You are on page 1of 10

AISYAH: JURNAL ILMU KESEHATAN 2 (2) 2017, 131 – 140

Available online at http://ejournal.stikesaisyah.ac.id/index.php/jika/

Hubungan Pengetahuan dan Kemampuan Ekonomi Masyarakat Terhadap
Aksesibilitas BPJS

Wisnu Probo Wijayanto
Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes Aisyah Pringsewu Lampung
Jl. A. Yani No. IA Tambahrejo Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu
Lampung 35372 Indonesia Telp.0729333343
Email: inuasawijaya.ww@gmail.com

ABSTRAK

BPJS merupakan badan hukum dengan tujuan yaitu mewujudkan terselenggaranya pemberian jaminan untuk
terpenuhinya kebutuhan dasar hidup yang layak bagi setiap peserta dan anggota keluarganya. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan kemampuan ekonomi masyarakat terhadap
aksesibilitas BPJS. Desain yang digunakan dalam penelitan ini adalah analitik dengan pendekatan cross
Sectional. Subjek penelitian ini adalah kepala keluarga atau anggota keluarga di Desa Kahuripan. Teknik
pengambilan sampel menggunakan random sampling di peroleh sebanyak 218 orang. Analisa data bivariat
menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara Pengetahuan dengan
Aksesibilitas BPJS (p value = 0,001, OR = 2,898) dan ada kemampuan ekonomi dengan aksesibilitas BPJS. (p
value = 0,006, OR = 2,316). Sosialisasi mengenai program BPJS Perlu dilaksanakan agar masyarakat memiliki
pemahaman yang lebih baik lagi sehingga kesulitan-kesulitan dalam mengakses BPJS dapat dihindari.

Kata Kunci : Pengetahuan, Ekonomi dan Aksesibilitas BPJS Kesehatan.

CORRELATIONS OF KNOWLEDGE AND ECONOMIC ABILITY OF SOCIETY TO
ACCESSIBILITY OF BPJS

ABSTRACT
BPJS is a legal entity with the aim of realizing the implementation of providing guarantees for the fulfillment of
basic needs of decent living for each Participant and members of his family. This study aims to determine the
relationship of knowledge and economic ability of society to the accessibility of BPJS. The design used in this
research is analytical with cross sectional approach. The subject of this study is the head of the family or family
members in the family in the village of Kahuripan. Sampling technique using random sampling was obtained as
many as 218 people. Analysis of bivariate data using chi square test. The results obtained There is a relationship
Knowledge with Accessibility BPJS (p value = 0.001, OR = 2.898) and there is a relationship economic
capability with Accessibility BPJS (p value = 0.006, OR = 2,316). Socialization about the BPJS program Need
to be implemented so that people have a better understanding so that difficulties in accessing BPJS can be
avoided.

Keywords: Knowledge, Economics and Accessibility of BPJS Health.

How to Cite: Wijayanto, W. P. (2017). Hubungan Pengetahuan dan Kemampuan Ekonomi Masyarakat
Terhadap Aksesibilitas Bpjs. Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan. 2 (2), 131 – 140.

Copyright © 2017, Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN 2502-4825 (print), ISSN 2502-9495 (online)
Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan 2 (2) 2017, – 132
Wisnu Probo Wijayanto

PENDAHULUAN terdaftar dalam penerima BPJS Kesehatan.
Akan tetapi data tersebut masih belum
Setiap orang memiliki risiko jatuh sakit dan
seluruh masyarakat propinsi lampung
membutuhkan biaya cukup besar ketika
(http://lampung.antaranews.com/, diakses
berobat ke rumah sakit.Apalagi, jika sakit
tanggal 25 Februari, 2015).
yang dideritanya merupakan penyakit yang
kronis atau tergolong berat.Untuk Kabupaten Tulang Bawang mulai
memberikan keringanan biaya, pemerintah berlakukan Program Jaminan Kesehatan
mengeluarkan Program JKN (Jaminan Nasional (JKN) per 1 Januari 2014.Dengan
Kesehatan Nasional).Program pelayanan berlakunya program tersebut, maka istilah
kesehatan yang merata dan tidak Jamkesmas, Jamkesta, Jampersal, Asabri
diskriminatif, diatur dalam Undang-undang dan Askes PNS sudah melakukan
Nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem penyesuaian menjadi Badan Penyelenggara
Jaminan Sosial Nasional (SJSN) Jaminan Sosial (BPJS). Penduduk
(Kemenkes, 2014). Kabupaten Tulang Bawang menurut data
dari BPS adalah 402.226 jiwa yang
BPJS merupakan badan hukum dengan
ditanggung Jamkesmas adalah 125.302
tujuan yaitu mewujudkan terselenggaranya
jiwa, Askes sosial 11.219 jiwa, Jamsostek
pemberian jaminan untuk terpenuhinya
26.716 jiwa (PemKab, Tulang bawang,
kebutuhan dasar hidup yang layak bagi
2014).
setiap Peserta dan anggota
keluarganya.Namun demikian hingga saat Menurut Anderson dalam Notoatmodjo
ini, berbagai tantangan dan kendala (2007) faktor yang berhubungan dengan
bermunculan dalam pelaksanaan BPJS. pemanfaatan fasilitas kesehatan dalam hal
Berbagai tantangan dan kendala ini antara ini adalah BPJS diataranya adalah
lain: kurangnya infrastruktur di daerah, pengetahuan dan status ekonomi.
peralatan dan perlengkapan yang masih Pengetahuan merupakan hasil tahu setelah
belum ada dan terdistribusi di daerah, melakukan pengindraan seseorang dengan
kurangnya sumber daya manusia yang siap pengetahuan baik memiliki pondasi yang
untuk melakukan pelayanan (Kompas, baik untuk melakukan sesuatu yang bersifat
2014). langgeng sedangkan tingkat ekonomi
seseorang akan mempengaruhi kemampuan
Pemerintah Indonesia mengklaim peserta
untuk mengakses pelayanan kesehatan yang
BPJS pada bulan Oktober tahun 2014
ada.
mencapai 130 juta jiwa peserta BPJS, angka
ini memang mengalami peningkatan 10% Berdasarkan hasil prasurvey yang peneliti
dari bulan sebelumnya yaitu 127 juta jiwa lakukan di desa Kahuripan Jaya Kecamatan
peserta BPJS pada bulan Agustus, tetapi Banjar Baru Kabupaten Tulang Bawang
angaka tersebut belum mencapai target pada tanggal 1 Februari 2015, terhadap 20
jangka pendek yang ditentukan pada tahun warga, terdapat 15 (75%) belum mengikuti
2014 sebesar 131 juta peserta BPJS dan program BPJS dari 15 orang tersebut 10
masih jauh dari target jangka panjang yaitu diantaranya kurang mengetahui tentang cara
semua penduduk Indonesia yang berjumlah melakukan pendaftaran BPJS dan 15 dari
257,5 juta jiwa terdaftar menjadi peserta 20 orang tersebut mengatakan berprofesi
BPJS pada tahun 2019 (Purnamasari, 2014). sebagai buruh tani dan pendapatan perbulan
dibawah 1 juta rupiah sedangkan upah
Program BPJS di propinsi Lampung
minimum kabupaten Tulang Bawang tahun
disambut positif oleh masyarakat Lampung
2015 1,6 Juta perbulan. Sedangkan 5
hal ini dibuktikan dengan jumlah peserta
(25%) dari 20 warga yang diwawancari
BPJS pada tahun 2014, tercatat sebanyak
telah memiliki akses BPJS karena telah di
3.803.943 jiwa di Provinsi Lampung

Copyright © 2017, Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN 2502-4825 (print), ISSN 2502-9495 (online)
Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan 2 (2) 2017, – 133
Wisnu Probo Wijayanto

ikut sertakan dari kantornya karena bekerja bermakna yang artinya Ho ditolak dan Ha
sebagai karyawan swasta. diterima.
Berdasarkan uraian diatas dapat di
rumuskan pertanyaan penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN
“Bagaimanakah hubungan Pengetahuan dan Aksesibilitas BPJS.
Kemampuan Ekonomi Masyarakat terhadap
Aksesibilitas BPJS pada Masyarakat di Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui
Desa Kahuripan Jaya Kecamatan Banjar dari 218 responden yang tidak mengakses
Baru Kabupaten Tulang Bawang?”. BPJS sebesar 146 orang (67%) dan yang
mengakses BPJS sebesar 72 orang (33%).
METODE PENELITIAN Aksesibilitas yaitu suatu ukuran potensial
atau kesempatan untuk melakukan sesuatu
Jenis penelitian ini adalah penelitian dalam pencapaian kebutuhan. Aksesibilitas
kuantitatif, yaitu penelitian yang digunakan juga dapat diartikan berarti kemudahan
untuk meneliti pada populasi atau sampel melakukan aktivitas pada suatu lingkungan
tertentu, pengumpulan data menggunakan tertentu secara aman, nyaman, mandiri,
instrumen penelitian, analisis data bersifat bebas dan aktif (Kemenkes, 2013).
kuantitatif dengan tujuan untuk menguji
hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, Menurut Anderson dalam Notoatmodjo
2009). (2007) faktor yang berhubungan dengan
pemanfaatan fasilitas kesehatan dalam hal
Penelitian dilakukan di Desa Kahuripan ini adalah BPJS diataranya adalah
Jaya Kecamatan Banjar Baru Kabupaten pengetahuan dan status ekonomi.
Tulang Bawang pada bulan Juli Tahun
2015.Populasi dalam penelitian ini adalah Hasil ini sejalan dengan penelitian Littik,
seluruh kepala keluarga atau anggota (2005) hasil penelitian didapat faktor-faktor
kelauarga yang paling berpengaruh di yang berhubungan dengan kepemilikan
keluargadi Desa Kahuripan Jaya Kecamatan asuransi di Propinsi NTT adalah umur
Banjar Baru Kabupaten Tulang Bawang (untuk Jamsostek) dengan p value = 0,002,
Tahun 2015 sebayak 475 Kepala Keluarga tingkat pendidikan dan wilayah (untuk
dan diambil sebanyak 218 sampel dengan semua tipe asuransi kecuali JPKM) dengan
mengggunakan teknik random samling. p value = 0, 004, pendapatan (untuk Askes)
dengan p value = 0,001, serta jarak dan
Variabel independent pada penelitian ini transportasi (untuk Askes dan Jamsostek)
adalah pengetahuan dan Kemampuan dengan pvalue = 0,001.
Ekonomi sedangkan variabel dependent
yang diteliti pada penelitian ini adalah Berdasarkan hasil penelitian dan teori diatas
aksesibilitas BPJS. peneliti perpendapat bahwa sebagian besar
masyarakat desa Kahuripan Jaya
Analisa data pada penelitia ini Kecamatan Banjar Baru Kabupaten Tulang
menggunakan analisa univariat dengan Bawang tahun 2015 banyak yang tidak
rumus persentase bertujuan untuk mengakses BPJS disebabkan karena
mengetahui distribusi frekuensi masing- kurangnya pengetahuan masyarakat
masing variablel sedangan untuk mengenai program BPJS karena tidak
mengetahui hubungan antar variabel dalam adanya informasi yang diterima oleh
penelitian ini menggunakan analisa bivariat masyarakat mengenai BPJS Kesehatan.
menggunakan uji chi square. Taraf Hasil wawancara terhadap responden yang
kesalahan yang digunakan adalah 5%, tidak mengakses BPJS mengatakan di Desa
untuk melihat hasil kemaknaan perhitungan Kahuripan selama ini tidak pernah diadakan
statistik digunakan batas kemaknaan 0,05. penyuluhan mengenai BPJS Kesehatan
Berarti jika p value <0,05 maka hasilnya

Copyright © 2017, Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN 2502-4825 (print), ISSN 2502-9495 (online)
Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan 2 (2) 2017, – 134
Wisnu Probo Wijayanto

selain itu petugas kesehatan dan tempat dengan p value = 0,001, serta jarak dan
pelayanan kesehatan setempat juga hanya transportasi (untuk Askes dan Jamsostek)
mengarahkan masyarakat yang melakukan dengan pvalue = 0,001.
kunjungan pengobatan saja yang di Peneliti berpendapat rendahnya
sarankan untuk memiliki BPJS kesehatan, pengetahuan masyarakat di Desa Kahuripan
sehingga masyarakat yang tidak pernah Kecamatan Banjar Baru Kabupaten Tulang
melakukan kunjungan pengobatan tidak Bawang mengenai BPJS kesehatan
mengetahui adanya progam BPJS disebabkan tidak adanya sosialisasi
kesehatan. langsung mengenai BPJS yang disampaikan
Kemugkinan ke dua masyarakat di desa oleh petugas dinas kesehatan ataupun
Kahuripan Jaya sebagian besar memiliki puskesmas kepada masyarakat. Sehingga
tingkat ekonomi yang rendah, sehingga sebagian besar responden tidak bisa
masyarakat berfikir lebih baik menjawab pertanyaan mengenai
menggunakan uangnya untuk memenuhi pengetahuan BPJS kesehatan yang peneliti
kebutuhan sehari-hari dari pada di gunakan berikan.Informasi BPJS Kesehatan hannya
untuk mebayar iyuran BPJS.Berdasarkan disampaikan melalui media masa seperti
fenomena diatas maka perlu dilakukan televisi dan juga baleho atau sepanduk yang
penyuluhan kepada masyarakat mengenai ada di tempat-tempat strategis biasanya
program BPJS hal ini bertujuan untuk didaerah perkotaan, hal ini yang
meningkatkan ke ikutsertaan masyarakat menyebabkan sebagian besar masyarakat
terhadap aksebilitas BPJS kesehatan. desa tidak mengetahui adanya program
BPJS kesehatan.
Pengetahuan masyarakat tentang BPJS. Kurangnya pengetahuan mengenai BPJS
Berdasarkan data hasil penelitian dapat Kesehatan juga dapat dipengaruhi oleh
diketahui dari 218 responden ada sebesar rendahnya tingkat pendidikan masyarakat,
134 orang (61,5%) yang memiliki sebagian besar responden memiliki
pengetahuan kurang baik dan 84 orang pendidikan hanya hingga SMP. Rendahnya
(38,5%) memiliki pengetahuan baik. pedidikan masyarakat dapat berpengaruh
terhadap daya tangkap terhadap informasi
Pengetahuan merupakan hasil tahu dan ini
BPJS kesehatan yang diperoleh tidak dapat
terjadi setelah orang melakukan
di pahami, sehingga walaupun masyarakat
penginderaan terhadap suatu objek
pernah melihat atau mendengar informasi
tertentu.Penginderaan terjadi melalui panca
mengenai BPJS Kesehatan mereka akan
indera manusia, yaitu indera penglihatan,
mengabaikannya karena merasa informasi
indera pendengaran, indera penciuman,
tersebut tidak terlalu penting.
indera perasa dan indera
peraba.Pengetahuan atau kognitif Oleh karena itu penting dilakukan
merupakan domain yang sangat penting penyuluhan secara langsung dan berkala
dalam membentuk tindakan seseorang tidak hanya dilakukan sekali saja kepada
(Notoatmodjo, 2010). masyarakat mengenai BPJS Kesehatan
sehingga masyrakat pedesaan mengerti
Hasil ini sejalan dengan penelitian Littik,
betul maskud tujuan dan manfaat dari
(2005) hasil penelitian didapat faktor-faktor
penyelengaraan BPJS Kesehatan.
yang berhubungan dengan kepemilikan
asuransi di Propinsi NTT adalah umur
Tingkat ekonomi masyarakat.
(untuk Jamsostek) dengan p value = 0,002,
tingkat pendidikan dan wilayah (untuk Berdasarkan data hasil penelitian pada tabel
semua tipe asuransi kecuali JPKM) dengan 4.3 diatas dapat diketahui dari 218
p value = 0,004, pendapatan (untuk Askes) responden ada sebesar 121 orang (55,5%)

Copyright © 2017, Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN 2502-4825 (print), ISSN 2502-9495 (online)
Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan 2 (2) 2017, – 135
Wisnu Probo Wijayanto

yang kemampuan ekonominya kurang dari program BPJS Gratis tersebut sehingga
UMK dan 97 orang (44,5%) yang sebagian besar masyarakat memiliki
kemampuan ekonominya setara atau lebih persepsi yang salah yaitu semua asuransi
dari UMK. kesehatan pasti diharuskan membayar
iyuran pada setiap bulannya.
Menurut Anderson dalam Notoatmodjo
(2007) faktor yang berhubungan dengan BPJS Kesehatan wajib dimiliki semua
pemanfaatan fasilitas kesehatan dalam hal lapisan masyarakat dan mereka yang tidak
ini adalah BPJS diataranya adalah mampu untuk membayar iyuran juga
pengetahuan dan status ekonomi. Tingkat berhak untuk mengases nya dengan
ekonomi seseorang akan mempengaruhi tangguangan biaya dari
kemampuan untuk mengakses pelayanan pemerintah.Diharapkan pada pemerintah
kesehatan yang ada. daerah setemat dapat melakukan sosialisasi
secara merata pada masyarakat dan
Hasil ini sejalan dengan penelitian Littik,
diperlukan pengawasan terhadap
(2005) hasil penelitian didapat faktor-faktor
pelaksanaan supaya program BPJS dapat
yang berhubungan dengan kepemilikan
diterima oleh masyarakat yang benar-benar
asuransi di Propinsi NTT adalah umur
membutuhkan.
(untuk Jamsostek) dengan p value = 0,002,
tingkat pendidikan dan wilayah (untuk
Hubungan Pengetahuan dengan
semua tipe asuransi kecuali JPKM) dengan
Aksesibilitas BPJS pada Masyarakat
value = 0,004, pendapatan (untuk Askes)
dengan p value = 0,001, serta jarak dan Hasil uji statistik chi square didapat nilai p
transportasi (untuk Askes dan Jamsostek) value = 0,010 (0,001< 0, 05), maka dapat
dengan pvalue = 0,001. disimpulkan ada hubungan Pengetahuan
dengan Aksesibilitas BPJS pada
Berdasarkan hasil penelitian dan teori diatas
Masyarakat di Desa Kahuripan Jaya
menurut peenliti rendahnya ekonomi
masyarakat di Desa Kahuripan Jaya Kecamatan Banjar Baru Kabupaten Tulang
Bawang Tahun 2015. OR didapat 2,898
Kecamatan Banjar Baru Kabupaten Tulang
artinya responden yang memiliki memiliki
Bawang tahun 2015, dapat menyebabkan
pengetahuan baik memiliki peluang untuk
mereka tidak mampu untuk mengases BPJS
mengakses BPJS sebesar 2,898 kali
Kesehatan karena tidak memiliki biaya
dibandingkan dengan responden yang
untuk membayar iyuran pada tiap bulannya.
memiliki pengetahuan kurang baik.
Sebagian besar masyarakat desa Kahuripan
hanya berpropesi sebagai buruh tani yang Menurut teori Notoatmodjo (2010) perilaku
pengasilannya tiak menentu dan masih yang didasari oleh pengetahuan akan lebih
dibawah standar UMK, sehingga mereka lama dari pada yang tidak didasari oleh
lebih memilih memenuhi kebutuhan rumah pengetahuan. Pengetahuan seseorang sangat
tangga daripada harus mengikuti program berpengaruh dalam perilaku karena
asuransi kesehatan BPJS yang menurut pengetahuan merupakan hasil tahu dan ini
mereka memberratkan karena harus terjadi setelah seseorang melakukan
membayar setiap bulannya. pengindraan terhadap suatu objek tertentu.
BPJS Kesehatan sebenarnya tidak Hasil ini sejalan dengan penelitian Juhaini
sepenuhnya harus membayar iyuran rutin, (2010) mengenai Potensi Partisipasi
karena pemerintah telah menerapkan Masyarakat Menuju Pelaksanaan Jaminan
program BPJS Kesehatan gratis bagi Kesehatan Dalam Rangka Universal
masyarakat yang tidak mampu, akan tetapi Coverage di Kota Bandung.Hasil penelitian
karena tidak adanya sosialisasi kepada menunjukkan bahwa sebagian besar
masyarakat desa Kahuripan mengenai (94.4%) responden belum memiliki

Copyright © 2017, Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN 2502-4825 (print), ISSN 2502-9495 (online)
Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan 2 (2) 2017, – 136
Wisnu Probo Wijayanto

tabungan kesehatan.Selanjutnya, 87.1% responden (56, 7%) yang kemampuan
responden menyatakan mau ikut asuransi ekonomi setara dengan UMK tidak
kesehatan dengan pelayanan kesehatan mengakses BPJS. Hasil uji statistik chi
lengkap sampai ke tingkat Rumah Sakit. square didapat nilai p value= 0,006 (0,006<
Hasil uji statistik didapat p value = 0,003, 0, 05), maka dapat disimpulkan ada
dinyatakan ada hubungan partisipasi hubungan Kemampuan Ekonomi dengan
masyarakat dengan program Universal Aksesibilitas BPJS pada Masyarakat di
Coverage di Kota Bandung. Desa Kahuripan Jaya Kecamatan Banjar
Baru Kabupaten Tulang Bawang Tahun
Berdasarkan hasil penelitian peneliti
2015, dengan nilai OR didapat 2,316
berpendapat rendahnya masyarakat desa
artinya responden yang memiliki
kahuripan yang memiliki aksesibilitas BPJS
kemampuan ekonomi setara dengan UMK
Kesehatan disebabkan karena tidak adanya
berpeluang mengakses BPJS sebesar 2,316
informasi yang menyeluruh dari petugas
kali dibandingkan dengan responden yang
kesehatan kepada masyarakat secara
memiliki kemampuan Ekonomi kurang dari
langsung. Menurut masyarakat setempat
UMK.
selama ini mereka mengetahui informasi
BPJ kesehatan hanya dari media iklan Menurut Anderson dalam Notoatmodjo
televisi yang mereka tonton, bagi yang (2007) faktor yang berhubungan dengan
tidak memiliki televisi mereka tidak pemanfaatan fasilitas kesehatan dalam hal
mengetahui sama sekali tentang Program ini adalah BPJS diataranya adalah
BPJS kesehatan. pengetahuan dan status ekonomi. Tingkat
ekonomi seseorang akan mempengaruhi
Informasi yang didapat dari media masa
kemampuan untuk mengakses pelayanan
seperti televisi tidak didapat secara utuh
kesehatan yang ada.
sehingga masyarakat kebingungan kepada
siapa dalam menayakakan maksud dan Hasil ini sejalan dengan penelitian yang
tujuan dari program BPJS tersebut. dilakukan oleh Littik, (2005) dengan judul
Faktor-faktor yang berhubungan dengan
Program BPJS kesehatan sangat bermanfaat
kepemilikan Asuransi di Provinsi Nusa
bagi seluruh lapisan masyarakat untuk
Tenggara Timur Hasil studi menunjukkan
menjamin kesehatan masyarakat sehingga
bahwa terdapat hubungan antara
diharapkan bagi pemerintah dapat
pendapatan (untuk Askes) dengan
mensosialisasikan secara langsung program
kepemilikan asuransi kesehatan dengan p
BPJS dengan tenaga penyuluh yang
value = 0,001.
memadai baik dari segi pendidikan dan
pengalaman sehingga minat masyarakat Sedangkan penelitian Juhaini (2010)
dapat meningkat dalam mengakses BPJS tentang Potensi Partisipasi Masyarakat
Kesehatan Menuju Pelaksanaan Jaminan Kesehatan
Dalam Rangka Universal Coverage di Kota
Hubungan Kemampuan Ekonomi dengan Bandung menyatakan sebagian besar
Aksesibilitas BPJS pada Masyarakat (94.4%) responden belum memiliki
tabungan kesehatan.Selanjutnya, 87.1%
Hasil penelitiandapat pada tabel 4.5 tentang
responden menyatakan mau ikut asuransi
hubungan Kemampuan Ekonomi dengan
kesehatan dengan pelayanan kesehatan
Aksesibilitas BPJS pada Masyarakat di
lengkap sampai ke tingkat Rumah Sakit.
Desa Kahuripan Jaya Kecamatan Banjar
Hasil uji statistik didapat p value = 0,003,
Baru Kabupaten Tulang Bawang Tahun
dinyatakan ada hubungan partisipasi
2015,dapat diketahui bahwa 91 responden
masyarakat dengan program Universal
(75,2%) Kemampuan Ekonomi kurang dari
Coverage di Kota Bandung.
UMK tidak mengakses BPJS, sedangkan 55

Copyright © 2017, Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN 2502-4825 (print), ISSN 2502-9495 (online)
Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan 2 (2) 2017, – 137
Wisnu Probo Wijayanto

Berdasarkan teori dan hasil penelitian diatas Hasil penelitian ini dapat menambah
menurut peneliti adanya hubungan antara wawasan peneliti mengenai hubungan
kemampuan ekonomi dengan aksesibilitas pengetahuan dan kemampuan ekonomi
BPJS kesehatan di desa Kahuripan Jaya dengan aksesibilitas BPJS, sehingga
kemungkinan disebabkan karena peneliti sebagai calon tenaga kesehatan
masyarakat beranggapan bahwa mereka dapat mengaplikasikan hasil penelitian
lebih mementingkan kebutuhan pokok dalam masyarakat untuk menjelaskan
sandang, papan dan pangan, sedangkan tentang BPJS yang bertujuan untuk
asuransi kesehatan belum menjadi meningkatkan derajat kesehatan
kebutuhan pokok pada masyarakat. masyarakat.
Menurut masyarakat desa Kahuripan Jaya Bagi Institusi kesehatan setempat agar
Asuransi kesehatan merupakan hal yang melakukan sosialisasi pada terhadap
sangat asing bagi mereka karena biasanya masyarakat tentang BPJS supaya
asuransi kesehatan hanya dimiliki oleh masyarakat mengerti tentang program BPJS
orang yang memiliki ekonomi tinggi atau dan melakukan aksesibilitas BPJS.
sudah mapan.Sedangkan untuk masyarakat Penelitian selanjutnya dapat dapat
dengan ekonomi kebawah tidak diwajibkan melakukan studi lanjutan tentang faktor-
untuk memiliki asuransi kesehatan seperti faktor yang mempengaruhi aksesibilitas
BPJS. BPJS pada masyarakat dan faktor lain yang
Masih banyaknya masyarakat yang belum mempengaruhi pengetahuan kepala
mengetahui tentang program BPJS keluarga tentang BPJS seperti dukungan
kesehatan sehingga mereka salah petugas kesehatan
mepersepsikan BPJS kesehatan yang
disamakan dengan asuransi kesehatan
suasta pada umumnya, sehingga mereka
beranggapan bahwa bila memiliki program
BJS kesehatan akan mengeluarkan biaya
yang besar untuk membayarnya.

KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan,
maka dapat disimpulkan bahwa Masyarakat
desa Kahuripan Jaya yang tidak mengakses
BPJS sebesar 146 (67%) orang. Masyarakat
Kahuripan Jaya yang memiliki pengetahuan
kurang baik tentang BPJS sebesar 134
(61,5%). Masyarakat Kahuripan Jaya yang
memiliki kemampuan ekonomi kurang dari
UMK sebesar 121 (55, 5%) orang. Ada
hubungan Pengetahuan dengan
Aksesibilitas BPJS (p value = 0,001, OR =
2,898). dan kemampuan ekonomi dengan
Aksesibilitas BPJS (p value = 0,006, OR =
2,316) pada Masyarakat di Desa Kahuripan
Jaya Kecamatan Banjar Baru Kabupaten
Tulang Bawang.

Copyright © 2017, Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN 2502-4825 (print), ISSN 2502-9495 (online)
Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan 2 (2) 2017, – 138
Wisnu Probo Wijayanto

DAFTAR PUSTAKA Juhaini. (2010). Potensi Partisipasi
Masyarakat Menuju Pelaksanaan
Anonim. (2012). Pengertian Umum Jaminan Kesehatan Dalam Rangka
Aksesibulitas. Dalam Universal Coverage di Kota
http://www.penataanruang.net/.pdf Bandung.
diaskes tanggal 17 juni 2014. www.jurnalkesehatan.com.

Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur Kemenkes. (2013). Program Indonesia
Penelitian Suatu Pendekatan Sehat untuk atasi masalah
Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. kesehatan. Dalam
http://www.depkes.go.id/article/vie
Badan Pusat Statistik. (2013). Badan Pusat w/15020400002/program-indonesia-
Statistik Indonesia tahun 2013. sehat-untuk-atasi-masalah-
dalam www.bps.go.id. kesehatan.html. Diakses tanggal 15
Juni 2015.
BPJS Lampung. (2014). Peserta BPJS
Propinsi Lampung Meningkat Kompas. (2014). Pemerintah banyak
Drastis. Dalam mengalami Kendala
http://lampung.antaranews.com/, Penyelenggaraan BPJS Kesehatan.
diakses tanggal 25 Februari, 2015. Dalam http//kompas.bpjs.kendala//
diakses tanggal 1 Januari 2015.
BPS Pemkab Tulang Bawang. (2015). Upah
Minimum Kabupaten Tulang Littik. (2005). Faktor-faktor yang
Bawang tahun 2015. Dalam berhubungan dengan kepemilikan
http://tulangbawangkab.go.id/. Asuransi di Provinsi Nusa Tenggara
Timur. www.jurnalkesehatan.com.
Eryando. (2007). Aksesibilitas Kesehatan
Maternaldi Kabupaten Tangerang, Misnaniarti. (2014). Analisis Kebijakan
2006. Makara, Kesehatan, Vol. Pemerintah Daerah Dalam
11(2), desember 2007: 76-83. Pengembangan Jaminan Sosial
Kesehatan Sumatera Selatan
Handayani. (2014). Faktor-faktor yang Semesta’Menyambut Universal
memengaruhi kemauan masyarakat Health Coverage. Palembang:
untuk membayar iuran jaminan Skripsi Unsri.
kesehatan di Kabupaten Hulu
Sungai Selatan. Notoatmodjo. (2010). Ilmu Perilaku
www.jurnalkesehatan.com. Kesehatan. Jakarta: PT Rineka
Cipta.
Hastono, Sutanto Priyo. (2007). Analisis
Data Kesehatn. Jakarta: FKM UI. Notoatmodjo. (2010). Metodologi
Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT
Jahid. (2013). Faktor yang berhubungan Rineka Cipta.
dengan kepuasan pasien peserta
jamkesmas pada ruang rawat inap Notoatmodjo, S. (2007). Promosi
di rumah sakit Elim Rantepao Kesehatan dan Ilmu Perilaku.
kabupaten Toraja Utara. Skripsi. Jakarta: Rineka Cipta.
UNHAS: Tidak dipublikasikan.
Pemkab Tulangbawang. (2014). Kabupaten
Tulang Bawang mulai berlakukan

Copyright © 2017, Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN 2502-4825 (print), ISSN 2502-9495 (online)
Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan 2 (2) 2017, – 139
Wisnu Probo Wijayanto

Program Jaminan Kesehatan RI 2014. Dalam
Nasional (JKN) per 1 Januari 2014. www.hukumonline.com.
Dalam
http://tulangbawangkab.go.id/?tag=b UU RI No. 20 Tahun 2003 pasal 1.
pjs. Pengertian Pendidikan. Dalam
www.hukumonline.com diakses
Pertiwi. (2012). Minat Pemanfaatan tanggal 1 Januari 2015.
Pelayanan Kesehatan Bagi Peserta
Program Jaminan Kesehatan Bali
Mandara Studi di Kabupaten
Karangasem dan K Abupaten
Badung. Tesis: Universitas Gajah
Mada.

Provinsi Jawa Timur. (2014). RPJMD
Propinsi Jawa Timur 2009-2014.
Dalam
http://bappeda.jatimprov.go.id/2014/
01/27/evaluasi-pelaksanaan-rpjmd-
2009-2014/. Diakses tanggal 15 Juni
2015.

Purnamasari. (2014). Jumlah Peserta
Meningkat, BPJS Tingkatkan
Distribusi Fasilitas Kesehatan.
Dalam
http://health.detik.com/read/2014/.

Putong, Iskandar. (2008). Economics,
Pengantar Mikro dan Makro, Edisi
Kedua. Jakarta: Mitra Wacana
Media.

Santrock, John W. (2007). Psikologi
Pendidikan Edisi Kedua. Jakarta:
Prenada Media Group.

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian
Kuantitatif dan Kualitatif. Bandung:
CV Alphabeta.

Suharso dan Ana Retnoningsih. (2005).
Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Semarang: CV. Widya Karya.

Undang-Undang (UU) Nomor 24 Tahun
2011. Tentang Badan Pengelola
Jaminan Sosial (BPJS). Kemenkes

Copyright © 2017, Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN 2502-4825 (print), ISSN 2502-9495 (online)
Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan 2 (2) 2017, – 140
Wisnu Probo Wijayanto

Copyright © 2017, Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN 2502-4825 (print), ISSN 2502-9495 (online)