You are on page 1of 19

TUGAS KELOMPOK

KEPERAWATAN ANAK II

Analisis Jurnal Rapid Critical Appraisal

“Aplikasi Teori Livine untuk Mengatasi Keletihan pada Anak Leukimia”

Dosen Pengampu :

Nor Isna Tauhidah, Ns.,M.Kep

OLEH
Kelompok 3

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
TAHUN 2018/2019

Jl.S.Parman Komp. RS Islam Banjarmasin No 88 tlp. (0511) 3363002

Desy Iriyanti ( 1614201110070) 2.NAMA KELOMPOK : 1. Eva herlina ( 1614201110075) 5. Siti munawarah ( 1614201110115) 12. Nurul Islamy ( 1614201110104) 10. Emy Pratama ( 1614201110074) 4. Muhammad Norhidayat ( 1614201110094) 8. Dwi Hadisantoso ( 1614201110072) 3. Sri Wahyuna ( 1614201110117) 13. Farihah Febia ( 1614201110076) 6. Nor Aimah ( 1614201110100) 9. Widya Febriana ( 1614201110119) . Muhammad Fikri Khairani ( 1614201110093) 7. Nurul Jannah ( 1614201110105) 11.

Penekanan pada proses adaptasi ini adalah mengenai tingkatan bukan pada proses berhasil atau gagal. jadi tidak mengenal proses maladaptasi. 1967 dalam Tomey & Alligood.1 Konsep Utama Teori Konservasi Levine Teori Myra Estin Levine dikenal dangan Konservasi Model. memandang individu secara keseluruhan. dan kondisi kesehatan. memungkinkan kemudahan (jaminan integritas) di semua dimensi kehidupan”. keutuhan. 2006). dan konservasi. struktur. mutualitas progresif antara fungsi yang beragam dan bagian-bagian dalam keseluruhan. BAB I LANDASAN TEORI 1. (Keutuhan menekankan pada suara. the boundaries of which are open and fluid. terwujud ketika interaksi atau adaptasi konstan lingkungan. Konservasi adalah hasil dari adaptasi. adaptasi. dan integritas sosial dan pribadi (Levine. Kondisi dinamis dalam interaksi terbuka antara lingkungan internal dan eksternal menyediakan dasar untuk berpikir holistik. hal 11) menyatakan bahwa “interaksi terus-menerus dari organisme individu dengan lingkungannya merupakan sistem yang ‘terbuka dan cair’. . 1. Adaptasi Adaptasi merupakan sebuah proses perubahan yang bertujuan mempertahankan integritas individu dalam menghadapi realitas lingkungan internal dan eksternal. organic. Model Konservasi Levine difokuskan dalam mempromosikan keseluruhan adaptasi dan pemeliharaan dengan menggunakan prinsip-prinsip konservasi. batas-batas yang terbuka) (hal 63)” Levine (1973. Walaupun konservasi adalah fundamental terhadap hasil-hasil yang diharapkan ketika model itu digunakan. Model ini memandu perawat untuk berfokus pada pengaruh-pengaruh dan respon-respon di tingkatan yang organismik. Perawat memenuhi sasaran dari model melalui konservasi energi. Tiga Konsep utama model konservasi yaitu keutuhan. organik. Wholeness (Keutuhan) Erikson dalam Levine (1973) menyatakan wholeness sebagai sebuah sistem terbuka:“Wholeness emphasizes a sound. Beberapa adaptasi dapat berhasil dan sebagian tidak berhasil. 2. progressive mutuality between diversified functions and parts within an entirety.

Kehilangan redundancy memilih apakah melalui trauma. spesificity. Levine (1991) mengemukakan 3 (tiga) karakteristik adaptasi. Lingkungan Dalam menjalani proses adaptasi individu sangat dipengaruhi oleh lingkungan baik internal maupun eksternal. b. Historisitas (Historicity) Historisitas mengacu pada gagasan bahwa respon adaptif sebagian manusia didasarkan pada genetik dan sejarah masa lalu. a. pola adaptasi dapat disembunyikan dalam kode genetik individu. Setiap manusia terdiri dari kombinasi genetic dan sejarah. Kekhususan (Specifity) Kekhususan mengacu pada fakta bahwa setiap sistem yang membentuk manusia memiliki jalur stimulus respon yang unik. penggunaan suntikan alergi selama periode waktu yang panjang untuk mengurangi keparahan alergi secara bertahap dari system kekebalan tubuh). penyakit. ketika kondisi autoimun menyebabkan system kekebalan manusia itu sendiri menyerang jaringan yang sebelumnya sehat). a. dan redundancy. seperti ketika tanggapan yang sebelumnya gagal membangun kembali (misalnya. Redundancy menggambarkan pilihan kegagalan yang terselamatkan dari individu untuk menjamin adaptasi. pada kenyataannya. Redundansi (Redundancy) Redundansi menggambarkan pengertian bahwa jika suatu system atau jalur tidak dapat memastikan adaptasi. Levin menyatakan bahwa setiap individu mempunyai pola respon tertentu untuk menjamin keberhasilan dalm aktivitas kehidupannya yang menunjukkan adaptasi historis dan spesificity. redundansi dapat merugikan. umur. dan respon adaptif merupakan hasil dari keduanya. Namun. atau kondisi lingkungan yang membuat individu sulit mempertahankan hidup. maka jalur lain mungkin dapat mengambil alih dan menyelesaikan pekerjaan. Levine memandang setiap individu memiliki lingkungannya sendiri baik lingkungan internal maupun . c. Levine (1991) menduga “adanya kemungkinan bahwa penuaan itu sendiri merupakan konsekuensi dari gagalnya redundansi proses fisiologis dan psikologis. yaitu: historis. Ini mungkin berguna bila respon korektif (misalnya. Tanggapan yang dipicu dalam beberapa jalur cenderung akan disinkronisasi. Tanggapan yang distimulasi oleh stress spesifik dan berorientasi tugas.

merupakan cara untuk penyembuhan diri. perubahan structural dan kehilangan energi untuk beradaptasi secara bertahap terjadi sampai rasa lelah terjadi. b. informasi dan pengalaman dalam hidup hanya bermanfaat ketika diterima secara utuh oleh individu. dikarakteristikkan dengan pengaruh yang menyebabkan pasien atau individu berespon terhadap pelayanan keperawatan. . dan lingkungan eksternal sebagai level persepsi. untuk hal ini sangat dibutuhkan kontrol lingkungan. merupakan respon terhadap ketakutan melalui menyerang atau menghindar hal ini bersifat reaksi yang tiba-tiba. Respon yang disampaikan adalah kewaspadaan untuk mencari informasi untuk rasa aman dan sejahtera. respon sensori menghasilkan kesadaran persepsi. 3) Respon terhadap stress menghasilkan respon defensif dalam bentuk perubahan yang tidak spesifik pada manusia. yaitu :( Menurut Levine (1973)) 1) Fight-flight merupakan respon yang paling primitif dimana ancaman yang diterima individu baik nyata maupun tidak. Level perseptual melibatkan kemampuan menangkap dan menginterpretasi dunia dengan organ indera. pikiran dan pengalaman. dikarakteristikkan dengan keberadaan spiritual. 4) Kewaspadaan perceptual. semua pertukaran energi terjadi dari individu ke lingkungan dan sebaliknya. Respon organism Kemampuan individu untuk beradaptasi dengan lingkungan disebut sebagai respon Organismik. seperti mkroorganisme. Respon individu adalah menggunakan energi sistemik yang ada dalam dirinya untuk menghapus atau mencegah iritasi patogen yang merugikan. Respon ini sangat tergantung kepada kewaspadaan perceptual individu. Perawat dapat menghubungkan lingkungan internal individu dengan aspek fisiologis dan patofisiologis. eksternal. opersional dan konseptual. Pada konseptual level. lingkungan dibentuk dari pola budaya. dan ditengahi oleh simbol bahasa. Level operasional terdiri dari segala sesuatu yang mempengaruhi individu secara fisiologis meskipun mereka tidak dapat mempersepsikannya secara langsung. Hasilnya adalah aktivitas fisiologi atau tingkah laku. 2) Respon peradangan atau inflamasi Merupakan mekanisme pertahanan untuk melindungi diri dari lingkungan yang tidak bersahabat. Respon tersebut terdiri dari 4 tingkatan.

Dalam praktek keperwatan. 1990). Fokus utama konservasi adalah menjaga bersama- sama seluruh aspek dari manusia/individu. . Hukum termodinamika yang kedua diterapkan pada apapun di dunia. 1973). Konservasi berfokus pada keseimbangan antara suplai dan kebutuhan energy dalam realitas biologis yang unik untuk setiap individu. yaitu sebagai berikut : a. melakukan adaptasi yang sesuai. 3. Konsep Konservasi Konservasi berasal dari bahasa latin conservatio yang berarti “to keep together”atau menjaga bersama-sama (Levine. Meskipun intervensi keperawatan mungkin mengacu pada satu bagian prinsip konservasi. c. Tujuan dari konversi energy ini adalah untuk menghindari penggunaan energy yang berlebihan atau kelelahan. Konservasi menggambarkan cara system yang kompleks dibutuhkan untuk melanjutkan fungsi bahkan jika terjadi hambatan yang berat sekalipun (Levine. Konservasi energi telah lama dipakai dalam praktik keperawatan meskipun kebanyakan pada prosedur dasar. dan mempertahankan keunikannya. Ada 4(empat) prinsip konservasi. perawat juga harus mengkaji pengaruh prinsip konservasi lainnya (Levine. Konservasi Energi Individu membutuhkan keseimbangan energi dan pembaharuan konstan dari energi untuk mempertahankan aktifitas hidup. Proses seperti penyembuhan dan penuaan merupakan hambatan bagi energy tersebut. Selama konservasi. 1990). individu dapat melawan rintangan. Trophicognosis Levine merekomendasikan trophicognosis sebagai alternatif untuk diagnosa keperawatan. Ini merupakan metode ilmiah untuk menentukan sebuah penentuan rencana keperawatan. hanya terjadi saat individu menghadapi dunia (lingkungan) baru disekitarnya dengan cara mencari dan mengumpulkan informasi dimana hal ini bertujuan untuk mempertahankan keamanan dirinya. termasuk manusia. Karena individu memerlukan keseimbangan energy dan memperbaharui energy secara konstan untuk mempertahankan aktivitas hidup. Tujuan konservasi adalah kesehatan dan kekuatan untuk untuk menghadapi ketidakmampuan. hal ini terlihat di ruang rawat pasien.

b. kesucian hidup diwujudkan pada semua orang. Makna hidup meningkat sepanjang komunikasi sosial dan kesehatan dipertahankan. dan system politik suatu bangsa. Keterbatasan di sini akan berpusat pada klien yang secara psikologis terganggu. 1996). kelompok etnis. Konservasi integritas struktur bertujuan untuk mempertahankan atau memulihkan struktur tubuh sehingga mencegah terjadinya kerusakan fisik dan meningkatkan proses penyembuhan. Ketidakmampuan akan ditunjukkan kepada level baru adaptasi (Levine. merupakan hal yang paling mudah diserang. kebutuhan pasien harus dihormati. Konservasi integritas personal bertujuan untuk mengenali individu sebagai manusia yang mendapatkan pengakuan. klien tidak responsif seperti orang tak sadar. d. kelompok keagamaan. dan dapat menentukan nasibnya sendiri. dan dukungan psikologis. Tujuan konservasi integritas sosial adalah untuk melestarikan dan pengakuan dari interaksi manusia. anggota komunitas atau masyarakat. Perawat memegang peranan professional untuk anggota keluarga. fokus di . Perawat dapat membatasi jumlah jaringan yang terlibat dalam penyakit dengan deteksi dini terhadap perubahan fungsi dan dengan intervensi keperawatan. rasa hormat. Konservasi Integritas Sosial Seorang individu diakui sebagai anggota keluarga. Hal ini diawali dengan berkurangnya privasi dan munculnya kecemasan. Konservasi Integritas Struktur Penyembuhan merupakan proses memulihkan integritas structural dan fungsi selama konservasi dalam mempertahanka keutuhan levine’s 1991). dan menggunakan hubungan interpersonal untuk melestarikan atau mempertahankan integritas sosial. adalah ketika klien tidak memiliki orang lain yang signifikan seperti ditinggalkan anak-anak. terutama dengan klien. c. perawat diharapkan memberikan pengetahuan dan kekuatan sehingga individu tidak lagi melanjutkan hidup pribadi dan tidak lagi bergantung. pasien psikiatris yang tidak mampu berinteraksi. Konservasi Integritas Personal Harga diri dan kepekaan identitas sangat penting. mensupport usaha mereka. Perawat dapat menunjukkan respek kepada pasien selama prosedur. orang lain yang signifikan yang terdiri dari sistem dukungannya. dan mengajar mereka. dilengkapi dengan privasi. Keterbatasan khusus untuk ini. kesadaran diri. Pada konservasi integritas personal. Contoh: Membantu pasien dalam latihan ROM. membantu dalam kebutuhan agama. Pemeliharaan kebersihan diri pasien.

menyadari bahwa setiap individu memiliki respon yang unik sebagai individu dan anggota kelompok. Schaefer mengidentifikasi pernyataan berikut sebagai asumsi tentang model yaitu: 1. 3. Integritas individu yaitu keutuhan individu (bio. 2. Manusia merespons dengan tunggal. sini adalah tidak lagi pasien sendiri namun ada orang-orang yang terlibat dalam perawatan kesehatannya. personal. Teori tentang model konservasi ini dibagi dalam 4 (empat) asumsi utama yaitu 1. belum terintegrasi. sosial.2 Konsep Metaparadigma dalam Teori Levine Myra Estrin Levine mengembangkan teori tentang model konservasi.psiko. Tujuan keperawatan dicapai melalui penggunaan prinsip-prinsip konservasi : energi. Teorinya dibagi dalam 4 (empat) asumsi utama yaitu manusia. proses kehidupan adalah proses perubahan. dan masa lalu. Keperawatan Keperawatan adalah interaksi manusia (Levine. 2. 1969). 1977). Keperawatan adalah untuk mempromosikan kesehatan. dan kesehatan. dan spiritual) dan merupakan tanggung jawab perawat untuk membantu pasien mempertahankan dan mencari realisasinya. keperawatan. 1973). 3. Manusia Manusia digambarkan sebagai individu yang holistic yang terus-menerus berusaha untuk mempertahankan keutuhan dan integritas sebagai makhluk yang berfikir. fashion. Manusia memliki kepekaan identitas dan harga diri. Sehat sakit Kesehatan secara umum didefinisikan sebagai kemampuan untuk melakukan fungsi secara normal (Levine. setiap sistem mempertahankan diri memonitor perilaku sendiri dengan melestarikan penggunaan sumber daya yang diperlukan untuk mendefinisikan identitas unik". Perawat masuk ke dalam satu kemitraan dengan pasien dan berbagi pengalaman dengan setiap pasien (Levine. dan sosial. Tujuan keperawatan adalah untuk mempromosikan adaptasi dan mempertahankan keutuhan baik individu maupun masyarakat. Model Levine membahas juga keterkaitan antara manusia dan lingkungan yang sesuai dari waktu ke waktu. Berdasarkan Levine (1989). struktur. berorientasi pada masa depan. 1. lingkungan. Kesehatan bukan hanya tidak adanya kondisi . orang hanya dapat dipahami dalam konteks lingkungannya.

Levine juga memandang bahwa setiap individu memiliki lingkungan sendiri. Perseptual Lingkungan perseptual adalah bagian dari lingkungan eksternal dimana individu berespon terhadap sumber sensori seperti cahaya. spiritual. mikroorganisme. perubahan kimia yang dibau atau yang dirasa. b. Lingkungan internal meliputi fisiolosis dan pathofisiologis. ide. keyakinan. pola psikologis individu yang diperoleh dari pengalaman hidup. sentuhan. elemen-elemen ini mempengaruhi manusia secara fisik tetapi tidak bisa dirasakan. Levine menggunakan definisi Bates (1967) dalam Tomey & Alligood (2006)dalam mendefinisikan lingkungan eksternal yang terdiri dari tiga level. opersional dan konseptual. budaya dan etnis. Operasional Lingkungan operasional adalah bagian dari lingkungan eksternal yang berinteraksi dengan kehidupan yang mungkin secara fisik mempengaruhi individu. dan lingkungan eksternal sebagai level persepsi. dan polutan. Lingkungan Lingkungan adalah "di mana kita terus-menerus dan secara aktif terlibat" dalam menjalani kehidupan. Konseptual Lingkungan konseptual merupakan lingkungan eksternal yang terdiri dari bahasa. c. Kesehatan juga diartikan sebagai terjaganya keutuhan tubuh dan keberhasilan adaptasi. dan tradisi. . Dengan kata lain. patologis. Perubahan status kesehatan tidak hanya perubahan fungsi fisiologis (konservasi integritas struktural) tetapi dapat juga terjadi gangguan pada beberapa prinsip konservasi yang lain. tetapi tidak disadari oleh manusia karena merupakan bagian dari lingkungan eksternal yang berinteraksi dengan jaringan kehidupan seperti semua bentuk radiasi.symbol. suara. suhu. 4. yaitu : a. baik secara internal maupun eksternal.

3 Pernyataan Teoritis Karya Levine dimaksudkan untuk memberikan struktur organisasi dalam mengajar keperawatan medikal bedah bukan untuk mengembangkan teori. Keputusan ini disebut tropihicognosis Hipotesis Mengarahkan intervensi keperawatan dengan tujuan untuk keutuhan dan promosi adaptasi. perawat memvalidasi masalah pasien.1. pernyataan utama yaitu: 1. Perawat menggunakan hipotesis untuk memberi arah dalam melakukan perawatan. . membaca catatan medis.although teoritis banyak pernyataan teoritis dapat dihasilkan dari pekerjaannya. Intervensi Uji hipotesis. Intervensi Keperawatan didasarkan pada konservasi integritas struktural pasien individu 3. Perawat mengobservasi pasien dengan melihat respon organisme teradap penyakit.4 Aplikasi Dalam Proses Keperawatan Proses Keperawatan Levin dengan menggunakan pemikiran kritis (Tomey. 2006) Proses Pembuatan keputusan Pengkajian Perawat mengkaji pengaruh lingkungan eksternal dan internal pasien dengan prinsip konservasi. Intervensi Keperawatan didasarkan pada konservasi integritas sosial pasien individu. Berdasarkan keputusan. 1. Oleh karena itu ia tidak secara eksplisit mengidentifikasi assertions. lalu mengemukakan hipotesis tentang masalah dan solusinya. ………………Ini disebut rencana keperawatan. Fakta provokatif disusun sedemikian rupa untuk menunjukkan kemungkinan dari kondisi pasien. evaluasi hasil diagnostik dan berdiskusi dengan pasien tentang kebutuhan akan bantuannya…………………… Keputusan à Tropihicognosis Diagnosa keperawatan menyimpulkan fakta provokatif. Sebuah keputusan mengenai bantuan yang dibutuhkan pasien dibuat . Intervensi Keperawatan didasarkan pada konservasi energi pasien individu 2.

yaitu konservasi energi. Hasil dari uji hipotesa dievaluasi dengan mengkaji respon organisme apakah hipotesis membantu atau tidak…………………………. Pendekatan ini diharapkan mampu mempertahankan keutuhan dan promosi adaptasi. Intervensi dilakukan berdasarkan prinsip konsevasi. . personal dan sosial…………………………. struktur. Evaluasi Observasi respon organisme terhadap intervensi.

empat prinsip konservasi yaitu konservasi energi. Model konservasi menurut Levine bertujuan untuk meningkatkan adaptasi individu dan mempertahankan keutuhan dengan menggunakan prinsip-prinsip konservasi. Dalam perspektif anak. fatigue adalah suatu keadaan dimana anak merasa fisiknya sangat lemah. kesulitan untuk menggerakkan lengan dan kaki atau membuka mata. Aplikasi model konservasi Levine dalam pemberian asuhan keperawatan anak dengan kanker bertujuan untuk mempertahankan integritas dan meningkatkan adaptasi terhadap gangguan yang terjadi. Pada keadaan fatique. perawat berperan dalam memberikan intervensi keperawatan yang bertujuan untuk . Anak remaja menggambarkan fatigue sebagai suatu keadaan keletihan pada fisik.com Conceptual Framework Fatigue atau kelelahan merupakan suatu kondisi yang menimbulkan stres dan masalah yang mendalam bagi pasien yang menderita kanker. mental dan emosional. BAB II ANALISIS JURNAL Rapid Critical Apraissal (RCA) NO 1 First Author (Year) Hermalinda ( 2012 ) Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Andalas E-mail: ns_ilin@yahoo. konservasi integritas personal dan konservasi integritas social Konservasi bertujuan agar individu dapat mempertahankan kehidupan dan keutuhan melalui keseimbangan antara energi yang ada dengan yang digunakan. konservasi integritas struktur. menjalani pengobatan dan pasien kanker pada akhir kehidupan.

Cipto Mangunkusumo Jakarta Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi dan data sekunder dari catatan medis dan keperawatan.034). Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat DR. yaitu : leukemia. Prosedur medis dan faktor lingkungan rumah sakit merupakan faktor yang mendukung terjadinya fatigue pada . membantu proses penyembuhan dengan mencegah jumlah kerusakan yang terjadi akibat penyakit. Major Variables Studied Variabel (and Their Definitions) Mayor : Aplikasi model konservasi Levine Minor : Gambaran tentang pelaksanaan model teori konservsi Levine pada anak dengan kanker yang mengalami fatigue Measurement Instrumen pengkajian fatigue seperti Children Fatigue Scale (CSF) dan Fatigue Scale Adolescent (FS-A) Data Analysis Hasil penelitian menunjukkan bahwa. mempertahankan keseimbangan energi. mendorong sikap yang positif serta mendorong aktivitas social Design/Method studi kasus ( Case Study ) Sample/Setting Sampel dalam penelitian ini adalah anak dengan kanker yang mengalami gejala fatigue kasus yang diambil adalah 5 kasus.0003). Findings Dapat disimpulkan dalam penelitian ini. Jenis kelamin merupakan faktor demografi yang signifikan berhubungan dengan peningkatan skor fatigue pada anak (p value=0. pengobatan kanker secara signifikan meningkatkan skor fatigue. kanker nasofaring. osteosarkoma. anak dengan kanker melaporkan peningkatan skor fatigue selama pengobatan (p value=0. dan lymphoma hodgkin’s.

menyusun rencana keperawatan untuk meningkatkan adaptasi dan mempertahankan keutuhan. intervensi latihan yang diberikan masih perlu penelitian lebih lanjut tentang keamanan dan keefektifannya dalam menangani fatigue pada anak dengan kanker Beberapa intervensi dan terapi komplementer juga dapat membantu dalam mengatasi fatigue seperti akupresur. Empat anak melaporkan peningkatan ketersediaan energi dalam melakukan aktivitas namun belum memperlihatkan penurunan tingkat fatigue. Appraisal: Worth to Practice Model konservasi Levine sangat sesuai diaplikasikan pada anak dengan kanker yang mengalami fatigue karena prinsip-prinsip konservasi pada model ini dapat memberikan pedoman dalam mengidentifikasi masalah fatigue. dan mengevaluasi hasil tindakan keperawatan yang telah dilakukan. serta aktivitas pengalihan perhatian. manajemen stres. . anak dengan kanker yang menjalani pengobatan Intervensi keperawatan yang diberikan berdasarkan prinsip konservasi memberikan hasil yang cukup baik terhadap masalah fatigue yang dialami anak. Namun. akupunktur. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat meningkatkan adaptasi dan mempertahankan keutuhan anak dengan kanker yang mengalami fatigue adalah latihan fisik. relaksasi.

Faculty of Applied Medical Science (CAMS). functionless cells in the marrow and blood [1]. It is reported that ALL is a common form of childhood malignancy. as assessed by an echocardiogram. Majmaah University. Adel Elhakkb (2017) Physical Therapy Department for Surgery . Various physical therapy techniques are used to reduce fatigue and improve physical fitness in cancer patients such as aerobic exercises. 30 patients (boys and girls) with Acute Lymphoblastic Leukemia agreed to participate in this study.Faculty of Physical Therapy. Abd El Bakya. Egypt & Physical Therapy and Rehabilitation Department . stretching. 3) There were absence of musculoskeletal disturbances that may limit participation in the exercise training program. or strengthening exercises Design/Method randomized controlled study Sample/Setting Participants Of 36 eligible patients. M. . Giza. 4) Preserved cardiac structure and function. ALL is classified into Acute Myelocytic Leukemia (AML) and Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL) Physical fitness is considered as an important health marker for functional status of different body functions. Sahar. Cairo University. They were chosen on the basis of the following criteria: 1) Patients' age from 8 to 16 years. Kingdom of Saudi Arabia Conceptual Framework Acute Leukemia is a malignant disease that affects bone marrow and results in the accumulation of immature. Rapid Critical Apraissal (RCA) NO 2 First Author (Year) Amal. M. 2) Patient complained from fatigue.

895) as well as the elapsed time since the patients' last chemotherapeutic treatment (P= 0.05).16% (P > 0. For fatigue scores (CIS).06% (P > 0. BMI (P=0. weight (P=0.57). while there was no significant difference between the pre and post measurements for group B with percentage of improvement 2. No significant differences were observed between both groups regarding age (P= 0. 5) Ambulant without need for human assistance in addition to 6) The elapsed time since their last chemotherapy had to be at least 6 months. height (0.853). There was a significant difference between the pre and post VO2max for group A with a percentage of improvement 31.78% (P > .05).56 %.798). A total of 30 patients (17 boys and 13 girls) with Acute Lymphoblastic Leukemia were involved in this study. while no significant difference was recorded between them for group B with 4. Table 3 reports the mean values of the pre and post VO2max measurements for both groups. Major Variables Studied Variabel (and Their Definitions) Mayor : Aerobic Exercise Minor : Impact or effectivity of Aerobic Exercise improving on Physical Fitness and Fatigue level in Children with Acute Lymphoblastic Leukemia Measurement Vo2max was used to measure the patient's physical fitness. Data Analysis Table 2 summarizes the demographic characteristics of the participants in both groups.05) with 21.935). the results demonstrates significance improvement in the post CIS for group A (P > 0.

fig 3.97). 0. the pre fatigue scores of both groups (p= 0. Fig.05).05). 2 shows that there was no significant difference between the pre measurements of VO2max for both groups. Appraisal: Worth to Practice The results of our study suggest that adding supervised aerobic exercise to home program is an effective approach to improve physical fitness and fatigue level in children with ALL There is growing evidence for the positive effects of aerobic exercise training on physical fitness. Table 4. while the post measurements represented a significance difference with (P> 0. Findings The main findings of the present study reported a significant improvement of both physical fitness and fatigue level in children who survived ALL by adding of a 16-week of aerobic exercise training program to home exercise program.05). while there was significance difference in the post fatigue scores (P> 0. fatigue and physical well-being of children during and after treatment for cancer Can save costs because it can be done at home and maintain relationships between children and parents .

d. (1973). M. J. 53-55. M. M.Aziz Azimul. A. A. 15(4). (2005). Pearson Education.Jakarta : Salemba Medika. (1967). Issue 3. Nursing Theory : utilization & application. (2006). & Alligood. 45- 49. Perry. Davis Company: Philadelphia. M. Elsevier Health Sciences. DAFTAR PUSTAKA Anonuevo. (1967). Theoretical foundations of nursing. Current Nursing.). Levine.) Wound management: Using Levine’s Conservation Model to guide practice. Looking Beyond the Limitations of “Vulnerability”: Reforming Safeguards in Research. Nursing theorists and their work. (5th ed). et al. R. 6(1). (2006).2005. dan Anna G. Nursing Outlook. Hidayat. E.d. Debra A. 52. Nursing Forum. Missouri : Mosby . Issue No. Jakarta : Buku Kedokteran.. University of the Philippines Open University: Quezon City. Tomey. September 2010.Konsep dasar keperawatan edisi 2. Philippines. Volume 4. DeBruin. 1536-0075. (6th ed. Nursing theories: Levine’s four conservation principles. A. September 2010. F. 2004. Levine. (2002). R. Potter. Introduction to clinical nursing. (n. Nursing theories: Base for professional nursing. M. The American Journal of Bioethics. Tomey. Pages 76 – 78 George. E. Fundamental Keperawatan Edisi 4. This I believe: About patient centered care. (n. M. A.2007. 8. E. C. The four conservation principles of nursing.J. & Alligood. Patricia A. Levine. PA. M. B. A. Leach. (2004). M.). Vol.