You are on page 1of 19

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK

“NANO MATERIAL”

Dosen Pengampu : Asiyah Nurrahmajanti, M.Si.

Tanggal Praktikum: 29 Oktober 2018

Tanggal Pengumpulan: 5 November 2018

Disusun Oleh:
Sylvia Banatul Fadilla (1177040078)
Kelompok 2:
Sansan Firmansyah (1167040067)
Nida Nur’azizah (1177040051)
Rizky Amelia Nur Fajriah (1177040067)
Siti Nurkomariah (1177040073)
Wine Febrianti (1177040085)
JURUSAN KIMIA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2018
BAB I

TINJAUAN PUSTAKA

A. Tujuan
 Mensintesis FeAlO3
 Mensintesis AluminoSilikat
 Mensintesis Magnetit
 Mengidentifikasi sifat hasil sintesis dengan magnet
 Mengidentifikasi karakteristik struktur kristal Fe3O4

B. Dasar Teori

Nanoteknologi mempunya banyak pengertian, Nanoteknologi atau teknologi rekayasa zat


adalah pembuatan / penggunaan materi / devais pada ukuran sangat kecil, yakni 1-100 nm . devinisi
kedua adalah memahami dan mengontrol sesuatu pada dimensi 1-100 nm, dimana fenomena2 unik
menghasilkan aplikasi baru. Teknologi nano meliputi pencitraan , pemodelaan , pengukuran,
fabrikasi dan memanipulasi sesuatu pada skala nano. Fenomena2 unik yang dapat diamati pada
sifat2 magnetik , mekanik , listrik, termal , optik , kimia dan biologi . ketika ukuran butir bahan
magnetik diperkecil hingga skala nano , bahan feromagnetik berubah menjadi bahan
superparamagnetik . salah satu sifat mekanik bahan adalah kekuatan luluh yaitu batas maksimum
kekuatan suatu bahan sebelum mengalami deformasi plastis (berubah bentuk). Jika ukuran butir
suatu logam atau keramik lebih kecil dari ukuran butir kritis (<100 nm) , sifat mekanik bahan
berubah dari keras menjadi lunak.efek termoelektrik adalah konversi langsung perbedaan
temperatur menjadi beda tegangan atau sebaliknya. Efisiensi efek termoelektrik akan meningkat
pada bahan beskala nano. Partikel logam/semikonduktor berukuran nano memiliki warna emisi
berbeda dibandingkan partikel tersebut dengan ukuran skla mikro.

Jadi intinya dengan nanoteknolgi maka setiap bahan / material akan memungkinkan pengurangan
berat disertai dengan peningkatan stabilitas dan meningkatkan fungsionalitas.

Latar Belakang perkembanganan teknologi Nano Diantaranya adalah :

Nanoteknologi atau teknologi rekayasa zat bersekala nanometer atau sepermiliar meter massa
pengembangannya belumlah tergolong lama. Munculnya kesadaran terhadap ilmu dan teknologi
nano diinspirasi dan didorong oleh pemikiran futuristik dan juga penemuan peralatan pengujjian
dan bahan-bahan .Konsepnya pertama kali diperkenalka oleh Richard Feynman , ahli fisika
amerika serikat yang kemudian meraih nobel fisika pada 1965 , tepatnya Pada tanggal 29
Desember 1959 dalam pertemuan tahunan Masyarakat Fisika Amerika (American Physical
Society) di Caltech, Richard Phillips Feynman dalam suatu perbincangan berjudul “ There’s plenty
of room at the bottom” atau dalam bahasa indonesia nya “Masih banyak ruang dibagian paling
Bawah”, hal ini memunculkan suatu isu yaitu permasalahan unutuk memanipulasi dan mengontrol
atom (ukuran 0,001 nm) dan molekul (ukuran 0,1 nm) pada dimensi kecil (nanometer).

Namun ternyata teknologi nano telah diteliti terlebih dahulu oleh Profesor Nario Taniguchi dari
Tokyo Science University pada tahun 1940, ia mulai mempelajari mekanisme pembuatan
nanomaterial dari kristal kuarts, silikon dan keramik alumina dengan menggunakan mesin
ultrasonik . selain itu Norio Taniguchi juga dianggap sebgai orang yang pertamakali menciptakan
istilah “nanoteknologi” dalam presentasi konfrensi tahun 1974-nya l “konsep dasar yang berjudul
‘Nano Teknologi’ . (Ramsden,Jeremy : 2002)

Senyawa magnetik menjadi perhatian orangkarena memiliki banyak aplikasi tidak saja dalam
bidang perekaman magnetik tapi juga dalam pengobatan sebagai sistem pengantar obat dan
penginderaan magnetik dalam bidang magneticresonance imagin. Dalam bidang
industinanopartikel juga memiliki aplikasi di bidangindustri seperti keramik, katalis,energy
sorage,magnetic datastorage dan ferofluida. Untuk aplikasi tersebut senyawa magnetik disintesis
dalam bentuk partikel nano. Senyawa magnetik memiliki potensi aplikasi tersebut salah satunya
adalah F3O4 . Sintsis material oksida ini dapatdilakukan dengan sederhana melalui proseshidrolisis
dengan menggunakan garam besi sebagai prekursor. Ion Fe2+dan Fe3+ dalam air akanmengalami
proses hidrasi dan kemudian akanmengalami proses hidrolisis dan jika proseshidrolisis ini berlanjut
dapat menyebabkan ion Fe2+ dan F3+ akan berubah menjadi senyawa oksida(FeO.xH2O dan
Fe2O3.xH2O). Cara sederhana inidisebut juga sebagai metoda kopresipitasi yangdapat
menghasilkan senyawa oksida dalam ukurannano.Pembentukan nanopartikel dapat
dilakukandengan caratop downataubottom up. Metode topdown adalah dengan memecah padatan
menjadi partikel-partikel berukuran nano. Sedangkanmetode bottom up adalah menumbuhkan
partikel- partikel nano yang disusun dari prekursor molekular atau ionik. Metode dalam
Pembentukannanopartikel di antaranya adalah kopresipitasi, sol-gel, mikroemulsi,
hidrotermal/solvotermal, cairansuperkritis, sintesis cairan ionik, sintetis biomimetik, menggunakan
cetakan (templated synthesis)
. Namun, pada percobaan ini digunakanmetode kopresipitasi.Metode kopresipitasi merupakan
metodesintesis senyawa anorganik berdasarkan pengendapan lebih dari satu substansi secara
bersama-sama ketika melewati titik jenuhnya. Zat pengendap yang biasanya digunakan
adalahhidroksida, karbonat, sulfat dan oksalat. Ikutsertanya pengotor pada pengendap dapat
dibedakanmenjadi pengendapan bersama (ko-presipitasi) dan pengendapan susulan
(postpresipitasi). Padakopresipitasi zat pengotor mengendap bersama-sama dengan endapan yang
diinginkan.Pengendapan susulan berupa pengendapan zat pengotor setelah seesainya pengendapan
zat yangdiinginkan atau terjadi endapan kedua pada permukaan endapan pertama. Pada proses
inisenyawa yang diinginkan mengendap terlebihdahulu kemudian pengotor akan mengendap
selanjutnya. ( Fatimah: 2010)
BAB II

METODELOGI

A. Alat dan Bahan


 Alat
No. Nama alat Ukuran Jumlah
1. Neraca analitik - 1 Buah
2. Oven - 1 Buah
3. Botol semprot - 1 Buah
4. Mortar dan alu - 1 Buah
5. Botol polipropilen - 1 Buah
6. Batang pengaduk - 2 Buah
7. Instrumen XRD - 1 Buah
8. Hotplate - 1 Buah
9. Stirrer - 1 Buah
10. Gelas ukur 10 ml 1 Buah
11. Pipet tetes - 2 buah
12. Kaca arloji 40 mm 1 Buah
13. Corong - 1 Buah
14. Gelas kimia 100 ml, 250 2 Buah
ml
15. Spatula - 1 Buah
16. Pipet volume 25 ml 1 Buah
17. Labu takar 250 ml 1 Buah
18. Cawan 40 dm 1 Buah
19. Cawan 2 Buah
20. Termometer - 1 Buah
21. Desikator - 1 Buah
22. Magnet - 1 Buah
23. Furnace - 1 Buah
 Bahan
No. Nama Bahan Konsentrasi Jumlah

1. FeCl3 1 mol 0.345 g


2. Al(OH)3 1 mol 0.436 g
3. Amoniak 1% 0.428 M 13 ml
4. Amoniak pekat 25 % 10.76 M 6.5 ml
5. Asam sitrat 6.3 g
6. NaOH 6M 15 ml
7. Silika gel (SiO3) - 0.4609 g
8. Akuades Secukupnya
9. Larutan probiotik - 50 ml
10. Aluminium foil Al2O3 - 0.2652 g
11. FeSO4
12. Indicator universal - Secukupnya
13. Aluminium foil - 0.2652 g
14. Plastik kreb - Secukupnya
15. Kertas saring - 2 Buah
16. Plastic - 2 Buah
B. Diagram Alir
 Sintesis FeAlO3

FeCl3 dan Al(OH)3

 Timbang kedua sampel garam tersebut


 Larutkan dengan akuades
 Tambahkan asam sitrat pada larutan tersebut
 Aduk sampai homogen
 Netralkan dengan larutan amoniak
 Panaskan larutan pada suhu 105˚C selama 1 jam
 Aduk gel
 Pijarkan pada suhu 750˚C selama 2 jam
 Dinginkan, gerus padatan
 Identifikasi sifat fisiknya

Padatan FeAlO3

 Sintesis AluminoSilikat

Silika Gel dan Alumunium foil

 Timbang silika gel dan alumunium foil dengan perbandingan 1 mol: 1 mol
 Masukkan pada botol propilena
 Larutkan dengan NaOH 6 M dan sedikit akuades
 Bagi larutan menjadi dua bagian
 Bagian I tangani dengan larutan probiotik 90˚C , simpan selama 4 hari
 Bagian II tambahkan dengan akuades sambil dipanaskan
 Pijarkan pada suhu 750˚C selama 4 jam
 Gerus hasil produk yang telah dipijarkan
 Identifikasi sifat fisik nya

Padatan AluminoSilikat

 Sintesis Magnetit

FeCl3 dan FeSO4

 Timbang padatan FeCl3 dan FeSO4


 Tambahkan larutan NaOH 0.5 mol sambil Aduk dengan stirer
 Netralkan dengan akuades
 Despersikan larutan sampai endapan terbentuk
 Buang larutan dan sisakan endapannya saja dan sedikit larutan
 Panaskan pada suhu 70˚C sampai tiga kali
 Oven padatan pada suhu 100˚C selama 1 jam
 Pijarkan padatan pada suhu 750˚C selama 2 jam
 Gerus padatan
 Dekatkan padatan dengan magnet
 Amati apa yang terjadi

Padatan Magnetit

C. Prosedur Kerja

 Sintesis FeAlO3
Pertama-tama Garam besi (FeCl3) dan Garam alumunium (AlOH3) ditimbang dalam
neraca analitik menggunakan kaca arloji dan didapatkan sebesar 0,3415 gram, dan 1,4823
gram. Lalu dilarutkan padatan Garam besi (FeCl3) dan Garam alumunium (AlOH3) dalam
gelas kimia 250 ml yang berbeda sebanyak 60 ml, sambil diaduk hingga homogen.
Kemudian dimasukkan kedua larutan dalam satu wadah gelas kimia 250 ml. Setelah itu
ditambahkan sebanyak 10 ml larutan Asam Sitrat ke dalam larutan campuran, ditambahkan
sebanyak 13 ml larutan Amoniak ke dalam larutan campuran, dan ditambahkan sebanyak
6,5 ml Amoniak pekat ke dalam larutan campuran. Kemudian dipanaskan dalam hot plate
pada suhu 105oC selama 1 jam. Lalu dilakukan penyaringan larutan campuran dengan
kertas saring dan diamati. Digerus bila hasilnya padatan, dan aduk hingga rata jika hasilnya
gel. Ditimbang berat cawan kosong. Kemudian dipanaskan (furnice) kembali pada suhu
270oC selama 2 jam. Lalu didinginkan dalam suhu ruang. Kemudian ditimbang berat cawan
dan sampel dalam neraca analitik. Digerus kembali hingga halus dan dimasukkan dalam
plastik. Lalu diperiksa struktur senyawanya dengan XRD.
 Sintesis Aluminosilikat
Pertama-tama Silika gel dan Alumunium foil ditimbang dalam neraca analitik
menggunakan kaca arloji dan didapatkan sebesar 0,4609 gram, dan 0,2652 gram. Lalu
dimasukkan Silika gel dan Alumunium foil ke dalam satu wadah botol propilen. Kemudian
ditambahkan larutan NaOH 6M sebanyak 10 ml, sambil diaduk. Lalu ditambahkan sedikit
aquadest sebanyak 10 ml. Setelah itu dilakukan penyaringan terhadap larutan
campuran.menggunakan kertas saring. Hasil dari penyaringan filtrat dibagi menjadi 2
bagian. Pada bagian pertama, larutan probiotik dipanaskan dalam hot plate pada suhu 90oC.
Kemudian setelah larutan probiotik panas, dimasukkan ke dalam filtrat yang pertama, dan
didiamakan selama 4 hari, lalu diamati. Kemudian setelah didiamakan selama 4 hari,
dipanaskan (furnice) pada suhu 750oC sealam 4 jam, lalu diamati. Kemudian ditimbang dan
dicatat hasilnya. Pada bagian kedua, dilarutkan dalam aquadest. Lalu dipanaskan dalam hot
plate pada suhu 90oC. kemudian didinginkan pada suhu ruang, lalu diamati. Setelah itu
dipanaskan (furnice) pada suhu 750oC sealam 4 jam, lalu diamati. Kemudian didinginkan
dalam desikator. Setelah itu digerus hasilnya hingga halus dan dimasukkan dalam plastik.
Lalu diperiksa struktur senyawanya dengan XRD.
 Sintesis Magnetit dan preparasi Nanofluida Magnetik
Pertama-tama padatan FeSO4 dan FeCl3 ditimbang dalam neraca analitik
menggunakan kaca arloji dan didapatkan sebesar 0,4609 gram, dan 0,2652 gram. Lalu
dimasukkan padatan FeSO4 dan FeCl3 ke dalam satu wadah gelas kimia 250 ml. Kemudian
ditambahkan larutan NaOH (0,5 mol dalam 600 ml aquadest) sebanyak 10 ml, sambil
diaduk dan diamati. Dididihkan dalam hot plate sambil diaduk selama 1 jam, lalu diamati.
Lalu dinetralkan dengan akuades sampai netral dan didispersikan. Setelah itu dilakukan
penyaringan terhadap larutan campuran.menggunakan kertas saring. Hasil dari
penyaringan filtrat dipanaskan pada suhu 70oC selama 3 kali pemanasan, lalu diamati.
Kemudian didinginkan pada suhu ruang. Kemudian dipanaskan (furnace) pada suhu 750
o
C. lalu didinginkan dalam desikator, lalu diamati. Kemudian dipanaskan kembali dalam
oven pada suhu 105oC. lalu didinginkan dalam desikator, lalu diamati. Kemudian hasilnya
digerus hingga halus, dan setelah halus didekatkan dengan magnet apakah serbuk halus itu
tertarik atau tidak yang menandakan sifat ferromagnetik dan diamagnetik.
BAB III

HASIL PENGAMATAN

 Sintesis FeAlO3

PERLAKUAN PENGAMATAN
Ditimbang padatan Garam besi (FeCl3) dan FeCl3 berbentuk serbuk berwarna hitam.
Garam Alumunium (Al(OH)3 dalam neraca Al(OH)3 berbentuk serbuk berwarna putih.
analitik menggunakan kertas saring Massa FeCl3 sebesar 0,345 gram
Massa kertas saring sebesar 1,4283 gram
Massa FeCl3 + kertas saring sebesar 1,8723
gram
Massa Al(OH)3 sebesar 0,345 gram
Massa kertas saring sebesar 1,4283 gram
Massa FeCl3 + kertas saring sebesar 1,8723
gram
Dilarutkan padatan Garam besi (FeCl3) dan FeCl3 (s) + aquadest = larutan berwarna hitam
Garam Alumunium (Al(OH)3 dalam gelas Al(OH)3 (s) + aquadest = larutan berwarna
kimia 250 ml tang berbeda sebanyak 60 ml, putih
sambil diaduk hingga homogen
Dimasukkan kedua larutan tersebut dalam FeCl3 (aq) + Al(OH)3(aq) = larutan berwarna
satu wadah gelas kimia 250 ml kuning keruh

Ditambahkan dengan Asam sitrat ke dalam Asam sitrat berwarna putih


larutan campuran sebanyak 10 ml Larutan campuran + Asam sitrat = larutan
brwarna kuning dan terdapat endapan putih
Ditambahkan dengan Ammonia ke dalam Larutan ammonia tidak berwarna
larutan campuran sebanyak 13 ml Larutan campuran + Ammonia = larutan
brwarna kuning keruh dan terdapat endapan
putih
Ditambahkan dengan Ammonia pekat ke Larutan ammonia pekat tidak berwarna
dalam larutan campuran sebanyak 6,5 ml Larutan campuran + Ammonia pekat =
larutan brwarna hijau
Dipanaskan dalam hotplate pada suhu 105oC Setelah dipanaskan dalam hotplate terdapat
selam 1 jam padatan berwarna hijau kehitaman, dan
lengket
Dilakukan penyaringan menggunakan kertas Filtrat berwarna hijau bening
saring Residu berwarna hijau kehitaman, dan
lengket
Digerus bila hasilnya padatan, dan diaduk Endapan yang dihasilkan berbentuk padatan
hingga rata jika hasilnya gel dan dimasukkan ke dalam cawan porselen
dan ditutup dengan plastik kreb
Dipanaskann (furnice) pada suhu 270oC Setelah dipanaskan (furnice) padatan menjadi
selama 2 jam berwarna merah bata
Didinginkan dalam desikator Sampel padatan menjadi dingin
Ditimbang sampel padatan menggunakan Massa cawan kosong sebesar 53,5141 gram
neraca analitik Massa cawan + sampel sebesar 53,8718 gram
Digerus sampel padatan hingga halus dan Setelah digerus padatan menjadi serbuk
dimasukkan ke dalam plastik berwarna merah bata dan dimasukkan ke
dalam plastik
Diperiksa struktur senyawanya dengan XRD

 Sintesis Aluminosilikat

PERLAKUAN PENGAMATAN
Padatan Silika gel berbentuk serbuk
Ditimbang padatan Silika gel dan Aluminium berwarna putih
Foil dalam neraca analitik menggunakan kaca Padatan Alumunium foil berbentuk serbuk
arloji berwarna abu-abu
Massa silika gel sebesar 0,4609 gram
Massa Aluminium Foil sebesar 0,2652 gram
Dimasukkan padatan Silika gel dan Sampel Silika gel dan Aluminium Foil
Aluminium Foil dalam botol polipropilen menjadi tercampur
Ditambahkan dengan larutan NaOH 6M
Larutan berwarna hitam, Alumnium Foil
secara bertahap sebanyak 10 ml, sambil
tidak larut semuanya, dan berbau menyengat
diaduk
Ditambahkan sedikit aquadest sebanyak 10 Larutan berwarna hitam, Alumnium Foil
ml larut semuanya, dan berbau menyengat
Larutan berwarna hitam, Alumnium Foil
Dibagi larutan menjadi 2 bagian
tidak larut semuanya, dan berbau menyengat
Pada bagian ke-1, tambahkan larutan
probiotik (chimory) yang sudah dipanaskan
Larutan berwarna merah muda
sebelumnya menggunakan hotplate dalam
suhu 90oC
Setalah dipanaskan larutan probiotik menjadi
Dipanaskan (furnice) pada suhu 750oC
padatan menggumpal berwarna cokelat
selama 4 jam
keorangenan
Massa Kertas cawan kosong = 36,4800 gram.
Didinginkan dalam desikator, lalu ditimbang Massa Kertas cawan + sampel = 70,6490
dan dicatat beratnya gram.
Massa sampel = 34,169 gram
Pada bagian ke-2, ditambahkan akuades Larutan tidak berwarna
Terbentuk padatan endapan berwarna putih
Dipanaskan pada suhu 90oC
kental menggumpal
Dipanaskan (furnice) pada suhu 750oC Padatan menjadi berwarna putih kebiru-
selama 4 jam biruan
Setelah digerus padatan menjadi serbuk
Digerus padatan yang dihasilkan hingga
berwarna putih kebiru-biruan dan
halus dan dimasukkan dalam plastik
dimasukkan dalam plastik

 Sintesis Magnetit dan preparasi Nanofluida Magnetik

PERLAKUAN PENGAMATAN
Ditimbang padatan FeSO4 dan padatan FeCl3 FeSO4 berbentuk serbuk berwarna hijau
dalam neraca analitik dengan menggunakan FeCl3 berbentuk serbuk berwarna hitam
kaca arloji Massa FeCl3 sebesar 0.6892 g
Massa FeSO4 sebesar 0.3688 g
Dimasukkan padatan FeSO4 dan padatan Padatan FeSO4 dan padatan FeCl3 menjadi
FeCl3 dalam gelas kimia 250 ml tercampur dalam gelas kimia 250 ml
Ditambahkan larutan NaOH |(0,5 mol dalam Larutan NaOH tidak berwarna
600 ml aquadest) Larutan berwarna cokelat kehitaman
Diaduk selama 1 jam menggunakan magnetik Larutan tetap berwarna cokelat kehitaman
stirrer
Dinetralkan dengan akuades dan Larutan tetap berwarna cokelat kehitaman
didispersikan
Dilakukan penyaringan menggunakan kertas Filtrat tidak berwarna
saring Residu berwarna cokelat kehitaman
Dipanaskan pada suhu 70oC selama 3 kali Pada pemanasan ke-1 = hasilnya volume
pemanasan larutan berkurang
Pada pemanasan ke-2 = hasilnmya larutan
agak kental berwarna cokelat kehitaman
Pada pemanasan ke-3 = larutan kental
berwarna cokelat kehitaman
Dipanaskan kembali melalui furnice pada Padatan berwarna cokelat kehitaman dengan
suhu 750oC, lalu didinginkan dalam desikator massa cawan+Sampel = 52.4399 g
Dipanaskan kembali melalui oven pada suhu Padatan berwarna hitam
105oC
Dididingkan dalam desikator, lalu digerus Setelah digerus, menjadi serbuk berwarna
hingga halus hitam
Diuji dengan magnet Saat serbuk didekatkan pada magnet, serbuk
langsung tertarik hal ini menandakan bersifat
ferromagnetik
BAB IV

PEMBAHASAN

Pada percobaan ini kita membahas tentang Nano Material dengan melakukan tiga percobaan
yaitu sintesis FeAlO3, sintesis AluminoSilikat dan sintesis magnetit dan NanoFluida .
Nanoteknologi mempunya banyak pengertian, Nanoteknologi atau teknologi rekayasa zat adalah
pembuatan / penggunaan materi / devais pada ukuran sangat kecil, yakni 1-100 nm . devinisi
kedua adalah memahami dan mengontrol sesuatu pada dimensi 1-100 nm, dimana fenomena2
unik menghasilkan aplikasi baru. Teknologi nano meliputi pencitraan , pemodelaan , pengukuran,
fabrikasi dan memanipulasi sesuatu pada skala nano. Fenomena2 unik yang dapat diamati pada
sifat2 magnetik , mekanik , listrik, termal , optik , kimia dan biologi .

 Sintesis FeAlO3

Pada saat padatan dilarutkan dengan akuades bertujuan untuk menghidrolisis dan larutan
tersebut ditambahkan sedikit asam sitrat karna hidrolisis ini harus dilakukan dalam keadaan asam
, asam sitrat disini berfungsi untuk mengoksidasi logam Fe menjadi ion logam Fe2+ dan juga
sebagai katalisator yang ditandai dengan terbentuknya gel berwarna hijau . Larutan amoniak disini
berfungsi sebagai ligan yang mempunyai sebuah orbital yang berisi elektron tak berpasangan untuk
interaksinya dengan logam, bentuk kompleks koordinasi yang klasik dengan logam. Mereka
bergabung hanya dengan interaksi elektron ligan dengan orbital d, s, atau p yang kosong dari
logam. Ligan ini adalah basa lewis, dan logam adalah asam lewis. Ikatan ini dibentuk dari rotasi
simetrik diatas sumbu logam dengan ligan dan digambarkan sebagai suatu ikatan.

 Sintesis AluminoSilikat

Pada percobaan ini , alumunium foil dan silika gel dilarutkan dengan NaOH 6M bertujuan
untuk pengikisan alumunium menunjukkan bahwa dengan semakin meningkatnya konsentrasi
NaOH maka dapat menaikkan kelarutan aluminium. Hal ini menunjukkan semakin banyak logam
aluminium yang terkikis berarti semakin banyak nuklida-nuklida yang menempel di logam
yang terlepas. Alumunium bersifat amfoter dimana jika dilarutkan dengan basa kuat lewis maka
alumunium akan menjadi baa kuat dan jika dilarutan dengan asam kuat maka akan menjadi asam
kuat lewis. Alumino silikat terbentuk dari penggantian ion Si4+ dalam silikat oleh ion Al3+. Atom
Al menggantikan atom Si dalam tetrahedral atau menempati lubang oktahedral atom oksigen
membuat struktur yang lebih kompleks.
 Sintesis Magnetit dan NanoFluida

Prinsip percobaannya yaitu partikel-partikel Fe3O4 yang dibuat dengan cara kopersitas padatan
FeSO4 dan padatan FeCl3 dalam medium basa, campuran ion logam dengan campuran ion klorida
akan membuat ukuran partikel Fe3O4 menjadi lebih kecil bila menggunakan anion yang berbeda
maka mekanisme reaksi terjadi akan berbeda dan ukuran partikel tidak sesuai yang diharapkan.
Kemudian dicampurkan dengan nilai rasio stoikiometri Fe2+ = Fe3+ 1:2 apabila perbandingan ini
berbeda maka akan mempengaruhi diameter rata-rata Fe3O4. Lalu dipanaskan dan ditambahkan
NaOH maka terjadi kopresiptasi membentuk endapan hitam yang menandakan terbentuknya Fe3O4
. Proses pemanasan dan pemijaran disini bertujuan agar mendapatkan hasil yang murni ketika
padatan didekatkan dengan magnet maka padatan itu tertarik kuat menandakan bahwa Fe3O4
FeroMagnetik. Fe3O4 memiliki struktur kristal spinel yang setiap sel unit kubik terdiri dari 32
oksigen dan celah-celahnya ditempati oleh Fe2+ dan Fe3+ . Delapan ion Fe3+ berada pada bagian
tetrahedral sedangkan sisanya delapan ion Fe2+ dan Fe3+ berada pada oktahedral . Karakterisasi
Fe3O4 menggunakan XRD sesuai dengan teoritis memilik intensitas yang tinggi pada 2θ = 35˚ .
Dibawah ini merupakan gambar pola Difraksi Sinar-X Fe3O4.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan

1. Sintesis FeAlO3 ketika padatan FeCl3 dicampurkan dengan padatan Al(OH)3 dan
dilarutkan dengan akuades menghasilkan warna larutan kuning keruh dan ketika
ditambahkan dengan asam sitrat larutan menjadi kuning dan dinetralkan dengan
amoniak menghasilkan larutan hijau lalu dipanaskan menghasilkan seperti gel kental
berwarna hijau dan ketika dipijarkan menghasilkan padatan berwarna merah bata.
2. Sintesis AluminoSilikat , ketika alumunium foil dan silika gel dilarutkan dengan
NaOH padatan larut dan menghasilkan karutan hitam keabuan lalu ketika dipanaskan
larutan menjadi kental menggumpal dan pada saat dipijarkan menjadi padatan putih
kebiruan sedangkan larutan yang dicampurkan larutan probiotik larutan menjadi
kental berwarna merah muda dan ketika dipijarkan menjadi larutan merah bata dan
ada sedikit endapan .
3. Sintesis Magnetit , ketika padatan FeCl3 dan padatan FeSO4 dilarutkan dengan NaOH
0.5 mol menjadi larutan coklat kehitaman lalu larutan didispersikan dan terdapat
endapn hitam Fe3O4 lalu dipanaskan menjadi kental endapannya dan dipijarkan
mendapat endapan hitam kering ketika endapan didekatkan dengan magnet maka
endapan tertarik kuat .
4. Sifat dari padatan Fe3O4 yaitu feromagnetik dimana ketika didekatkan dengan magnet
tertarik sangat kuat.
5. Karaketeristik Fe3O4 memiliki struktur kristal spinel yang setiap sel unit kubik terdiri
dari 32 oksigen dan celah-celahnya ditempati oleh Fe2+ dan Fe3+ . Delapan ion Fe3+
berada pada bagian tetrahedral sedangkan sisanya delapan ion Fe2+ dan Fe3+ berada
pada oktahedral.

B. Daftar Pustaka
1. Ramsden,Jeremy.2002.”Nano Teknologi Terapan”.Jakarta: Erlangga
2. Fatimah.2010.”Sintesis dan Aplikasi NanoMaterial”.Yogyakarta: Universitas Islam
Indonesia Press
3. Gustaman,Dani.2016.”NanoPartikel dan NanoFluida”.Batam: Batam Press
4. Sukardjo.1989.”Kimia Anorganik”.Yogyakarta: Rineka Cipta
PERHITUNGAN
 PEMBUATAN LARUTAN

1. Larutan NaOH 6 M 100 ml

𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 1000
𝑀 = 𝑥
𝑀𝑟 𝑉
𝑔𝑟 1000
6𝑀 = 𝑥
40 𝑔𝑟/𝑚𝑜𝑙 100 𝑚𝑙
6 × 40 × 100
𝑔𝑟 =
1000
= 24 gram

2. Larutan NaOH 0,5 mol 600 ml

𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎
𝑚𝑜𝑙 =
𝑀𝑟
Massa = mol x Mr
= 0,5 mol x 40 𝑔𝑟⁄𝑚𝑜𝑙
= 20 gram

3. Larutan Amoniak 1 % 100 ml dari 25 %


10 × % × p
M = M1 . V1 = M2. V2
Mr

10 × 1% × 0,73 0,428 M. 100 ml = 10,716 M x V2


M = 𝑔𝑟𝑎𝑚
17,03 0,428 𝑀 × 100 ml
𝑚𝑜𝑙 𝑉2 =
10,716 𝑀
= 0,428 M
= 100 ml

10 × % × p
M =
Mr
10 × 25% × 0,73
M = 𝑔𝑟𝑎𝑚
17,03
𝑚𝑜𝑙
= 10,716 M
4. Larutan NH4OH 1 M 100 ml
10 × % × p M1 . V1 = M2. V2
M =
Mr
10 × 25% × 0,91 1 M. 100 ml = 6,5 M x V2
M = 𝑔𝑟𝑎𝑚
35
𝑚𝑜𝑙 1 𝑀 × 100 ml
𝑉2 =
6,5 𝑀
= 6,5 M
= 15,38 ml

 SINTESIS FeAlO3
 Fe
𝑔𝑟
𝐴𝑟 𝐹𝑒 56 𝑚𝑜𝑙
𝑥= = 𝑔𝑟 = 0,345
𝑀𝑟 FeCl3 162,20 𝑚𝑜𝑙

Massa = mol x X
= 1 mol x 0,345
= 0,345 gram
 Al
𝑔𝑟
𝐴𝑟 𝐴𝑙 27 𝑚𝑜𝑙
𝑥= = 𝑔𝑟 = 0,346
𝑀𝑟 𝐴𝑙(𝑂𝐻)3 78 𝑚𝑜𝑙

Massa = mol x X
= 1 mol x 0,346
= 0,346 gram

 SINTESIS ALUMINOSILIKAT
 Si
𝑔𝑟
𝐴𝑟 𝑆𝑖 28 𝑚𝑜𝑙
𝑥= = 𝑔𝑟 = 0,467
𝑀𝑟 𝑆𝐼𝑂2 60 𝑚𝑜𝑙

Massa = mol x X
= 1 mol x 0,467
= 0,467 gram

 Al
𝑔𝑟
𝐴𝑟 𝐴𝑙 27 𝑚𝑜𝑙
𝑥= = 𝑔𝑟 = 0,2647
𝑀𝑟 𝐴𝑙2𝑂3 102 𝑚𝑜𝑙
Massa = mol x X
= 1 mol x 0,2647
= 0,2647 gram

 SINTESIS MAGNETIK
 Fe2+
𝑔𝑟
𝐴𝑟 𝐹𝑒 56 𝑚𝑜𝑙
𝑥= = 𝑔𝑟 = 0,3688
𝑀𝑟 𝐹𝑒𝑆𝑂4 152 𝑚𝑜𝑙

Massa = mol x X
= 1 mol x 0,3688
= 0,3688 gram

 Fe3+
𝑔𝑟
𝐴𝑟 𝐹𝑒 56 𝑚𝑜𝑙
𝑥= = 𝑔𝑟 = 0,3446
𝑀𝑟 𝐹𝑒𝐶𝑙3 162,20 𝑚𝑜𝑙

Massa = mol x X
= 2 mol x 0,3446
= 0,6892 gram

 PERSAMAAN REAKSI
- 2NaOH + Al2O3 2NaAlO2 + H2O
- 2NaOH + SiO2 Na2SiO3 + H2O
- 10NaOH + 2SiO2.3Al2O3 2Na.SiO3 + 6NaAlO2 + 5H2O
- Na2SiO3 + H2O Na2SiO3
- Na2AlO4 + H2O NaAl(OH)4
- NaOH + NaAl(OH)4 + Na2SiO4 Na2(AlO2)4(SiO2)8.H2O.NaOH
- 3FeSO4 + 6NaOH + 1/2O2 Fe3O4 + 3Na2SO4 + 3H2O
- (NH4)2Fe(SO4)2 + FeCl3 Fe2+ + Fe3+ + 2(NH4)- + 2(SO4)2-
- Fe2+ + Fe3+ + O2- Fe3O4