You are on page 1of 7

PENGOLAHAN SAYURAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


001 1/1

Ditetapkan,
Direktur RS Borneo Citra Medika

Standart Prosedur Tanggal Terbit


Operasional
1 Januari 2018
dr. Singgih Sidarta Sp.OG
NIP.13011002

Pengertian Proses awal bahan makanan (sayuran ) sebelum dilakukan proses


pengolahan
Adapun yang di maksud dengan sayuran adalah :
1. Sayuran daun (bayam,sawi,kangkung dll)
2. Sayuran buah (labu, ketimun, terong dll)
3. Sayuran umbi (kentang, wortel,dll)
4. Sayuran bunga (bunga kol, brokoli dll)
5. Sayuran kacang-kacangan (buncis,kacang panjang, dll)
6. Sayuran tunas (taoge panjang, taoge pendek, dll)
Tujuan Terselenggaranya proses persiapan sayur sesuai dengan syarat gizi.
Kebijakan Dalam penyelenggaraan pengolahan makanan yang sesuai dengan standart
Gizi RS. Borneo Citra Medika
Prosedur Langkah-langkah pengolahan sayuran sebagai berikut:
1. Sayuran di hilangkan akar dan batang yang tidak terpakai.
2. Sayuran di cuci di air mengalir terlebih dahulu sebelum di potong-
potong kemudian di tiriskan ke keranjang pencuciaan.
3. Sayuran di potong sesuai kebutuhan dan jenis makanan.
4. Sayuran di tempatkan di keranjang yang bersih, siap untuk di masak

Unit terkait Unit pengolahan makanan


PENGOLAHAN BAHAN MAKANAN

No. Dokumen
No. Revisi Halaman
0 1/1

Ditetapkan,
Direktur RS Borneo Citra Medika
Standart Prosedur Tanggal Terbit
Operasional
1 Januari 2018
dr. Singgih Sidarta Sp.OG
NIP.13011002
Pengertian Suatu kegiataan mengubah (memasak) bahan makanan mentah menjadi
makanan yang siap di konsumsi, berkualitas dan aman untuk di konsumsi.
Tujuan Mengurangi resiko kehilangan zat gizi bahan makanan, Meningkatkan
nilai cerna, Meningkatkan dan mempertahankan warna,rasa, kematangan
dan penampilan makanan.
Kebijakan Dalam penyelenggaran pengolahan makanan yang sesuai dengan standart
Gizi RS.Borneo Citra Medika.
Prosedur Setelah dilakukan persiapan bahan makanan dilakukan pengolahan
berdasarkan standart resep.
1. Makanan diet
Makanan diet rendah lemak, diet jantung, diet redah kolesterol,
diet hati, diet rendah purin. Makanan di ambil dari penolahan
sebelum pemberian santan.
Lauk nabati rendah garam
Makanan diet rendah garam (makanan di ambil dari pengolahan
sebelumpemberian garam).
Makanan diet diabetes mellitus (makanan di ambil dari
pengolahan sebelum pemberian gula).
2. Makanan non diet
Setelah makanan diambil untuk makan diet makanan di berikan
bumbu untuk penyesuaian rasa.
Unit terkait Unit penolahan makanan.
PENOLAHAN BUAH

No. Dokumen No. Revisi Halaman


0 1/1

Ditetapkan,
Direktur RS Borneo Citra Medika
Standart Prosedur Tanggal Terbit
Operasional
1 Januari 2018
dr. Singgih Sidarta Sp.OG
NIP.13011002
Pengertian Kegiatan penanganan buah sebelum kegiatan pendistribusian.
Tujuan Mempersiapkan bahan makanan berupa buah sebelum di lakukan proses
distribusi.
Kebijakan Buah di siapkan sesuai siklus buah dan standart porsi. Buah yang di
siapkan bersih dan siap makan.
Prosedur 1. Pramusaji menyiapkan buah dan alat yang digunakan
2. Pramusaji menggunakan sarung tangan plastik untuk
membersihkan buah dari kotoran dengan cara memotong,
mengupas dan membuang bagian yang tidak di gunakan.
3. Buah seperti semangka,melon dan papaya dilakukan pencucian
terlebih dahulu dengan menggunakan air mengalir baru dilakukan
pengupasan kulit. Untuk buah pisang di lakukan pengelapan
dengan lap bersih/tisu makan.
4. Pemotongan buah sesuai dengan berat standart porsi, untuk pisang
dilakukan pemotingan dikedua bagian ujung tanpa mengurangi
bagian buah.

Unit terkait Pramusaji


PERSIAPAN SNACK

No. Dokumen No. Revisi Halaman


0 1/1

Ditetapkan,
Direktur RS Borneo Citra Medika
Standart Prosedur Tanggal Terbit
Operasional
1 Januari 2018
dr. Singgih Sidarta Sp.OG
NIP.13011002
Pengertian Kegiatan persiapan snack sebelum dilakukan proses distribusi ke pasien.
Tujuan Mengemas snack dan pemberian lebel sebelum dilakukan proses
distribusi.
Kebijakan Sanck harus layak konsumsi bagi pasien lebel snack harus sesuai nama,
ruangan dan diet pasien.
Prosedur 1. Ahli gizi operasional ketring mengecek tampilan, tekstur, aroma
dan rasa snack.
2. Ahli gizi operasional catering menimbang berat snack
menggunakan timbangan dan dibandingkan dengan berat standart
snack.
3. Ahli gizi operasional ketring merekap snack sesuai pesanan diet
pasien.
4. Ahli gizi operasional ketring di bantu pramusaji mengemas,
memberi label dan menata snack sesuai dengan pesanan diet
pasien.
5. Ahli gizi operasional ketring di bantu pamusaji mengemas,
memberi label dan menata snack ruangan dan kelas.
6. Ahli gizi operasional ketring mendampingi petugas pramusaji
untuk mengecek kesesuaian snack dengan diet pasien.
Unit terkait 1. Ahli gizi operasional ketring
2. Pramusaji
PENGOLAHAN SUSU DAN SONDE

No. Dokumen No. Revisi Halaman


0 1/1

Ditetapkan,
Direktur RS Borneo Citra Medika
Standart Prosedur Tanggal Terbit
Operasional
1 Januari 2018
dr. Singgih Sidarta Sp.OG
NIP.13011002
Pengertian Proses pengolahan susu untuk pasien
Tujuan Menghasilkan susu yang higienis dan layak dikonsumsi untuk pasien
Kebijakan Dalam penyelenggaraan pengolahan makanan sesuai standart Gizi RS.
Borneo Citra Medika
Prosedur Langkah –langkah pengolahan susu dan sonde sebagai berikut :
1. Susu dibuat dan diproses dengan menggunakan alat yang higienis
2. Susu di buat sesuai volume cairan dan takaran susu formula
3. Pembuatan susu maksimal 30 menit sebelum waktu minum yang
telah ditentukan untuk pasien.
4. Petugas pengolahan susu memakai alat pelindung dari APD
seperti masker.
5. Petugas harus mencuci tangan dengan sabu dan airmengalir
kemudian keringkan denga lap / tisu
6. Petugas harus membersihkan permukaan meja yang akan di
gunakan untuk menyiapkan susu.
7. Petugas membilas peralatan susu (gelas ukur, sendok dan gelas
susu) dengan air hangat yang mengalir sebelum di pakai.
8. Pembuatan susu harus sesuai takaran kedalam gelas susu, setelah
proses pembuatan susu selesai, susu ditutup dengan plastic wrap.
Dan diberikan label pada bagian atas plastic wrap.
9. Susu yang siap di konsumsi diantar 15 menit sebelum waktu
minum susu.
Unit terkait Pramusaji
PENCUCIAN PERALATAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


0 1/1

Ditetapkan,
Direktur RS Borneo Citra Medika
Standart Prosedur Tanggal Terbit
Operasional
1 Januari 2018
dr. Singgih Sidarta Sp.OG
NIP.13011002
Pengertian Kegiatan membersihkan atau mencuci alat makan pasien dari sisa makan
pasien.
Tujuan Alat makan yang digunakan pasien bersih dari sisa makanan dan terbebas
dari penyakit infeksi.
Kebijakan Dalam proses penyelengaraan makanan pasien yang sesuai standart Gizi
RS.Borneo Citra Medika.
Prosedur 1. Pisahkan tempat makan pasien yang infeksius dan non infeksius
2. Pencucian alat makan (piring,sendok,gelas dll) terpisah dengan
nampan
 Alat makan infeksius:
1. Bersihkan peralatan makan dari sisa makanan dan
di buang ketempat sampah
2. Siram dengan air mengalir
3. Peralatan makan di bersihkan dengan sabun cuci
piring khusus untuk peralatan makan infeksius
4. Peralatan makan dibilas dengan air bersih dan
mengalir.
5. Rendam dengan air panas 100°c ± 30 menit
6. Keringkan, kemudian di simpan pad arak alat yang
terpisah.
 Alat makan non infeksius
1. Bersihkan peralatan makan dari sisa makanan dan
di buang ketempat sampah.
2. Peralatan makan di siram dengan air mengalir.
3. Peralatan makan dicuci dengan sabun cuci piring.
4. Peralatan makan di bilas dengan air bersih dan
mengalir.
5. Peralatan makan disusun pada rak alat makan.
Unit terkait Pramusaji
PROSES PENDISTRIBUSIAN MAKANAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


0 1/1

Ditetapkan,
Direktur RS Borneo Citra Medika
Standart Prosedur Tanggal Terbit
Operasional
1 Januari 2018
dr. Singgih Sidarta Sp.OG
NIP.13011002
Pengertian Ditribusi makanan adalah rangkaian kegiatan penyampaian makanan
sesuai jenis dan jumlah porsi pasien yang di layani.
Tujuan Pasien mendapat makanan sesuai dengan kebutuhan diet dan waktu yang
tepat.
Kebijakan Dalam proses penyelenggaraan makanan dan pendistribusian makanan
yang sesuai dengan standrat Gizi RS. Borneo Citra Medika.
Prosedur 1. Makanan yang telah selesai diolah diporsikan sesuai dengan
pesanan diet.
2. Makanan yang telah diporsikan ditutup menggunakan plastic wrap
atau penutup wadah makanan.
3. Makan di distribusikan oleh pramusaji menggunakan troli tertutup
ke ruangan pasien
Jam pendistribusian makanan :
a. Pagi : pukul 07.00 - 08.00
b. Siang : pukul 12.00 – 13.00
c. Sore : pukul 17.00 – 18.00
Alat yang di gunakan :
1. Troli yang tertutup
2. Alat makan yang telah di beri label
3. Makanan sesuai dengan kebutuhan pasien.
Unit terkait 1. Pramusaji
2. Petugas pengolahan makanan
3. Ahli gizi