You are on page 1of 15

A.

Judul :
Penentuan Kadar Timbal (Pb) Pada Air Limbah Cucian Mobil

B. Tujuan :
Menentukan kadar timbal (Pb) pada air limbah cucian mobil dengan menggunakan
spektronik 20

C. Dasar Teori

Logam berat adalah unsur-unsur kimia dengan bobot jenis lebih besar dari 5
gr/cm3, terletak di sudut kanan bawah sistem periodik, mempunyai afinitas yang
tinggi terhadap unsur S dan biasanya bernomor atom 22 sampai 92 dari perioda 4
sampai 7. Menurut Vries et al (2002) in Rangkuti (2009), logam berat termasuk ke
dalam logam transisi dan umumnya bersifat trace element.
Sifat toksisitas logam berat dapat dikelompokkan kedalam 3 kelompok, yaitu
bersifat toksik tinggi, sedang dan rendah. Logam berat yang bersifat toksik tinggi
terdiri dari unsur – unsur Hg, Cd, Pb, Cu, dan Zn. Bersifat toksik sedang terdiri dari
unsur – unsur Cr, Ni,dan Co, sedangkan bersifat toksik rendah terdiri atas unsur Mn
dan Fe. Adanya logam berat di perairan berbahaya baik secara langsung terhadap
kehidupan organisme maupun efeknya secara tidak langsung terhadap kesehatan
manusia.
Timbal atau sering disebut juga timah hitam dalam bahasa latin dikenal
dengan nama plumbum, disingkat dengan Pb. Timbal pada tabel periodik terdapat
pada golongan XIV P, periode VI, memiliki nomor atom 82 dengan berat atom
207,20 g/mol (Cotton dan Wilkinson, 1989). Sifat – sifat timbal berdasarkan
Darmono (1995) dan Fardiaz (2005), antara lain:
1. Memiliki titik cair rendah;
2. Merupakan logam yang lunak sehingga mudah diubah menjadi berbagai bentuk;
3. Timbal dapat membentuk alloy dengan logam lainnya, dan alloy yang terbentuk
mempunyai sifat yang berbeda pula dengan timbal murni;
4. Memiliki densitas yang tinggi dibanding logam lain; kecuali emas dan merkuri, yaitu
11,34 g/cm3;
5. Sifat kimia timbal menyebabkan logam ini dapat berfungsi sebagai pelindung jika
kontak dengan udara lembab.
Timbal (Pb) secara alamiah tersebar luas dibatu-batuan dan lapisan kerak bumi. Di

maupun hewan darat yang masuk melalui debu di udara ke saluran pernapasan. 1985). namun ketersediaan instrumennya masih terbatas. erosi dan limbah industri (Saeni. logam Pb terdapat dalam bentuk Pb2+. Metode lain yang dapat digunakan untuk mengukur kadar timbal adalah dengan menggunakan spektrofotometri . PbOH+. baik pada hewan air yang masuk melalui insang. Absorpsi logam melalui saluran pernapasan biasanya cukup besar. laut. 1989). Sedangkan logam yang masuk melalui kulit jumlah dan absorpsinya relatif kecil. 1977 in Rohilan. Metode SSA digunakan karena ketelitian yang cukup tinggi. 2009). jatuhan debu yang mengandung Pb yaitu dari hasil pembakaran bahan bakar mobil atau bensin yang mengandung timbal tetraetil. bearing metal (tiang pondasi). Logam berat masuk ke dalam jaringan tubuh makhluk hidup melalui beberapa jalan. Absorpsi melalui pencernaan hanya beberapa persen saja. Di dalam sistem air tawar. PbHCO3. 1995). yaitu saluran pernapasan. Meskipun metode ini telah tervalidasi. Penggunaan dalam jumlah paling besar adalah untuk bahan produksi baterai pada kendaraan bermotor. pelapukan kimiawi pada batuan-batuan dan tanah di dalam cekungan pengairan merupakan sumber paling penting dari kadar logam yang memasuki permukaan air ( Leckie dan James in Cornell dan Miller. pateri. yaitu Pb2+ dan Pb4+. pembungkus kabel. Timbal masuk ke perairan melalui pengendapan. industri percetakan tinta. pencernaan dan penetrasi melalui kulit. namun yang paling mendominasi di lingkungan perairan adalah Pb2+ karena bentuk ini lebih stabil (GESAMP. tetapi jumlah logam yang masuk melalui saluran pencernaan biasanya cukup besar. 1995). Selain itu sumber utama pemasukan logam berat timbal (Pb) berasal dari berbagai industri seperti industri pigmen. bahan peledak. 1992). pelapis pipa – pipa sebagai anti korosif dan digunakan dalam campuran pembuat cat sebagai bahan pewarna karena daya larutnya yang rendah air (Darmono. Spektronik 20 serapan atom digunakan untuk penentuan konsentrasi suatu unsur logam yang terkandung dalam larutan dengan konsentrasi sangat kecil. PbSO4 dan PbCO+ (Perkins. Logam berat pada umumnya termasuk timbal (Pb) kebanyakan diserap oleh tubuh hewan air dalam bentuk ion. cepat dan relatif mudah (Gandjar dan Rohman. dan industri kimia yang menggunakan bahan pewarna. Logam Pb mempunyai dua tingkat oksidasi. elektroda dari aki.

Alat No Nama Alat Kategori Gambar Fungsi 1 Gelas kimia I Wadah untuk menyimpan dan membuat larutan 2 Gelas ukur I Untuk mengukur volume larutan 3 Labu ukur I Digunakan untuk mengencerkan larutan dengan konsentrasi tertentu 4 Batang pengaduk I Digunakan untuk mengaduk larutan 5 Spatula I Digunakan untuk mengambil bahan berupa padatan 6 Kuvet I Digunakan untuk menempatkan larutan tembus pandang yang akan diukur absorbansinya 7 Neraca analitik II Untuk menimbang Bahan berupa padatan 8 Kaca arloji I Digunakan sebagai wadah padatan yang .D. Alat dan Bahan 1.

akan ditimbang 9 Corong I Digunakan untuk menyaring larutan 10 Pipet tetes I Digunakan untuk mengambil larutan dalam jumlah sedikit 11 Spektronik 20 II Digunakan untuk mengukur serapan panjang gelombang dari suatu larutan atau sampel 12 Rak tabung reaksi I Digunakan sebagai tempat dari kuvet yang berisi larutan 13 Erlenmeyer I Digunakan untuk menampung filtrat dari hasil penyaringan .

Bereaksi g/mol dengan asam . NaOH Khusus .Padatan berwarna .Massa molar 40 .Merupakan merah indikator .Memiliki pH .Sedikit larut dalam air 4. Aquades Umum . Nama Bahan Kategori Sifat Fisik Sifat Kimia 1.2.Berat molekul 18 g/mol 2.Larut dalam air putih .Titik leleh 270oC air .Massa molar 331 nitrat g/mol .Memiliki pH 3-4 3.Cair .Titik beku 0oC pelarut polar . Pb(NO3)2 Khusus .Titik didih 100oC .Titik lebur 591 K menghasilkan .Massa molar 240 pengompleks g/mol Pb . ARS Khusus .Padatan berwarna .Larut dalam .Tidak berwarna netral .Titik didih 1663 K garam . Bahan No.Kristal putih tak .Merupakan .Bersifat basa .Tak larut berwarna dalam asam .Titik lebur 556 K .

4. 2.E. 2. 2. 3.13 mL NaOH 0. 5 ppm Mengambil masing-masing 10 mL dan memasukkan pada gelas kimia Memasukkan sebanyak 1 mL ARS 0. 5 ppm Larutan Pb (II) 1. 3. 4. 5 ppm 2. 3. Prosedur Kerja 1.1 M ke dalam masing-masing gelas kimia Mengaduk campuran Memasukkan sejumlah volume tertentu ke dalam kuvet Melakukan pembacaan absorbansi Absorbansi larutan standar .019 gram dan melarutkan dengan 100 mL aquades untuk membuat larutan dengan konsentrasi 100 ppm Larutan Pb (II) 100 ppm Mengencerkan dengan aquades menjadi konsentrasi 1. 4. Penentuan kadar timbal + ARS menggunakan spektronik 20 Larutan Pb (II) 1. Pembuatan larutan standar Pb (II) Pb(NO3)2 Menimbang 0.01 M dan 0.

13 mL NaOH 0.01 M dan 0. Sampel Mengambil masing-masing 10 mL sampel dan memasukkan pada gelas kimia Memasukkan sebanyak 1 mL ARS 0.1 M ke dalam masing-masing gelas kimia Mengaduk campuran Memasukkan sejumlah volume tertentu ke dalam kuvet Melakukan pembacaan absorbansi Absorbansi sampel .

343 13 640 0.237 16 700 0.710 9 560 0.384 20 780 0.880 8 540 0.742 7 520 0.225 15 680 0.380 19 760 0.247 14 660 0. Hasil Pengamatan 1.430 11 600 0.353 21 800 0. Penentuan panjang gelombang maksimum  Panjang gelombang maksimum 520 nm No Panjang gelombang (nm) Absorbansi 1 400 0.224 5 480 0.334 2 420 0.332 18 740 0.F.424 12 620 0.302 17 720 0.662 3 440 0.556 6 500 0.338 .478 10 580 0.158 4 460 0.

942 5 5 ppm 0.915 4 4 ppm 0.865 2 Titik II (pas) 0.2 0 0 200 400 600 800 1000 Panjang Gelombang (nm) 2.956 3.4 Series1 0.8 Absorbansi 0.895 3 3 ppm 0.870 .880 2 2 ppm 0.6 0. Penentuan absorbansi larutan standar No Konsentrasi larutan standar Absorbansi 1 1 ppm 0.875 3 Titik III (usai) 0. Penentuan absorbansi sampel No Sampel Absorbansi 1 Titik I (sebelum) 0. Penentuan Panjang Gelombang Maksimum 1 0.

96 y = 0.588 −0.880 0.815 −68.97 0. Kurva Standar Analisis Pb 0.91 Series1 0.y1 x n) –(∑X1 x ∑y1)  b= (𝑛 𝑥 ∑X12 ) –(∑X1)2 (13.78 0.0199 = 5 4.9139 ∑ 15 4.93 0.915 9 2.963 0.0199 ∑y1 –(b x ∑X1)  a= 𝑛 4.8372 4 4 0.82 = 275 −225 0.9139 (∑X1.956 25 4.29 0.475 0.8010 3 3 0.9897 0.95 R² = 0.9 0.0199x + 0.88 0.588 –(15 𝑥 0.942 16 3.580) = (5 𝑥 55) –(15)2 69.995 = 50 = 0.7744 2 2 0.92 Series2 0.895 4 1.880 1 0.2985 = 5 = 0. Perhitungan n=5 No x1 y1 x12 x1.94 Absorbansi 0.8579 0.8873 5 5 0.963 𝑥 5) –(15 𝑥 4.89 Linear (Series1) 0.8579 . y1 y12 1 1 0.87 0 2 4 6 Konsentrasi (ppm) 4.768 0.588 55 13.

0199x = 0.9628 = 0.0121 x = 0. y = bx + a y = 0.870 y = 0.875 y = 0.865 = 0.865 .875 .815 −68.0199x + 0. y = 0.0071 x = 0.0199x + 0.82 = √(5(55)− 225)(5(4.8579 0.0199x + 0.3567 ppm  Titik II .0.995 = √0.0199x = 0.2138)− 4.588)2 0.8579  Perhitungan konsentrasi sampel  Titik I .0199x + 0.0199 + 0.8579 0.865 y = 0.8579 0.6080 ppm  Perhitungan r 𝑛 ∑xy − ∑x ∑y r= √[𝑛(∑x2 )− √(∑x)2 ][𝑛(∑y2 )− ((∑y)2 ] 69. y = 0.0199x = 0.0199x = 0.0199x + 0.8579 0. Jadi.8579 0.0.8579 0.870 .8579 0. y = 0.0171 x = 0.875 = 0.8579 0.0199x = 0.0199x = 0.0199x + 0.0.8592 ppm  Titik III .9897 .8579 0.870 = 0.

kadmium (Cd) dan merkuri (Hg). Pada pembuatan kurva kalibrasi dilakukan dengan menggunakan .019 gram Pb(NO3) dilarutkan dengan 100 mL aquades dengan konsentrasi 100 ppm. yaitu pada saluran sebelum pembuangan air cucian mobil. sebanyak 0. Letak pengambilan sampel air cucian mobil Setelah pengambilan sampel air cucian mobil. Sampel air cucian mobil disaring sampai terlihat bening. karena sampel air cucian mobil sangat keruh.G. tepat pada pembuangan air cucian mobil. tahap selanjutnya yaitu sampel air cucian mobil tersebut terlebih dahulu disaring. Pada percobaan ini dilakukan pengujian kadar timbal (Pb) dalam air limbah cucian mobil dengan menggunakan alat spektronik 20. Akan tetapi apabila konsentrasinya telah melebihi batas yang telah ditentukan maka logam – logam tersebut sangat berbahaya karena sifatnya yang beracun. dan pada saluran sesudah pembuangan air cucian mobil. Logam berat yang sering mencemari lingkungan adalah timbal (Pb). Pembahasan Logam berat pada dasarnya sangat diperlukan dalam proses kehidupan manusia khususnya dalam proses produksi sebuah industri. karena ketiga logam ini digunakan oleh sebagian besar proses produksi industri. Sampel air yang digunakan adalah limbah air cucian mobil. Sampel air ini di ambil dari tiga titik yang berbeda. Dalam pembuatan larutan standar Pb (II). Timbal merupakan jenis logam berat yang banyak digunakan di pabrik dan paling banyak menimbulkan keracunan pada makhluk hidup. karena pada air limbah tersebut diduga mengandung timbal sebagai hasil dari pembuangan sisa pembakaran bahan bakar kendraan bermotor yang mengandung logam berat. yaitu di Kelurahan Dembe II Kota Gorontalo. Letak pengambilan sampel ditunjukkan pada gambar 1 di bawah ini : Gambar 1. salah satunya timbal.

1 M menyebabkan warna larutan berubah menjadi ungu. Menambahkan sebanyak 1 mL ARS 0. Mengambil larutan Pb (II) 1. titik II (tepat pada pembuangan air limbah) sebesar 0.13 mL NaOH 0. dan pada saluran sesudah pembuangan air cucian mobil dan memasukkan pada gelas kimia. 3. dan pada titik III (sesudah pembuangan air cucian mobil) yaitu 0. Variasi konsentrasi yang digunakan ialah 1. 3.1 M ke dalam masing-masing gelas kimia dan mengaduk hingga homogen. dimana masing-masing konsentrasi dilakukan pengukuran dan pengukuran yang dilakukan memperoleh kurva linear yaitu y = 0.019x + 0. 2. 3.01 M dan 0.8592 ppm.13 mL NaOH 0. Pada titik II lebih besar kadar timbal yang diperoleh dari pada titik I. Maka diperoleh absorbansi sampel pada titik I (sebelum pembuangan air cucian mobil) yaitu 0. 4 dan 5 ppm. tepat pada pembuangan air cucian mobil. dan mengaduk hingga homogen. hal ini dapat dikarenakan pada saluran titik II tepat pada pembuangan limbah air cucian mobil sehingga pada titik II kadar Pb lebih tinggi dari titik I dan titik II. Tahap selanjutnya yaitu penentuan kadar Pb pada sampel air cucian mobil.variasi konsentrasi larutan standar Pb (II). 2.870. Warna ungu ini merupakan warna komplementer (warna yang terlihat). 5 ppm. Kemudian memasukkan sejumlah volume tertentu ke dalam kuvet untuk melakukan pembacaan absorbansi. 4. Selanjutnya penentuan kadar timbal ditambah ARS menggunakan alat spektronik 20. Dengan menggunakan spektronik 20 pada panjang gelombang 400-800 nm.875. Dalam perhitungan diperoleh kadar timbal (Pb) pada saluran titik I (sebelum pembuangan air limbah cucian mobil) yaitu 0.8592 ppm. 5 ppm sebanyak 10 ml dan memasukkan kedalam gelas kimia.01 M dan 0. Diambil sebanyak 10 mL dari masing-masing sampel yaitu pada saluran sebelum pembuangan air cucian mobil.1 M ke dalam masing- masing gelas kimia.880. Setelah homogen memasukkan sejumlah volume tertentu ke dalam kuvet untuk melakukan pembacaan absorbansi. titik II (tepat pembuangan air cucian mobil) yaitu 0.865.857 dengan nilai r sebesar 0. maka dilakukan pengenceran dengan aquades menjadi konsentrasi 1. Kemudian ditambahkan sebanyak 1 mL ARS 0. 2. dan pada saluran titik III (sesudah pembuangan) sebesar 0.989. Maka diperoleh pada panjang gelombang maksimum 520 nm dan diperoleh absorbansi standar 0. 4.6080 ppm. . Penambahan NaOH 0.

.6080 ppm. Dan nilai r yang diperoleh sebesar 0.8592 ppm.H. titik II (tepat pada pembuangan air limbah cucian mobil) yaitu sebesar 0.9897. Kesimpulan Berdasarka hasil percobaan yang telah dilakukan. dapat disimpulkan bahwa kadar timbal (Pb) pada saluran air pencucian mobil pada titik I (sebelum pembuangan air limbah cucian mobil) yaitu sebesar 0. dan pada titik III (saluran sesudah pembuangan air limbah cucian mobil) yaitu sebesar 0.3567 ppm.

. Penerbit Kanisius. Samarra. 2011. of University of Anbar for Pure Science. Lead and Tin. . Yogyakarta GESAMP. Polusi air dan udara. DAFTAR PUSTAKA Alsamarrai. Rineka cipta. Logam dalam sistem biologi makhluk hidup. Pencemaran dan toksikologi logam berat. Spectrophotometric Assay of Lead in Human Hair Samples by Using Alizarin RED (S) in Samarra Area. Jakarta. 1994. 1985. Vol 5 (3). Review of potentially harmful substances : Cadmium. 1995. Penerbit Universitas Indonesia. K. IMO/FAO/UNESCO/WMO/IAEA/UNEP/UN Join group of experts Palar H. (diakses pada tanggal 26 November 2018) Darmono. J.F. Jakarta Fardiaz S. 2005.