You are on page 1of 10

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Seorang manusia (sesungguhnya) telah memiliki rasa ingin tahu terhadap apa dan mengapa
telah tercipta segala yang ada di depannya. Ayat tersebut ialah surat al-An’am ayat 76-80 yang
menjadi sebuah bukti bahwasanya Tauhid merupakan sebuah misi risalah yang hendak dicapai
oleh Nabi Ibrahim as sehingga pada akhirnya dia beriman kepada Allah yang Esa, dan meyakini
bahwa tidak ada Tuhan selain-Nya. Misi risalah itulah yang juga diemban oleh Nabi
Muhammad saw dan juga para Nabi lainnya. Sebagaimana firman Allah dalam surat al-Anbiya
ayat 25.

Kedudukan tauhid dalam ajaran islam adalah paling sentral dan paling esensial. Tauhid berarti
komitmen manusia kepada Allah SWT sebagai focus dari seluruh rasa hormat, rasa syukur dan
sebagai satu- satunya sumber nilai. Apa yang dikendaki oleh Allah SWT akan menjadi nilai
bagi manusia yang bertauhid, dan tidak akan menerima otoritas dan petunjuk, kecuali otoritas
dan petunjuk Allah SWT. Komitmennya kepada Tuhan adalah utuh, total, positif dan kukuh,
mencakup cinta dan pengabdian, ketaatan dan kepasrahan kepada Tuhan, serta berkemauan
keras untuk menjalankan kehendak-Nya. Betapa pentingnya Tauhid bagi kehidupan manusia,
sehingga ditempatkan pada bagian yang pertama dan utama oleh semua agama khususnya
agama samawi. Oleh karenanya, sangat penting sekali untuk diketahui tentang “apa sebenarnya
peran atau manfaat ilmu Tauhid bagi kehidupan manusia?” sehingga dijadikan sebuah tujuan
utama dari diutusnya para nabi dan Rasul. Sementara itu sebagian masyarakat penganut islam
masih belum memahami arti tauhid, sehingga mereka sesungguhnya masih belum merdeka dan
belum mencari status manusiawinya. Disinilah sebenarnya letak kemerdekaan dari masyarakat
muslim sekarang ini dapat dikatakan bahwa keterbelakangan ekonomi, stagnasi intelektual,
degenerasi social, dan berbagai macam kejumuandan lainnya yang diderita oleh masyarakat
muslim, sesungguhnya berakar pada kemerosotan tauhid. Oleh karena itu, untuk melakukan
restorasi dan rekonstruksi mausia muslim, baik secara individual maupun kolektif, tauhid
merupakan masalah pertama dan terpenting untuk segera disegarkan dan diluruskan

B. RUMUSAN MASALAH
A. Bagaimana Perkembangan ilmu tauhid dalam sejarah kehidupan manusia
B. Apa Pentingnya tauhid dalam kehidupan manusia
C. Apa saja Fungsi dan Peran tauhid dalam kehidupan manusia

C. TUJUN PENULISAN

A. Untuk Memahami Perkembangan ilmu tauhid dalam sejarah kehidupan manusia
B. Untuk Mengetahui Pentingnya tauhid dalam kehidupan manusia
C. Untuk Mengetahui Fungsi dan Peran tauhid dalam kehidupan manusi

1

Namun dengan keteguhan dan kesabaran akhirnya sedikit demi sedikit umat islam semakin banyak dan akidah tauhid mulai di terapkan dalam kehidupan sehari-hari. masa bani abbas. Namun dengan kecerdasan.SEMARANG:PUSTAKA RIZKY PUTRA.1 Setelah rosullulah wafat. Ustman bin apan. Cemoohan dan pertentangan dari kaum kuraisy yang menolak ajaran islam telah menimbulkan perjuangan yang besar.’sejarah dan pengantar ilmu tauhid’’. dan masa sesudah sesudah bani abbas. baik berupa dalil naqli (al-quran). Perombakan kebiasaan umat kuraisy mulai di jalankan secara besar-besaran diantaranya pembatasan istri sebagaimana dalam al-quran surat : an-nisa ayat 4. masa khulafa rasyidin. ilmu ini berkembang pada beberapa masa. Ketika masa rosullulah. Diantaranya : masa rosulullah. mereka memperdebatkan masalah qadar. namun Tentu saja umat kuraisy tidak begitu saja menerima secara ikhlas dan terbuka. umat islam tidak sempat membahas dasar-dasar akidah. karena mereka sibuk thalib. Namun dalam pengembangannya dan pengaruhnya. Dengan perkataan itu. perkembangan aqidah ahlaq membutuhkan perjuangan yang begitu panjang. Permasalah-permasalah tentang akidah dan tauhid selalu terjawab secara jelas dan terang pada masa nabi muhamad karena setiap ada perbedaan atau pertentangan. 1 MUHAMMAD teungku. Ilmu ini sebenarnya telah ada dan di pelajari pada masa nabi adam berada d bumi. dan kebijaksanaan nabi muhamad akhirnya mereka menerima apa yang telah di perintahkan oleh Allah dan menyatakan bahwa mereka beriman kepada ALLAH dan mengikuti ajaran nabi muhamad. dalil aqli (ulama). rosulullah selalu turun tangan dan menjelaskannya secara benar dengan mengikuti pada firman ALLAH. kelembutan. BAB II PEMBAHASAN A. akhirnya perdebatan antar sahabat terselesaikan dengan damai. jaman nabi Muhammad pernah terjadi perselisihan pendapat di antara para sahabat. dan dalil wijdani (perasaan halus).menghadapi musuh dan berusaha mempertahankan kesatuan dan persatuan umat. mereka menolak dan menganggap bahwa nabi muhamad hanya mempersulit keadaan.2009 2 . Namun perselisihan itu berhenti ketika nabi muhamad berkata kepada mereka “apakah dengan ini kamu diperintahkan? Apakah dengan ini aku di utus? Aku tugaskan dirimu supaya kamu jangan berbantah-bantah pada qadar itu”. masa khalifahan pertama abu bakar asyidik dan umar bin khatab. Perkembangan ilmu tauhid dalam sejarah kehidupan manusia Ilmu tauhid adalah ilmu yang membicarakan tentang cara-cara menetapkan aqidah agama dengan mempergunakan dalil-dalil yang meyakinkan.

terbukalah pintu takwil (penapsiran) bagi nash-nash (nasihat) al-quran dan hadis. Selain itu. Sehingga permasalah yang muncul dari hari ke hari semakin besar dan meluas. dan mereka mensyucikan ALLAh dari sifat-sifat yang tidak layak bagi keagungan ALLAH. orang-orang yahudi dan nasrani sebagai pegawai negeri dan menggunakan mereka untuk menerjemahkan kitab-kitab yang di tulis dalam bahasa mereka ke dalam bahasa arab. Penguasa-penguasa bani abbas menggunakan orang-orang Persia yang telah memeluk islam. Dan dikatan juga jahniah. Karena hal itu. mereka mengimaninya dengan menyerahkan pentakmilannya (penafsirannya) kepada ALLAH sendiri.Tidak pernah terjadi perbedaan dalam bidang akidah. Mereka mengikuti perintah al- quran dan mereka menjauhi larangannya.SEMARANG:PUSTAKA RIZKY PUTRA. Para sahabat seperti Abdullah ibnu umar. melarang menengok salah satu dari mereka jika sakit. ibnu abas. anas ibnu malik. abu hurairah menentang mereka dan menganjurkan masyarakat supaya menjauhkan diri dari mereka. Di masa khalifah ke tiga yaitu masa ustman bin affan terjadilah kekacauan politik yang diakhiri dengan terbunuhnya khalifah masa itu yaitu utsman sendiri yang terjadi di mesjid ketika ustman menunaikan shalat. Dan mereka juga di namakan muaththillah karena mereka meniadakan sifat-sifat ALLAH Dan pada masa inilah permulaan dari penyusunan kitab pegangan ilmu kalam. Mereka mensyifatkan ALLAH dengan apa yang ALLAH sifatkan sendiri. Yang akhirnya menimbulkan komplik antar umat islam dalam penyelesaian masalah yang berkembang karena perbedaan pendapat. Pada masa inilah terjadi pepecahan umat kepada beberapa golongan dan partai. melarang memberi salam ketika bertemu mereka. yakni pengikut jaham ibn sofwan. serta di larangnya menyembahyangkan jenazah mereka. dan terjadilah pembuatan riwayat-riwayat palsu. 2 MUHAMMAD teungku. Munculah segolongan ulama yang merupakan tokoh-tokoh Qodarriyah yang pertama. seperti ma’bad al-juhani. Barulah masing-masing partai dan golongan-golongan itu berusaha mempertahankan pendiriannya masing-masing dan usahanya.2009 3 .2 Golongan ini dikendalikan oleh jaham ibn sofwan. supaya ALLAH tidak mempunyai sekutu dan menidiakan sifat- sifat-NYA. muncul juga orang-orang atau suatu kelompok yang meniadakan qodrat dan irodat (kemauan) dari orang muslim. Apabila mereka menghadapi ayat-ayat mutasyabihah.’sejarah dan pengantar ilmu tauhid’’. ghailan ad-dimasyqi dan ja’ad ibn dirham yang mulai membelokan masalah qadar (takdir) dan masalah istihaah. Karena hal itu. Kelompok mereka bernama zabriah atau muzbaroh yang berkaitan dengan akidah yang mereka anut. jabir ibnu Abdullah. Mereka membaca dan memahamkan al- quran tanpa mencari takwil bagi ayat-ayat yang mereka baca. pembahasan mengenai akidah mulai subur dan berkembang.

serta mengembangkannya dalam masyarakat muslimin. sahabat.4 3 MUHAMMAD teungku. Kemudian mencampurkan semuanya dengan ilmu kalam seperti yang dilakukan oleh al baidhawa dan abudin.’sejarah dan pengantar ilmu tauhid’’.3 Penyimpangan aqidah dan tauhid yang telah berlangsung dari zaman dulu masih menjadi perselisihan pada zaman sekarang. dan ilmu kalam dalam nuansa baru yang tidak pernah ada di masa rosul. Pengaruhnya yang begitu kuat menjadikan golongan al-asyari berkembang pesat ke semua pelosok dan tidak ada yang menentangnya kecuali kelompok salaf.SEMARANG:PUSTAKA RIZKY PUTRA. Hisym ibn al-hakam assyisyafii menyusun sebuah kitab yang menolak paham mutazilah.2009 4 . dan abu hanifah yang mrenyusun sebuah kitab yang di namakan al-alim wal mutaalim dan kitab alfikhul akhbar untuk mempertahankan akidah ahli sunah. Kini di Indonesia telah muncul beberapa kelompok yang seringkali berselisih paham tentang agama. menolak paham kodariah.2009 4 MUHAMMAD teungku. mereka menyembunyikan maksud buruk mereka dengan mengaku masuk islam. Pada awal abad ke 8H lahirlah di damaskus seorang ulama besar yaitu taqiyuddin ibn taimiyah yang menentang kelompok yang mencampuradukan prinsif falsafah ke dalam akidah islamiyah. Banyak kelompok yang menentang al-asyari selain kelompok salaf dan ibn taimiyah. Namun intinya semua akidah. namun tidak jarang pula beberapa kelompok malah menyimpang dari agama islam yang seharusnya.Para penterjemah ini berusaha mengembangkan pendapat mereka yang berpautan dengan agama. dan mulailah adanya kitab-kitab tentang ilmu kalam. Diantaranya :Amr ibn ubaid almu tazil menyusun sebuah kitab.SEMARANG:PUSTAKA RIZKY PUTRA. Sehingga aqidah yang di pegang umat muslim semakin kacau dan akhirnya muncul golongan yang jauh dari norma dan ajaran islam. Pada masa ini banyak pertentangan karena akidah-akidah islamiyah selalu menggunakan falsafah dibandingkan dengan dalil dan tanpa adanya kemudahan yang telah di berikan agama islam. Sesudah masa bani abbas datnglah pengikut al-asyari yang terlalu jauh menceburkan dirinya ke dalam falsafah dan mencampurkan mantiq. Mulai dari masa ini timbulah gerakan yang menggunakan filsafah dalam menetapkan akidah islamiyah. tauhid atau apapun yang berkaitan dalam agama harus kita landaskan dari al-quran yang tidak akan pernah tercampur oleh falsafah manusia yang telah membagi umat islam menjadi beberapa kelompok pada jaman dulu.’sejarah dan pengantar ilmu tauhid’’.

Suatu hal yang tidak boleh dilupakan ialah bahwa komitmen manusia tauhid tidak saja terbatas pada hubungan vertikalnya dengan Tuhan. tetapi juga berpengaruh besar terhadap pembentukan sikap dan perilaku keseharian seseorang. Dengan tauhid. Serta tidak hanya berfungsi sebagai akidah. Al Hujraat : 13). Jakarta. Mengantarkan umat manusia kepada kesempurnaan lahir dan batin Melalui sifat-sifat tersebut. pokja. Manusia yang bertauhid mengemban tugas untuk membebaskan manusia dari menyembah sesama manusia kepada menyembah Allah. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an surah al hujurat ayat 13.B. melainkan juga mencakup hubungan horisontal dengan sesama manusia dan seluruh makhluk hidup. hal 78 6 Drs. Mengeluarkan jiwa manusia dari kegelapkan. tauhid sangat bermanfaat bagi kehidupan umat manusia. kekacuan. Tauhid (Yogyakarta : Pokja Akademik UIN SUKA. tetapi berfungsi pula sebagai filsafah hidup. Pentingnya Tauhid Dalam Kehidupan Manusia Kedudukan tauhid dalam ajaran Islam adalah paling sentral dan esensial. dan kegoncangan hidup yang dapat menyesatkan 4. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. maksud dan tujuan tauhid bukanlah sekedar bertauhid. Ilmu Tauhid. karena tidak hanya sekedar memberikan ketentraman batin dan menyelamatkan manusia dari kesesatan dan kemusyrikan. hlm. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. tauhid tersimpul dalam kalimat La ilaaha illallah (tiada Tuhan selain Allah). Sesungguhnya kalimat tersebut mengandung nilai pembebasan bagi manusia. sebab tauhid mengandung sifat-sifat : 1. manusia tidak saja akan bebas dan merdeka. H.Tauhid berarti komitmen manusia kepada Allah sebagai fokus dari seluruh rasa hormat.6 5 Akademik. Membimbing manusia ke jalan yang benar.5 Dengan demikian. dan sebagai satu-satunya sumber nilai. Yusran Asmuni. sekaligus mendorong untuk mengerjakan ibadat dengan penuh keikhlasan 3. rasa syukur. ( QS.M. yang artinya : “Hai manusia. melainkan juga akan sadar bahwa kedudukannya sama dengan manusia lain. 2005). Dalam ajaran Islam.6-7 5 . dan hubungan-hubungan ini harus sesuai dengan kehendak Allah. Sebagai sumber dan motivator perbuatan kebajikan dan keutamaan 2. sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. PT Raja Grafindo Persada.

( QS. sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami.Untuk membangun visi. Tidak hanya itu.Menurut Yusran Asmuni tujuan dari kajian ilmu tauhid yaitu: 1 Untuk memperkenalkan keada seluruh dunia tentang kebenaran Allah dan posisi-Nya yang sentral dalam kehidupan manusia 2.Ahzaab : 66-67). termasuk umat muslim yang cenderung mengikuti tradisi dan keyakinan nenek moyangnya. (Yogyakarta: SUKA PRESS.7 C. ". optimism dan orientasi yang jelas. tanpa daya fikir kritis serta keberanian untuk mengkritik. 2013).Qur’an telah mengingatkan bahwa orang. baik dalam kehidupan maupun sesudahnya sesuai risalah nabi Muhammad SAW. Zuhri. mereka berkata: "Alangkah baiknya. mereka juga banyak yang menyerah dan tunduk begitu saja kepada para pemimpin mereka. Fungsi dan Peran Tauhid Dalam Kehidupan Manusia 1. Dan mereka berkata: "Ya Tuhan kami. 8 Al-Qur’an 33:66. Pengantar Studi Tauhid. Membebaskan manusia dari perbudakan mental dan penyembahan kepada semua makhluk Sampai sekarang masih banyak manusia. Al.orang yang tidak bersikap kritis terhadap para pemimpin mereka akan kecewa dan mengeluh di hari akhir. lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Firman Allah SWT : ‫ضلُّونَا‬ َ َ ‫سادَتَنَا َو ُكبَ َرا َءنَا فَأ‬ َ َ‫]و َقالُوا َربَّنَا ِإنَّا أ‬ َ ‫ط ْعنَا‬ َ ‫س‬ َ ٣٣:٦٦[ ‫وَل‬ ُ ‫الر‬ َ َ‫َّللاَ َوأ‬ َّ ‫ط ْعنَا‬ َ َ ‫ار يَقُولُونَ يَا لَ ْيتَنَا أ‬ َّ ‫ط ْعنَا‬ ِ َّ‫يَ ْو َم تُقَلَّبُ ُو ُجو ُه ُه ْم فِي الن‬ ]٣٣:٦٧[ ‫يَل‬ َ ‫س ِب‬ َّ ‫ال‬ “Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka.Untuk mengajak seluruh umat manusia agar mengikuti dan patuh pada konsekuensi teologis atas keyakinan keberadaan Allah SWT 3 Untuk mendapatkan keyakinan yang terpatri dalm hati umat Islam 4.68 7 H.Al-Ahzab:66-67 6 . andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul . Padahal Al.

maupun yang konkret. dengan ilmunya Hitler merasa bahwa gagasan yang dia miliki mampu membawa umat manusia menuju peradaban yang lebih maju.Sehingga manusia tidak melampaui batas dalam pemahaman suatu keilmuan yang membuat dirinya lalai dan merasa benar hingga akhirnya membawa mereka kepada kesombongan yang pasti berakhir dengan kehancuran.( QS. Al.ajarannya dilaksanakan secara konsisten Dengan menjadikan tauhid sebagai pegangan dalam hidup. potensial. maka yang terjadi adalah kehancuran rezim yang dimilikinya. hal. bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu)”. Mereka itu tidak lain.2013). 4.2. ‫سبُ أَ َّن أَ ْكثَ َر ُه ْم يَ ْس َمعُونَ أ َ ْو َي ْع ِقلُونَ ۚ ِإ ْن ُه ْم ِإ ََّل‬ ‫أ َ َرأَيْتَ َم ِن ات َّ َخذَ ِإ َٰلَ َههُ ه ََواهُ أ َفَأ َ ْنتَ تَ ُكونُ َعلَ ْي ِه َو ِك ا‬ َ ْ‫] تَح‬٢٥:٤٣[ ‫يَل‬ ۚ ‫ك َْاْل َ ْنعَ ِام‬ 10 ]٢٥:٤٤[ ‫يَل‬ ‫سبِ ا‬ َ َ‫بَ ْل ُه ْم أ‬ َ ‫ض ُّل‬ “Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya.Qur’an menyindir orang-orang seperti ini. Karena telah di tancapkan dalam hati bahwa tidak ada yang memiliki kekuatan maupun kekuasaan selainIlahirabbi. namun karena ilmu tersebut tidak dilandasi dengan Aqidah.Contoh Hitler dengan tentara Nazinya. Mengajarkan emansipasi manusia dari nilai. dan penumpukan kekayaan dapat mengeruhkan akal sehat dan menghilangkan pikiran jernih.nilai palsu yang bersumber pada hawa nafsu. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami.kesenangan sensual belaka Suatu kehidupan yang didedikasikan pada kelezatan sensual.44 10 Sangkot Sirait.Sebenarnya telah dengan tajam Al. Sebagai frame of thought dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Maksudnya ialah bahwa tauhid menjadi kerangka pemikiran dalam menemukan hakikat kebenaran mengenai segala yang ada di alam semesta ini pada seginya yang abstrak. Tauhid dan Pembelajarannya. hanyalah seperti binatang ternak. ketika seluruh ajaran. serta merealisasikan perintah yang ada. (Yogyakarta:FITK UIN Sunan Kalijaga. maka akan terwujud suatu kebahagiaan serta kedamaian hidup yang tak terhingga. Sebagai pondasi keimanan yang juga menjamin kebahagiaan dan kesejahteraan hidup seluruh umat manusia. kekuasaan.Furqon : 43-44)9 3. 5-6 7 . dan kesenangan.10 9 Al-Qur’an 25:43. gila kekuasaan.

tidak terbetas hanya kepada sekelompok orang saja. Dari sinilah muncul dua konsekuensi prinsip bahwa pertama. manusia tidak saja akan bebas dan merdeka. Dengan demikian akan terwujud keyakinan yang kukuh dan konsekuen. Tauhid Sebagai Prinsip Tata Sosial Islam adalah agama yang sesuai dengan ruang dan waktu. maka juga tidak ada kolektivitas manusia.5. hal.2013). hal. 5-6 8 . Semuanya berkedudukan sama di hadapan Allah SWT. Yang membedakan hanyalah tingkat ketakwaan pada Allah SWT. Dengan Tauhid. (Yogyakarta:FITK UIN Sunan Kalijaga. Dia lah Tuhan yang patut untuk disembah dan tiada Tuhan selain Dia. Tauhid dan Pembelajarannya. Kedua. Islam sepakat dengan agama yang mementingkan nilai-nilai pribadi dan mengakui sebagai sine qua non dari segala kebijakan kesalehan. Tauhid dan Pembelajarannya. Dalam Islam tata social adalah inti dan yang terpenting dari tata pribadi.2013). tetapi juga akan sadar bahwa kedudukannya sama dengan manusia manapun. Karena Dia lah pemilik seluruh isi alam ini. masyarakat Islam mesti dikembangkan kesemua umat manusia karena masyarakat Islam adalah masyarakat yang terbuka. ras. Dalam etika. baik sebagai suatu suku bangsa ataupun suatu bangsa . meskipun tata pribadi menjadi persyaratan untuk menjadi tata social. Nilai ketentuan moral berlaku bagi semua orang. Setiap manusia adalah hamba Allah yang berstatus sama. dan setiap manusia dapat bergabung didalamnya. yang lebih tinggi atau lebih rendah daripada suku bangsa atau bangsa lainnya. yang tersembunyi maupun yang tampak. Jika tidak ada manusia yang lebih tinggi atau lebih rendah daripada mnusia lainnya di hadapan Allah.12 11 Sangkot Sirait. masyarakat Islam tidak akan pernah bias membatasi dirinya pada suku. (Yogyakarta:FITK UIN Sunan Kalijaga. bangsa. niat diamana kebijakan moral merupakan fungsi dari keterikaan diri (self comitmen). Tidak ada manusia yang lebih superior atau inferior terhadap manusia lainnya. atau kelompok. Mengajarkan kepada umat islam supaya menjadikan Allah SWT sebagai pusat kesadaran intelektual mereka Kita harus meyakini bahwa semua aktivitas yang kita lakukan maupun kejadian yang terjadi merupakan atas kehendak Allah SWT. 4-5 12 Sangkot Sirait.11 6. semua itu telah diatur dengan sempurna oleh-Nya. Dia mengetahui segala hal yang ghoib ( abstrak) maupun yang dzohir. sehingga tidak mudah terombang ambing oleh perkembangan zaman dan tidak terpenaruh keyakinan yang menyesatkan.

mengajarkan emansipasi manusia dari nilai-nilai palsu. Kedudukan tauhid dalam ajaran islam adalah paling sentral dan esensial. sebagai pondasi keimanan yang juga menjamin kebahagiaan dan kesejahteraan hidup seluruh umat manusia. Maka dari itu.Jikalau tanpa oksigen. rasa syukur dan sebagai satu. kesimpulan yang bisa diambil yaituTauhid berarti komitmen manusia kepada Allah SWT sebagai focus dari seluruh rasa hormat. sebagai frame of thought dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. hidup manusia akan terasa hampa. Sudah selayaknya manusia belajar dan menggunakan Tauhid dalam kehidupannya. dan mengamalkan ilmu tauhid dalam kehidupan sehari-hari. begitupun apabia tanpa Tauhid. dan mengajarkan kepada umat islam supaya menjadikan Allah SWT sebagai pusat kesadaran intelektual mereka. karena tidak hanya sekedar memberikan ketentraman batin dan menyelamatkan manusia dari kesesatan dan kemusyrikan. sudah selayaknya manusia mempelajari.satunya sumber nilai. 9 . Fungsi dan Peran Tauhid dalam kehidupan sosial yaitu diantaranya dapat membebaskan manusia dari perbudakan mental dan penyembahan kepada semua makhluk. Tauhid menjadi seperti oksigen yang tak bisa lepas dari kehidupan manusia. manusia tidak akan bisa hidup. Serta tidak hanya berfungsi sebagai akidah. tetapi berfungsi pula sebagai filsafah hidup. tetapi juga berpengaruh besar terhadap pembentukan sikap dan perilaku keseharian seseorang. memahami. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan materi yang kami sampaikan mengenai Perandan Fungsi Tauhid dalam kehidupan sosial. Tauhid sangat bermanfaat bagi kehidupan umat manusia.

2005). pokja. Tauhid (Yogyakarta : Pokja Akademik UIN SUKA.Al-Ahzab:66-67 Al-Qur’an 25:43.2013). Al-Qur’an 33:66. hal. DAFTAR PUSTAKA MUHAMMAD teungku. hal 78 Drs. Ilmu Tauhid.SEMARANG:PUSTAKA RIZKY PUTRA. PT Raja Grafindo Persada. Pengantar Studi Tauhid. Zuhri.’sejarah dan pengantar ilmu tauhid’’. Tauhid dan Pembelajarannya. hlm. (Yogyakarta: SUKA PRESS. (Yogyakarta:FITK UIN Sunan Kalijaga. Jakarta. 5-6 10 . 2013).44 Sangkot Sirait.6-7 H.M. H.2009 Akademik. Yusran Asmuni.