You are on page 1of 6

Journal Endurance 2(1) February 2017 (107-112

)

HUBUNGAN SI DAN DK IBU POST PARTUM TERHADAP
PEMBERIAN KOLOSTRUM PADA BBL
ANJELI RATIH SYAMLINGGA PUTRI1, MONIFA PUTRI*, RESTIANINGSIH PUTRI
RAHAYU 3
DIII Kebidanan, Akademi Kebidanan Indragiri, 29312 Rengat, Pekanbaru, Riau
Email: monifaputri@yahoo.co.id

Submitted :07-02-2017, Reviewed:20-02-2017, Accepted:06-03-2017
DOI: http://doi.org/10.22216/jen.v2i1.1700

Abstract
Colostrum contains antibodies that have an impact on improving the baby's body resistance so that any
infections that enter the gastrointestinal tract can be addressed properly. This study aims to determine
the effect of resources and family support post partum mothers against giving colostrum to the newborn
in hospitals Indrasari Indragiri Hulu. This research is an analytic with cross sectional approach. Data
were collected prospectively (January-February 2016. The population in this study is the mother post
partum Hospital Indrasari Rengat. Sampling by using total sampling with total sample of 94 people.
The data analysis using the univariate and bivariate test. The results obtained the relationship between
family support (pvalue = 0.04; OR: 0.379) and resources (pvalue = 0.037; OR: 0.388) on the provision
of colostrum so that resources and family support mempengarhi post partum mothers to give colostrum
to the newborn

Keywords: Family Support, Post Partum, colostrum.

Abstrak
Kolostrum mengandung antibody yang membawa dampak pada peningkatan daya tahan tubuh bayi
sehingga setiap infeksi yang masuk ke dalam saluran cerna dapat diatasi dengan baik. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh Sumber Informasi (SI) dan Dukungan Keluarga (DK) ibu post
partum terhadap pemberian kolostrum pada bayi baru lahir (BBL) di RSUD Indrasari Kabupaten
Indragiri Hulu. Penelitian ini bersifat analitik, dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data
dilakukan secara prospektif (Januari-Febuari 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu post
partum di Rumah Sakit Indrasari Rengat. Pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling
dengan jumlah sampel sebanyak 94 orang. Analisis data menggunkan uji univariat dan uji bivariat.
Hasil penelitian diperoleh mayoritas keluarga mendukung ibu post partum memberikan kolostrum pada
bayinya dan mayoritas ibu post partum tidak mendapat sumber informasi terkait pemberian kolostrum
pada bayi. Adanya hubungan antara dukungan keluarga (Pvalue = 0,04; OR: 0,379) dan sumber
informasi (Pvalue = 0,037; OR:0,388) terhadap pemberian kolostrum sehingga sumber informasi dan
dukungan keluarga mempengarhi ibu post partum untuk memberikan kolostrum pada bayi baru lahir

Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Post Partum, Kolostrum.

Kopertis Wilayah X 107
ARS Putri, dkk – Hubungan SI dan DK Ibu… Journal Endurance 2(1) February 2017

PENDAHULUAN kematian bayi di Indonesia sebesar 32 per
1.000 kelahiran hidup, dan penyebabnya
Kolostrum adalah susu pertama yang sebagian besar terkait dengan faktor nutrisi
dihasilkan oleh payudara ibu berbentuk yaitu sebesar 53 %, pneumonia (20%),
cairan berwarna kekuningan atau sirup diare (15%), dan perinatal (15%) kelahiran
bening yang mengandung protein lebih hidup. Untuk menurunkan angka kematian
tinggi dan sedikit lemak dari pada susu bayi dan meningkatkan kualitas
yang matang. Kolostrum dihasilkan pada kesehatannya, diperlukan pola pemberian
hari pertama sampai hari ketiga setelah bayi makanan yang baik dan tepat bagi bayi.
lahir (Wiji, 2013). Kolostrum (IgG) Salah satunya kolostrum yang diproduksi
mengandung banyak karbohidrat, protein, hari pertama sangat baik untuk bayi
antibodi dan sedikit lemak (yang sulit memberikan daya tahan terhadap penyakit
dicerna bayi). Bayi memiliki sistem infeksi serta memberi rangsangan untuk
pencernaan kecil, dan kolostrum produksi ASI kepada ibu.
memberinya gizi dalam konsentrasi tinggi. Berdasarkan Pusat Data dan
Kolostrum juga mengandung zat yang Informasi Kemenkes RI (PUSDATIN)
mempermudah bayi buang air besar jumlah bayi di Provinsi Riau yaitu 98.455
pertamakali yang disebut meconium. Hal bayi. Sementara itu hasil Riskedas tahun
ini membersihkannya dari bilirubin, yaitu 2013 kecendrungan untuk memberikan
sel darah merah yang mati yang diproduksi kolostrum hanya 85,3% yang memberikan
ketika kelahiran (Proverawati dan Wati, semua; 8,9% dibuang sebagian dan masih
2010) ada 5,9% yang dibuang semua
Data dari WHO (World Health (Kepmenkes, 2016)
Organization) menunjukkan ada 170 juta Pada zaman sekarang ini terjadi
anak mengalami gizi kurang di seluruh peningkatan ilmu pengetahuan dan
dunia. Sebanyak 3 juta anak di antaranya teknologi yang demikian pesat. Saat ini,
meninggal tiap tahun akibat kurang gizi. pengetahuan lama yang mendasar seperti
Angka kematian bayi yang cukup tinggi di menyusui sudah semakin terlupakan.
dunia, sebenarnya dapat dihindari dengan Proporsi responden yang inisiasi pemberian
pemberian Air Susu Ibu (ASI) terutama ASI banyak ditemukan pada ibu yang
kolostrum (Wargiana dkk., 2013) pengetahuannya rendah yaitu 38%. Dan
Penyebab langsung kematian rendahnya pemberian Kolostrum pada bayi
umumnya penyakit infeksi, seperti infeksi disebabkan karena kurangnya pengetahuan
saluran pernapasan akut, diare dan campak, ibu (Anggrowati, 2013)
tetapi penyebab yang mendasari pada 54 % Dukungan keluarga merupakan
kematian bayi adalah gizi kurang. Dihari faktor eksternal yang paling besar
pertama ibu menyusui, ibu akan pengaruhnya terhadap keberhasilan ASI
menghasilkan kolostrum yang menjadi eksklusif. Adanya dukungan keluarga
ASI. Kandungan kolostum sangat tepat terutama suami maka akan berdampak
sesuai dengan kebutuhan bayi, mudah pada peningkatan rasa percaya diri atau
dicerna sehingga dapat memberikan motivasi dari ibu dalam menyusui (Roesli,
proteksi terhadap virus (Aziz, 2008) 2008)
WHO telah merekomendasikan Memberikan informasi tentang
kepada semua bayi untuk mendapatkan bagaimana cara hidup sehat, pemeliharaan
kolostrum yaitu ASI pada hari pertama dan kesehatan dan sebagainya akan
kedua untuk melawan berbagai infeksi dan meningkatkan pengetahuan masyarakat
mendapatkan ASI ekslusif selama 6 bulan tentang pentingnya kesehatan. Hal ini
(Kepmenkes, 2016) berkaitan dengan sumber informasi (SI) itu
Hasil Survey Demografi Kesehatan sendiri (Mariyani dkk., 2014)
Indonesia (SDKI) tahun 2014, angka

Kopertis Wilayah X 108
ARS Putri, dkk – Hubungan SI dan DK Ibu… Journal Endurance 2(1) February 2017

METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan untuk
mengetahui pengaruh sumber informasi
Penelitian ini merupakan penelitian (SI) dan dukungan keluarga (DK) ibu post
analitik observasional dengan pendekatan partum terhadap pemberian colastrum pada
cross sectional. Data pengaruh sistem bayi baru lahir (BBL) di RSUD Indrasari
informasi dan dukungan keluarga ibu post Rengat. Penelitian ini dilakukan pada bulan
partum terhadap pemberian kolostrum pada (Januari-febuari 2016). Populasi dalam
bayi baru lahir (BBL) diperoleh dengan penelitian ini adalah semua ibu post partum
menggunakan instrumen kuisioner. Adapun sebanyak 94 orang.
subjek penelitian yang digunakan adalah
ibu post partum. Penelitian ini dilakukan di Analisis Univariat
RSUD Indrasari Rengat. Analisis data Tabel 1. Distribusi Frekuensi Pemberian
dilakukan secara univariat untuk Kolostrum Pada Bayi Baru Lahir
di RSUD Indrasari
mempresentasikan gambaran distribusi dari
No. Pemberian Persentasi
semua variabel dan analisis bivariat untuk Kolostrum Frekuensi (%)
melihat hubungan antar variabel. 1. Tidak
45 47,9
Memberikan
HASIL DAN PEMBAHASAN
2. Memberikan 49 52,1
Gambaran Umum Total 94 100

Berdasarkan Tabel 1 didapatkan hasil terlebih dahulu sehingga menyebabkan
bahwa mayoritas ibu post partum kemampuan bayi untuk menyusu
memberikan kolostrum pada bayinya berkurang , hal ini sesuai dengan penelitian
sebanyak 52,1 % (49 orang), Menurut Roesli (2008) yang menyebutkan bahwa
Notoadmojo (2003), menyebutkan bahwa Jika bayi baru lahir langsung dimandikan
tindakan memberikan kolostrum pada bayi kemudian baru diberikan kepada ibu untuk
baru lahir termasuk kedalam prilaku disusui maka kemampuan menyusu bayi
kesehatan yang dipengaruhi oleh beberapa akan berkurang sampai 50%. Sehingga
faktor diantaranya pengetahuan, motivasi sangat penting sekali memberikan
dan emosi. Semakin tinggi pengetahuan ibu kolostrum pada bayi yang baru lahir.
tentang kolostrum maka semakin besar Karena kolostrum mengandung antibody
jumlah ibu yang memberikan kolostrum yang siap melindungi bayi ketika kondisi
pada bayi mereka. Menurut Notoadmojo bayi masih sangat lemah. Kandungan
(2003), menyatakan bahwa pengetahuan protein dalam kolostrum lebih tinggi
merupakan domain penting dalam dibandingkan dengan kandungan protein
membentuk prilaku seseorang. Akan teteapi dalam susu (Proverawati dan Wati, 2010)
dlama penelitian ini masih ada 47,9% (45) Tabel 2. Distribusi Frekuensi Dukungan
ibu post partum yang tidak memberikan Keluarga Ibu Post Partum
di RSUD Indrasari
kolostrum pada bayi mereka. Menurut
No. Dukungan Persentasi
Yovsyah (2009) banyaknya ibu yang tidak Keluarga Frekuensi (%)
memberikan kolastrum pada bayinya 1. Tidak
disebabkan karena merasa lelah, kesakitan 36 38,3
Mendukung
saat melahirkan dan plasenta belum keluar. 2. Mendukung 56 61,7
Selain itu , setelah melahirkan bidan Total 94 100
biasanya membersihkan ibu dan bayinya
Berdasarkan hasil penelitian bayi mereka sebesar 61,7% (56) orang
mayoritas keluarga ibu post partum Tabel 2. Dukungan keluarga memliki
memberikan dukungan kepada ibu post fungsi penting karena dapat memberikan
partum untuk memberikan kolostrum pada dukungan penilaian, dukungan

Kopertis Wilayah X 109
ARS Putri, dkk – Hubungan SI dan DK Ibu… Journal Endurance 2(1) February 2017

informasional, dukungan instrumental dan proses persalinan mengatakan bahwa
dukungan emosional. Baik keluarga inti kehadiran keluarga dapat berpengaruh
maupun keluarga besar berfungsi sebagai terhadap ketenangan hati dan
pendukung bagi anggota keluarganya. memperlancar ASI
Ketika melahirkan ibu sebaiknya ditemani Tabel 3. Distribusi Frekuensi Sumber
oleh anggota keluarganya agar merasa Informasi Ibu Post Partum di RSUD Indrasari
nyaman (Dahlia, 2016), selain itu dengan No. Sumber Persentasi
Informasi Frekuensi (%)
kehadiran keluarga saat ibu melahirkan
1. Tidak
membuat ibu menjadi lebih yakin untuk 53 56,4
Pernah
menyusui bayinya segera setelah
2. Pernah 41 43,6
lahir.Menurut Dahlia (2016) menyebutkan
bahwa ibu yang ditemani keluarganya saat Total 94 100

Pemberian sumber informasi pada kesadaran masyarakat khususnya ibu post
ibu post partum sangat penting terutama partum akan kesehatan bayinya. Selain itu,
diberikan pada ibu yang akan mengalami ada 43,6 % (41) yang mendapatkan sumber
post partum. Pemberian informasi biasanya informasi, dengan seringnya ibu terpapar
diberikan oleh tenaga kesehatan atau bidan informasi mengenai kolostrum baik dari
desa diwilayah kerja masing-masing media cetak maupun elektronik, sekalipun
puskesmas. Dalam penelitian ini mayoritas jenjang pendidikan ibu rendah maka tidak
ibu tidak mendapatkan sumber informasi mustahil pengetahuan ibu akan lebih baik
tentang pemberian kolostrum pada bayi dan akan terwujud dalam bentuk perilaku
sebesar 56,3% (53) ibu, hal ini dapat yang baik pula terhadap pemberian
disebabkan karena masih kurangnya kolostrum (Tarigan dan Erniyati, 2011).

Analisis Bivariat
Tabel 4. Hubungan Dukungan Keluarga Ibu
Post Partum Terhadap Pemberian Kolostrum
Pada Bayi Baru Lahir di RSUD Indrasari
Pemberian O Berdasarkan Tabel 4 dapat dilihat bahwa
N Duku Kolostrum Total Pv R dari 94 responden dukungan keluarga tidak
o ngan Tida Ya alu 95
. Kelu e %
mendukung dan memberikan kolostrum
k
arga n % n % n % CI sebanyak 66,7% (24) lebih tinggi
1 Tidak 1 3 2 6 3 1 0,3 dibandingkan dukungan keluarga yang
. Mend 2 3, 4 6, 6 0 0,0 79 tidak mendukung dengan tidak
ukun 3 7 0 44 (0, memberikan kolostrum 33,3% (12),
g 15 sedangkan dukungan keluarga yang
2 Mend 3 5 2 4 5 1 9-
. ukun 3 6, 5 3, 8 0 0,9 mendukung dan memberikan kolastrum
g 9 1 0 01) sebesar 43,1 % (25) lebih rendah
Total 4 4 4 5 9 1 dibandingankan dengan keluarga yang
5 7, 9 2, 4 0 mendukung dengan tidak memberikan
9 1 0 kolostrum (56,9%) 33.
bahwa ibu post partum yang mendapatkan
Hasil Univariat didapatkan nilai Pvalue dukungan keluarga mempunyai peluang
0,044 < alpha 0,05 (Tabel 4). Artinya ada memberikan kolostrum sebesar 0,379 kali
hubungan yang bermakna antara dukungan lebih besar dibandingkan dengan ibu post
keluarga ibu post partum terhadap partum yang tidak mendapatkan dukungan
pemberian kolostrum pada bayi baru lahir. keluarga. Penelitian ini sejalan dengan
Analisa keeratan hubungan antara variable penelitian yang dilakukan oleh Kurniawati
diperoleh nilai OR (Odds Ratio) = 0,379 (2011), yang menyatakan bahwa 60,6 %
(CI 95% 0,159-0,901) hal ini menunjukkan responden mempunyai respon positif

Kopertis Wilayah X 110
ARS Putri, dkk – Hubungan SI dan DK Ibu… Journal Endurance 2(1) February 2017

terhadap dukungan keluarga untuk kolastrum sebanyak 62,3% (33) lebih besar
memberikan colostrum pada bayi setelah dari yang tidak memberikan kolostrum
melahirkan, selain itu penelitian ini juga 37,7% (20). Sedangkan ibu post partum
sesuai dengan hasil penelitian yang telah yang pernah mendapat sumber informasi
dilakukan oleh Suparni (2011), yang memberikan kolostrum sebesar 39 % (16)
menyebutkan bahwa adanya hubungan lebih kecil dari ibu post partum yang tidak
antara dukungan keluarga dengan memberikan kolostrum 61% (25).
pemberian colostrum pada bayi dengan Hasil Uji bivariat didapatkan 0,037 < alpha
Pvalue 0,024. 0,05. Artinya ada hubungan yang
Menurut pendapat Kurniawati bermakna antara sumber informasi ibu post
(2011), dukungan keluarga untuk ibu dalam partum terhadap pemberian kolostrum pada
hal pemberian ASI masih kurang bayi baru lahir. Dari hasil uji statistic
diperhatikan. Dalam Pembangunan bangsa tersebut juga diperoleh nilai OR (Odds
peningkatan kualitas manusia harus dimulai Ratio)= 0,388 (CI 95% 0,168-0,897). Hal
sedini mungkin yaitu sejak dini ini menunjukkan bahwa ibu post partum
peningkatan kualitas manusia adalah yang pernah mendapatkan informasi
dengan pemberian air susu ibu (ASI) mempunyai peluang. sebesar 0,388 kali
pertama yaitu ASI kolostrum. untuk memberikan kolostrum
Tabel 5. Hubungan Sumber Informasi Ibu dibandingkan dengan yang tidak pernah
Post Partum Terhadap Pemberian Kolostrum mendapatkan informasi. Sumber informasi
Pada Bayi Baru Lahir di RSUD Indrasari berperan penting bagi seseorang dalam
menentukan sikap atau keputusan
Pemberian OR
N Sum Kolostrum Total Pv 95
bertindak. Sumber informasi mampu
o. ber Tida Ya alu % merubah prilaku ibu sesuai dengan
Info k e CI informasi yang diperoleh.
rmas n % n % n % Hasil penelitian ini sesuai dengan
i hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh
1. Tida 2 3 3 6 5 1 0,3
k 0 7, 3 2, 3 0 0,0 88
Tarigan dan Erniyati, (2011), yang
Pern 7 3 0 37 (0, menyatakan bahwa adanya hubungan
ah 168 antara sumber informasi dengan pemberian
2. Pern 2 6 1 3 4 1 - colostrum pada bayi dengan Pvalue 0,011.
ah 5 1 6 9 1 0 0,8 Sumber informasi dapat menentukan
0 97)
baik atau buruknya pelaksanaan pemberian
Total 4 4 4 5 9 1
5 7, 9 2, 4 0 kolostrum, maka peran dari tenaga
9 1 0 kesehatan dalam penyampaian informasi
Berdasarkan Tabel 5 dapat dilihat yang benar mengenai kolostrum sangat
bahwa ibu post partum yang tidak pernah penting terhadap pembentukan perilaku ibu
mendapat sumber informasi memberikan (Tarigan dan erniyanti ., 2011).
informasi dan dukungan keluarga
SIMPULAN mempengarhi ibu post partum untuk
Berdasarkan hasil penelitian memberikan kolostrum pada bayi baru
menunjukkan mayorita keluarga ibu post lahir.
partum mendukung ibu post partum untuk
memberikan kolostrum pada bayinya, UCAPAN TERIMAKASIH
selain itu mayoritas ibu paspartum tidak
pernah mendapatkan sumber informasi Allhamdulillahirobbil’alamin,penul
tentang pentingnya pemberian kolostrum. is dapat menyelesaikan penyusunan jurnal
Adanya hubungan antara dukungan yang berjudul Pengaruh Sumber
keluarga dan sumber informasi terhadap Informasi Dan Dukungan Keluarga Ibu
pemberian kolostrum sehingga sumber Post Partum Terhadap Pemberian

Kopertis Wilayah X 111
ARS Putri, dkk – Hubungan SI dan DK Ibu… Journal Endurance 2(1) February 2017

Kolostrum Pada BBL. Penulis menyadari Kebidanan Indragiri Rengat, LPPM dan
jurnal ini tidak akan selesai tanpa bantuan RSUD Indrasari Rengat yang sudah
berbagai pihak. Penulis mengucapkan memfasilitasi penelitian ini sehingga
terimakasih kepada Direktur Akademi penulis dapat menyelesaikan jurnal ini.

DAFTAR PUSTAKA
Anggrowati, F., 2013. Hubungan Antara Desa Sukanalu Kecamatan
Dukungan Keluarga Dengan Barusjahe Kabupaten Karo.
Pemberian ASI Ekslusif Pada Bayi Fakultas Keperawatan Universitas
Di Desa Bebegan Kecamatan Boja Sumatera Utara, Sumatra Utara.
Kabupaten Kendal. J. Keperawatan Wargiana, R., Susumaningrum, L.A.,
Matern. 1. Rahmawati, I., 2013. Hubungan
Aziz, A.., 2008. Pengetahuan Ilmu Usia Pemberian Makanan
Keperawatan Anak. Salemba Pendamping Asi Dini Terhadap
Medika, Jakarta. Status Gizi Bayi (0-6 Bulan) Di
Dahlia, I., 2016. Hubungan Dukungan Desa Curahmojo Kecamatan
Keluarga Terhadap Status Pungging Kabupaten Mojokerto. J.
Pemberian Kolostrum Pada Bayi Di Pustaka Kesehat. 1, 47–53.
Wilayah Kerja Puskesmas Pisang Wiji, R.., 2013. Asi Dan Panduan Ibu
Kecamatan Ciputat. Universitas Menyusui. Nuha Medika,
Islam Negeri Hidayatullah, Jakarta. Yogyakarta.
Kepmenkes, 2016. Informasi Pusat Data Yovsyah, L.A., 2009. Pemberian ASI
Dan Informasi Kementrian Segera Pada Bayi Baru Lahir. J.
Kesehatan RI. Kesehat. Masy. Nas. 4.
Kurniawati, 2011. Pola Hubungan Antara
Status Gizi Balita. ITS, Surabaya.
Mariyani, Sunarti, Syafaraenan, 2014.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan
Dengan Pemberian Kolostrum Di
Labungbaji Makassar. J. Ilm.
Kesehat. Diagn. 5, 283–289.
Notoadmojo, S., 2003. Pendidikan Dan
Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta,
Jakarta.
Proverawati, A., Wati, E.K., 2010. Ilmu
Gizi Untuk Keperawatan Dan Gizi
Kesehatan. Nuha Medika,
Yogyakarta.
Roesli, O., 2008. Inisiasi Menyusui Dini.
Pustaka Bundo, Jakarta.
Suparni, 2011. Hubungan Dukungan
Keluarga Terhadap Ibu Dengan
Pemberian ASI Kolostrum Diruang
Cempaka RSUD Kraton Kabupaten
Pekalongan Tahun 2011. STIKES
Muhammadiyah Pekajangan, Jawa
Tengah.
Tarigan, E.P., Erniyati, 2011. Pemberian
Kolostrum Pada Suku Karo Di

Kopertis Wilayah X 112