Structure Elevator

I. JENIS ELEVATOR / LIFT Secara umum jenis lift dilihat dari pemakaian muatan dapat digolongkan menjadi 3 (tiga) kelompok, yaitu : 1. 2. 3. Lift Lift Lift Pelayan Penumpang ( Passenger Elevator) Barang ( Freight elevator ) ( Dumb Waiter, lift barang berukuran kecil ).

Secara teknis lift-lift tersebut tidak jauh berbeda secara prinsip. Perbedaan yang nyata pada interior dan perlengkapan operasi dari lift-lift tersebut. Juga pada sistem pengamanan operasi yang dipasang sebagian besar sama, hanya pada dumb waiter sistem pengamanan operasi yang disediakan lebih sederhana. Perbedaan tersebut akan semakin nyata apabila dibandingkan antara lift barang untuk pabrik (besar) dengan lift penumpang yang dipergunakan didalam gedung-gedung diperkantoran. Lift barang untuk pabrik (sesuai dengan kebutuhan) dilengkapi dengan pembuka pintu yang lebih besar, baik dipasang dengan pembukaan secara horizontal (terdiri lebih dari dua pintu) maupun yang dipasang dengan sistem pembukaan pintu vertikal (biasanya terdiri dari dua daun pintu atau lebih) Perbedaan lain juga dapat dilihat pada cara penulisan kapasitas muatannya. Kapasitas digerakan pada COP (Car Operation Panel, Operation Panel Board) didalam kereta biasanya dinyatakan dalarn kilogram (kg) atau (Ib) untuk jenis lift barang, sedangkan untuk penumpang sering dinyatakan dalam jumlah orang (persons) atau kombinasi keduanya. Akan tetapi perbedaan tersebut akan menjadi semakin tipis apabila kita bandingkan lift penumpang dan lift barang yang terpasang dalam gedung perkantoran. Hal tersebut disebabkan karena sebagian besar lift barang yang terpasang didalam gedung hunian dipersyaratkan juga untuk dapat mengangkut penumpang atau orang. Jenis Elevator 1. 2. Observation 3. Service 4. Fireman / dilihat dari penggunaannya, adalah ; Passenger Elevator. Elevator (Panoramic Elevator, Lift Capsul). Elevator (passenger-freight elevator). lift (lift Pemadam Kebakaran). lift

Observation elevator adalah jenis lift penumpang yang sebagian besar pada dindingnya atau pintunya dilengkapi dengan kaca. Sehingga memungkinkan penumpangnya dapat melihat kearah luar. Lift jenis ini biasanya dipasang pada pertokoan atau hotel yang memiliki pemandangan yang bagus.

Dengan kapasitas tegangan motor yang disesuaikan dengan kapasitas angkut . dimana diruangan tersebut terjadinya semua proses pengoperasian elevator berlangsung secara keseluruhan. Ruang mesin ( Machine Room ) Ruang mesin adalah ruang terpenting. Motor penggerak Motor penggerak elevator ini memiliki asupan daya tegangan bolak-balik (Ac) dari PLN yang sangat berperan dalam pelaksanaan kerja elevator.II. yaitu ruang mesin ( Machine Room ) dan ruang luncur ( Hoistway ). motor penggerak ini mempunyai kemampuan putar antara 50 putaran per menit sampai dengan 210 putaran per menit. 1. . Didalam ruang mesin terdapat beberapa alat penggerak elevator. 2. KOMPONEN UTAMA ELEVATOR Komponen utama elevator terdiri dari 2 ( dua ) bagian besar .

pergerakan cepat atau lambatnya elevator diatur oleh PLC (Programable Logic Control) .Motor penggerak ini dilengkapi dengan rem magnet ( magnetic brake ) yang berfungsi menahan motor ketika kereta telah sampai pada lantai yang dituju. B. yaitu : a. Jenis Tarikan Langsung (Drum Type) 2. Penggunaan tenaga listrik lebih boros ( tanpa bobot imbang ). antara lain : a. 3. Motor penggerak dalam menarik dan menurunkan elevator menggunakan tali baja ( rope ) yang melingkar pada puli mesin ( sheave ). Perbedaan pokok dari kedua jenis lift tersebut yaitu : No 1. c. Dilihat dari segi mesin penggerak . hal ini disebabkan adanya beberapa keterbatasan dalam pemakaian.15 m/menit) b. Terbatas 80 start /stop perjam Tidak terbatas (1000m/menit) Terbatas (maks 90 m/menit) Jenis Lift Dengan Traction Motor Lift yang mempergunakan tarction motor dapat dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu : 1. Oleh karena itu lift jenis ini hanya dipergunakan untuk lift-lift dengan kapasitas kecil seperti pada lift perumahan (home elevator) dan (lift pelayan) dumbwaiter. Lift dengan sistem pengerak hidrolis (hydrolic elevator). Drum Type Elevator Cara operasi lift jenis ini seperti crane-crane pada proyek kontruksi bangunan. Lift dengan sistem penggerak dengan motor listrik (traction type elevator). Kapasitas angkut terbatas (maksimal 200 kg). 2. Pemakaian jenis lift ini pada lift penumpang tidak terlalu populer seperti pada lift traksi jenis motor pully. dibagi menjadi 2 (dua ) yaitu : . dengan menggulung tali baja pada tabung gulung. 2. Kecepatan yang dapat dicapai secara teknis terbatas ( +/. Traction Type Elevator Lift jenis ini dapat digolongkan menjadi 2 (dua ) penggolongan. Adapun kelemahan tersebut. Perbandingan Pelayanan Pemakaian Kecepatan Traction Machine Hydrolic tidak terbatas terbatas 20 meter Lebih dari 80 start /stop perjam. Jenis Tarikan Gesek (Traction Drive) 1. Jenis Penggerak Elevator / lift pada umumnya Pada umumnya jenis penggerak lift dapat digolongkan menjadi dua kelompok yaitu : A.

4.1 a. .a.2 Lift traksi motor DC Geared elevator dengan penggerak motor AC geared biasanya dipergunakan pada lift berkecepatan rendah dan sedang. Dilihat dari jenis motor traksi yang dipergunakan dapat menjadi dua (2) jenis.didalam ruang luncur ini terdapat beberapa komponen utama yang tak kalah pentingnya dibandingkan dalam ruang mesin. pengait rem ini berfungsi untuk menghentikan kawat selling dan kawat selling ini menarik rem yang ada di kereta elevator. 5. disinilah elevator menjangkau tiap-tiap lantainya. Selain saklar juga terdapat pengait rem. Pada umumnya lift jenis traksi meletakkan motor traksi dan panel control diatas ruang luncur (hoistway).2 Geared Elevator Gearless Elevator b. panel ini terdapat inverter motor dan program logic control yang berfungsi untuk mengatur geraknya elevator. 3. Governor Governor adalah komponen penggerak utama dalam elevator. Sebaliknya Gearless elevator dengan penggerak motor DC ( AC VVVF ) dipergunakan pada lift kecepatan tinggi. namun demikian dalam beberapa kasus tertentu penempatan motor traksi dan panel control ada yang diletakkan samping bawah atau disamping atas ruang luncur. yaitu : b. Untuk mengatasi masalah dimana ketinggian bangunan yang terbatas.1 Lift traksi motor AC b. Ruang luncur Ruang luncur ini adalah tempat dimana elevator beroperasi berbentuk lorong vertikal. didalam governoor ini terdapat saklar yang berfungsi untuk menonaktifkan semua rangkaian sehingga otomatisasi elevator mati dan tidak berfungsi. Panel Panel ini adalah tempat control elevator secara otomatis.

pada sisi kanan dan kiri terdapat pemandu rail ( sliding guide ) yang berfungsi memandu atau menapaki rail. Pada pintu kereta elevator juga terdapat sensor gerak ( safety ray ) dan sensor sentuh ( safety shoe ) yang terpasang pada pintu kereta dan berfungsi supaya untuk penumpang elevator tidak terjepit pintu elevator. Kereta ( Sangkar ) Kereta elevator beroperasi pada ruang luncur dan menapak pada rail di kedua sisinya. Kereta elevator memiliki pintu otomatis yang digerakkan oleh motor stepper yang . selain itu pula terdapat pendeteksi beban (switch overload) yang terdapat dibawah kereta elevator. didalam kereta elevator juga terdapat tombol-tombol pemesanan lantai ( floor button ) yang akan dituju oleh pengguna elevator.6. Selain pemandu rail ( sliding guide ) juga terdapat karet peredam ( silencer rubber ) yang berfungsi untuk mengurangi kejutan ketika elevator berhenti maupun mulai start.

bekerja berdasarkan sinyal digital yang asalnya dari sensor kedekatan ( proximity ) yang berfungsi menentukan level atau tidaknya lantai. Faktor-faktor yang menentukan berapa berat dari bobot imbang ini diantaranya harus memperhitungkan berat kereta. Apabila salah satu pintu dibuka secara sengaja maka elevator tidak akan bekerja. cara kerja dari saklar pintu ( door contact ) ini adalah saklar di hubungkan kabel saklar pintu ( door contact ) tiap-tiap lantai secara seri. 8. setelah lantai dinyatakan level atau rata maka motor stepper akan membuka pintu secara otomatis. Menjaga peralatan elektronik dari lift jika terjadi arus lebih (over current).Secara mekanik bandul governor akan menjepit sling overnor (rope governor) dan dengan terjepitnya sling ini. b. Menjepit sling governor (catching). 2. Saklar pintu ( door contact ) Saklar pintu ( door contact ) ini termasuk dalam komponen pengaman elevator. Circuit braker Memutuskan sumber (aliran) listrik dari panel induk (sub panel) ke panel control lift. Ada beberapa komponen pendukung kerja elevator antara lain seperti dibawah ini : 1. 9. Saklar batas atas ( final up ) dan bawah ( final down ) Saklar batas atas dan bawah berfungsi untuk mengamankan kereta elevator terhadap kemungkinan terjadinya kelebihan kecepatan. bobot dari bobot imbang ini harus sesuai dengan ketentuan yang ada.maka sling ini akan menarik safety wedge pada unit safety gear/safety . Kunci pintu ( door lock ) Berfungsi untuk mengunci pintu agar pintu tidak dapat dibuka dari luar 3. Saklar Pintu Saklar pintu atau sering disebut dengan door contact adalah salah satu komponen yang termasuk penting dalam pengamanan elevator. Governoor Memutuskan power/aliran listrik ke control panel lift jika governor mendeteksi terjadinya overspeed (kecepatan lebih) pada traffict lift (putaran roda pulley governoornya). Peralatan Pengaman ( Safety Device ) Peralatan pengaman safety device pada lift meliputi a. kapasitas penuh pada kereta dan faktor keseimbangan. Bobot imbang ( counterweight ) Bobot imbang atau counterweight biasanya terpasang dibelakang atau disamping kereta elevator. ini dikarenakan untuk keselamatan pengguna elevator atau bagian perawatan elevator. 7.

Emergency exit (manhole) Penumpang dapat di evakuasasi dari dalam sangkar melalui manhole ini pada saat emergency. Final limit switch (lower/bagian bawah) Merupakan double proteksi untuk menghentikan opersi lift jika limit switch gagal beroperasi. Interphone j. Final limit switch (upper/bagian atas) Merupakan double proteksi untuk menghentikan operasi lift jika limit switch (upper) gagal beroperasi. c. d. Menjaga i. . l. Emergency light (lampu emergency) Lampu emergency akan menyala secara otomatis jika terjadi pemadaman sumber listrik. k. Safety gear/safety wedge Melakukan pengereman (menjepit) terhadap rail jika governor mendeteksi terjadinya over speed. Limit switch (upper/bagian atas) Berfungsi menjaga lift beroperasi melewati batas travel lantai tertingginya. e.Pintu hanya dapat di buka setelah sangkar berhenti.wedge yang terletak di bawah car lift dan akan mencengkaram rail untuk melakukan pengereman secara paksa terhadap lift. g.Lampu ini dapat bertahan rata-rata sampai dengan 15 menit. h.Manhole ini hanya dapat di buka dari sisi luar bagian atas. f.jika pintu ini terbuka lift otomatis akan berhenti. Door lock switch Mencegah pintu terbuka pada saat lift sedang beroperasi (running). Lubang kunci pintu luar Terletak di sisi sebelah atas dari pintu luar lift yang memungkinkan untuk di buka jika ingin melakukan pertolongan darurat pada penumpang jika terjadi emergency. Limit lift switch beroperasi melewati (Lower/bagian batas travel lantai bawah) terendahnya.

n. Sakelar Kebakaran (Fireman Switch) terletak di lobby utama disisi atas hall button. berfungsi mematikan dan menjalankan lift. buffer akan mengurangi terjadinya shock (guncangan).jika weighing device ini aktif pintu lift akan tetap terbuka sampai dengan sangkar di kurang bebannya. tetapi cukup lemas tahan tekukan. d. berfungsi untuk mengaktipkan fungsi fireman control atau fireman operation. Apron Mencegah penumpang terjatuh ke dalam hoistway (ruang luncur lift) pada saat penumpang mencoba keluar ketika lift berhenti tidak level. 11. Tombol Lantai (Hall button ) adalah Tombol pemanggil kereta. b. e. Berfungsi untuk mengetahui posisi masing-masing kereta. o. Sakelar Parkir (Parking switch) terletak di lobby utama didekat tombol lantai (hall button). Lobi lift (Lift Hall) adalah ruang bebas yang lerletak didepan pintu hall lift. Konstruksi tali baja tarik Tali baja tarik khusus untuk lift harus dibuat dari kawat baja yang cukup kuat. p. Lobi lift ( Lift Hall ): a. dimana tali tersebut bergerak bolak balik melalui roda. di hall.Photocell dapat di gunakan secara bersamaan safety shoe ini. Batas patah elemen kawat baja ialah kira-kira 19. Buffer Jika sangkar atau counterweight (beban penyeimbang) bergerak ke arah paling bawah. c.ruang control atau ruang security jika terjadi pemdaman listrik atau hal emergency. Weighing Device (pendeteksi beban) Memberikan / mengaktifkan buzzer alarm pada saat weighing device ini mendeteksi beban sangkar yang berlebih. 10.Penumpang dapat berkomunikasi dengan petugas teknisi (building maintenance) di ruang mesin. m.000 kgf/cm2 atau 190kgf/mm2 (high . Safety shoe Mendeteksi gangguan pada saat pintu akan menutup dan membuka kembali jika mendeteksi sesuatu. Petunjuk Posisi Kereta (Hall indicator) terletak di transom masing-masing lift.

tali dibedakan atas 2 jenis yaitu : 1. tanpa rnenimbulkan keausan berlebihan. dan jarak lintas diatas 200 m. yang jenuh mengandung minyak lumas. artinya 9 kawat diluar. Oleh karena itu overhead harus diperhitungkan tingginya untuk cukup menampung tinggi ruang aman disamping lonjakan kereta setinggi setengah langkah peredam. Lang lay juga lebih tahan terhadap fatigue.1 % hanya dibanding dengan regular lay 0. Regular lay. untuk membedakan dengan tali yang dilengkapi inti kawat baja atau kawat besi yang diberi kode IWC (independent wire core). untuk regular lay batas patah 6500 kgf. jika arah pilinan kawat berlawanan dengan arah lilitan dan strand 2. Adapun tujuannya hanya sebagai bantalan untuk mempertahankan bentuk bulat tali dan memberikan pelumasan pada elemen kawat. Konstruksi tali sering disebut atau ditulis 8x19 atau 8 x 9. Umpama pada tali berdiameter 13 mm. Salah satu manfaat penggunaan kompensasi berat atas tali baja ialah menjaga hubungan traksi T1/T2 konstan sepanjang lintasan. 1 dipusat dan 9 lagi diantaranya. Yang tersebut terakhir tidak memberikan pelumasan dan tidak digunakan untuk lift karena tidak luwes. arah kekiri ataupun kekanan dengan inti ditengah dari serat sisal manila henep. FC (fibre core). kereta akan jatuh kembali ke posisi menggantung dengan menimbulkan tegangan dinamis pada tali baja tarik sesaat. Tali baja kompensasi Tali baja kompensasi dipasang sebagai pengimbang berat tali baja tarik. Tali baja yang dilengkapi inti serat diberi kode FC (fibre core).9. Tekanan pada alur puli lebih kecil sehingga lebih awet dan lebih luwes. Setelah terjadi Ionjakan. Lang lay. Lonjakan kereta dapat terjadi saat bobot imbang membentur peredam di pit. Keuntungan dari lang lay ialah kemuluran tali lebih kecil yaitu 0. Lift dengan lintas rendah sampai 35 m dan berkecepatan dibawah 210 m/menit menggunakan rantai gelang sebagai pengimbang berat tali baja tarik. Kejutan semacam itu juga dapat terjadi saat pesawat pengaman bekerja yaitu kereta meluncur overspeed kebawah tiba-tiba .1. Tiap-tiap pintalan terdiri dari 19 kawat yaitu 9. tetapi batas patah lebih kecil kira-kira 10% dibanding dengan regular lay. terutama pada instalasi lift dengan tinggi lintas lebih dari 35 meter dan lift dengan berkecepatan 210 m/menit keatas. Inti serat sisal dapat juga diganti dengan serat sintetis. setelah lonjakan.9.content carbon steel). Konstruksi tali yang khas untuk lift terdiri dari 8 pintalan yang dililitkan bersama. Dilihat dari segi arah pilinan. jika arah pilinan kawat sama searah dengan lilitan dan stand. Lang lay dipakai untuk instalasi lift berkecepatan tinggi diatas 300 m/menit. sedangkan pada lang lay sebesar kira-kira 5800 kgf.5%. Biasanya 9 elemen kawat baja yang diluar dibuat dari baja "lunak" (130 kgf7mm2) agar menyesuaikan gesekan dengan roda puli dari besi tuang. tidak mempunyai sifat kaku (menendang) saat mau dipasang.1.

Posisi kereta diujung atas dimulai dari tali kendor atau kecepatan Vo = 0. yang dipandu oleh sepasang rel vertikal. maka kereta dapat saja meloncat sampai membentur bagian bawah lantai kamar mesin. Tali kompensasi mempunyai peranan meredam peristiwa lonjakan tersebut. . sehingga bobot irnbang melonjak keatas sesaat dan kembali ke kedudukannya menggantung dengan menimbulkan tegangan dinamis pada tali baja tarik. Jika tali kompensasi tidak dilengkapi dengan teromol penegang yang sesuai. terutama pada lift berkecepatan diatas 210 m/m. maka dipasang roda teromol di pit sebagai penegang tali kompensasi. saat bobot imbang membentur penyangga dan terhenti. Gerakan ayunan naik-turun rumah teromol tersebut perlu diredam dengan satu atau dua buah shock breaker (sejenis yang digunakan pada kendaraan bermotor) yang diikat pada dasar pit sekaligus sebagai penahan kereta agar tidak atau hampir tidak melonjak.dihentikan. Tahapan berikutnya tegangan puncak tali terjadi saat tali baja tarik menahan kereta yang turun kembali dari lonjakan. Teromol tersebut beralur sesuai dengan jumlah dan besarannya tali kompensasi serta duduk pada rumah yang bebas naik-turun mengikuti ayunan. yaitu sesaat setelah bobot imbang membentur penyangga. Untuk mengurangi tegangan dinamis pada tali baja tarik. Peristiwa ini sering disebut oleh teknisi lapangan sebagai peristiwa "jatuh keatas". dan peredam dari bobot imbang tidak dilengkapi dengan saklar pemutus arus.

Lift dapat dibagi menurut fungsinya : a. rumah sakit dsb (sekarang ada juga lift yang mesinnya disamping) 2. Lift uang/ makanan (dumb waiters) d. apartemen. berupa elevator b. yang merupakan alat angkut untuk mengangkut orang atau barang dalam suatu bangunan yang tinggi. hanya terbatas pada 3-4 lantai. tempat meluncurnya beban penyeimbang. Sistem hydrolic Yaitu mesin dibawah. Ruang luncur (hoistway) Tempat meluncurnya sangkar/kereta lift. meletakkan rel peluncur dan beben pengimbang. harus dibuat dari dinding kedap air. Karena letaknya yang paling bawah. terdapat pintu2 masuk ke kereta lift. Sistem gearless Yaitu mesin yang berada diatas. Lift dapat dipasang untuk bangunan yang tingginya lebih dari 4 lantai. hotel. Vertikal . (fright elevator) digunakan untuk menngangkut barang c. Horizontal berupa konveyor c. Miring berupa escalator Elevator Ini sering disebut dengan lift. b. untuk perkantoran. biasanya digunakan untuk lift makanan dan uang. Lift pit Merupakan tempat pemberhentian akhir yang paling bawah. berupa buffer sangkar dan buffer beban penyeimbang. Sekarang system hydrolic juga dipakai untuk penumpang manusia contoh di Bandara Kuala Lumpur Rumah lift dapat dibagi dalam 3 bagian yaitu : a. Bentuk alat transportasi tersebut adalah : a.Sistem Transportasi dalam Bangunan Pertemuan ke 3 (18 & 19 Maret 2008) Suatu bangunan yang besar dan tinggi memerlukan suatu alat transportasi (angkut) untuk memberikan suatu kenyamanan dalam berlalu lintas dalam bangunan. karena kemampuan orang untuk naik turun dalam menjalankan tuganya hanya mampu dilakukan sampai 4 lantai. . Lift barang. Lift penumpang. (passanger elevator) digunakan untuk mengangkut manusia b. Lift pemadam kebakaran (biasanya berfungsi sekaligus sbg lift barang) Untuk menentukan criteria perancangan lift penumpang yang perlu diperhatikan adalah : Type dan fungsi dari bangunan Banyaknya lantai Luas tiap lantai Dan intervalnya Sistem penggerak dalam elevator dibedakan dalam : 1.

Lift untuk kebakaran (barang) Ruangannya tertutup. interior sederhana. . dan tempat control panel (yang mengatur jalannya kereta) Bentuk dan Macam Lift Bentuk dan macam lift tergantung pada fungsi dan kegunaan gedung 1. lebar untuk satu orang kurang lebih 60 cm. Alat ini dipasang di bandara. Interiornya harus tahan kebakaran minimal 2 jam dengan ruang peluncurnya terbuat dari beton (dinding tahan api) Konveyor Konveyor merupakan suatu alat angkut untuk orang atau barang dalam arah yang mendatar/ horizontal. Dipaang dalam keadaan datar atau sudt kemiringan kurang dari 10 derajat. Panjang escalator disesuaikan dengan kebutuhan. untuk 2 orang sekitar 100-120 cm. terminal. Karena terdiri dari segmen tiap anak tangga maka escalator dapat diset untuk bergerak maju atau mundur. Lift Penumpang (yang tertutup) Lift yang sering kita jumpai di kantor keempat sisinya tertutup dan disesuaikan dengan kebutuhan standart. Dengan kemiringan lebih dari 10 derajat sudah masuk kategori escalator. Lift Penumpang (yang transparan) Lift yang salah satu atau semua sisi interiornya tembus pandang (kaca) biasanya disebut juga lift panorama. Alat ini digunakan dalam jarak tertentu (gunanya untuk menghemat tenaga). Standart kemiringan antara 30-35 derajat. 2. pusat perbelanjaan)biasanya diletakkan di Hall 3.c. Lift untuk Rumah Sakit Karena fungsinya untuk RS maka dimensi besarannya memanjang dengan 2 pintu pada sisinya. pabrik Eskalator Eskalator adalah suatu alat angkut yang lebih dititk beratkan pada pengangkutan orang dengan arah yang miring dari lantai bawah miring ke lantai atasnya. Ruang mesin Tempat meletakkan mesin/ motor traksi lift. Ranjang pasien dapat terakomodasi denganlayak 4. digunakan jika terjadi kebakaran. Dalam gedung (mall.Mesin escalator terletak dibawah lantai.

serta human error factor. dan Cargo Lift. saya coba dengan mengetik kata kunci ´Lift Barang´ salah satu key word yang sebenarnya sangat populer.. Sawah besar dan kedua di Plaza Lokasari. ternyata ada berita yang sangat mengejutkan bagi saya. Ada apa dengan lift barang? Faktor yang biasanya terjadi dikarenakan peralatan pengaman atau safety device tidak berfungsi dengan baik atau memang tidak ada. Service Lift. Saya turut prihatin dan sedih atas 2 musibah kecelakaan lift barang yang terjadi ini... Ketika saya telusuri hasil pencarian dihalaman pertama dan kedua google. Bagaimana wujud dari masing-masing lift tersebut? Apa perbedaannya dan bagaimana safety devicenya? Saya akan bahas di tulisan mendatang. Pertama di Ruko Karanganyar permai. Kejadian tidak tersedianya safety device umumnya karena Lift tersebut dibuat bukan oleh perusahaan lift. berbeda sekali bila misalnya anda ketik nama saya ´Ari Wahyudi Lift´ [Jangan dicoba] mungkin yang akan muncul tampilan saya bersama artis cantik dan sexy.June 22. Semoga.. Mangga besar keduanya di Jakarta. Definisi lift barang sendiri di Indonesia masih agak rancu karena ada Freight Lift. Siang ini saat mau cek tayangan iklan adwords di Google. berharap tidak akan ada lagi kecelakaan lift. Ada dua musibah lift yang terjadi di Jakarta pada bulan Maret dan Juni yang berkaitan dengan Lift. 2010 Lift Barang oh Lift Barang . ternyata iklan websiteku di google tidak tayang hari ini. Kedua musibah terjadi pada Lift Barang. Faktor lainnya mungkin terjadi karena safety device tersebut rusak tetapi karena minimnya anggaran perawatan dan penggantian spare parts maka fungsi dari safety diabaikan. .

Service Elevator atau Lift Service adalah lift yang digunakan untuk service atau pelayanan. Service Elevator dan Cargo lift. liftpun mengalami perkembangan teknologi. Sering kali sebagai pemasar lift kita mesti menjelaskan kepada calon pembeli mengenai jenis lift yang tepat sesuai kebutuhannya. Adapun sesungguhnya. Untuk lift tamu dipasang di Lobby hotel dan Lift service dipasang dibagian belakang. yaitu Freight Elevator. Mesin penggerak bisa Geared Traction Machine ataupun Gearless Traction Machine. Pada kesempatan kali ini yang akan dibahas adalah mengenai Lift Barang. biasanya dipakai di hotel maupun Office Building. Lift barang adalah lift yang digunakan untuk mengangkut barang. Freight Elevator atau Freight Lift adalah lift barang yang menggunakan teknologi mesin penggerak tarikan tidak langsung. Meskipun lift ini dimensinya sama dengan lift penumpang dan berfungsi juga untuk mengangkut penumpang. tetapi karena difungsikan untuk service. Umumnya Cargo Lift didesain menggunakan mesin penggerak tarikan langsung tanpa adanya beban penyeimbang (counter . dimana beban sangkar di imbangi dengan counterweight. Elevator atau biasa disebut lift pertama kali diciptakan dengan safety system pada tahun 1853 oleh Elisha Graves Otis. Mesin penggeraknya adalah tarikan tidak langsung sama seperti Freight Elevator. Lift barang di Indonesia masih diasumsikan dengan 3 type lift. Seiring waktu berjalan. Lift Service sama persis dengan Lift penumpang baik dari mesin penggerak maupun dari ukuran sangkar lift. lift penumpang untuk tamu dan lift untuk pelayanan / service dipisah. Sesuai kebutuhannya untuk mengangkut barang maka dimensi sangkar (car lift) dibuat dengan ukuran besar. tipe lift ini di Indonesia penyebutannya masih sangat rancu. lift jenis ini yang tidak ada standardisasinya. 2010 Lift Barang oh Lift Barang . namun ukuran sangkar dimensinya sama persis dengan Lift Penumpang dan bukaan pintunya adalah Automatic Centre Opening. Cargo Lift. baik dari mesin penggerak maupun control system. pada lift ini penumpang boleh naik. Secara system. Pada umumnya di hotel. Pada lift ini pintu menggunakan automatic opening dengan bukaan pintunya side open dari kanan ke kiri.June 24. (2) Sesuai janji saya untuk melanjutkan penulisan tentang Lift Barang maka pada pagi ini saya akan berbagi informasi tentang apa sih Lift Barang itu? Bila anda belum sempat baca tulisan sebelumnya Klik disini. maka lift inipun dipakai untuk mengangkut barang. adapun yang membedakannya adalah finishing sangkar dan pintunya lebih sederhana dan simple. dan Otis hingga kini menjadi salah satu perusahaan lift terbesar didunia.

Pada lift ini pintunya umumnya dibuat manual open. Seringkali lift ini juga disebut Hoist Lift. Pada saat governor bekerja maka governor switch akan mematikan power di control panel sehingga mesin akan berhenti. selain itu juga governor akan mengaktifkan safety gear / safety brake disangkar untuk bekerja. bisa menggunakan Harmonica Door atau Folding gate. alat ini dipasang diruang mesin. bila liftnya type roomless maka governor akan dipasang di overhead shaft lift. Jadi Lift mana yang anda butuhkan«? July 13. Limit switches. atau bahkan swing door dengan material steel painted maupun wire mesh. Secara system lift ini tidak dapat disebut sebagai elevator tetapi digolongkan sebagai pesawat angkat. Alat ini akan bekerja jika kecepatan perjalanan sangkar lift ke bawah lebih cepat 10% dari kecepatan normal. Elevator device ini mutlak ada pada setiap jenis elevator. 3. 2010 Lift Barang oh Lift Barang . 2.(3) Mengapa hoist lift sama sekali tidak boleh untuk mengangkut penumpang/orang? Berikut ini akan kami sampaikan mengenai Elevator safety device.. peralatan ini dipasang pada lantai paling bawah dan paling atas. Lift ini sama sekali tidak boleh digunakan untuk mengangkut Penumpang. Mesin penggeraknya biasanya Electric Chain hoist atau Electric Rope Hoist.weight). sehingga sangkar lift juga akan berhenti. . Circuit breaker. Peralatan-peralatan safety dimaksud adalah : 1.. Over speed governor. Mengingat lift ini tidak ada standardisasi maka dimensi sangkarnyapun dapat dibuat sesuai dengan kebutuhan. Peralatan ini untuk mencegah terjadinya over travel lift baik saat lift naik maupun saat lift turun. alat ini berfungsi untuk melindungi peralatan control panel lift dari kelebihan voltage ( over current).

safety breake atau safety wedge. Safety gear ini akan bekerja dengan menjepit guide rail dan akan menghentikan sangkar lift. peralatan ini dipasang terintegrasi dengan door lock device. peralatan ini bekerja secara electrical. 5. peralatan ini berfungsi untuk komunikasi dari dalam sangkar lift ke control room atau ke ruang mesin lift apabila dalam keadaan darurat. lampu darurat ini berfungsi bila power listrik listrik gedung mati. 7. Emergency exit. Emergency lighting. peralatan ini berada dibagian atas tiap pintu landing.4. 13. Stop. peralatan ini berfungsi untuk mencegah agar pintu landing tidak dapat dibuka dari luar bila sangkar tidak berada pada posisi level dengan pintu dimaksud. 9. Load weighing device. Peralatan ini biasanya disebut safety gear. Lampu ini minimal harus dapat bertahan sekitar 30 menit. peralatan ini dipasang pada sangkar lift. Peralatan ini bisa berupa safety door edge dilengkapi foto sensor atau bisa juga menggunakan light curtain. Pintu ini hanya digunakan dalam kondisi sangat darurat dimana sangkar lift tidak dapat diarahkan ke lantai terdekat. Door lock device. Pintu darurat dipasang pada plafond sangkar lift. peralatan ini akan berfungsi apabila sangkar lift kelebihan beban. apabila pintu dibuka maka lift tidak akan dapat difungsikan untuk jalan. Safety Gear device. Peralatan ini digunakan untuk membuka pintu landing apabila dalam kondisi darurat dan pintu lift tidak dapat bekerja secara normal. peralatan ini untuk mencegah penumpang jatuh ke dalam shaft lift bila dalam . Pintu ini hanya bisa dibuka dari atas sangkar. Hall Door unlocking device. Safety door device. pintu ini biasanya tertutup oleh ceiling sehingga dari dalam lift tidak terlalu kelihatan. 12. atau dalam kondisi tidak aman bila menggunakan pintu lift untuk evakuasi. 6. 11. Bila terjadi overspeed saat kereta meluncur kebawah maka governor akan bekerja untuk mengaktifkan safety device ini. Interphone system. 10. peralatan ini berfungsi untuk membuka pintu kembali disaat pintu akan menutup tetapi ada objek yang menghalanginya. 8. Pada peralatan ini dilengkapi dengan buzzer alarm yang menunjukan lift overload. Appron. Door safety switch. Alarm akan berhenti berbunyi dan lift dapat berfungsi normal kembali bila beban dikurangi.

6. 4. Door safety device. 2. Safety block. Peralatan ini berfungsi untuk menahan benturan apabila sangkar atau counter weight over travel ke bawah. Sehubungan terbatasnya safety device pada lift hoist maka janganlah pernah digunakan untuk mengangkut penumpang. Circuit breaker. Berada di area bawah sangkar dan dibawah counter weight. 5. kadang-kadang tidak tersedia. Limits switch. Buffer. Lift barang memang di design hanya untuk barang dan digunakan untuk mengangkut barang saja bukan orang. Saya sendiri tidak pernah berani untuk naik di lift barang. meskipun kapasitas angkutnya 25 kali lipat dari berat badan saya.keadaan darurat penumpang dievakuasi dari dalam sangkar namun sangkar lift tidak level dengan pintu landing. 3. biasanya pada hoist lift peralatan safety yang tersedia hanya meliputi : 1. Pada hoist lift tidak semua peralatan tersebut diatas tersedia. . Door lock device. Buffer. peralatan ini dipasang pada pit room. peralatan ini berbeda dengan safety gear karena safety block hanya akan berkerja bila wire rope atau chain dari hoist machine-nya putus. 14. FOR GOODS ONLY ± NO PASSENGER.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful