You are on page 1of 66

Hana Ratnawati

HISTOLOGI
Universitas Kristen Maranatha
2017
Jaringan Otot

 Fungsi utama : gerakan (kontraksi)
 Sel otot : panjang  SERAT OTOT
 Membran sel = sarkolemma
 Protoplasma = sarkoplasma Sarkos = Otot

 Mitokhondria = sarkosoma
 Retikulum endoplasma = R.sarkoplasma
 Asal : mesodermal (dari sel mesenkhim) kec M.sphincter
pupil dan mioepitel.
 Jala kapiler luas
 Jar pengikat disekeliling otot (pemb darah, p.limf, saraf),
membantu kontraksi otot.
2
Ada 3 macam otot :

Otot skelet / bercorak /
volunter

Otot polos / visceral /
involunter
Otot jantung / involunter

3
3 jenis otot

4
3 Jenis Jaringan Otot
Skeletal / Otot Skelet
• Melekat pada tulang/sendi  untuk pergerakan
• 40% dari berat badan
• Multinuclei
• Bercorak (striated)
• Voluntair

Cardiac / Otot jantung
• Lokasi di dinding jantung dan
pembuluh darah sekitar jantung
• Bercorak
• Involuntair

Smooth / Otot Polos
• Lokasi di organ visceral
• Tidak bercorak
• Involuntair
Otot Polos
 Otot polos = otot visceral = tidak bercorak
 Involuntair
 Lokasi : viscera (alat-alat dalam) yaitu di dalam
bola mata, dinding pemb darah, sistem respirasi,
traktus digestivus,organ urinary,organ reproduksi
 Fungsi : kontraksi dan mensintesis protein
(kolagen, elastis, glicosaminoglican, proteoglican
dan growth factor).

6
Ciri histologi otot polos:

 Sel otot polos : bentuk fusiform
 Ukuran : 20 μm – 500 μm
 Inti satu, oval, sentral, 2 – 5 nukleoli
 Sarkoplasma : warna acidophil, dapat
ditemukan myofibril dan organel di dekat
nukleus, glikogen droplets.
 Tiap serat otot diselubungi lamina external
(serabut elastis & retikuler).

7
Otot Polos
Otot Polos
Morfologi : sel bentuk kumparan, ujung runcing bag tengah lebar, inti
central, sarkoplasma acidophil,homogen

9
Otot Polos
Sifat : involunter
Morfologi : sel bentuk kumparan, ujung runcing bag
tengah lebar, inti central, sarkoplasma acidophil & homogen

10
Potongan memanjang Potongan melintang
Otot Polos
Pada potongan melintang tampak diameter otot berbeda-
beda, inti tampak bila irisan melalui bagian serat yang
paling tebal, inti bulat di bagian tengan serat otot.

11
Otot polos
(potongan memanjang dan melintang)

12
• Susunan :
– Lembaran (alat2 viscera, pemb darah)
– Tersebar (prostat, vesicula seminalis)
– Berkelompok (M.erektor pili, uterus)

13
Vena besar Prostat
 Struktur halus :
 Myofibril (latticelike network) merupakan kumpulan
myofilamen :
 Aktin dan tropomyosin ( thin filament )
 Myosin (thick filament)
 Desmin (skeletin) dan vimentin (intermediate
filament)
 Attachment plaques di sarkolemma, dense
bodies di sarkoplasma
 Myofibril  Mekanisme kontraksi : sliding filament

14
Pada kontraksi otot polos,
tampak inti terpilin saat sel
berkontraksi
Kekuatan kontraksi otot
polos tergantung kekuatan
hubungan antara
myofilamen dengan dense
bodies

15
Mekanisme Kontraksi Otot Polos

• Kontraksi dipengaruhi sistem saraf otonom (simpatis &
parasimpatis), tetapi otot polos dapat berkontraksi tanpa ada
signal saraf. Kontraksi dapat terjadi akibat stretching/regangan
atau pengaruh hormonal.
• Ca++ berperan dalam inisiasi kontraksi otot polos
• Ca++ -calmodulin complex mengaktivasi Myosin light chain
kinase  fosforilasi myosin  kontraksi
• Hormon meregulasi kontraksi otot polos dgn cara aktivasi
melalui cAMP  aktivasi myosin light chain kinase  kontraksi
• Estrogen  cAMP   kontraksi otot uterus
• Progesteron  cAMP ↓  relaksasi otot uterus
16
Mekanisme kontraksi otot polos

17
 Berdasarkan persarafan & fungsi :
 Type multiunit : hampir semua serat otot menerima
ujung saraf  kontraksi bersama, serentak, cepat (iris,
arteri besar, duct deferens)
 Type unitary : persarafan < , kontraksi lambat,
(viscera, pemb drh kecil, uterus). Konduksi impuls
listrik melalui nexus.
Contoh: Kontraksi uterus dipengaruhi oxytocin.
 Type intermediate (30 – 60 %)

18
 Sel otot polos dapat mengalami hipertrofi
(uterus, arteriol) dan hiperplasi (uterus).
 Regenerasi : sel otot polos dapat bermitosis.

19
OTOT SKELET
 Bentuk panjang, silindris,
multinuklei, ujung
menakik pada tendo.
 Serat otot (endomisium)
 fasikulus (perimisium)
 otot (epimisium).
 Kekuatan otot tergantung
jumlah total serat otot &
ketebalan masing-masing
serat.

20
Fungsi Otot Skelet

 Fungsi utama  berkontraksi (otot dapat
berkontraksi & berelaksasi karena tersedianya
energi. Otot mengubah energi kimia menjadi
energi mekanik  menghasilkan aktivitas
fisik.
 menghasilkan panas tubuh
 memberi bentuk tubuh
 melindungi organ yang lebih dalam.
Gambar skematis otot skelet
Aktin + myosin  myofibril  sel / serabut otot / fiber  berkas otot /
fasikulus otot

22
Otot Skelet (potongan melintang)

23
Otot Skelet

24
Otot Skelet
Otot Skelet
Potongan melintang otot skelet, sel / serat otot dikelilingi
Endomisium ( E ). Beberapa serat otot berkelompok
membentuk fasikulus otot yang dikelilingi Perimisium ( P ).
Kumpulan fasikuli otot dikelilingi oleh Epimisium ( Ep )

Perimisium

Endomisium

26
3 Jenis Otot Skelet
Otot Merah Otot Putih Intermediate

Myoglobin +++ + ++
Mitokhondria +++ + ++
Enzym Oksidase Oksidase ++

ATPase ATPase
Fosforilase
Kontraksi Lambat, ber-ulang2, Cepat, mudah lelah ++
tidak mudah lelah
Contoh: Otot pengatur sikap Otot dada ayam
tubuh
Otot anggauta tubuh
Otot dada burung

27
Otot Skelet ( potongan memanjang )
Sifat : volunter
Ciri histologi : bentuk sel silindris panjang, inti oval memanjang,
multinuklei (banyak) terletak perifer; tampak lempeng gelap (lempeng
A) dan lempeng terang (lempeng I)

28
Otot skelet (potongan melintang)
Inti sel tampak di perifer
Pada gambar kanan : tampak seberkas jaringan pengikat
yaitu perimisium ( P ) yang memisahkan dua fasikuli otot.

P

29
Otot Skelet
Potongan memanjang dan melintang

30
Otot skelet
(potongan memanjang & melintang)

31
Otot skelet
pada potongan memanjang otot skelet tampak lempeng A & I
Sarkomer adalah unit kontraktil otot skelet (diantara 2 garis Z)

32
 Mikroskop cahaya :
 otot bercorak, bentuk silindris panjang,

 Ukuran : panjang 1 – 40 mm; Ø 10 – 100μm

 Inti : oval, memanjang, perifer, multinuklei
(35 inti / mm )
 Dinding sel = sarkolemma

 Sarkoplasma : susunan myofibril membentuk
lempeng A , I, H, grs Z, M.
 Unit myofibril yg terletak antara 2 garis Z yg
berturutan disebut : Sarkomer (unit kontraktil
dari otot skelet).

33
 Mikroskop elektron :
 Sarkolemma (trilaminar/3 lapis) t.d. membran
plasma yang diliputi lamina basalis + serabut
kolagen & elastis
 Mitokhondria ↑ (kebutuhan energi ↑ )
 Apparatus golgi kecil
 Glikogen droplets
 Lipid droplets (banyak pd usia lanjut).

34
 Retikulum endoplasma agranular  sarkotubul sepanjang
myofibril pada lempeng A dan I
 Pada pertemuan lempeng A dan I terdapat transverse
tubule yg membesar  sisterna terminal yg dipisahkan
oleh T tubule.
 2 sisterna terminal + 1 T tubule = TRIAD
 Dalam 1 sarkomer terdapat 2 Triad yg terletak pada
pertemuan lempeng A dan I
 Awal kontraksi otot dimulai dari triad.
 T tubule mrpk invaginasi tubular dari sarkolemma, jadi
berhubungan dgn extracelular.
35
Sisterna terminal
T tubule

Gambar skematis Triad dan Sarkomer pada otot skelet
Triad terdiri dari 2 sisterna terminal + 1 T (transverse) tubule

36
 Struktur dari myofibril diatur oleh 3 jenis prot
(titin, α-actinin, nebulin).
 Myofibril terdiri dari: myofilamen aktin (2/3) &
myosin (1/3)
 Filamen myosin td : light meromyosin (batang)
heavy meromyosin (globular)
Filamen myosin terletak pada lempeng A

37
 Myofibril dibentuk oleh 3 type myofilamen yaitu:
 Myofilamen tebal (myosin)

 Myofilamen tipis (actin)

 Myofilamen elastic (titin)

______actin
_____________myosin
titin_____
 Filamen aktin : satu ujung menempel pada garis Z,
ujung lain bebas.

Filamen aktin terletak pd lempeng I & meluas ke lemp. A
(luas overlap tgt derajat kontraksi). Lempeng H bebas
dari filamen aktin.

Filamen aktin td berkas longitudinal (F aktin) & protein
globular (G aktin)

Protein lainnya : tropomyosin, troponin, α-aktinin

TnT TnC TnI
39
Filamen aktin t.d:
• 2 filamen aktin F yang terpilin
(heliks ganda).
• molekul aktin (aktin G) 
tempat perlekatan miosin
(myosin binding site)
• Tropomiosin: fungsinya
menutup tempat perlekatan
miosin pada saat otot
relaksasi.
• Troponin: terdiri dari 3 subunit
yaitu troponin T, I dan C.
• Filamen miosin terdiri dari:
– light meromyosin (bagian
tangkai)
– heavy meromyosin (bagian
leher dan kepala/globular).
Pada bagian kepala
mengandung enzim ATP-ase
dan myosin binding site
42
Mekanisme Kontraksi Otot

 Signal saraf  melepaskan neurotransmiter
(acetylcholin)  terjadi beda potensial pada
motor end plate  tercetus potensial aksi pada
serat otot.
 Potensial aksi/impuls dihantarkan sepanjang
sarkolema dan sepanjang membran tubulus T
(Transverse tubules), terjadi depolarisasi ke
dalam tubulus T  sisterna terminal reticulum
sarkoplasma terbuka  terjadi pelepasan Ca2+
• Ca2+ berikatan dgn troponin C
• Tropomiosin lepas dari
myosin binding site
• Kepala miosin menghidrolisis
ATP  ADP + P
• Kepala miosin berikatan
dengan aktin  menarik
filamen aktin bergerak ke garis
M  otot kontraksi
• Ca2+ dipompakan kembali ke
retikulum sarkoplasmik 
terjadi pelepasan Ca2+ dari
troponin
• Kepala miosin berikatan
dengan ATP  interaksi
antara aktin dan miosin
berhenti  otot relaksasi
 Mekanisme kontraksi otot skelet : sliding filament (filamen
aktin bergeser diantara filamen myosin)
 Kontraksi :
 Sarkomer memendek
 Fibril menebal
 Lempeng A tetap
 Lempeng I mengecil
 Lempeng H mengecil
 Stimulasi  myofibril kontraksi bersama, pada waktu yg
bersamaan  serat otot berkontraksi dgn kapasitas max
(all or none).
46
47
 Vaskularisasi : arteri masuk melalui epimisium 
perimisium  endomisium
 Pemb limf hanya pada epimisium dan perimisium
 Innervasi : 2 jenis serabut saraf yaitu serabut motoris
dan sensoris.
 Serabut motoris berperan dlm kontraksi otot, serabut
sensoris menuju ke muscle spindle dan berfungsi untuk
mengetahui tonus otot.
 Di dalam muscle spindle terdapat serabut intrafusal yg td
nuclear bag dan nuclear chain fiber.
 Serabut motoris menembus epimisium pada motor point

48
Muscle Spindle
 Muscle spindle suatu
bangunan yang dibatasi
kapsul jar pengikat.
 Berisi serabut otot
intrafusal, serabut saraf
bermyelin, kapiler
 Berfungsi untuk me-
ngetahui tonus otot

49
 Serabut motoris : axon bermyelin, saat tiba di serat
otot myelinnya menghilang dan ujung axon berdilatasi
membentuk motor end plate pada otot skelet.
 Hubungan antara otot dan saraf ini dikenal sebagai :
myoneural junction yg td axon terminal, celah sinaptik
dan membran sel otot.
 Fungsi myoneural junction : meneruskan impuls dari
saraf ke otot melalui neurotransmitter yaitu
acetylcholin
 Satu motor neuron dan sejumlah serat otot yg
dipersarafinya disebut : motor unit.
50
Myoneural junction =
Hubungan Neuromuskular =
Motor end plate yaitu tempat Myoneural junction saat
dimana neuron bersinaps pada pelepasan neurotransmiter
otot rangka. yaitu : acetylcholine 51
Motor end plate

52
 Satu motor neuron  mempersarafi 5 – 10
serat otot (otot sekitar mata), sedangkan pada
otot dinding abdomen satu motor neuron
mungkin mempersarafi sampai 1000 serat
otot.
 Regenerasi otot skelet ; dapat ber regenerasi
sampai batas tertentu, tapi bila kerusakan
besar akan diganti jar parut / jar pengikat
fibrosa
53
Otot Jantung

 Otot bercorak, involunter (kontraksi ritmis & otomatis).
 Lokasi : myocardium & pemb darah yg bermuara ke
jantung
 Sel otot jantung bercabang, hubungan antar sel melalui
diskus interkalaris (tampak sebagai garis gelap seperti
tangga); Nukleus : oval, memanjang, letak sentral.
 Sel otot jantung dibungkus oleh endomisium yg
mengandung kapiler dan pemb limf.
 Dinding otot jantung  sarkolemma
 Sarkoplasma : myofibril (gambaran bercorak),
mitokhondria besar, apparatus golgi kecil, lipid droplets,
glikogen droplets ↑, pigmen lipofukhsin (atrofi coklat
jantung).
54
Otot Jantung
Sifat : involunter
Morfologi : otot jantung bercabang, hubungan antar sel melalui
discus intercalaris, inti sel panjang, inti lebih dari satu, letak central,
sekitar inti ada pigmen lipofuchsin

55
potongan memanjang potongan melintang
Potongan melintang Otot
Jantung
56
Otot jantung
(potongan memanjang dan melintang)

Discus intercalaris endomisium
57
Intercalated disc
 Mikroskop elektron:
 Susunan filamen aktin & myosin sama seperti pada
otot skelet tapi jumlahnya lebih sedikit.
 Mitokhondria besar (sepanjang sarkomer)
 T tubule pada garis Z
 Tidak terdapat sisterna terminal
 T tubule & retikulum sarkoplasma akan
membentuk dyad
 Diskus interkalaris terletak pada garis Z

59
Gambar skematis otot jantung

A. Gambar 3 dimensi diskus
interkalaris yaitu hubungan
transversal antar sel otot
jantung, terletak pada garis Z

B. Gambar 2 dimensi diskus
interkalaris (terdapat 3 jenis
hubungan yaitu :
- zonula adherens (transversal)
- makula adherens (transversal)
- nexus/gap junctions (longitudinal)
 untuk penghantaran impuls

60
Pada diskus interkalaris terdapat 3 jenis hubungan antar
sel yaitu : zonula adherens & macula adherens (hubungan
transversal) dan gap junction (hubungan longitudinal).

61
Diskus interkalaris
62
 Kontraksi otot jantung : sliding filament
 Sel otot jantung mengalami modifikasi
membentuk sistem konduksi  serat purkinje
Lokasi serat purkinje : subendocardium
interventrikulare
Myofibril sedikit, banyak glikogen.
 Konduksi impuls terjadi lewat nexus.
 Jala kapiler dan pemb limf pada endocardium
lebih luas dp otot skelet.

63
Sel otot jantung mengalami modifikasi membentuk
serabut purkinje yang berfungsi dalam sistem konduksi.
Lokasi : subendocardium interventrikulare

64
 Regenerasi otot jantung :
 Otot jantung lebih resisten terhadap luka
 Daya regenerasi buruk, akan digantikan oleh
jaringan parut fibrosa

65