You are on page 1of 9

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat ALLAH SWT atas berkat rahmat dan
hidayah Nya lah, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Atrial
Fibrilasi” dengan baik tanpa adanya halangan berarti.

Makalah ini telah kami selesaikan dengan maksimal berkat adanya bantuan dari
berbagai pihak. Tapi diluar itu saya sebagai manusia yang tidak luput dari kesalahan mungkin
masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini.

Kami selaku penulis sangat mengharapkan kritik dan saran baik itu kepada bapak/ibu
dosen, agar kedepannya makalah yang saya buat jauh lebih baik dari pada sebelumnya.
Demikian yang bisa saya sampaikan semoga dapat menambah ilmu pengetahuan.

Makassar, 15 Oktober 2018

Penulis

KELOMPOK 1 1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………………………………………… 1
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………….. 2
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………………….. 3
1.1 Latar Belakang……………………………………………………………… 3
1.2 Rumusan Masalah………………………………………………………….. 3
1.3 Tujuan dan Manfaat…………………………………………………………. 3
BAB II PEMBAHASAN …………………………………………………………………... 4
2.1 Pengertian Atrial Fibrilasi …………………………………………………... 4
2.2 Klasifikasi Atrial Fibrilasi…………………………………………………... 4
2.3 Tanda dan Gejala Atrial Fibrilasi …………………………………………... 5
2.4 Penyebab Atrial Fibrilasi …………………………………………………… 5
2.5 Karakteristik Atrial Fibrilasi Pada ECG..…………………………………… 6
BAB III PENUTUP…………………………………………………………………………. 8
3.1 Kesimpulan …………………………………………………………………. 8
3.2 Saran………………………………………………………………………… 8
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………. 9

KELOMPOK 1 2
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Atrial Fibrilasi atau dikenal dengan sebutan AF merupakan bentuk gangguan irama
jantung yang sering disebut aritmia. Atrial fibrilasi (AF) adalah aritmia jantung menetap yang
paling umum didapatkan. Ditandai dengan ketidakteraturan irama dan peningkatan frekuensi
atrium sebesar 350-650 x/menit sehingga atrium menghantarkan implus terus menerus ke nodus
AV. Konduksi ke ventrikel dibatasi oleh periode refrakter dari nodus AV dan terjadi tanpa
diduga sehingga menimbulkan respon ventrikel yang sangat irreguler. Atrial fibrilasi dapat
terjadi secara episodic maupun permanen. Jika terjadi secara permanen, kasus tersebut sulit
untuk dikontrol.
Atrial fibrilasi terjadi karena meningkatnya kecepatan dan tidak terorganisirnya sinyal-
sinyal listrik di atrium, sehingga menyebabkan kontraksi yang sangat cepat dan tidak teratur
(fibrilasi). Sebagai akibatnya, darah terkumpul di atrium dan tidak benar-benar dipompa ke
ventrikel. Ini ditandai dengan heart rate yang sangat cepat sehingga gelombang P di dalam
EKG tidak dapat dilihat. Ketika ini terjadi, atrium dan ventrikel tidak bekerja sama sebagaimana
mestinya.

1.2 Rumusan Masalah
1. Apa itu Atrial Fibrilasi?
2. Apa saja klasifikasi Atrial Fibrilasi?
3. Apa saja penyebab Atrial fibrilasi?
4. Bagaimana Kriteria dalam mendiagnosis Atrial Fibrilasi?

1.3 Tujuan dan Manfaat
1. Untuk mengetahui dan memahami tentang Atrial Fibrilasi
2. Untuk mengetahui dan memahami klasifikasi Atrial Fibrilasi
3. Untuk mengetahui dan memahami penyebab terjadinya Atrial Fibrilasi
4. Untuk mengetahui dan memahami criteria dalam mendiagnosis Atrial Fibrilasi

KELOMPOK 1 3
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Atrium Fibrilasi

Atrial fibrilasi (AF) adalah aritmia jantung menetap yang paling umum
didapatkan. Ditandai dengan ketidakteraturan irama dan peningkatan frekuensi atrium
sebesar 350-650 x/menit sehingga atrium menghantarkan implus terus menerus ke
nodus AV.Konduksi ke ventrikel dibatasi oleh periode refrakter dari nodus AV dan
terjadi tanpa diduga sehingga menimbulkan respon ventrikel yang sangat ireguler.

2.2 Klasifikasi Atrial Fibrilasi
Ada beberapa tipe atau klasifikasi pada atrial fibrilasi, dintaranya berdasarkan
laju respon ventrikel dan berdasarkan bentuk gelombang P.
1. Berdasarkan laju respon ventrikel, atrial fibrilasi dibagi menjadi :
a. AF respon cepat (rapid response) dimana laju ventrikel lebih dari 100
kali permenit
b. AF respon lambat (slow response) dimana laju ventrikel lebih kurang
dari 60 kali permenit
c. AF respon normal (normal response) dimana laju ventrikel antara 60-
100 kali permenit
2. Berdasarkan bentuk gelombang P, atrial fibrilasi dibagi menjadi :
a. Coarse AF, bila bentuk gelombang P nya kasar dan masih dapat
dikenali
b. Fine AF, bila bentuk gelombang P sangat halus bahkan hampir terlihat
sebagai garis lurus

KELOMPOK 1 4
2.3 Tanda dan Gejala Atrial Fibrilasi
Pada dasarnya, atrial fibrilasi tidak memberikan tanda dan gejala yang khas dan
spesifik pada perjalanan penyakitnya. Umumnya gejala dari atrial fibrilasi adalah
peningkatan denyut jantung, ketidakteraturan irama jantung dan ketidakstabilan
hemodinamik. Disamping itu, atrial fibrilasi juga memberikan gejala lain yang
diakibatkan oleh penurunan oksigenisasi darah ke jaringan, seperti pusing, kelemahan,
kelelahan, sesak nafas dan nyeri dada. Akan tetapi, lebih dari 90% episode dari atrial
fibrilasi tidak menimbulkan gejala-gejala tersebut. Tanda dan gejala lain pada atrial
fibrilasi seperti palpitasi.
Palpitasi merupakan salah satu gejala yang sering muncul pada pasien dengan
atrial fibrilasi akibat respon ventrikel yang ireguler. Namun gejala palpitasi dapat juga
terjadi pada pasien dengan penyakit jantung lainnya. Palpitasi belum menjadi gejala
yang spesifik untuk mendasari pasien mengalami atrial fibrilasi. Untuk menunjukkan
adanya atrial fibrilasi, pasien biasanya disertai dengan keluhan kesulitan bernafas
seperti sesak, syncope, pusing dan ketidaknyamanan pada dada. Gejala tersebut di atas
dialami oleh pasien dimana pasien juga mengeluh dadanya terasa seperti diikat, sesak
nafas dan lemas.

2.4 Penyebab Atrial Fibrilasi
Beberapa penyebab terjadinya atrial fibrilasi adalah sebagai berikut :
a. Penyakit Jantung Katup
b. Ischemic Heart Disease
c. Hipertensi
d. Ketidakseimbangan elektrolit
e. Obat-obatan

KELOMPOK 1 5
2.5 Karakteristik Atrial Fibrilasi pada EKG

a. Irregularly Iregular Rhytm atau irama yang irreguler dan sama sekali tidak
mempunyai pola
b. Tidak terdapat gelombang P yang jelas atau yang terlihat merupakan gelombang
fibrilasi
c. Gelombang fibrilasi terkadang kasar, terkadang halus dan terkadang juga terlihat
mirip seperti gelombang P, hanya saja gelombangnya tidak teratur dan tidak konstan

terhadap semua gelombang QRS.

Contoh gambar Atrial Fibrilasi pada EKG:

a. Perhatikan iramanya, tidak terdapat gelombang P yang jelas
b. Hanya terdapat beberapa undulasi yang mirip gelombang p, tetapi tidak konstan
dan tidak teratur yang kita sebut sebagai gelombang fibrilasi
c. Iramanya sangat Irreguler

KELOMPOK 1 6
d. Dengan Kedua Fitur diatas dapat simpulkan bahwa ini adalah Atrial Fibrilasi
dengan Respon Ventrikel yang normal

a. Sama dengan gambar di atas, tidak terdapat gelombang P yang jelas
b. Irama cepat tetapi Ireguler
c. Kesimpulan Atrial Fibrilasi dengan respon ventrikel yang cepat
d. Respon ventrikel AF dikatakan cepat bila Heart Rate > 100 kali permenit dan
dikatakan respon ventrikel AF lambat bila Heart Rate < 60 kali permenit

Contoh gambar Atrial Fibrilasi dengan respon ventrikel yang lambat

KELOMPOK 1 7
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Atrial Fibrilasi adalah takikardi dari supraventrikular dengan karakterisitik
aktivitas kontraksi atrium serta aktivitas listrik atrium yang tidak teratur atau tidak
terkoordinasi. Atrial Fibrilasi merupakan Aritmia yang paling sering dijumpai dan
insidennya sangat meningkat saat ini. Komplikasi dari Atrial Fibrilasi meliputi
instabilitas hemodinamik, kardiomiopati, gagal jantung dan kejadian - kejadian emboli
seperti stroke. Beberapa Penyebab Atrial Fibrilasi adalah sebagai berikut :
a. Penyakit Jantung Katup
b. Ischemic Heart Disease
c. Hipertensi
d. Imbalans Elektrolit

e. Obat-obatan
3.2 Saran
Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan berguna bagi pembaca, baik mahasiswa
Teknik Kardiovaskuler maupun mahasiswa program studi lainnya.

KELOMPOK 1 8
DAFTAR PUSTAKA
Thaler, Malcolm S. 2009. Satu-satunya Buku EKG yang Anda Perlukan. Edisi: 5. Alih
Bahasa: A. Samik Wahab. Jakarta: EGC

KELOMPOK 1 9