You are on page 1of 2

Elektrokardiagram (EKG) adalah suatu alat pencatat grafis aktivitas listrik jantung.

Pada EKG
terlihat bentuk gelombang khas yang disebut sebagai gelombang P, QRS dan T, sesuai
dengan penyebaran eksitasi listrik dan pemulihannya melalui sistem hantaran dan
miokardium (Hampto,2006)

EKG yang dibuat menjadi lebih efisien karena mobile, serta biaya pembuatan yang
terjangkau. Sebagai pengukur dari tubuh pasien digunakan hanya tiga buah sadapan, yaitu
RA (right arm), LA (left arm), dan LL (left leg) serta ditambah satu sadapan sebagai
grounding yaitu di RL (right leg) (Setiawan.2010)

Elektrokardiogram (ECG atau EKG) adalah tes non-invasif yangdigunakan
untuk mencerminkan kondisi jantung yang mendasarinyadengan mengukur aktivitas listrik
jantung. Dengan posisi lead (listriksensing perangkat) pada tubuh di
lokasi standar, informasi tentang kondisijantung yang dapat dipelajari dengan mencari
pola karakteristik padaEKG.( Sherwood. 2003).

Bagian sinoatrial (SA) pada jantung berfungsi sebagai pace maker yang akan
menghasilkan pulsa listrik pemicu kontraksi pada otot jantung dibagian serambi kemudian
diteruskan melalui Atrioventriculer (AV) menuju serabut purkinje yang akan memicu
kontraksi otot jantung tersebut dibagian bilik (Price, Sylvia Anderson.2005).

Elektrokardiografi (EKG) adalah alat untuk mengukur biopotensial listrik jantung pada
manusia. Potensial elektrik jantung dipicu oleh potensial aksi yang dibangkitkan oleh SA
node dan AV node, sehingga pola potensial yang terbentuk dan yang terdeteksi oleh
elektrode permukaan akan mengikuti depolarisasi sel jantung selama dilalui oleh potensial
aksi ini. Jantung merupakan sebuah otot yang dapat berkontraksi. Kontraksi otot manapun
akan selalu menimbulkan perubahan kelistrikan yang dikenal dengan istilah potensial aksi.
Potensial aksi yang timbul pada otot jantung (miokardium) dan jaringan transmisi jantung
inilah yang memberikan gambaran kelistrikan jantung (konduksi jantung). Adanya konduksi
jantung dapat menghasilkan impuls listrik secara ritmis yang menyebabkan adanya kontraksi
ritmis otot jantung yang disebut ritme jantung, mengirim potensial aksi melalui otot jantung
dan menyebabkan terjadinya detak jantung (Guyton, 2006).
1.Price, Sylvia Anderson.2005. Patofisologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Jakarta :
EGC
2. Hampton, Jhon R. 2006. Dasar-dasar EKG. Jakarta. EGC
3.. Sherwood. 2003. Fisiologi Manusia. Jakarta : ECG
4. Guyton and Hall., 2006, Textbook of Medical Physiology Eleventh Edition, Elsevier
Saunders, Pennsylvania : 103.
6. Setiawan, A., 2010, Analisa Penentuan Aksis Jantung Sinyal EKG dengan Program Delphi,
Proposal Tugas Akhir Program Diploma IV Departemen