ELASTISITAS dan MACAM-MACAM ELASTISITAS

Melalui tulisan saya di blog yang sebelumnnya mengenai perilaku konsumen dan cara pendekatannya secara kardinal dan ordinal. Diblog ini juga saya akan melanjutkan penulisan saya yang berjudul elastisitas dan macammacam elastisitas dan masih ada kaitannya dengan tulisan saya yang sebelummnya. PENGERTIAN ELASTISITAS Dalam ilmu ekonomi, elastisitas adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel dengan perubahan variabel lainnya. Dengan kata lain, elastisitas mengukur seberapa besar besar kepekaan atau reaksi konsumen terhadap perubahan harga MACAM-MACAM ELASTISITAS Secara umum elastisitas terbagi menjadi tiga yaitu:
1.

Elastisitas Harga (Price Elasticity): membahas perbandingan/ratio persentase perubahan kuantitas suatu barang yang diminta atau yang ditawarkan dengan persentase perubahan harga barang itu sendiri. Dalam elastisitas harga terbagi lagi menjadi dua macam yaitu:

Elastisitas Harga Permintaan adalah derajat kepekaan/ respon jumlah permintaan akibat perubahan harga barang tersebut atau dengan kata lain merupakan perbadingan daripada persentasi perubahan jumlah barang yang diminta dengan prosentase perubahan pada harga di pasar, sesuai dengan hukum permintaan, dimana jika harga naik, maka kuantitas barang turun dan sebaliknya .Sedangkan tanda elastisitas selalu negatif, karena sifat hubungan yang berlawanan tadi, maka disepakati bahwa elastisitas harga ini benar indeksnya/koefisiennya dapat kurang dari, sama dengan atau lebih dari satu serta merupkan angka mutlak atau absolut. Berdasarkan nilainya elastisitas harga permintaan bisa terbagi menjadi lima yatu: 1. Permintaan Inelastis Sempurna (E = 0) Permintaan inelastis sempurna terjadi ketika perubahan harga yang terjadi tidak berpengaruh terhadap jumlah permintaan (koefisien E = 0). Sebagai contoh adalah permintaan terhadap garam. 2. Permintaan Inelastis (E < 1) Permintan inelastis terjadi jika perubahan harga kurang berpengaruh pada perubahan permintaan. Nilai E < 1, artinya kenaikan harga sebesar 1 persen hanya diikuti penurunan jumlah yang diminta kurang dari satu persen, sebaliknya penurunan harga sebesar 1 persen menyebabkan kenaikan jumlah barang yang diminta kurang dari 1 persen. Sebagai contoh adalah permintaan masyarakat terhadap beras atau kebutuhan pokok lainnya 3. Permintaan Elastis Uniter (E = 1)

a)

artinya kenaikan harga sebesar 1 persen diikuti oleh penurunan jumlah permintaan sebesar 1 persen. sehingga kurva penawaran akan sejajar dengan sumbu horisontal (X) atau Q (jumlah output yang ditawarkan). Permintaan Elastis (E > 1) Permintaan elastis terjadi jika perubahan permintaan lebih besar dari perubahan harga. 3. 4. Koefisien permintaan elastis bernilai lebih dari satu (E > 1). Kondisi ini biasanya terjadi pada permintaan permintaan terhadap mobil dan barang mewah lainnya 5. Elastisitas Silang (Cross Elasticity): Elastisitas silang menunjukkan hubungan antara jumlah barang yang diminta terhadap perubahan harga barang lain yang mempunyai hubungan dengan barang 2. jumlah yang ditawarkan relatif tidak sensitif terhadap perubahan harga Penawaran Elastis Uniter (E = 1) Penawaran elastis uniter terjadi ketika perubahan harga sebanding dengan perubahan jumlah penawaran Penawaran Elastis (E > 1) Penawaran elastis terjadi jika perubahan harga diikuti dengan jumlah penawaran yang lebih besar. 4. artinya kenaikan harga sebesar1 persen menyebabkan kenaikan jumlah permintaan lebih dari 1 persen. Kurva penawaran sejajar dengan sumbu vertikal Y atau P (tingkat harga). Untuk mengukur besar/kecilnya tingkat perubahan tersebut diukur dengan angka-angka yang disebut koefisien elastisitas penawaran. Dengan kata lain. Permintaan Elastis Sempurna (E = ~) Permintaan elastis sempurna terjadi jika perubahan permintaan tidak dipengaruhi sama sekali oleh perubahan harga. Permintaan elastis uniter terjadi jika perubahan permintaan sebanding dengan perubahan harga. Kurvanya akan sejajar dengan sumbu X atau Q (kuantitas barang) b) Elastisitas Harga Penawaran adalah tingkat perubahan penawaran atas barang dan jasa yang diakibatkan karena adanya perubahan harga barang dan jasa tersebut. Elastisitas penawaran juga terbagi menjadi lima macam sama seperti pada elastisitas permintaan yatu: Penawaran Inelastis Sempurna (E = 0) Penawaran inelastis sempurna terjadi bilamana perubahan harga yang terjadi tidak berpengaruh terhadap jumlah penawaran. Penawaran Elastis Sempurna (E = ~ ) Penawaran elastis sempurna terjadi jika perubahan penawaran tidak dipengaruhi sama sekali oleh perubahan harga. dan sebaliknya.1. 2. dan sebaliknya. Penawaran Inelastis (E < 1) Penawaran inelastis terjadi jika perubahan harga kurang berpengaruh pada perubahan penawaran. 5. . Koefisien elastisitas permintaan uniter adalah satu (E = 1).

Kopi dan teh merupakan dua barang yang dapat saling menggantikan (barang substitutif). membahas perbandingan/ratio persentase perubahan kuantitas suatu barang yang diminta atau yang ditawarkan dengan persentase perubahan income/pendapatan. kedua macam barang tidak saling berkaitan. 3 Elastisitas Pendapatan/Income. a) Elastisitas silang positif.Hubungan tersebut dapat bersifat pengganti. Peningkatan harga barang A tidak akan mengakibatkan perubahan permintaan barang B. Peningkatan harga barang A menyebabkan peningkatan jumlah permintaan barang B. Sebagai contoh. SUMBER: http://rya89. Kedua barang tersebut bersifat komplementer (pelengkap). dapat pula bersifat pelengkap. Sebagai contoh. Peningkatan harga barang A mengakibatkan turunnya permintaan barang B. kenaikan harga kopi tidak akan berpengaruh terhadap permintaan kendaraan bermotor.com/2010/03/24/pengantar-ekonomi/ dengan berbagai pengubahan ELASTISITAS DAN MACAM-MACAM BESARAN E lastisitas adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel dengan perubahan variable lainnya. negatif. dan nol. elastisitas mengukur seberapa besar besar kepekaan atau reaksi konsumen terhadap perubahan harga. Terdapat tiga macam respons prubahan permintaan suatu barang (misal barang A) karena perubahan harga barang lain (barang B). c) Elastisitas silang nol. . Dengan kata lain. Dalam kaus semacam ini. peningkatan harga kopi meningkatkan permintaan terhadap teh. b) Elastisitas silang negatif.wordpress. yaitu: positif. Sebagai contoh.tersebut. peningkatan harga bensin mengakibatkan penurunan permintaan terhadap kendaraan bermotor.

Permintaan elastis : elastisitas > 1. elastisitas permintaan dan total penerimaan. Kurva berbentuk vertikal ini berarti bahwa berapapun harga yang ditawarkan. anggaplah biaya produksi sebuah barang meningkat sehingga seorang produsen terpaksa menaikkan harga jual produknya. kenaikan harga akan menutupi biaya produksi sehingga produsen masih mendapatkan keuntungan. tindakan menaikkan harga ini jelas akan menurunkan permintaan. Pengetahuan mengenai seberapa dampak perubahan hargaterhadap permintaan sangatlah penting. Elastisitas permintaan ditunjukkan dalam bentuk prosentase perubahan atas kuantitas yang diminta sebagai akibat dari satu persen perubahan harga. 3. elastisitas permintaan. Dengan demikian. Ia harus memperkirakan seberapa besar kepekaan konsumen atau seberapa besar konsumen akan bereaksi jika ia mengubah harga sebesar sepuluh persen. Bagi produsen. Permintaan tidak elastis : elastisitas < 1. 2. 6. pengetahuan ini digunakan sebagai pedoman seberapa besar ia harus mengubah harga produknya. Macam-macam Elastisitas Permintaan ada 5 jenis. Namun.yaitu : 1. maka bukan keuntungan yang ia peroleh. Jika permintaan hanya menurun dalam jumlah yang kecil. 5. Macam-macam besaran elastisitas: 1. kuantitas barang/jasa tetap tidak berubah. 4. Hasil penjualannya mungkin saja tidak dapat menutupi biaya produksinya. Prosentase perubahan kuantitas permintaan > prosentase perubahan harga. Perubahan harga tidak mempengaruhi jumlah yang diminta. dan seterusnya. jika peningkatan harga ini ternyata menurunkan permintaan demikian besar. kurvanya berbentuk vertikal. elastisitas fisika dasar 7. elastisitas harga dari permintaan Elastisitas Permintaan juga berarti mengukur seberapa banyak permintaan barang dan jasa (konsumsi) berubah ketika harganya berubah. Menurut hukum permintaan. Prosentase perubahan kuantitas permintaan = prosentase perubahan harga 4. sehingga ia menderita kerugian. Contoh permintaan tidak elastis ini dapat dilihat diantaranya pada produk kebutuhan 3.Penggunaan paling umum dari konsep elastisitas ini adalah untuk meramalkan apa yang akan barang/jasa dinaikkan. elastisitas silang. 2. Ini sering terjadi pada produk yang mudah dicari substitusinya . Permintaan tidak elastis sempurna : elastisitas = 0. Sebagai contoh. dua puluh persen. Hal ini sangat berkaitan dengan seberapa besar penerimaan penjualan yang akan ia peroleh. Jelas di sini bahwa produsen harus mempertimbangkan tingkat elastisitas barang produksinya sebelum membuat suatu keputusan. elastisitas penerimaan. Prosentase perubahan kuantitas permintaan < dari prosentase perubahan harga. elastisitas penawaran. Permintaan uniter elastis : elastisitas = 1.

5.Dimana pada suatu harga tertentu pasar sanggup membeli semua barang yang ada di pasar.Tingkat kemampuan barang-barang lain untuk mengganti barang yang bersangkutan . Elastisitas Penerimaan adalah Penawaran adalah banyaknya barang yang ditawarkan oleh penjual pada suatu pasar tertentu. Permintaan elastis sempurna : elastisitas tak terhingga.Jangka waktu didalam mana permintaan itu dianalisa. dan pada tingkat harga tertentu . Namun.Persentasi pendapatan yang akan dibelanjakan untuk membeli barang tersebut . pada periode tertentu. kenaikan harga sedikit saja akan menjatuhkan permintaan menjadi 0 Faktor penentu elastisitas permintaan : .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful