You are on page 1of 5

ANALISIS SINTESIS TINDAKAN PEMASANGAN OKSIGEN

PADA TN. S DI RUANG TULIP RSUD Dr. SOEHADI


PRIJONEGORO SRAGEN

DISUSUN OLEH :
Addini Nur Fadlillah
SN 181001

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


STIKES KUSUMA HUSADA SURAKARTA
TAHUN AKADEMIK 2018/2019
ANALISIS SINTESIS TINDAKAN PEMASANGAN OKSIGENASI
PADA NY. S DI RUANG ROSELLA RSUD dr. SOEHADI PRIJONEGORO
SRAGEN

Hari : Senin
Tanggal : 3 Desember 2018
Jam : .22.35 WIB

A. Keluhan Utama
Sesak Nafas

B. Diagnosa Medis
CKD (Chronic Kidney Disease)

C. Diagnosis Keperawatan
Pola Nafas Tidak Efektif Berhubungan Dengan gangguan darah ke alveoli
atau kegagalan utama paru, perubahan membrane alveolar-kapiler (kolaps
jalan nafas)
D. Data yang mendukung
DS : pasien mengatakan sesak nafas
DO :
- Pasien tampak sesak
- Pasien tampak gelisah
- TD 160/100 mmHg
- Nadi 92 x/menit
- S 36 oC
- RR 26 x/menit

E. Dasar Pemikiran
Terapi oksigen merupakan salah satu dari terapi pernapasan dalam
mempertahankan oksigenasi jaringan yang adequat, dengan tujuan untuk
mengatasi hipoxemia serta menurunkan kerja nafas dan kerja miokard.
Pemberian O2 dengan aliran rendah misal nasal kanul, ditujukan untuk pasien
yang memerlukan O2 terapi masih mampu bernafas dengan pola pernafasan
normal (Ikhsanuddin, 2008)

F. Prinsip tindakan Keperawatan


1. Tahap pre interaksi
a. Persiapan pasien
b. Persiapan alat
2. Tahap orientasi
a. Berikan salam, panggil nama pasien
b. Perkenalkan diri, jelaskan prosedur dan tujuan tindakan
c. Berikan kesempatan untuk bertanya
3. Tahap kerja
a. Bersih
b. Tindakan diberikan secara tepat dan benar
c. Tindakan diberikan sesuai dengan indikasi/advis dokter
d. Prosedur pemberian O2 melalui kanul oksigen 2 liter per menit
Cara pemasangan :
1) Jelaskan prosedur pada pasien
2) Perawat mencuci tangan
3) Posisikan pasien dengan posisi semi fowler. Atur peralatan oksigen
dengan humidifier. Putar oksigen sesuai dengan terapi. Pastikan alat
dapat berfungsi dengan baik.
4) Hubungkan kanul dengan selang oksigen ke humidifier dengan
aliran oksigen yang rendah
5) Masukkan ujung kanul ke lubang hidung
6) Cek oksigen dapat mengalir melalui kanul atau tidak dengan
merasakan aliran oksigen di punggung tangan perawat
7) Pakaikan kanul ke hidung pasien
8) Cek kenyamanan pasien
9) Fiksasi selang kanul pada pipi pasien
10) Alirkan oksigen sesuai dosis 2 liter/menit
4. Tahap terminasi
a. Evaluasi kegiatan, bersihkan alat-alat
b. Lakukan kontrak kegiatan selanjutnya dan berpamitan
c. Cuci tangan
5. Dokumentasi
a. Tanggal, jam, nama
b. Respon pasien terhadap tindakan
G. Analisa tindakan
Pemberian oksigen dimaksudkan untuk memberikan tambahan oksigen pada
pasien yang mengalami sesak nafas akibat perubahan membran alveolus
kapiler. Pemasangan oksigen kanul ini tidak mengganggu pasien untuk
beraktifitas seperti bicara maupun makan

H. Bahaya dilakukannya tindakan


Bahaya yang dapat terjadi untuk pemberian O2 terlalu kuat/besar dapat
menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan bahkan bisa menyebabkan
keracunan oksigen

I. Tindakan Keperawatan lain yang dilakukan


1. Memonitor TTV
2. Mengajarkan teknik batuk efektif

J. Hasil yang didapatkan setelah dilakukan tindakan


S : Pasien mengatakan masih sesak nafas
O :
- Pasien tampak lebih tenang
- Nasal kanul O2 terpasang dengan 3 liter
- RR 24 x/menit
A : Masalah teratasi sebagian
P : Lanjutkan intervensi
Airway management :
1. Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi
2. Kaji vital sign
3. Kaji keadaan umum pasien

K. Evaluasi diri
1. Kelebihan : mahasiswa dapat melakukan pemberian O2 nasal kanul
maupun masker tanpa bantuan
2. Kekurangan : saat melakukan tindakan harus tetap memperhatikan
kebersihan dan memperhatikan tabung humidifier untuk mencegah
adanya komplikasi.

L. Daftar pustaka
Febriyani (2017). Pengaruh Terapi Oksigen Nasal Kanul Terhadap
perubahan Saturaksi Oksigen Pasien Cidera Kepala di IGD RSUP
Prof. DR.R.D.Kandau Manado.
Bachtiar Arif (2015).Pelaksanaan Pemberian Terapi Oksigen Pada Pasien
Gangguan Sistem Pernafasan.Poltekkes Kemenkes Malang

Mengetahui
Mahasiswa Praktikan Pembimbing Klinik/CI

(Addini Nur Fadlillah) ( )