You are on page 1of 8

PERBEDAAN WAKTU PENYEMBUHAN LUKA

PERINEUM PADA IBU POSTPARTUM ANTARA
PERAWATAN DENGAN NaCl 0,9%DAN
AIR DTT DI PUSKESMAS JETIS
KOTA YOGYAKARTA

NASKAH PUBLIKASI

Disusun oleh:
Baiq Andrita Fitria Utami
1610104410

PROGRAM STUDI BIDAN PENDIDIK JENJANG DIPLOMA IV
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ‘AISYIYAH
YOGYAKARTA
2017
PERBEDAAN WAKTU PENYEMBUHAN LUKA
PERINEUM PADA IBU POSTPARTUM ANTARA
PERAWATAN YANG DIBERIKAN NaCl 0,9%
DAN AIR DTT DI PUSKESMAS JETIS
KOTA YOGYAKARTA

Baiq Andrita Fitria Utami, Umu Hani
Email: andrita95f@gmail.com

Abstract: This study aim to knowing the difference of time healing wound
perineum on postpartum mothers who were given 0.9% NaCl treatment and Water
DTT at Jetis Health Center Yogyakarta City.The sampling technique used is
incidental sampling. A sample of 10 respondents. The analysis test used in this study
used the Mann-Whitney statistical test. Based on the results showed Postpartum
mother with perineal wound given a 0.9% NaCl treatment experienced a fast healing
time of 5 people (100%). Postpartum mother with perineal wound given treatment of
Water DTT experienced a long healing time that is 1 of 5 respondents who were
given treatment of Water DTT (20%). Mann-Whitney test results obtained results Z
-2449 with significant (p) 0.014.

Keywords: Healing time, perineal wound, NaCl 0.9%, Water DTT

Abstrak: Diketahuinya perbedaan waktu penyembuhan luka perineum pada ibu
postpartum yang diberikan perawatan NaCl 0,9% dan Air DTT di Puskesmas Jetis
Kota Yogyakarta.Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 10
responden Tehnik sampling yang digunakan adalah insidental sampling. Uji analisis
yang diganakan dalam penelitian ini menggunakan uji statistik Mann-Whitney.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan Ibu postpartum dengan luka perineum
yang diberikan perlakuan NaCl 0,9% mengalami waktu penyembuhan cepat
sebanyak 5 orang (100%). Ibu postpartum dengan luka perineum yang diberikan
perlakuan Air DTT mengalami waktu penyembuhan lama yaitu 1 dari 5 orang
responden yang diberikan perlakuan Air DTT (20%). Hasil uji Mann-Whitney
didapatkan hasil Z sebesar -2449 dengan signifikan (p) 0,014.

Kata Kunci: waktu penyembuhan, luka perineum, NaCl 0,9%, Air DTT
LATAR BELAKANG perawatan yang tepat maupun bantuan
Persalinan sering kali intervensi dari luar yang ditujukan
menyebabkan robekan perineum baik dalam rangka mendukung
pada primigravida maupun penyembuhan (Hidayat, 2010).
multigravida dengan perineum yang Menurut Herawati (2010), akibat
kaku (Manuaba, 2010). Seringkali perawatan perineum yang kurang benar
robekan perineum terjadi sewaktu dapat mengakibatkan kondisi perineum
melahirkan dan penaganannya yang terkena lokhea dan lembab sangat
merupakan masalah kebidanan. menunjang perkembangbiakan bakteri
Robekan pada perineum ini bisa terjadi sehingga dapat menimbulkan infeksi
secara spontan dan bisa juga terjadi pada perineum. Munculnya infeksi pada
karena dilakukannya episiotomy dalam perineum dapat merambat ke saluran
upaya melebarkan jalan lahir. kencing ataupun bahkan terjadi pada
Tingkat/derajat robekan perineum ada 4 jalan lahir yang beresiko menimbulkan
tingkatan/derajat. Beberapa cedera komplikasi infeksi kandung kencing
jaringan penyokong baik cedera akut dan infeksi jalan lahir.
maupun kronis akan menimbulkan Derajat komplikasi masa
masalah pada gynekologi dikemudian nifas bervariasi. Asuhan pada masa
hari jika dilakukan perawatan yang nifas sangat diperlukan dikarenakan
kurang benar dan penggunaan bahan masa nifas merupakan masa kritis bagi
yang kurang tepat. Kerusakan pada ibu maupun bayi. Berdasarkan Survey
jaringan penyokong biasanya akan Demografi dan Kesehatan Indonesia
segera terlihat dan diperbaiki pada saat (SDKI) 2007 menyatakan salah satu
setelah persalinan. penyebab utama kematian ibu adalah
Pemerintah telah mencanangkan infeksi. Secara umum disebabkan
Gerakan Nasional Kehamilan yang infeksi peurpuralis sekitar 1-3%, infeksi
aman atau Making Pregnancy Safer jalan lahir mencapai 25-55%
(MPS) sebagai strategi pembangunan (Kemenkes RI, 2011).
kesehatan masyarakat menuju Fase penyembuhan secara ideal
Indonesia Sehat 2010, sebagai bagian merupakan proses penyembuhan luka
dari program MPS dengan dalam memulihkan seperti jaringan
Visi”Kehamilan dan Persalinan di semula, bila tidak memungkinkan maka
Indonesia Berlangsung Aman, yang akan terbentuk jaringan parut.
dilahirkan Hidup dan Sehat”, dengan Penggunaan bahan yang tepat dalam
misinya adalah menurunkan angka perawatan luka perineum merupakan
kematian dan kesakitan maternal dan tehnik yang benar, karena jika
neonatal melalui pemantapan kesehatan. penggunaan bahan yang kurang tepat
Salah satu pesan-pesan kunci MPS dapat menyebabkan luka sulit sembuh
adalah setiap persalinan ditolong oleh atau penyembuhan lama dan
tenaga kesehatan terlatih, untuk menimbulkan infeksi (Suwandi, 2007).
mencegah terjadinya infeksi persalinan Penyembuhan luka jahitan perineum
yang menyebabkan kematian ibu ditandai dengan tidak adanya infeksi
(Adisoebroto, 2009). seperti kalor (panas), rubor
Pada kejadian robekan perineum (kemerahan), tumor (pembengkakan),
terdapat jaringan yang hilang dolor (nyeri) dan fungsionela
dikarenakan laserasi dan tindakan (terganggunya fungsi). Penyembuhan
episiotomi. Fase-fase penyembuhan luka jahitan secara normal akan terjadi
luka perineum juga tergantung pada pada hari kelima hingga hari ketujuh
beberapa faktor antara lain nutrisi, dan bisa juga lebih cepat dalam waktu 5
budaya, sarana prasarana, cara hari yang ditandai dengan luka kering,
tidak adanya kemerahan, tehnik insidental sampling yaitu tehnik
pembengkakan, jaringan menyatu dan pengambilan sampel berdasarkan
tidak nyeri ketika untuk duduk dan kebetulan. Sampel dalam penelitian ini
berjalan (Uliyah dan Hidayat, 2006). sebanyak 10 orang responden yang
Bahan yang biasanya digunakan didapatkan menggunakan rumus issac
untuk pencegahan infeksi adalah larutan dan michael dengan taraf kesalahan
antiseptik, misalnya iodine. Seperti 10%. Metode pengumpulan data pada
diketahui iodine mempunyai sifat penelitian ini menggunakan lembar
antiseptik atau membunuh kuman baik observasi yang berisi indikator
bakteri gram positif maupun negatif. penyembuhan luka.
Akan tetapi iodine bersifat iritatif dan Pada penelitian ini tidak dilakukan
lebih toksik bila masuk ke pembuluh uji validitas dan untuk analisis datanya
darah. Penggunaan iodine harus menggunakan Mann-Whitney.
diencerkan terlebih dahulu, hal ini
karena iodine dalam konsentrasi tinggi HASIL PENELITIAN
dapat menyebabkan iritasi kulit. Selain Analisis Univariat
iti iodine dalam penggunaan yang Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi
berlebihan dapat menghambat proses Penyembuhan Luka Perineum Dengan
granulasi luka. Perawatan luka secara Menggunakan Kompres NaCl 0,9%
umum biasanya menggunakan iodine Valid Cumulativ
10%. f Percent Percent e Percent
Natrium Klorida (NaCl) Valid CEPAT 5 100.0 100.0 100.0
merupakan kation utama dalam cairan
ekstraseluler dan memegang peranan Table 4.1 memperlihatkan bahwa pada
penting dapa regulasi tekanan responden yang diberikan kompres
osmotisnya, sering digunakan dalam NaCl 0,9% semuanya mengalami
infus dengan elektrolit lain. Larutan waktu penyembuhan yang cepat dengan
irigasi adalah larutan steril, bebas kategori 100% dan tidak ada yang
pyrogen yang digunakan untuk tujuan mengalami waktu penyembuhan yang
pencucian dan pembilasan. Larutan lama.
NaCl 0,9% dapat digunakan untuk Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Waktu
mengatasi iritasi pada luka. Natrium Penyembuhan Luka Perineum Dengan
Klorida yang dikenal sebagai garam Menggunakan Air DTT
adalah zat yang memiliki tingkat
osmotik yang tinggi (Shofyan, 2009). Vali CEPAT
1 20.0 20.0 20.0
d
LAMA 4 80.0 80.0 100.0
METODE PENELITIAN
Total 5 100.0 100.0
Desain penelitian ini menggunakan
eksperiment semu (quasi experiment).
Tabel 4.2 memperlihatkan bahwa pada
Pendekatan penelitian menggunakan
responden yang diberikan perlakukan
Post Test Only Desaign (One Shot Case
Air DTT sebagian besar mengalami
Study), pada desain penelitian ini
waktu penyembuhan yang lama yaitu
perlakuan telah dilakukan, kemudian
sebanyak 4 orang (80%) sedangkan
dilakukan observasi atau posttest
paling sedikit mengalami waktu
(Riyanto, 2011).
penyembuhan yang cepat yaitu
Populasi dalam penelitian ini
sebanyak 1 orang (20%).
adalah ibu nifas di Puskesmas Jetis
Kota Yogyakarta sebanyak 16
responden pada bulan Mei.
Pada penelitian ini menggunakan
Analisis Bivariat
Tabel 4.4 Hasil Uji Mann-Whitney Manfaat Normal saline atau NaCl
0,9% merupakan larutan isotonis aman
WAKTU SEMBUH untuk tubuh, tidak iritan,
Mann-Whitney U 2.500 melindungi granulasi jaringan dari
Wilcoxon W 17.500 kondisi kering, menjaga kelembaban
Z -2.449
sekitar luka dan membantu luka
Asymp. Sig. (2-tailed) .014
Exact Sig. [2*(1-tailed
menjalani proses penyembuhan.
Sig.)] .032(a) Perawatan menggunakan normal
saline untuk mempertahankan
Tabel 4.4 memperlihatkan bahwa nilai permukaan luka agar tetap lembab
Z sebesar -2.449 dengan nilai signifikan sehingga dapat meningkatkan
(p) 0,014 menunjukkan bahwa ada perkembangan dan migrasi jaringan
perbedaan waktu penyembuhan luka epitel.
perineum pada ibu post partum antara Waktu penyembuhan luka perineum
perawatan yang diberikan komnpres pada ibu postpartum yang diberikan
NaCl 0,9% dan Air DTT karena nilai kompres Air DTT
signifikan (p) lebih kecil dari taraf Tabel 4.2 memperlihatkan bahwa
kesalahan 5% (0,014 < 0,05). pada responden yang diberikan
perlakukan Air DTT sebagain besar
PEMBAHASAN mengalami waktu penyembuhan yang
Waktu penyembuhan luka perineum lama yaitu sebanyak 4 orang (80%)
pada ibu post partum yang sedangkan paling sedikit mengalami
duberikan kompres NaCl 0,9% waktu penyembuhan yang cepat yaitu
Table 4.1 memperlihatkan bahwa sebanyak 1 orang (20%).
pada responden yang diberikan Hasil penelitian ini menunjukkan
kompres NaCl 0,9% semuanya bahwa secara umum pemberian
mengalami waktu penyembuhan yang kompres Air DTT menyembuhkan luka
cepat dengan kategori 100% dan tidak perineum lama tidak sesuai dengan
ada yang mengalami waktu standar penyembuhan luka yaitu pada
penyembuhan yang lama. hari ke-5 dimana pada hari ke-5 ini
Pada penelitian ini didapatkan disebut dengan fase maturasi atau fase
keterangan bahwa responden yang pematangan yang ditandai dengan
menggunakan NaCl 0,9% lebih cepat timbulnya jaringan-jaringan baru.
mengalami penyembuhan luka Fase penyembuhan secara ideal
perineum (tabel 4.1). hal tersebut dapat merupakan proses penyembuhan luka
disebabkan karena NaCl 0,9% dalam memulihkan seperti
merupakan bahan yang lebih sering jaringan semula, bila tidak
digunakan untuk mengatasi iritasi luka. memungkinkan maka akan terbentuk
Menurut Anik (2014) NaCl 0,9% jaringan parut. Penggunaan bahan yang
merupakan cairan pencuci luka yang tepat dalam perawatan luka perineum
fisiologis dengan cairan tubuh karena merupakan tehnik yang benar, karena
normal saline yang mengandung jika penggunaan bahan yang kurang
natrium klorida atas Na dan Cl yang tepat dapat menyebabkan luka sulit
memiliki komposisi sama seperti sembuh atau penyembuhan lama
plasma darah, dengan demikian aman dan menimbulkan infeksi (Suwandi,
bagi tubuh. Merupakan satu-satunya 2007).
cairan pencuci luka yang dianggap Menurut Uliyah dan Hidayat
paling aman dan cairan pilihan untuk (2006) menjelaskan bahwa
digunakan pada hampir semua luka. penyembuhan luka perineum ditandai
dengan tidak adanya infeksi. pada ibu postpartum antara perawatan
Penyembuhan luka jahit secara normal yang diberikan kompres NaCl 0,9% dan
akan terjadi pada hari kelima hingga Air DTT karena nilai signifikansi (p)
hari ketujuh dan bisa juga lebih cepat lebih kecil dari taraf kesalahan 5%
dalam waktu 5 hari yang ditandai (0,014<0,05).
dengan luka kering, tidak adanya
kemerahan, tidak ada pembengkakan, SIMPULAN DAN SARAN
jaringan menyatu dan tidak nyeri ketika Simpulan
untuk duduk dan berjalan. Ibu post partum dengan luka
Perbedaan waktu penyembuhan luka perineum yang diberikan kompres NaCl
perineum pada ibu postpartum yang 0,9% semua mengalami
diberikan kompres NaCl 0,9% penyembuhan luka perineum dengan
dengan kompres Air DTT di kategori cepat yaitu 5 orang (100%).
Puskesmas Jetis Kota Yogyakarta. Ibu post partum dengan luka
Tabel 4.3 memperlihatkan bahwa perineum yang diberika kompres Air
responden yang diberikan perlakuan DTT sebagian besar mengalam
NaCl 0,9% mengalami penyembuhan penyembuhan dengan kategori lama
luka dengan kategori cepat lebih yaitu sebanyak 1 dari 5 orang (20%).
banyak (83,3%) dibandingkan Ibu post partum yang diberikan
responden yang diberikan perlakuan Air kompres NCl 0,9% luka perineumnya
DTT mengalami penyembuhan dalam lebih cepat sembuh dibandingkan
kategoori lama sebanyak (16,6%). perawatan menggunakan Air DTT
Hasil penelitian ini menunjukkan sesuai dengan hasil penelitian
bahwa penggunaan NaCl 0,9% lebih menunjukkan nilai (p) 0,014
efektif untuk menyembuhkan luka menunjukkan bahwa perbedaan antara
perineum dibandingkan dengan Air NaCl 0,9% dengan Air DTT sebesar
DTT. Hal tersebut tidak terlepas dari 1,4% artinya NaCl 0,9% lebih
bahan dan sifat NaCl 0,95 yang efektif dalam menyembuhkan luka
digunakan untuk mengompres luka perineum dibandingkan Air DTT.
perineum. NaCl 0,9% bersifat Saran
mencegah iritasi kulit . Bagi pelayanan kesehatan
Menurut Herawati (2010), khususnya bidan yang lebih dekat
akibat perawatan yang tidak benar dengan wanita agar meningkatkan mutu
dapat mengakibatkan kondisi perineum pelayanan dalam menangani pasien dan
yang terkena lokhea dan lembab akan perawatan perinaum yang benar
sangat menunjang perkembangbiakan sehingga dapat mempercepat proses
bakteri yang dapat menyebabkan penyembuhan luka.
timbulnya infeksi pada perineum. Dapat menambah pengetahuan bagi
Munculnya infeksi pada perineum dapat pasien dalam menggunakan bahan
merambat pada saluran kandung untuk perawatan luka perineum.
kencing ataupun pada jalan lahir yang Hasil penelitian ini dapat
dapat berakibat pada munculnya menambah referensi perpustakaan
komplikasi infeksi kandung untuk mengkaji ilmu kesehatan
kencing maupun infeksi pada jalan reproduksi.
lahir. Hasil penelitian in diharapkan
Pada tabel 4.4 memperlihatkan dapat menambah referensi bagi peneliti
bahwa nilai Z sebesar -2.449 berikutnya khususnya dalam ilmu
dengan signifikansi (p) 0,014 kebidanan.
menunjukkan bahwa ada perbedaan
waktu penyembuhan luka perineum
DAFTAR PUSTAKA Metodologi Penelitian
Maryunani Anik (2014). Kesehatan, Yogyakarta:
Perawatan Luka Sectio Nuha Medik
Caesarea (SC) Dan Santosa, (2008). Efektifitas
Luka Kebidanan Terkini Gentamisin Anestesi
(dengan Penekanan Dan Iodine Povidine
‘Moist Wound Healing’). 10% terhadap
Bogor: In Media Penyembuhan Luka
Benbow, (2007) Healing And Post Operasi Sectio
Stoma Wound Caesarea DI RSUD
Classification. Journal Purbalingga, Jurnal
Of Community Nursing: Keperawatan Soedirman
Proquest Nursing & (The Soedirman Journal
Allied Health Search of Nursing)
Herawati, (2010) Hubungan Sofyan, (2009). Natrium Klorida
Perawatan Perineum yang Dikenal, Terdapat
dengan Kesembuhan Pada
Luka Perineum Pada http://forum.um.ac/index.ph
Ibu Nifas Hari hp?topic=23937, Di akses
Keenam Di Bidan tanggal 9 Januari 2017
Praktik Swasta Ny. Sri Sugiyono, (2015). Metode
Suhersih Mojokerto Penelitian Kuantitatif
Kadawung Sragen, Kualitatif dan R& D,
Skripsi, tidak Bandung: Alfabeta
dipublikasikan Suparjono, (2011). Perbedaab
Hidayat, (2009) Metode Penelitian Perawatan Luka dengan
Kebidanan dan Tehnik Menggunakan Povidone
Analisis Data, Jakarta: Iodine 10% dan NaCl
Salemba Medika 0,9% Terhadap Proses
Hidayat, (2012) Informasi Penyembuhan Luka
Specialite Obat Pada Pasien Post
Indonesia. Jakarta: PT Operasi Hernioraphy di
ISFI Rumah Sakit Umu
Kemenkes, (2011) Profil Daerah Setjonegoro
Kesehatan Indonesia Wonosobo, Skripsi.
Tahun 2010. Jakarta, Uliyah dan Hidayat, (2006).
Kementrian Kesehatan Keterampilan Dasar
RI Praktik Klinik, Penerbit
Manuaba, (2010) Ilmu Kebidanan, Salemba Medika. Jakarta
Penyakit Kandungan
dan Keluarga
Berencana untuk
pendidikan Bidan, Jakarta :
EGC
Riyanto, (2011). Aplikasi