You are on page 1of 5

LO

:

Skenario “Bukan Benjolan Biasa”

1. Efek local dan hormonal dari tumor
2. Tumor marker
3. Staging dan grading dari tumor
4. Apa yang menyebabkan pembengkakan limfonodi

Jawaban:

1. Efek local
- Adenoma hipofise kecil (1cm) → dapat menyebabkan kompresi & merusak
- kelenjar lain sekitarnya → terjadi hypopituitary
- Tumor hipofise → mendesak chiasma opticum → visus menurun
- Leiomyoma pada dinding arteri renalis → menyebabkan renal ischemia → hipertensi
- Carcinoma pada common bile duct, diameter kecil → menyebabkan obstruksi
- bilier
- Ameloblastoma → menyebabkan destruksi tulang
- Tumor ganas: infiltratif nekrosis & perdarahan → anemia & infkesi

Pengaruh Hormon
- Usia menarche < 12 tahun, beresiko 1,7-3,4 kali lebih tinggi daripada wanita yang
menarche pada usia> 12 tahun.
- Usia menopause >55 tahun, beresiko 2,5-5 kali lebih tinggi.
- Umur >30 tahun memiliki insiden yang lebih tinggi
- Tidak kawin dan nullipara, resikonya 2-4 kali lebih tinggi dari wanita yang kawin dan
punya anak.
- Melahirkan anak pertama pada usia> 35tahun, resikonya 2 kali lebih besar.
- Terapi hormonal yang lama
- Kontrasepsi oral pada pasien tumor payudara jinak seperti kelainan fibrokistik ganas,
meningkatkan resiko hingga 11 kali.

Sumber: Lecture drh. Herlina Pratiwi tentang Neoplasia

2. Petanda tumor ialah protein, substansi biokimia atau antigen yang dapat mengindikasikan
keberadaan kanker apabila dijumpai dalam jumlah yang meningkat pada darah, urin atau
jaringan seseorang.
Suatu petanda tumor dapat diproduksi oleh beberapa organ berbeda, selain itu terdapat
beberapa keadaan non kanker yang dapat meningkatkan kadar petanda tumor tertentu,
sehingga hasil pemeriksaan petanda tumor harus diinterpretasikan dengan cermat dan
memerlukan konsultasi pada dokter ahli.

AFP (Alpha Fetoprotein)
Secara normal terdeteksi pada mas pertumbuhan janin, akan tetapi apabila terdeteksi pada
usia dewasa maka mengindikasikan adanya kanker liver. Kadar AFP pada kanker liver
(hepatocellular cancer) dapat meningkat hingga 2-3 kali lipat. Pemeriksaan kadar AFP
bermanfaat untuk diagnosis, monitor terapi dan pemantauan kekambuhan kanker. AFP juga
meningkat pada beberapa kanker testis dan ovarium (indung telur). Kehamilan, cirrhosis dan
hepatitis juga dapat menyebabkan peningkatan kadar AFP.

CA 15-3
Diproduksi oleh sel payudara. Peningkatan kadar CA 15-3 dihubungkan dengan kanker
payudara. Petanda tumor ini digunkan untuk mendeteksi kekambuhan kanker payudara
pasca terapi. CA 15-3 juga meningkat pada kanker (adenocarcinoma) indung telur, paru-
paru, colon (usus besar) dan pankreas. CA 15-3 juga meningkat pada tumor payudara jinak,
endometriosis dan penyakit radang organ panggul (PID, Pelvic Inflamatory Disease).

CEA (Carcinoembryonic antigen)
Meningkat pada pasien kanker usus besar (colonrectal). CEA juga digunakan untuk monitor
kanker paru-paru dan kanker payudara. Manfaat utama CEA ialah untuk mendeteksi
kekambuhan kanker usus besar (colorectal) pasca terapi kanker tersebut. CEA juga
meningkat pada kanker tiroid, kanker pankreas, kanker liver, kanker leher rahim, kanker
kandung kemih, perokok, penderita cirrhosis dan pada kelainan gastrointestinal/saluran
cerna (misalnya colitis).

Sumber: Wayan Rediatning S., Sukiyati OJ. 2000. immunoradiometricassa y (irma) dalam
deteksi dan pemantauan kanker. Jurnal Radiotsotop dan Radiofarmaka Journal of
Radioisotopes and Radiopharmaceuticals Vol. 3, No.1. viewed 24 februari 2016. From
repository.usu.ac.id

3. GRADE

Secara umum, grade yang rendah mengindikasikan kemungkinan kecil untuk
menyebar, dan sebaliknya dengan suatu kanker dengan angka grade yang tinggi. Grade ini
ditentukan berdasarkan kepada susunan sel dan hubungan sel tersebut dengan yang lainnya,
seberapa jauh sel tersebut mirip dengan sel payudara yang normal (nuclear grade), dan
berapa banyak sel-sel kanker itu berada dalam proses membelah (mitotic grade).

Grade 1, disebut juga “well differentiated” atau “differensiasi baik”, bila sel-sel kanker lebih
mirip dengan sel-sel payudara normal. Grade 3, disebut juga “poorly differentiated” atau
“differensiasi buruk”, karena sel-selnya kehilangan kemiripan dengan sel-sel normal . Grade
2, adalah bila sel kanker berada diantara grade 2 dan grade 3.

STADIUM

Kanker dibagi menjadi beberapa kelompok dinamakan Stadium, berdasarkan apakah
kanker itu invasive atau non invasive, ukuran tumornya, berapa banyak kelenjar limfe yang
terkena dan apakah ada penyebaran ke bagian lain dari tubuh. Stadium kanker adalah suatu
proses untuk mencari tahu seberapa jauh proses kanker itu ketika kanker tersebut
terdiagnosa. Stadium kanker ini adalah faktor yang paling penting dalam memperkirakan
prognosis, serta merupakan faktor penting dalam memilih terapi yang paling baik. Suatu
system yang sering digunakan dalam menggambarkan stadium kanker payudara adalah TNM
staging system. Dalam TNM staging, terdapat informasi mengenai tumor atau besarnya
benjolan (T-stage), kelenjar limfe sekitar payudara (N-stage) dan adanya metastase ke organ
lain (M-stage).
Katagori T
Katagori T berdasarkan pada ukuran kanker papyudara dan apakan menyebar ke jaringan
sekitar.

Tis : Tis hanya digunakan untuk karsinoma in situ atau kanker payudara non invasif.
T1 : kanker berukuran 2 cm atau lebih kecil
T2 : Kanker berukuran lebih dari 2 cm tetapi tidak lebih dari 5 cm
T3 : Kanker yang sudah menyebar ke dinding dada atau kulit, berapapun ukurannya.

Katagori N
Katagori ini berdasarkan pada pembuluh limfe sebelah mana yang telah dipengaruhi oleh
kanker. Ada 2 klasifikasi yang menggambarkan N.

N0: kanker tidak menyebar ke kelenjar limfe berdasarkan pemeriksaanjaringan di bawah
mikroskop.
N1: Kanker ditemukan di dalam 1 sampai 3 buah kelenjar limfe di bawah ketiak
N2: kanker sudah menyebar ke dalam 4 buah sampai 9 buah kelenjar limfe di bawah ketiak
N3: Kanker telahh menyebar ke 10 buah kelenjar limfre di bawah ketiak atau lebih dari 10
buah, Dan juga mempengaruhi kelenjar limfe di area lain sekitar payudara

M Katagori
M katagori berdasarkan apakah kanker telah menyebar ke jaringan lain yang jauh atau organ
lain

Pembagian Stadium kanker adalah sebagai berikut:
Stadium 0: T1s N0 M0
Stadium I: T1 N0 M0
Stadium IIA: T0 N1 M0 atau T1N1 M0 atau T2 N0 M0
Stadium IIB: T2 N1 M0 atau T3 N0 Mo
Stadium IIIA: T0N2 M0 atau T1 N2 M0 atau T2 N2 M0 atau T3 N1 M0 atau T3 N2 M0
Stadium IIIB: T4 N(apapun) M0 Stadium IIIC: T(apapun) N3 M0
Stadium IV: T(apapun) N(apapun) M1

Sumber: Breast Cancer, Treatment Guidelines for Patients, American Cancer Society,
National Comprehensive cancer Network, July 2007.

4. Pembengkakan limfonodi terjadi karena adanya metastasis sel tumor yang berasal dari
payudara yang kemudian menyebar ke organ limfoid.

Sel-sel tumor ganas dapat lepas dari gerombolan tumor induknya menyebar ke
berbagai organ menimbulkan kanker sekunder atau anak sebar atau metastase. Dalam
keadaan normal, hanya sel-sel tertentu saja yang dapat bergerak sendiri seperti leukosit,
makrofag, dan lainnya. Tetapi pada tumor ganas, sel-sel dapat bergerak sendiri seperti
amoeba dan lepas dari gerombolan sel-sel tumor induknya, masuk di antara sel-sel normal di
sekitarnya. Hal ini menimbulkan metastase atau anak sebar di kelenjar limfe atau di organ
lainnya. Penyebaran itu dapat melalui berbagai jalan, seperti :

 Limfogen
Sel-sel kanker dapat menginvasi prmbuluh limfe dan ikut masuk ke dalam aliran
pembuluh limfe dan tumbuh di situ sebagai anak sebar.
 Hematogen
Sel-sel kanker menginvasi pembuluh darah (angioinvasi) dan ikut aliran darah ke organ-
organ yang letaknya jauh dan tumbuh di situ berupa nodus atau tumor sekunder.
 Transluminal
Sel kanker dapat lepas dari tumor induknya dan ikut aliran makanan, urine, atau aliran
lainnya ke arah distal dan pada satu tempat tersangkut dan tumbuh di bagian distal
menjadi anak sebar.
 Transcelomik
Misalnya pada kanker lambung, setelah menginvasi serosa, sel kanker dapat lepas dari
lambung dan menyebar melalui rongga peritoneum. Pada suatu tempat, sel kanker itu
tersangkut dan tumbuh menjadi anak-anak sebar, misalnya di ovarium atau rongga
pelvis misalnya.
 Iatrogen
Sel-sel kanker dapat lepas dari tumor induknya karena manipulasi, seperti karena
dipijat, dioperasi, atau karena trauma, lalu menyebar lokal atau masuk ke aliran limfe
atau darah dan ikut aliran limfe atau darah kemudian menimbulkan anak sebar lokal
pada lokasi tersebut, regional di kelenjar limfe yang berdekatan atau di organ-organ
yang letaknya jauh.

Penyebaran kanker dapat timbul dimana-mana dalam organ tubuh, termasuk kelenjar
limfe di luar kelenjar limfe regional. Penyebaran jauh itu umumnya secara hematogen.
Penyebaran dapat soliter (hanya satu saja), tetapi umumnya multipel pada satu atau
beberapa organ. Penyebaran ke organ-organ umumnya berbentuk nodus atau tumor dan
menimbulkan destruksi jaringan atau gangguan fungsi organ yang bersangkutan.
Penyebaran ke organ vital (paru, hati, ginjal, otak, dsb) umumnya penderita lebih cepat
meninggal daripada ke organ non vital (kulit, tulang, sumsum, kelenjar limfe di luar regional.

Sumber: Kumar V, Cotran RS, dan Robbins SL. 2007. Buku Ajar Patologi Robbins. Edisi 7.
Jakarta: EGC
BLOK 9 : NEOPLASIA

LEARNING OBJECTIVE
“BUKAN TONJOLAN BIASA”

DISUSUN OLEH :

NAMA : FITRIA AMANDA
STAMBUK : N 101 14 019
KELOMPOK :4

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS TADULAKO
PALU
2016