You are on page 1of 13

SPEKTRUM GARIS BERBAGAI JENIS ATOM

(TEORI ATOM BOHR)
Lestari Triandini, Nurani Azizah M., Nur Dwiyana Alwi, Risnawati*, Tri Hardiyanti Wulandari

Laboratorium Fisika Modern Jurusan Fisika FMIPA
Universitas Negeri Makassar

Abstrak. Percobaan spektrum garis berbagai jenis atom dirancang untuk menentukan panjang gelombang
spektrum garis atom gas mulia Helium (He) dan Neon (Ne) serta unsur logam natrium (Na). Percobaan
ini memerlukan spektrometer optik; kisi Rowland; transformer, 6 V AC, 12 V AC; Universal Choke, 230
V, 50 Hz; dan spektrum lampu He, Na, dan Ne. Prosedur umum praktikum ini yaitu menghimpitkan garis
vertikal pada spektrometer dengan garis warna yang terbentuk lalu mengukur sudut yang dibentuk
melalui skala pada spektrometer. Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh bahwa setiap atom
memancarkan spektrum warna yang berupa garis diskrit yang terdiri atas deretan warna ungu, nila, biru,
hijau,kuning, jingga, dan merah. Hasil analisis data menunjukkan bahwa panjang gelombang spektrum
warna untuk atom He, dan Ne berbeda dengan panjang gelombang paling panjang ditunjukkan oleh warna
merah dan yang paling pendek adalah warna ungu.. Untuk pengamatan interval spektrum garis warna
kuning yang pada atom Na diperoleh 23,125 𝑛𝑚. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa
panjang gelombang spektrum garis berbagai jenis atom berbeda-beda.

KATA KUNCI: panjang gelombang, spektrum garis atom, sudut angular, teori atom Bohr

PENDAHULUAN
Pada dasarnya, percobaan hamburan sinar alfa yang dilakukan oleh Ruthorford
merupakan awal dari teori atom modern. Namun gambaran atom yang terdiri atas inti positif
dan disekelilingnya tersebar elektron-elektron negatif ternyata masih menimbulkan masalah
baru. Namun jelas bahwa argumentasi tentang keadaan elektron di sekeliling inti atom tentu
tidak sesedarhana seperti yang telah dikemukakan oleh Rutherford tersebut, melainkan
memerlukan penyempurnaan lebih lanjut. [1]
Model atom yang diungkapkan oleh Rutherford sudah lebih baik bila dibandingkan
dengan model atom Thomson. Tetapi berdasarkan teori elektromagnet ternyata atom menurut
gambaran Rutherford adalah atom yang tidak stabil dan menurut teori elektromagnet atom akan
memancarkan spektrum kontinu , tetapi berdasarkan hasil pengamatan ternyata spektrum yang
dipancarkan adalah spektrum diskrit kedua hal tersebut tidak bias dijelaskan oleh Rutherford.
[2]
Atom dalam suatu unsur dapat menghasilkan spektrum emisi (spektrum diskrit) yang
dapat diamati dengan menggunakan alat spektrometer, Spektrum garis membentuk suatu
deretan warna cahaya dengan panjang gelombang berbeda. Adanya spektrum garis yang
dihasilkan setiap unsur yang terdiri atas deretan warna dengan panjang gelombang yang
berbeda-beda pertama kali diamati pada gas hydrogen oleh Niels Bohr.
Spektrum emisi yang dapat dihasilkan suatu atom dapat diamati dengan menggunakan
alat spektrometer. Spektrum garis membentuk suatu deretan warna cahaya dengan
panjang gelombang berbeda. Adanya spektrum garis yang dihasilkan setiap unsur yang terdiri
atas deretan warna dengan panjang gelombang yang berbeda-beda pertama kali diamati pada
gas hidrogen oleh Niels Bohr. [3]
Adapun eksperimen ini dilakukan untuk melakukan pengamatan terhadap spektrum garis
yang dihasilkan oleh berbagai jenis atom gas mulia dan gas logam serta menentukan panjang
gelombang dari setiap spektrum garis yang dihasilkan atom-atom tersebut, adapun beberapa
atom yang diamati spektrumnya yaitu Helium (He), Neon (Ne) dan Natrium (Na).

J. fisikawan berkebangsaan Swedia. Spektrum garis hanya terjadi untuk gas pada temperatur tinggi dan tekanan rendah. [3] Ada empat postulat yang digunakan untuk menutupi kelemahan model atom Rutherford. Cahaya dari benda padat yang dipanaskan seperti filamen bola. Jika suatu atom melakukan transisi dari keadaan energi tinggi EU ke keadaan energi lebih rendah EI. Setiap unsur memperlihatkan spektrum garis yang unik. dan h adalahkonstanta Planck. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan spektrometer optik dan kisi untuk mengetahui besarnya sudut yang dibentuk oleh setiap spektrum warna yang akan dianalisis untuk memperoleh panjang gelombang dari setiap deretan warna spektrum garis yang dihasilkan atom tersebut. [5] Kegunaan penting dari spektrometer adalah untuk identifikasi atom atau molekul. hanya cahaya dengan panjang gelombang diskrit tertentu yang dipancarkann dan ini berbeda untuk unsur dan senyawa yang berbeda. Teori atom Bohr ini pada prinsipnya menggabungkan teori kuantum Planck dan teori atom dari Ernest Rutherford yang dikemukakan pada tahun 1911. Cahaya terdifraksi di kisi. Spektrum garis belum dapat dijelaskan secara teoritis meskipuna alat untuk pengukuran spektrum cahaya sudah berkembang sejak akhir abad ke-19. 3. dalam hal ini energi totalnya E tidak berubah. Cahaya terdifraksidikisi.2. 4. gerak elektron tersebut dipengaruhi oleh gaya coulomb sesuai dengan kaidah mekanika klasik. Spektrometer optik dapat dipakai untuk menentukan panjang gelombang spektrum garis dari atom gas mulia dan uap logam. Ketika gas dipanaskan atau arus listrik yang besar melewatinya.dimana n = 1.3. Atom Hidrogen terdiri dari sebuah elektron yang bergerak dalam suatu lintas edar berbentuk lingkaran mengelilingi inti atom . Baru pada tahun 1885 J. panjang gelombang yang sama mengalami superposisi dan menghasilkan intensitas maksimum. Dalam lintas edar yang mantap elektron yang mengelilingi inti atom tidak memancarkan energi elektromagnetik. Kisi digunakan untuk memisahkan garis spektrum. atom tersebut akan bertransisi ke keadaan energi rendah ke keadaan energi tinggi. . panjang gelombang yang sama mengalami superposisi dan menghasilkan intensitas maksimum. sebuah foton dengan energi hυ=EU-EI diemisikan. mengikuti jejak Einstein menerapkan teori kuantum untuk menerangkan hasil studinya mengenai spektrum atom hidrogen. 2. Kisi digunakan untuk memisahkan garis spektru. Kita dapat menentukan panjang gelombang yang datang dari suatu cahaya yang melalui kisi dengan menggunakan spectrometer. Balmer di Swiss mencoba melakukan perhitungan mengenai spektrumyang dipancarkan gas hidrogen. TEORI Niels Bohr. Artinya. Jika sebuah foton diserap. Lintas edar elektron dalam hydrogen yang mantap hanyalah memiliki harga momentum angular L yang merupakan kelipatan dari tetapan Planck dibagi dengan 2π. Spektrum atomik yang dipelajari adalah spektrum gas yang bersuhu tinggi dan ditempatkan di dalam suatu tabung yang diberi potensial cukup tinggi yang memancarkan spektrum garis dengan pola yang teratur. antara lain : 1. radiasi yang dipancarkan mempunyai spektrum yang berisi panjang gelombang tertentu saja.… dan disebut sebagai bilangan kuantum utama. Gambar di bawah ini menunjukkan spektrum garis untuk sejumlah unsur pada keadaan gas. Hubungan antara difraksi dan panjang gelombang adalah linear (sin α ~ λ) pada spektrum normal. gas tersebut memancarkan spektrum garis karakteristik. [4] Jika gas mulia dan uap logam yang bertekanan rendah di bawah tekanan atmosfer dieksitasi. Bohr mengemukakan teori baru mengenai struktur dan sifat-sifat atom.

GAMBAR 2.5420 589. Nilai rata-ratanya adalah λ(D1) – λ(D2) = 0. [5] .4250 588. Skema diagram untuk defenisi sudut Δα Untuk menghitung interval dua garis.61 D2 2 84. hasil pengukuran difraksi untuk n=1 dan n=2 λ5706/cm Line N 𝚫𝛂 nm 1 39.74 Berdasarkan tabel 1.3000 589. Spektrum garis untuk gas-gas yang digambarkan dan spektrum dari Matahari yang menunjukkan garis penyerapan [6] Persamaan untuk menentukan panjang gelombang spektrum garis adalah Δα sin λ 2 ………………(1) n. diberikan contoh data hasil percobaan difraksi pada n=1 dan n=2 untuk garis-D sodium sebagai berikut: TABEL 1. dan λ = panjang gelombang.33 D1 2 84.2500 588. GAMBAR 1. N = jumlah gariskisi yang digunakan. diketahui interval antara dua warna kuning Sodium D-Lines dengan nilai Δλ = 0. Sodium D-Lines.67 nm (diukur pada n=2).70.72 nm (diukur pada n=1) dan Δλ = 0.N Dengan : n = Orde Spektrum.41 1 39. Δα = jumlah sudut antara garis spektrum kanan dan kiri.

50 Hz.02o N = 600 lines/mm = 6 x 10-4lines/nm Kegiatan Pertama Tabel 1. Hasil Pengamatan Spektrum Garis Atom He Orde spektrum Warna spektrum θkanan (ᵒ) θkiri (ᵒ) . Na.METODOLOGI EKSPRIMEN Alat yang digunakan pada eksperimen iniyaitu: Spektrometer optik. untuk menentukan spektrum garis He. selanjutnya memutar teleskop ke arah kiri sehingga teramati garis warna kuning pada orde 1 dan orde 2 serta membaca masing-masing penunjukan skala pada spektrometer sebagai θkiri . Kedua. Kemudian memutar teleskop ke arah kanan sampai teramati garis warna kuning pada orde 1 dan orde 2 serta membaca masing-masing penunjukan skala pada spektrometer sebagai θkanan. Sedangkan bahan yang digunakan yaitu: Spektrum lampu He.dengan prosedur kerja yang sama mengamati garis-garis warna berikutnya pada orde yang sama dan garis-garis warna berikutnya pada orde 2 (n=2) serta mencatat setiap penunjukan skalanya sebagai θ kanan . 230 V. Rangkaian percobaan spektrum garis berbagai jenis atom Pertama. Selanjutnya memutar teleskop pada spektrometer optik secara perlahan ke arah kiri dan mengulangi prosedur kerja yang sama seperti pada pembacaan θ kanan serta membaca masing- masing penunjukan skala pada spektrometer sebagai θ kiri . untuk Menentukan interval antara dua baris Na-D dilakukan dengan menganti lampu Ne dengan lampu Na.1. 6 V AC. HASIL PENGAMATAN DAN ANALISIS DATA HASIL EKSPERIMEN DAN ANALISA DATA Hasil Pengamatan NST Spektrometer = 1/60o = 0. untuk menentukan spektrum garis He dan Ne dan kedua. selanjutnya dilakukan dua kali pengamatan yaitu: pertama. 12 V Ac dan Universal Choke. Kemudian mengimpitkan tanda benang vertikal pada teleskop dengan garis warna pertama dan membaca penunjukan skala pada spektrometer sebagai θ kanan . Transformer. untuk Menentukan interval antara dua baris Na-D GAMBAR 3. dilakukan dengan memutar bagian teleskop pada spektrometer optik ke arah kanan secara perlahan sehingga teramati garis warna pertama pada orde 1 (n = 1). Kisi Rowland. dan Ne. untuk pengamatan spektrum garis Ne dilakukan dengan mengganti spektum lampu He dengan spektrum lampu Ne dan mengulangi prosedur kerja yang sama saat pengamatan spektrum garis He. Metode penelitian dilakukan dengan melakukan pengaturan atau penyetelan pada spektrometer optik sebelum digunakan.

02| Kuning |20.02| |44.02| Ungu |35.02| Ungu |33.00 ± 0.72 ± 0.2 Hasil Pengamatan Spektrum Garis Atom Ne Orde Warna Spektrum 𝜃𝑘𝑎𝑛𝑎𝑛 𝜃𝑘𝑖𝑟𝑖 Spektrum Ungu |15.10 ± 0.02| Jingga |43.50 ± 0.02| Biru |39.02| |27.50 ± 0.02| |21.02| 2 Hijau |38.02| 1 Hijau |18.02| Tabel 1.30 ± 0.02| |30.30 ± 0.08 ± 0.02| |31.02| Biru |37.50 ± 0.84 2 |47.02| Biru |17.02| |28.92 ± 0.30 .02| Biru |18. Hasil Pengamatan Spektrum Garis Atom Na line N 𝜽 (ᵒ) λ (nm) D1 (kanan) 1 |21.00 ± 0.00 ± 0.02| 2 Hijau |40.61 ± 0.60 ± 0.02| Kuning |43.02| 582.40 ± 0.02| Nila |35. Ungu |15.02| |18.20 ± 0.40 ± 0.02| |11.60 ± 0.02| Jingga |21.02| 1 Hijau |20.02| |50.80 ± 0.02| |41.10 ± 0.46 ± 0.60 ± 0.95 ± 0.60 ± 0.02| Jingga |21.80 ± 0.02| |37.02| |16.02 ± 0.50 ± 0.80 ± 0.80 ± 0.80 ± 0.70 ± 0.60 ± 0.59 2 |46.02| |38.02| |11.02| |44.90 ± 0.40 ± 0.02| |46.02| |37.02| |12.50 ± 0.20 ± 0.00 ± 0.02| Merah |22.02| Jingga |47.02| Merah |46.90 ± 0.04 ± 0.60 ± 0.02| |21.94 ± 0.30 ± 0.02| |45.02| 610.10 ± 0.40 ± 0.02| Kuning |41.02| |22.02| 618.00 ± 0.50 ± 0.30 D2 (kiri) 1 |20.90 ± 0.02| |41.34 ± 0.02| Nila |17.80 ± 0.60 ± 0.30 ± 0.02| |12.02| Nila |16.90 ± 0.02| |15.02| Kuning |21.00 ± 0.00 ± 0.02| Nila |36.02| |19.60 ± 0.02| |20.02| |16.10 ± 0.02| Kegiatan Kedua Tabel2.02| Merah |57.02| |18.02| Merah |24.70 ± 0.90 ± 0.20 ± 0.02| 600.90 ± 0.

Nila 𝜆 = 414.85 × 100% = 4% (3 AP) 𝜆 = |397 ± 16| 𝑛𝑚 2.9% (3 AP) .85 𝑛𝑚 sin 2 1 (0.55 0.85 𝑛𝑚 = (0.87 𝑛𝑚 ∆𝜆 𝐾𝑅 = 𝜆 × 100% 15.85 𝑛𝑚 1 27.97) = |2 0.85 𝑛𝑚) = 15. Ungu 27.238 0. Orde 1 1.02| 396.04)(396.238 = 6×10−4 𝑙𝑖𝑛𝑒/𝑛𝑚 = 396.12 𝑛𝑚 𝐾𝑅 = 3.48 = |0. N Menentukan ketidakpastian panjang gelombang 𝛿𝜆 𝛿𝜆 Δ𝜆 = | Δ𝜃𝑘𝑎𝑛𝑎𝑛 | + | Δ𝜃𝑘𝑖𝑟𝑖 | 𝛿𝜃𝑘𝑎𝑛𝑎𝑛 𝛿𝜃𝑘𝑖𝑟𝑖 1 𝜃𝑘𝑎𝑛𝑎𝑛 1 𝜃𝑘𝑖𝑟𝑖 = | cos Δ𝜃𝑘𝑎𝑛𝑎𝑛 | + | cos Δ𝜃𝑘𝑖𝑟𝑖 | 2 2 2 2 Karena.85 𝑛𝑚 0. Δ𝜃𝑘𝑎𝑛𝑎𝑛 = Δ𝜃𝑘𝑖𝑟𝑖 = Δ𝜃 1 θ𝑘𝑎𝑛𝑎𝑛 +𝜃𝑘𝑖𝑟𝑖 = |2 cos ( 2 ) Δ𝜃| 1 θ +𝜃 | cos( 𝑘𝑎𝑛𝑎𝑛 𝑘𝑖𝑟𝑖 )Δ𝜃| =|2 θ +𝜃 2 |λ sin( 𝑘𝑎𝑛𝑎𝑛 𝑘𝑖𝑟𝑖 ) 2 Δ𝜆 𝐾𝑅 = 𝜆 𝑥100% 𝜆 = |𝜆 ± Δ𝜆|𝑛𝑚 Kegiatan 1 Menentukan Panjang Gelombang Spektrum Garis Helium 1.02| 396.76 𝑛𝑚 ∆𝜆 = 16.02| 396.238 0.Analisis Data Menentukan panjang gelombang digunakan persamaan:  sin  2 n.775 = 600×10−6 𝑙𝑖𝑛𝑒/𝑛𝑚 0.55 sin 𝜆𝑢𝑛𝑔𝑢 = 1×600×10−62 𝑙𝑖𝑛𝑒/𝑛𝑚 sin 13.87 = 396.55 cos( ) ∆𝜆 = |2 2 27.

Biru 𝜆 = 425. Jingga 𝜆 = 541.43 = |0.43𝑛𝑚 ∆𝜆 = 15.5053 0.02| 421.07 𝑛𝑚) .99 𝑛𝑚 𝐾𝑅 = 3.238 0. 𝜆 = |415 ± 16| 𝑛𝑚 3.65 𝑛𝑚 𝐾𝑅 = 2.7 cos( ) ∆𝜆 = |2 2 60.96 𝑛𝑚 𝐾𝑅 = 3.862) = |2 0.19 𝑛𝑚 ∆𝜆 = 15.07 𝑛𝑚 1 60. Ungu 60. Merah 𝜆 = 615.35 = 1200×10−6 𝑙𝑖𝑛𝑒/𝑛𝑚 0.7 0.02| 421.3 𝑛𝑚 𝐾𝑅 = 2% 𝜆 = |615 ± 15| 𝑛𝑚 8.07 𝑛𝑚 0.1% (3AP) 𝜆 = |502 ± 16| 𝑛𝑚 6.07 𝑛𝑚 = (0.7 sin 𝜆𝑢𝑛𝑔𝑢 = 2×600×10−62 𝑙𝑖𝑛𝑒/𝑛𝑚 sin 30.6% (3AP) 𝜆 = |441 ± 16| 𝑛𝑚 5.75% (3AP) 𝜆 = |426 ± 16| 𝑛𝑚 4.8 𝑛𝑚 𝐾𝑅 = 3.24 𝑛𝑚 ∆𝜆 = 15. Kuning 𝜆 = 502.5053 = 12×10−4 𝑙𝑖𝑛𝑒/𝑛𝑚 = 421. Hijau 𝜆 = 441.07 𝑛𝑚 sin 2 1 (0. Orde 2 1.74 𝑛𝑚 ∆𝜆 = 15.56𝑛𝑚 ∆𝜆 = 15.017)(421.02| 421.9% (3AP) 𝜆 = |541 ± 16| 𝑛𝑚 7.

34 ∆𝜆 = 5.92 𝑛𝑚 ∆𝜆 = 7 𝑛𝑚 𝐾𝑅 = 1.16 = 421.2 𝑛𝑚 𝐾𝑅 = 0.4% (3AP) 𝜆 = |477 ± 7| 𝑛𝑚 5. Biru 𝜆 = 465.3 𝑛𝑚 𝐾𝑅 = 1. Jingga 𝜆 = 566.8% 𝜆 = |646 ± 5| 𝑛𝑚 Menentukan Panjang Gelombang Spektrum Garis Neon 8. Nila 𝜆 = 445.7% (3 AP) 𝜆 = |421 ± 7| 𝑛𝑚 2.8 𝑛𝑚 𝐾𝑅 = 1.16 𝑛𝑚 ∆𝜆 𝐾𝑅 = 𝜆 × 100% 7.42 𝑛𝑚 ∆𝜆 = 6. Merah 𝜆 = 646.65𝑛𝑚 ∆𝜆 = 6.6% (3 AP) 𝜆 = |446 ± 7| 𝑛𝑚 3. Orde 1 1.1% (3AP) 𝜆 = |566 ± 6| 𝑛𝑚 7. Ungu 32 sin 𝜆𝑢𝑛𝑔𝑢 = 1×600×10−62 𝑙𝑖𝑛𝑒/𝑛𝑚 sin 16 = 600×10−6 𝑙𝑖𝑛𝑒/𝑛𝑚 .08 𝑛𝑚 𝐾𝑅 = 1.79 𝑛𝑚 ∆𝜆 = 6. Hijau 𝜆 = 476. Kuning 𝜆 = 540. = 7.07 × 100% = 1.9 𝑛𝑚 𝐾𝑅 = 1.5% (3AP) 𝜆 = |465 ± 7| 𝑛𝑚 4.2% (3AP) 𝜆 = |541 ± 6| 𝑛𝑚 6.39 𝑛𝑚 ∆𝜆 = 6.

55𝑛𝑚 ∆𝜆 = 15. 0.48 = |0.4 𝑛𝑚 1 27.4 𝑛𝑚 sin 2 1 (0.72 𝑛𝑚 ∆𝜆 = 15.4 × 100% = 3.99 𝑛𝑚 ∆𝜆 = 15.47 𝑛𝑚 𝐾𝑅 = 2.85% (3AP) 𝜆 = |544 ± 16| 𝑛𝑚 4.2756 = 6×10−4 𝑙𝑖𝑛𝑒/𝑛𝑚 = 459.3 𝑛𝑚 . Kuning 𝜆 = 597.9% (3 AP) 𝜆 = |507 ± 15| 𝑛𝑚 3.97 𝑛𝑚 ∆𝜆 𝐾𝑅 = × 100% 𝜆 15.6 𝑛𝑚 ∆𝜆 = 15.02| 459. Nila 𝜆 = 506. Jingga 𝜆 = 617.02| 459.5% (3AP) 𝜆 = |618 ± 15| 𝑛𝑚 7.4 𝑛𝑚 0. Merah 𝜆 = 633.4 𝑛𝑚 = (0.4% (3 AP) 𝜆 = |459 ± 16| 𝑛𝑚 2.49 𝑛𝑚 𝐾𝑅 = 2.6% (3AP) 𝜆 = |598 ± 16| 𝑛𝑚 6.238 0.55 cos( ) 2 2 ∆𝜆 = | 27.31 𝑛𝑚 𝐾𝑅 = 2.276 0.4 𝑛𝑚) = 15. Biru 𝜆 = 543.6% (3AP) 𝜆 = |590 ± 16| 𝑛𝑚 5.2 𝑛𝑚 𝐾𝑅 = 2.1𝑛𝑚 ∆𝜆 = 15.55 0.96) = |2 0. Hijau 𝜆 = 590.49 𝑛𝑚 ∆𝜆 = 15.55 𝑛𝑚 𝐾𝑅 = 2.02| 459.97 = 459.035)(459.

Ungu 72.8) 2 = |0.52 𝑛𝑚 sin 2 1 (0.99 𝑛𝑚 ∆𝜆 = 6.52 = 1.4 = × 100% 494.52 𝑛𝑚 0.52 𝑛𝑚 1 72.3 𝑛𝑚 𝐾𝑅 = 1.02| 494.46 𝑛𝑚 𝐾𝑅 = 1.4% 𝜆 = |633 ± 15| 𝑛𝑚 8.52 𝑛𝑚 0.8 0.3% (3 AP) 𝜆 = |495 ± 6| 𝑛𝑚 2.8 cos( ) 2 2 ∆𝜆 = | 72. Biru 𝜆 = 542.013)(494.9 𝑛𝑚 𝐾𝑅 = 1% (3AP) . Hijau 𝜆 = 562.12 𝑛𝑚 𝐾𝑅 = 1.57𝑛𝑚 ∆𝜆 = 5.59342 = 12×10−4 𝑙𝑖𝑛𝑒/𝑛𝑚 = 494.31 𝑛𝑚 ∆𝜆 = 6. Kuning 𝜆 = 572. 𝐾𝑅 = 2.1% (3AP) 𝜆 = |563 ± 6| 𝑛𝑚 5.8 sin 𝜆𝑢𝑛𝑔𝑢 = 2×600×10−62 𝑙𝑖𝑛𝑒/𝑛𝑚 sin 36.02| 494.56 𝑛𝑚 ∆𝜆 = 6.4 =| 0.52 𝑛𝑚) = 6. Orde 2 1.4 𝑛𝑚 ∆𝜆 𝐾𝑅 = 𝜆 × 100% 6. Nila 𝜆 = 525.2% (3 AP) 𝜆 = |526 ± 6| 𝑛𝑚 3.59342 0.4 = 1200×10−6 𝑙𝑖𝑛𝑒/𝑛𝑚 0.59342 = (0.02| 494.2% (3AP) 𝜆 = |542 ± 6| 𝑛𝑚 4.

Ne.84nm – 582.25+18.90 λ = 𝑛. 𝜆 = |573 ± 6| 𝑛𝑚 6. dan Na.125 nm 2 PEMBAHASAN Eksperimen spektrum garis berbagai jenis atom ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan panjang gelombang spektrum garis yang dihasilkan oleh atom He. Orde 2 sin 𝜃 sin 47.59nm = 28.3 nm = 18.3nm – 600. Jingga 𝜆 = 589. Eksperimen ini dilakukan dengan mengamati spektrum garis yang dihasilkan oleh atom He dan Ne. .𝑁 = = 600.8 𝑛𝑚 𝐾𝑅 = 0.𝑁 10 𝐿 1(6 𝑥 𝑛𝑚 ) 4.84 nm 𝑛.00) = = 23.3 nm 10−4 𝐿 2(6 𝑥 𝑛𝑚 ) Panjang gelombang pada garis D2 (kiri) 3. serta menentukan interval spektrum garis warna kuning yang dihasilkan oleh atom Na.9% (3AP) 𝜆 = |589 ± 6| 𝑛𝑚 7.25 nm ∆λ2 (orde 2) = 618.8% 𝜆 = |623 ± 5| 𝑛𝑚 Kegiatan Kedua Panjang gelombang pada garis D1 (kanan) 1.59 nm 𝑛.46 λ= = −4 = 582. Merah 𝜆 = 623.08 λ = 𝑛.49 𝑛𝑚 𝐾𝑅 = 0.𝑁 = = 618.26 𝑛𝑚 ∆𝜆 = 5. Orde 2 sin 𝜃 sin 46.50 λ= = −4 = 610.3 nm 10−4 𝐿 2(6 𝑥 𝑛𝑚 ) Sehingga diperoleh interval : ∆λ1 (orde 1) = 610.00 nm (∆λ1 +∆λ2) Nilai rata-ratanya = 2 (28. Orde 1 sin 𝜃 sin 21. Orde 1 sin 𝜃 sin 20.𝑁 10 𝐿 1(6 𝑥 𝑛𝑚 ) 2.2 ∆𝜆 = 5.

nila. jingga. baik pada orde 1 dan orde 2. REFERENSI . Berdasarkan eksperimen yang telah dilakukan dapat disimpulkan dari hasil analisis yang telah dilakukan. diperoleh spektrum warna dengan panjang gelombang yang berbeda. Analisis perbandingan panjang gelombang secara eksperimen dan referensi Panjang gelombang spektrum atom Warna Panjang gelombang spektrum atom He No Ne spektrum Orde 1 Orde 1 Orde 1 Orde 2 1 Ungu |397 ± 16|𝑛𝑚 |397 ± 16|𝑛𝑚 |459 ± 16|𝑛𝑚 |495 ± 6|𝑛𝑚 2 Nila |415 ± 16|𝑛𝑚 |415 ± 16|𝑛𝑚 |507 ± 15|𝑛𝑚 |526 ± 6|𝑛𝑚 3 Biru |426 ± 16|𝑛𝑚 |426 ± 16|𝑛𝑚 |544 ± 16|𝑛𝑚 |542 ± 6|𝑛𝑚 4 Hijau |441 ± 16|𝑛𝑚 |441 ± 16|𝑛𝑚 |590 ± 16|𝑛𝑚 |563 ± 6|𝑛𝑚 5 Kuning |502 ± 16|𝑛𝑚 |502 ± 16|𝑛𝑚 |598 ± 16|𝑛𝑚 |573 ± 6|𝑛𝑚 6 Jingga |541 ± 16|𝑛𝑚 |541 ± 16|𝑛𝑚 |618 ± 15|𝑛𝑚 |589 ± 6|𝑛𝑚 7 Merah |615 ± 15|𝑛𝑚 |615 |633 ± 15|𝑛𝑚 |623 ± 5|𝑛𝑚 ± 15|𝑛𝑚 Tabel diatas menunjukkan besarnya panjang gelombang yang diperoleh dari hasil eksperimen dari atom He dan Ne. hal ini seusai dengan teori bahwa setiap atom memancarkan spektrum warna yang berbeda-beda sesuai dengan kararteristik atom tersebut. Besarnya panjang gelombang setiap spektrum warna berbeda-beda dengan warna spektrum ungu yang memiliki panjang gelombang paling kecil dan warna spektrum merah yang panjang gelombangnya paling besar. Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh bahwa setiap atom menghasilkan spektrum garis diskrit yang terdiri atas deretan warna ungu. Hasil pengamatan sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa setiap atom memancarkan spektrum warna yang berbeda-beda dengan panjang gelombang yang berbeda pula sesuai dengan kararteristik atom tersebut. TABEL 4. SIMPULAN Berdasarkan hasil eksperimen dapat disimpulkan bahwa panjang gelombang spektrum garis suatu atom dapat ditentukan dengan mengukur sudut yang dibentuk oleh setiap spektrum warna pada spektrometer yang disebut juga sudut angular. Hal ini berlaku untuk spektrum atom He dan Ne. dan merah. kuning. hijau. Sedangkan untuk pengamatan interval spektrum warna kuning yang dihasilkan oleh atom Na diperoleh rata-rata panjang gelombang sebesar 23. maka diperoleh bahwa nilai panjang gelombang yang berbeda-beda untuk masing-masing warna. biru.125 nm. Perbandingan panjang gelombang yang diperoleh dari eksperimen dengan nilai referensi dapat dilihat dalam tabel 4 seperti berikut ini. Berdasarkan hasil analisis data untuk menentukan panjang gelombang setiap spektrum warna. Spektrum garis warna merah memiliki panjang gelombang yang terpanjang. sedangkan yang terpendek adalah spektrum garis warna ungu.

2001.edu/utama. Penuntun Praktikum Eksperimen Fisika I Unit Laboratorium Fisika Modern Jurusan Fisika FMIPA UNM. [6]Giancoli. Yos. 1995. Jakarta: Erlangga . Konsep Dasar Fisika Modern. 2013.upi.[1] kimia. 1993. Diakses tanggal 19 Desember 2015 di Makassar [2]Sumardi.. Arthur. dadan dkk. Konsep Fisika Modern. Jakarta: Erlangga [5] Subaer.html. 2013. [3]Beiser. dkk. Teori Atom Bohr. Jakarta: Universitas Terbuka. Fisika. Erlangga. Douglas C. Jakarta [4]Rosana. Fisika Modern.