You are on page 1of 2

Koloid Asosiasi

Sabun dan deterjen merupakan koloid asosiasi dengan air, dimana sabun atau deterjen memiliki
dua gugus yang bersifat polar (bagian kepala) dan non polar (bagian ekor) perhatikan Gambar
11.13. Bagian kepala merupakan gugus polar yang bersifat hidrofil (suka air) dan bagian ekor
merupakan gugus hidrofob (takut air). Jika sabun larut dalam air, molekul sabun akan
berasosiasi, gugus non-polar dapat berinteraksi dengan kotoran (bersifat non polar) yang
selanjutnya didispersikan ke dalam air.

Koloid asosiasi, yaitu koloid yang terbentuk dari gabungan asosiasi partikel kecil yang larut
dalam medium, contohnya koloid Fe(OH)3. Senyawa ini larut dalam air menjadi ion Fe3+ dan
OH- dicampur sedemikian rupa sehingga berasosiasi membentuk kristal kecil yang melayang-
layang dalam air sebagai koloid.

2. Koloid asosiasi

Koloid asosiasi adalah koloid yang terbentuk dari gabungan (asosiasi)


partikel kecil yang larut dalam medium, contohnya koloid Fe(OH)3. Senyawa ini
larut menjadi ion Fe3+ dan OH-. Jika larutan Fe3+ dan OH- dicampur sedemikian
rupa sehungga berasosiasi membentuk kristal kecil yang melayang-layang dalam
air sebagai koloid.

Suatu koloid selalu mengandung dua fasa yang berbeda, mungkin berupa gas,
cair, atau padat. Pengertian fasa di sini tidak sama dengan wujud, karena ada
wujud sama tetapi fasanya berbeda, contohnnya campuran air dan minyak bila
dikocok akan terlihat butiran minyak dalam air. Butiran ini mempunyai fasa
berbeda dengan air walaupun keduanya cair. Oleh sebab itu, suatu koloid selalu
mempunyai fasa terdispersi dan fasa pendispersi. Fasa terdispersi mirip dengan
zat terlarut (dispers fase) dan fasa pendispersi mirip dengan pelarut (dispers
medium) pada suatu larutan

KOLOID DAN POLUSI


Review
Sistem koloid
(selanjutnya disingkat "koloid" saja) merupakan suatu bentukcampuran (sistem dispersi) dua atau lebih zat yang
bersifat homogen namunmemiliki ukuran partikel terdispersi yang cukup besar (1 - 100 nm),
sehinggaterkenaefek Tyndall. Bersifat homogen berarti partikel terdispersi tidakterpengaruh
olehgayagravitasiatau gaya lain yang dikenakan kepadanya;sehingga tidak terjadi pengendapan, misalnya. Sifat
homogen ini juga dimilikiolehlarutan, namun tidak dimiliki oleh campuran biasa (suspensi).
Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya ataudimasukkannya makhluk hidup, zat
energi, dan atau komponen lain kedalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh
kegiatanmanusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turunsampai ke tingkat
tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadikurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai
dengan peruntukannya(Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4
Tahun1982)