BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Tujuan pendidikan adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara dan mengembangkan manusia seutuhnya dengan menciptakan manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berprilaku baik, berbudi pekerti luhur, memiliki keterampilan dan pengetahuan serta memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi di masyarakat, berbangsa dan bernegara. Jadi tujuan pendidikan tersebut harus dicapai melalui berbagai jenis dan jenjang pendidikan yang ada. Penyelenggaraan pendidikan pada semua jenjang dan jen pendidikan is harus ditujukan untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut. Oleh karena itu, sumber daya manusia menjadi salah satu aspek yang sangat besar peranannya dalam kemajuan suatu bangsa, karena dengan semakin berkualitasnya sumber sumber daya manusia yang kita miliki, maka semakin maju bangsa tersebut. Upaya yang dapat dilakukan pemerintah di dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia melalui bidang pendidikan adalah meningkatkan mutu dan keprofesionalan seorang tenaga pendidik, sebab tenaga pendidik memegang peranan penting dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, seorang tenaga pendidik harus dapat mengembangkan potensi atau kemampuan yang terdapat dalam diri siswa agar dapat menciptakan suatu keterampilan -keterampilan baru yang berguna bagi dirinya dan negaranya. Selain itu, seorang pendidik juga dituntut untuk memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas agar dapat menyampaikan suatu materi pelajaran dengan baik sehingga para siswa menjadi paham dan mengerti isi materi pelajaran tersebut. Guru juga sebaiknya memiliki keterampilan-keterampilan dalam kegiatan belajar mengajar, agar para siswa tidak jenuh dengan pelajaran yang dibawakan oleh guru tersebut. Untuk menjadi seorang tenaga pendidik yang profesional tentunya dilakukan melalui suatu latihan, latihan dan latihan secara terus menerus guna meningkatkan mutu seorang pengajar. Peningkatan kualitas pendidikan merupakan suatu proses terintegrasi dengan proses peningkatan kualitas sumber daya manusia itu sendiri. Oleh karena

itu, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja sebagai salah satu Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) mulai mengusahakan suatu program PPL bertahap dan terpadu sebelum melakukan PPL-Real. Langkahlangkah yang ditempuh untuk menumbuhkan jiwa mahasiswa sebagai calon seorang guru yaitu pertama dilakukannya program PPL-Awal di sekolah latihan, kemudian pelatihan keterampilan dasar mengajar (Pengajaran Mikro) di kampus dan PPL-Real. PPL-Awal merupakan program pelatihan lebih awal yang mengkondisikan mahasiswa untuk mengenal lingkungan fisik dan non fisik sekolah yang mana mahasiswa pahami dan alami secara dini serta untuk mengenal pola tingkah laku para siswa baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Dalam kegiatan pelatihan ini, mahasiswa melakukan observasi, wawancara, diskusi, bahkan juga ikut berpartisipasi secara aktif dalam berbagai kegiatan yang dilakukan di sekolah bersangkutan. Setelah proses PPL-awal dan tahapan lainnya terlaksana, untuk melanjutkan pengenalan seorang calon guru, maka calon guru tersebut harus terjun ke lapangan secara langsung untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat selama mengikuti perkuliahan ke dalam bentuk pengabdian sekaligus pelatihan di sekolah-sekolah yang mana kegiatan ini dikenal dengan PPL- Real. PPL-Real merupakan suatu tahap yang dapat memberikan kesempatan bagi mahasiswa calon tenaga pendidik untuk menerapkan segala teori yang telah diperoleh di bangku kuliah. Agar menjadi guru yang berdedikasi tinggi, maka melalui PPL-Real yang dilakukan dengan sistem magang selama 3 bulan (± 14 minggu) mahasiswa calon guru diharapkan memiliki empat kompetensi yaitu; (1) Kompetensi Professional, berupa kemampuan untuk mengelola proses belajar mengajar (PBM), meliputi persiapan mengajar tertulis seperti merumuskan indikator pencapaian hasil belajar, organisasi materi pembelajaran, strategi pembelajaran, media pembelajaran, metode pembelajaran, alat evaluasi dan buku sumber acuan materi pembelajaran; (2) Kompetensi Personal, yang berkaitan dengan sikap kepribadian, minat, disiplin diri dalam mengembangkan tugas dan dan tanggung jawab sesuai dengan tuntunan etika seorang guru; (3) Kompetensi Sosial, berupa kemampuan untuk membina lingkungan atau hubungan sosial yang baik dengan masyarakat sekolah, maupun masyarakat luas; dan (4) Kompetensi

Pedagogik, berupa kompetensi pengelolaan proses belajar mengajar (PBM) secara utuh untuk memperoleh hasil yang optimal. Dalam laporan ini, penulis menyajikan gambaran umum mengenai kegiatan dan observasi selama melaksanakan PPL-Real di SMA Negeri 2 Banjar. Laporan ini dibuat berdasarkan data yang diperoleh dari tempat (sekolah latihan) penulis melaksanakan PPL-Real.

1.2 Tujuan Program Pengalaman Lapangan Real (PPL -Real) Pada hakekatnya PPL Real ini memiliki tujuan yang bisa menjadikan arahan dan sebagai pedoman atau gambaran dalam pelaksanaan tugas sebagai seorang guru yang mempunyai sebuah keprofesionalan sebagai tenaga pendidik. Adapun tujuan dari pelaksanaan PPL Real ini adalah sebagai berikut. 1.2.1 Tujuan Umum Secara umum tujuan pelaksanaan PPL Real adalah sebagai wahana bagi mahasiswa calon guru untuk berlatih agar memiliki kemampuan mempragakan kinerja dalam situasi yang nyata, baik dalam kegiatan mengajar maupun tugas-tugas keguruan yang lain sesuai tuntutan standar pendidikan nasional/ lembaga. 1.2.2 Tujuan Khusus Secara khusus tujuan pelaksanaan PPLReal adalah agar mahasiswa : a) Mengenal secara cermat lingkungan fisik, administratif, akademik, sosial psikologis sekolah dan sistem pengelolaan yang dikembangkan. b) Menguasai dan mampu mengembangkan berbagai keterampilan dasar mengajar. c) Dapat menerapkan berbagai kemampuan pofesional keguruan secara utuh dan terpadu dalam situasi nyata. d) Mampu mengembangkan aspek pribadi dan sosial di lingkungan sekolah. e) Mampu mengembangkan kompetensi pembelajaran bidang studi yang menjadi spesialisasinya.

f) Menarik kesimpulan dari penghayatan dan pengalaman selama pelatihan melalui refleksi dan menuangkan hasil refleksi itu dalam sebuah laporan. 1.2.3 Tujuan Penulisan Laporan Adapun tujuan penulisan laporan ini adalah sebagai berikut. a) Memenuhi tugas akhir bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan kegiatan PPL-Real disekolah mitra. b) Memberikan gambaran singkat tentang keadaan sekolah mitra dan pengalaman-pengalaman yang diperoleh pelaksanaan PPL-Real tersebut. 1.3 Manfaat Program Pengalaman Lapangan Real (PPL-Real) Pada dasarnya ada tiga manfaat yang dapat dipetik dari kegiatan PPL-Real ini yaitu antara lain : 1.3.1 Bagi Mahasiswa a. PPL merupakan kesempatan yang dapat digunakan untuk menerapkan semua ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah pada situasi dan kondisi nyata di lapangan yaitu di sekolah tempat dilaksanakannya PPL tersebut b. Berbagai pengalaman yang berhasil diserap dalam PPL secara langsung/ tidak langsung akan bermakna bagi lulusan dalam mengemban tugas di masyarakat. c. Dapat belajar memahami berbagai karakter siswa-siswi, baik di kelas maupun di luar kelas dan secara tidak langsung guna melatih kesabaran untuk dapat membimbing siswa-siswi sekolah; d. Dapat meningkatkan kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap calon guru; e. Dapat menerapkan teori-teori yang selama ini didapat dibangku kuliah untuk dapat diterapkan dilapangan dalam kegiatan belajar mengajar secara nyata. mahasiswa di tempat

1.3.2 Bagi Sekolah Mitra Pelaksanaan PPL Real ini juga dapat dirasakan manfaatnya bagi sekolah dimana PPL ini dilaksanakan. Adapun manfaat yang dapat dirasakan untuk sekolah tempat dilaksanakannya PPL Real ini adalah sebagai berikut. a. Membantu guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar b. Dalam prakteknya, mahasiswa PPL membawa model-model pembelajaran yang baru dan lebih inovatif, sehingga sekolah dapat menjadikannya sebagai pembanding dengan model pembelajaran yang selama ini diterapkan di sekolah. 1.3.3 Bagi Lembaga PPL adalah salah satu upaya untuk melahirkan dan mempersiapkan calon guru/tenaga pendidik yang siap pakai, profesional dan handal sebagai keluaran yang berkualitas, sehingga Lembaga Pendidikan UNDIKSHA Negeri Singaraja dapat menjaga mutu dan kualitas hasil didikannya.

Putu Arimbawa yang menjabat sampai sekarang ini. Pada saat itu dilakukan pembukaan selubung papan nama SMA Negeri 2 Banjar oleh Bapak Gubernur. setelah itu pada bulan Oktober 2002 SMA Negeri 2 Banjar pindah ke SD N 8 Banjar. digantikan oleh Drs. Sekolah ini berdiri pada tahun pelajaran 2002-2003. Namun. SMAN 2 Banjar merupakan sekolah menengah atas kedua yang didirikan di kecamatan Banjar setelah SMAN 1 Banjar yang terletak di desa Banyuatis. Hasil observasi tersebut secara lebih jelas dapat dijabarkan sebagai berikut. Berdirinya sekolah ini diprakarsai oleh masyarakat Banjar. Berdasarkan pada hal tersebut maka disepakatilah tanggal 11 Desember sebagai tanggal berdirinya SMA Negeri 2 Banjar dan digunakan sebagai hari jadi SMA Negeri 2 Banjar. . SD No. mahasiswa juga melakukan observasi terhadap sekolah latihan. selama itu selain praktek mengajar. Kecamatan Banjar. Ketut Suka K.1 Gambaran Umum Kegiatan PPL-Real dilaksanakan selama s 3 bulan. Ketut Suka K. Adapun yang menjabat sebagai Kepala SMA Negeri 2 Banjar dari awal SMA Negeri 2 Banjar dari awal berdiri adalah Drs. 1 Banjar adalah gedung pertama yang digunakan untuk proses belajar. pada awal tahun 2007. yakni semester genap tahun pelajaran 2006 2007 seluruh siswa SMA Negeri 2 Banjar telah belajar di lokasi yang baru yang berada di Banjar Tegeha. Pada tahun 2009 Drs. namun pada saat itu SMAN 2 Banjar belum memiliki gedung sendiri. Lokasi ini menjadi lokasi tetap yang akan terus ditempati oleh SMAN 2 Banjar. Pada awal tahun pelajaran 2002-2003 SMA Negeri 2 Banjar mulai menerima siswa baru. 477 tanggal 2 September 2003. Keberadaan SMA Negeri 2 Banjar dipertegas kembali dengan turunnya Surat Keputusan Bupati Buleleng No. Pada tanggal 11 Desember 2002 dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Buleleng. Hal itu disebabkan karena adanya program regrouping. Bapak Gubernur meninjau SMA Negeri 2 Banjar.BAB II GAMBARAN SINGKAT SMA NEGERI 2 BANJAR 2.

Mendisiplinkan semua warga sekolah . sebelum nantinya menjadi sekolah mandiri.Mengoptimalkan peranserta masyarakat dalam pendidikan Banyak hal yang perlu disiapkan untuk melaksanakan amanat sebagai RSKM. SMAN 2 Banjar berpedoman pada program sekolah (Lampiran 3). Dalam menjalankan tugasnya.2 Struktur Organisasi Sekolah Suatu organisasi umumnya memiliki pimpinan yang berfungsi untuk memimpin dan mengendalikan arah atau tujuan organisasi tersebut. Kepercayaan ini tentunya hasil kerja keras dari seluruh pihak dan staf yang bekerja di SMA Negeri 2 Banjar dan yang mendasari semua itu adalah visi dan misi sekolah. yaitu a) Visi Sekolah Visi dari SMA Negeri 2 Banjar adalah ³ Santun Dalam Prilaku . yaitu: . Untuk itu diperlukan struktur organisasi sekolah yang dapat memudahkan untuk melihat sistem kinerja dalam sekolah itu sendiri mulai dari kepala sekolah sampai bagianbagian yang lain. Begitu juga yang terjadi di SMA Negeri 2 Banjar. Gambar 1. Visi dan misi SMA N 2 Banjar 2.Mengembangkan pembelajaran yang efektif. Kepala Sekolah dibantu oleh staf-stafnya.Selama berdirinya dari tahun 2002. Profil SMA Negeri 2 Banjar secara lebih rinci dapat dilihat pada Lampiran 4.Unggul dalam Prestasi´ b) Misi Sekolah Misi SMA Negeri 2 Banjar adalah: . SMAN 2 Banjar telah menamatkan siswa sebanyak 5 kali. kreatif dan inovatif . Dalam tata kepemimpinan sekolah. Pada tahun pelajaran 2009-2010 SMA Negeri 2 Banjar mendapat kepercayaan sebagai rintisan sekolah kategori mandiri (RSKM).

Status Sekolah 4.Pd. secara lebih rinci dapat dilihat pada Lampiran 6. Ketua Tata Usaha yang dijabat oleh Ketut Suwitri. Nama Sekolah 2.1 Unsur Fisik dan Non Fisik Sekolah 1. struktur organisasi. Guru Mata Pelajaran. c. Dalam kegiatan ini.3 Lingkungan Fisik dan Lingkungan Sekolah Pelaksanaan observasi-orientasi lapangan yang dilakukan selama 2 minggu pertama sejak mahasiswa diterjunkan di sekolah latihan bertujuan agar mahasiswa calon guru menjadi lebih akrab dengan lingkungan sekolah tempat mahasiswa praktek.1 Keadaan Fisik Sekolah Adapun hasil yang diperoleh penulis selama melakukan orientasi dan observasi di SMA Negeri 2 Banjar mengenai unsur fisik dan non fisik sekolah adalah sebagai berikut. Lapangan : : : Negeri 10. Luas Tanah 5.700 m2 . Adapun data kondisi fisik dan non fisik SMA Negeri 2 Banjar adalah sebagai berikut. 3. 2. d. Made Sudiatadi. Bagian Kesiswaan dijabat oleh Gede Damar. e. Wali Kelas.a. S. Bagian Humas dijabat oleh Ida Komang Indra. tata koordinasi serta mekanisme kerja dari organisasi SMA Negeri 2 Banjar dapat dilihat pada Lampiran 5. 2. kab Buleleng 3.Pd. Tugas dan wewenang yang harus dilaksanakan oleh kepala sekolah dan stafnya berdasarkan struktur organisasi SMA Negeri 2 Banjar. Putu Widiarsa. kec Banjar. mahasiswa dibimbing oleh guru pamong untuk mendapatkan pengalaman atau informasi yang berkaitan dengan kondisi fisik maupun non fisik sekolah. b. S.3. g. Secara lebih rinci. f. Bagian Sarana Prasarana yang dijabat oleh Drs. Bagian Kurikulum yang dijabat oleh Drs.000 m2 2. Alamat : : SMA Negeri 2 Banjar Banjar Tegehe.

Bangunan lain yang ada : a.25 m2 9. area ini juga difungsikan sebagai lapangan upacara. . Di SMA Negeri 2 Banjar terdapat 1 lapangan seluas 2700 m². Dalam kegiatan pembelajaran olahraga. Penunggu Karang o. Lapangan ini terletak di depan gedung sekolah. Laboratorium Fisika e. Kantin j. khususnya mata pelajaran olahraga dan beberapa ekstra kurikuler.25 m2 30 m2 184 m2 4 m2 2. Selain digunakan sebagai lapangan olah raga. Ruang Tamu d. Lapangan Olahraga Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan pembelajaran. Pos Satpam Luasnya Luasnya Luasnya Luasnya Luasnya Luasnya Luasnya Luasnya Luasnya Luasnya : : : : : : : : : : Luasnya Luasnya Luasnya Luasnya Luasnya : : : : : 8. WC Siswa L m. Jumlah Ruang Kelas 8. Kebun 7. Ruang Tata Usaha c. Ruang Guru/Ruang Osis/ Ruang BK/Ruang UKS g. Padmasana i. WC Siswa P n. Ukuran Ruang Kelas : : : 5. Biologi f. PMR. WC Guru/pegawai P l. olahraga voly dan tidak jarang pula digunakan sebagai tempat pelaksanaan kegiatan tengah semester.25 m2 2. Ruang Komputer h. lapangan tersebut digunakan sebagai area yang multi fungsi yaitu sebagai tempat latihan pramuka. Ruang Kepala Sekolah b.880 m2 15 ruang kelas 72 m2 36 m2 18 m2 20 m2 80 m2 80 m2 180 m2 72 m2 74 m2 27 m2 2. WC Guru/Pegawai L k. SMA Negeri 2 Banjar memiliki satu buah lapangan.6.

dan cukup terawat. Di sebelah Barat adalah jalan Banjar Tegeha d. tahun depan bangunan tersebut sudah bisa digunakan sebagai perpustakaan. Oleh karena itu.1 Jenis Bangunan yang Mengelilingi Sekolah SMA Negeri 2 Banjar secara umum terletak di tengah-tengah perumahan masyarakat yang tidak terlalu padat serta perkebunan. . Gambar 2. sebagai salah satu penyelengara pendidikan.3. untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada denah SMAN 2 Banjar pada lampiran 7.2. dan sekarang ruang perpustakaan tersebut masih dalam proses pembuatan. Di sebelah Timur adalah Perumahan penduduk dan kebun Namun. sehingga hal itu sangat mendukung kondisi dalam pembelajaran di sekolah. SMAN 2 Banjar telah mengusahakan pembuatan ruang perpustakaan. dimana seluruh bangunan tersebut sangat menunjang semua kegiatan pembelajaran. Sebagai sekolah yang tergolong baru. Lokasi di sekitar sekolah tidak terdapat bangunan-bangunan besar ataupun jalan raya. Pihak sekolah berharap. a. Di sebelah Utara adalah Perumahan penduduk dan kebun b.2 Keadaan Lingkungan Sekolah 2. maka sebagian bangunan yang ada di sekolah ini masih tergolong baru. untuk olahraga sepak bola dilaksanakan di lapangan umum kecamatan Banjar. Lapangan SMA N 2 Banjar 2. Sama halnya dengan sekolah lainnya.3. Banyak bangunan terdapat di sekolah ini.Namun. Adapun bangunan yang ada di sekitar SMA Negeri 2 Banjar adalah sebagai berikut. Di sebelah Selatan adalah Perumahan penduduk dan kebun c. SMAN 2 Banjar tentunya menginginkan adanya perpustakaan sebagai tempat sumber-sumber belajar bagi siswa-siswanya. sehingga keadaan bangunan tersebut terlihat cukup bersih.

3. Keadaaan jalan yang diaspal ini menjadikan menjadikan askes diseputar sekolah menjadi lebih mudah dan dapat mendukung proses belajar mengajar di SMA negeri 2 Banjar. Keadaan lingkungan sekolah yang bersih kurang didukukung oleh keadaan lahan sekolah. adanya kegiatan jumat bersih serta karena lingkungan sekolah sendiri yang tidak terlalu banyak ditumbuhi pohonpohon besar. Tetapi. Dalam upaya menciptakan kondisi sekolah yang kondusif. Selain itu. Lingkungan SMA N 2 Banjar .2. Kebersihan lingkungan ini dapat terwujud karena adanya sistem piket dari setiap kelas untuk melaksanakan pembersihan.2 Kondisi Lingkungan Sekolah Berdasarkan bangunan-bangunan yang mengelilingi sekolah. dilakukakan pengaspalan jalan diseputar area dalam dan luar sekolah. Ditinjau dari aspek kebersihan lingkungan. Lahan sekolah merupakan lahan bukit yang diratakan pada bebrapa areal. kepala sekolah dan jajarannya selalu mengedepankan kedisiplinan seperti yang tercantum dalam misi sekolah. Hal ini agak menyulitkan untuk akses menuju ke setiap ruangan yang ada. terlihat bahwa kondisi lingkungan SMA Negeri 2 Banjar pada umumnya sangat baik untuk menunjang kelancaran pembelajaran di sekolah. Gambar 3. SMA Negeri 2 Banjar tergolong sebagai sekolah yang memiliki kondisi lingkungan yang bersih.2. Hal itu disebabkan karena lingkungan sekolah yang jauh dari keramaian dan kondisi pedesaan yang tenang. kondisi lingkungan sekolah didukung juga oleh kondisi para staf sekolah yang ramah dan selalu terbuka dengan siswa maupun mahasiswa. untuk mengurangi terhambatnya aktivitas sekolah akaibat pengaruh kondi-si lahan sekolah.

Dalam melaksanakan tugas-tugasnya. sebagian besar siswa sudah disiplin. Papan absen dan papan pengumuman 10. Meja dan kursi guru 6. dan kepala sekolah dengan bawahannya dalam keseharian tetap terjaga dengan baik. Bak sampah. Lampu 2. Kelengkapan Kelas 1. salah satu caranya adalah dengan lebih memantau siswa seperti mengadakan sidak setiap minggu. secara umum penataan ruang kelas dalam kondisi tertata rapi. Gambar hiasan 7. penghapus papan. penggaris 1meter.3 Fasilitas Sekolah 1. Para guru beserta stafnya tetap berusaha untuk meningkatkan kedisiplinan siswa. 2. Pelangkiran 3. ember. kapur tulis. Manfaat dari Kelengkapan Kelas No 1. semua pihak berkoordinasi dengan baik. SMA Negeri 2 Banjar memiliki 15 ruang kelas. Papan tulis. guru dengan siswa.Ditinjau dari segi kedisiplinan. lap pel sapu bulu 8. Speaker b.Tempat untuk menghaturkan canang sari yang wajib dilakukan setiap hari . Jam dinding 4. Foto presiden dan wakil presiden 5. Dengan demikian. Lambang Negara Pancasila. sapu. busur 9. Fasilitas yang ada diruang kelas umumnya dapat menunjang PBM diantaranya : a. suasana lingkungan sekolah serta hubungan sosial antara siswa dengan siswa. Ruang Kelas Ruang kelas merupakan salah satu fasilitas fisik yang sangat penting pendukung dalam kelancaran proses belajar mengajar karena ruangan ini dijadikan sebagai tempat bagi siswa untuk belajar. guru dengan pegawai. Jenis Barang Pelangkiran Manfaat . Manfaat dari kelengkapan tersebut Tabel 2. guru dengan guru. Umumnya fasilitas yang ada pada masing-masing ruang sama. paser.3.

Laboratorium SMA Negeri 2 Banjar memiliki tiga buah laboratorium yaitu dua buah laboratorium IPA yang terdiri dari laboratorium Kimia-Biologi dan laboratorium Fisika. sapu. .Untuk membantu guru dalam menjelaskan papan.Sebagai tempat duduk siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar 6. Meja dan kursi guru . Ketiga laboratorium ini dikelola oleh masing-masing petugas khusus.Untuk mengetahui saat mulai pelajaran dan usai pelajaran 3.2.Untuk memudahkan siswa dalam mengerjakan tugas piket setiap hari dan dalam pelaksanaan jumat bersih ember.Untuk membuat suasana dikelas menjadi nyaman 7.Untuk mengetahui kehadiran siswa dan menulis pengumuman pengumuman Sarana/kelengkapan yang ada dikelola dan menjadi tanggung jawab dari anggota kelas bersangkutan 2. Gambar hiasan . dan Wakil Presiden . Bak sampah. . Lambang Negara. dan satu buah laboratorium komputer (multimedia). Papan absen. foto Presiden. Presiden dan Wakil Prsiden 4. Papan tulis. paser kayu dan busur 9. kapur 1 tulis. Jam dinding . penghapus . lap pel. papan . sapu bulu 8. pelajaran penggaris. meter.Sebagai tempat guru menaruh sarana yang digunakan untuk mengajar serta tempat duduk guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar 5.Agar siswa tahu lambang Negara Garuda Pancasila. Garuda Pancasila. Meja dan kursi siswa .

laboratorium memiliki beberapa fasilitas yang dapat menunjang pembelajaran tersebut. Mengawasi pelaksanaan praktek 5. Mengetahui kegunaan dan cara kerja setiap peralatan yang menjadi wewenangnya 8. maka diperlukan sebuah organisasi yang dapat dengan intensif mengawasi dan merawat laboratorium.. . Melaporkan kalau ada alat rusak atau hilang kepada instansi untuk diproses lebih lanjut Dalam mengatur kegiatan di laboratorium ini.1 Laboratorium IPA a. Menyusun laporan keadaan bahan/alat-alat praktek 6. Jenis dan jumlah alat/bahan yang ada pada L aboratorium IPA sudah cukup memadai dengan kebutuhan siswa. Inventarisasi bahan/alat praktek 4. Fasilitas Penunjang Laboratorium IPA Laboratorium IPA berisi alat/bahan yang digunakan sebagai sarana dalam proses pembelajaran. pengelolaan laboratorium mempunyai tugas sebagai berikut: 1. terdapat pada lampiran 8. Menerima/memeriksa dan meneliti alat-alat perkakas yang dikembalikan oleh siswa 7. Mempersiapkan ruangan laboratorium praktek 2. Laboratorium ini dikelola oleh guru dari masing-masing bidang studi tersebut. Di dalam pelaksanaannya. Pengaturan dan pengelolaan laboratorium IPA disesuaikan dengan fungsi dari jenis alat atau bahan-bahan yang ada dalam laboratorium tersebut. Secara rinci fasilitas penunjang dari laboratorium IPA dapat dilihat pada Lampiran 9. Sebagai suatu fasilitas belajar. b. Pengelolaan Laboratorium IPA Laboratorium IPA terdiri dari Laboratorium Fisika-Kimia dan Biologi. Memelihara dan menyimpan bahan alat praktek 3.2. Adapun struktur organisasi pengelolaan laboratorium IPA. walaupun ada beberapa alat / bahan yang belum lengkap dan terbatas jumlahnya.

maka pengelolaan jadwal menjadi tugas yang tidak ringan. Fasilitas di laboratorium IPA . c. Masalah yang dihadapi oleh pengelola laboratorium adalah terbatasnya ruangan. seperti kecelakaan saat menggunakan alat. Pada saat ruang laboratorium IPA dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran. selalu menekankan tata tertib yang harus dipenuhi dalam kegiatan pembelajaran di lab agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. terutama dari bahan-bahan kimia. biasanya baik guru mata pelajaran maupun pengelola lab. Alat yang ada digunakan semaksimal mungkin dan setelah selesai jam pelajaran alat-alat tersebut kembali dibersihkan oleh siswa atapun guru serta menaruh pada tempatnya agar bisa dipergunakan untuk selanjutnya.Fasilitas laboratorium digunakan sepenuhnya oleh guru pada saat mengajar mata pelajaran mereka. Situasi Ruang Laboratorium saat Pembelajaran Dalam setiap penggunaan laboratorium. d. siswa diijinkan untuk menggunakan fasilitas-fasilitas yang ada yang mereka butuhkan. Adapun jadwal penggunaan laboratorium terlampir (Lampiran 10). Jika fasilitas yang dibutuhkan kurang karena jumlahnya terbatas maka siswa melakukan kegiatan praktik secara berkelompok. karena ruangan lab dipakai oleh seluruh kelas dari seluruh tingkat dalam sekolah. Gambar 5. Hal itu karena di laboratorium terdapat beberapa alat/bahan yang berbahaya bagi kesehatan tubuh. Adapun tata tertib penggunaan laboratorium dapat dilihat pada lampiran 11. Para pengelola laboratorium berusaha mengatur jadwal praktikum masingmasing kelas dan juga alat-alat praktik yang digunakan. Upaya Menambah Fasilitas yang Kurang Upaya yang dilakukan untuk menambah atau menanggulangi fasilitas yang kurang yaitu dengan meminta bantuan dana dari komite sekolah.

Komputer juga mematuhi tata tertib di Lab.2 Laboratorium Komputer SMA Negeri 2 Banjar telah memiliki laboratorium komputer (multimedia) dengan luas 72 m2 yang pengadaanya merupakan kerjasama dengan pihak luar (pengada jasa komputer). sertifikat dan hal-hal yang berkaitan dengan jasa komputer dibebankan kepada orang tua siswa sebesar Rp. Tetapi kondisi dari komputer-komputer yang tersedia masih dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan keterampilan siswa dibidang komputer. perannya didalam sekolah adalah mencegah agar siswa tidak mengalami suatu permasalahan kemudian membantu siswa didalam mengatasi masalah yang sedang dihadapinya. dimana yang digunakan pada proses pembelajaran hanya 20 buah sedang untuk 5 buah lagi digunakan sebagai cadangan. Penggunaan komputer sebanyak 20 buah ini sudah memperhitungkan jumlah siswa. Ruang BK Bimbingan Konseling/BK merupakan syarat yang paling penting yang harus ada dalam satu sekolah. jasa pengajar. Pada lab multimedia tersebut terdapat 25 buah komputer. Fasilitas komputer tersebut dikelola oleh guru pengajar TIK dengan bantuan dari penyedia jasa komputer. dimana untuk setiap komputer akan diberikan untuk 2 orang siswa. Untuk biaya perbaikan.2. Tugas dan wewenang pengelola laboratorium komputer tidak jauh berbeda dengan tugas pengelola laboratorium IPA. dimana biaya yang digunakan untuk pengadaan komputer merupakan swadaya dari komite sekolah dan orang tua siswa. Laboratorium IPA dan komputer 3. Gambar 6. menggali dan mengembangkan . Komputer. Pembelajaran yang berlangsung di Lab. Komputer-komputer yang tersedia bukan merupakan komputer baru.000/bulan. 10.

I Dewa Ketut Wirata.Pd sebagai koordinator 2. f.Pd. Memberikan saran atau pertimbangan kepada siswa dalam penentuan pilihan program studi. masing-masing guru BK atau guru pembimbing berkonsultasi dalam memberikan solusi/ masukan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi siswa. a. e. membantu penyelenggaraan penerimaan siswa baru sehingga diperoleh peserta didik yang mempunyai bakat.potensi atau bakat yang dimiliki siswa serta guru BK juga berperan dalam perkembangan psikologis siswa. kelas XI ditangani bersama antara guru BK serta dibantu oleh wali kelas masing-masing dan kelas XII ditangani oleh bapak Drs Nyoman Sweda. . Memberikan gambaran dan pandangan kepada siswa tentang kelanjutan pendidikan dan lapangan pekerjaan yang sesuai dengan pilihan yang diambil. g. mengadakan penyuluhan pelaksanaan bimbingan karier. Mengadakan pendataan tentang pribadi murid pada kartu identitas murid. minat dan kemampuan yang sesuai dengan program studi yang dipilih. d. Membantu wali kelas dalam mengatasi dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi siswa. S. Memberikan pelayanan bimbingan penyuluhan dan bimbingan karier kepada siswa agar lebih berprestasi dalam kegiatan belajar mengajar. b. Mengadakan penilaian pelaksanaan BK. S. Dalam mengatasi siswa yang bermasalah. SMA Negeri 2 Banjar memiliki ruangan khusus bimbingan konseling yang berdampingan dengan ruang OSIS. c. Tenaga Bimbingan Konseling di SMA Negeri 2 Banjar ada 2 orang yaitu : 1. Mengatasi kesulitan siswa dalam proses belajar mengajar dengan berkonsultasi dengan wali kelas. Drs Nyoman Sweda (Rsi) sebagai anggota Untuk pembagian tugasnya kelas X ditangani oleh bapak I Dewa Ketut Wirata. menyusun laporan penilaian BK secara berkala dan mempertanggung jawabkan tugasnya kepada bagian kesiswaan. Tugas dan fungsi dari bimbingan konseling ini antara lain: a.

Papan rekapitulasi data masukan dan tamatan (input / output) 5. 6. 8. Ruang Kepala Sekolah Ruang Kepala Sekolah terletak paling depan diantara ruangan yang lainnya yang terletak satu gedung dengan ruang Kepala Sekolah. . 5. Dalam ruang tata usaha SMA Negeri 2 Banjar terdapat beberapa fasilitas yang menunjang kegiatan ketata-usahaan. Kelengkapan Ruang Tata Usaha Jenis Barang Jumlah (Unit) 3 9 9 3 2 3 1 1 1 1 1 1 1 10. Ruang Kepala Sekolah dimanfaatkan untuk menerima tamu dan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan kesiswaan serta kegiatan lain yamg berhubungan dengan tugas serta tanggung jawab kepala sekolah. 9. Fasilitas tersebut adalah sebagai berikut. Adapun fasilitas penunjang tersebut adalah sebagai berikut. 7. Papan rekapitulasi keadaan pegawai sekolah 11. Papan kohart siswa 12. Fasilitas yang tersedia di ruangan ini digunakan sebaik mungkin oleh pegawai sesuai dengan tugasnya masing-masing. Meja Kursi kayu Kursi plastik Komputer Almari Sound System Rak buku Tape Pelangkiran Tabel 3. Seperti halnya ruangan yang lain. 2. Papan rekapitulasi data keadaan siswa 13. No 1. di ruang kepala sekolah juga terdapat beberapa fasilitas penunjang. Tata usaha bertugas untuk memfasilitasi kebutuhan yang diperlukan dalam proses pembelajaran dan kegiatan siswa yang lainnya. Ruang Tata Usaha/Administrasi Ruang tata usaha SMA Negeri 2 Banjar dikelola oleh pegawai yang dikoordinasi oleh seorang kepala tata usaha. 3.4. 4.

printer. . fungsi dan tugas pengelola sekolah. 8. 4. Kalender pendidikan 18. struktur organisasi sekolah. kursi guru. 2. Struktur oganisasi 17. Jam dinding 6. 6. Box file 15. komputer 2 unit. kesiswaan. Ruang guru dan wakasek SMA Negeri 2 Banjar berada dalam satu ruangan yang memiliki luas 120 m2 dengan fasilitas meja guru 40 buah. dapur. Pelangkiran 12. Fasilitas Penunjang Ruang Kepala Sekolah Jenis Barang Jumlah (Unit) Meja kerja kepala sekolah Kursi Sofa+meja (1 set) Almari kaca Komputer Pot bunga Rak buku Gambar presiden dan wakilnya Lambang negara 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10. 7. humas. 9. TV sharp 21 inchi. papan absen guru. papan pengumuman. tempat duduk siswa. tumbuhkan budaya malu. Bendera almamater 14. kursi tamu. 3. Papan aktivitas kepemimpinan 11. Bendera merah putih 13. Wastafel 19. Ruang Guru Ruang guru dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian depan adalah ruang untuk kepala sekolah yang terdiri dari 5 meja masing-masing ditempati oleh kepala bidang kurikulum. tata tertib guru mengajar. Kipas angin 16.No 1. sarana dan prasarana. 5. kalender pendidikan. Tabel 4. dan bagian belakang ditempati oleh tenaga pengajar yaitu guru-guru.

Ruang guru dan tata usaha . Tabel 5 Kelengkapan Ruang Guru No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Meja Kursi Kursi panjang Almari buku Almari guru TV 20 Inchi Komputer Pelangkiran Wastapel Papan daftar wali dan daftar piket guru Papan fungsi dan pegelolaan sekolah Papan struktur organisasi sekolah Papan kalender pendidikan Papan pengumuman Papan program semester BK Absen guru Jadwal kegiatan sekolah Informasi suka duka dan kesejahtraan Jenis barang Jumlah ( unit ) 51 51 4 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 Gambar 7. Ruang tersebut dimanfaatkan oleh guru dan wakasek sebagai tempat sebelum mengajar dan disaat istirahat.2 buah WC dan kaca rias.

Adapun struktur organisasi dan program kerja OSIS SMAN 2 Banjar masa bakti 2008/2009 adalah terlampir (Lampiran 12 dan Lampiran 14). 7. OSIS SMAN 2 Banjar memiliki ruangan khusus yang bersebelahan dengan ruang BK. Pengurus OSIS di SMA Negeri 2 Banjar dijabat oleh siswa kelas XI yang sebelumnya telah mencalonkan diri menjadi calon pengurus OSIS. Menyusun dan melaksanakan program kerja sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga OSIS. 2. 5. Selalu berkonsultasi dengan pembina dan mengadakan musyawarah untuk mencapai kata mufakat dalam setiap pengambilan keputusan. Secara lengkap tugas dan wewenang OSIS SMAN 2 Banjar dapat dilihat pada lampiran 13. Tetapi. Untuk mencapai tujuan tersebut. d. 4. 6. 3. b. Adapun tugas dan tanggung jawab dari pengurus OSIS dipaparkan sebagai berikut : a. Almari Meja Kursi panjang Kursi Bangku Jam dinding Pelangkiran Tabel 6. pada area yang digunakan sebagai ruang OSIS telah dilengkapi dengan beberapa fasilitas seperti: No 1. Selalu menjunjung tinggi nama baik kehormatan dan martabat sekolah. Organisasi ini bertujuan untuk melatih para siswa berlajar berorganisasi dalam skala kecil atau ruang lingkup sekolah. Kelengkapan Ruang OSIS Jenis Barang Jumlah (Unit) 1 1 8 2 8 1 1 . maka pada organisasi OSIS dibentuk suatu sistem kepengurusan dengan masa jabatan selama satu tahun. Para CAPOS (calon pengurus OSIS) selanjutnya diberikan suatu pelatihan kedisiplinan khusus yang kemudian dilanjutkan dengan pelantikan sebagai pengurus OSIS. c.7. Ruang OSIS OSIS merupakan salah satu organisasi kesiswaan dimana keanggotaannya adalah para siswa sekolah itu sendiri. Bersifat kolektif dalam mengambil keputusan.

Gambar 8. Selain Padmasana juga terdapat penunggu karang yang terletak di depan samping ruang kepala sekolah. Matras 11. Pemanfaatan parahyangan dapat dilihat dari beberapa rutinitas yang dilaksanakan oleh warga sekolah diantaranya : Pelaksanaan persembahyangan (Trisandya) setiap hari sebelum proses PBM berlangsung. Kotak P3K 8. 9. Padmasana adalah salah satu tempat berstananya yang men guasai lingkungan sekolah sekitar. tentunya SMAN 2 Banjar memiliki tempat ibadah bagi umat Hindu yaitu salah satunya adalah Parahyangan/Padmasana. Posisi padmasana SMA Negeri 2 Banjar sangat strategis terletak di depan pintu gerbang sekolah. Papan visual dan data 12. dan beberapa pelinggih yang terletak di ruas jalan sekolah. ruas jalan sekolah. Parhyangan SMA N 2 Banjar . Kabel Lampu neon 1 3 4 2 1 10. di samping ruang komputer. Pelaksanaan persembahyangan pada hari purnama dan tilem serta pada harihari khusus sperti hari-hari besar keagamaan (Hindu) Persembahyangan dilakukan secara pribadi oleh warga sekolah. disamping ruang komputer dan dibelakang kelas XII IPA.8. Selain Padmasana juga terdapat beberapa pelinggih yang terletak dipintu gerbang sekolah. Parahyangan/Tempat Ibadah Sebagai mayoritas agama Hindu. dan di belakang kelas XII IPS.

SMA Negeri 2 Banjar sampai saat ini belum memiliki perpustakaan tetapi masih dalam pembangunan. Perpustakaan SMA N 2 Banjar 10. Makanan yang dijual di kantin kebanyakan dibuat langsung oleh pedagang kantin. Namun. Kantin yang ada dikelola oleh warga sekolah baik dari kalangan guru maupun pegawai.9. Kantin SMA N 2 Banjar . Gambar 10. dan sekolah ini baru dibangun sehingga ruangan-ruangan di sekolah ini belum lengkap. sehingga kesehatan dan kebersihannya terjamin. Perpustakaan Perpustakaan merupakan salah satu fasilitas sekolah yang sangat berperan dalam kegiatan belajar mengajar. ini semua demi keakuran antar pedagang agar tidak terjadi persaingan. Gambar 9. Keadaan kantin cukup bersih dan tertata rapi. hal ini disebabkan SMA Negeri 2 Banjar tergolong sebagai sekolah yang baru berdiri. Kantin SMA Negeri 2 Banjar memiliki 3 kantin yang dapat dimanfaatkan oleh warga sekolah setiap jam istirahat. Masing-masing kantin yang ada menjual aneka makanan yang berbeda-beda. karena yang diutamakan adalah ruang kelas sebagai tempat belajar siswa sehingga diharapkan proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar.

Namun karena kondisi kantin yang cukup sempit. Kekeluargaan 6.Harga-harga makanan yang disediakan di kantin sudah disesuaikan untuk siswa. bangunan SMA Negeri 2 Banjar hanya digunakan oleh SMA Negeri 2 Banjar. Kebersihan 3. Taman SMA N 2 Banjar 2. Kantin tersebut sebenarnya sudah dapat mencukupi kebutuhan siswa pada jam-jam istirahat.3. tidak sebanding dengan jumlah siswa yang ada. 11. sehingga pedagang sering kewalahan/kerepotan dalam memberikan pelayanan pada siswa. Dalam pemanfaatan . keindahan dan kebersihan sekolah yaitu : 1. Keamanan 2. Pertamanan. Kerindangan Pelaksana kegiatan 6 K adalah : 1.4 Penggunaan Sekolah Dalam penggunaannya. Keindahan 5. jadi hal itu menjadi motivasi tersendiri bagi warga sekolah untuk melaksanakan tugas-tugasnya. Seluruh warga sekolah melalui kegiatan jumat bersih 3. Petugas kebersihan yang merawat dan memelihara taman setiap hari Gambar 11. Siswa yang mendapat tugas 6 K secara bergilir setiap hari 2.00/buka. maka terdapat ada enam indikator (6 K) sebagai acuan dalam pengelolaan pertamanan. Sistem pembayaran menggunakan sistem harian yaitu Rp 5000. sehingga tidak akan memberatkan siswa untuk sarapan atau makan siang di kantin sekolah. Ketertiban 4. Keindahan dan Kebersihan Sekolah Dalam menjaga keindahan dan kebersihan sekolah.

Hal ini karena sekolah kekurangan ruang belajar. Sebagai Sie. sehingga kegiatan pembelajaran untuk kelas X6 dan X7 berlangsung di sore hari. Kesiswaan 4. Jumlah pegawai tidak tetap sebanyak 5. Sebagai Sie. Agenda/Expedisi 8. Mengenai jam mengajar bagi guru-guru . Jumlah pegawai tetap sebanyak 4. Sebagai Sie. Kepegawaian 3. Perlengkapan 6. Pesuruh/satpam : 39 orang : 6 orang : 3 orang : 6 orang : 2 orang Rasio antara siswa. dan pegawai nampak sebagai berikut : Rasio siswa-guru = 629 : 45 Rasio siswa-pegawai = 629 : 11 Kepala sekolah memiliki wewenang untuk mengatur tugas para guru dan pegawai dengan jelas. 2. Sebagai Pesuruh/Penjaga Sekolah 10. Sebagai Sie. Pegawai Administrasi Sekolah Jumlah guru dan pegawai yang ada di SMA Negeri 2 Banjar adalah 58 orang dengan rincian sebagai berikut. Jumlah guru tetap sebanyak 2. Pengetikan 7. maka terdapat 2 Shift di SMA Negeri 2 Banjar yakni pada pagi hari dan sore hari. Sebagai Sie. Bagan struktur organisasi sekolah yang menggambarkan alur kerja antar pejabat/petugas dapat dilihat pada lampiran 15. Konsumsi 9. Jumlah guru tidak tetap sebanyak 3.5 Keadaan Guru. Sebagai Satpam Pembagian tugas pegawai lebih rinci dapat dilihat pada Lampiran 16. Keuangan 5. Persuratan. supaya kegiatan pembelajarran menjadi lancer. 1. guru. Sebagai Koordinator Pegawai 2. Kepala sekolah membagi tugas mengajar guru sesuai dengan mata pelajaran yang diasuh dan kemampuan yang dimiliki oleh guru yang bersangkutan.3. Adapun pembagian tugas pegawai adalah sebagai berikut : 1. Sebagai Sie. Sebagai Sie.ruangan.

Kelas XII = 343 orang = 286 orang = 272 orang = 172 orang = 185 orang Mereka dibagi menjadi 17 kelas dengan pengelompokan sebagai kelas unggulan dan reguler. Sebagai Seksi-Seksi dalam Bidang Tertentu Dalam menjalankan tugasnya. X4. Laki-laki 2. Perempuan 3.6 Keadaan Siswa a. Beban mengajar guru berdasarkan pada jumlah jam dan jumlah mata pelajaran yang diasuh dilihat pada alokasi waktu per mata pelajaran. Sebagai Guru Piket 4. Kelas X 4. Adapun pembagian tersebut adalah sebagai berikut: Kelas X terbagi menjadi 7 kelas yaitu : kelas X1. Kelas XI 5. X2. 1 Kelas Ilmu Bahasa. X3. baik guru maupun pegawai memiliki suatu pedoman tertulis berupa tata tertib. telah diatur sedemikian rupa sesuai dengan alokasi waktu masing masing bidang studi. guru juga diberikan tugas lain yaitu sebagai berikut : 1. Adapun jumlah siswa dalam tiap kelasnya adalah sebagai berikut: Tabel 7 Data Jumlah Siswa Kelas Laki-laki Perempuan Jumlah . Sebagai Pembina Ekstrakurikuler 3. Selain mengajar. Adapun tata tertib guru dan pegawai dapat dilihat pada lampiran 20 dan 21. X5. Jumlah siswa keseluruhan di SMA Negeri 2 Banjar yaitu : 629 orang dengan rincian sebagai berikut : 1.bidang studi. 2. dan 3 Kelas Ilmu Sosial. Sebagai Wali Kelas 2. X6. 2 kelas Ilmu Sosial.3. Kelas XII terbagi menjadi 5 kelas yaitu : 2 kelas Ilmu Alam . dan X7 . Kelas XI terbagi menjadi 5 kelas yaitu 2 kelas Ilmu Alam .

2 Kelas X. Jalur NUAM (70% atau 134 orang). Anak yang NUANnya bagus setelah ditempatkan pada kelas unggul tidak sedikit yang mengalami kegagalan.7 Kelas XI IPA 1 Kelas XI IPA 2 Kelas XI Bahasa Kelas XI IPS 1 Kelas XI IPS 2 Kelas XII IPA 1 Kelas XII IPA 2 Kelas XII IPS 1 Kelas XII IPS 2 Kelas XII IPS 3 Jumlah 343 15 16 20 22 27 30 34 11 17 20 14 20 17 17 20 21 22 286 17 24 21 18 13 10 5 17 12 15 26 20 18 17 20 16 17 629 32 40 41 40 40 40 39 28 29 35 40 40 35 34 40 37 39 SMA Negeri 2 Banjar memilki suatu sistem yang unik dalam penerimaan siswa baru. Adapun yang mendasari diadakannya tes ini adalah: 1.4 Kelas X.3 Kelas X. 2.5 Kelas X. Setelah proses penerimaan melalui jalur tersebut dilakasanakan maka untuk menentukan kelas yang akan dimasuki oleh tiap siswa. 2. Jalur Prestasi (20% atau 38 orang). Mencermati isu di media massa tentang isu UAN .6 Kelas X. Sistem penerimaan siswa baru tahun ini melalui tiga jalur yaitu 1. Jalur Siswa Miskin (10% atau 20 orang). Ini hanya dilakukan untuk kelas sepuluh saja. 3.1 Kelas X. sesuai dengan nilai siswa.Kelas X.

3. baik itu perkembangan intelektual maupun mental mereka. hal ini dikarenakan jumlah siswa putri lebih banyak dibandingkan jumlah siswa putra. Hal itu menyebabkan sebaran jumlah siswa pada masing-masing . guru serta pegawai di sekolah ini. SMAN 2 Banjar memiliki suatu aturan tertentu untuk mengkoordinir kedisiplinan siswa. Untuk kelas X yang lain yaitu tiap kelasnya.7 Kegiatan Ekstrakurikuler Siswa Kegiatan ekstrakurikuler ini dapat meningkatkan kreativitas yang dimiliki siswa. Adapun tata tertib tersebut secara lebih rinci dapat dilihat pada lampiran 19. IPA dan jurusan IPS. Namun. Dana didapat dari penerimaan siswa baru (PSB). Untuk SMA Negeri 2 Banjar terdapat 3 jurusan yaitu jurusan Bahasa. Kelas XI dibentuk untuk persiapan lomba-lomba akademis maupun non akademis. Latar belakang sosial ekonomi siswa di SMA Negeri 2 Banjar pada umumnya mencukupi. Sekolah di dalam mengelola kegiatan ekstrakurikuler memperbolehkan siswanya untuk memilih kegiatan ekstra sesuai dengan keinginannya serta bakat yang dimilikinya sehingga tidak terdapat unsur pemaksaan yang dapat menghambat perkembangan siswa. Mengenai pertimbangan jumlah siswa dilihat dari jenis kelaminnya tidak berimbang. Meskipun demikian mutu dan kualitas SMA Negeri 2 Banjar mampu bersaing dengan SMA negeri lainnya yang ada di Singaraja. dari segi kedisiplinan dalam berperilaku. Hal ini dapat dilihat dari pembayaran uang komite tiap bulannya tidak ada yang menunggak lebih dari 2 bulan. Selain itu dilihat dari penjurusannya. tiap kelas berbeda-beda jumlahnya disesuaikan dengan kemampuan dan minat siswa untuk memilih jurusannya masing-masing.3. Kualitas akademis siswa yang diterima disekolah ini terbilang cukup bagus. Untuk membentuk kelas XI dengan nilai akademis yang direngking. 2. untuk mengatasi hal tersebut di sekolah ini diberikan bantuan khusus untuk siswa yang kurang mampu dan siswa yang berprestasi. hal ini dilihat dari banyaknya siswa yang sering mendapatkan juara dalam lomba yang berhubungan dengan akademis maupun non akademis. Kegiatan ini dilakukan atas kerjasama antara kepala sekolah. jumlah siswanya diimbangkan antara jumlah putra dan putri.

Sepak Bola 7. Pembinaan kegiatan ekstra kurikuler dilakukan oleh para guru yang memiliki keahlian atau keterampilan khusus di bidangnya sehingga minat dan bakat yang terdapat dalam diri siswa dapat berkembang lebih optimal. Adapun prestasi-prestasi yang sudah diperoleh dari pengembangan bakat siswa dengan kegiatan ekstrakurikuler yang cukup menakjubkan dan membanggakan seperti tercantum pada lampiran 18. yaitu 1. Para siswa wajib memiliki satu kegiatan ekstra kurikuler dan boleh memiliki lebih dari satu ekstra kurikuler jika siswa merasa memiliki banyak waktu luang dan memiliki bakat pada bidang yang lain. Penyaringan siswa yang ikut dalam kegiatan ekstrakurikuler siswa diberikan kebebasan untuk memilih dan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki masing-masing siswa. Tempat pelaksanaan ekstra disesuaikan dengan kebutuhan ekstra dan kegiatan ekstra dilakukan diluar jam efektif belajar.kegiatan tidak merata sebab siswa memilih ekstra berdasarkan minat dan bakatnya. . Adapun daftar nama-nama pembina ekstrakurikuler di SMA Negeri 2 Banjar terdapat pada lampiran 17. Renang 8. Voli Putra 5. Tari Kreasi 2. PMR 9. Tari Bali 3. KSP Kegiatan ekstrakurikuler yang berlangsung selalu ditemani oleh pembina. Yoga 10. 2. Kebijakan sekolah dalam mengelola kegiatan ekstrakurikuler dilihat dari : 1. Pembinaan ekstrakurikuler di SMA Negeri 2 Banjar dilakukan oleh masingmasing Pembina ekstra baik dari guru maupun Pembina khusus. Atletik 4. Ada beberapa kegiatan ekstrakurikuler yang diprogramkan dan dilaksanakan di SMA Negeri 2 Banjar. Kempo 6.

ini dapat terlihat dari hubungan sosial antara siswa dengan siswa. Dalam pergaulan di lingkungan sekolah ini. Serta kendala lain yang dihadapi adalah kurang lengkapnya sarana pada bidang ekstrakurikuler. Menambah pembina agar kegiatan ekstra berjalan dengan baik. Disamping itu juga para guru saling bekerja sama dalam melaksanakan kegiatan sekolah.3. Dalam menjalankan tugasnya Kepala sekolah SMA Negeri 2 Banjar selalu bertindak dengan penuh rasa tanggung jawab. Mengusahakan agar sarana yang diperlukan tidak kurang 3.Namun.3. disiplin dan menjadi panutan dan teladan sehingga lingkungan sekolah bisa terus terjaga dengan baik dan harmonis. dalam pelaksanaannya ada beberapa kendala yang dihadapi dalam kegiatan ekstrakurikuler. akan tetapi mereka saling menghormati. Hubungan antara kepala sekolah dengan stafnya sudah .1 Hubungan Antar Personal Sekolah Interaksi sosial yang terjadi di SMA Negeri 2 Banjar sangat baik. maupun latar belakang keluarga. Meminta siswa untuk memilih kegiatan ekstrakurikuler yang jadwalnya tidak bersamaan 2. siswa dengan guru.8 Interaksi Sosial 2. karena para siswa tidak canggung-canggung terhadap pegawai ataupun dengan guru dalam berinteraksi. 2.8. Jiwa kekeluargaan selalu meliputi suasana pergaulan para guru. Upaya yang dilakukan dalam menghadapi kendala-kendala dalam kegiatan ekstrakurikuler adalah sebagai berikut : 1. Hal ini disebabkan karena mereka saling memerlukan satu sama lain yang menyangkut administrasi sekolah maupun kegiatan yang bersangkutan dengan proses belajar mengajar. siswa dengan guru dan pegawai. Kendala tersebut terletak pada kurang aktifnya pembina dalam melaksanakan tugasnya dan ada siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler lebih dari satu dan jadwalnya bersamaan sehingga siswa tidak dapat mengikuti kegiatan dengan optimal. mereka tidak membeda-bedakan jenis kelamin. Hubungan mereka sudah seperti teman akrab. serta kepala sekolah dengan bawahannya dalam kehidupan sehari-hari sangat baik. guru dengan guru.

10 WITA para siswa dengan tertib memasuki kelasnya masing-masing.8. ada yang menghaturkan canang ke tempat-tempat suci yang tersebar di sekitar lingkungan sekolah. guru-siswa. 2. Ini dapat dilihat dari keaktifan Kepala sekolah yang selalu mengontrol dan mengarahkan kegiatan sekolah pada para staf sekolah. maupun siswasiswa.2 Kegiatan Siswa di Sekolah A. Kegiatan di dalam kelas a) Membuka dan Menutup Pelajaran y Setelah bel tanda masuk berbunyi pada pukul 07.3. Mereka biasanya membagi tugas sendirisendiri. Tidak dirasakan adanya gap yang memisahkan antara guru-guru. Kesemuanya tampak dalam pergaulan sehari-hari antar komponen sekolah. Hubungan antara siswa. Hal ini disebabkan kerena mereka saling memerlukan satu sama lain yang menyangkut masalah administrasi. bagi yang beragama hindu akan melakukan Puja Tri Sandya. sedangkan siswa yang beragama lain. maupun kegiatan yang bersangkutan dengan proses belajar mengajar. lnteraksi antar komponen di sekolah ini terasa sangat harmonis layaknya sebuah keluarga besar yang penuh dengan hubungan kekeluargaan. guru dan pegawai di SMA Negeri 2 Banjar sudah terjalin sangat baik dan komunikatif.sangat baik. Namun. Hubungan sosial ini tampak terjalin dengan akrab tanpa terganggu dengan adanya perbedaan agama. y Ketika semua siswa sudah berada di dalam kelas. ras atau hal-hal lainnya. bagi para siswa yang mendapatkan tugas piket pada hari itu datang lebih pagi dari biasanya. . maka mereka melakukan persembahyangan. ada yang bertugas menyapu. Selain itu juga Kepala sekolah membina dan memelihara kultur kehidupan sekolah dengan bertindak sesuai dengan alur kerja dan statusnya masing-masing. sehingga kegiatan tersebut berjalan dengan lancer. Dalam pergaulan antar siswa tidak terlihat adanya sikap senioritas antara kakak kelas dengan adik kelas.

para siswa dengan baik mendengarkan dan memahami pelajaran yang disampaikan oleh guru. Perilaku siswa dan guru mengajar yakni: y pada saat mengikuti proses belajar Dalam merespon pertanyaan yang dilontarkan oleh guru. ada yang ikut memikirkan dan ada juga yang tidak ikut memikirkan jawaban dari pertanyaan yang telah dilontarkan. biasanya guru melakukan pengenalan diri secara singkat untuk anak kelas I. Ini disebabkan oleh kurikulum yang selalu berganti-ganti setiap tahunnya dan biasanya juga karena ada beberapa siswa yang masih mengajukan pertanyaan tentang materi yang diajarkan. Pada saat guru memulai pelajaran.melakukan doa sesuai dengan agama dan kepercayaan mereka masing-masing. terdapat siswa yang menanggapi pertanyaan tersebut. Bagi siswa yang terlambat memasuki kelas. biasanya guru langsung memberikan pertanyaan kepada siswa tersebut. y Pada saat akhir pelajaran. mereka akan disuruh melapor ke kantor kepala sekolah atau ke ruang BK. y Sebelum guru memulai pelajaran. agar mereka . yakni dengan menyampaikan materi yang diajarkan. ada yang berakhir lebih cepat dan ada juga yang berakhir lama sampaisampai menyita waktu istirahat. y Pada saat guru mata pelajaran memasuki kelas. dan menjelaskan tata tertib dalam mengikuti pelajaran. Terkadang pelajaran yang disampaikan tidak selesai tepat pada waktu yang telah ditetapkan. para siswa memberi salam berupa panganjali umat yang dipimpin oleh ketua kelas. para siswa mencatat tugas atau kesimpulan akhir dari mata pelajaran yang telah disampaikan oleh guru dan terakhir pada saat menutup pelajaran para siswa kembali memberikan salam berupa paramasanti kepada guru yang dipimpin oleh ketua kelas b) Interaksi Belajar Mengajar 1. Dalam menanggulangi masalah ini.

terbiasa aktif dalam pembelajaran. sehingga pembelajaran menjadi tidak kondusif. Namun. Setiap guru mempunyai strategi sendiri. tetapi disini yang lebih ditekankan adalah siswa mempunyai keberanian untuk menyampaikan pendapatnya. maka ada beberapa guru yang langsung memberikan bimbingan agar anak tersebut bisa menghormati dan menghargai guru serta teman-temanya. tetapi untuk mengerjakan tugas atau kuis yang telah di tulis di papan tulis. beberapa siswa berusaha untuk mencari dan menemukan jawaban dari permasalahan tersebut walaupun pendapatnya belum tentu benar. y Dalam mengerjakan tugas atau pekerjaan rumah ada beberapa siswa yang kurang bertanggung jawab dalam mengerjakan tugas tersebut. untuk menghadapi/menyelesaikan permasalahan. boleh sama-sama laki-laki atau boleh laki-laki dengan perempuan. Dalam mengelola kelas. Namun. Hal itu dilakukan agar para siswa lebih nyaman dalam mengikuti proses belajar mengajar. sehingga dia sering membuat pekerjaan rumahnya di kelas. siswa yang seperti itu jumlahnya masih bisa dihitung dengan jari. c) Pengelolaan Kelas 1. para siswa dalam mencari teman sebangku bebas. Posisi pengaturan tempat duduk siswa dalam proses belajar mengajar sangat teratur. jadi hanya sedikit siswa yang seperti itu. pastinya seorang guru menghadapi masalah-masalah yang dapat menggangu proses pembelajaran. banyak siswa yang kurang antusias dalam menanggapinya. Misalnya sikap siswa yang tidak memperhatikan pelajaran dan menggangu temannya. y Keberanian siswa untuk bertanya dan mengeluarkan pendapat sudah sangat baik. kemudian memberikan pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang sedang dibahas sehingga anak yang kurang memperhatikan . 2.

Siswa juga diberikan kebebasan untuk mengembangkan pengetahuan mereka dengan mencari buku penunjang yang lainnya. Tingkah laku siswa ketika ada salah satu guru terlambat hadir di dalam kelas adalah mereka biasanya bertanya pada guru piket apakah guru tersebut bisa hadir atau tidak. mereka biasanya lebih suka membaca buku di perpustakaan atau membaca-baca buku. Namun. Kebanyakan siswa yang berprestasi lebih pendiam dibandingkan dengan yang lain. lembar kerja siswa dan buku catatan. Jika guru tersebut tidak hadir. padahal di Koperasi sudah disediakan buku-buku paket. ada juga siswa yang suka humor bahkan saat pelajaran berlangsung siswa itu melontarkan humor kepada teman-temannya. 4. siswa mengerjakan tugas secara berkelompok dan . Mungkin hal itu disebabkan karena sebagain besar siswa tergolong ekonomi menengah ke bawah. Guru dalam menangani siswa yang terlambat adalah dengan menyuruhnya untuk melapor kepada guru piket. sebagian besar siswa hanya berpedoman pada LKS Kreatif saja. mungkin itu adalah salah satu caranya untuk menghilangkan rasa jenuh. maka siswa akan diberikan tugas untuk dikerjakan di dalam kelas tanpa ada pengawasan dari guru piket dengan syarat tidak ribut dan tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar di kelas lain. Selain itu. 5. 7. Tingkah laku para siswa sangat bervariasi. 6.pelajaran atau anak yang menggangu proses pembelajaran akan terdorong untuk memfokuskan diri pada kegiatan pembelajaran. kalau sudah mendapat izin dari guru piket baru siswa tersebut diperbolehkan mengikuti kegiatan di dalam kelas. siswa yang berprestasi cenderung lebih aktif dibandingkan dengan siswa yang kurang berprestasi. Dalam mengerjakan tugas tanpa pengawasan dari guru yang bersangkutan. Dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar setiap siswa mempunyai fasilitas seperti buku. 3.

. Kegiatan diluar kelas Tingkah laku dan aktivitas yang dilakukan siswa di luar kelas sangat beragam. bahkan ada juga siswa yang hanya duduk-duduk saja. 2. B. Siswa yang memiliki masalah. bercanda. maupun diluar sekolah. siswa cenderung merasa malas atau kurang antusias dalam menerima pelajaran.berdiskusi untuk menyelesaikan tugas tetapi dalam berdiskusi para siswa harus menjaga ketertiban kelas. baik masalah sekolah. Penanganan petugas BK terhadap prilaku anak yang bermasalah adalah anak yang bersamgkutan dipanggil dan diberikan bimbingan serta arahan-arahan. 4. Aktifitas siswa dalam pembelajaran juga dipengaruhi oleh mata pelajarannya. sebaiknya terlebih dahulu perlu disesuaikan antara lama waktu penyajian dengan bobot mata pelajaran tersebut agar siswa dapat menyerap materi dengan baik. diantaranya sebagai berikut. dan saat jam istirahat ini kita dapat melihat bagaimana hubungan antara siswa dengan guru dan pegawai. Dalam menyajikan mata pelajaran tertentu. 8. dan bermain di luar kelas. mengunjungi perpustakaan sekolah untuk membaca-baca buku. ngobrol dengan temantemannya. 1. sebaiknya terlebih dahulu perlu disesuaikan antara lama waktu penyajian tertentu. 3. biasanya akan dipanggil oleh guru BK untuk menyelesaikan masalah yang sedang siswa tersebut hadapi. Para siswa banyak yang berbelanja ke kantin. Banyak siswa yang merasa takut saat mereka menerima mata pelajaran yang dianggap mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi. Selama orientasi tidak ada perilaku yang ekstrim dilakukan oleh para siswa. Apabila guru penyaji kurang komunikatif dan tidak menyesuaikan diri dengan suasana. Suasana saat jam istirahat sangat ramai. serta dengan anggota lingkungan sekolah.

jika permasalahan tersebut memang tidak bisa ditangani secara intensif oleh guru BK.3. setiap petugas BK akan meminta bantuan pihak keluarga untuk membantu permasalahan yang dihadapi siswa. a.9 Mekanisme Penanganan Siswa Yang Bermasalah Dalam proses interaksi sosial di lingkungan sekolah tentunya permasalahan sosial antar siswa sering dijumpai. b. Kemudian memberi sedikit saran dan solusi agar masalah tersebut dapat diselesaikan.2. Adapun cara yang digunakan guru BK untuk menangani permasalahan yang dialami siswa adalah sebagai berikut. . Petugas BK biasanya mendekati anak yang bermasalah untuk diajak berkonsultasi sehingga petugas BK tahu permasalahan yang sedang dihadapi oleh anak tersebut. Hal itu disebabkan karena tingkat ego siswa yang masih belum terkendali. Pada umumnya.

mengenal pengelolaan bimbingan belajar dan penanganan siswa yang bermasalah.1 Hasil Temuan dalam PPL Tanggal 25 Juli 2008 adalah hari pertama mahasiswa memulai kegiatan 3. dan administrasi kegiatan lain. untuk selanjutnya praktikan mengikuti pengajaran latihan mengajar terbimbing selama 5 minggu dan dilanjutkan dengan latihan mengajar mandiri. mengenal pengelolaan OSIS dan disiplin siswa.1 Hasil Temuan Sebelum Mengajar PPL-Real di sekolah tugas. dan perlengkapan). penulis baserta rekan -rekan PPL-Real di SMA Negeri 2 Banjar diterima langsung oleh wakil kepala sekolah . dan persiapan memasuki latihan mengajar terbimbing. Setelah itu. rencana pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan PPL-Real dilakukan pada bulan Juli 2009 sesuai dengan jadwal atau program kerja yang telah dibuat. mengobservasi guru model yang ditindaklanjuti dengan tanya jawab/diskusi. dan lain -lain). program semester. Kareana mahasiswa tidak perlu khawatir tidak diterima oleh sekolah. program tahunan. laboratorium. dan ruang praktikum. Adapun kegiatan non-mengajar yang dilakukan oleh penulis antara lain: mengenal administrasi sekolah (kesiswaan. keadaan guru/pegawai serta siswa. mengenal pengelolaan lab. keuangan. lapangan.BAB III HASIL TEMUAN PPL DAN PEMBAHASAN Serah terima mahasiswa PPL-Real antara pihak Undiksha dengan sekolah mitra dilaksanakan pada tanggal 24 Juli 2009. Pada hari pertama ini. kepegawaian.1. yaitu dengan menyusun dan mengesahkan program kegiatan PPL. Dalam kegiatan awal yang dilakukan mahasiswa PPL-Real adalah observasi dan orientasi awal. media yang ada. serta membina kegiatan ekstrakurikuler. mengenal pengelolaan sekolah secara umum. mengamati fasilitas pendukung pembelajaran (ruang kelas. Adanya serah terima secara langsung ini sangat membantu mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan PPL Real untuk pertama kalinya. mengenal dan berlatih membuat rincian minggu efektif. 3. mengamati fasilitas sekolah.

Sebagai pertemuan awal. program semester. praktikan menemukan berbagai pengalaman mengajar yang jelas hal itu sangat membantu praktikan nantinya melakukan praktik mengajar. sehingga nantinya bisa dijadikan pedoman dalam melaksanakan latihan mengajar.Pd. Sebelum melaksanakan tugas mengajar. baik lingkungan fisik maupun lingkungan non fisik serta diharuskan untuk melakukan pengamatan terhadap guru model minimal 3 orang guru model yaitu satu orang guru mata pelajaran sejenis dan dua orang guru mata pelajaran lain yang dilaksanakan selama 2 minggu. S. Dalam pengamatannya. Dengan petunjuk awal dari gambaran umum yang dipaparkan oleh Waka Kurikulum. Setelah pemberian gambaran umum tentang SMA Negeri 2 Banjar. 27 Juli 2009 . silabus. jurnal mengajar. rancangan pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang disesuaikan dengan kalender akademik. mahasiswa PPL diharapkan mengadakan observasi secara langsung. X2 Fisika 6-7 Senin. seperti administrasi guru yang harus dipenuhi sebagai syarat untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran yang efektif. maka mahasiswa praktikan mulai mengenal dan melakukan observasi. Nama guru model Kelas Mata Pelajaran Jam Pelajaran Hari/Tanggal : : : : : I Wayan Baktiyasa. Pemberian gambaran umum ini sangat membantu mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan PPL selanjutmya. hal ini bertujuan untuk menambah pengetahuan mahasiswa tentang keterampilan mengajar dan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan kelas dan strategi pembelajaran yang cocok sesuai dengan karakter materi pelajaran dan karakter siswa.bidang kurikulum. diberikan gambaran umum tentang SMA Negeri 2 Banjar. Sebelum melaksanakan latihan mengajar. rincian minggu efektif. Selain itu. Salah satunya adalah perencanaan pembelajaran. praktikan memperoleh pelajaran terkait tugas seorang guru. Adapun guru model yang dapat diamati yakni : 1. Adapun perencanaan pembelajaran terdiri dari program tahunan. Waka Kurikulum mengumumkan guru pamong masing-masing mahasiswa.

terlihat secara umum guru melakukan peralihan dari pembukaan ke pelajaran inti dengan memberikan kesimpulan terhadap jawaban para siswa atas pertanyaan yang telah diajukan oleh guru dan setelah itu langsung menuju ke materi pelajaran yang akan diajarkan. cara yang dilakukan saat membuka pelajarn hampir semua sama. mengucapkan salam terlebih dahulu dan mengecek kehadiran siswa. b) Kegiatan Inti Pada kegiatan inti pelajaran. Berdasarkan observasi terhadap ketiga guru model. XI IPA1 BHS Inggris 2-3 Rabu. Terlihat pada ketiga guru model ini. Dari tiga orang guru model yang diobservasi. a) Pembukaan Ketika guru memasuki kelas.Pd XI IPA2 Matematika 4-5 Selasa. guru (nara sumber) juga mengecek retensi (daya serap terhadap pelajaran sebelumnya) siswa dengan mengajukan pertanyaan. S. Nama guru model Kelas Mata Pelajaran Jam Pelajaran Hari/Tanggal : : : : : I Dewa Putu Yudiarto. Setelah itu. bahwa materi yang diajarkan adalah inti-intinya agar dapat mengoptimalkan waktu . yaitu sebagai berikut. namun tidak semua materi disampaikan. Dalam membuka pelajaran ini. guru menyampaikan materi. Nama guru model Kelas Mata Pelajaran Jam Pelajaran Hari/Tanggal : : : : : Nyoman Suwita. 29 Juli 2009 Berdasarkan observasi yang dilakukan terhadap ketiga guru model dengan mata pelajaran yang berbeda ini. guru hanya memerlukan waktu kurang lebih 10 menit.2.Pd. 28 Juli 2009 3. S. diperoleh hasil bahwa secara umum proses pembelajaran di dalam kelas dapat dilihat dari tiga kegiatan utama.

distribusi alokasi waktu. RPP. c) Penutup Pada akhir pembelajaran. Di kelas XI masing-masing mendapat pelajaran Fisika sebanyak 2 kali pertemuan (4 jam pelajaran) dalam 1 minggu. 3. guru memberikan soal-soal latihan kepada siswa untuk dikerjakannya. agar tidak hanya guru saja yang aktif. Setelah selesai menjelaskan materi. . silabus. Kegiatan inti ini berlangsung selama kurang lebih 60 menit. penulis memperoleh kesempatan mengajar mata pelajaran Fisika di kelas XI IA1 dan XI IA2. rincian minggu efektif. mampu membuat program tahunan. Guru memberikan evaluasi kepada siswa agar siswa mau belajar di rumah dan bisa mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. akademik.1. dan tugas administrasi lainnya. sosial-psikologis dan sistem pengelolaan yang dikembangkan. Ini merupakan salah satu cara untuk mengaktifkan siswa di dalam pembelajaran. program semester. Jadwal mengajar dapat dilihat pada tabel 8. Hasil Temuan Selama Latihan Mengajar Selama mengikuti PPL di SMA Negeri 2 Banjar. Berdasarkan pengamatan-pengamatan tersebut. guru mencoba tidak lupa guru untuk memberikan kesempatan bertanya bagi siswa. program semester. rincian minggu efektif. Sehingga sebelum mengajar mahasiswa dapat belajar membuat program tahunan. RPP dan tugas administrasi lainnya pada guru pamong dan dosen pembimbing (Lampiran 22). namun siswa juga diharapkan aktif dalam pembelajaran. Kegiatan penutup yang dilakukan guru model berlangsung 10 menit. administratif. guru menyimpulkan materi pelajaran yang telah dibahas dan selanjutnya menilai hasil belajar yang telah dilakukan dalam PBM tersebut. Pada saat menjelaskan materi. mahasiswa praktikan merasakan ada beberapa hal yang amat penting yang didapat seperti.2. namun untuk mengurangi hal itu. sebagian besar guru masih menggunakan model konvensional seperti ceramah. mengenal secara cermat lingkungan fisik.yang tersedia. silabus.

30 09.30 XI IA2 XI IA2 XI IA1 XI IA1 XI IA1 XI IA1 XI IA2 XI IA2 Kegiatan mengajar dimulai dari tanggal 3 Agustus 2009 sampai dengan 10 Oktober 2009.50-09.50-12. mahasiswa praktikan diharapkan menguasai materi pelajaran yang akan diajarkan dengan baik.50 11. Dalam praktek mengajar mandiri penulis diberikan wewenang untuk mengelola kelas tanpa diawasi penuh oleh guru kelas.30-08.20 10.40-10. sampai dengan cara penyajian materi. Kegiatan latihan mengajar ini dibagi menjadi dua tahap yaitu: 1. Dalam penilaian mengajar ini tetap dinilai melalui format APKCG yang diberikan dari LPPL. Latihan Mengajar Terbimbing Latihan mengajar terbimbing ini dimulai dari tanggal 3 Agustus sampai dengan 5 September 2009. 2.50 08. Hal ini dipergunakan oleh guru unntuk memperbaiki tampilan penulis dalam mengajar sehingga dalam ketrampilan berikutnya menjadi lebih baik.10-11. Latihan Mengajar Mandiri Kegiatan praktek mengajar mandiri dimulai dari tanggal 7 September sampai dengan 8 Oktober 2009.10-08.10 08.00 11.Tabel 8 Jadwal Mengajar Jam Ke 0 1 2 3 4 5 6 7 Waktu Hari Rabu Kamis Senin Selasa Jumat Sabtu 07.20-11. pengelolaan kelas. pelaksanaannya itu dilakukan dengan baik. Adapun materi yang disajikan selama mengikuti PPL disesuaikan dengan kurikulum yang digunakan . Dalam kegiatan belajar mandiri. penggunaan media. Dalam kegiatan ini penulis dibimbing oleh guru pamong secara intensif baik dalam membuat RPP.

Materi-materi yang disajikan mencakup beberapa Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. 1. Menerapkan konsep termodinamika dalam mesin kalor 3.2 Menganalisis perubahan keadaan gas ideal dengan menerapkan hukum termodinamika Selama melaksanakan PPL-Real di SMA Negeri 2 Banjar penulis menerapkan beberapa model pembelajaran.1 Menformulasikan hubungan antara konsep torsi.yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).2 Menganalisis keteraturan gerak planet dalam tatasurya berdasarkan hukum-hukum Newton 1. yang dijabarkan sebagai berikut.2 Menganalisis hukum-hukum yang berhubungan dengan fluida statick dan dinamik serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari 3. Menerapkan konsep dan prinsip mekanika klasik sistem kontinu dalam menyelesaikan masalah 2. yang didukung dengan metode . Menganalisis gejala alam dan keteraturannya dalam cakupan mekanika benda titik 1. berdasarkan hukum II Newton serta penerapannya dalam masalah benda tegar 2.3 Menganalisis pengaruh gaya pada sifat elastisitas bahan 1.4 Menganalisis hubungan antara gaya dengan gerak getaran 1.6 Menerapkan hukum kekekalan energi mekanik untuk menganalisis gerak dalam kehidupan sehari-hari 1.1 Mendeskripsikan sifat-sifat gas ideal monoatomik 3.1 Menganalisis gerak lurus. perubahan energi dengan hukum kekekalan energi mekanik 1. seperti model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.   roup Investigation dan STAD. dan momen inersia. gerak melingkar dan gerak parabola dengan menggunakan vektor 1.7 Menunjukkan hubungan antara konsep impuls dan momentum untuk menyelesaikan masalah tumbukan 2. momentum sudut.5 Menganalisis hubungan antara usaha.

Sedangkan sebagai Pembina upacara. Upacara Bendera Pengibaran Upacara bendera dilaksanakan setiap hari senin dimulai dari pukul 07. Berdasarkan pengamatan dan pengalaman penulis semua model pembelajaran kooperatif tersebut cukup efektif untuk diterapkan. Setiap hari Jumat mulai pukul 07. 3. Hasil yang diperoleh oleh mahasiswa praktikan selama melaksanakan latihan mengajar adalah : 1. dimana hal ini nantinya akan menjadi bekal bagi mahasiswa praktikan untuk lebih mengembangkan dan membuat inovasi-inovasi dalam pembelajaran. Perangkat upacara yang bertugas. mahasiswa PPL-Real. Dapat menerapkan berbagai kemampuan profesional keguruan secara utuh terpadu dalam situasi nyata. seperti: 1. Mampu mengembangkan berbagai keterampilan dasar mengajar. . pegawai. Jenis kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan non-mengajar. hal itu terbukti membuat siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran. bahwa menjadi seorang guru harus berani tampil di depan umum dan senantiasa siap membimbing peserta didik.pembelajaran diskusi informasi. dan seluruh siswa. Upacara bendera ini diikuti oleh kepala sekolah. yaitu kepala sekolah dan staf guru secara bergilir pula. Mendapatkan pengalaman mengajar yang sangat menarik dan unik. 2. percobaan dan diskusi kelompok.1.00 pagi sampai selesai. 2. staf guru.00 melakukan kegiatan pembersihan. Hal ini memberikan makna. Jumat Bersih Untuk menjaga kebersihan dan kerindangan lingkungan sekolah.3 Dalam Kegiatan Non-Mengajar Selain latihan mengajar mahasiswa PPL-Real juga mencari pengalaman lainnya yang dilakukan di sela-sela kegiatan. yaitu satu kelas yang dipilih secara bergilir dimulai dari kelas X1. 3. Penulis mengetahui kegiatan seorang guru tidak hanya mengajar saja tetapi juga dilibatkan dalam kegiatan non- mengajar seperti kokurikuler dan ekstrakurikuler.

Ekstrakurikuler Kegiatan ekstrakurikuler adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan diluar jam pelajaran sekolah. Melayani mahasiswa yang minta izin untuk meninggalkan sekolah untuk keperluan kampus ataupun keperluan keperluan lainnya 3. Mengecek kehadiran mahasiswa 2. Mencatat tamu yang berkepentingan dengan mahasiswa PPL-Real seperti pihak dosen pembimbing dan tim monitoring dari LPPL. Kegiatan ekstrakurikuler ini bertujuan untuk mengembangkan minat dan bakat pada siswa. membantu kegiatan pembersihan dan penghisaan di sekolah serta mengawasi kegiatan gerak jalan yang diadakan di kecamatan Banjar. menindak lanjuti tugas (PR) dengan penilaian dan komentar. 5. tentunya kegiatan yang dilakukan semuanya atas persetujuan Kepala Sekolah dan Guru Pamong. Mengerjakan Tugas-tugas Kokurikuler Kegiatan kokurikuler yang penulis lakukan misalnya.Dimana pada saat pembersihan tiap-tiap wali kelas mengawasi para siswa dalam melakukan pembersihan di dalam maupun di luar kelas. Selain itu penulis juga mengikuti upacara bendera di lapangan Banjar. memberikan tugas-tugas (PR) sebagai tindak lanjut pembelajaran. Tugas piket diantaranya: 1. Adapun kegiatan ekstrakurikuler yang penulis laksanakan adalah KSP (Kelompok Siswa Pengemar) Fisika yang dilaksanakan setiap hari jumat siang. . 4. Melalui kegiatan ini penulis mendapat banyak pengalaman mengenai tugas-tugas dan tanggung jawab menjadi seorang guru. Berpartisipasi Dalam Kegiatan HUT RI ke-64 Dalam hal ini penulis ikut berpartisipasi dalam mengawasi. 6. Melaksanakan Piket Harian pada hari Selasa Setiap hari mahasiswa secara bergantian bertugas untuk melaksanakan piket harian sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan sebelumnya berdasarkan kesepakatan. 3.

2 Pembahasan Sebelum mulai mengajar. Semua tugas administrasi guru ini penulis buat atas bimbingan oleh guru pamong. Mengerjakan Tugas-tugas Administrasi Keguruan Tugas administrasi guru yang penulis lakukan adalah membuat program tahunan. 3.2. mahasiswa praktikan harus dituntut benar-benar mempersiapkan diri baik mengenai penguasaan materi pembelajaran yang akan diajarkan. Selama proses pembelajaran berlangsung praktikan menyampaikan pelajaran berdasarkan rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah disusun dan telah dibimbing oleh guru pamong dan dosen pembimbing. strategi mengajar. penting halnya untuk mengkonsultasikan rencana pembelajaran yang akan disampaikan dalam pembelajaran kepada guru pamong atau dosen pembimbing. seperti buku paket. rincian minggu efektif. Pada kegiatan persiapan pembelajaran di sekolah ada beberapa manfaat yang penulis peroleh. LKS. buku penunjang. Selain persiapan tersebut. silabus. program semester. Dalam mengajar. silabus. Dalam persiapan mengajar.1 Persiapan Mengajar prasarana dalam menunjang pembelajaran. 3. metode dan teknik yang sesuai dengan karakteristik siswa. Dari kegiatan ini penulis mendapat pengalaman yang sangat berharga. macromedia flash. ataupun gambar-gambar yang berkaitan dengan . 2. sarana dan prasarana yang tersedia dan alokasi waktu yang tersedia. serta rencana pelaksanaan pembelajaran. analisis butir soal dan tugas administrasi lainnya. seperti buku ataupun media. baik itu power point. Memilih strategi pembelajaran dilihat dari pendekatan. yaitu 1.7. alat penujang penunjang pembelajaran sangat penting dipersiapkan sebaik-baiknya. media. RPP. sehingga akan diperoleh hasil yang optimal dan sesuai dengan yang diharapkan. praktikan menyiapkan berbagai sarana dan 3. alokasi waktu serta pengelolaan kelas. Penulis dapat belajar menggunakan waktu seefektif mungkin dalam mencapai tujuan pembelajaran sesuai dengan tuntutan silabus. distribusi alokasi waktu.

penulis banyak mendapat masukan dari guru pamong dan dosen pembimbing mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan mengajar. Dalam persiapan yang dilakukan dalam pembelajaran. Adapun kendala-kendala tersebut adalah sebagai berikut. Adapun manfaat yang diperoleh dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut. 4. tentunya setiap guru akan menemukan beberapa kendala dalam menyusun persiapan mengajar.2.materi yang akan dibahas. 3. sesuai dengan indikator hasil belajar dan sesuai dengan aspek yang dinilai yang mencangkup aspek-aspek kognitif. Namun. . tentunya praktikan mendapatkan manfaat dan kendala-kendala dalam pelaksanaannya. maka hal itu digunakan sebagai modal dasar untuk pengembangan kemampuan mengajar. hal yang perlu diperhatikan adalah kemampuan siswa yang bervariasi. sehingga menyebabkan penulis harus berusaha menerapkan strategi mengajar yang sesuai dengan kemampuan dan karakteristik siswa. Mengajar merupakan kegiatan yang kompleks yang membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang memadai agar proses belajar mengajar berlangsung dengan baik dan lancar. afektif dan psikomotorik. Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan dari masukan yang telah diberikan baik dari guru pamong maupun dosen pembimbing. sehingga siswa termotivasi dan dapat menerima pelajaran dengah mudah. 1. karena setiap individu memiliki karakteristik dan gaya belajar yang berbeda. Manajemen waktu yang kurang efektif. yang diakibatkan oleh kondisi dan situasi kelas. Dalam pelaksanaannya. 2. pembelajaran sedikit terhambat dan hal itu sangat mempengaruhi hasil belajar siswa nantinya. sehingga dalam pelaksanaan dengan rancangan pembelajaran tidak sesuai dengan rencana. Oleh karena itu. Menyusun alat penilaian hasil belajar sesuai dengan jenis dan prosedur peneliaian.2 Praktek Mengajar Selama dalam pelaksanaan pembelajaran. dalam prakteknya.

4. 3.1. terdapat beberapa peserta didik yang tidak disiplin dalam mengikuti proses belajar mengajar. staf pegawai. Dalam kegiatan pembelajaran. Penulis dapat memahami berbagai karakter dari siswa. praktikan mendapatkan bimbingan dari guru pamong dan dosen pembimbing dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi di kelas saat mengajar. Hal ini membuat suasana kelas menjadi tidak kondusif. model ataupun metode pembelajaran yang akan digunakan dalam pembelajaran. Penulis memiliki pengalaman dalam mengajar dan dalam memilih pendekatan. para mahasiswa langsung berinteraksi dengan para guru. maka praktikan mengupayakan berbagai macam cara untuk membuat mereka lebih disiplin dalam mengikuti pembelajaran. Hal itu menyebabkan banyak waktu terbuang. Bahkan ada siswa yang tidak mengerti sama sekali. dan siswa. 2. 1. 3.2. 2. Dalam melakukan hubungan sosial di sekolah hubungan mahasiswa PPL-Real . sehingga penulis dapat memilih pendekatan yang tepat dalam menciptakan pembelajaran yang kondusif. Ketika mengajar. Penulis memiliki pengetahuan tentang efektivitas dan manfaat penggunaan berbagai alat Bantu pembelajaran mengajar dikelas. sehingga apa yang menjadi tujuan dalam rencana pembelajaran tidak tercapai. 3. Kemampuan yang dimiliki oleh siswa yang satu dengan siswa yang lain tidak sama. Adapun kendala-kendala yang ditemukan selama mengajar adalah sebagai berikut. sehingga mengharuskan praktikan untuk mengulang kembali penjelasannya.3 Melakukan hubungan sosial di sekolah Sejak penerjunan mahasiswa PPL-Real di SMA Negeri 2 Banjar. sehingga penulis mengalami kesulitan dalam menyampaikan materi. Hasil pengamatan dan penilaian dari guru pamong dan dosen pembimbing sangat berguna sebagai bahan refleksi diri untuk hal-hal yang perlu ditingkatkan dan yang perlu dipertahankan dalam kegiatan mengajar berikutnya. Alokasi waktu yang telah ditetapkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) terkadang tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.

Hubungan sosial dengan guru j Mengetahui berbagai macam karakter guru yang disenangi dan tidak disenangi oleh siswa. Selain itu juga. sehingga dapat dipilih metode pembelajaran yang tepat sesuai dengan keinginan mereka. terutama dalam pengelolaan kelas. a. 3. sehingga sering menimbulkan hal-hal yang kurang menyenangkan. sehingga dapat dijadikan refleksi untuk perbaikan pembelajaran berikutnya. Adapun manfaat yang diperoleh dari hubungan social ini adalah sebagai berikut. mahasiswa sebagai calon guru kadang bergaul terlalu dekat dengan siswa. Padahal wakasek dan kasek sangat membantu memberikan penjelasan yang lebih rinci lagi tentang administrasi sekolah pada umumnya dan guru pada khususnya. Tindak . Hubungan sosial dengan siswa j Mengerti keinginan siswa pada saat pembelajaran di kelas. karena kesibukan pekerjaan yang sangat padat. c. kendala yang dihadapi penulis adalah sulitnya berinteraksi dengan wakasek dan kasek SMAN 2 Banjar.4 Tindak Lanjut/Perbaikan yang Telah Dilakukan Beberapa hambatan dan kendala yang ditemui oleh praktikan selama melaksanakan PPL-Real ini harus dicarikan pemecahan masalah yang tepat. b. j Mendapatkan masukan dari guru-guru untuk memecahkan masalah yang dihadapi di sekolah.2. Hubungan social ini sangat diperlukan bagi mahasiswa praktikan untuk lebih mengenal jati diri dan sangat membantu nantinya dalam kegiatan pembalajaran. Dalam berinteraksi.dengan guru lain sangat harmonis. j Mengetahui cara pelayanan pegawai terhadap kebutuhan siswa serta semua komponen sekolah. j Mengetahui kekurangan dan kelebihan dalam mengajar. Hubungan sosial dengan pegawai j Mengetahui cara pengelolaan administrasi. sehingga nantinya berguna bagi praktikan sebagai seorang calon guru.

penulis mendapat pengalaman yang sangat berharga. Pada saat mengajar. antara lain : 1. Ketidakdisiplinan siswa dalam proses belajar mengajar dapat ditanggulangi dengan memberikan informasi tentang tata tertib dalam mengikuti pembelajaran tersebut. membuat siswa menjadi disiplin. maka guru memberikan pertanyaan-pertanyaan pada siswa dan setiap akhir pertemuan siswa diberikan pekerjaan rumah yang berhubungan dengan materi yang telah diajarkan. praktikan harus merancang pembelajaran di kelas dengan menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sebagai suatu kegiatan yang menyenangkan dengan mengkonsultasikannya terlebih dahulu dengan guru pamong atau dosen pembimbing. . seperti mengetahui bagaimana cara membuat siswa paham. untuk mengektifkan pembelajaran dan meningkatkan motivasi siswa. sehingga persiapan dalam mengajar dapat dilaksanakan dengan baik. maka praktikan harus mulai memberanikan diri untuk mengobrol dengan guru. penulis memperoleh berbagai hal temuan yang sangat bermakna.lanjut yang dilakukan dalam menghadapi kesulitan-kesulitan selama pelaksanaan PPL-Real. pegawai dan siswa saat waktu-waktu senggang atau diluar jam pelajaran. 3. Teknik ini juga mampu mengaktifkan keikutsertaan siswa dalam pembelajaran. Dengan demikian penulis menjadi lebih akrab dengan warga sekolah. yang kelak dapat dijadikan pedoman untuk menjadi guru yang professional. mengetahui bakat yang dimiliki siswa. yaitu: Sebelum mengajar.3 Temuan Yang Bermakna Selama melaksanakan PPL di SMA Negeri 2 Banjar. Perhatian siswa pada pelajaran dapat difokuskan dengan membawa media yang sesuai dengan materi. serta bagaimana cara menangani siswa yang bermasalah. Dalam mengajar di kelas. Dalam membina hubungan sosial yang baik.

3. Selain itu juga penulis melihat keramahan diantara warga sekolah yang menyebabkan lingkungan sosial di SMAN 2 Banjar menjadi lebih berkesan. 5. .2. Praktikan berusaha untuk memahami dan beradaptasi dengan keadaan tersebut. Namun setidaknya penulis sudah pernah menerapkan teori pembelajaran yang didapatkan di bangku kuliah. Dalam kegiatan PPL Real dituntut untuk mencoba menerapkan pembelajaran yang inovatif. Praktikan menemukan berbagai macam karakter pada warga sekolah SMA Negeri 2 Banjar. Penulis dapat belajar membina ekstrakurikuler. sehingga dengan sendirinya penulis sudah dapat lebih kreatif dalam mengajar walaupun hal tersebut belum penulis lakukan secara maksimal. Hal itu adalah modal dasar membangun kerjasama antar warga sekolah untuk menciptakan sekolah yang mandiri. sehingga penulis mempunyai pengalaman sebagai bekal kelak. khususnya KSP Fisika dan membimbing siswa yang akan mengikuti olimpiade fisika. 4. dimana pada tahun ini SMAN 2 Banjar telah menjalani program RSKM (Rintisan Sekolah Mandiri). Rasa kekeluargaan yang dicerminkan SMA Negeri 2 Banjar sangat baik sekali.

Melalui PPL-Real mahasiswa dapat mengenal lingkungan fisik. memberikan penegasan dan lain-lain. seperti: bertanya. Kegiatan proses pembelajaran di SMAN 2 Banjar berjalan dengan baik. terjalinnya hubungan social yang baik antar warga sekolah. hal itu dipengaruhi oleh banyak faktor. akademik. Pertanggung jawaban secara moril atas hasil didikan kita merupakan hal pokok yang sangat penting diketahui oleh seorang calon guru sebab merupakan kendala yang harus dihadapi apabila terdapat kelas yang tidak dapat mencapai kriteria penilaian yang telah di standarkan. administrasi. dan lain sebagainya. 6. PPL-Real merupakan kegiatan yang dapat digunakan untuk melatih mahasiswa sebagai calon guru agar memiliki kemampuan memperagakan kinerja dalam situasi nyata dalam kegiatan mengajar maupun tugas-tugas keguruan lainnya 2. Lingkungan fisik. akademik. 4. Adapun hal yang dapat disimpulkan adalah sebagai berikut. Melalui PPL-Real mahasiswa mampu mengembangkan keterampilan dasar mengajar.1 Simpulan Dari uraian diatas. dan sosial psikologik sekolah dengan nyata dan lebih teliti. seperti sarana dan prasarana yang disediakan sudah cukup memadai. menjelaskan. . 3. Penguasaan dan pengembangan kompetensi sangat penting dilakukan karena seorang guru tidak hanya dituntut dapat mengajar dan menguasai materi pelajaran tetapi juga harus bisa menyiapkan pelajaran secara tertulis. keterampilan berinteraksi di lingkungan sekolah. 1. administratif. 5.BAB IV PENUTUP 4. dan sosial-psikologik di SMA Negeri 2 Banjar sangat baik dalam menunjang proses pembelajaran. membuka-menutup pelajaran. 7. penulis dapat menarik kesimpulan tentang proses pembelajaran yang telah dilaksanakan selama di SMA Negeri 2 Banjar.

dan siswa di SMA Negeri 2 Banjar perlu ditingkatkan. sehingga pendidikan di sekolah akan lebih bermutu dan berkualitas. penulis berupaya memberikan beberapa saran yang tiada lain tujuannya adalah untuk dapat meningkatkan hasil. Semangat kekeluargaan antara guru. 3. . Perlunya mempercepat pembangunan perpustakaan sehingga siswa lebih mudah mendapatkan buku pelajaran untuk menunjang pelajaran.2 Saran Dengan dilaksanakan PPL di SMA Negeri 2 Banjar. mutu dan proses pelaksanaan PPL Real di SMA Negeri 2 Banjar maupun SMA lainnya. 4. staf pegawai. guru. 5. Pretasi yang gemilang yang selama ini diraih SMA Negeri 2 Banjar hendaknya ditingkatkan dan dipertahankan agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Adapun saran yang penulis ingin sampaikan antara lain : 1. staf pegawai. baik buku paket pelajaran maupun buku-buku penunjang lainnya. 6.4. Pola tingkah laku siswa dan kedisiplinan siswa perlu ditingkatkan demi kelancaran proses belajar mengajar serta terwujudnya disiplin nasional. Kerja sama antara kepala sekolah. dan siswa perlu ditingkatkan. Kerindangan taman sekolah harus terus dijaga kerindangannya karena dapat menambah suasana belajar yang kondusif. 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful