You are on page 1of 15

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK

)

PERENCANAAN
FEASIBILITY STUDY RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
KABUPATEN KOLAKA

BAPPEDA KABUPATEN KOLAKA
TAHUN 2016
1. LATAR BELAKANG

Dalam Undang-Undang nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit
pasal 7 ayat (1) menyebutkan Rumah Sakit harus memenuhi persyaratan
lokasi, bangunan, prasarana, sumber daya manusia, kefarmasian, dan
peralatan. Pada pasal 8 ayat (1) disebutkan bahwa persyaratan lokasi
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) harus memenuhi ketentuan
mengenai kesehatan, keselamatan lingkungan, dan tata ruang, serta sesuai
dengan hasil kajian kebutuhan dan kelayakan penyelenggaraan Rumah Sakit,
demikian juga pada ayat (3) disebutkan bahwa ketentuan mengenai tata
ruang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan
peruntukan lokasi yang diatur dalam Rencana Tata Ruang Wilayah
Kabupaten/Kota, Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan dan/atau Rencana
Tata Bangunan dan Lingkungan. Kemudian dalam Bagian Ketiga tentang
Bangunan, pasal 9 butir (b) menyebutkan bahwa persyaratan teknis bangunan
Rumah Sakit, sesuai dengan fungsi, kenyamanan dan kemudahan dalam
pemberian pelayanan serta perlindungan dan keselamatan bagi semua orang
termasuk penyandang cacat, anak-anak, dan orang usia lanjut. Hal ini sejalan
dengan Undang Undang nomor 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung
dimana pada pasal 7 ayat (3) disebutkan bahwa persyaratan teknis bangunan
gedung meliputi persyaratan tata bangunan dan persyaratan keandalan
bangunan yang meliputi persyaratan keselamatan, kesehatan, kenyamanan
dan kemudahan.

Rencana membangun atau mengembangkan suatu Rumah Sakit akan
dilakukan setelah mengetahui Jenis layanan Kesehatan Rumah Sakit serta
kapasitas Tempat Tidur (TT) yang akan dilakukan dan disediakan untuk
masyarakat sesuai dengan Hasil Kajian Studi Kelayakan (Feasibility Study).

Dalam mendirikan atau mengembangkan rumah sakit diperlukan
suatu proses atau langkah-langkah yang sistematis dengan melakukan suatu
penelitian atau studi yang benar, karena setiap proses saling berkaitan satu
sama lainnya dan dilakukan secara bertahap.
Studi Kelayakan (Feasibility Study) adalah Hasil Analisis dan
Penjelasan Kelayakan dari segala aspek yang akan mendasari pendirian atau
pengembangan suatu Rumah Sakit, terkait dengan penentuan Rencana Kerja
Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit yang baru akan dilakukan maupun
lanjutan dari yang sudah ada dalam melakukan rencana pengembangan atau
peningkatan kelas dari suatu Rumah Sakit.

Dari kondisi Laju Pertumbuhan Demografi, Pengembangan
Pembangunan dan Peningkatan Kehidupan di suatu wilayah, Pola Penyakit
dan Epidemiologi, dan lain-lain, dapat dipahami bahwa suatu Rumah Sakit
itu secara relatif akan berada di daerah Urban atau Semi-Urban. Dimana hal
ini pula yang dapat menentukan bahwa Sarana dan Prasarana suatu Rumah
Sakit akan berbeda sesuai dengan Layanan Kesehatan Rumah Sakit yang
akan diberikannya kepada masyarakat dimana Rumah Sakit tersebut berada.

Menghadapi fenomena perkembangan ilmu pengetahuan kesehatan,
kemajuan teknologi dan kehidupan sosial ekonomi, pemerintah bertekad
secara bertahap untuk meningkatkan pelayanan yang bermutu dan
terjangkau agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya,
sehingga dapat mempermudah akses masyarakat untk mendapatkan
pelayanan kesehatan, memberikan perlindungan terhadap keselamatan
pasien, masyarakat, lingkungan dan sumber daya manusia serta
meningkatkan mutu dan mempertahankan standar pelayanan.

Dengan demikian, mempelajari kondisi RSUD Kolaka yang ada saat
ini dirasakan tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan
masyarakat kabupaten Kolaka baik dari segi ketersediaan lokasi maupun
sarana dan prasarananya. Sehingga,Pemerintah daerah kabupaten Kolaka
merencanakan untuk membangun kawasan rumah sakit Umum daerah yang
baru dan refresentatif. Kegiatan perencanaan tersebut harus dilakukan
sebuah kajian studi kelayakan untuk perencanaan RSUD Kab. Kolaka

Dengan dilakukannya Feasibility Study Pengembangan Rumah Sakit
diharapkan dapat dilakukan upaya-upaya pemberdayaan sumber daya
khususnya Rumah sakit ini sehingga dalam jangka panjang keberadaan
rumah sakit ini dapat lebih memberikan kontribusi bagi pembangunan
daerah dan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi
kepentingan pelayanan umum dan masyarakat secara luas.

2. MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dilakukannya Studi Kelayakan (Feasibility Study) Rumah Sakit ini
agar dalam mendirikan atau mengembangkan rumah sakit dapat
mendeterminasi fungsi layanan yang tepat dan terintegrasi sehingga sesuai
dengan kebutuhan pelayanan kesehatan yang diinginkan (health needs),
kebudayaan daerah setempat (;cultures), kondisi alam daerah setempat
(;climate), lahan yang tersedia (;sites) dan kondisi keuangan manajemen RS
(;budget)

Hasil Studi Kelayakan (Feasibility Study) Rumah Sakit ini akan dijadikan
dasar acuan dalam mewujudkan Rencana Pembangunan dan
Pengembangan suatu Rumah Sakit agar baik dan benar yang akan
menjadi acuan bagi pengelola rumah sakit maupun bagi konsultan
perencana sehingga masing-masing pihak dapat memiliki persepsi yang
sama. Pedoman ini akan menjelaskan langkah-langkah atau proses yang
perlu dilakukan dalam menyusun suatu Studi Kelayakan (Feasibility Study)
Rumah Sakit. Sementara tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan ini
adalah :

1. Untuk mengetahui dan menilai aspek kelayakan keberadaan Rumah
Sakit yang akan dibangun dari aspek Sosial, ekonomi, lingkungan dan
tata kota sehingga dapat dioptimalkan potensi sumber daya yang
ada.
2. Untuk mengetahui mendeterminasi fungsi layanan yang tepat dan
terintegrasi sehingga sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan
yang diinginkan (health needs), kebudayaan daerah setempat
(;cultures), kondisi alam daerah setempat (;climate), lahan yang
tersedia (;sites) dan kondisi keuangan manajemen RS (;budget)
3. SASARAN
Sasaran dari Feasibility study pengembangan rumah sakit :

1. Teridentifikasinya berbagai aspek pendukung kinerja Rumah Sakit yang
terintegrasi sehingga sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan
yang diinginkan (health needs), kebudayaan daerah setempat
(;cultures), kondisi alam daerah setempat (;climate), lahan yang
tersedia (;sites) dan kondisi keuangan manajemen RS (;budget),
2. Diketahuinya aspek kelayakan keberadaan Rumah Sakit yang akan
dibangun baik dari aspek Sosial, ekonomi, lingkungan dan tata kota
sehingga dapat dioptimalkan potensi sumber daya yang ada.
3. Terumuskannya berbagai hal spesifik dari setiap kegiatan kinerja Rumah
Sakit
4. Terumuskannya berbagai alternatif rekomendasi/usulan mengenai tata
cara pengelolaan dan pengembangan Rumah Sakit :
 Kelembagaan/ Kewenangan instansi
 Persyaratan teknis dan Administrasi
 Tata cara pengelolaan

4. NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA
Pengguna jasa adalah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
(BAPPEDA) Kabupaten Kolaka

5. SUMBER PENDANAAN
Sumber dana yang akan digunakan untuk melaksanakan perencanaan
pekerjaan ini adalah sebesar Rp. 299.800.000,- (Dua ratus sembilan
puluh sembilan juta delapan ratus ribu rupiah) berasal dari APBD
Kabupaten Kolaka Tahun Anggaran 2016.

6. LOKASI KEGIATAN
Lokasi pelaksanaan Feasibility Study RSUD Kab.Kolaka terletak
Kecamatan Kolaka Kelurahan Tahoa
7. RUANG LINGKUP PEKERJAAN
Ruang Lingkup Studi Kelayakan (Feasibility Study) suatu Rumah Sakit
meliputi pembahasan Analisis Lingkungan/ Situasi Kecenderungan Aspek
Internal dan Eksternal, Analisis Permintaan terkait Kelayakan dari Aspek-
aspek yang dapat mempengaruhinya, Analisis Kebutuhan dan Analisis
Keuangan serta Rekomendasi Kelayakan dari Rencana Pendirian atau
Pengembangan Rumah Sakit tersebut.

Pelaksanaan Penyusunan Studi Kelayakan (Feasibility Study) sesuai
lingkupnya akan dilakukan dalam suatu proses atau langkah-langkah
secara bertahap yang akan diuraikan selanjutnya sesuai Tahapannya
dan dapat dilihat pada bagan sebagai berikut:
Dengan demikian, maka secara garis besar lingkup pekerjaan feasibility
study Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kolaka yaitu :
a) Persiapan
b) Survey lapangan
c) Fakta dan analisis
d) Penyusunan rancangan rencana

8. METODOLOGI PELAKSANAAN PEKRJAAN

Melakukan pengkajian terhadap kondisi Rumah Sakit, faktor sosial-ekonomi,
tingkat aksesibility dan kebutuhan (Demand) serta faktor keamanan,
kenyamanan dan factor pendukung lainnya.Pengkajian ini dimaksudkan
untuk melihat potensi dan kecenderungan perkembangan kebutuhan
(Demand) serta ketersediaan pelayanan (Supply) rumah sakit.

A. Tahapan Pekerjaan Pendahuluan

a. Persiapan Survei
Persiapan dasar berupa pengkajian data/ informasi dan literatur
yang telah ada yang berkaitan dengan study pengembangan
Rumah sakit yang hasilnya dapat berupa asumsi dan hipotesa
mengenai perspektif kondisi Rumah Sakit.

b. Kegiatan Survei
1. Survey data instansional, berupa pengumpulan perekaman
data dari instansiinstansi. Hasil yang diharapkan adalah
uraian, data angka atau peta mengenai keadaan wilayah,
keadaan kawasan study secara keseluruhan dan wilayah
disekitarnya.
2. Survey keadaan rumah sakit dengan tinjauan :
 Peran dan fungsi Rumah Sakit dalam melayani karakteristik pasien
dalam berbagai jenis penyakit.
 Kondisi Fasilitas dan tingkat pelayanan kesehatan terhadap pasien.
3. Survey lapangan untuk menguji data instansional dan untuk
mengetahui keadaan yang sebenarnya, sehingga hasil yang
diharpakan adalah tersusunnya data-data yang mencakup :
 Lingkup wilayah (Makro)
 Lingkup kawasan study (Mikro) yang perlu dipetakan adalah
penggunaantanah, kondisi bangunan/ lingkungan, topografi/
kemiringan tanah, geologi/daya dukung tanah, Hidrologi/ sumber
air kondisi jalan dan sanitasi. Disamping itu perlu ditambahkan
data mengenai penggunaan bangunan, panjang lebar jalan
menurut fungsinya, jenis dan kondisi perkerasan, saluran
pengeringan, jaringan utilitas (Listrik, air bersih dan air limbah dan
sebagainya).
 Observasi dan interview untuk melengkapi survey tersebut diatas
dan untuk memperoleh data/ informasi yang lebih rinci.

c. Kompilasi Data
1. Pekerjaan kompilasi data adalah suatu tahap proses seleksi
data, tabulasi dan pengelompokkan/ mensistematisasikan
data sesuai dengan kebutuhan.
2. Jenis data dan sistematikanya sebagai berikut :
 Skala makro (wilayah) mencakup data pokok tentang :
a) Aspek kebijaksanaan regional yang diduga
berpengaruh pada perkembangan rumah sakit.
b) Aspek Kependudukan
c) Aspek perekonomian
d) Aspek Sumber daya alam antara lain :
e) Aspek Fasilitas dan pelayanan dan prasarana.
 Skala Mikro (Kawasan study) mencakup data pokok
tentang
a) Aspek sosial
b) Aspek perekonomian
c) Aspek fisik dasar
d) Aspek tata guna tanah yang secara umum dirinci
menurut jenis-jenis penggunaan.
e) Aspek fasilitas pelayanan
f) Aspek administrasi/ pengelolaan
g) Selain data kuantitatif (angka-angka) juga secara
kualitatif mengenai kondisi eksisting,mengenai
potensinya dan mengenai masalah yang dihadapi.

d. Kegiatan Analisis
Merupakan penilaian terhadap berbagai keadaan yang dilakukan
berdasarkan prinsip-prinsip pendekatan dan metode serta teknis analisis
study yang dapat dipertanggung jawabkan baik secara ilmiah maupun
secara praktis.

Berhubung kegiatan analisis ini merupakan salah satu kunci keberhasilan
penyusunan study, maka sebelum langkah kegiatan ini dimulai,
hendaknya prinsip-prinsip pendekatan dan metode serta teknis analisis
dikonsultasikan terlebih dahulu dengan tim teknis.

Dalam tahap analisis, hasil yang diharapkan :

1. Didalam seluruh analisis keseluruhannya terdapat empat
penilaian : :
 Analisis keadaan dasar adalah menilai kondisi pada saat sekarang
 Analisis kecenderungan perkembangan yaitu menilai
kecenderungan masa lalu sampai sekarang dan kemungkinan di
masa depan
 Analisis sistem kebutuhan ruang yaitu menilai hubungan
ketergantungan antara sub sistem atau antar fungsi dan
pengaruhnya.
 Analisis kemampuan pengelolaan, pengawasan dan personalia
baik pada saat sekarang maupun diperlukan di masa depan.

2. Hal-hal pokok yang dianalisis adalah :
 Perkiraan volume kegiatan
Analisis terhadap study pengembangan rumah sakit ini akan
bergantung pada perkiraan volume kegiatan pasien yang datang,
untuk itu faktorfaktor penting seperti daya tampung pasien yang
sesuai dengan kebutuhan ruang yang ada dalam perkembangan
waktu beberapa tahun terakhir.
 Penentuan elemen kawasan study serta hubungan fungsionalnya
Dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran mengenai elemen-
elemen penting yang menunjang kegiatan operasional dikawasan
study
 Analisis kebutuhan ruang
 Analisis fisik kawasan study dan sekitarnya
Melihat pengaruh kondisi fisik setempat maupun tata guna
lahannya terhadap kemungkinan pengembangan kawasan
tersebut meliputi :
a. Kawasan study dan kondisi sekitarnya Mengenai beberapa
aspek fisik meliputi : jenis-jenis bangunan, kondisi lahan
(Kontur), batas-batas kawasan study dan sebagainya.

b. Batas- batas area pengembangan Dari hasil analisis
sebelumnya dapat direkomendasikan luas dan lokasi areal
yang memungkinkan untuk digunakan bagi pengembangan
kawasan study.

 Analisis Mikro (Kawasan study) meliputi :
a. Analisis perekonomian
b. Analisis khusus unsur-unsur utama kawasan study

Melakukan seminar Pendahuluan untuk meminta masukan
saran dan pendapat terhadap data dan informasi yang akan
dikumpulkan, Model hasil analisis untuk penilaian umum,
perkiraan volume kegiatan, kebutuhan ruang dan analisis
lainnya sesuai subtansi sasaran kegiatan. Seminar
pendahuluan dilakukan di Kolaka, konsultan menyiapkan
materi paparan, notulensi dan dokumentasi
B. Tahap Penyusunan Rencana Rancangan

Sebelum penyusunan laporan akhir, terlebih dahulu disusun suatu
alternative rancangan laporan akhir sebagai bahan bahasan dalam
forum seminar. Rancangan laporan hasil akhir tersebut merupakan
rumusan hasil study. Rancangan laporan akhir akan memuat :

1. Rumusan tujuan study pengembangan rumah sakit
2. Rumusan kebijaksanaan dasar study mencakup :
 Persyaratan penempatan elemen-elemen
 Pemilihan areal pengembangan
 Analisis tapak pengembangan

3. Rumusan kebijaksanaan dasar yang dijabarkan dalam bentuk
rekomendasi dan konsep-konsep pengembangan meliputi :

 Konsep dan pengembangan objek study di masa depan yang
memberikan gambaran sketsa lokasi elemen-elemen primer.
 Rekomendasi dan objek pengembangan khusus, merupakan
konsep yang lebih mendalam baik teknis maupun programnya.

Melakukan seminar Antara untuk meminta masukan saran
terhadap Penyusunan Rencana Rancangan yang disusun
berdasarkan hasil analisis, saran dan masukan hasil seminar
pendahuluan dari aspek penilaian umum, perkiraan volume
kegiatan, kebutuhan ruang dan analisis lainnya sesuai subtansi
sasaran kegiatan. Seminar pendahuluan dilakukan di Kolaka,
konsultan menyiapkan materi paparan, notulensi dan
dokumentasi.
C. Tahap Penyusunan Rancangan Akhir

1. Menyempurnakan rancangan akhir sebagai laporan akhir sesuai dengan
alternatif yang disarankan/ dirumuskan dalam seminar atau rapat
konsultansi pemantapan di daerah.
2. Melakukan seminar akhir untuk meminta masukan saran dan pendapat
terhadap Rancangan Akhir untuk meminta persetujuan dari pihak
pengguna. Seminar akhir dilakukan di Kolaka, konsultan menyiapkan
materi paparan, notulensi dan dokumentasi.

D. Penyusunan Laporan Akhir

Menyusun laporan akhir dalam bentuk buku laporan akhir study
pengembangan rumah sakit berisi uraian, keterangan, angka-angka, dan
diagram yang kesemuanya lebih lengkap dari rancangan laporan akhir.

9. WAKTU PELAKSANAAN
Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini diperkirakan selama 100 (seratus)
hari kalender, terhitung sejakan sejak dikeluarkannya SPMK dari Pejabat
Pembuat komitmen.

10. TENAGA AHLI
Tenaga Profesional yang dibutuhkan sebagai berikut : Tenaga-tenaga yang
dibutuhkan dalam kegiatan perencanaan terdiri dari :

Tenaga Ahli :

1. Team Leader 1 orang dengan latar belakang pendidikan minimal Pasca
sarjana Perencanaan Pengembangan Wilayah (PPW), pengalaman kerja
minimal 10 (sepuluh) tahun.
2. Ahli Arsitektur 1 orang mempunyai latar pendidikan minimal sarjana
Teknik Arsitektur dengan pengalaman kerja minimal 5 (lima) tahun dan
memiliki SKA.
3. Ahli Ekonomi dan Keuangan 1 orang mempunyai latar pendidikan minimal
S1, Ekonomi dengan pengalaman kerja minimal 5 (lima) tahun
4. Ahli Lingkungan 1 orang mempunyai latar pendidikan minimal S1, Tehnik
Sipil Lingkungan dengan pengalaman kerja minimal 5 (lima) tahun
5. Ahli Sosiologi 1 orang mempunyai latar pendidikan minimal S1, Sosiologi
dengan pengalaman kerja minimal 5 (lima) tahun
6. Ahli Kesehatan Masyarakat 1 orang mempunyai latar pendidikan minimal
S1, Kesehatan Masyarakat dengan pengalaman kerja minimal 5 (lima)
tahun

Selain tenaga ahli dibutuhkan juga Tenaga Pembantu terdiri dari :

1. Asisten Ahli Arsitektur 1 orang mempunyai latar pendidikan minimal D3
Teknik Arsitektur dengan pengalaman kerja minimal 3 (tiga) tahun
2. Asisten Ahli Lingkungan 1 orang mempunyai latar pendidikan S1 dengan
pengalaman kerja minimal 3 (tiga) tahun
3. Asisten Ahli Ekonomi dan Keuangan 1 orang mempunyai latar pendidikan
minimal S1 Ekonomi atau D3 Akuntansi dengan pengalaman kerja
minimal 3 (tiga) tahun
4. Asisten Ahli Kesehatan Masyarakat 1 orang mempunyai latar pendidikan
minimal S1 Kesehatan Masyarakat dengan pengalaman kerja minimal 3
(tiga) tahun
5. Estimator 1 orang mempunyai latar belakang pendidikan S1/D3 Sipil, atau
S1/D3 Arsitektur, atau S1/D3 Teknik Geodesi, atau STM/SMK Jurusan
Bangunan dengan pengalaman kerja minimal 3 tahun.
6. Darfter (gambar, Auto CAD ) sebanyak 1 orang mempunyai latar belakang
pendidikan S1/D3 Sipil, S1/D3 Arsitektur, STM/SMK Jurusan Bangunan
dengan pengalaman kerja minimal 3 tahun.
7. Operator Komputer adiministrasi 1 (satu) orang mempunyai latar
belakang pendidikan S1/D3 komputer, S1/D3 Administrasi, dengan
pengalaman kerja minimal 2 tahun.
8. Tenaga Survey sebanyak 2 (dua) orang mempunyai latar belakang
pendidikan S1/D3 Sipil, atau S1/D3 Arsitektur, atau S1/D3 Teknik
Geodesi, atau STM/SMK Jurusan Bangunan dengan pengalaman kerja
minimal 3 tahun.
9. Tenaga admintrasi keuangan 1 (satu) orang berlatar belakang pendidikan
minimal SMA dengan pengalaman kerja minimal 2 tahun

Semua persyaratan yang dipersyaratkan bagi tenag ahli, dan tenaga
pendukung dubuktikan dengan fotocopy ijazah dabn bukti pengalaman kerja
yang dipersyaratkan.
11. BIAYA PEKERJAAN

Biaya pekerjaan ini dibebankan pada APBD Kab. Kolaka tahun 2016 melalui
DPA Bappeda Kab. Kolaka T.A. 2016 berdasarkan hasil HPS sebesar Rp.
299.997.000,- (Dua ratus sembilan puluh sembilan juta sembilan ratus
sembilan puluh tujuh ribu rupiah) biaya tersebut sudah termasuk pajak
sesuai dengan peraturan perudang-udangan yang berlaku

12. HASIL PEKERJAAN YANG DI SERAHKAN
Hasil pekerjaan yang diserahkan terdiri dari :
1. Laporan pendahuluan sebanyak 9 (sembnilan) rangkap, 3 (tiga) rangkap
asli
1. Laporan antara sebanyak 10 (sepuluh) rangkap, 3 (tiga) rangkap asli
2. Laporan Akhir sebanyak 15 (lima belas) rangkap, 5 (lima) rangkap asli
3. Eksekutif Summary sebanyak 10 (sepuluh) rangkap, 3 (tiga) rangkap asl

13. LAIN-LAIN
Hasil survey berupa data primer dan sekunder serta hasil data yang
dianalisis serta semua peralatan yang dugunakan selama melakukan
kegiatan sepenuhnya menjadi milik Bappeda Kabupaten Kolaka.

Kolaka, Februari 2016
Mengetahui;
Plt. Kepala Bappeda Kab. Kolaka Pejabat Pembuat Komitmen
Asisten I Setda Kolaka

Drs. H.M. ISMAIL, MSi Ir. INDRA HARAHAP, M.Si