Kelainan Tulang & Otot Bawaan


KELAINAN TULANG BELAKANG Tortikolis Kongenital Tortikolis Kongenitalis adalah suatu keadaan dimana leher bayi terpuntir ke salah satu sisi dan kepalanya miring ke sisi tersebut. Keadaan ini biasanya disebabkan oleh: # Cedera pada otot atau pembuluh darah leher selama proses persalinan berlangsung # Kelainan posisi kepala bayi ketika masih berada di dalam rahim # Sindroma Klippel-Feil (penyatuan tulang belakang leher) # Fusi atlanto-oksipital (penyatuan tulang belakang leher pertama dengan tulang tengkorak). Gejalanya bisa berupa: - pembengkakan otot leher - kepala miring ke sisi yang terkena - bahu pada sisi yang terkena tampak terangkat - otot leher tampak kaku - pergerakan leher terbatas - tremor kepala. Tujuan pengobatan adalah meregangkan otot leher yang memendek. Pada bayi dan anak kecil dilakukan peregangang pasif. Jika teknik tersebut gagal, pada usia pra-sekolah dilakukan pembedahan. Skoliosis Kongenitalis Skoliosis Kongenitalis adalah suatu kelainan pada lengkung tulang belakang bayi baru lahir. Kelainan ini jarang terjadi dan biasanya berhubungan dengan gangguan pada pembentukan tulang belakang atau peleburan tulang rusuk. Skoliosis bisa menyebabkan kelainan bentuk yang serius pada anak yang sedang tumbuh, karena itu seringkali dilakukan tindakan pengobatan dengan memasang penyangga (brace) sedini mungkin. Jika keadaan anak semakin memburuk, mungkin perlu dilakukan pembedahan. KELAINAN PINGGUL, TUNGKAI & KAKI Dislokasi Pinggul Bawaan Dislokasi Pinggul Bawaan adalah suatu kelainan bentuk pada persendian pinggul yang ditemukan pada bayi baru lahir atau pada awal masa kanak-kanak. Pinggul adalah suatu persendian bola dan kantung; bolanya adalah kaput femoralis (kepala tulang paha) yang berada di puncak tulang paha, sedangkan kantungnya adalah asetabulum yang berasal dari panggul. Penyebabnya tidak diketahui, tetapi diduga melibatkan faktor genetik. Kelainan yang dirasakan mungkin baru muncul pada usia 30-40 tahun, dan bisa

Clubfoot sejati disebabkan oleh kelainan anatomis. Kelainan ini ditemukan pada 1 diantara 1.Posisi tungkai yang asimetris . Kelainan ini lebih sering ditemui pada: # Anak pertama # Bayi perempuan # Bayi dalam letak bokong # Riwayat dislokasi pinggul pada keluarga. Kelainan ini jarang terjadi tetapi jika terjadi harus segera diatasi. maka keadaan ini bisa diperbaiki dengan pemasangan gips dan terapi fisik. Dislokasi lutut adalah suatu keadaan dimana tungkai bawah pada lutut melipat ke depan.Lipatan lemak paha yang asimetris . Pada bayi yang lebih besar dan anak-anak bisa dilakukan rontgen pinggul.Pergerakan yang terbatas di daerah yang terkena . Pengobatan dini dengan gips bisa memperbaiki clubfoot sejati tetapi biasanya perlu dilakukan pembedahan. Jika tindakan tersebut tidak berhasil atau jika dislokasi diketahui setelah anak cukup besar. Lengkung kaki bisa sangat tinggi atau kaki berputar ke dalam maupun ke luar. bisa digunakan gips yang secara periodik diganti sehingga pertumbuhan tulang tidak terhambat. Torsio femoral adalah suatu keadaan dimana lutut menghadap ke depan atau ke samping. Pemeriksaan yang paling penting adalah USG pinggul. Keadaan ini seringkali membaik dengan sendirinya pada saat anak tumbuh dan mulai berdiri serta berjalan.Setelah bayi berumur 3 bulan : rotasi tungkai asimetris dan tungkai pada sisi yang terkena tampak memendek. Jika tidak terdapat kelainan anatomis.menyerang salah satu maupun kedua pinggul. agar kaput femoralis tetap berada dalam kantungnya. AMPUTASI KONGENITAL Amputasi Kongenital (Missing Limbs) adalah suatu keadaan dimana bayi baru . Dislokasi pinggul bawaan Pada awal masa bayi. Biasanya dilakukan tindakan menekuk lutut bayi secara perlahan ke depan dan ke belakang sebanyak beberapa kali/hari serta memasang bidai agar lutut tetap tertekuk.000 bayi baru lahir. Gejalanya bisa berupa: . bisa dipasang alat untuk memisahkan tungkai dan melipatnya ke arah luar (seperti kodok). maka dilakukan tindakan pembedahan. Jika posisi diatas sulit dipertahankan. Clubfoot (talipes) adalah suatu keadaan dimana bentuk atau posisi kaki terpuntir.

pes planus (kaki datar. Semua penderita memiliki tulang yang rapuh.blue sclerae (bagian putih mata tampak kebiruan).kifosis .Selama persalinan berlangsung.patah tulang . diduga merupakan penyebab terjadinya kelainan ini.tulang yang rapuh . Gejala lainnya yang biasa ditemukan pada osteogenesis imperfekta: . Trias osteogenesi imperfekta terdiri dari: . Penyakit ini terjadi akibat adanya kelainan pada jumlah atau struktur kolagen tipe I. bisa terjadi trauma kepala dan perdarahan otak karena tulang tengkorak sangat lembut. bisa digunakan lengan atau tungkai palsu.kifoskoliosis . Pemakaian talidomid sebagai obat untuk mengatasi morning sickness pada wanita hamil. Agar anggota gerak lebih fungsional. Osteogenesis imperfekta ditemukan pada 1 diantara 20. tetapi patah tulang multipel seringkali menyebabkan kelainan bentuk dan dwarfisme (cebol). OSTEOGENESIS IMPERFEKTA Osteogenesis Imperfekta adalah suatu keadaan dimana tulang-tulang menjadi rapuh secara abnormal. maka kecerdasannya adalah normal.kelainan gigi . punggung kaki melengkung sehingga bagian depan punggung kaki menyentuh lantai) . yang merupakan bagian penting dari tulang.kelainan bentuk pada anggota gerak . Tetapi tidak semua penderita memiliki blue sclerae maupun gangguan pendengaran.000 bayi.postur tubuh yang pendek . Tulang mudah patah sehingga bayi biasanya terlahir dengan banyak tulang yang patah.tuli (gangguan pendengaran konduktif bisa terjadi pada remaja dan dewasa) . bayi bisa meninggal dalam beberapa hari setelah lahir. seluruh telapaknya menyentuh lantai) . tetapi tidak selalu terjadi patah tulang. Penyebabnya tidak diketahui.pektus ekskavatum (kaki cekung.pektus karinatum . Osteogenesis imperfekta merupakan suatu penyakit keturunan.gangguan pendengaran . Jika otaknya tidak terkena. Banyak bayi yang bertahan hidup.pada suatu waktu terjadi lebih dari 1 patah tulang (patah tulang multipel) .lahir tidak memiliki sebuah lengan atau sebuah tungkai atau bagian dari lengan maupun tungkai.patah tulang bisa terjadi setelah cedera ringan maupun sudah ada ketika bayi lahir .

terdapat 4 penyebab dari terbatasnya pergerakan sendi bawaan: 1. Untuk mencegah terjadinya kelainan bentuk. hampir semua sendi terkena. ARTROGIPOSIS MULTIPEL KONGENITAL Artrogiposis Multipel Kongenital adalah suatu keadaan dimana satu atau beberapa sendi melebur atau mengalami kontraktur (memendek) sehingga tidak dapat ditekuk (pergerakannya terbatas). kelainan ini ditemukan pada tangan. tetapi diduga disebabkan oleh: . Beberapa penderita mungkin memerlukan bantuan braces atau tongkat penyangga. bahu.000 bayi baru lahir dan bukan merupakan penyakit keturunan. Pada kasus yang klasik. Tindakan pembedahan terdiri dari pemasangan batang logam pada tulang agar tulang lebih kuat dan untuk mencegah terjadinya kelainan bentuk. Artrogriposis ditemukan pada 1 diantara 3.Demam pada ibu hamil . kelainan ini hanya menyerang sedikit sendi sehingga pergerakan masih mendekati normal.Penyakit otot (misalnya distrofi muskuler kongenital) .- persendian yang lemah hipermobilitas mudah memar tungkai melengkung. termasuk sendi rahang dan punggung. Pada beberapa kasus. pinggul. Pectus excavatum Rontgen tulang bisa menunjukkan adanya tanda-tanda patah tulang multipel. sikut. Diagnosis ditegakkan berdasarkan tes kolagen pada biopsi kulit. pergelangan tangan. Berenang merupakan olah raga yang baik sekali bagi penderita osteogenesis imperfekta. Gizi yang baik dan latihan yang teratur bisa membantu meningkatkan kekuatan tulang dan otot. Pada kasus yang sangat berat. Secara umum. Atrofi otot (pengkisutan otot atau otot tidak terbentuk sebagaimana mestinya). Penyebab yang pasti dari terjadinya atrofi otot tidak diketahui. Osteogenesis imperfekta yang berat dapat dilihat pada pemeriksaan USG yang dilakukan pada kehamilan 16 minggu. setiap patah tulang harus segera diperbaiki. Kontraktur sendi seringkali disertai dengan kelemahan otot sehingga pergerakan penderita menjadi lebih terbatas. Terapi dan rehabilitasi fisik juga bisa dilakukan. kaki dan lutut.

Pemasangan bidai bisa dilakukan untuk meningkatkan latihan peregangan sehingga sendi lebih mudah digerakkan. Kadang pembedahan dilakukan pada lutut. Untuk memperbaiki posisi kaki seringkali digunakan gips. 4. Kelainan bentuk pada sistem saraf pusat dan korda spinalis. Pembedahan biasanya dilakukan pada pergelangan kaki untuk mengembalikan posisi kaki sehingga bisa menahan beban dan berjalan. Misalnya jumlah cairan ketuban yang kurang atau bentuk rahim yang tidak normal. sendi atau lapisan sendi.Infeksi virus selama hamil. sikut dan pergelangan tangan agar posisinya lebih baik atau gerakannya lebih luas. artinya tidak semakin memburuk sejalan dengan bertambahnya usia anak. pinggul. 2.. Pembedahan sebaiknya digunakan sebagai tindakan suportif terhadap tindakan pengobatan lainnya setelah dicapai hasil yang maksimum. Kebanyakan penderita memiliki tingkat kecerdasan yang normal dan ketika dewasa mampu hidup produktif dan mandiri. . Pada beberapa kasus dilakukan pemindahan tendo untuk memperbaiki fungsi otot. biasanya artrogiposis disertai oleh kelainan lainnya. Bahkan dengan terapi fisik dan pengobatan lainnya. Misalnya tendo tidak tersambung dengan sendi pada tempat yang semestinya. Gangguan pembentukan tendo. yang bisa menyebabkan kerusakan sel yang menghantarkan gelombang saraf ke otot. 3. kemungkinan akan terjadi perbaikan fungsi yang berarti. Rahim terlalu sempit untuk pergerakan yang normal. Untuk memperbaiki kekuatan otot dan pergerakan sendi. tulang. Artrogriposis merupakan suatu kelainan yang non-progresif. dilakukan terapi fisik. Pada kasus ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful