Matematika
1 Abdul Aziz 78
2 Adeilani Karisma 80
3 Almes Abdilah 78
4 Andri Gunawan 77
5 Azhar Ila Asiliya 81
6 Cepi Warda Yudistira 77
7 Dian Wahyuni 78
8 Diki Maulana 80
9 Elis Eliyanti 80
10 Gia Dwi Nur Anugrah 90
11 Iksan 77
12 Ismayanti 90
13 Lola Jansalimah 78
14 M. Wildan 76
15 Muji Siti Nurpadillah 85
16 Naufal Abdul Faza 77
17 Nopi Sri Devi 80
18 Rienaldy Syamsudin 77
19 Rini Nur Ilahi 80
30

20 Rizky Maulana K. 80
21 Roni Astria L. 80
22 Salma Nurfidaus Komara P. 80
23 Sanria 77
24 Seli Rivani 80
25 Silpa Faila 80
26 Taufan Akmal S. 77
27 Vemilia Riti Aulia 78
28 Winda Aprilia 78
29 Yogi Pirmansah 80

Tabel 4.8
Data prestasi hasil belajar kelas VIII C SMPN 6 Tasikmalaya

No Nama Siswa Nilai Rapor Matematika
1 Adam Maulana 80
2 Adita Widana 78
3 Ajam Badruzaman 77
4 Ananda Nurul Solihah 80
5 Ardi Qipritul Aziz 86
6 Bunga Vilda Oktavia 78
7 Dani Ramdani 78
8 Diki Wahyudi 76
9 Erni Nuraini Kania Dewi 80
10 Ferry Rizky Muhamad 76
11 Hana Restinawati 81
12 Jasmine Farrah Yoananda 77
13 Lutfia Nur Widjan 82
14 Mohamad Ripqi Aipauji 77
15 Muhammad Agil Thariq F. 82
16 Nabila Awalia 90
17 Nova Ramadhan 80
18 Nurdin Hidayat 76
19 Putri Nur Aini Sapitri 78
20 Risa Devia 78
21 Saril Muhtar Rizki 80
22 Sasa Sasila Anggraeni 82
23 Silvi Sri Hidayanti 80
24 Sri Utari 80
25 Tedi Wahyudi 86
26 Vina Nadia 78
27 Wulan Maulida 78
28 Yuda Indra Muharam 76
31

D. Pembahasan
Dari hasil penelitian analisis butir soal atau tes kemampuan penalaran
matematis diketahui bahwa 40 butir soal berbentuk pilihan banyak yang
diujicobakan pada siswa kelas VIII A dan 4 butir soal berbentuk uraian
yang diujicobakan pada siswa kelas VIII C di SMP Negeri 6 Tasikmalaya
ada beberapa yang valid dan tidak valid, memiliki reliabilitas yang jelek,
daya pembeda, dan indeks kesukaran yang bervariasi.
Adapun Analisis butir soal kemampuan penalaran matematis
dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu :
1. Menyusun instrumen tes kemampuan penalaran matematis, dimulai
dari membuat kisi-kisi instrumen tes dimana materi yang digunakan
adalah Sistem Persaman Linear Satu Variabel.
2. Melakukan pengumpulan data dengan melakukan tes kemampuan
penalaran matematis berupa soal bentuk uraian sebanyak 4 nomor
dengan skor per butir soal adalah 3.
3. Setelah melakukan pengumpulan data, peneliti mengolah data yaitu
penskoran, menghitung validits, reliabilitas, daya pembeda, dan indeks
kesukaran. Hasil perhitungannya dapat dilihat pada tabel 4.7 dan tabel
4.8 dibawah ini
Tabel 4.9
Tabel Hasil Analisis Butir Soal Instrumen Tas Kemampuan Penalaran
Matematis Bentuk Soal Uraian

No Nilai Kriteria
𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 Validitas
Soal 𝑟𝑥𝑦 𝑟11 DP IK 𝑟𝑥𝑦 𝑟11 DP IK
1 3,60508 Valid 0,5773 0,0119 0,1528 Sedang Jelek Sukar
2 3,51261 Valid 0,5673 0,0536 0,1899 Sedang Jelek Sukar
−0,2215

Jelek

3 2,80887 Valid 0,4825 0,0238 0,0252 Sedang Jelek Sukar
Tidak Sangat Sangat Terlalu
4 error error 0,0000 0,0000
Valid Rendah Jelek Sukar
32

Tabel 4.10
Tabel Hasil Analisis Butir Soal Instrumen Tas Kemampuan Penalaran
Matematis Bentuk Soal Pilihan Banyak

No Nilai Kriteria
𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 Validitas
Soal 𝑟𝑥𝑦 𝑟11 DP IK 𝑟𝑥𝑦 𝑟11 DP IK
1 3.188412 Valid 0.523 0.67 0.47 Sedang Baik Sedang
Tidak - - Tidak Sangat
2 -1.58642 0.3 Sukar
Valid 0.292 0.33 Valid Jelek
3 2.037143 Valid 0.365 0.07 0.17 Rendah Baik Sukar
Tidak
4 1.422242 0.264 0.27 0.8 Rendah Cukup Sukar
Valid
Tidak - Tidak Sangat
5 -1.18307 -0.4 0.33 Sedang
Valid 0.222 Valid Jelek
6 2.976072 Valid 0.497 0.67 0.47 Sedang Baik Sedang
Tidak
7 1.41067 0.262 0.4 0.33 Rendah Cukup Sedang
Valid
Tidak
8 1.093869 0.206 0.2 0.7 Rendah Jelek Sedang
0.0195

Jelek

Valid
9 3.512216 Valid 0.56 0.53 0.47 Sedang Baik Sedang
Tidak - Tidak
10 -0.15075 0.07 0.03 Jelek Sukar
Valid 0.029 Valid
Tidak Sangat
11 0.842235 0.16 0.07 0.3 Jelek Sukar
Valid Rendah
Tidak - Tidak Sangat
12 -0.46956 -0.09 0.6 Sedang
Valid 0.27 Valid Jelek
13 1.992267 Valid 0.358 0.4 0.27 Rendah Cukup Sukar
Tidak
14 1.110521 0.209 0.2 0.23 Rendah Jelek Sukar
Valid
Tidak Sangat Sangat
15 0.638702 0.122 0 0.13 Sukar
Valid Rendah Jelek
33

Tidak - Sangat Sangat
16 0.343695 0.066 0.43 Sedang
Valid 0.07 Rendah Jelek
17 3.048291 Valid 0.506 0.13 0.07 Sedang Jelek Sukar
Tidak - - Tidak Sangat
18 -0.90183 0.2 Sukar
Valid 0.171 0.27 Valid Jelek
Tidak - Sangat Sangat
19 0.208013 0.04 0.63 Sedang
Valid 0.07 Rendah Jelek
Tidak
20 1.110521 0.209 0.13 0.27 Rendah Jelek Sukar
Valid
Tidak Sangat
21 0.4643 0.089 0.13 0.33 Jelek Sedang
Valid Rendah
22 5.946171 Valid 0.753 0.53 0.27 Tinggi Baik Sukar
23 2.632975 Valid 0.452 0.2 0.23 Sedang Jelek Sukar
Tidak - - Tidak Sangat
24 -4.45632 0.47 Sedang
Valid 0.651 0.53 Valid Jelek
Tidak Sangat
25 0.60685 0.116 0.07 0.3 Jelek Sukar
Valid Rendah
Tidak - Tidak Sangat
26 -0.15075 0 0.07 Sukar
Valid 0.029 Valid Jelek
27 4.912572 Valid 0.687 0.53 0.4 Sedang Baik Sedang
28 2.62566 Valid 0.451 0.27 0.13 Sedang Cukup Sukar
Tidak - Tidak Sangat
29 -1.45126 -0.4 0.33 Sedang
Valid 0.269 Valid Jelek
Tidak - Sangat Sangat
30 0.596248 0.114 0.1 Sukar
Valid 0.07 Rendah Jelek
Tidak Sangat
31 0.901825 0.171 0.2 0.3 Jelek Sukar
Valid Rendah
Tidak - Tidak Sangat
32 -0.3437 0 0.53 Sedang
Valid 0.066 Valid Jelek
33 0.161158 Tidak 0.031 0.07 0.1 Sangat Jelek Sukar
34

Valid Rendah
Tidak Tidak
34 -0.10394 -0.02 0.07 0.3 Jelek Sukar
Valid Valid
Tidak Sangat
35 0.543346 0.104 0.13 0.27 Jelek Sukar
Valid Rendah
Tidak
36 1.428035 0.265 0.2 0.23 Rendah Jelek Sukar
Valid
Tidak - - Tidak Sangat
37 -0.07795 0.23 Sukar
Valid 0.015 0.07 Valid Jelek
Tidak Sangat Sangat
38 0.836834 0.159 0 0.13 Sukar
Valid Rendah Jelek
39 2.56038 Valid 0.442 0.4 0.27 Sedang Cukup Sukar
Tidak
40 1.233678 0.231 0.07 0.17 Rendah Jelek Sukar
Valid
Berdasarkan hasil perhitungan diatas, maka ada 11 soal pada soal
bentuk pilihan banyak yang valid dan dapat dijadikan instrumen tes
sedangkan sisanya tidak valid. Pada soal bentuk uraian ada satu nomor
yaitu nomor 4 yang tidak valid sehingga nomor 4 tidak dapat dijadikan
sebagai instrumen tes. Instrumen tes ini memiliki reliabilitas yang jelek,
sebagian besar daya pembedanya jelek, dan indeks kesukarannya dapat
dikategorikan soal yang sukar.
BAB V

PENUTUP

A. Simpulan
Setelah peneliti melakukan tes kemampuan penalaran matematis
dengan materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) dengan
bentuk soal pilihan banyak sebanyak 40 soal dan bentuk soal uraian
sebanyak 4 soal dengan subjek penelitian peserta didik kelas VIII A dan
VIII C di SMPN 6 Tasikmalaya, kemudian dianalisis soal tersebut untuk
menghitung validitas, reliabilitas, daya pembeda, dan indeks kesukaran.
Untuk bentuk soal uraian diperoleh analisisnya sebagai berikut :
Soal nomor 1 memiliki nilai 𝑟𝑥𝑦 = 0,5773 dan 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 3,60508
sehingga soal nomor 1 valid dengan kriteria sedang, daya pembeda 0,0119
dengan kriteria jelek, dan indeks kesukaran 0,1528 dengan kriteria soal
sukar.
Soal nomor 2 memiliki nilai 𝑟𝑥𝑦 = 0,5673 dan 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 3,51261
sehingga soal nomor 1 valid dengan kriteria sedang, daya pembeda 0,0536
dengan kriteria jelek, dan indeks kesukaran 0,1899 dengan kriteria soal
sukar.
Soal nomor 3 memiliki nilai 𝑟𝑥𝑦 = 0,4825 dan 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 2,80887
sehingga soal nomor 1 valid dengan kriteria sedang, daya pembeda 0,0238
dengan kriteria jelek, dan indeks kesukaran 0,0252 dengan kriteria soal
sukar.
Soal nomor 4 memiliki nilai 𝑟𝑥𝑦 = error dan 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = error
sehingga soal nomor 1 tidak valid dengan kriteria sangat rendah, daya
pembeda 0,0000 dengan kriteria sangat jelek, dan indeks kesukaran
0,0000 dengan kriteria soal terlalu sukar.
Berdasarkan hasil uji coba reliabitas secara keseluruhan untuk
instrument tes berdasarkan kemampuan penalaran matematis diperoleh
nilai reliabilitas sebesar (−0,2215). Karena 𝑟11 (−0,2215) lebih kecil dari

35
36

𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 (0,388) maka instrument tes berdasarkan kemampuan penalaran
matematis tidak reliabel dengan kriteria yang sangat rendah atau jelek.
Untuk bentuk soal pilihan banyak diperoleh analisisnya sebagai
berikut :
Dari hasil perhitungan diperoleh validitas tiap butir soal
berdasarkan kemampuan penalaran matematis yang disajikan pada Tabel
4.4 soal nomor 1, 3, 6, 9, 13, 17, 22, 23, 27, 28, dan 39 termasuk soal yang
valid, sedangkan soal nomor 2, 4, 5, 7, 8, 10, 11, 12, 14, 15, 16, 18, 19, 20,
21, 24, 25, 26, 29, 30, 31, 32, 33, 34, 35, 36, 37, 38, dan 40 termasuk soal
yang tidak valid.
Berdasarkan hasil uji coba reliabitas secara keseluruhan untuk
instrument tes berdasarkan kemampuan penalaran matematis diperoleh
nilai reliabilitas sebesar 0.195. Karena 𝑟11 (0.0195) lebih kecil dari
𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 (0,381) maka instrument tes berdasarkan kemampuan penalaran
matematis tidak reliabel dengan kriteria jelek.
Dari hasil perhitungan diperoleh daya pembeda tiap butir soal
berdasarkan kemampuan penalaran matematis yang disajikan pada Tabel
4.5 soal nomor 4, 7, 13, 28, dan 39 mempunyai daya pembeda cukup, soal
nomor 8, 10, 11, 14, 17, 20, 21, 23, 25, 31, 33, 34, 35, 36, dan 40
mempunyai daya pembeda yang jelek dan soal nomor 2, 5, 12, 15, 16, 18,
19, 24, 26, 29, 30, 32, 37, dan 38 mempunyai daya pembeda yang sangat
buruk.
Dari hasil perhitungan diperoleh indeks kesukaran tiap butir soal
berdasarkan kemampuan penalaran matematis yang disajikan pada Tabel
4.6 soal nomor 1, 5, 6, 7, 8, 9, 12, 16, 19, 21, 24, 27, 29, dan 32 memiliki
indek kesukaran soal sedang, soal nomor 2, 3, 4, 10, 11, 13, 14, 15, 17, 18,
20, 22, 23, 25, 26, 28, 30, 31, 33, 34, 35, 36, 37, 38, 39, dan 40 memiliki
indeks kesukaran soal sukar.
B. Saran
1. Laporan ini dapat digunakan sebagai acuan untuk menganalisis suatu
instrumen tes terutama mengenai kemampuan penalaran matematis
37

namun laporan ini bukan satu-satunya sumber, msih banyak sumber
lain yang menjelaskan tentang menganalisis suatu instrumen tes.
2. Pembaca dapat menggunakan soal atau instrumen tes pada bentuk soal
uraian nomor 1, 2, dan 3 karena soalnya valid. Daya pembeda untuk
nomor 1, 2, dan 3 jelek, sedangkan nomor 4 sangat jelek. Indeks
kesukaran untuk nomor 1, 2, dan 3 sukar dan nomor 4 terlalu sukar.
Dan untuk bentuk soal pilihan banyak yang dapat digunakan adalah
nomor 1, 3, 6, 9, 13, 17, 22, 23, 27, 28, dan 39 karena soalnya valid
secara keseluruhan. Untuk instrument tes bentuk soal pilihan banyak
berdasarkan kemampuan penalaran matematis diperoleh nilai
reliabilitas sebesar 0.195. Karena r11 (0.0195) lebih kecil dari
rtabel (0,381) maka instrument tes berdasarkan kemampuan penalaran
matematis tidak reliabel dengan kriteria jelek. Daya pembeda pada
bentuk soal pilihan banyak nomor 4, 7, 13, 28, dan 39 mempunyai
daya pembeda cukup, soal nomor 8, 10, 11, 14, 17, 20, 21, 23, 25, 31,
33, 34, 35, 36, dan 40 mempunyai daya pembeda yang jelek dan soal
nomor 2, 5, 12, 15, 16, 18, 19, 24, 26, 29, 30, 32, 37, dan 38
mempunyai daya pembeda yang sangat buruk. Indeks kesukaran pada
bentuk soal pilihan banyak nomor 1, 5, 6, 7, 8, 9, 12, 16, 19, 21, 24,
27, 29, dan 32 memiliki indek kesukaran soal sedang, soal nomor 2, 3,
4, 10, 11, 13, 14, 15, 17, 18, 20, 22, 23, 25, 26, 28, 30, 31, 33, 34, 35,
36, 37, 38, 39, dan 40 memiliki indeks kesukaran soal sukar.
DAFTAR PUSTAKA

Irnien (2017). Analisis Butir Soal (Validitas, Reliabilitas, Tingkat Kesukaran
Soal, dan Daya Pembeda Soal) [Online]. Tersedia :
https://irnien.wordpress.com/2017/04/04/analisis-butir-soal-validitas-
reliabilitas-tingkat-kesukaran-soal-daya-pembeda-soal/ [11 Mei 2018]

Febriani, Anisa (2015). Kemampuan Penalaran Matematis Dalam Pembelajaran
Matematika [Online]. Tersedia :
http://anisafebriani09.blogspot.co.id/2015/11/kemampuan-penalaran-
matematis-dalam.html [11 Mei 2018]

Bobsusanto (2015). Pengertian Instrumen Penelitian Menurut Para Ahli &
Jenisnya [Online]. Tersedia :
http://www.spengetahuan.com/2015/11/pengertian-instrumen-penelitian-
menurut-para-ahli-jenisnya.html [13 Mei 2018]

38
LAMPIRAN – LAMPIRAN
LEMBAR VALIDASI, SURAT
BALASAN DARI PIHAK SEKOLAH,
SOAL, RUBIK PENSKORAN,
PENGOLAHAN DATA, LEMBAR
JAWABAN SISWA, DOKUMENTASI,
DAN PROFIL PENULIS
Soal Tes Kemampuan Penalaran Matematis

Waktu: 45 Menit

Petunjuk Umum :
 Sebelum bekerja, perhatikan dan ikuti semua petunjuk berikut ini
 Periksalah kelengkapan soal. Soal ini terdiri dari 4 nomor soal.
 Bacalah setiap soal dengan teliti, ikuti semua perintahnya. Bekerjalah
sendiri dengan sungguh-sungguh semaksimal mungkin.
 Soal dikumpulkan kembali dalam keadaan bersih dan tidak boleh dicurat-
coret.

Kerjakanlah soal-soal di bawah ini dengan benar pada lembar jawaban yang
telah disediakan

Isi Soal
1. Tentukan mana yang merupakan contoh dari Persamaan Linier dua
Variabel (PLDV) dan sistem persamaan linier dua variabel (SPLDV) dari
pernyataan di bawah ini beserta alasannya?
a. Siska membeli baju dan dua buah celana di Toko Sensen, Ia membayar
sebesar Rp. 175.000,00
b. Pak Budi dan Pak Asep pergi ke toko meubel bersama-sama. Pak Budi
membeli satu set meja makan dan 2 buah meja belajar dengan harga
seluruhnya Rp. 5.500.000,00. Sedangkan Pak Asep membeli satu set
meja makan dan satu buah meja belajar dengan harga seluruhnya Rp
4.500.000,00.
2. Almira membeli 4 buah permen dan 3 buah coklatdengan harga Rp.
5.000,00, Di Toko yang sama, Bunga membeli 3 buah permen dan 1 buah
coklat dengan harga Rp. 2.500,00. Ubahlah persoalan tersebut ke dalam
model matematika dan apabila Nela mau membeli 7 buah permen dan 4
buah coklat berapa harga yang harus dibayar Nela?
3. Shania membuka toko online yang menjual baju dan celana. Dia membeli
1 buah baju dengan harga Rp. 200.000,00 dan 1 buah celana dengan harga
Rp. 50.000,00. Pada minggu pertama Shania menjual 10 buah baju dana 6
buah celana dengan pendapatan sebesar Rp. 3.100.000,00. Pada minggu-
minggu berikutnya jumlah baju yang terjual meningkat setengah dari
jumlah baju yang terjual pada minggu pertama sedangkan jumlah celana
yang terjual tiap minggu berikutnya tetap sama dengan jumlah celana yang
terjual pada minggu pertama dan pendapatan yang diperoleh pada minggu
kedua meningkat sebesar Rp 1.250.000,00. Tentukan berapa pendapatan
yang didapat Shania pada minggu ke-4?
4. Andi, Budi, Robi, dan Siska hendak berbelanja buku tulis merk A dan
pensil merk B di dua toko yang berbeda. Andi dan Budi berbelanja di
Toko AA. Andi membeli 4 buah buku tulis dan 1 buah pensil. Untuk itu,
Andi harus membayar sejumlah Rp. 5.600,00. Kemudian, Budi membeli 5
buah buku tulis dan 3 buah pensil. Jumlah uang yang harus dibayar Budi
sebesar Rp. 8.400,00. Sedangkan Robi dan Siska berbelanja di toko buku
ASEAN. Robi membeli 2 buah buku tulis dan 1 buah pensil, ia harus
membayar sejumlah Rp. 5.000,00. Siska membeli 3 buah buku tulis dan 2
pensil, ia haru membayar sejumlah Rp. 8.000,00. Dari pernyataan itu,
maka simpulkanlah toko mana yang menjual 1 buah buku tulis dan 1 buah
pensil dengan harga yang lebih murah?
Soal Tes Kemampuan Penalaran Matematis

Waktu: 45 Menit

1. Berikut ini adalah persamaan linear dua variabel, kecuali...
A. x + y = 5
B. 2x + 3y = −3y + 6x
C. x + 2y = 10n + 2x
D. 3x + y = 23 + 2y
2. Dibawah ini yang merupakan persamaan linier dua variabel adalah.....
A. x 2 − 3xy + 2y 2 = 0
B. 2x + 3y – 4xy = 0
C. 3x + 5y – 6 = 0
D. 2x + 7 = 9
3. Dari keempat titik dibawah ini yang memenuhi persamaan 3x + 6y = 12,
adalah…
A. (1,1)
B. (2,4)
C. (2,1)
D. (2,2)
4. Di antara berikut ini merupakan sistem persamaan linier dua variabel
adalah….
A. a + 2b = 6
3a + b = 8
B. a + 2b > 6
3a + b ≥ 8
C. 2p – 4q = 12
3p + 4r = 18
D. 2p – 4q ≤ 12
3p + 4r = 18
5. Berikut ini yang termasuk pasangan SPLDV adalah.....
A. 2x + y = 6 dan x (x – 3) = y
B. 2x + y = 6 dan x – 3 = y
C. 3p – q – 9 = 0 dan 4a + b – 8=0
D. 3p + q = 6 dan 4a + b = 8
6. Harga 5 pensil dan 2 buku Rp.26.000,00 sedangkan harga 3 pensil dan 4
buku Rp.38.000,00. Jika harga 1 pensil dinyatakan dengan a dan harga 1
buku dinyatakan dengan b, maka sistem persamaan linier dua variabel
yang berkaitan dengan pernyataan diatas adalah.....
A. 5a + 2b = 26.000
4a + 3b = 38.000
B. 5a + 2b = 26.000
3a + 4b = 38.000
C. 2a + 5b = 26.000
3a + 4b = 38.000
D. 2a + 5b = 26.000
4a + 3b = 38.000
7. Nunik membeli 1 kg daging sapi dan 2 kg daging ayam potong dengan
harga Rp.94.000,00. Nanik membeli 3 kg ayam potong dan 2 kg daging
sapi dengan harga Rp.167.000,00. Jika harga 1 kg daging sapi dinyatakan
dengan x dan harga 1 kg daging ayam dinyatakan dengan y. Sistem
persamaan linier dua variabel yang berkaitan dengan pernyataan diatas
adalah.....
A. x + 2y = 94.000 dan 3x + 2y = 167.000
B. x + 2y = 94.000 dan 2x + 3y = 167.000
C. 2x + y = 94.000 dan 3x + 2y = 167.000
D. 2x + y = 94.000 dan 2x + 3y = 167.000
8. Sebuah tempat parkir suatu hari menampung 30 mobil dan 20 motor
memperoleh uang Rp. 80.000,- dan hari berikutnya 40 mobil dan 20 motor
mendapat hasil Rp. 100.000,-. Jika a tarif parkir mobil dan b tarif parkir
motor, maka sistem persamaan dari hal tersebut adalah…….
A. 30a + 20b = 100.000
40a + 20b = 80.000
B. 20a + 30b = 100.000
20a + 40b = 80.000
C. 30a + 20b = 80.000
40a + 20b = 100.000
D. 20a + 40b = 80.000
20a + 30b = 100.000
9. Penjual beras melayani dua macam beras, hari ini menjual 25 kg tipe A
dan 30 kg tipe B dengan keuntungan Rp. 28.000,- dan besoknya menjual
30 kg tipe A dan 25 kg tipe B dengan keuntungan Rp.27.000, model
matematikanya dari masalah tersebut adalah……
A. 25 A + 30 B = 28.000
30 A + 25 B = 27.000
B. 25 A + 30 B = 27.000
30 A + 25 B = 28.000
C. 30 A + 25 B = 28.000
25A + 30 B = 27.000
D. 30 A + 25 B = 28.000
25A+ 30 B = 27.000
10. Jika x dan y penyelesaian dari 3x – 4y = 17 dan 2x + 5y = – 4 , maka
nilai 4x – 3y adalah ....
A. 18
B. 6
C. -6
D. – 18
11. Jika x dan y memenuhi sistem persamaan 5x – 3y = 20 dan 3x – 5y = –
4 , maka nilai 6x – 4y adalah ....
A. 20
B. 22
C. 42
D. 62
12. Diketahui sistem persamaan 4x – 5y = – 12 dan 2x + 3y = 16, maka
himpunan penyelesaian dari sistem persamaan diatas adalah....
A. (1,2)
B. (2,4)
C. (1,–2)
D. (–2,–4)
13. Diketahui sistem persamaan 3x + 3y = 3 dan 2x – 4y = 14. Nilai 4x – 3y
adalah ...
A. –16
B. –12
C. 16
D. 18
14. Nilai x dan y berturut-turut yang memenuhi dari x - y = 7 dan x + y = 5
adalah…….
A. 5 dan 2
B. 3 dan 2
C. 6 dan -1
D. 6 dan 1
15. Penyelesaian dari sistem persamaan 3x – 2y = 7 dan 2x + y = 14 adalah
x dan y. Nilai –2 x + 3y adalah ...
A. 22
B. 12
C. 10
D. 2
16. Penyelesaian dari 3x + 2y = – 7 dan x – 5y = – 25 adalah (x,y). Nilai 6x +
4y adalah ...
A. 14
B. 56
C. -14
D. – 56
17. Jika p dan q adalah akar-akar dari persamaan 2p + 5q = 11 dan 4p – 3q = -
17, maka nilai dari 2p – q =…….
A. 7
B. 3
C. -2
D. -7
18. Diketahui sistem persamaan 3m + 2n = 8 dan m – 5n = -37, maka nilai dari
6m + 4n adalah……
A. -30
B. -16
C. 16
D. 30
19. Diketahui sistem persamaan 4x + 5y = 7 dan 6x – 10y = 28, nilai x dan y
yang memenuhi persamaan tersebut adalah…..
A. 3 dan 1
B. -3 dan -1
C. -3 dan 1
D. 3 dan -1
20. Himpunan penyelesaian dari sistem persamaan a + 2b = 4 dan 2a - 3b = -
13, adalah….
A. {(2,3)}
B. {(-2,3)}
C. {(3,-2)}
D. {(-3,-2)}
21. Himpunan penyelesaian dari system persamaan 3x + 2y = 4 dan 5x +
7y = 20 adalah…
2
A. {5 , 3}
36 40
B. {− 33 , 11}
C. {3, 4}
5
D. {4 , 3}
22. Diketahui system persamaan 3x + 7 y = 1 dan 2x – 3 y = 16, maka nilai
dari xy adalah….
A. 8
B. 6
C. -10
D. -12
23. Harga 2 baju dan 1 celana adalah Rp. 140.000,- sedangkan harga 3 baju
dan 2 celana adalah Rp.235.000,-. Harga 10 baju dan 6 celana adalah……
A. Rp 750.000,-
B. Rp 610.000,-
C. Rp.515.000,-
D. Rp. 375.000,-
24. Harga 8 buah jeruk dan 6 buah apel Rp. 25.200,-. Harga 6 buah jeruk dan
5 buah apel Rp.20.000,-. Maka harga sebuah jeruk adalah….
A. Rp.1.500,-
B. Rp.2.200,-
C. Rp. 4.400,-
D. Rp.6.000,-
25. Harga 3 buku dan 2 pensil sama dengan Rp. 12.550,-. Sedangkan harga 2
buku dan 2 pensil sama dengan Rp. 9.800,-. Jika membeli 5 buku dan 4
pensil diperlukan uang…....
A. Rp. 25.100,-
B. Rp. 22.350,-
C. Rp. 20.750,-
D. Rp. 19.600,-
26. Harga 2 buah baju dan 1 kaos Rp.170.000,00. Sedangkan hara 1 baju dan
3 kaos adalah Rp.185.000,00. Harga 3 baju dan 2 kaos adalah.....
A. Rp.275.000,00
B. Rp.285.000,00
C. Rp.305.000,00
D. Rp.320.000,00
27. Fitra membeli 3 buku dan 2 pensil seharga Rp.11.500,00 Prilly membeli 4
buku dan 3 pensil dengan harga Rp.16.000,00. Jika Ika membeli 2 buku
dan 1 pensil, maka jumlah uang yang harus dibayar Ika adalah.....
A. Rp. 4.500,00
B. Rp. 6.500,00
C. Rp. 7.000,00
D. Rp. 7.500,00
28. Pada sebuah Toko. Hida dan Anis membeli terigu dan beras dengan merk
sama. Hida membeli 6 kg terigu dan 10 kg beras seharga Rp.84.000,00
sedangkan Anis membeli 10 kg terigu dan 5 kg beras seharga
Rp.70.000,00. Harga 8 Kg terigu dan 20 kg beras adalah.....
A. Rp. 152.000,00
B. Rp. 130.000,00
C. Rp. 128.000,00
D. Rp. 120.200,00
29. Diberikan 4 titik dibawah ini, manakah titik yang memenuhi persamaan
11
3x + 5y = 2 ..
3
A. (2 , 1)
1
B. (1, 2)
3
C. (2, 2)
3
D. (1, 2)
1 2 1 3 1
30. Jika s+ t=2 dan s+ t= 3, maka niali s dan t berturut-turut
4 3 2 4 2
adalah…….
A. -2 dan 3
B. -3 dan 2
C. 2 dan 3
D. 3 dan 2
1 1 5 3 2
31. x + y = 6 dan + = 2, maka x + y adalah...
x y
A. 2
B. 3
C. 4
D. 5
32. Jika himpunan penyelesaian dari persamaan 2x − by = 8 dan 5x − 3y =
9 adalah {(4a, 5)}, maka nilai a dan b berturut-turut…
A. 4 dan 5
B. 5 dan 4
6 8
C. 5 dan 25
8 6
D. dan 5
25
33. Nilai p yang memenuhi persamaan 5p + 3q = 15 dan 2p − q = 5
adalah…
A. 2
30
B. 11
C. 0
2
D. 10
34. Jumlah dua bilangan adalah 35 dan selisih kedua bilangan itu adalah 5.
Hasil kali kedua bilangan itu adalah...
A. 300
B. 275
C. 250
D. 225
35. Upin dan Ipin mempunyai hewan peliharaan sebanyak 85 ekor yang terdiri
dari kambing dan ayam. Jika jumlah kaki hewan peliharaan yang dimiliki
Upin dan Ipin adalah 210 kaki, maka banyak hewan peliharaan berjenis
kambing adalah…
A. 20 ekor
B. 40 ekor
C. 60 ekor
D. 80 ekor
36. Jumlah permen yang dimiliki James lebih banyak 8 buah dari pada permen
Sinta. Sedangkan jumlah permen mereka adalah 40 buah. Berapakah
jumlah permen masing-masing…
A. James 24 buah dan Sinta 16 buah
B. James 22 buah dan Sinta 18 buah
C. James 19 buah dan Sinta 21 buah
D. James 25 buah dan Sinta 15 buah
37. Suatu hari Umi membeli dua jenis roti sebanyak 40 buah, harga roti Janis I
Rp. 4.000,- dan jenis II Rp. 3.000,-, jika uang pembeliannya Rp. 145.000,-
Maka Roti jenis I yang dibeli sebanyak ....buah.
A. 10
B. 15
C. 20
D. 25
38. Di tempat parkir terdapat 84 kendaraan terdiri dari mobil dan motor,
jumlah rodanya 220, tarif parkir motor Rp. 500,- dan untuk mobil Rp.
1000,-, maka hasil parkir yang diterima adalah……..
A. Rp. 13.000,-
B. Rp. 26.000,-
C. Rp. 29.000,-
D. Rp. 55.000,-
39. Umur Sani 7 tahun lebih tua dari umur Ari. Sedangkan jumlah umur
mereka adalah 43 tahun. Berapakah umur masing-masing …
A. Sani 24 tahun dan Ari 19 tahun
B. Sani 25 tahun dan Ari 18 tahun
C. Sani 26 tahun dan Ari 17 tahun
D. Sani 27 tahun dan Ari 16 tahun
40. Keliling sebuah persegi panjang 72 cm, sedangkan panjangnya 4 cm lebih
dari lebarnya. Luas persegi panjang tersebut adalah...
A. 36 cm2
B. 160 cm2
C. 288 cm2
D. 320 cm2
Rubrik Penskoran Tes Kemampuan Penalaran Matematis

No Kunci Jawaban Skor
Tidak Menjawab 0
Pernyataan a termasuk ke dalam Persamaan Linear Dua Variabel
Pernyataan b termasuk ke dalam Sistem Persamaan Linear Dua Variabel 1
(Jika hanya menjawab salah satu)
Pernyataan a termasuk ke dalam Persamaan Linear Dua Variabel
1
Pernyataan b termasuk ke dalam Sistem Persamaan Linear Dua Variabel 2
(Jika menjawab keduanya)
Pada pernyataan a terdapat satu persamaan dengan dua variabel, baju dan
celana
3
Pada pernyataan b terdapat dua persamaan dengan dua variable, satu set meja
dan meja belajar

Tidak menjawab 0
Misal :
Permen : x
Coklat : y
1
Maka persamaannya
2 4𝑥 + 3𝑦 = 5000
3𝑥 + 𝑦 = 2500
4𝑥 + 3𝑦 = 5000
3𝑥 + 𝑦 = 2500 + 2
7𝑥 + 4𝑦 = 7500
∴ 𝑁𝑒𝑙𝑎 ℎ𝑎𝑟𝑢𝑠 𝑚𝑒𝑚𝑏𝑎𝑦𝑎𝑟 7 𝑏𝑢𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑟𝑚𝑒𝑛 𝑑𝑎𝑛
3
4 𝑏𝑢𝑎ℎ 𝑐𝑜𝑘𝑙𝑎𝑡 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑠𝑎𝑟 𝑅𝑝. 7.500,00
3 Tidak menjawab 0
Misal : baju = x
Celana = y
1
Minggu pertama : 10𝑥 + 6𝑦 = 3100000
Minggu kedua : 15𝑥 + 6𝑦 = 4350000
10𝑥 + 6𝑦 = 3100000
15𝑥 + 6𝑦 = 4350000 -
−5𝑥 = −1250000 2
𝑥 = 250000
𝑦 = 100000
No Kunci Jawaban Skor
Jumlah baju yang terjual:
Minggu pertama : 10
Minggu kedua : 15
Minggu ketiga : 20
Membentuk barisan aritmatika : 10, 15, 20, ...
Dengan beda = 5
Maka jumlah baju yang terjual pada minggu ke-40 adalah :
𝑈𝑛 = 𝑎 + (𝑛 − 1)𝑏
𝑈4 = 10 + (4 − 1)(5) 3
𝑈4 = 10 + (3)(5)
𝑈4 = 10 + 15
𝑈4 = 25
Maka persamaannya menjadi :
25𝑥 + 6𝑦 = ?
Pendapatan pada minggu ketiga sebesar :
25(250000) + 6(100000) = 6850000
Jadi, pendapatan pada minggu ketiga sebesar Rp. 6.850.000,00
Tidak menjawab 0
Diketahui :
Misal :
buku tulis = x
pensil = y
Di Toko AA
Andi : 4𝑥 + 𝑦 = 5600 1
Budi : 5𝑥 + 3𝑦 = 8400
Di Toko ASEAN
Robi : 2𝑥 + 𝑦 = 5000
Siska : 3𝑥 + 2𝑦 = 8000

4 4𝑥 + 𝑦 = 5600
𝑦 = 5600 − 4𝑥 ..... (1)
Substitusi persamaan (5) ke persamaan (2)
5𝑥 + 3𝑦 = 8400
5𝑥 + 3(5600 − 4𝑥) = 8400
5𝑥 + 16800 − 12𝑥 = 8400
−7𝑥 = −8400
2
𝑥 = 1200
Substitusi 𝑥 = 1200 ke persamaan (5)
𝑦 = 5600 − 4𝑥
𝑦 = 5600 − 4(1200)
𝑦 = 5600 − 4800
𝑦 = 800
Maka di Toko AA harga 1 buah buku tulis adalah Rp. 1.200,00 dan harga satu
No Kunci Jawaban Skor
buah pensil adalah Rp. 800,00.
Di Toko ASEAN
2𝑥 + 𝑦 = 5000
𝑦 = 5000 − 2𝑥 .....(6)
Subtitusi persamaan (6) ke persamaan (4)
3𝑥 + 2𝑦 = 8000
3𝑥 + 2(5000 − 2𝑥) = 8000
3𝑥 + 10000 − 4𝑥 = 8000
−𝑥 = −2000
𝑥 = 2000
Substitusi 𝑥 = 2000 ke persamaan (6)
𝑦 = 5000 − 2𝑥
𝑦 = 5000 − 2(2000)
𝑦 = 5000 − 4000
𝑦 = 1000
Maka, di Toko ASEAN harga 1 buah buku tulis adalag Rp. 2.000,00 dan harga
satu buah pensil adalah Rp. 1.000,00.

Maka dapat disimpulkan bahwa harga 1 buah buku tulis dan 1 buah pensil di
Toko AA lebih murah dari toko ASEAN. 3
LAMPIRAN PENGOLAHAN DATA BENTUK SOAL URAIAN

Lampiran Daftar Siswa
Skor Butir Soal Nomor
No Nama Siswa STS
1 2 3 4
1 Adam Maulana 30 30 15 0 75
2 Adita Widana 30 30 0 0 60
3 Ajam Badruzaman 30 30 15 0 75
4 Ananda Nurul Solihah 30 30 0 0 60
5 Ardi Qipritul Aziz 30 30 15 0 75
6 Bunga Vilda Oktavia 30 30 15 0 75
7 Dani Ramdani 30 15 15 0 60
8 Diki Wahyudi 30 15 0 0 45
9 Erni Nuraini Kania Dewi 30 15 15 0 60
10 Ferry Rizky Muhamad 20 30 15 0 65
11 Hana Restinawati 10 15 15 0 40
12 Jasmine Farrah Yoananda 30 30 15 0 75
13 Lutfia Nur Widjan 30 15 15 0 60
14 Mohamad Ripqi Aipauji 30 30 0 0 60
15 Muhammad Agil Thariq F. 30 30 15 0 75
16 Nabila Awalia 30 15 15 0 60
17 Nova Ramadhan 30 30 0 0 60
18 Nurdin Hidayat 20 15 15 0 50
19 Putri Nur Aini Sapitri 30 30 0 0 60
20 Risa Devia 30 30 15 0 75
21 Saril Muhtar Rizki 30 30 15 0 75
22 Sasa Sasila Anggraeni 30 15 15 0 60
23 Silvi Sri Hidayanti 20 30 0 0 50
24 Sri Utari 20 30 0 0 50
25 Tedi Wahyudi 30 30 15 0 75
26 Vina Nadia 30 15 15 0 60
27 Wulan Maulida 30 30 15 0 75
28 Yuda Indra Muharam 20 30 15 0 65
Jumlah 770 705 300 0 1775
Lampiran Validitas Butir Soal

a. Validitas Butir Soal Nomor 1
Tabel Validitas
No Nama Siswa 𝒙 𝒚 𝒙𝒚 𝒙𝟐 𝒚𝟐
1 Adam Maulana 30 75 2250 900 5625
2 Adita Widana 30 60 1800 900 3600
3 Ajam Badruzaman 30 75 2250 900 5625
4 Ananda Nurul Solihah 30 60 1800 900 3600
5 Ardi Qipritul Aziz 30 75 2250 900 5625
6 Bunga Vilda Oktavia 30 75 2250 900 5625
7 Dani Ramdani 30 60 1800 900 3600
8 Diki Wahyudi 30 45 1350 900 2025
9 Erni Nuraini Kania Dewi 30 60 1800 900 3600
10 Ferry Rizky Muhamad 20 65 1300 400 4225
11 Hana Restinawati 10 40 400 100 1600
12 Jasmine Farrah Yoananda 30 75 2250 900 5625
13 Lutfia Nur Widjan 30 60 1800 900 3600
14 Mohamad Ripqi Aipauji 30 60 1800 900 3600
15 Muhammad Agil Thariq F. 30 75 2250 900 5625
16 Nabila Awalia 30 60 1800 900 3600
17 Nova Ramadhan 30 60 1800 900 3600
18 Nurdin Hidayat 20 50 1000 400 2500
19 Putri Nur Aini Sapitri 30 60 1800 900 3600
20 Risa Devia 30 75 2250 900 5625
21 Saril Muhtar Rizki 30 75 2250 900 5625
22 Sasa Sasila Anggraeni 30 60 1800 900 3600
23 Silvi Sri Hidayanti 20 50 1000 400 2500
24 Sri Utari 20 50 1000 400 2500
25 Tedi Wahyudi 30 75 2250 900 5625
26 Vina Nadia 30 60 1800 900 3600
27 Wulan Maulida 30 75 2250 900 5625
28 Yuda Indra Muharam 20 65 1300 400 4225
Jumlah 770 1775 49650 21900 115425
𝑁(∑ 𝑥𝑦)−(∑ 𝑥)(∑ 𝑦)
𝑟𝑥𝑦 =
√{𝑁(∑ 𝑥 2 )−(∑ 𝑥)2 }{𝑁(∑ 𝑦 2 )−(∑ 𝑦)2 }
28(49650)−(770)(1775)
𝑟𝑥𝑦 =
√{28(21900)−(770)2 }{28(115425)−(1775)2 }
1390200−1366750
𝑟𝑥𝑦 =
√{613200−592900}{3231900−3150625}
23450
𝑟𝑥𝑦 =
√{20300}{81275}
23450
𝑟𝑥𝑦 =
√1649882500
23450
𝑟𝑥𝑦 = 40618,745672
𝑟𝑥𝑦 = 0,5773
Uji t
𝑟√𝑛 − 2
𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 =
√1 − 𝑟 2
0,5773√28 − 2
𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 =
√1 − (0,5773)2
0,5773√26
𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 =
√1 − 0,33327529
0,5773(5,0990195136)
𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 =
√0,666722471
2,9436639652
𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 =
0,8165321243
𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 3,6050804097
𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 3,60508
Kesimpulan:
𝑡𝐻𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 3,60508
5% 𝑡(26) = 2,05553
∴ 𝑡𝐻𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 5% 𝑡(26) atau 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 maka butir soal nomor 1 Valid
Jadi, butir soal nomor 1 mempunyai korelasi yang sedang dengan derajat
validitasnya sedang atau cukup.

b. Validitas Butir Soal Nomor 2
Tabel Validitas
No Nama Siswa 𝒙 𝒚 𝒙𝒚 𝒙𝟐 𝒚𝟐
1 Adam Maulana 30 75 2250 900 5625
2 Adita Widana 30 60 1800 900 3600
3 Ajam Badruzaman 30 75 2250 900 5625
4 Ananda Nurul Solihah 30 60 1800 900 3600
5 Ardi Qipritul Aziz 30 75 2250 900 5625
6 Bunga Vilda Oktavia 30 75 2250 900 5625
7 Dani Ramdani 15 60 900 225 3600
8 Diki Wahyudi 15 45 675 225 2025
9 Erni Nuraini Kania Dewi 15 60 900 225 3600
10 Ferry Rizky Muhamad 30 65 1950 900 4225
11 Hana Restinawati 15 40 600 225 1600
12 Jasmine Farrah Yoananda 30 75 2250 900 5625
13 Lutfia Nur Widjan 15 60 900 225 3600
14 Mohamad Ripqi Aipauji 30 60 1800 900 3600
15 Muhammad Agil Thariq F. 30 75 2250 900 5625
16 Nabila Awalia 15 60 900 225 3600
17 Nova Ramadhan 30 60 1800 900 3600
18 Nurdin Hidayat 15 50 750 225 2500
19 Putri Nur Aini Sapitri 30 60 1800 900 3600
20 Risa Devia 30 75 2250 900 5625
21 Saril Muhtar Rizki 30 75 2250 900 5625
22 Sasa Sasila Anggraeni 15 60 900 225 3600
23 Silvi Sri Hidayanti 30 50 1500 900 2500
24 Sri Utari 30 50 1500 900 2500
25 Tedi Wahyudi 30 75 2250 900 5625
26 Vina Nadia 15 60 900 225 3600
27 Wulan Maulida 30 75 2250 900 5625
28 Yuda Indra Muharam 30 65 1950 900 4225
Jumlah 705 1775 45825 19125 115425
𝑁(∑ 𝑥𝑦)−(∑ 𝑥)(∑ 𝑦) 𝑟𝑥𝑦
=
√{𝑁(∑ 𝑥 2 )−(∑ 𝑥)2 }{𝑁(∑ 𝑦 2 )−(∑ 𝑦)2 }
28(45825)−(705)(1775) 𝑟𝑥𝑦
=
√{28(19125)−(705)2 }{28(115425)−(1775)2 }
1283100−1251375 𝑟𝑥𝑦
=
√{535500−497025}{3231900−3150625}
31725 𝑟𝑥𝑦
=
√{38475}{81275}
31725 𝑟𝑥𝑦
=
√3127055625
31725 𝑟𝑥𝑦
= 55920,082484 𝑟𝑥𝑦
= 0,5673
Uji t
𝑟√𝑛 − 2 𝑡
ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 =
√1 − 𝑟 2
0,5673√28 − 2 𝑡
ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 =
√1 − (0,5673)2
0,5673√26 𝑡
ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 =
√1 − 0,32182929
0,5673(5,0990195136)
𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 =
√0,67817071
2,89267377701
𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 =
0,8235112082
𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 3,512610079
𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 3,51261
Kesimpulan:
𝑡𝐻𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 3,51261
5% 𝑡(26) = 2,05553
∴ 𝑡𝐻𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 5% 𝑡(26) atau 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 maka butir soal nomor 2 Valid
Jadi, butir soal nomor 2 mempunyai korelasi yang sedang dengan derajat
validitasnya sedang atau cukup.

c. Validitas Butir Soal Nomor 3
Tabel Validitas
No Nama Siswa 𝒙 𝒚 𝒙𝒚 𝒙𝟐 𝒚𝟐
1 Adam Maulana 15 75 1125 225 5625
2 Adita Widana 0 60 0 0 3600
3 Ajam Badruzaman 15 75 1125 225 5625
4 Ananda Nurul Solihah 0 60 0 0 3600
5 Ardi Qipritul Aziz 15 75 1125 225 5625
6 Bunga Vilda Oktavia 15 75 1125 225 5625
7 Dani Ramdani 15 60 900 225 3600
8 Diki Wahyudi 0 45 0 0 2025
9 Erni Nuraini Kania Dewi 15 60 900 225 3600
10 Ferry Rizky Muhamad 15 65 975 225 4225
11 Hana Restinawati 15 40 600 225 1600
12 Jasmine Farrah Yoananda 15 75 1125 225 5625
13 Lutfia Nur Widjan 15 60 900 225 3600
14 Mohamad Ripqi Aipauji 0 60 0 0 3600
15 Muhammad Agil Thariq F. 15 75 1125 225 5625
16 Nabila Awalia 15 60 900 225 3600
17 Nova Ramadhan 0 60 0 0 3600
18 Nurdin Hidayat 15 50 750 225 2500
19 Putri Nur Aini Sapitri 0 60 0 0 3600
20 Risa Devia 15 75 1125 225 5625
21 Saril Muhtar Rizki 15 75 1125 225 5625
22 Sasa Sasila Anggraeni 15 60 900 225 3600
23 Silvi Sri Hidayanti 0 50 0 0 2500
24 Sri Utari 0 50 0 0 2500
25 Tedi Wahyudi 15 75 1125 225 5625
26 Vina Nadia 15 60 900 225 3600
27 Wulan Maulida 15 75 1125 225 5625
28 Yuda Indra Muharam 15 65 975 225 4225
Jumlah 300 1775 19950 4500 115425
𝑁(∑ 𝑥𝑦)−(∑ 𝑥)(∑ 𝑦) 𝑟𝑥𝑦
=
√{𝑁(∑ 𝑥 2 )−(∑ 𝑥)2 }{𝑁(∑ 𝑦 2 )−(∑ 𝑦)2 }
28(19950)−(300)(1775) 𝑟𝑥𝑦
=
√{28(4500)−(300)2 }{28(115425)−(1775)2 }
558600−532500 𝑟𝑥𝑦
=
√{126000−90000}{3231900−3150625}
26100 𝑟𝑥𝑦
=
√{36000}{81275}
26100 𝑟𝑥𝑦
=
√2925900000
26100 𝑟𝑥𝑦
= 54091,588995 𝑟𝑥𝑦
= 0,4825
Uji t
𝑟√𝑛 − 2 𝑡
ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 =
√1 − 𝑟 2
0,4825√28 − 2 𝑡
ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 =
√1 − (0,4825)2
0,4825√26 𝑡
ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 =
√1 − 0,23280625
0,4825(5,0990195136) 𝑡
ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 =
√0,76719375
2,4602769153 𝑡
ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 =
0,8758959699 𝑡
ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 2,808868861 𝑡
ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 2,80887
Kesimpulan: 𝑡𝐻𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔
= 2,80887
5% 𝑡(26) = 2,05553
∴ 𝑡𝐻𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 5% 𝑡(26) atau 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 maka butir soal nomor 3 Valid
Jadi, butir soal nomor 3 mempunyai korelasi yang sedang dengan derajat
validitasnya sedang atau cukup.
d. Validitas Butir Soal Nomor 4
Tabel Validitas
No Nama Siswa 𝒙 𝒚 𝒙𝒚 𝒙𝟐 𝒚𝟐
1 Adam Maulana 0 75 0 0 5625
2 Adita Widana 0 60 0 0 3600
3 Ajam Badruzaman 0 75 0 0 5625
4 Ananda Nurul Solihah 0 60 0 0 3600
5 Ardi Qipritul Aziz 0 75 0 0 5625
6 Bunga Vilda Oktavia 0 75 0 0 5625
7 Dani Ramdani 0 60 0 0 3600
8 Diki Wahyudi 0 45 0 0 2025
9 Erni Nuraini Kania Dewi 0 60 0 0 3600
10 Ferry Rizky Muhamad 0 65 0 0 4225
11 Hana Restinawati 0 40 0 0 1600
12 Jasmine Farrah Yoananda 0 75 0 0 5625
13 Lutfia Nur Widjan 0 60 0 0 3600
14 Mohamad Ripqi Aipauji 0 60 0 0 3600
15 Muhammad Agil Thariq F. 0 75 0 0 5625
16 Nabila Awalia 0 60 0 0 3600
17 Nova Ramadhan 0 60 0 0 3600
18 Nurdin Hidayat 0 50 0 0 2500
19 Putri Nur Aini Sapitri 0 60 0 0 3600
20 Risa Devia 0 75 0 0 5625
21 Saril Muhtar Rizki 0 75 0 0 5625
22 Sasa Sasila Anggraeni 0 60 0 0 3600
23 Silvi Sri Hidayanti 0 50 0 0 2500
24 Sri Utari 0 50 0 0 2500
25 Tedi Wahyudi 0 75 0 0 5625
26 Vina Nadia 0 60 0 0 3600
27 Wulan Maulida 0 75 0 0 5625
28 Yuda Indra Muharam 0 65 0 0 4225
Jumlah 0 1775 0 0 115425
𝑁(∑ 𝑥𝑦)−(∑ 𝑥)(∑ 𝑦)
𝑟𝑥𝑦 =
√{𝑁(∑ 𝑥 2 )−(∑ 𝑥)2 }{𝑁(∑ 𝑦 2 )−(∑ 𝑦)2 }
28(0)−(0)(1775)
𝑟𝑥𝑦 =
√{28(0)−(0)2 }{28(115425)−(1775)2 }
0
𝑟𝑥𝑦 =
√{0}{3231900−3150625}
0
𝑟𝑥𝑦 =
√{0}{81275}
0
𝑟𝑥𝑦 =
√0
0
𝑟𝑥𝑦 = 0
𝑟𝑥𝑦 = error
Uji t
𝑟√𝑛 − 2
𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 =
√1 − 𝑟 2
𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = error
Kesimpulan:
𝑡𝐻𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = error
5% 𝑡(26) = 2,05553
∴ 𝑡𝐻𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 < 5% 𝑡(26) atau 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 maka butir soal nomor 4 Tidak Valid
Jadi, butir soal nomor mempunyai korelasi yang sangat renda dengan
derajat validitasnya yang tidak valid.

Lampiran Realiabilitas Soal

Skor Butir Soal Nomor
No Nama Siswa STS
1 2 3 4
1 Adam Maulana 30 30 15 0 75
2 Adita Widana 30 30 0 0 60
3 Ajam Badruzaman 30 30 15 0 75
4 Ananda Nurul Solihah 30 30 0 0 60
5 Ardi Qipritul Aziz 30 30 15 0 75
6 Bunga Vilda Oktavia 30 30 15 0 75
7 Dani Ramdani 30 15 15 0 60
8 Diki Wahyudi 30 15 0 0 45
9 Erni Nuraini Kania Dewi 30 15 15 0 60
10 Ferry Rizky Muhamad 20 30 15 0 65
11 Hana Restinawati 10 15 15 0 40
12 Jasmine Farrah Yoananda 30 30 15 0 75
13 Lutfia Nur Widjan 30 15 15 0 60
14 Mohamad Ripqi Aipauji 30 30 0 0 60
15 Muhammad Agil Thariq F. 30 30 15 0 75
16 Nabila Awalia 30 15 15 0 60
17 Nova Ramadhan 30 30 0 0 60
18 Nurdin Hidayat 20 15 15 0 50
19 Putri Nur Aini Sapitri 30 30 0 0 60
20 Risa Devia 30 30 15 0 75
21 Saril Muhtar Rizki 30 30 15 0 75
22 Sasa Sasila Anggraeni 30 15 15 0 60
23 Silvi Sri Hidayanti 20 30 0 0 50
24 Sri Utari 20 30 0 0 50
25 Tedi Wahyudi 30 30 15 0 75
26 Vina Nadia 30 15 15 0 60
27 Wulan Maulida 30 30 15 0 75
28 Yuda Indra Muharam 20 30 15 0 65 𝑆
26,8519 50,8929 47,6190 0,0000 107,5066
∑ 𝑆𝑖2 125,3638 𝑆𝑡
2 107,5066
𝑛 ∑ 𝑆𝑖2 𝑟
11 = [𝑛−1] [1 − ]
𝑆𝑡2
4 125,3638 𝑟
11 = [4−1] [1 − 107,5066]
4 𝑟
11 = [3] [1 − 1,1661] 𝑟
11 = [1,3333][−0,1661] 𝑟
11 = −0,2215
Kesimpulan: 𝑟𝐻𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔
= −0,2215
5% 𝑟(26) = 0,388
∴ 𝑟𝐻𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 < % 𝑟(26) atau 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 maka soal Tidak Reliabel
Jadi, derajat kereliabilitasan soalnya berada pada taraf yang sangat rendah.

Lampiran Daya Pembeda

Skor Butir Soal Nomor
No Nama Siswa STS
1 2 3 4
1 Adam Maulana 30 30 15 0 75
2 Ajam Badruzaman 30 30 15 0 75
3 Ardi Qipritul Aziz 30 30 15 0 75
4 Bunga Vilda Oktavia 30 30 15 0 75
5 Jasmine Farrah Yoananda 30 30 15 0 75
6 Muhammad Agil Thariq F. 30 30 15 0 75
7 Risa Devia 30 30 15 0 75
8 Saril Muhtar Rizki 30 30 15 0 75
9 Tedi Wahyudi 30 30 15 0 75
10 Wulan Maulida 30 30 15 0 75
11 Ferry Rizky Muhamad 20 30 15 0 65
12 Yuda Indra Muharam 20 30 15 0 65
13 Adita Widana 30 30 0 0 60
14 Ananda Nurul Solihah 30 30 0 0 60
15 Dani Ramdani 30 15 15 0 60
16 Erni Nuraini Kania Dewi 30 15 15 0 60
17 Lutfia Nur Widjan 30 15 15 0 60
18 Mohamad Ripqi Aipauji 30 30 0 0 60
19 Nabila Awalia 30 15 15 0 60
20 Nova Ramadhan 30 30 0 0 60
21 Putri Nur Aini Sapitri 30 30 0 0 60
22 Sasa Sasila Anggraeni 30 15 15 0 60
23 Vina Nadia 30 15 15 0 60
24 Nurdin Hidayat 20 15 15 0 50
25 Silvi Sri Hidayanti 20 30 0 0 50
26 Sri Utari 20 30 0 0 50
27 Diki Wahyudi 30 15 0 0 45
28 Hana Restinawati 10 15 15 0 40
𝑥̅𝐴 28,5714 30,0000 12,8571 0,0000
𝑥̅𝐵 26,4286 20,3571 8,5714 0,0000

Keterangan :Kelompok Atas dengan 𝑥̅𝐴 sebagai Rata-Rata Kelas Atas
Kelompok Bawah dengan 𝑥̅𝐵 sebagai Rata-Rata Kelas Bawah

Kriteria Daya Pembeda Soal
a. Indeks Daya Pembeda Soal Nomor 1
𝑥̅𝐴 − 𝑥̅𝐵
DP =
SMI
28,5714 − 26,4286
DP =
180
2,1428
DP =
180
DP = 0,0119
∴ Soal nomor 1 berada pada taraf soal dengan daya pembeda yang
Jelek

b. Indeks Daya Pembeda Soal Nomor 2
𝑥̅𝐴 − 𝑥̅𝐵
DP =
SMI
30,0000 − 20,3571
DP =
180
9,6429
DP =
180
DP = 0,0536
∴ Soal nomor 2 berada pada taraf soal dengan daya pembeda yang
Jelek

c. Indeks Daya Pembeda Soal Nomor 3
𝑥̅𝐴 − 𝑥̅𝐵
DP =
SMI
12,8571 − 8,5714
DP =
180
4,2857
DP =
180
DP = 0,0238
∴ Soal nomor 3 berada pada taraf soal dengan daya pembeda yang
Jelek

d. Indeks Daya Pembeda Soal Nomor 4
𝑥̅𝐴 − 𝑥̅𝐵
DP =
SMI
0,0000 − 0,000
DP =
180
0,0000
DP =
180
DP = 0,0000
∴ Soal nomor 4 berada pada taraf soal dengan daya pembeda yang
Sangat Jelek

Lampiran Indeks Kesukaran Soal

Skor Butir Soal Nomor
No Nama Siswa STS
1 2 3 4
1 Adam Maulana 30 30 15 0 75
2 Ajam Badruzaman 30 30 15 0 75
3 Ardi Qipritul Aziz 30 30 15 0 75
4 Bunga Vilda Oktavia 30 30 15 0 75
5 Jasmine Farrah Yoananda 30 30 15 0 75
6 Muhammad Agil Thariq F. 30 30 15 0 75
7 Risa Devia 30 30 15 0 75
8 Saril Muhtar Rizki 30 30 15 0 75
9 Tedi Wahyudi 30 30 15 0 75
10 Wulan Maulida 30 30 15 0 75
11 Ferry Rizky Muhamad 20 30 15 0 65
12 Yuda Indra Muharam 20 30 15 0 65
13 Adita Widana 30 30 0 0 60
14 Ananda Nurul Solihah 30 30 0 0 60
15 Dani Ramdani 30 15 15 0 60
16 Erni Nuraini Kania Dewi 30 15 15 0 60
17 Lutfia Nur Widjan 30 15 15 0 60
18 Mohamad Ripqi Aipauji 30 30 0 0 60
19 Nabila Awalia 30 15 15 0 60
20 Nova Ramadhan 30 30 0 0 60
21 Putri Nur Aini Sapitri 30 30 0 0 60
22 Sasa Sasila Anggraeni 30 15 15 0 60
23 Vina Nadia 30 15 15 0 60
24 Nurdin Hidayat 20 15 15 0 50
25 Silvi Sri Hidayanti 20 30 0 0 50
26 Sri Utari 20 30 0 0 50
27 Diki Wahyudi 30 15 0 0 45
28 Hana Restinawati 10 15 15 0 40
𝑥̅𝐴 28,5714 30,0000 12,8571 0,0000
𝑥̅𝐵 26,4286 20,3571 8,5714 0,0000

Keterangan :Kelompok Atas dengan 𝑥̅𝐴 sebagai Rata-Rata Kelas Atas
Kelompok Bawah dengan 𝑥̅𝐵 sebagai Rata-Rata Kelas Bawah

Kriteria Indeks Kesukaran Soal
a. Indeks Kesukaran Butir Soal Nomor 1
𝑥̅𝐴 + 𝑥̅𝐵
IK =
2SMI
28,5714 + 26,4286
IK =
(2)(180)
55
IK =
360
IK = 0,1528
∴ Soal nomor 1 berada pada taraf soal yang Sukar

b. Indeks Kesukaran Butir Soal Nomor 2
𝑥̅𝐴 + 𝑥̅𝐵
IK =
2SMI
30,00001 + 20,3571
IK =
(2)(180)
50,3571
IK =
360
IK = 0,1399
∴ Soal nomor 2 berada pada taraf soal yang Sukar

c. Indeks Kesukaran Butir Soal Nomor 3
𝑥̅𝐴 + 𝑥̅𝐵
IK =
2SMI
12,8571 + 8,5714
IK =
(2)(180)
21,4285
IK =
360
IK = 0,0252
∴ Soal nomor 3 berada pada taraf soal yang Sukar

d. Indeks Kesukaran Butir Soal Nomor 4
𝑥̅𝐴 + 𝑥̅𝐵
IK =
2SMI
0,0000 + 0,0000
IK =
(2)(180)
0,0000
IK =
360
IK = 0,0000
∴ Soal nomor 4 berada pada taraf soal yang Terlalu Sukar
DOKUMENTASI
PROFIL PENULIS

Nama Lengkap : Aditya Rachman

Jenis Kelamin : Laki-Laki

Tempat Tanggal Lahir : Kuningan, 24 Desember 1997

Alamat : Jl. Otista No. 101 RT 04 RW 07 Lingk.

Lamepayung Kel./Kec./Kab. Kuningan

NPM : 162151029

Email : rachman8aditya@gmail.com

Nomor HP : 082218760926

Riwayat Pendidikan : SDN 4 Kuningan

SMPN 2 Kuningan

SMAN 2 Kuningan

Universitas Siliwangi FKIP Matematika
PROFIL PENULIS

Nama Lengkap : Andini Nurhasan

Jenis Kelamin : Perempuan

Tempat Tanggal Lahir : Tasikmalaya, 15 September 1998

Alamat : Kp. Cibitung RT 01 RW 01 Desa Sukarapih

Kecamatan Sukarame Kabupaten Tasikmalaya

NPM : 162151012

Email : nurhasananddini@gmail.com

Nomor HP : 081299389029

Riwayat Pendidikan : SDN Nugraha

MTsN 1 Tasikmalaya

MAN 1 Tasikmalaya

Universitas Siliwangi FKIP Matematika
PROFIL PENULIS

Nama Lengkap : Belda Nurmultiefa Lesmana

Jenis Kelamin : Perempuan

Tempat Tanggal Lahir : Tasikmalaya, 21 November 1997

Alamat : Perum Baitul Marhamah 3 Blok C 28 RT 02 RW

013 Kelurahan Bantarsari Kecamatan Bungursari

Kota Tasikmalaya

NPM : 162151045

Email : tiefalesmana@gmail.com

Nomor HP : 085211943918

Riwayat Pendidikan : SDN Lewo 1 Tasikmalaya

SMPN 5 Tasikmalaya

SMAN 2 Tasikmalaya

Universitas Siliwangi FKIP Matematika
PROFIL PENULIS

Nama Lengkap : Dini Siti Sopiah

Jenis Kelamin : Perempuan

Tempat Tanggal Lahir : Majalengka, 15 Agustus 1998

Alamat : Kp. Sarimanik RT 07 RW 05 Ds. Sukasari Kec.

Cikijing Kab. Majalengka

NPM : 162151062

Email : dinisopiah4@gmail.com

Nomor HP : 082216169456

Riwayat Pendidikan : SDN Sukasari III

MTsN 1 Talaga

SMAN 1 Talaga

Universitas Siliwangi FKIP Matematika
PROFIL PENULIS

Nama Lengkap : Widiana Yosika

Jenis Kelamin : Perempuan

Tempat Tanggal Lahir : Tasikmalaya, 6 September 1997

Alamat : Jl. BKR No. 18 Kelurahan Kahuripan Kecamatan

Tawang Kota Tasikmalaya

NPM : 162151110

Email : widianayosika@gmail.com

Nomor HP : 082321676009

Riwayat Pendidikan : SDN Dadaha 1 Tasikmalaya

SMPN 1 Tasikmalaya

SMAN 1 Tasikmalaya

Universitas Siliwangi FKIP Matematika