You are on page 1of 16

PENTINGNYA PENDIDIKAN BAGI MANUSIA

Untuk Memenuhi Tugas Dari Salah Satu Mata Kuliah Pedagogik

Dosen:

Prof. Dr. H. Mohamad Surya

PENTINGNYA PENDIDIKAN BAGI MANUSIA Untuk Memenuhi Tugas Dari Salah Satu Mata Kuliah Pedagogik Dosen: Prof. Dr.

Oleh:

Elia Juniawati ()

PENDIDIKAN EKONOMI SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS KUNINGAN

2017

KATA PENGANTAR

Alhamdulilahirobbil’alamin sebagai ungkapan puji syukur penulis panjatkan kehadirat

Allah SWT. Karena atas limpahan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah tentang “Pentingnya Pendidikan Bagi Manusia” ini dengan baik. Makalah ini kami gunakan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pedagogik.. Dalam pembuatan makalah ini masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan, sehingga penulis mengharapkan krtik dan saran dari pembaca yang nantinya akan kami gunakan

sebagai perbaikan kedepanya. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat khususnya bagi penulis dan pembaca.

Kuningan 18 Oktober 2017

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

i

ii

BAB I PENDAHULUAN ...............................................................................................................

1

  • A. Latar Belakang Masalah

1

  • B. Rumusan Masalah

2

  • C. Tujuan Penulisan Makalah

2

BAB II PEMBAHASAN

................................................................................................................

3

  • A. Pengertian Pendidikan

.........................................................................................................

3

  • 1. Pendidikan dalam Arti Khusus

3

  • 2. Pendidikan dalam Arti Luas

5

  • 3. Pengertian dalam Arti Luas Terbatas

6

  • B. Pendidikan....................................................................................................

Tujuan Dalam

7

  • C. Pendidikan.........................................................................................................

Pentingnya

8

  • D. Pendidikan dalam Ruang Lingkup Mikro dan Makro

9

BAB III SIMPULAN

12

DAFTAR PUSTAKA

1

  • A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN

Manusia dalam melaksanakan fungsi-fungsi kehidupan tidak lepas dan tidak akan lepas dari pendidikan, karena pendidikan berfungsi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sehingga di zaman era globalisasi ini setiap manusia membutuhkan pendidikan. Pendidikan adalah pilar kehidupan suatu bangsa. Semakin maju pendidikan suatu bangsa maka semakin cerah dan terarah juga kesejahteraan masyarakat dari suatu bangsa itu sendiri. Dengan begitu dapat juga sebagai pengontrol sejauh apa masyarakat dalam merencanakan pelaksanaan pendidikan nasional. Seorang guru dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik di sekolah, perlu memiliki seperangkat ilmu tentang bagaimana ia harus mendidik anak.Guru sebagai tenaga pendidik dihadapkan dengan berbagai permasalahan yang terjadi pada saat ini. Hilangnya sebagian pemahaman, tugas guru sebagai pendidik yang tidak hanya menyampaikan pengetahuan semata kepada anak, akan tetapi dapat mengembangkan kepribadian anak didiknya secara terstruktur. Pendidikan adalah salah satu kebutuhan dan kewajiban bagi umat manusia dalam kehidupannya. Pada tanggal 02 Mei 1994 hari Pendidkan Nasional diperingati secara meriah, semarak dan khidmat. Hal ini dilakukan karena pada peringatah hari pendidikan Nasional tahun 1994 tersebut ada satu hal yang sangat penting bagi dunia pendidikan di Indonesia, yaitu dicanangkannya secara resmi program wajib belajar 9 tahun oleh mantan Presiden Suharto. Hal ini tentu merupakAn salah satu upaya pemerintah agar pada masa yang akan datang tidak ada lagi anak indonesia yang hanya lulusan Sekolah Dasar, atau tidak sekolah sama sekali, tetapi minimal lulus SLTP atau SLTA artinya anak Indonesia nantinya minimal berpendidikan SLTA. Pendidikan merupakan perintah agama yang wajib dilaksanakan oleh manusia, pendidikan juga merupakan kebutuhan pokok manusia dalam menjalani kehidupan pribadi masyarakat berbangsa dan bernegara.

  • B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas kami merumuskan rumusan masalah sebagai berikut :

  • a. Apa yang dimaksud dengan Pendidikan?

  • b. Mengapa Pendidikan itu penting bagi manusia ?

  • C. Tujuan Penulisan Makalah

Sesuai dengan rumusan masalah di atas, makalah ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui :

  • a. Pengertian Pendidikan

  • b. Pentingnya Pendidikan bagi kehidupan manusia

  • A. Pengertian Pendidikan

BAB II PEMBAHASAN

  • 1. Pendidikan dalam Arti Khusus Pedagogik berasal dari kata Yunani “paedos”, yang berarti anak laki-laki, dan

“agogos” artinya mengantar, membimbing. Jadi pedagogic secara harfiah berari pembantu

anak laki-laki pada jaman Yunani kuno, yang pekerjaannya mengantarkan anak majikannya ke sekolah. Kemudian secara kiasan pedagogik adalah seorang ahli, yang membimbing anak kearah tujuan hidup tertentu. Menurut Prof. Dr. J. Hoogveld (Belanda) pedagogik adalah ilmu yang mempelajari masalah membimbing anak kearah tujuan tertentu, yaitu supaya ia

kelak “mampu secara mandiri menyelesaikan tugas hidupnya”. Jadi pedagogik adalah ilmu pendidikan anak. Langeveld (1980), membedakan istilah “pedagogik” dengan istilah “pedagogi”. Pedagogik diartikan dengan ilmu pendidikan, lebih menitik beratkan kepada pemikiran, perenungan tentang pendidikan. Suatu pemikiran bagaimana kita membimbing anak, mendidik anak. Sedangkan istilah pedagogi berarti pendidikan, yang lebih menekankan pada praktek, menyangkut kegiatan mendidik, kegiatan membimbing anak. Pedagogik merupakan suatu teori yang secara teliti, krisis dan objektif, mengembangkan konsep-konsepnya mengenai hakekat manusia, hakekat anak, hakekat tujuan pendidikan serta hakekat proses pendidikan. Walaupun demikian, masih banyak daerah yang gelap sebagai “terraincegnita” (daerah tak dikenal) dalam lapangan pendidikan,

karena masalah hakekat hidup dan hakekat manusia masih banyak diliputi oleh kabut misteri.

Dalam bahasa inggris istilah pendidikan dipergunakan perkataan “education”, biasanya

istilah tersebut dihubungkan dengan pendidikan di sekolah, dengan alasan, bahwa di sekolah tempatnya anak didik oleh para ahli yang khusus mengalami pendidikan dan latihan sebagai

profesi. Selanjutnya makna pendidikan dapat dilihat dalam pengertian secara khusus dan pengertian secara luas. Dalam arti khusus, Langeveld mengemukakan bahwa pendidikan adalah bimbingan yang diberikan oleh seorang dewasa kepada anak yang belum dewasa untuk mencapai kedewasaannya. Ahmadi dan Uhbiyati (1991) mengemukakan beberapa definisi pendidikan sebagai berikut:

  • a. Menurut Prof. Hoogeveld, mendidik adalah membantu anak supaya anak itu kelak cakap menyelesaikan tugas hidupnya atas tanggung jawab sendiri.

  • b. Menurut Prof. S. Brojonegoro, mendidik berarti member tuntutan kepada manusia yang belum dewasa dalam pertumbuhan dan perkembangan, sampai tercapainya kedewasaan dalam arti rohani dan jasmani.

  • c. Menurut Ki Hajar Dewantara, mendidik adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Jadi, pendidikan dalam arti khusus hanya dibatasi sebagai usaha orang dewasa dalam

membimbing anak yang belum dewasa untuk mencapai kedewasaannya. Setelah anak menjadi dewasa dengan segala cirinya, maka pendidikan dianggap selesai. Pendidikan dalam arti khusus ini menggambarkan upaya pendidikan yang terpusat dalam lingkungan keluarga,

dalam arti tanggung jawab keluarga. Hal tersebut lebih jelas dikemukakan oleh drijarkara (Ahmadi, Uhbiyati: 1991), bahwa:

  • a. Pendidikan adalah hidup bersama dalam keatuan tritunggal ayah-ibu-anak, di mana terjadi pemanusiaan anak. Dia berproses untuk memanusiakan sendiri sebagai manusia purnawa.

  • b. Pendidikan adalah hidup bersama dalam kesatuan tritunggal ayah-ibu-anak, di mana terjadi pembudayaan anak. Dia berproses untuk akhirnya bisa membudaya sendiri sebagai manusia purnawa.

  • c. Pendidikan adalah hidup bersama dalam kesatuan tritunggal ayah-ibu-anak, di mana terjadi pelaksanaan nilai-nilai, dengan mana dia berproses untuk akhirnya bias membudaya sendiri sebagai manusia purnawa. Jadi yang menjadi objek kajian pedagogik adalah pergaulan pendidikan antara orang

dewasa dengan anak yang belum dewasa, menurut Langeveld disebut “situasi pendidikan”.

Jadi proses pendidikan menurut pedagogik berlangsung sejak anak lahir sampai anak mencapai dewasa. Pendidik dalam hal ini bisa orang tua dan/atau guru yang fungsinya sebagai pengganti orang tua, membimbing anak yang belum dewasa mengantarkannya untuk dapat hidup mandiri, agar anak dapat menjadi dirinya sendiri.

2.

Pendidikan dalam Arti Luas

Pendidikan

dalam

arti

luas

merupakan

usaha

manusia

untuk

meningkatkan

kesejahteraan hidupnya, yang berlangsung sepanjang hayat. Menurut Handerson, pendidikan merupakan suatu proses pertumbuhan dan perkembangan sebagai hasil interaksi individu dengan lingkungan sosial dan lingkungan fisik, berlangsung sepanjang hayat sejak manusia lahir. Warisan sosial merupakan bagian dari lingkungan masyarakat, merupakan alat bagi

manusia untuk mengembangkan manusia yang baik dan intelegen, untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

Dalam GBHN Tahun 1973 dikemukakan pengertian pendidikan, bahwa, “Pendidikan

pada hakekatnya merupakan suatu usaha yang disadari untuk mengembangkan kepribadian

dan kemampuan manusia, yang dilaksanakan didalam maupun diluar sekolah, dan

berlangsung seumur hidup”.

Dalam Undang-Undang RI No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dikatakan bahwa: Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana

belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara. Dalam Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional dikemukakan bahwa pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, proses, cara, perbuatan mendidik. Dari pengertian-pengertian pendidikan di atas (dalam arti luas) ada beberapa prinsip dasar tentang pendidikan yang akan dilakukan:

  • a. Pertama, pendidikan berlangsung seumur hidup

  • b. Kedua, bahwa tanggung jawab pendidikan merupakan tanggung jawab bersama semua manusia.

  • c. Ketiga, bagi manusia pendidikan merupakan suatu keharusan, karena dengan pendidikan manusia akan memiliki kemampuan dan kepribadian yang berkembang, yang disebut manusia seluruhnya. Henderson (1959) mengemukakan bahwa pendidikan pada dasarnya

suatu hal yang tidak dapat dielakan oleh manausia, suatu perbuatan yang ‘tidak boleh’

tidak terjadi, karena pendidikan itu membimbing generasi muda untuk mencapai suatu generasi yang terbaik. Knowles (1980) mendefinisikan andragogi sebagai seni dan ilmu dalam membantu warga (orang dewasa) untuk belajar. Berbeda dengan pedagogi yang dapat diartikan sebagai seni dan ilmu untuk mengajar anak-anak. Andragogi adalah suatu model proses pembelajaran peserta didik (wajib belajar) dewasa. Andragogi disebut juga sebagai teknologi perlibatan orang dewasa apabila metode dan teknik pembelajaran melibatkan warga belajar. Keterlibatan itu adalah kunci keberhasilan pendidikan dewasa. Untuk itu sumber belajar hendaknya mampu membantu warga belajar untuk:

  • a. Mengidentifikasikan kebutuhan,

  • b. Merumuskan tujuan belajar,

  • c. Ikut serta memikul tanggung jawab dalam perencanaan dan penyusunan pengalaman belajar dan,

  • d. Ikut serta dalam mengevalusi kegiatan belajar.

    • 3. Pengertian dalam Arti Luas Terbatas

Pengertian pendidikan dalam arti luas terbatas adalah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat dan pemerintah melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan yang berlangsung di sekolah dan di luar sekolah sepanjang hayat untuk

mempersiapkan peserta didik agar dapat memainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tepat dimasa yang akan datang (Redja Mudyahardjo, 2001: 11). Pengertian pendidikan ini merupakan jalan tengah antara pengertian pendidikan maha luas dan pengertian pendidikan secara sempit. Pendidikan berlangsung pada situasi-situasi tertentu dan dilaksanakan secara terprogram pada setiap jenis, jenjang dan bentuk pendidikan. Waktu pelaksanaannya dengan memilah-milah waktu pelaksanaannya untuk keperluan setiap kegiatan pendidikan. Lingkungan pendidikan tempat berlangsungnya kegiatan yang bersifat dimana saja tetapi ditentukan berdasarkan keperluan, artinya sesuai dengan lingkungan pendidikan yang dibutuhkan pada suatu bentuk pendidikan tertentu, yakni pendidikan formal, nonformal maupun informal. Tujuan pendidikan tidak bersifat terpisah-pisah dari setiap kemampuan yang diperoleh pada setiap bentuk pendidikan, akan tetapi sebagai suatu kesatuan

pengembangan kemampuan yang diperolehnya serta adanya keterpaduan dengan tujuan- tujuan sosial. Dengan demikian tujuan pendidikan adalah sebagai penunjang dalam mencapai tujuan hidup manusia. Pendidikan pada hakekatnya mengandung tiga unsure, yaitu mendidik, mengajar, dan melatih. Ketiga hal tersebut memiliki pengertian yang berbeda. Mendidik menurut Darji Darmodiharjo menunjukan usaha yang lebih ditunjukan kepada pengembangan budi pekerti, hati nurani, semangat, kecintaan, rasa kesusilaan, ketaqwaan dan lain-lainnya. Mengajar berarti memberi pelajaran tentang berbagi ilmu yang bermanfaat bagi perkembangan kemampuan berfikirnya. Disebut juga pendidikan intelek. Latihan ialah usaha untuk memperoleh keterampilan dengan melatih sesuatu secara berulang- ulang, sehingga terjadi mekanismesasi atau pembiasaan. Tujuan mendidik ingin mencapai kepribadian yang terpadu, yang terintegrasi, yang sering di rumuskan untuk mencapai kepribadian yang sewasa. Tujuan pengajaran yang menggarap kehidupan intelektual anak ialah supaya anak kelak sebagai orang dewasa memiliki kemampuan berpikir seperti yang diharapkan dari orang dewasa secara ideal, yaitu diantaranya mampu berpikir seperti abstrak logis, objektif, kritis, sistematis analisis, sintesis, integrative, dan inovatif. Tujuan latihan ialah untuk memperoleh keterampilan tentang sesuatu

  • B. Tujuan Dalam Pendidikan

Tujuan pendidikan berhubungan erat dengan tujuan dan pandangan hidup pendidik sendiri. Nyatalah, bahwa untuk mendidik itu diperluakn suatu syarat yang mutlak. Pendidik sendiri harus telah memiliki (mempersatukan diri dengan) norma-norma tertentu sehingga ia

dapat disebut orang yang berkpribadian.

  • a. Tujuan Umum Tujuan umum ialah tujuan di dalam pendidikan yang seharusnya menjadi tujuan orang tua atau pendidik lain, yang telah ditetapkan oleh pendidik dan selalu dihubungkan dengan

kenyataan-kenyataan, yang terdapat pada anak didik itu sendiri dan dihubungkan dengan syarat-syarat dan alat-alat untuk mencapai tujuan umum itu.

  • b. Tujuan-tujuan tak sempurna Tujuan tak sempurna atau tak lengkap ini ialah tujuan-tujuan mengenai segi-segi kepribadian manusia yang tertentu yang hendak dicapai dengan pendidikan itu, seperti keindahan, kesusilaan, keagamaan, kemasyarakatan, dan seksual.

  • c. Tujuan-tujuan sementara tujuan-tujuan sementara ini merupakan tingkatan-tingkatan untuk menuju kepada tujuan umum, untuk mencapai tujuan-tujuan sementara itu di dalam praktek harus mengingat dan memperhatikan jalannya perkembangan pada anak. Tujuan pendidikan menurut Dewey ialah membentuk manusia untuk menjadi warga negara yang baik.

  • C. Pentingnya Pendidikan

Peranan pendidikan sangat besar dalam mempersiapkan dan mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal yang mampu bersaing secara sehat tetapi juga memiliki rasa

kebersamaan dengan sesama manusia meningkat. Ilmu pendidikan termasuk salah satu cabang ilmu pengetahuan yang sifatnya praktis karena ilmu tersebut ditujukan kepada paraktek dan perbuatan-perbuatan yang mempengaruhi anak didik. Mendidik bukanlah Perbuatan sembarangan karena menyangkut kehidupan dan nasib anak manusia untuk kehidupan selanjutnya, yaitu manusia sebagai makhluk yang bermartabat dengan hak-hak asasinya. Itulah sebabnya melaksanakan pendidikan merupakan tugas moral yang tidak ringan. Pendidikan adalah pengembangan Sumber Daya Manusia, definis-definisi dari yang klasik samapi pada definisi yang kontemporer mengenai pendidikan pada dasarnya mengimplikasikan usaha untuk mengembangkan manusia itu. Bahwa manusia itu perlu

pendidikan dengan kata lain manusia tanpa pendidiukan maka manusia ijtu tidak akan menjadi sempurna. Harold G. Shane yang menyatakan bahwa pendidikan adalah :

  • a. Suatau cara yang mapan untuk memperkenalkan peserta didik pada pengembalian keputusan terhadap berbagai persoalan

  • b. Pendidikan dapat dipakai untuk menanggulangi masalah sosial tertentu

  • c. Pendidikan dapat memperlihatkan kemampuan yang meningkat untuk menerima dan mengimplementasikan alternatif-alternatif baru

  • d. Pendidikan diyakini sebagai alternatif terbaik yang dapat ditempuh masyarakat untuk membimbing perkembangan manusia. Sedemikian pentingnya pendidikan dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa,

meningakatkan kesejahteraan masyarakat, dan membangun martabat bangsa, maka pemerintah

berusaha memberikan perhatian yang sungguh-sungguh untuk mengatasi berbagai masalah di bidang peningkatan pendidikan mulai dari tingkat dasar, menengah, sampai tingkat tinggi. Perhatian tersebut antara lain ditujukan dengan cara menyediakan alokasi anggaran yang berarti. Serta ,membuat kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan usaha meningkatkan mutu pendidikan. Bahkan yang lebih penting lagi adalah terus melakukan berbagai macam ikhtiar guna memperluas kesempatan bagi masyarakat dalam memperoleh pendidikan pada semua jenjang yang ada.

  • D. Pendidikan dalam Ruang Lingkup Mikro dan Makro

Dengan adanya individu dan kelompok yang berbeda-beda diharapkan akan mendorong terjadinya perubahan masyarakat dengan kebudayaannya secara progresif. Pendidikan dalam ruang lingkup mikro artinya mengkaji pendidikan yang dilaksanakan dalam skala kecil. Pada tingkat dan skala mikro pendidikan merupakan gejala sosial yang mengandalkan interaksi manusia sebagai sesama (subyek) yang masing-masing bernilai setara. Pengolahan proses dalam ruang lingkup mikro merupakan aplikasi kebijakan-kebijakan pendidikan yang berlangsung dalam lingkungan sekolah ataupun kelas, sanggar-sanggar belajar dan satuan-satuan pendidikan lainnya dalam masyarakat. Tidak ada perbedaan hakiki dalam nilai orang perorang karena interaksi antar pribadi (interpersonal) itu merupakan perluasan dari interaksi internal dari seseorang dengan dirinya sebagai orang lain, atau antara saya sebagai orang kesatu (yaitu aku) dan saya sebagai orang kedua atau ketiga (yaitu daku atau-ku; harap bandingkan dengan pandangan orang Inggris antara I dan me). Pendidikan dalam ruang lingkup makro, kita mengkaji pendidikan yang dilaksanakan dalam skala besar. Pada skala makro pendidikan berlangsung dalam ruang lingkup yang besar seperti dalam masyarakat antar desa, antar sekolah, antar kecamatan, antar kota, masyarakat antar suku dan masyarakat antar bangsa. Dalam skala makro masyarakat melaksanakan

pendidikan bagi regenerasi sosial yaitu pelimpahan harta budaya dan pelestarian nilai-nilai luhur dari suatu generasi kepada generasi muda dalam kehidupan masyarakat. Pengolahan proses dalam ruang lingkup makro berupa kebijakan-kebijakan pemerintah yang lazimnya dituangkan dalam bentuk UU pendidikan, Peraturan Pemerintah, SK Menteri, SK Dirjen serta dokumen- dokumen pemerintah tentang pendidikan tingkat nasional yang lain.

Diharapkan dengan adanya pendidikan dalam arti luas dan skala makro maka perubahan sosial dan kestabilan masyarakat berangsung dengan baik dan bersama-sama. Pada skala makro ini pendidikan sebagai gejala sosial sering terwujud dalam bentuk komunikasi terutama komunikasi dua arah. Dilihat dari sisi makro, pendidikan meliputi kesamaan arah dalam pikiran dan perasaan yang berakhir dengan tercapainya kemandirian oleh peserta didik. Maka pendidikan dalam skala makro cenderung dinilai bersifat konservatif dan tradisional karena sering terbatas pada penyampaian bahan ajar kepada peserta didik dan bisa kehilangan ciri interaksi yang afektif. Pengelompokan kajian pendidikan secara makro dan mikro tersebut dapat dilihat dari dua segi, sebagaimana kita ketahui manusia sebagai makhluk individu ia hidup bersama-sama di dalam masyarakat, hidup bersama dengan orang banyak di luar dirinya, antara

individu dan masyarakat bagi seorang manusia tidak dapat dipisahkan satu sama lain, Havigurts mengatakan bahwa manusia tidak akan menjadi manusia kalu ia tidak hidup bersama dengan dan dalam masyarakat. Dalam kegiatan pendidikan individu dan masyarakat keduanya saling membutuhkan.

  • a. Pendidikan individu Pendidikan yang harus ada pada individu meliputi pembinaan jasmani rohani, yakni: (pertumbuhan fisik) keterampilan motorik, perkembangan bahasa, latihan berfikir/ mental, pembinaan kehidupan sosial.

  • b. Pendidikan kelompok Pendidikan yang dilaksanakan dalam kelompok, misalnya pendidikan di sekolah atau pendidikan formal, pendidikan pramuka, pendidikan taman kanak-kanak dan sebagainya dalam bentuk makro.

Tanggung jawab Pendidikan

  • a. Tanggung jawab keluarga Pendidikan mikro sebagai upaya pendidikan untuk mendewasakan anak, sepenuhnya merupakan tanggung jawab keluarga. Sejak anak mulai di masukan ke dalam pendidikan taman kanak-kanak sampai dengan ia lulus sekolah. Kesemuanya adalah tanggung jawab ibu dan ayahnya, yang bertanggung jawab baik secara moral, spiritual, dan fisik materialuntuk mendewasakan anak.

b. Tanggung jawab bersama Tanggung jawab pendidikan dalam arti luas merupakan tanggung jawab bersama semua pihak, yaitu keluarga, masyarakat, dan pemerintah, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (pasal 7 sampai dengan pasal 11)

BAB III

SIMPULAN

Pedagogik merupakan ilmu pendidikan anak. Pendidikan adalah usaha sadar manusia dewasa untuk membimbing anak yang belum dewasa untuk mencapai kedewasaan. Guru itu mempunyai tiga tugas yaitu mendidik, melatih dan mengajar. Mendidik itu adalah sesuatu yang berhubungan dengan afektif, melatih berhubungan dengan psikomotor dan mengajar berhubungan dengan kognitif (intelektual). Peran pendidikan sangat penting dalam mempersiapkan dan mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal yang mampu bersaing secara sehat karena manusia tidak dapat seluruhnya bergantung pada insting semata, banyak segi kehidupan yang perlu diperjuangkan dan dikuasai dengan belajar dan berusaha lewat pendidikan sebagaimana tujuan pendidikan itu sendiri. Pendidikan itu sangat penting bagi kehidupan manusia karena manusia tidak dapat seluruhnya bergantung pada insting semata, banyak segi kehidupan yang perlu diperjuangkan dan dikuasai dengan belajar dan berusaha lewat pendidikan. Pendidikan dalam Ruang Lingkup Mikro dan Makro. Pendidikan dalam ruang lingkup mikro artinya mengkaji pendidikan yang dilaksanakan dalam skala kecil. Pada tingkat dan skala mikro pendidikan merupakan gejala sosial yang mengandalkan interaksi manusia sebagai sesama (subyek) yang masing-masing bernilai setara. Pendidikan dalam ruang lingkup makro, kita mengkaji pendidikan yang dilaksanakan dalam skala besar. Pada skala makro pendidikan berlangsung dalam ruang lingkup yang besar seperti dalam masyarakat antar desa, antar sekolah, antar kecamatan, antar kota, masyarakat antar suku dan masyarakat antar bangsa.

DAFTAR PUSTAKA

Shene. H.G-1984. Arti Pendidikan Bagi Masa Depan. Jakarta : Pustekum, Rajawali

Dikbud :

CV

Purwanto Ngalim, Drs.MP. Ilmu Pendidikan Toerirtis dan Praktis. PT Remaja Rosdakarya Bandung

Tirta Rehardja Umar, Lasulo, SL Drs. Pengantar Pendidikan Rineka Cipta Jakarta

http://jasapengetikancibinong.blogspot.co.id/2015/10/makalah-pentingnya-pendidikan.html?m=1

http://babychokyujungsoo.blogspot.co.id/2013/07/normal-0-false-false-false-en-us-x-

none.html?m=1

http://belajarpsikologi.com/pentingnya-pendidikan-bagi-kehidupan/

http://www.bunghatta.ac.id/artikel-259-pentingnya-pendidikan-bagi-semua-orang.html