You are on page 1of 5

PEMERINTAH KABUPATEN MUNA

DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS TAMPO
Jl. Idrus Effendy No. 10 Kec.Napabalano Kab.Muna Kode Pos 93654
E-mail: pkmtampo2018@gmail.com

SURAT PERJANJIAN KERJA SAMA


ANTARA
UPTD PUSKESMAS TAMPO
DENGAN
BIDANG KEBERSIHAN PERTAMANAN & LAMPU JALAN KABUPATEN MUNA
TENTANG
PENGANGKUTAN SAMPAH

Nomor :
Nomor :
Pada hari ini Senin Tanggal 20 Bulan Agustus Tahun Dua Ribu Delapan Bela ( 2018 )
di Raha, para pihak yang bertandatangan dibawah ini:
1. Nama : Wa Ode Listyanti Rahman, S.Kep,Ns
Jabatan : Kepala Puskesmas Tampo Kabupaten Muna
Alamat: : Kelurahan Tampo, Kecamatan Napabalano
Selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai :
PIHAK PERTAMA
2. Nama : Hadait Imbu, S.p
Alamat : Raha
Jabatan : Kabid Kebersihan Pertamanan dan Lampu Jalan Kab. Muna
Selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai :
PIHAK KEDUA
Kedua belah pihak terlebih dahulu menerangkan bahwa:
1. PIHAK PERTAMA adalah UPTD Puskesmas Tampo sebuah institusi yang bergerak
dalam bidang kesehatan
2. PIHAK KEDUA adalah Bidang Kebersihan Pertamanan dan Lampu Jalan
Kabupaten Muna yang melakukan kegiatan dalam bidang jasa pelayanan yang
salah satunya pengambilan dan pengangkutan sampah.
3. Kedua belah pihak sepakat untuk melakukan perjanjian kerjasama dalam haql
pengangkutan sampah domestic.
Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, maka kedua belah pihak sepakat untuk
melaksanakan kerjasama dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
PASAL 1
MAKSUD DAN TUJUAN

1. Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat untuk melaksanakan kerja sama didalam
pengangkutan samaph domestic guna menciptakan kondisi lingkungan yang bersih
dan sehat, dimanPihak Kedua akan menyediakan fasilitas untuk melakukan
pengangkutan sampah.
2. Sampah dimaksud adalah sampah domestic yang terdapat di lingkungan Puskemas
Tampo sebagai akibat dari pembuangan sampah yang berasal dari lingkungan
Puskemas Tampo.
PASAL 2
LINGKUP KERJASAMA

1. Pihak Pertama akan mengumpulkan sampah di lingkungan Puskesmas Tampo yang


beralamat di Jalan Idrus Effendy No. 10 yang selanjutnya ditaruh di Tempat
Pembuangan Sementara (TPS) yang disediakan oleh Pihak Pertama.
2. Pihak Kedua menyediakan fasilitas layanan pengambilan sampah dari Tempat
Pembuangan Sementara (TPS) di Dinas Kebersihan Kabupaten Muna ke Tempat
Pembuangan AKhir (TPA).
3. Jadwal pengambilam sampah dan pengangkutan sampah oleh Pihak Kedua
dilaksanakan setiap Hari Juma’at atau sekali seminggu dalam satu bulan.
4. Tata cara pengambilan sampah dan pengangkutan sampah oleh Pihak Kedua
dengan memperhatikan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2012, tentang
Pengoelolahan Sampah.
PASAL 3
BIAYA DABTATA CARA PEMBAYARAN

1. Kedua belah pihak sepakat dalam pembayaran atas pekerjaan tersebut dalam
perjanjian ini dilaksanakan setiap bulan setelah pekerjaan selesai dilakukan oleh
Pihak Kedua.
2. Pihak Pertama berkewajiban untuk membayar retribusi pengangkutan sampah
kepada Pihak Kedua sesuai dengan Perda No. 19 Tahun 2011 tentang Retribusi
Jasa Umum di Kabupaten Muna dan pembayaran retribusi setiap tanggal 1 s/d
setiap bulan.
3. Apabila ada perubahan tarif/retribusi dari Pihak Kedua, maka Pihak Kedua
berkewajiban untuk memberitahukan perubahan tarif tersebut kepada Pihak
Pertama paling lambat satu bulan sebelum deberlakukan.
PASAL 4
JANGKA WAKTU PERJANJIAN KERJASAMA

Perjanjian kerja sama ini berlaku untuk jangka waktuv 1 (satu) tahun terhitung sejak
ditanda tanganinya surat perjanjian kerjasama ini dan akan dievaluasi setiap tahunnya
atas kesepakatan kedua belah pihak.
PASAL 5
FORCE MAJEURE

1. Kedua belah pihak sepakat bahwa apabila didalam pelaksanaan operasional


sampah, seperti tersebut pasal 1 (satu) diatas Pihak Pertama mengalami
gangguan/kerusakan yang disebabkan oleh keadaan force majeure, maka Pihak
Pertama harus memberitahukan secara tertulis mengenai keadaan tersebut Kepada
Pihak Kedua selambat-lambatnya 2 x 24 jam setelah terjadinya force majeure
tersebut.
2. Keadaan force majeure seperti yang dimaksud pada ayat (1) diatas antara lain
adalah peperangan, huru hara, unjuk rasa massa, pemberontakan, krisis nasional,
kebakaran, sabotase, epidemi, bencana alam seperti banjir, gempa bumi dan lain-
lain diluar kemauan dan kemampuan Pihak Pertama dan Pihak Kedua.
3. Apabila terjadi keadaan force majeure seperti tersebut diatas sehingga tidak
memungkinkan Pihak Pertama dan Pihak Kedua melanjutkan perjanjian kerjasama
ini, maka kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikannya segala sesuatunya
secara musyawarah.
PASAL 6
GANGGUAN PENGANGKUTAN

Apabila terjadi gangguan pada proses pengangkutan sampah karena sesuatu dan lain
hal maka Pihak Kedua tetap akan melaksanakan pengangkutan sampah tersebut dalam
waktu 3 hari sejak pemberitahuan Pihak Pertama.
PASAL 7
PEMINDAHTANGANAN PERJANJIAN

1. Kedua belah pihak, selama perjanjian ini berlansung dilarang untuk


memindahtangankan sebagai atau seluruhnya isi-isi dan atau kondisi perjanjian ini
kepada Pihak Ketiga atau pihak-pihak lainnya.
2. Dalam hal Pihak Kedua tidak dapat melaksanakan kewajibannya seperti yang telah
ditentukan pada perjanjian kerjasama ini, karena adanyan gangguan alat atau
akibat force majeure, maka Pihak Kedua dapat menunjuk pelaksana Pihak Kedua
untuk melakukan pengambilan, pengangkutan dan penbuangan sampah milik Pihak
Pertama dengan terlebih dahulu, mendiskusikan hal tersebut kepada Pihak
Pertama.
PASAL 8
PENGHENTIAN PERJANJIAN

1. Jika pada saat perjanjian kerjasama ini berlangsung, Pihak Pertama atau Pihak
Kedua tidak mematuhi kewajibannya seperti pada pasal-pasal perjanjian ini, maka
Pihak Pertama atau Pihak Kedua dapat menghentikian kerjasama dengan
memberikan surat pemberitahuan minimal 1 (satu) bulan sebelumnya.
2. Apabila penghentian perjanjian kerjasama terjadi disebabkab oleh kondisi sesuai
dengan apa yang telah disebutkan pada ayat (1) diatas, maka para pihak
diharuskan untuk terlebih dahulu menyelesaikan dan mematuhi segala kewajiban-
kewajiban yang belum terselesaikan dalam tempo tidak lebih dari 1 (satu) bulan
setelah penghentian perjanjian dilakukan.
PASAL 9
PENYELESAIAN PERSELISIHAN

1. Jika terjadi perselisihan sebagai akibat dari pelaksanaan perjanjian ini, maka kedua
belah pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara
musyawarah guna mencapai mufakat.
2. Apabila musyawarah tidak tercapai kata sepakat untuk menyelesaikan melalui jalur
hukum di Pengadilan Negeri Kabupaten Muna.
PASAL 10
PENUTUP

1. Hal-hal yang mungkin timbul sehubungan dengan pelaksanaan perjanjian ini akan
diselesaikan dan diatur bersama dikemudian hari dalam suatu bentuk addendum
atas dasar persetujuan bersama dan merupakan bagian yang mengikat serta tidak
terpisahkan dari surat perjanjian kerjasama ini.
2. Surat perjanjian kerjasama ini ditandatangani di Dinas Kebersihan Pertamanan dan
Lampu Jalan Kabupaten Muna dalam rangkap 2 (dua) dilengkapi dengan materai
cukup dan mempunyai kekuatan hukum yang sama, masing-masing untuk Pihak
Pertama dan Pihak Kedua.
Tampo

Pihak Kedua Pihak Pertama

Hadait Imbu, S. p Wa Ode Listyanti Rahman, S.Kep,Ns


NIP. 19710804 200312 1 004 NIP. 19860212 201001 2 015