You are on page 1of 7

Putri Leilina Cahyaningtias, Tri Wahyuliati, Pengaruh Olahraga Terhadap Derajat Nyeri ..................................

Pengaruh Olahraga Terhadap Derajat Nyeri Dismenorea pada Wanita


Belum Menikah

The Influence of Exercise to The Degree of Dysmenorrhea Pain in


Premarietal Women

Putri Leilina Cahyaningtias1, Tri Wahyuliati2


1
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta,
2
Bagian Ilmu Saraf Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Abstract

Dysmenorrhea is a menstrual disorder that usually happens on the age between 15-45
years old. In Surabaya was found 1.07-1.31% and in United State estimtedly that more than
140 million work hour has lost every year because of dysmenorrhea, and also lost of job
opportunity until 10-15%. This research was done to know the influence of exercise to the
degree of dysmenorrhea pain on the premarietal woman.
This research is an analytic observation with cross sectional approach. The population
is 107 people, all menses woman with or without dysmenorrhea. Every sample divide into 2
groups, exercise and nonexercise groups based on Visual Analogue Scale (VAS). This is the
pain divide into no pain, mild pain, moderate pain and severe pain. The people of this research
were done in the 3 places: Medical Faculty of UMY, Max Gym and Melia Purosani Gym
Centre Yogyakarta. This research was done in 6 months, during June – December 2008.
Statistic test result with Mann-Whitney and Wilcoxon Signed Rank test shown the
decreasing degree of dysmenorrhea pain significantly, the woman that doesn’t do exercise
feel more pain than the woman that do exercise and after do exercise the degree of pain on
the woman that doesn’t do exercise before has decreasing significantly with p value = 0.001
(<0.05). This research shown that exercise give the effect to decreasing degree of dysmenorrhea
pain on the woman dysmenorrhea. This effect can be obtain by doing regular exercise.

Key words : Aerobic exercise, degree of pain, dismenorea

Abstrak

Dismenorea merupakan gangguan mentruasi yang sering terjadi pada usia 15-45 tahun. Di
Surabaya dijumpai sebesar 1,07%-1,31% dan Di Amerika Serikat diperkirakan bahwa lebih dari
140 juta jam kerja hilang tiap tahunnya karena dismenorea, dan juga kehilangan kesempatan kerja
hingga 10-15%.
Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh aktifitas olahraga tehadap derajat
nyeri dismenorhea pada wanita belum menikah.
Penelitian ini merupakan penelitian observasi analitik dengan pendekatan secara cross
sectional. Populasinya adalah semua wanita menstruasi dengan atau tanpa dismenorea sejumlah
107 tiap sampelnya yang dibagi menjadi dua kelompok, kelompok yang melakukan olahraga dan
kelompok yang tidak melakukan olahraga dinilai berdasarkan skala analog visual, dimana nyeri di
bedakan menjadi tidak nyeri, nyeri ringan, nyeri sedang, dan nyeri berat. Tempat penelitian di lakukan
di 3 tempat yaitu Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Max Gym, dan

120
Mutiara Medika
Edisi Khusus Vol. 7 No. 2: 120 - 126, Oktober 2007

Melia Purosani Gym Centre Yogyakarta. Penelitian dilaksanakan dalam waktu 6 bulan yaitu pada
bulan juni sampai dengan Desember 2008.
Hasil uji statistik dengan Mann-Whitney test dan Wilcoxon Signed Ranks test menunjukkan
penurunan derajat nyeri yang signifikan dimana pada wanita yang tidak melakukan olahraga mengalami
nyeri yang lebih hebat dari pada yang olahraga, dan setelah melakukan olahraga derajat nyeri pada
wanita yang tadinya tidak melakukan olahraga mengalami penurunan yang sangat signifikan dengan
nilai p= 0,001 (0,05).
Penelitian ini menjukkan bahwa olahraga memberikan efek berupa menurunnya derajat nyeri
pada wanita yang mengalami dismenorhea. Efek ini didapatkan dengan melakukan olahraga secara
teratur.

Kata kunci : derajat nyeri, dismenorea, olahraga aerobik

Pendahuluan kesempatan kerja, mengganggu


Setiap bulan, secara periodik, keharmonisan kehidupan keluarga 3, dan
seorang wanita normal akan mengalami kerugian ekonomi yang diperkirakan
siklus reproduksi, yaitu menstruasi atau mencapai 600 juta jam kerja atau 2 miliyar
meluruhnya jaringan endometrium karena dolar.4
tidak adanya telur matang yang dibuahi oleh Dismenorea dapat ditangani dengan
sperma, peristiwa itu begitu wajar dan alami pemberian obat analgatik misalnya aspirin
sehingga dapat dipastikan bahwa semua dan asetaminofen, diuretic misalnya tiazida,
wanita yang normal pasti akan mengalami spasmolitik, dan pengobatan suportif
proses itu. Walaupun begitu, pada meliputi aktifitas fisik misalnya olahraga.
kenyataannya banyak wanita yang Usaha penunjang lainnya adalah dengan
mengalami masalah menstruasi, tidur yang cukup, diet, dan fisioterapi3. Akan
diantaranya adalah nyeri haid1. Nyeri haid tetapi obat-obat analgesik seperti aspirin
tentu saja sangat menyiksa bagi dapat menimbulkan efek samping seperti
perempuan yang setiap kali haid mengalami iritasi mukosa lambung, meningkatkan
nyeri. Nyeri haid tidak hanya terjadi pada resiko tukak lambung, dan meningkatkan
perut bagian bawah saja. Beberapa remaja resiko perdarahan, sedangkan pada
perempuan bahkan merasakannya pada asetaminofen dapat menyebabkan efek
pinggang, panggul, otot paha atas, hingga samping seperti hipersensitifitas,
betis. Rasa yang tidak nyaman ini kerusakan hati, mual, muntah, dan
disebabkan karena kontraksi otot perut yang anoreksia. Penggunaan thiazid pada orang
sangat intens saat mengeluarkan darah yang memiliki riwayat penyakit jantung akan
haid. Kontraksi yang sangat intens ini meningkatkan resiko kematian mendadak5,
kemudian menyebabkan otot menegang.2 gangguan metabolik, ketidakseimbangan
Nyeri haid merupakan salah satu elektrolit, anoreksia (kehilangan nafsu
gangguan menstruasi yang banyak diderita makan), gangguan lambung-usus, sakit
perempuan. Dalam istilah medis nyeri haid kepala, pusing, hipotensi postural,
disebut dengan Dismenorea. Dismenorea parestesia (gangguan perasaan kulit seperti
adalah nyeri selama menstruasi yang kesemutan), penglihatan berwarna kuning,
disebabkan oleh kejang otot uterus. reaksi hipersensitifitas, sakit kuning
Disamping perdarahan dan infeksi, kolestatik, pankreatitis, dan diskrasia darah.
dismenorea merupakan salah satu gejala Penggunaan papaverin dapat menimbulkan
dari hampir semua kelainan ginekologis efek samping gangguan gastrointestinal,
pada wanita yang berusia 15-45 tahun dan dan hipersensitif hati.6
menjadi sebab langsung dari hilangnya Pada pengobatan suportif seperti
waktu kerja, sekolah, kehilangan olahraga dapat membuat otot-otot tubuh

121
Putri Leilina Cahyaningtias, Tri Wahyuliati, Pengaruh Olahraga Terhadap Derajat Nyeri ..................................

menjadi kuat, sehingga otot jantung dapat (1). kelompok yang tidak melakukan
bekerja semakin kuat dalam memompakan olahraga senam aerobic secara rutin, yaitu
darah yang beroksigen dan meningkatkan subjek yang didapat dari Fakultas
kesegaran jasmani. Sejauh ini olah raga Kedokteran Umum Universitas
tidak menimbulkan efek samping, mudah Muhammadiyah Yogyakarta, (2). kelompok
dilakukan, murah, dan sehat. Lebih baik yang melakukan olahraga senam aerobic
apabila olahraga dilakukan dengan teratur secara teratur, yaitu subyek yang di dapat
dan benar.7 Olahraga dilakukan secara dari Max Gym, dan Melia Purosani Gym
benar dengan frekuensi 3-5 kali seminggu, Centre.
lama setiap olahraga 15-60 menit, dan Kriteria inklusi sampel yang diambil
intensitas sampai berkeringat dan bernafas adalah sebagai berikut adalah wanita
dalam serta tidak timbul keluhan seperti menstruasi
nyeri dan pusing 7 . Olahraga dapat berusia 14-35 tahun, belum menikah dan
mempengaruhi hormon pituitari untuk nulipara.
mengeluarkan suatu zat opiat endogen Alat dan bahan penelitian yang di
yang bernama beta endorfin yaitu hormon gunakan adalah lembar kuisioner yang
yang bekerja sebagai analgesik nyeri non berisi sejumlah pertanyaan yang akan diisi
spesifik, yang dapat menurunkan drajat oleh subyek, skala pengukuran derajat nyeri
nyeri dismenorea pada siklus menstruasi.4 (VAS), dan Informed consent.
Tujuan penelitian ini adalah untuk Pengumpulan data di lakukan pada
Mengetahui perbandingan derajat nyeri 3 tempat yaitu Fakultas Kedokteran Umum
pada orang yang melakukan olahraga dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta,
yang tidak melakukan olahraga. Max Gym, dan Melia Purosani Gym Centre.
Dimana subyek penelitian ini akan dibagi
Bahan dan Cara menjadi 2 kelompok yaitu subyek yang tidak
Desain penelitian yang digunakan melakukan olahraga yang di peroleh dari
adalah observasi analitik dengan Fakultas Kedokteran Umum Universitas
menggunakan rancangan penelitian case- Muhammadiyah Yogyakarta sebagai
control yaitu pengukuran variabel bebas kontrol, dan subyek yang melakukan
dan tergantung tidak dilakukan pada saat olahraga yang diperoleh dari Max Gym, dan
yang sama. Dimana variabel tergantung Melia Purosani Gym Centre. Setelah itu
merupakan efek yang berupa derajat nyeri melakukan perizinan kepada pihak
dismenorea yang diukur menggunakan manager gym center yang bersangkutan,
visual analoge scale (VAS), dan variabel setalah diizinkan kemudian mensosialisasi
bebas yaitu olagraga aerobik yang dicari cara menjawab kuisioner, kemudian
secara retrospektif yaitu peneliti melihat melakukan penyebaran lembar pertanyaan
riwayat nyeri pada subyek yang melakukan dalam bentuk kuisioner pada sejumlah
olahraga dilahat riwayat nyeri subyek penelitian, yang akan dijawab
dismenoreanya pada saat sebelum subyek sendiri, setelah selesai di isi oleh
melakukan olahraga. para subyek langsung dikumpulkan pada
Populasi dalam penelitian ini adalah peneliti. Data penelitian ini diolah dan
semua wanita menstruasi yang mengalami dianalisis dengan menggunakan dua
dismenorea maupun yang tidak. Penelitian Metode: (1). Uji Mann Whitney, untuk
di laksanakan di Fakultas Kedokteran menguji dua distribusi kelompok data yang
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, tidak berpasangan dengan data ordinal,
Max Gym, dan Melia Purosani Gym Centre, untuk membedakan dua obyek sampel
yang dilakukan pada tanggal 1 Agustus antara yang melakukan olahraga senam
sampai dengan 4 Desember 2008. aerobik dengan yang tidak melakukan
Besarnya populasi adalah 107 pada setiap olahraga senam aerobik. (2). Wilcoxon
kelompok, pada paneitian ini Subyek signed ranks tes, untuk menguji perbedaan
penelitian di bagi menjadi dua kelompok: antara dua variabel yang saling

122
Mutiara Medika
Edisi Khusus Vol. 7 No. 2: 120 - 126, Oktober 2007

berhubungan dengan data ordinal, dimana Hasil


obyek yang di uji adalah sama yaitu sampel Uji statistik yang digunakan dalam
yang melakukan olahraga aerobik dilihat penelitian ini adalah uji mann whitney dan
drajat nyerinya saat sebelum dan sesudah wilcoxon sign rank tes, dengan hasil sebagai
olahraga. berikut:

Tabel 1. Hasil uji statistik Mann Whitney Drajat nyeri antara kelompok tidak olahraga dan
olahraga.

Tidak
Derajat nyeri Olahraga Olahraga p
Tidak Nyeri 13 57 0.001
Nyeri ringan 75 49 0.001
Nyeri sedang 10 1 0.001
Nyeri berat 9 0 0.001
TOTAL 107 107

Hasil diatas didapat dari survei kuisioner Dari hasil ini jelas terdapat
dari dua kelompok antara kelompok tidak perbedaan derajat nyeri dimana pada
olahraga dengan kelompok yang melakukan kelompok yang melakukan olahraga
olahraga berdasarkan perbedaan derajat mengalami derajat nyeri yang lebih rendah
nyerinya yang di bagi menjadi tidak nyeri, dari pada kelompok yang tidak melakukan
nyeri ringan, nyeri sedang, dan nyeri berat olahraga, jadi dapat di ambil kesimpulan
dengan nalai signifikansinya (p<0,05). bahwa olahraga sangat berpengaruh dalam
Dimana pada kelompok yang tidak olahraga mengurangi derajat nyeri dismenorea.
dan tidak mengalami nyeri berjumlah 13 Selain hasil tersebut diatas, selanjutnya
subyek, nyeri ringan 75 subyek, nyeri peneliti mengolah data tentang subyek yang
sedang 10 subyek, dan nyeri berat 9 melakukan olahraga, dilihat dari riwayat
subyek, sedangkan pada kelompok yang derajat nyeri dismenorea yang dialami
melakukan olahraga tidak nyeri sebanyak subyek sebelum melakukan olahraga
57 subyek, nyeri ringan 49 subyek, nyeri teratur dan setelah melakukan olahraga
sedang 1 subyek, dan tidak terdapat nyeri teratur. Hasilnya tersaji dalam tabel berikut
berat. ini:

Tabel 2. Hasil uji statistik Wilcoxon signed ranks Drajat nyeri pada kelompok yang melakukan
olahraga, saat sebelum melakukan olahraga teratur

Derajat nyeri sebelum Jumlah


olahraga subyek
Tidak nyeri 10
Nyeri ringan 80
Nyeri sedang 11
Nyeri berat 6
Jumlah 107

123
Putri Leilina Cahyaningtias, Tri Wahyuliati, Pengaruh Olahraga Terhadap Derajat Nyeri ..................................

Dari tabel tersebut diatas, derajat perubahan derajat nyerinya setelah


nyeri pada subyek yang melakukan melakukan olahraga. Sebelum olahraga
olahraga, dilihat riwauat nyeri saat sebelum dengan 80 subyek yang mengalami riwayat
melakukan olahraga secara teratur, nyeri ringan, 11 subyek yang mengalami
didapatkan tidak nyeri 10 subyek, nyeri riwayat nyeri sedang, dan 6 suyek yang
ringan 80 subyek, nyeri sedang 11subyek, mengalami riwayat nyeri berat, setelah
dan nyeri berat 6 subyek. melakukan olahraga terlihat perubahan
Subyek yang mengalami riwayat derajat nyerinya setelah melakukan
nyeri pada kelompok yang melakukan olahraga dengan hasil seperti tersebut di
olahraga tersebut, selanjutnya dilihat bawah ini:

Tabel 3. Hasil uji statistik Wilcoxon signed ranks Drajat nyeri pada kelompok yang melakukan
olahraga, saat sebelum melakukan olahraga teratur dan perubahan derajat nyerinya
setelah melakukan olahraga

Derajat nyeri sebelum Jumlah Derajat nyeri sesudah Jumlah


olahraga subyek olahraga subyek p
Tidak nyeri 48
Nyeri ringan 80 Nyeri ringan 32 0.001
Nyeri sedang 0
Nyeri Berat 0
Tidak nyeri 2
Nyeri sedang 11 Nyeri ringan 9 0.001
Nyeri sedang 0
Nyeri Berat 0
Tidak nyeri 0
Nyeri berat 6 Nyeri ringan 5 0.001
Nyeri sedang 1
Nyeri Berat 0
Jumlah 107 107

Berdasarkan tabel diatas perbedaan dan mengalami nyeri sedang didapatkan 11


derajat nyeri sebelum dan sesudah subyek, dan setelah melakukan olahraga
olahraga didapat nilai yang signifikan dari 11 subyek yang mengalami nyeri
(p<0,05). Hasil ini menunjukkan adanya sedang menjadi tidak nyeri sebanyak 2
hubungan yang bermakna antara pengaruh subyek, nyeri ringan 9 subyek, dan tidak ada
olahraga terhadap derajat nyeri yang mengalami nyeri sedang dan nyeri
dismenorhea. Pada wanita yang berat. Kemudian pada wanita yang
sebelumnya tidak melakukan olahraga dan sebelumnya tidak olahraga dan mengalami
mengalami nyeri ringan didapatkan 80 nyeri berat didapatkan 6 subyek, setelah
subyek, setelah olahraga ternyata dari 80 melakukan olahraga dari 6 subyek tersebut
subyek yang mengalami nyeri ringan yang mengalami nyeri berat menjadi nyeri
menjadi tidak nyeri sebanyak 48 subyek, ringan sebanyak 5 subyek, nyeri sedang 1
nyeri ringan 32 subyek, dan tidak ada yang subyek, dan tidak ada yang mengalami
mengalami nyeri sedang dan nyeri berat. tidak nyeri dan nyeri berat.
Wanita yang sebelumnya tidak olahraga

124
Mutiara Medika
Edisi Khusus Vol. 7 No. 2: 120 - 126, Oktober 2007

Dari hasil tersebut diperoleh setelah melakukan kegiatan olahraga


kesimpulan bahwa olahraga sangat senam aerobik secara rutin yang sesuai
berpengaruh dalam mengurangi derajat dengan kriteria ternyata memang
nyeri dismenorae pada wanita yang mendapatkan penurunan derajat nyeri yang
mengalami dismenorea sebelumnya dan sangat bermakna.

Tabel 4. Hasil uji statistik frekuensi umur maksimum dan minimum antara yang
melakukan olahraga dan tidak olahraga

Umur Minimum Maksimum


Tidak Olahraga 19 26
Olahraga 14 35

Diskusi dengan tingginya angka kejadian


Hasil uji statistik dengan analisis Uji dismenorea pada usia muda sampia belum
Mann- Whitney dan Wilcoxon signed ranks menikah.12
tes diperoleh kesimpulan adanya pengaruh Penurunan aliran darah pada uterus
yang bermakna (p<0,05) antara olahraga dapat menyebabkan dismenorea, tetapi
terhadap derajat nyeri dismenorea. Hasil ini beberapa wanita menderita pengurangan
sesuai sesuai dengan pendapat darah pada hiperaktifitas uterus. 13
Sumosardjuno (1988)8, bahwa dismenorea Diperkirakan bahwa kontraksi uterus sendiri
dapat di kurangi dengan olahraga secara mungkin bertanggung jawab untuk nyeri
teratur di alam terbuka. Hal ini terjadi karena kolik dismenorea yang khas, sementara
olahraga berfungsi meningkatkan aliran episode pengurangan aliran darah uterus
darah seperti mekanisme stimulant berkepanjangan yang dijumpai pada
adrenoseptor sebagai obat dismenorea beberapa wanita menyebabkan pegal-pegal
atau memperbesar volume darah, yang kontinyu dan bervariasi intensitasnya.
menyebabkan berkurangnya dismenorea.9 Jadi dismenorea disebabkan oleh iskemia
Sependapat dengan Hembing, uterus dimana hiperaktifitas uterus sebagai
bahwa dengan olahraga yang benar dan penyebabnya, tetapi pada orang yang rutin
teratur dapat mengurangi derajat nyeri melakukan olahraga secara benar dengan
dismenorea.10 Pada tabel 3 didapatkan, frekuensi 3-5 kali seminggu, lama tiap
subyek yang melakukan olahraga secara olahraga 15-60 menit, dan intensitas sampai
benar dan teratur berusia antara 14-35 berkeringat dan bernafas dalam dan tidak
tahun, sedangkan yang tidak melakukan timbul keluhan seperti nyeri dan pusing,
olahraga antara 19-26 tahun sampai maka akan mendapatkan manfaat yaitu
dengan belum menikah, hal ini sejalan terjadinya dilatasi pembuluh darah dan
dengan teori yang disampaikan oleh peningkatan aliran darah ke seluruh organ
Basalamah et al., bahwa dismenorea dapat termasuk uterus yang menyebabkan
dijumpai pada wanita muda yang berusia berkurangnya nyeri dismenorea.7
antara 15-25 tahun dan akan menghilang Bukti lain mengatakan bahwa
pada usia akhir 30-an tanpa ditemukan olahraga dapat menstimulasi pelepasan
kelainan alat genital pada pemeriksaan beta endorfine yaitu hormon yang bekerja
ginekologis.11 Teori yang di ajukan oleh sebagai analgesik nyeri non spesifik, yang
hipokrates diyakini bahwa dilatasi servik dapat menurunkan drajat nyeri dismenorea
merupakan pengobatan permanen pada pada siklus menstruasi.4
dismenorea, hal ini didukung dengan Olahraga atau senam aerobik yang
hilangnya atau berkurangnya derajat dilakukan sesuai dengan takaran yaitu 15-
dismenorea setelah melahirkan, sesuai 60 menit, latihan atau olahraga tidak akan

125
Putri Leilina Cahyaningtias, Tri Wahyuliati, Pengaruh Olahraga Terhadap Derajat Nyeri ..................................

efisien atau membuahkan hasil kalau 4. P Bolton, et al. (2003). Exercise For
kurang atau lebih dari takaran.8 Primary Dysmenorrheae. Diakses 18
Olahraga atau senam aerobik yang April 2008, dari http://
dilakukan sebelum dan selama haid secara www.mrw.interscience.wiley.com/
teratur dan benar dapat membuat aliran cochrane /clsysrev/articles/CD004142/
darah pada otot sekitar rahim menjadi frame.html
lancar sehingga rasa nyeri dapat teratasi, 5. Tan Hoan T., & Kirana R. (2002). Obat-
sesuai dengan hasil penelitian ini, bahwa Obat Penting - Khasiat, Pengunaan,
terdapat pengaruh yang bermakna. dan Efek - Efek Sampingnya (5th ed).
Olahraga dapat mengurangi nyeri pada Jakarta: PT Elex Media
wanita yang mengalami dismenorea. 14 KomputindoKelompok Gramedia.
h.295-392
Kesimpulan 6. Aspirin. (2007). Diakses 21 April 2008,
Berdasarkan hasil penelitian ini dari http://www.medicastore.com
pengaruh olahraga terhadap derajat nyeri 7. Endang, R., dkk. 1982. Olahraga dan
dismenorea pada wanita belum menikah Kesehatan 2. Bandung: Angkasa. h.30-
yang peneliti lakukan pada Fakultas 33.
Kedokteran Umum Universitas 8. Sumosardjuno , S. , 1988, Manfaat
Muhammadiyah Yogyakarta, Max Gym, dan Olahraga bagi wanita, Simposium Olah
Melia Purosani Gym Centre, memperoleh RagaUntuk Kesehatan Wanita.
hasil sebagai berikut : adanya pengaruh Yogyakarta: UGM,.
yang bermakna antara aktifitas olahraga 9. Mazer, C. , Israel, L.S., 1951, Diagnosis
terhadap derajat nyeri dismenorea pada And Treatmen Of Menstrual Disorders
wanita belum menikah. Olahraga And Sterility, 3rd Ed., New York : Medical
menurunkan derajat nyeri dismenorea pada Book Department Of HarperAnd
wanita belum menikah. Brothers.
10. Hembing, mengatasi gangguan haid,
Daftar pustaka www.patient.co.uk.com.
1. Kingston & Beryl. (1991). Mengatasi 11. Basalamah A, dkk. 1993. Endokrinologi
Nyeri Haid. Jakarta: Arcan Ginekologi, ed.1 Jakarta : KSERI.
2. Cara Tepat Mengatasi Haid. (2008,15 12. Arkelund, M. , 1979, Pathophysiology of
April). Diakses 22 April 2008, dari dismenorrhea, Acta obstet, Gynecology,
htt^ciekhaira.multiplv.com/reviews/ Scand.
item/2 13. Duenthoelter, J. H. 1988. Ginekologi
3. T.Z, Jacoeb., J.J, Endjun., Ali Baziad. Greenhill, Edisi 10, Terjemahan Adji
(1993). Dismenorea Aspek Patofisiologi Dharma. Jakarata : EGC.
dan Penatalaksanaanya (1st ed). 14. Sumampow Albert GO , Radikal Bebas
Jakarta: KSERI. h. 71-94 danAntioksidan, http://
www.kompascyber media.com.

126