You are on page 1of 10

NAMA : ANDI MUHAMMAD IQBAL FAKULTAS : TEKNIK

NIM : F121 17 007 PROGRAM STUDI : TEKNIK GEOLOGI

SEMESTER : III (TIGA)

MATA KULIAH : GEOLOGI STRUKTUR

Pertemuan ke-5
Unsur Struktur dan Mekanisme Deformasi
Secara geometri, unsur struktur geologi dianggap sebagai bidang-bidang dan garis-garis.
Garis atau bidang tidak selalu merupakan bidang batas dari suatu batuan, tetapi merupakan
unsur yang mewakili batuan atau satuan batuan. Didalam prinsip geometri, suatu bidang
atau garis adalah unsur yang mempunyai kedudukan (attitude) atau orientasi yang pasti di
dalam ruang, dan hubungan antara satu dan lainnya dapat dideskripsikan. Dalam hal ini,
suatu bidang atau garis harus mempunyai komponen kedudukan, yang pada umumnya
dinyatakan dalam koordinat grafis, arah (bearing atau azimuth), dan kecondongan
(inclination). Secara geometris, unsur struktur geologi dapat dibedakan menjadi :
• Struktur bidang (planar), misalnya : bidang perlapisan, bidang foliasi, bidang rekahan,
bidang sesar, bidang belahan (cleavage), dan sebagainya.
• Struktur garis (linear), misalnya : lineasi mineral, sumbu lipatan, goresgaris (striation), dan
sebagainya.
Beberapa Definisi Umum Dalam Geometri
• Kedudukan (attitude), merupakan istilah umum untuk orientasi dari sebuah
bidang atau garis di dalam ruang, dan pada umumnya dihubungkan dengan
koordinat geografis dan garis horizontal. Kedudukan terdiri dari komponen arah
(bearing atauazimuth) dan kecondongan (inclination).
• Arah (azimuth), merupakan istilah umum untuk sudut horizontal antara sebuah
garis dan suatu arah koordinat tertentu. Arah koordinat ini biasanya merupakan
arah utara sebenarnya (true north).
• Kecondongan (inclination), merupakan istilah umum untuk sudut vertikal (diukur
kearah bawah) antara garis horizontal dan sebuah bidang/garis.
Kedudukan (Attitude) Struktur Bidang
Kedudukan sebuah struktur bidang dapat diwakili oleh sepasang angka. Terdapat dua cara
penulisan yang dapat digunakan untuk menuliskan sepasang angka tersebut, yaitu :
1. Cara penulisan jurus (strike) dan kemiringan (dip).
2. Cara penulisan kemiringan (dip) dan arah kemiringan (dip direction).
· Jurus (Strike) Struktur Bidang
Sebuah garis jurus (stike line) dapat didefinisikan sebagai sebuah garis horizontal yang
terletak pada suatu struktur bidang.Sebuah garis jurus pada suatu struktur bidang dapat
dibayangkan sebagai perpotongan antara bidang horizontal imajiner dengan struktur bidang
tersebut (ingat bahwa perpotongan antara dua buah bidang adalah sebuah garis).
Jurus suatu struktur bidang pada lokasi tertentu adalah sudut antara garis jurus dengan
utara sebenarnya. Dengan kata lain, jurus adalah sudut antara garis horizontal pada suatu
struktur bidang dengan utara sebenarnya. Jurus merupakan besaran sudut yang diukur
dalam satuan derajat (0) dengan menggunakankompas. Setiap sudut yang diukur dengan
menggunakan kompas disebut arah(baearing atau azimuth).
· Kemiringan (Dip) Struktur Bidang
Kemiringan sebenarnya (true dip) dari suatu struktur bidang adalah sudut antara struktur
bidang tersebut dan sebuah bidang horizontal yang diukur pada bidang vertikal
tertentu.Bidang vertikal yang tertentu ini memiliki orientasi yang tepat tegak lurus dengan
garis jurus .Pada sebuah struktur bidang, kemiringan sebenarnya selalu merupakan
kemiringan lereng yang paling besar, dan arah kemiringan sebenarnya merupakan arah yang
tepat tegak lurus jurus.Arah kemiringan sebenarnya selalu ditentukan pada arah turun
lereng (downslope).

Kemiringan yang diukur pada bidang vertikal yang tidak tegak lurus garis jurus disebut
sebagai kemiringan semu (apparent dip). Besar kemiringan semu harus selalu lebih kecil dari
pada besar kemiringan sebenarnya.Besar kemiringan semu yang diukur pada bidang vertikal
yang mengandung garis jurus adalah nol derajat (0°).

Kedudukan Struktur Garis


Kedudukan sebuah struktur garis diwakili oleh sepasang angka penunjaman (plunge)
dan arah penunjaman (trend). Jika struktur garis tersebut terbentuk pada sebuah struktur
bidang yang kedudukannya diketahui, maka orientasi struktur garis tersebut dapat diwakili
oleh sebuah angka yang disebut pitch*.
Struktur garis merupakan suatu garis yang kedudukannya dapat mengikuti suatu
bidang dan dapat juga berdiri sendiri. Garis adalah unsure geometris yang ditimbulkan oleh
adanya sepanjang titik. kedudukan struktur garis dinyatakan dengan istilah yaitu trench,
bearing, plunge, dan rake/ picth.
seperti halnya struktur bidang , struktur garis dibedakan menjadi:
- struktur garis riil, adalah struktur garis yang arah dan kedudukannya dapat diamati
langsung di lapangan, misalnya goresgaris pada bidang sesar.
- struktur garis semu, adalah semua struktur garis yang arah atau kedudukannya
ditafsirkan dari orientasi unsur-unsur struktur yang membentuk kelurusan atau liniasi,
misalnya liniasi fragmen breksi sesar, liniasi mineral-mineral dalam batuan beku, dsb.
Berdasarkan saat pembentukannya struktur garis dapat dibedakan menjadi “struktur garis
primer” adalah liniasi atau penjajaran mineral pada batuan beku tertentu, arah liniasi
struktur sedimen. dan yang termasuk “strutur garis sekunder” adalah goresgaris, liniasi
memanjang fragmen breksi sesar, garis poros lipatan dan kelurusan-kelurusan. Kedudukan
struktur garis dinyatakan dengan istilah-istilah ”arah penujaman” (trend), ”penujaman”
(plunge), “arah kelurusan” (bearing), dan “rake” atau “pitch”.
definisi istilah-istilah dalam struktur garis:
- Trend : jurus dari bidang vertikal yang melalui garis dan menunjukkan arah
penujaman garis tersebut.
- bearing : jurus dari bidang vertikal yang melalui garis, tetapi tidak menunjukkan
penujaman garis tersebut.
pake/pitch: besar sudut antara garis dengan garis horizontal, yang diukur pada bidang
dimana garis tersebut terdapat

Deformasi
Diatropisme adalah proses pembentukan kembali kulit bumi, pembentukan gunung-
gunung, lembah-lembah, lipatan-lipatan dan retakan-retakan. Proses pembentukan lembah
kulit bumi tersebut karena adanya tenaga tektonik. Tektonisme adalah tenaga yang berasal
dari kulit bumi yang menyebabkan perubahan lapisan permukaan bumi, baik mendatar
maupun vertikal. Tenaga tektonik adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang
menyebabkan gerak naik dan turun lapisan kulit bumi. Gerak itu meliputi gerak orogenetik
dan gerak epirogenetik. (orogenesa dan epirogenesa). Gerak orogenetik adalah gerak yang
dapat menimbulkan lipatan patahan retakan disebabkan karena gerakan dalam bumi yang
besar dan meliputi daerah yang sempit serta berlangsung dalam waktu yang singkat.
Batuan bila mengalami gaya atau stress akan berubah atau mengalami perubahan, dalam
geologi struktur hal ini disebut “Deformasi”. Penyebab deformasi pada batuan adalah gaya
tegasan (gaya/satuan luas). Oleh karena itu untuk memahami deformasi yang terjadi pada
batuan, maka kita harus memahami konsep tentang gaya yang bekerja pada batuan.
Tegasan (stress) dan tegasan tarik (strain stress) adalah gaya gaya yang bekerja di seluruh
tempat dimuka bumi. Salah satu jenis tegasan yang biasa kita kenal adalah tegasan yang
bersifat seragam (uniformstress) dan dikenal sebagai tekanan (pressure). Tegasan seragam
Adalah suatu Gaya yang bekerja secara seimbang kesemua arah. Tekanan Yang terjadi di
bumi yang berkaitan dengan beban yang menutupi batuan adalah tegasan yang bersifat
seragam. Jika tegasan ke segala arah tidak sama (tidak seragam) maka tegasan yang
demikian dikenal sebagai tegasan diferensial. Tegasan diferensial dapat dikelompokaan
menjadi 3 jenis, yaitu:
1. Tegasan tensional (tegasan extensional) adalah tegasan yang dapat mengakibatkan
batuan mengalami peregangan atau mengencang.
2. Tegasan kompresional adalah tegasan yang dapat mengakibatkan batuan mengalami
penekanan.
3. Tegasan geser adalah tegasan yang dapat berakibat pada tergesernya dan berpindahnya
batuan.

Tahapan-tahapan Deformasi adalah sebagai berikut :


1. Elastic Deformation (Deformasi sementara)
Deformasi sementara ini terjadi jika kerja stress tidak melebihi batas elastis
batuan.Begitu stress terhenti,maka bentuk atau posisi batuan kembali seperti semula.

2. Ductile Deformation
Yaitu deformasi yang melampaui batas elastis batuan.Mengakibatkan batuan
berubah bentuk dan volume secara permanen,sehingga bentuknya berlainan dengan bentuk
semula.
3. Fracture Deformation
Yaitu deformasi yang sangat melampaui batas elastis batuan,sehingga
mengakibatkan pecah. Seperti diketahui,bumi terdiri dari berbagai bagian yang paling luar
(kerak bumi),tersusun oleh berbagai lapisan batuan.Kedudukan daripada batuan-batuan
tersebut pada setiap tempat tidaklah sama,bergantung dari kekuatan tektonik yang sangat
mempengaruhiya.

Pertemuan ke-6
Rekahan,Kekar, dan Sesar

Rekahan
Rekahan adalah pecahan pd batuan yang tidak atau sedikit sekali mengalami pergerakan
(Twiss & Moores,’92)
Retakan pada batuan yang sedikit atau tidak sama sekali mengalami pergeseran
(Davis,1996). Retakan yang terjadi gaya tekanan disebut “shear fractures” dan yang terjadi
karena gaya tarikan disebut “tension fractures” (Hatcher,1990 & Dennis,1972).

Kekar
Kekar adalah struktur retakan/rekahan terbentuk pada batuan akibat suatu gaya
yang bekerja pada batuan tersebut dan belum mengalami pergeseran. Secara umum
dicirikan oleh:
a. Pemotongan bidang perlapisan batuan;
b. Biasanya terisi mineral lain (mineralisasi) seperti kalsit, kuarsa.
Struktur kekar dapat dikelompokkan berdasarkan sifat dan karakter retakan/rekahan
serta arah gaya yang bekerja pada batuan tersebut. Kekar yang umumnya dijumpai pada
batuan adalah sebagai berikut:
1. Shear Joint
Kekar Gerus adalah retakan / rekahan yang membentuk pola saling berpotongan
membentuk sudut lancip dengan arah gaya utama. Kekar jenis shear joint umumnya bersifat
tertutup.
2. Tension Joint
Kekar tarik adalah retakan/rekahan yang berpola sejajar dengan arah gaya utama,
Umumnya bentuk rekahan bersifat terbuka.
3. Extension Joint (kekar hibrid)
Extension Joint adalah retakan/rekahan yang berpola tegak lurus dengan arah gaya utama
dan bentuk rekahan umumnya terbuka.

Sasar
Sesar merupakan retakan yang mempunyai pergerakan searah dengan arah retakan. Ukuran
pergerakan ini adalah bersifat relatif, dan kepentingannya juga relatif. Sesar mempunyai
bentuk dan dimensi yang bervariasi. Ukuran dimensi sesar mungkin dapat mencapai ratusan
kilometer panjangnya (sesar Semangko) atau hanya beberapa sentimeter saja. Arah
singkapan suatu sesar dapat lurus atau berliku-liku. Sesar boleh hadir sebagai sempadan
yang tajam, atau sebagai suatu zona, dengan ketebalan beberapa milimeter hingga
beberapa kilometer. Sesar atau fault terbagi menjadi beberapa type yaitu :
1. patahan/sesar turun (atau disebut jg patahan/sesar normal) adalah satu bentuk rekahan
pada lapisan bumi yg memungkinkan satu blok batuan bergerak relatif turun terhadap blok
lainnya.

2.patahan/sesar naik (reverse fault) teori dasarnya sama saja dengan patahan/sesar turun,
tapi untuk sesar naik ini bagian hanging wallnya relatif bergerak naik terhadap bagian foot
wall.salah satu ciri sesar naik adalah sudut kemiringan dr sesar itu termasuk kecil, berbeda
dgn sesar turun yg punya sudut kemiringan bisa mendekati vertical (gambar di samping
hanya sebagai penyederhanaan saja).kelihatan lapisan batuan yg berwarna lebih merah
pada hanging wall berada pada posisi yg lebih atas (lebih shallow) drpada lapisan batuan yg
sama pada foot wall. ini menandakan lapisan yg ada di hanging wall sudah bergerak relatif
naikterhadap footwallnya.
3. Patahan/sesar mendatar patahan/sesar ini bisa dibagi dua yaitu: sesar mendatar mengiri
(satu blok bergerak relatif ke kiri terhadap blok yg lainnya) dan sesar mendatar menganan
(satu blok bergerak relatif ke kanan terhadap blok yg lainnya). gambar di samping mungkin
bisa lebih menjelaskan. sama saja dgn sesar turun ataupun sesar naik: ada gaya/energi yg
menggerakkan dua blok tersebut, hanya saja pada sesar mendatar ini gaya/energi-nya ada
pada arah horizontal. lapisan batuan yg berwarna lebih merah pada blok sebelah kiri berada
pada posisi yg relatif sama dgn lapisan batuan pada blok sebelah kanan, hanya saja blok
sebelah kiri ini sudah bergerak relatif mendatar terhadap blok yg sebelah kanan. pada
gambar di bawah ditandai dgn bergeraknya pagar di permukaan dua blok tersebut.

Pertemuan ke-7

SESAR
Sesar adalah rekahan atau zona rekahan pada batuan yang memperlihatkan
pergeseran.Sesar adalah rekahan atau zona rekahan pada batuan yang memperlihatkan
pergeseran.

Macam pergeseran sesarMacam pergeseran sesar

- Pergeseran relatif semu (- Pergeseran relatif semu (SparationSparation) adalah jarak tegak
lurus antara bidang yang terpisah) adalah jarak tegak lurus antara bidang yang terpisah oleh
sesar dan diukur pada bidang sesar. Komponen dari sparation dapat diukur pada araholeh
sesar dan diukur pada bidang sesar. Komponen dari sparation dapat diukur pada arah
tertentu, umumnya sejajar jurus atau arah kemiringan bidang sesar.tertentu, umumnya
sejajar jurus atau arah kemiringan bidang sesar.

- Pergeseran relatif sebenarnya (- Pergeseran relatif sebenarnya (Slip)Slip) adalah


pergeseran relatif sebenarnya pada sesar,adalah pergeseran relatif sebenarnya pada sesar,
diukur dari blok satu ke blok yang lain pada bidang sesar dan merupakan pergeserandiukur
dari blok satu ke blok yang lain pada bidang sesar dan merupakan pergeseran titik-titik yang
sebelumnya berimpit. Total pergeseran disebuttitik-titik yang sebelumnya berimpit. Total
pergeseran disebut net slipnet slip.

Ciri-Ciri SESAR
Beberapa kenampakan yang dapat digunakan sebagai
penunjuk adanya sesar antara lain :
• Adanya struktur yang tidak menerus (lapisan terpotong dengan tiba-tiba)
• Adanya perulangan lapisan atau hilangnya lapisan batuan.
• Kenampakan khas pada bidang sesar, seperti cermin sesar, gores garis.
• kenampakan khas pada zona sesar, seperti seretan(drag), breksi sesar, horses,
atau lices, milonit.
• perbedaan fasies sedimen.
• petunjuk fisiografi, seperti gawir (scarp), scarplets (piedmont scarp), triangular
facet , dan terpotongnya bagian depan rangkaian pegunungan struktural.
• Adanya boundins : lapisan batuan yang terpotongpotong akibat sesar.

Klasifikasi sesar dapat dibedakan berdasarkan geometri dan genesanya


a. Klasifikasi geometris
1) Berdasarkan rake dari net slip.
· strike slip fault (rake=0º)
· diagonal slip fault (0 º < rake <90º)
· dip slip fault (rake=90º)
2) Berdasarkan kedudukan relatif bidang sesar terhadap bidang perlapisan atau struktur
regional
· strike fault (jurus sesar sejajar jurus lapisan)
· bedding fault (sesar sejajar lapisan)
· dip fault (jurus sesar tegak lurus jurus lapisan)
· oblique / diagonal fault (menyudut terhadap jurus lapisan)
· longitudinal fault (sejajar struktur regional)
· transversal fault (menyudut struktur regional)
3) Berdasarkan besar sudut bidang sesar
· high angle fault (lebih dari 45o)
· low angle fault (kurang dari 45o)
4) Berdasarkan pergerakan semu
· normal fault (sesar turun)
· reverse fault (sesar naik)
5) Berdasarkan pola sesar
· paralel fault (sesar saling sejajar)
· en chelon fault (sesar saling overlap dan sejajar)
· peripheral fault (sesar melingkar dan konsentris)
· radial fault (sesar menyebar dari satu pusat)
b. Klasifikasi genetis
Berdasarkan orientasi pola tegasan yang utama (Anderson, 1951) sesar dapat dibedakan
menjadi :
· Sesar anjak (thrust fault) bila tegasan maksimum dan menengah mendatar.
· Sesar normal bila tegasan utama vertikal.
· Strike slip fault atau wrench fault (high dip, transverse to regional structure)
Beberapa Jenis Sesar dan Penjelasannya
a. Sesar Normal / Sesar Turun (Extention Faulth)

Sesar normal dikenali juga sebagai sesar gravitasi, dengan gaya gravitasi sebagai gaya
utama yang menggerakannya. Ia juga dikenali sebagai sesar ekstensi (Extention Faulth)
sebab ia memanjangkan perlapisan, atau menipis kerak bumi. Sesar normal yang
mempunyai salah yang menjadi datar di bagian dalam bumi dikenali sebagai sesar listrik.
Sesar listrik ini juga dikaitkan dengan sesar tumbuh (growth fault), dengan pengendapan
dan pergerakan sesar berlaku serentak. Satah sesar normal menjadi datar ke dalam bumi,
sama seperti yang berlaku ke atas sesar sungkup. Pada permukaan bumi, sesar normal juga
jarang sekali berlaku secara bersendirian, tetapi bercabang.

Cabang sesar yang turun searah dengan sesar utama dikenali sebagai sesar sintetik,
sementara sesar yang berlawanan arah dikenali sebagai sesar antitetik. Kedua cabang sesar
ini bertemu dengan sesar utama di bagian dalam bumi. Sesar normal sering dikaitkan
dengan perlipatan. Misalnya, sesar di bagian dalam bumi akan bertukar menjadi lipatan
monoklin di permukaan.

Hanging wall relatif turun terhadap foot wall, bidang sesarnya mempunyai
kemiringan yang besar. Sesar ini biasanya disebut juga sesar turun.

Patahan atau sesar turun adalah satu bentuk rekahan pada lapisan bumi yang
menyebabkan satu blok batuan bergerak relatif turun terhadap blok lainnya. Fault
scarp adalah bidang miring imaginer tadi atau dalam kenyataannya adalah permukaan dari
bidang sesar.

b. Sesar naik (reverse fault / contraction faulth)

Sesar naik (reverse fault) untuk sesar naik ini bagian hanging wall-nya relatif
bergerak naik terhadap bagian foot wall. Salah satu ciri sesar naik adalah sudut kemiringan
dari sesar itu termasuk kecil, berbeda dengn sesar turun yang punya sudut kemiringan bisa
mendekati vertical. Nampak lapisan batuan yg berwarna lebih merah pada hanging
wallberada pada posisi yg lebih atas dari lapisan batuan yg sama pada foot wall. Ini
menandakan lapisan yg ada di hanging wall udah bergerak relatif naik terhadap foot wall-
nya.
c. Sesar mendatar (Strike slip fault / Transcurent fault / Wrench fault)

Sesar mendatar (Strike slip fault / Transcurent fault / Wrench fault) adalah sesar
yang pembentukannya dipengaruhi oleh tegasan kompresi. Posisi tegasan utama
pembentuk sesar ini adalah horizontal, sama dengan posisi tegasan minimumnya,
sedangkan posisi tegasan menengah adalah vertikal. Umumnya bidang sesar mendatar
digambarkan sebagai bidang vertikal, sehingga istilah hanging wall danfoot wall tidak lazim
digunakan di dalam sistem sesar ini. Berdasarkan gerak relatifnya, sesar ini dibedakan
menjadi sinistral (mengiri) dan dekstral (menganan).

Pertemuan ke-8

Lipatan
Lipatan adalah hasil perubahan bentuk atau volume dari suatu bahan yang
ditunjukkan sebagai lengkungan atau kumpulan dari lengkungan pada unsur garis atau
bidang didalam bahansebagai lengkungan atau kumpulan dari lengkungan pada unsur garis
atau bidang didalam bahan tersebut. Lipatan terbentuk bilamana unsur yang telah ada
sebelumnya terubahtersebut. Lipatan terbentuk bilamana unsur yang telah ada sebelumnya
terubah menjadi bentuk bidang lengkung atau garis lengkung. Perlipatan adalah deformasi
yang tidakmenjadi bentuk bidang lengkung atau garis lengkung. Perlipatan adalah deformasi
yang tidak seragam yang terjadi pada suatu bahan yang mengandung unsur garis atau
bidang (bidangseragam yang terjadi pada suatu bahan yang mengandung unsur garis atau
bidang (bidang perlapisan, perlapisan, foliasi). foliasi). Suatu Suatu masa masa batuan
batuan yang yang tidak tidak mempunyai mempunyai unsur unsur struktur struktur garis
garis atau atau bidangbidang tidak menunjukkan tanda perlipatan.tidak menunjukkan tanda
perlipatan

Unsur-unsur Lipatan dapat ditunjukkan pada suatu penampang lipatan. Beberapa


titik pada profil permukaan dideskriksikan antara lain:
- Hinge point adalah titik maksimun pelengkungan pada lapisan yang terlipat.
- Crest adalah titik tertinggi pada pelengkungan
- Trough adalah titik terendah pada pelengkungan
- Inflection point adalah titik batas dari dua pelengkungan yang berlawanan
- Fold axis(sumbu lipatan/hinge line) adalah garis maksimum pelengkungan pada suatu
permukaan bidang yang terlipat.
- Axial plane (bidang sumbu) adalah bidang yang dibentuk melalui garis-garis sumbu
pada suatu lipatan . Bidang ini tidak selalu berupa bidang lurus (planar), tetapi dapat
melengkung yang umum disebut sebagai axial surface.
- Fold limb(sayap lipatan) adalah sisi-sisi dari bidang yang terlipat yang berada diantara
daerah pelengkungan(hinge zone) dan batas pelengkungan (inflection line).

Berdasarkan kedudukan garis sumbu dan bentuknya, lipatan dapat dikelompokkan menjadi :
• Lipatan Paralel adalah lipatan dengan ketebalan lapisan yang tetap.
• Lipatan Similar adalah lipatan dengan jarak lapisan sejajar dengan sumbu utama.
• Lipatan Harmonik atau disharmonik adalah lipatan berdasarkan menerus atau
tidaknya sumbu utama.
• Lipatan Ptigmatik adalah lipatan terbalik terhadap sumbunya
• Lipatan Chevron adalah lipatan bersudut dengan bidang planar
• Lipatan isoklin adalah lipatan dengan sayap sejajar
• Lipatan Klin Bands adalah lipatan bersudut tajam yang dibatasi oleh permukaan
planar.

Klasifikasi lipatan lipatan berdasarkan berdasarkan unsur unsur geometrigeometri


1. Upright Fold atau Simetrical Fold (lipatan tegak atau lipatan setangkup).1. Upright Fold
atau Simetrical Fold (lipatan tegak atau lipatan setangkup).
2. Asimetrical Fold (lipatan tak setangkup atau lipatan tak simetri)2. Asimetrical Fold (lipatan
tak setangkup atau lipatan tak simetri)
3. Inclined Fold atau Over Fold (lipatan miring atau lipatan menggantung).3. Inclined Fold
atau Over Fold (lipatan miring atau lipatan menggantung).
4. Recumbent Fold (lipatan rebah)4. Recumbent Fold (lipatan rebah)

Anticline :
Lipatan dengan ba Lipatan dengan batuan tertuatuan tertua pada “core” suatu lipatan
(pada “core” suatu lipatan) .
Syncline :
Suatu lipatan dengan batuan termuda pada core suatu lipatan.Suatu lipatan dengan batuan
termuda pada core suatu lipatan.

Pertemuan ke-9
Interaksi Sesar dan Lipatan
Bentuk arsitektur susunan batuan di suatu wilayah pada umumnya merupakan
batuan-batuan yang telah mengalami deformasi sebagai akibat gaya yang bekerja pada
batuan tersebut. Deformasi pada batuan dapat berupa lipatan maupun patahan (sesar).
Dalam ilmu geologi struktur keduanya sangat berhubungan erat, karena proses
pembentukannya berawal dari gaya tegasan yang sama. Tulisan singkat dibawah ini akan
membahas bagaimana hubungan proses terjadinya lipatan dan patahan.

Lipatan dan Patahan


Lipatan adalah deformasi lapisan batuan yang terjadi akibat dari gaya tegasan
sehingga batuan bergerak dari kedudukan semula membentuk lengkungan. dikenal
beberapa jenis lipatan pada batuan, seperti sinklin dan antiklin. Jenis perlipatan dapat
berupa lipatan simetri, asimetri, serta lipatan rebah (recumbent/overtune).

Patahan (sesar) adalah struktur rekahan yang telah mengalami pergeseran. jenis-
jenis patahan dapat berupa patahan normal (normal fault), patahan mendatar (strike slip
fault), dan patahan naik (trustfault). Adapun di lapangan indikasi suatu patahan (sesar)
dapat dikenal melalui bidang sesar (Gawir sesar), Breksiasi, gouge, milonit, Deretan mata air,
Sumber air panas, Penyimpangan atau pergeseran kedudukan lapisan, dan gejala-gejala
struktur minor seperti: cermin sesar, gores garis, drag fold, dsb.

Batuan yang berbeda akan memiliki sifat yang berbeda terhadap tegasan yang
bekerja pada batuan batuan tersebut, dengan demikian kita juga dapat memperkirakan
bahwa beberapa batuan ketika terkena tegasan yang sama akan terjadi retakan atau
terpatahkan, sedangkan yang lainnya akam terlipat.
Geometri dari perlipatan lapisan batuan yang terkena tegasan diperlihatkan dimana
pada tahap awal perlapisan batuan akan terlipat membentuk lipatan sinklin-antiklin dimana
secara geometri bentuk lengkungan bagian luar (outer arc) akan mengalami peregangan
sedangkan lengkungan bagian dalam akan mengalami pembelahan (cleavage). Apabila
tegasan ini berlanjut dan melampaui batas elastisitas batuan, perlipatan akan mulai
terpatahkan (tersesarkan) melalui bidang yang terbentuk pada sumbu lipatannya. Pada
bidang patahan, gaya tegasan akan berubah arah. Ketika batuan yang berbeda tersebut
berada di area yang sama, seperti batuan yang bersifat lentur menutupi batuan yang
bersifat retas, maka batuan yang retas kemungkinan akan terpatahkan dan batuan yang
lentur mungkin hanya melengkung atau terlipat diatas bidang patahan. Demikian juga ketika
batuan yang bersifat lentur mengalami retakan dibawah kondisi tekanan yang tinggi, maka
batuan tersebut kemungkinan terlipat sampai pada titik tertentu kemudian akan mengalami
pensesaran, membentuk suatu patahan.