You are on page 1of 4

Makalah

"Pembelajaran Bermakna yang Dialami Siswa Secara Langsung"

Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pembelajaran Tematik

Dosen pengampu : Susi Sumarni, M.Pd

Disusun Oleh:

1. Sofiatun

2. Ella

3. Siska

4. Silmi Kaffah (23040-15-0151)

PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYYAH

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI

SALATIGA

2017
BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Belajar pada hakikatnya adalah proses interaksi terhadap semua situasi yang ada di
sekitar individu. Belajar dapat dipandang sebagai proses yang diarahkan kepada tujuan dan
proses berbuat melalui berbagai pengalaman. Untuk mencapai keberhasilan dalam kegiatan
pembelajaran, terdapat beberapa komponen yang dapat menunjang, yaitu komponen tujuan,
materi, strategi belajar mengajar dan evaluasi. Dalam hal ini strategi dan metode pembelajaran
merupakan komponen yang penting sehingga memerlukan pembahasan secara merinci.
Dalam hal ini penulis akan menjelaskan mengenai pengertian, fungsi dan manfaat
pembelajaran bermakna

2. Rumusan Masalah
1) Apa pengertian pembelajaran bermakna?
2) Apa prinsip-prinsip pembelajaran bermakna ?
3) Apan tahap-tahap pembelajaran bermakna ?
4) Sebutkan kelemahan dan kelebihan pembelajaran bermakna ?
3. Tujuan
1. Dapat mengetahui pengertian pembelajaran bermakna?
2. Dapat mengetahui prinsip-prinsip pembelajaran bermakna ?
3. Dapat mengetahui tahap-tahap pembelajaran bermakna ?
4. Dapat menjelaskan kelemahan dan kelebihan pembelajaran bermakna ?

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Belajar Pembelajaran Bermakna


Pembelajaran bermakna merupakan suatu proses mengaitkan informasi baru pada
konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Struktur kognitif
ialah fakta-fakta, konsep-konsep, dan generalisasi-generalisasi yang telah dipelajari dan
diingat siswa.1 Impilkasi pembelajaran bermakna adalah terjadinya konflik kognitif. Karli
dan Sriyuliariatiningsih (2004:3) mengunkapakan bahwa konflik kognitif terjadi saat
interaksi antara konsepsi awal yang telah dimiliki siswa dengan fenomena baru yang
dapat dintergrasikan begitu saja. Sehingga diperlukan perubahan atau modifikasi struktur
kognitif untuk mencapai keseimbangan. Peristiwa ini akan berlangsung secara
berkelanjutan selama siswa menerima pengetahuan baru.
Pembelajaran pada hakikatnya adalah suatu proses interaksi antara anak dengan
anak, anak dengan sumber belajar, dan anak dengan pendidik.kegiatan pembelajaran ini
akan menjadi bermakna bagi anak jika dilakukan dalam lingkungan yang nyaman dan
memberikan rasa aman bagi anak. Proses belajar bersifat individual dan kontekstual
artinya proses belajar terjadi dalam diri individu sesuai dengan perkembangan dan
lingkunganya.
Kebermaknan belajar sebagai hasil dari peristiwa mengajar ditandai dengan
terjadinya hubungan antara aspek-aspek, konsep-konsep informasi atau situasi baru
dengan komponen-komponen yang relevan didalam struktur kognitif siswa. Dengan kata
lain, belajar akan lebih bermakna jika anak mengalamin langsung apa yang dipelajarinya
dengan mengaktifkan lebih banyak indra dari pada hanya mendengarkan penjelasan guru.
Agar pembelajaran bermakna terwujud diperlukan tiga buah kondisi, yaitu :
individu yang belajar memerlukan kesiapan untuk belajar bermakna yaitu dapat
menghubungkan materi baru yang dipelajarinya dengan konsep yang telah diketahuinya,
materi yang dipelajari harus memiliki kadar kebermaknaan logis, individu juga harus
mengetahui ide, konsep, atau prinsip yang mencangkup materi baru.
B. Prinsip-Prinsip Belajar Bermakna
Ada lima prinsip utama yang harus diperhatikan di dalam proses belajar :
1. Subsumption yaitu menggabungkan ide atau pengalaman terhadapa pola-pola ide
yang lalu yang telah dimiliki. Terdapat dua macam subsumption yaitu subsumption
darivatife dan korelatif subsumption.

1
Abdul Majid, Pembelajaran Tematik Terpadu, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2014), Hlm 16
2. Organizer yaitu usaha mengintegrasi pengalaman lalu dengan pengalaman baru
sehingga menjadi satu kesatuan.
3. Progressive Differentiation, suatu keseluruhan yang utuh harus lebih dulu muncul
sebelum sampai kepada suatu yang lebih spesifik.
4. Konsolidasi, suatu pelajaran harus dulu dikuasai sebelum sampai kepada pelajaran
berikutnya, bila pelajaran tersebut menjadi dasar untuk pelajaran selanjutnya.
5. Integrative Roconciliation, pelajaran baru yang dipelajari harusdihubungkan dengan
ide pelajaran yang pernah dipelajari sebelumnya.
C. Tahap-tahap pembelajaran
1. Menentukan tujuan pembelajaran
2. Melakukan identifikasi karakteristik siswa
3. Memilih materi pelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa dan mengaturnya
dalam bentuk konsep inti
4. Mengidentifikasikan prinsip-prinsip yang harus dikuasai peserta didik dari materi
tersebut
5. Menyajikan suatu pandangan secara menyeluruh tentang apa yang harus dikuasai
peserta didik
6. Menentukan topik-topik yang akan dipelajari siswa
7. Mempelajari konsep-konsep inti dan menerapkan kedalam bentuk yang nyata atau
konkret.
D. Kelemahan dan Kelebihan Pembelajaran Bermakna
1. Kelebihan :
a) Informasi yang dipelajari secara bermakna lebih lama dapat di ingat.
b) Informasi yang dapat dipelajari secara bermakna memudahkan proses belajar
berikutnya untuk materi pembelajaran yang serupa.
c) Informasi yang di pelajari secara bermakna mempermudah belajar hal-hal yang
telah dipelajari walaupun lupa.2
2. Kelemahan :
a) Informasi yang disampaikan secara hafalan tidak lama diingat
b) Jika peserta didik berkeinginan untuk mempelajari sesuatu tanpa mengaitkan
hal yang satu dengan hal yang lain yang sudah diketahuinya maka baik proses
maupun hasil pembelajarannya dapat diartikan sebagai hafalan dan tidak akan
bermakna sama sekali baginya.3

2
Ratna Wilis Dahar, Teori-teori Belajar dan Pembelajaran, (Bandung:Erlangga, 2011) Hlm 98
3
http://robiah252.blogspot,co.id/2012/12/makalah-ausubel.html