You are on page 1of 3

 WAKTU SEBAGAI ASPEK PERUBAHAN SOSIAL

Waktu tak hanya merupakan dimensi universal tetapi menjadi faktor inti dan
menentukan. Dalam dunia sosial perubahan ada di mana-mana. Perubahan sosial adalah
proses sosial yang dialami pleh anggota masyarakat serta semua unsur – unsur budaya
dan sistem – sistem sosial, dimana semua tingkat kehidupanmasyarakat secara sukarela
atau dipengaruhi oleh unsur – unsur eksternal meninggalkan pola – pola kehidupan,
budaya, dan sistem sosial lama kemudian menyesuaikan diri ataumenggunakan pola –
pola kehidupan, budaya, dan sistem sosial yang baru.

Perubahan dan waktu selalu bergandengan dan konsep stabilitas adalah satu-satunya
konvensi yang berguna. Bahkan ketika kita menggunakan konvensi ini kita tak dapat
melepaskan waktu karena ketika berbicara tentang stabilitas , kita berpikir tentang
kurangnya perbedaan tradisi yang bertahan dalam jangka waktu relative panjang.

Bila dikaitkan dengan perubahan sosial , waktu muncul dalam dua fungsi:

1) Dapat membantu sebagai kerangka eksternal untuk mengukur peristiwa dan proses
,menata kesemrawutan aliran peristiwa dan proses demi orientasi manusia atau untuk
mengoordinasikan tindakan sosial.
2) Waktu kualitatif , ini ditentukan oleh sifat proses sosial. Proses itu akan menunjykan
berbagai kualitas waktu :
 Lebih panjang atau lebih pendek
 Berlangsung lebih lambat atau lebih cepat
 Ditandai oleh ritme atau interval acak
 Terpotong potong menjadi unit unit kualitas substantive yang berbeda oleh
lingkungan alam atau lingkungan sosial.

 PERHITUNGAN WAKTU

Perhitungan waktu memerlukan skala dan satuan. Ukurannya dapat dibuat dengan

mengacu pada peristiwa yang berulang menandai interval dan peristiwa unik menandai awal

skala,Satuan waktu lain lebih mencerminkan pengalaman sosial ketimbang alamiah.
Perhitungan satu minggu hingga taraf tertentu adalah konvensional meski mula-mula
lamanya berada di berbagai kultur. Pembagian konvensional yang berasal dari agama juga
terdapat dalam skala tahunan,misalnya tahun peribadatan dalam Kristen atau skala harian
misalnya aturan kehidupan sehari-hari dalam biara yang ditentukan oleh jam istirahat.

 WAKTU DALAM KESADARAN DAN DALAM KULTUR

Perubahan sosial adalah proses sosial yang dialami pleh anggota masyarakat serta
semuaunsur – unsur budaya dan sistem – sistem sosial, dimana semua tingkat
kehidupanmasyarakat secara sukarela atau dipengaruhi oleh unsur – unsur eksternal
meninggalkan pola – pola kehidupan, budaya, dan sistem sosial lama kemudian
menyesuaikan diri ataumenggunakan pola – pola kehidupan, budaya, dan sistem sosial
yang baru.
Sosiologi lebih tertarik pada cerminan kultur realitas waktu ketimbang cermin
psikologisnya . sosiologi memusatkan perhatian pada symbol-simbol khas ,nilai , norma
dan orientasi yang mengacu pada waktu yang dimiliki bersama oleh kelompok ,
komunitas , kelas dan unit sosial lainnya.
Aspek-aspek orientasi waktu atau pandangan tentang waktu . sebagai berikut :
1) Tingkat kesadaran tentang waktu.
inilah tanda yang paling umum, disuatu sisi ekstrem ditujukan oleh
kegandrungan mengenai waktu , aliran waktu , berlalunya waktu serta keterbatasan
waktu.
2) Kedalaman kesadaran tentang waktu .
Adakalanya waktu yang pendek dan terdekat saja yang disadari , tetapi
sebailknya jangka waktu yang panjang kadang juga disadari ,tetapi sebaliknya
jangka waktu yang panjang juga disadari.
3) Bentuk aliran waktu
4) Penekanan pada masa lalu atau masa mendatang
Pandangan waktu adalah bagian integral dari nilai masyarakat dan orientasi
individu terhadap tindakan mereka kini dan kemasa depan, memutuskan
hubungan dengan tradisi, mengabaikan masa lalu ,memusatkan perhatian pada
masa depan.
5) Cara memikir masa depan
6) Dominannya nilai yang menekankan perubahan dan kemajuan atau yang menekan
perulangan,kesanaan dan ketertiban .pola ini jelas mengacu pada bidang lebih luas
ketimbang hanya sebatas kesadaran waktu saja, namun sangat mempengaruhi
orientasi waktu.

 FUNGSI WAKTU SOSIAL
1) Syarat universal pertama kehidupan sosial yang dipengaruhi oleh sistem perhitungan
waktu adalah menyelaraskan tindakan
2) Syarat universal kedua adalah koordinasi. Tindakan individu tak terjadi dalam
keadaan vakum
3) Syarat ketiga adalah rentaetan waktu. Proses sosial berlangsung secara bertahap .
meski saling menyusul menurut rentetan tertentu namun terdapat suatu keharusan
logika yang mengaitkan sebagian besar proses tersebut.
4) Syarat keempat tentang ketepatan waktu. Aktivitas tertentu hanya dapay dilakukan
bila fasilita sumber dayanya tersedia dan tak mungkin disediakan sepanjang waktu
5) Syarat kelima adalah ukuran waktu, dimana berbagai kegiatan dilakukan pasti
memiliki makta sosial yang menentukan
6) Syarat terakhir adalah membedakan. Kerutinan dan menotonya kehidupan harus
diatasi dengan menjatahkan waktu untuk berbagai kegiatan.