METODE NUMERIK A.

GALAT
Metode numerik adalah suatu metode yang digunakan untuk menyelesaikan problema-problema yang disajikan dalam model matematika dengan menggunakan sekumpulan operasi aritmatika sederhana dan operasi logika pada sekumpulan data numerik yang disajikan. Operasi-operasi tersebut biasanya merupakan operasi-operasi yang dapat dilakukan oleh komputer. Metode komputasi yang digunakan disebut algoritma. Proses penyelesaian mungkin memerlukan puluhan sampai jutaan operasi, tergantung pada kompleksitas problema yang harus diselesaikan, tingkat keakuratan yang diinginkan, metode yang dipakai dan sebagainya. Apabila jumlah operasi hitung yang diperlukan hanya berjumlah puluhan, maka problema dapat diselesaikan secara manual atau dengan menggunakan kalkulator. Tetapi bila problema memerlukan jutaan operasi hitung, maka penyelesaiannya harus dilakukan dengan bantuan komputer berkecepatan tinggi. Disinilah kemajuan teknologi komputer memegang peranan penting dalam komputasi numerik. Meskipun demikian, pemilihan metode yang efisien merupakan aspek lain yang menjadi perhatian dalam komputasi numerik. Hal ini akan semakin terasa di dalam menyelesaikan problema-problema berskala besar yang melibatkan ribuan variabel. 1.1. Sumber-sumber Galat Selain kecepatan, aspek lain yang sangat penting untuk diperhatikan di dalam komputasi numerik adalah keakuratan penyelesaian yang diperoleh. Hal ini disebabkan penyelesaian yang diperoleh melalui komputasi numerik umumnya merupakan solusi hampiran, yang tentunya terdapat beberapa galat (kesalahan numerik). Beberapa sumber galat (error) pada suatu solusi hampiran yang diperoleh dengan menggunakan suatu metode komputasi numerik, yaitu: 1. Model matematika untuk suatu fenomena alam. 2. Galat bawaan dari data masukan (parameter masukan). 3. Metode penyelesaian.

Kekurangcermatan manusia dapat menyebabkan kesalahan di dalam merumuskan model matematika suatu fenomena alam dan hasil pengukuran (kesalahan membaca alat ukur). Keterbatasan mesin hitung. 2. Adanya pembulatan di dalam melakukan operasi-operasi aritmatika atau operasi– operasi jenis lain pada bilangan-bilangan yang terkait. yaitu galat yang berkaitan dengan penggunaan sejumlah terbatas angka signifikan. sekalipun penyelesaiannya diperoleh menggunakan metode eksak. Tingkat keakuratan suatu model matematika dalam menjelaskan suatu fenomena alam diuji dengan membandingkan hasil-hasil beberapa eksperimen dan beberapa hasil penyelesaian khusus menggunakan beberapa parameter masukan. Pemakaian alat ukur yang tidak akurat juga akan menghasilkan pengukuran (data) yang mengandung galat. kesalahan data awal. Galat ini dapat terjadi karena adanya pemotongan deret tak berhingga yang menyangkut perhitungan nilai suatu fungsi atau nilai desimal. Selain sumber-sumber tersebut. yaitu galat yang berkaitan dengan metode numerik yang dipakai. Galat pemotongan (truncation error). Galat bawaan (inherent error). kalkulator atau komputer. dan sejenisnya.4. Dari uraian di atas. dan karena penghentian proses perhitungan. . penggunaan alat ukur dan penggunaan mesin hitung. yaitu galat yang dapat disebabkan oleh kesalahan hasil pengukuran. Galat yang disebabkan oleh kekurang-telitian model matematika dan oleh galat bawaan dari data masukan bersifat inherent (bawaan/melekat). Galat pembulatan (rounding off error). kesalahan numerik juga dapat disebabkan oleh kekurang-cermatan manusia (human error). Galat ini mungkin tetap ada. dapat disimpulkan bahwa galat dalam komputasi numerik dapat dikelompokkan menjadi tiga macam. 3. kalkulator atau komputer dalam menyajikan suatu bilangan akan menghasilkan kesalahan-kesalahan pembulatan atau pemotongan. yaitu: 1.

.2 ) menjadi a− ^ ε r A≈ a − a^ a^ . . . .. mengingat hakekat komputasi numeric menggunakan metode– metode hampiran nilai. .. . . . dalam perhitungan penyebut dalam galat relatif sering digunakan nilai hampiran. . . Nilai ε = a − aˆ ……………… …………… …….3. .2. . . . . Nilai eksak = nilai hampiran_galat Galat relatif = nilai eksak . . Dengan kata lain.( . . . . 1..….1. . . . . . ). . . . .. . Oleh karena nilai a biasanya tidak diketahui.(1. . . dan nilai εr= .1 Pengertian galat Misalkan aˆ adalah suatu nilai hampiran numerik untuk nilai numeric eksak a yang tidak diketahui. Galat Hampiran Pemahaman tentang galat di dalam komputasi numerik merupakan sesuatu yang tidak dapat diabaikan.2 . . .1.. .2) . . . . . . . sehingga persamaan (1. 1.. a asalkan a ≠ 0 disebut galat relatif.. . ( galat Persamaan (1. sedangkan ε a^ disebut galat mutlak. . . . .1) disebut galat.3) disebut galat relatif hampiran.

2. Bilangan 0.0001. Misalkan x adalah nilai eksak.. d 1 d 0 d −1 d −2 .  Dalam hal ini. Dalam hal ini digit 0 di sebelah kanan tidak dihilangkan. n  x = ±d n d n −1 d n −2 . Bilangan -0. Bilangan 0. 1. Angka Signifikan 1.. d k − . Jika bagian bulat suatu bilangan hampiran memiliki lebih banyak angka signifikan dari pada cacah–cacah digit benar.000068 memiliki 2 angka signifikan.034400 adalah dua hampiran yang berbeda. Misalkan suatu hampiran bilangan x dinyatakan sebagai.034400 memiliki galat mutlak tidak lebih daripada 10 −6 .2.2. Dari notasi ini. Jika suatu nilai hampiran ditulis tanpa menyebutkan galat mutlaknya..047 memiliki 5 angka signifikan.390× 10 5 . 0. jika k adalah bilangan bulat positip terbesar yang memenuhi Contoh : 1. Bilanganbilangan hampiran  x −x 10 −k < x 2 . Bilangan 0.00250 memiliki 3 angka signifikan. jelaslah bahwa x mempunyai tiga angka signifikan. yaitu 2. d −m disebut angka 1 signifikan... menghampiri x sampai k angka signifikan. Suatu digit d k dikatakan benar jika ε = x − x ≤ 10 − k  x adalah nilai hampirannya. sedangkan bilangan 0.  x dikatakan 3. k −m jika d k >0 dan d j = 0 untuk j > k. maka sebaiknya digunakan notasi normal. 5. bilangan 0. misalkan   x = 0. Bilangan 25.100068 memiliki 6 angka signifikan. 4. Sebagai contoh.. maka digit-digit d k . yaitu 6 dan 8.0344 dan 0.0344 memiliki galat mutlak tidak melebihi 0..* ε ≤ ε * dan εrA berturut-turut disebut batas galat mutlak dan batas galat hampiran. 3.  2. maka hanya digit-digit yang benar yang ditulis. notasi x = 39000 tidak disarankan. d −m = ±∑d k 10 k .

Nilai-nilai 3. hasilnya berturut-turut adalah 3.sebelumnya ditulis sebagai 0. -0. 2. 2. digit di depannya ditambah 1 nilainya. Jika digit pertama yang dibuang lebih atau sama dengan 5.  sedangkan hampiran y = 0.3 .009974 jika dibulatkan berturutturut sampai dua.14 . Notasi yang sering digunakan untuk menuliskan suatu hampiran adalah: x= x ±ε yang berarti nilai x memenuhi ketidak-samaan x −ε ≤ x ≤ x +ε . Sebagai contoh: x = 2. Cara melakukan pembulatan suatu nilai hampiran menggunakan aturan sebagai berikut: 1.030 mempunyai lima digit signifikan dan tiga digit benar di sebelah kanan titik pecahan. digit di depannya tidak berubah. .0100.017 Perlu dibedakan antara cacah digit signifikan benar dengan cacah digit benar di sebelah kanan titik pecahan pada suatu nilai hampiran. hampiran x = 25.315 jika dibuang sampai dua angka desimal (di belakang “koma”). Contoh : 1. Pembulatan artinya mengurangi cacah digit pada suatu nilai hampiran dengan cara membuang beberapa digit terakhir. 1.0025 dan 84. Jika digit pertama yang dibuang kurang dari 5.34400× 10 −1 . Disini besaran ε ditulis dengan cacah digit signifikan yang kurang daripada cacah digit signifikan pada x . Misalkan.730 ± 0.316 dan 3. Nilai-nilai 2. -0.344× 10 −1 dan 0. hasilnya adalah 2.003 dan 84.00404 mempunyai tiga digit signifikan benar dan lima digit    benar di sebelah kanan titik pecahan. 2. Galat Pembulatan (Rounding Off Error) Pembulatan bilangan sering dilakukan di dalam proses komputasi. sedangkan galat relatifnya ditentukan oleh cacah digit signifikan. tiga dan empat angka desimal (di belakang “koma”).32.324 .14159 . Jadi galat mutlak suatu nilai hampiran seutuhnya ditentukan oleh cacah digit benar di sebelah kanan titik pecahan.

4 . Pengulangan pembulatan tidak disarankan dalam 2 komputasi numerik. d k x10 n . karena akan memperbesar galat.34461 dibulatkan sampai tiga angka desimal hasilnya 18. jika langsung dibulatkan sampai dua angka desimal hasilnya adalah 18.. Jika hanya diambil 2 4 8 pertama.00539.34.1 ≤ d j ≤ 9 untuk j>1. jika nilai 18. sedangkan galat sekali pembulatan senilai 0. Akan tetapi. maka diperoleh hampiran 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1023 + + + + + + + + + = 2 4 8 16 32 64 128 256 512 1024 1024 dalam hal ini terdapat galat pemotongan sebesar 1.. Galat Pemotongan (Truncation Error) Pengertian galat pemotongan biasanya merujuk pada galat yang disebabkan oleh penggantian ekspresi matematika yang rumit dengan rumus yang lebih sederhana. Dalam hal ini. kita tahu bahwa deret sepuluh suku 1 1 1 + + + .Jelaslah bahwa galat mutlak pembulatan sampai k angka desimal (di belakang “koma”) tidak lebih dari 10 −k . Istilah ini berawal dari kebiasaan mengganti suatu fungsi rumit dengan deret Taylor terpotong (hanya diambil berhingga suku).1 Pemangkasan dan Pembulatan 1 1024 Perhatikan bahwa setiap bilangan riil x dapat dinyatakan dalam bentuk desimal normal sebagai berikut: x = ±0..345 dan jika dibulatkan lagi sampai dua angka desimal menjadi 18..35. 1. bilangan x disajikan sebagai . d 1 d 2 d 3 . Galat dua kali pembulatan sebesar 0. Contoh : 1. konvergen ke satu nilai. Misalkan k adalah maksimum banyaknya digit desimal yang digunakan oleh komputer untuk melakukan komputasi titik kambang. Sebagai contoh. dengan 1 ≤ d 1 ≤ 9.4.00461.

Interpolasi Linier Menentukan titik-titik antara dari 2 buah titik dengan menggunakan garis lurus. INTERPOLASI 1.fl chop ( x ).. B.y2) dapat dituliskan dengan : y − y1 x − x1 = y 2 − y1 x 2 − x1 Sehingga diperoleh persamaan dari interpolasi linier sebagai berikut : . d k x10 n . Gambar 1..y1) dan P2 (x2. Kurva untuk interpolasi linier Persamaan garis lurus yang melalui 2 titik P1(x1. 0 dengan 1 ≤ d1 ≤ 9 dan 1 ≤ d j ≤ 9 untuk 1 < j ≤ k . yang didefinisikan sebagai fl chop ( x ) = ± . d 1 d 2 d 3 . Bentuk ini disebut penyajian titik kambang terpangkas (chopped floating point representation) x .

y2). Tampilkan nilai titik yang baru Q(x. Tentukan nilai x dari titik yang akan dicari 3. hitung nilai y dengan : y= y 2 − y1 ( x − x1 ) + y1 x 2 − x1 4. Tentukan 2 titik p1 dan p2 dengan koordinatnya masing-masing (x1.y) digunakan interpolasi kuadratik sebagai berikut : . p3(x3. Gambar 2 Kurva untuk interpolasi Kuadratik Untuk memperoleh titik Q(x.y1) dan (x2.y1).y2) 2.y) 2. Interpolasi Kuadratik Interpolasi kuadratik digunakan untuk mencari titik-titik antara dari tiga buah titik p1(x1.y= y 2 − y1 ( x − x1 ) + y1 x 2 − x1 Algoritma interpolasi Linier : 1. p2(x2.y3) dengan menggunakan pendekatan fungsi kuadrat.

y3) 2. + a n −1 x3 2 n −1 ……………………………………………. p3(x3.y3).y1).. Interpolasi Polinomial Interpolasi polynomial digunakan untuk mencari titik-titik antara dari n buah titik p1(x1. 3 y n = a0 + a1 x n + a 2 x n + a3 x n + .. + a n −1 x n −1 masukkan nilai dari setiap titik kedalam persamaan polynomial diatas dan diperoleh persamaan simultan dengan n persamaan dan n variable bebas : y1 = a 0 + a1 x1 + a 2 x1 + a3 x13 + .. p2(x2. Tampilkan nilai x dan y 3. Tentukan nilai x dari titik yang akan dicari 3...…. + a n −1 x n 2 n −1 .y = y1 ( x − x 2 )( x − x3 ) ( x − x1 )( x − x3 ) ( x − x1 )( x − x 2 ) + y2 + y3 ( x1 − x 2 )( x1 − x3 ) ( x 2 − x1 )( x 2 − x3 ) ( x3 − x1 )( x3 − x 2 ) Algoritma interpolasi kuadratik : 1.y1). + a n −1 x1 2 2 n −1 n −1 3 y 2 = a 0 + a1 x 2 + a 2 x 2 + a3 x 2 + .y2).. pn(xn.y2).. p3(x3. + a n −1 x 2 3 y 3 = a 0 + a1 x3 + a 2 x3 + a3 x3 + .. Hitung nilai y dari titik yang dicari menggunakan rumus dari interpolasi kuadratik : y = y1 ( x − x 2 )( x − x3 ) ( x − x1 )( x − x3 ) ( x − x1 )( x − x 2 ) + y2 + y3 ( x1 − x 2 )( x1 − x3 ) ( x 2 − x1 )( x 2 − x3 ) ( x3 − x1 )( x3 − x 2 ) 4.yn) dengan menggunakan pendekatan fungsi polynomial pangkat n-1: y = a 0 + a1 x + a 2 x 2 + ... p2(x2. Tentukan 3 titik input p1(x1.

N 3.…. Menghitung nilai y dari fungsi polynomial yang dihasilkan y = ∑a i x i i =0 N −1 8.Penyelesaian persamaan simultan diatas adalah nilai-nilai a0. a2. a3. Memasukan nilai x dari titik yang diketahui 7. j=1 xn 2 xn … n 1 xn − yn 4.3. Memasukan titik-titik yang diketahui P1(x1. a1.y1) untuk i = 1.. …. n).2.y) 4. 0 ≤ i ≤ n −1} 6. a = {a i Ιa i = j (i. Menampilkan titik (x. Menyusun koefisien fungsi polynomial berdasarkan penyelesaian persamaan simultan diatas.. Menyelesaikan persamaan simultan dengan augmented matrik diatas dengan menggunakan metode eliminasi gauss/Jordan 5. Dengan memasukan nilai x dari titik yang dicari pada fungsi polinomialnya akan diperoleh nilai y dari titik tersebut. Menyusun augmented matrik dari titik-titik yang diketahui sebagai berikut : j=1 j=1 j=1 x1 x2 x3 2 x1 2 x2 2 x3 … … … n 1 x1 − n 1 x2 − n 1 x3 − y1 y2 y3 …………………………………. Algoritma interpolasi polynomial : 1. an yang merupakan nilai-nilai koefisien dari fungsi pendekatan polynomial yang akan digunakan. Menentukan jumlah titik N yang diketahui 2. Interpolasi Lagrange .

Tentukan titik-titik Pi(xi.yi) yang diketahui dengan i = 1. p2(x2. Hitung nilai y dari titik yang dicari dengan formulasi interpolasi lagrange y = ∑ y1 Π i =1 j ≠i N (x − x j ) ( xi − x j ) 5. Tentukan x dari titik yang dicari 4.2. Tentukan jumlah titik (N) yang diketahui 2.…. p3(x3.y1). Tampilkan nilai (x.Interpolasi Lagrange digunakan untuk mencari titik-titik antara dari n buah titik p1(x1.y2).N 3.yn) dengan menggunakan pendekatan fungsi polynomial yang disusun dalam kombinasi deret dan didefinisikan dengan : y = ∑ y1 Π i =1 j ≠i N (x − x j ) ( xi − x j ) Algoritma interpolasi lagrange 1.…. pn(xn.y) .y3).3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful