You are on page 1of 8

EFISIENSI DAN KAPASITAS PENYERAPAN FLY ASH SEBAGAI

PENYISIHAN MINYAK DAN LEMAK DARI LIMBAH CAIR


HOTEL DENGAN METODE MULTI SOIL LAYERING (MSL)

Tivany Edwin1), Shinta Elystia2), Diana Amelia1)


Shinta Indah1), Denny Helard1)
1)
Laboratorium Air Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Andalas
2)
Laboratorium Pencegahan Pencemaran Lingkungan Jurusan Teknik Lingkungan
Universitas Riau
Email: tivani_edwin@yahoo.co.id

ABSTRAK

Metode Multi Soil Layering (MSL) diujicobakan untuk menyisihkan minyak dan lemak pada limbah
cair hotel yang berasal dari dapur dan laundry. Hasil analisis karakteristik limbah cair tersebut
menunjukkan bahwa konsentrasi minyak dan lemak melebihi baku mutu Surat Keputusan Gubernur
Sumatera Barat Nomor 26 Tahun 2001 tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Hotel di
Propinsi Sumatera Barat. Pada penelitian ini digunakan 2 buah reaktor berbahan akrilik dengan
dimensi 50 x 15 x 100 cm, terdiri dari dua macam lapisan batuan kerikil berdiameter 3-5 mm serta
lapisan yang terdiri dari campuran tanah dan material organik. Kedua reaktor dibedakan atas
material organik, dimana reaktor 1 terdiri dari campuran tanah andisol dan arang, sedangkan
reaktor 2 terdiri dari campuran tanah andisol dengan serbuk gergaji. Limbah cair dialirkan pada
Hydraulic Loading Rate (HLR) dengan variasi 500, 750, dan 1.000 l/m 2hari. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kedua reaktor mampu menyisihkan minyak lemak dengan efisiensi 27,8 -89,5
% pada reaktor 1, serta efisiensi 23,8-62,5% pada reaktor 2. Variasi material organik dalam
campuran tanah berpengaruh pada efisiensi penyisihan konsentrasi minyak dan lemak, dimana
secara keseluruhan reaktor 1 lebih baik dalam menyisihkan minyak dan lemak dibandingkan
reaktor 2. Efisiensi penyisihan minyak lemak didapatkan lebih tinggi pada reaktor 1 dengan
pengaliran limbah cair pada HLR 500 l/m2hari. Secara umum MSL dapat menyisihkan minyak dan
lemak pada limbah cair hotel.

Kata Kunci : MSL, limbah cair hotel, minyak dan lemak

ABSTRACT

Multi soil layering (MSL) method was tested to remove oil and grease in a hotel laundry and
kitchen waste water which was exceeded water quality standard on hotel wastewater quality
standard issued by West Sumatera Governor Number 26 Year 2001. There were two acrylic
reactors utilized in this research with dimension of 50 x 15 x 100 cm. Each reactor aws arranged
with layers of 3-5mm diameters gravels and soil and organic materials mixtures, organic material
used were different in each reactor. Reactor 1 used charcoal as organic material in soil mixture,
while reactor 2 used sawdust. Waste water was set to flow at 500, 750, and 1.000 l/m2day Hydraulic
Loading Rate (HLR). The results showed that both reactors were able to remove oil and grease with
efficiency range of 22.8,-89.5% by usnig Reactor 1, and 23.8-62.5% by using Reactor 2. The
difference in organic material on soil mixture affected the removal efficiency which was higher in
Reactor 1. Removal efficiency of oil and grease the highest at HLR of 500 l/m2day compared to
other rates. Generally, MSL is able to remove oil and grease from hotel waste water.

Keywords: MSL, hotel waste water, oil and grease


Efisiensi dan Kapasitas Penyerapan Fly Ash sebagai Penyisihan Minyak dan Lemak dari Limbah Cair dengan Metode MSL

PENDAHULUAN TSS, minyak dan lemak, detergen,


Limbah cair adalah buangan yang serta total coliform.
kehadirannya pada suatu saat dan di Multi Soil Layering (MSL) merupakan
tempat tertentu serta tidak memiliki salah satu metode pengolahan limbah
nilai ekonomi dalam bentuk cair. cair yang memanfaatkan tanah sebagai
Limbah cair yang dibuang langsung ke media utama, dengan jalan
badan air akan menyebabkan meningkatkan kemampuan tanah
pencemaran. Salah satu limbah cair tersebut melalui perubahan
berdasarkan jenisnya adalah limbah strukturnya. Struktur dibentuk seperti
cair domestik. Limbah ini berasal dari lapisan batu bata. Faktor yang paling
aktivitas keseharian manusia, seperti mempengaruhi dalam metode MSL
air kamar mandi, kloset (limbah tinja), adalah kondisi aerob dan anaerob
dapur, air cucian dan sebagainya. sistem. Untuk itu metode ini memakai
Limbah domestik ini mengandung material material organik dalam
sisa-sisa bahan organik, detergen, campuran tanah sebagai lapisan
minyak, kotoran manusia, dan saat ini anaerob, sedangkan lapisan aerob
di dalam limbah domestik pun terdiri dari kerikil dan batuan lainnya
dijumpai zat-zat kimia yang (Wakatsuki et al. 1993).
dipergunakan sehari-hari dalam rumah
tangga, seperti pembersih lantai dan Metode MSL telah banyak diuji di
lainnya. Limbah ini dalam skala yang berbagai negara seperti Jepang dan
kecil terlihat sangat sederhana, dan Thailand untuk mengolah limbah cair
tidak terlalu mengganggu domestik dengan persentase
sehingga biasanya cukup ditampung penyisihan parameter pencemar
oleh septic tank konvensional dan sebesar 70-100% (Wakatsuki et al,
diresapkan ke dalam tanah yang 1993; Attanandana et al, 2000). Di
selanjutnya proses penguraiannya Thailand, digunakan reactor dengan
tergantung 100% oleh alam. Namun dimensi 50x15x100 cm dari bahan
konsentrasi limbah di tempat-tempat akrilik untuk mengolah limbah cair
tertentu (hotel & sarana lainnya), tahu tanpa aerasi (Luanmanee, 2001).
diperlukan metode yang (Fardiaz, Indonesia termasuk salah satu negara
1992). yang telah mengujicobakan metode
MSL terhadap limbah cair dalam skala
Limbah cair hotel merupakan salah laboratorium. Limbah cair yang
satu sumber limbah cair domestik. diujicobakan berupa limbah cair
Seperti halnya limbah domestik lain, industri kelapa sawit, crumb rubber,
limbah cair hotel juga memiliki tahu, keripik ubi kayu, dan limbah cair
berbagai macam parameter pencemar. dapur asrama pelajar dengan efisiensi
Berdasarkan Surat Keputusan penyisihan rata-rata 70-100%
Gubernur Sumatera Barat Nomor 26 (Salmariza dkk, 2001-2003; Kasman,
Tahun 2001 tentang Baku Mutu 2004; Putri, 2004). Dimana Putri
Limbah Cair Bagi Kegiatan Hotel di menggunakan perbandingan 2:1
Propinsi Sumatera Barat, parameter sebagai perbandingan tanah dan arang
pencemar meliputi pH, BOD5, COD, sebagai lapisan campuran tanah.

39
Jurnal Teknik Lingkungan UNAND 10 (1) : 38-45 (Januari 2013) Tivany Edwin dkk

Sejauh ini metode MSL masih perlu Spesifikasi Reaktor


diteliti dengan tujuan meningkatkan Reaktor mempunyai dimensi 50 × 15 ×
efektivitas penyisihan dan rancangan 100 cm dan terbuat dari akrilik. Kedua
agar menjadi lebih baik. Untuk itu reaktor memiliki dimensi dan bahan
masih dibutuhkan informasi lebih yang sama.
lanjut tentang beberapa faktor meliputi
variasi lapisan pada reaktor MSL, Reaktor yang digunakan dilengkapi
konsentarsi kontaminan dalam air dengan pipa inlet ½ inch (di
limbah, kecepatan proses, serta sumber permukaan lapisan batuan paling atas),
limbah (Masunaga, 2007). pipa outlet ½ inch (di bagian bawah
reaktor). Tangki limbah cair diletakkan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk di atas tatakan yang outletnya berada
menentukan efisiensi penyisihan lebih tinggi dari reaktor, sehingga
minyak dan lemak dari limbah cair outlet tangki tersebut lebih mudah
hotel dengan metode MSL di Hotel X mengalirkan limbah ke inlet reaktor
Padang serta mempelajari pengaruh dengan menggunakan selang. Efluen
faktor variasi Hydraulic Loading Rate dari outlet reaktor ditampung pada
(HLR) dan variasi material organik wadah yang ditempatkan di bawah
dalam lapisan campuran tanah outlet. Adapun sketsa perletakan MSL
terhadap efisiensi penyisihan limbah dapat dilihat pada Gambar 1.
cair hotel dengan metode MSL.

METODOLOGI 1
Sumber Limbah
2

Sampel limbah cair diambil di Hotel KETERANGAN

X, Padang. Sampel berupa limbah cair 3 1. Tangki Limbah


2. Outlet Tangki
dapur dan laundry dicampurkan 3. Inlet Reaktor
4. Outlet Reaktor
berdasarkan debit masing-masing
limbah. Pengambilan sampel diambil
pada hari kerja dan hari libur, masing-
masing pada saat pagi pukul 09.00
WIB, siang pukul 12.00 WIB dan sore
pada pukul 15.00 WIB . Pengambilan 4

ini bertujuan untuk mengetahui waktu Gambar 1. Sketsa Perletakan Peralatan


puncak dihasilkannya limbah dengan MSL
konsentrasi pencemar tertinggi, yang Media pada Reaktor
diwakilkan oleh parameter Chemical
Oxygen Demand (COD). Pengambilan Reaktor MSL berisikan dua macam
sampel untuk percobaan utama lapisan, yaitu lapisan batu kerikil dan
selanjutnya diambil pada waktu lapisan campuran tanah dengan
tersebut. material organik. Lapisan batuan
kerikil yang digunakan adalah hasil
ayakan berukuran 3–5 mm.
Penggunaan batu kerikil yang seragam

40
Efisiensi dan Kapasitas Penyerapan Fly Ash sebagai Penyisihan Minyak dan Lemak dari Limbah Cair dengan Metode MSL

bertujuan untuk mencegah terjadinya dicampur dengan arang pada reaktor 1


clogging atau penyumbatan. Batu ini dan serbuk gergaji pada reaktor 2.
didapatkan dari hasil pengayakan yang Penyusunan campuran tanah dengan
berasal dari sungai Kuranji. Pemilihan material organik secara berselang-
batu jenis kerikil dilakukan karena seling menyerupai susunan batu bata.
mudah didapatkan dan tidak memakan Celah antara blok bata campuran tanah
banyak biaya dalam pengadaannya. atau antar lapisan campuran tanah diisi
Digunakan batuan pecah sebagai dengan kerikil berukuran 3–5 mm pada
lapisan dasar reaktor. bagian dasar di susun batuan pecah
Komposisi lapisan campuran tanah dan dengan ukuran 4 mm setebal 10 cm
material organik bervariasi, dengan kemudian ditutup dengan plastik net.
campuran tanah dan arang pada reaktor Penyusunan campuran tanah berbentuk
1, dan reaktor 2 terdiri dari campuran batu bata dipermudah dengan
tanah dan serbuk gergaji. Berdasarkan penggunaan reng-reng kecil. Setiap
pertimbangan di lapangan, tanah yang lapisan tanah dilapisi dengan batuan
digunakan adalah tanah andisol yang kerikil setebal 5 cm pada bagian
diambil dari Gunung Merapi, Padang atasnya, begitu seterusnya hingga
Panjang. Tanah andisol dipilih karena lapisan teratas campuran tanah di
daya absorpsi dan adsorpsi baik, atasnya diisi dengan satu lapisan
berbutir halus sehingga dapat batuan lagi sebagai lapisan penutup.
mencegah penyumbatan (clogging), Ketebalan lapisan campuran tanah
dan belum terkontaminasi oleh adalah 5 cm. Sketsa konstruksi reaktor
pencemar sehingga kondisinya masih MSL dapat dilihat pada Gambar 2.
murni. Tanah andisol ini kemudian
50 cm 50 cm
15 cm

Pipa inlet

Batuan
kerikil

Campuran
Tanah dan
serbuk
gergaji
100 cm 100 cm

Campuran
Tanah dan
arang

Batu pecah

Pipa Outlet Pipa Outlet

Gambar 2. Sketsa Konstruksi Reaktor MSL untuk Pengolahan Limbah Cair Hotel

Analisis Sampel Laboratorium Air jurusan Teknik


Lingkungan Universitas Andalas
Seluruh kegiatan yang dilakukan
Padang. Sampel yang diambil diukur
dalam penelitian dilakukan di

41
Jurnal Teknik Lingkungan UNAND 10 (1) : 38-45 (Januari 2013) Tivany Edwin dkk

kadar minyak dan lemak dengan mutu. Hal ini terlihat pada saat
metode gravimetri. Dimana minyak pengambilan limbah cair kondisi fisik
dan lemak dalam contoh uji air limbah cair yang mengkilap oleh
diektraksi dengan pelarut organik kehadiran minyak.
dalam corong pisah dan untuk Tabel 1. Hasil Pengukuran COD Sampel
menghilangkan air yang masih tersisa Konsentrasi COD
digunakan Na2SO4 anhidrat. Ekstrak Waktu (mg/l)
minyak dan lemak dipisahkan dari pengambilan Hari Hari
pelarut organik secara destilasi. Residu limbah cair libur kerja
yang tertinggal pada labu destilasi
09.00 WIB 199,7 162,2
ditimbang sebagai minyak dan lemak.
12.00 WIB 162,2 149,7
Analisis laboratorium dilakukan pada 15.00 WIB 137,3 112,2
influen dan efluen sampel limbah cair
Hotel X Padang sebelum masuk dan
Variasi Hydraulic Loading Rate
sesudah melewati reaktor MSL pada
(HLR)
kedua reaktor. Pengujian limbah cair
Hotel X Padang juga dicobakan Penyisihan minyak dan lemak
dengan variasi pengaliran Hydraulic umumnya terjadi pada pengaliran
Loading Rate (HLR) 500 l/m2hari, 750 limbah cair pada reaktor MSL, akan
l/m2hari, dan 1.000 l/m2hari. tetapi tidak mengurangi konsentrasi
limbah cair sampai di bawah baku
mutu kecuali untuk pengaliran pada
HASIL DAN PEMBAHASAN reaktor 1 dengan HLR 500 l/m2hari
Analisis yang telah dilakukan yang mampu menyisihkan konsentrasi
membuktikan bahwa limbah pada hari minyak dan lemak sampai 5 mg/l.
libur pukul 9.00 WIB merupakan Nilai ini merupakan batas teratas baku
waktu dengan nilai konsentrasi COD mutu keberadaan minyak dan lemak
limbah cair tertinggi, sehingga bagi kegiatan hotel berdasarkan Surat
disimpulkan untuk percobaan Keputusan Gubernur Sumatera Barat
pendahuluan dan percobaan utama Nomor 26 Tahun 2001. Perbandingan
pengambilan sampel pada hari libur konsentrasi minyak dan lemak pada
pukul 9.00 WIB (Tabel 1). influen dan efluen limbah cair dengan
baku mutu dapat dilihat pada Tabel 2
Kandungan minyak dan lemak limbah dan Tabel 3.
cair Hotel X Padang umumnya berasal
dari kegiatan dapur hotel. Limbah Variasi HLR 750 l/m2hari dan
dapur hotel dialirkan dahulu ke bak 1000l/m2hari mampu menyisihkan
penangkap lemak yang terdiri dari minyak dan lemak, namun tidak efektif
empat kompartemen, kemudian baru hingga memenuhi bakumutu.
disalurkan ke badan air penerima.
Namun walaupun telah dilewatkan
melalui bak penangkap lemak, kadar
minyak dan lemak hotel ini masih
cenderung tinggi dan melebihi baku

42
Efisiensi dan Kapasitas Penyerapan Fly Ash sebagai Penyisihan Minyak dan Lemak dari Limbah Cair dengan Metode MSL

Tabel 2. Perbandingan Konsentrasi lemak sampai memenuhi bakumutu


Influen dan Efluen Menggunakan Reaktor pada HLR 500 l/m2hari. Efisiensi
dengan Campuran Lapisan Tanah Andisol penyisihan minyak dan lemak 27,778-
dan Arang 89,444% pada reaktor 1, sedangkan
Reaktor HLR 500 HLR 750 HLR
pada reaktor 2 penyisihan berkisar dari
1 (l/m2hari) (l/m2hari) 1000
(l/m2hari)
23,810-62%. Pengaruh lapisan
Influen campuran tanah dan material organik
(mg/l) 47,5 47,5 45 reaktor terhadap penyisihan minyak
Efluen dan lemak dapat dilihat pada Gambar
(mg/l) 5 22,5 32,5 3.
Baku
mutu
(mg/l) 5 5 5 Tabel 3. Perbandingan Konsentrasi
Influen dan Efluen Menggunakan Reaktor
dengan Campuran Lapisan Tanah Andisol
Variasi Lapisan Campuran Tanah dan Serbuk Gergaji
Reaktor HLR 500 HLR 750 HLR
Efisiensi penyisihan minyak dan lemak
2 (l/m2hari) (l/m2hari) 1000
terbukti dipengaruhi campuran tanah
(l/m2hari)
dan material organik pada lapisan Influen
anaerob reaktor. Reaktor 1 lebih baik (mgl) 40 37,5 32,5
dalam menyisihkan minyak dan lemak Efluen
dibandingkan reaktor 2 dengan selisih (mg/l) 15 27,5 25
efisiensi yang cukup besar. Reaktor 1 Baku
dengan lapisan campuran tanah dan mutu
(mg/l) 5 5 5
arang mampu menyisihkan minyak dan

100

90

80
Efisiensi Penyisihan (%)

70

60
Reaktor 1
50
Reaktor 2
40

30

20

10

0
HLR 500 l/m2hari HLR 750 l/m2hari HLR 1000
l/m2hari
Variasi Perlakuan

Gambar 3. Pengaruh Lapisan Anaerob Reaktor terhadap Penyisihan Minyak dan Lemak

43
Jurnal Teknik Lingkungan UNAND 10 (1) : 38-45 (Januari 2013) Tivany Edwin dkk
Proses filtrasi dan adsorpsi memegang lemak, dimana didapatkan efisiensi
peranan dalam penyisihan minyak dan penyisihan lebih tinggi pada reaktor 1 karena
lemak, terutama pada campuran tanah dan campuran tanah dan arang memiliki
material organik pada lapisan anaerob porositas yang lebih kecil dibandingkan
reaktor. Penyaringan minyak dan lemak campuran tanah dengan serbuk gergaji.
berlangsung lebih baik pada reaktor 1 Arang sebagai campuran tanah reaktor 1
didukung pori-pori lapisan campuran tanah memiliki kapasitas adsorpsi lebih baik
dan material organiknya lebih kecil dibandingkan serbuk gergaji sebagai
dibandingkan lapisan reaktor 2. Hal ini campuran tanah pada reaktor 2.
didukung oleh waktu alir yang dibutukan Untuk dapat meningkatkan kinerja MSL
limbah untuk mengalir lebih cepat pada yang akan diaplikasikan di hotel, maka perlu
reaktor 2. Proses adsorpsi juga diperhatikan pengamatan efisiensi
memungkinkan terjadi lebih baik pada pengolahan limbah cair dilakukan secara
reaktor 1 karena memakai material organik
kontinu dalam periode waktu yang lebih
berupa arang pada lapisan anaerobnya. lama, misalnya setahun, guna mengetahui
Arang memiliki luas permukaan yang besar sejauh mana kemampuan dan kestabilan
sehingga memiliki kapasitas adsorpsi yang reaktor MSL dalam mengolah limbah cair
lebih besar dibandingkan serbuk gergaji. jika suatu saat konsentrasinya berfluktuasi
Untuk itu pada penelitian ini dapat atau lebih tinggi, serta untuk mengetahui
disimpulkan reaktor 1 lebih baik dalam antisipasi yang dapat dilakukan jika terjadi
menyisihkan minyak dan lemak clogging dalam reaktor.
dibandingkan dengan reaktor 2.
Disarankan melakukan kombinasi campuran
SIMPULAN material organik dengan tanah pada lapisan
Berdasarkan hasil penelitian pengolahan anaerob reaktor agar didapatkan kombinasi
limbah cair Hotel X Padang dengan metode yang paling baik dalam menyisihkan
Multi Soil Layering (MSL) yang telah parameter pencemar limbah cair.
dilakukan, dapat disimpulkan beberapa hal.
Variasi HLR yang digunakan juga DAFTAR PUSTAKA
berpengaruh terhadap efisiensi penyisihan Attanandana, T., Luanmanee, S., Saitthiti,
minyak dan lemak, dimana diperoleh B., Panichajakul, C., Wakatsuki, T.
2000. A Comparative Study of
efisiensi lebih tinggi pada pengaliran limbah
Zeolite with Other Materials As The
cair dengan HLR 500 l/m2hari. Component of The Multi Soil
Efisiensi penyisihan minyak dan lemak pada Layering System for Wastewater
reaktor 1 (lapisan campuran tanah andisol Treatment. Ecological Engineering.
Elsivier Press: Thailand.
dan arang) berkisar antara 27,778-89,474%
Fardiaz, S. 1992. Polusi Air dan Udara.
dan pada reaktor 2 (lapisan campuran tanah Kanisius: Bogor.
andisol dengan serbuk gergaji) berkisar Hidayaturrahmi, 2006. Pengolahan Lismbah
antara 23,810-62,500%. Cair Industri Keripik Ubi Kayu
Menggunakan Metode Multi Soil
Campuran tanah dan material organik
Layering (MSL) dengan
berpengaruh pada penyisihan minyak dan Penambahan Prasedimentasi
44
Efisiensi dan Kapasitas Penyerapan Fly Ash sebagai Penyisihan Minyak dan Lemak dari Limbah Cair dengan Metode MSL
Sebagai Pengolahan Pendahuluan Wastewater Contamination Levels
(Studi Kasus Usaha Keripik Ubi and Hydraulic Loading Rate, Soil
Kayu Mahkota, Padang). Tugas Science and Plant Nutrition: Japan
Akhir Sarjana Teknik Universitas Salmariza. 2001. Minimalisasi Pencemaran
Andalas. Universitas Andalas: Industri Sawit dengan Metode MSL.
Padang. Laporan Penelitian. Baristand Indag:
Kasman, M. 2004. Studi Pengolahan Padang.
Limbah Cair Industri Keripik Ubi Salmariza. 2002. Minimalisasi Pencemaran
Kayu (Manihot Utilissima) dengan Industri Crumb Rubber dengan
Metode Multi Soil Layering (MSL). Metode MSL. Laporan Penelitian.
Tugas Akhir Sarjana Teknik Baristand Indag: Padang.
Universitas Andalas. Universitas Salmariza. 2003. Penelitian Efisiensi
Andalas: Padang. Kinerja Sistem MSL untuk
Luanmanee, S., Attanandana, T., Masunaga, Pengolahan Limbah Cair Industri
T., Wakatsuki, T. 2002. Treatment of Crumb Rubber. Laporan Penelitian.
Domestic Wastewater with a Multi- Baristand Indag: Padang.
Soil-Layering (MSL) System in a Salmariza. 2003. Minimalisasi Pencemaran
Temperate and Tropical Climate. Industri Tahu dengan Metode MSL.
Faculty of Life and Environmental Laporan Penelitian. Baristand Indag:
Science: Japan. Padang.
Masunaga, T., Sato, K., Zennami, T., Fujii, Salmariza. 2006. Kajian Multi Soil Layering
S., Wakatsuki, T. 2001. Direct (MSL) untuk Pengolahan Air Limbah
Treatment of Polluted River Water by Kota Padang Panjang. Laporan
The Multi Soil Layering Method. Penelitian. Baristand Indag: Padang.
Proceeding First IWA Asia-Pacific Wakatsuki, T., Esumi, H., Omura, S. 1993.
Regional Conference, Asian Water High Performance and N & P
Equal 2001. Japan. Removable On-Site Wastewater
Masunaga, T. 2007. Characteristics of Treatment System by Multi Soil
Wastewater Treatment Using a Multi Layering Method. Water Science
Soil Layering System in Relation to Technology. Vol: 27. Japan
Wa

45