You are on page 1of 15

PENGARUH KARAKTERISTIK TUJUAN ANGGARAN DAN

PENGENDALIAN INTERNAL TERHADAP KINERJA


APARAT PEMERINTAH DAERAH
(Studi Empiris Pada SKPD Kabupaten Kampar)

Oleh:
Haryanti Ismalia
Pembimbing: Taufeni Taufik dan Rheny Afriana Hanif

Faculty of Economics Riau University, Pekanbaru, Indonesia


Email: Haryanti.ismalia01@gmail.com

The characteristics influence of budget objectives and internal


control to performance of local government officials
(Emprical Study on the Kampar District SKPD)

ABSTRACT

This study aims to determine the influence of empirical evidence budgetary


participation, budget goal clarity, feedback, evaluation of the budget, the budget
goal difficulty, and internal control over the performance of local government
officials Kampar regency. This research was conducted by using a survey of local
work unit Kampar regency. The population in this study is 31 working units
Kampar regency. Samples taken amounted to 93 respondents. The type of data
used are primary data with data collection method using a questionnaire. Data
analysis method used in this study. The results showed that the Budget
Participation significant effect on the performance of local government officials.
Clarity of purpose budget has no significant effect on the performance of local
government officials. Umpan behind budget significantly affect the performance
of local government officials. Evaluation budget significantly affect the
performance of local government officials. Difficulty budgetary purposes does not
affect the performance of local government officials and Internal Control
influence on the performance of local government officials . Based on the
calculation of the coefficient of determination (R2) obtained a value of 0.717. This
shows that the influence of the independent variables on the dependent 71.7% and
the remaining 28.3% influenced by other variables.

Keywords : Characteristic, budget, internal control, performance and


government.

PENDAHULUAN demokrasi dalam pemerintahan.


Rakyat mulai mempertanyakan akan
Kinerja instansi pemerintah nilai yang mereka peroleh atas pe-
banyak menjadi sorotan akhir-akhir layanan yang dilakukan oleh instansi
ini, terutama sejak timbulnya iklim pemerintah. Walaupun anggaran ru-

Jom FEKON Vol. 2 No. 2 Oktober 2015 1


tin dan pembangunan yang dike- Evaluasi adalah kegiatan
luarkan oleh pemerintah semakin atau proses untuk mengukur dan se-
membengkak, nampaknya masya- lanjutnya menilai sejauh mana tujuan
rakat belum puas atas kualitas jasa yang telah dirumuskan sudah dapat
maupun barang yang diberikan oleh dilaksanakan. Evaluasi anggaran me-
instansi pemerintah. Pengukuran nunjukkan pada luasnya perbedaan
tingkat kinerja instansi pemerintah anggaran yang digunakan kembali
lebih ditekankan pada kemampuan oleh individu pimpinan departemen
dalam menyerap anggaran. dan digunakan dalam evaluasi ki-
Penyusunan anggaran meru- nerja mereka(Munawar,2006).
pakan pendekatan yang secara umum Kesulitan tujuan anggaran
dapat meningkatkan kinerja yang menggambarkan adanya rentang sa-
pada akhirnya dapat meningkatkan saran dari sangat longgar dan mudah
efektivitas organisasi. Dengan ada- dicapai sampai dengan sangat ketat
nya partisipasi dalam penyusunan dan tidak dapat dicapai (kennis, 1979
anggaran maka aparat pemerintah dalam Trisnawati, 2000). Dampak
merasa terlibat dan harus bertangung tingkat kesulitan anggaran terhadap
jawab dalam pelaksanaan anggaran. kinerja manajerial dengan implikasi
Sehingga diharapkan aparat peme- bahwa apabila manajer merasa
rintah dapat melaksanakan anggaran anggaran yang ditetapkan mem-
yang lebih baik dan pada akhirnya punyai tingkat kesulitan yang tinggi
bisa meningkatkan kinerja aparat pe- dan tidak mudah dicapai maka hal
merintah(Munawar,2006) tersebut menurunkan kinerja manajer
Kejelasan sasaran anggaran karna merasa gagal dan frustasi
menunjukkan luasnya tujuan angga- sebelum mencapainya. Sedangkan
ran yang dinyatakan secara spesifik, apabila anggaran yang ditetapkan
jelas dan dimengerti oleh siapa saja terlalu longgar dan mudah untuk di-
yang bertanggung jawab. Adanya sa- capai maka manajer merasa tidak
saran anggaran yang jelas, maka termotivasi dalam melaksanakannya
akan mempermudah untuk memper- karna untuk mencapainya tidak di-
tanggungjawabkan keberhasilan atau perlukan usaha yang keras sehingga
kegagalan pelaksanaan tugas dalam tidak menimbulkan suatu tantangan.
rangka untuk mencapai tujuan-tujuan Pengendalian intern meru-
dan sasaran-sasaran yang telah dite- pakan suatu proses yang dipengaruhi
tapkan sebelumnya(Munawar,2006) untuk memberikan jaminan yang me-
Umpan balik anggaran seba- yakinkan bahwa tujuan organisasi
gai karakteristik lain memiliki mak- dapat dicapai melalui efisiensi dan
sud bahwa adanya komunikasi infor- efektivitas operasi, penyajian laporan
masi mengenai rencana dan hasil keuangan yang dapat dipercaya, ke-
yang dicapai. Secara formal umpan taatan terhadap undang-undang dan
balik ini diwujudkan dalam laporan aturan yang berlaku. Sistem pengen-
prestasi kerja. Laporan prestasi kerja dalian internal merupakan hal yang
umumnya disampaikan segera sete- penting dilakukan oleh suatu orga-
lah pelaksanaan berakhir, dengan nisasi untuk meningkatkan kinerja
maksud agar aparat pemerintah yang organisasinya.
bersangkutan tidak melakukan kesa- Badan Pemeriksa Keuang-
lahan yang sama(Munawar,2006) an Republik Indonesia (BPK RI)
kembali memberikan opini Wajar

Jom FEKON Vol. 2 No. 2 Oktober 2015 2


Dengan Pengecualian (WDP) atas Penelitian ini bertujuan untuk
LKPD Kabupaten Kampar TA 2013. memberikan bukti empiris dan me-
Opini ini sama dengan opini yang nganalisis pengaruh faktor Karak-
diberikan BPK RI atas LKPD teristik tujuan anggaran dan pengen-
Kabupaten Kampar pada tahun– dalian internal berpengaruh terhadap
tahun sebelumnya. Namun ditemu- kinerja aparat pemerintah daerah
kan permasalahan yang terkait kele- (studi empiris pada SKPD kabupaten
mahan sitem pengendalian internal Kampar)
diantaranya adalah(1)Penganggaran
Belanja Modal Tidak Sesuai Keten- TINJAUAN PUSTAKA
tuan Pengelolaan Keuangan; (2)
Nilai Persediaan yang Disajikan pada Kinerja Pemerintah Daerah
Neraca Per 31 Desember 2012 Be- Aparatur pemerintah yang
lum Menggambarkan Seluruh Saldo profesional adalah aparatur yang me-
Persediaan; (3) Penyajian Nilai Pe- miliki kemampuan pelaksanaan tugas
nyertaan Modal Pemerintah Kabu- berdasarkan ilmu pengetahuan dan
paten Kampar pada PD Kampar Ane- pengalaman dengan mendasarkan
ka Karya, PDAM Tirta Kampar dan pada etika profesi, mengembangkan
BMT Tidak Berdasarkan Dokumen kemampuan pengendalian diri (self
Sumber Yang Memadai; dan (4) control) dan berorientasi pada kuali-
Penatausahaan Aset Tetap Seluruh tas kinerja dengan cara kerja yang
SKPD Tidak Memadai, sehingga efisien, efektif dan ekonomis memi-
Nilai Aset Tetap pada Neraca Per 31 liki kepekaaan yang tinggi terhadap
Desember 2012 Tidak Dapat Di- kepentingan masyarakat dan masa-
yakini Kewajarannya. Oleh sebab lah - masalah masyarakat serta mela-
itu, dapat disimpulkan bahwa kinerja ksanakan kewajiban memberikan
Aparat Pemerintah Kabupaten Kam- pertanggung-jawaban atas setiap ke-
par belum bisa dikatakan baik. Jadi, giatan yang dilaksanakan (Surjadi,
saya merasa perlu untuk melakukan 2009:36).
penelitian ini dikabupaten Kampar.
Penelitian ini mengacu pada Karakteristik Tujuan Anggaran
penelitian yang dilakukan oleh Mia Karakteristik anggaran me-
Milayanti (2012) dengan judul yang rupakan determinan utama yang me-
sama dan menambahkan satu varia- lekat pada sistem anggaran dapat
bel pengendalian internal namun lo- diterima untuk berbagai pelaksanaan
kasi penelitian yang berbeda. Penulis anggaran. Salah satu maksud yang
tertarik melakukan penelitian ini di terkandung dalam karakteristik ang-
Kabupaten Kampar dikarenakan be- garan merupakan upaya untuk meni-
lum ada ditemukan penelitian yang ngkatkan keberadaan anggaran men-
sama untuk daerah Kabupaten Kam- jadi lebih akurat, sehingga pengen-
par. dalian yang akan dilakukan dapat
Rumusan masalah dalam pene- lebih terkendali(Bastian,2006:166)
litian ini adalah, apakah faktor Ka-
rakteristik tujuan anggaran dan peng- Partisipasi Anggaran
endalian internal berpengaruh terha- Partsipasi adalah suatu proses
dap kinerja aparat pemerintah daerah pengambilan keputusan bersama oleh
(studi empiris pada SKPD kabupaten dua bagian atau lebih pihak dimana
Kampar) keputusan tersebut akan memiliki

Jom FEKON Vol. 2 No. 2 Oktober 2015 3


dampak masa depan terhadap mereka maka aparat pemerintah termotivasi
yang membuatnya. Dengan kata lain, dalam meningkatkan kinerja untuk
pekerja dan manajer tingkat bawah meminimalkan terjadinya penyim-
memiliki suara dalam proses mana- pangan terhadap anggaran (Murthi
jemen. Ketika diterapkan kepada dan Sujana, 2008).
perencanaan, partisipasi mengacu pa-
da keterlibatan manajer tingkat me- Evaluasi Anggaran
nengah dan bawah dalam pengam- Evaluasi anggaran menunjuk
bilan keputusan yang mengarah pada pada luasnya perbedaan anggaran
penentuan tujuan operasional dan yang digunakan kembali oleh indi-
penetapan sasaran kinerja (Ikhsan vidu pimpinan departemen dan digu-
dan Ishak,2005 :173) nakan dalam evaluasi kinerja me-
Kejelasan Tujuan Anggaran reka. Evaluasi anggaran meru-pakan
Kejelasan tujuan anggaran alat pengendalian terhadap kinerja
berhubungan dengan sejauh mana anggaran. Evaluasi anggaran pada
tujuan-tujuan anggara dinyatakan se- dasarnya membandingkan antara
cara khusus dan jelas serta di-pahami anggaran dengan pelaksanaan sehi-
oleh orang-orang yang bertanggung ngga ditentukan penyimpangan yang
jawab memenuhinya.Dengan adanya terjadi.
kejelasan tujuan, dapat diinformasi-
kan kepada manajer level bawah Kesulitan tujuan anggaran
tentang apa yang diharapkan oleh Kesulitan tujuan anggaran
manjer yang lebih tinggi. Sebaliknya, mencakup berbagai kendala dan
manajer yang lebih tinggi dapat me- kesulitan yang dirasakan para aparat
mpelajari dukungan-dukungan dan pemerintah daerah untuk mencapai
persoalan–persoalan manajer diba- tujuan anggaran pada unit kerja yang
wahnya melalui laporan-laporan dari menjadi tanggung jawabnya. Tingkat
bawah (Arifin,2007 : 26). kesulitan anggaran memang dapat
diantisipasi melalui proses penyu-
Umpan balik Anggaran sunan anggaran partisipatif. Namun,
Umpan balik merupakan sa- penerapan anggaran partisipatif akan
lah satu persyaratan yang cukup pen- efektif meminimalisasi kesulitan
ting dalam proses pengendalian pe- pencapaian anggaran jika kondisinya
laksanaan suatu kegiatan. Umpan ba- normal sesuai dengan yang di pre-
lik juga dapat mendorong motivasi diksi. Perubahan /fluktuasi lingkung-
pelaksanaan anggaran berikutnya, an akan menjadikan anggaran par-
umpan balik anggaran dapat menun- tisipatif kurang efektif (Alim, 2003).
jukkan sejauh mana sasaran ang-
garan telah dicapai. Umpan balik Pengendalian Internal
memiliki dua fungsi bagi orang- Dalam Peraturan Pemerintah
orang yang menerimanya, yang per- No. 60 Tahun 2008 tentang Sistem
tama berkaitan dengan instruksi dan Pengendalian Intern Pemerintah ada-
kedua adalah berkaitan dengan mo- lah proses yang integral pada tin-
tivasi. Dengan adanya umpan balik dakan dan kegiatan yang dilakukan
yang diperoleh dari pencapaian secara terus menerus oleh pimpinan
sasaran anggaran dan dilakukannya dan seluruh pegawai untuk membe-
evaluasi terhadap pelaksanaan ke- rikan keyakinan memadai atas terca-
giatan yang telah diprogramkan, painya tujuan organisasi melalui ke-

Jom FEKON Vol. 2 No. 2 Oktober 2015 4


giatan yang efektif dan efisien, kean- sunan ABK, maka akan semakin
dalan pelaporan keuang-an, penga- meningkatkan kinerja kepala SKPD
manan asset negara, dan ketaatan Pemerintah Daerah. Semakin tinggi
terhadap peraturan perundang – un- tingkat keterlibatan para aparatur da-
dangan. Sistem pengendalian intern lam proses penyusunan anggaran,
bertujuan untuk mengendalikan kegi- maka semakin baik pula hasil ki-
atan pemerintah dalam rangka men- nerjanya.
capai pengelolaan keuangan yang H1: Partisipasi anggaran berpeng-
efektif, efisien, transparan dan akun- aruh terhadap terhadap kinerja
tabel(PP no 60 tahun 2008) aparat pemerintah daerah.

Kerangka Pemikiran dan Pengem- Pengaruh Kejelasan Tujuan Ang-


bangan Hipotesis garan Terhadap Kinerja Aparat
Pemerintah Daerah.
Pengaruh Partisipasi Anggaran Adanya sasaran anggaran
Terhadap Kinerja Aparat Pemeri- yang jelas, maka akan mempermu-
ntah Daerah dah untuk mempertanggungjawab-
Partisipasi dapat meningkat- kan keberhasilan atau kegagalan
kan kinerja karena partisipasi memu- pelaksanaan tugas dalam rangka un-
ngkinkan bawahan mengkomunika- tuk mencapai tujuan-tujuan dan
sikan apa yang mereka butuhkan sasaran-sasaran yang telah ditetapkan
kepada atasannya dan partisipasi da- sebelumnya. Dengan demikian, keje-
pat memungkin bawahan untuk me- lasan anggaran akan mempermudah
milih tindakan yang dapat membang- aparat pemerintah daerah dalam me-
un komitmen dan dianggap sebagai nyusun anggaran untuk mencapai
tanggung jawab atas apa yang telah target-target anggaran yang telah di-
dipilih. Dengan adanya partisipasi tetapkan. Sehingga diperlukan peran
dalam penyusunan anggaran maka aparat2 pemerintah dalam penyu-
aparat pemerintah merasa terlibat sunan sasaran anggaran dengan hara-
dan harus bertangung jawab dalam pan kinerja aparat pemerintah akan
pelaksanaan anggaran. Sehingga di- meningkat (Brownell,1982 dalam
harapkan aparat pemerintah dapat Rosalia Dwi Fadma (2005).
melaksanakan anggaran yang lebih Penelitian Munawar(2006)
baik dan pada akhirnya bisa me- didukung oleh Penelitian istiyani
ningkatkan kinerja aparat peme- (2009) yang menunjukkan bahwa
rintah. (Puspaningsih 2002). variabel kejelasan tujuan anggaran
Hasil penelitian Munawar berpengaruh terhadap variabel kiner-
(2006), Istiyani (2009) menunjukkan ja aparat Pemerintah Daerah. Hal ini
bahwa variabel partisipasi anggaran berarti bahwa semakin tinggi kinerja
berpengaruh signifikan terhadap aparat Pemerintah Daerah dalam me-
kinerja aparat Pemerintah Daerah. laksanakan tugas dan tanggung ja-
Erwati(2009) juga menemukan bah- wabnyaa, sebaliknya jika tujuan ang-
wa partisipasi penyusunan Anggaran garan kurang jelas maka kinerja
berbasis Kinerja(ABK) mempunyai aparat Pemerintah Daerah juga akan
pengaruh yang signifikan terhadap turun.
kinerja kepala SKPD Pemerintah H2 : Kejelasan tujuan anggaran
Daerah. Hal ini menunjukkan bahwa berpengaruh terhadap terhadap
semakin tinggi partisipasi penyu- kinerja aparat pemerintah daerah.

Jom FEKON Vol. 2 No. 2 Oktober 2015 5


Evaluasi anggaran menunjuk-
Pengaruh Umpan Balik Anggaran kan pada luasnya perbedaan ang-
Terhadap Kinerja Aparat Peme- garan yang digunakan kembali oleh
rintah Daerah individu pimpinan departemen dan
Umpan balik anggaran seba- digunakan dalam evaluasi kinerja
gai karakteristik lain memiliki mak- mereka. Evaluasi anggaran bukan sa-
sud bahwa adanya komunikasi in- ja untuk mengetahui sebagaimana
formasi mengenai rencana dan hasil keberhasilan pelaksanaan, akan teta-
yang dicapai. Secara formal umpan pi lebih jauh dari itu, hal ini menun-
balik ini diwujudkan dalam laporan jukkan bahwa dalam menyiap-kan
prestasi kerja. Laporan prestasi kerja anggaran mereka selalu melaku-kan
umumnya disampaikan segera sete- evaluasi kegiatan-kegiatan yang telah
lah pelaksanaan berakhir, dengan di programkan dan pada pelaksanaan
maksud agar aparat pemerintah yang anggaran, mereka juga melakukan
bersangkutan tidak melakukan kesa- evaluasi terhadap kegiatan yang telah
lahan yang sama. Umpan balik ang- dilakukan sehingga kinerja akan
garan berpengaruh terhadap kinerja menjadi lebih baik(Wulandari,2010).
aparat pemerintah daerah. Hal ini Munawar (2006) menemukan
berarti semakin tinggi umpan balik bahwa evaluasi anggaran berpenga-
yang diterima aparat pemerintah da- ruh terhadap perilaku aparat peme-
erah dalam melaksanakan tugas dan rintah daerah Kabupaten Kupang.
tanggung-jawabnya, sebaliknya jika Hal ini menunjukkan bahwa dalam
umpan balik anggaran yang sedikit menyiapkan anggaran mereka selalu
maka akan melemahkan dan melakukan evaluasi kegiatan-kegia-
menurunkan kinerja aparat pemerin- tan yang telah diprogramkan dan
tah daerah (Istiyani,2009). pada pelaksanaan anggaran, mereka
Menurut Istiyani (2009) Bah- juga melakukan evaluasi kegiatan-
wa variabel umpan balik anggaran kegiatan yang telah di programkan
berpengaruh terhadap variabel ki- dan pada pelaksanaan anggaran, me-
nerja aparat Pemerintah Daerah. Hal reka juga melakukan evaluasi ter-
ini berarti bahwa semakin tinggi hadap kegiatan yang telah dilakukan
umpan balik yang diterima aparat Pe- sehingga kinerja mereka menjadi
merintah Daerah, maka semakin lebih baik.
tinggi kinerja aparat Pemerintah Da- H4 : Evaluasi anggaran berpe-
erah dalam melaksanakan tugas dan ngaruh terhadap terhadap kinerja
tanggung jawabnya, sebaliknya jika aparat pemerintah daerah.
umpan balik anggaran yang sedikit
akan melemahkan kinerja dan kinerja Pengaruh Kesulitan Tujuan Ang-
aparat Pemerintah Daerah juga akan garan Terhadap Kinerja Aparat
turun. Pemerintah daerah.
H3 : Umpan balik anggaran Kesulitan sasaran anggaran
berpengaruh terhadap terhadap menggambarkan adanya rentang sa-
kinerja aparat pemerintah daerah. saran dari sangat longgar dan mudah
dicapai sampai dengan sangat ketat
Pengaruh Evaluasi Anggaran Ter- dan tidak dapat dicapai. Dampak
hadap Kinerja Aparat Pemerintah tingkat kesulitan anggaran terhadap
Daerah kinerja manajerial dengan implikasi
bahwa apabila manajer merasa ang-

Jom FEKON Vol. 2 No. 2 Oktober 2015 6


garan yang ditetapkan mempunyai nisasi dalam melakukan pekerjaan-
tingkat kesulitan yang tinggi dan ti- nya.
dak mudah dicapai maka hal tersebut Variabel ini sebelumnya su-
menurunkan kinerja manajer karna dah ditelati oleh Prasetyo dan Kom-
merasa gagal dan frustasi sebelum pyurini (2007) membuktikan bahwa
mencapainya. Sedangkan apabila pengendalian intern berpengaruh sig-
anggaran yang ditetapkan terlalu nifikan terhadap kinerja organisasi.
longgar dan mudah untuk dicapai H6 : pengendalian internal ber-
maka manajer merasa tidak termo- pengaruh terhadap terhadap ki-
tivasi dalam melaksanakannya karna nerja aparat pemerintah daerah.
untuk mencapainya tidak diperlukan
usaha yang keras sehingga tidak METODE PENELITIAN
menimbulkan suatu tantangan dan
akan menurunkan kinerja pega- Populasi dalam penelitian ini
wainya. (kennis, 1979 dalam Trisna- adalah seluruh Satuan Kerja
wati, 2000). Perangkat Daerah di Kabupaten
Kholmi dan Milayanti (2012) Kampar, yang berjumlah 31 SKPD.
menemukan bahwa kesulitan pen- Adapun metode pengambilan sampel
capaian tujuan anggaran tidak ber- yang digunakan adalah metode
pengaruh terhadap sikap aparat da- purposive sampling, yaitu pemilihan
lam menilai kinerja Pemerintah Da- sampel menggunakan kriteria bahwa
erah Palangka Raya anggota populasi yang menjadi sam-
H5 : Kesulitan tujuan anggaran pel adalah pegawai negeri sipil da-
berpengaruh terhadap terhadap erah Kabupaten Kampar yang men-
kinerja aparat pemerintah daerah. jabat Kepala Satuan Kerja Pe-
rangkat Daerah (SKPD), dan Kabag
Pengaruh Pengendalian Intern keuangan Satuan Kerja Perangkat
Terhadap Kinerja Aparat Peme- Daerah (SKPD). Sehingga responden
rintah Daerah keseluruhan berjumlah 93 orang.
System pengendalian intern Prosedur pengumpulan data
adalah proses yang integral pada tin- menggunakan metode survey dengan
dakan dan kegiatan yang dilakukan pengumpulan data primer, yaitu
secara terus menerus oleh pimpinan kuisioner. Kuisioner yang telah
dan seluruh pegawai untuk mem- terstruktur dibagi secara langsung
berikan keyakinan memadai atas kepada responden untuk diisi. Selu-
tercapainya tujuan organisasi (PP ruh kuisioner terdiri dari 93 buah
No. 60 tahun 2008). Yang dimaksud akan dibagikan ke seluruh Satuan
dengan tindakan kegiatan yang Kerja Perangkat Daerah (SKPD)
dilakukan secara terus menerus yang ada di lingkungan pemerintah
adalah pengawasan dan pemeriksaan daerah Kabupaten Kampar. Masing-
dapat seperti menjaga kekayaan masing SKPD mendapat 3 buah
organisasi, mengecek ketelitian dan kuisioner yang ditujukan kepada
keterandalan data akuntansi, mendo- kepala bagian umum dan kepega-
rong efisiensi, dan dipatuhinya ke- waian serta kepala bagian keuangan
bijakan pimpinan. Dari penjelasan di SKPD
diatas dapat disimpulkan bahwa pe- Satistik yang digunakan dalam
ngawasan dan pemeriksaan akan me- penelitian ini adalah satistik non
ningkatkan kinerja individu orga- parametrik dimana dengan meng-

Jom FEKON Vol. 2 No. 2 Oktober 2015 7


gunakan skala pengukuran ordinal. Uji multikolinieritas diguna-
Dalam analisis regresi linier ber- kan untuk mengetahui apakah ada
ganda, selain mengukur kekuatan hubungan atau korelasi diantara
pengaruh variabel independen ter- variabel independen. Multikolonie-
hadap variabel dependen juga me- ritas menyatakan hubungan antar
nunjukkan arah pengaruh tersebut. sesama variabel independen. Model
regresi yang baik seharusnya tidak
Pengujian Data terjadi korelasi diantara variabel
Uji Validitas independen (Ghozali, 2009:95). De-
Uji validitas dapat dilakukan teksi ada atau tidaknya mul-
dengan melakukan korelasi bivariate tikolonieritas di dalam model reg-
antara masing-masing skor indikator resi dapat dilihat dari besaran VIF
dengan total skor konstruk Apabila (Variance Inflation Factor) dan
dari tampilan output SPSS menun- tolerance. Regresi bebas dari mul-
jukkan bahwa korelasi antara ma- tikolonieritas jika besar nilai VIF <
sing-masing indikator terhadap total 10 dan nilai tolerance > 0,10
skor konstruk menunjukkan hasil
yang signifikan, dapat disimpulkan Uji Heteroskedastisitas
bahwa masing-masing indikator per- Uji Heteroskedastisitas bertu-
tanyaan adalah valid. juan untuk menguji apakah dalam
suatu model regresi terdapat per-
Uji Reliabilitas samaan atau perbedaan varians dari
Pengujian reiabilitas alat ukur residual satu pengamatan ke penga-
internal consistency, dilakukan de- matan yang lain. Jika varians dari
ngan cara mencoba alat ukur cukup residual satu pengamatan ke penga-
hanya sekali saja, kemudian data matan yang lain tetap, maka disebut
yang diperoleh di analisis dengan homokedastisitas dan jika berbeda
teknik tertentu (Siregar, 2013). SPSS disebut heterokedastisitas. Model
memberikan fasilitas untuk mengu- regresi yang baik adalah homo-
kur reliabilitas dengan uji statistik kedastisitas (Ghozali, 2009-:125).
Alpha Cronbach (a). Alpha Cron-
bach digunakan untuk meng-hitung Uji Autokorelasi
reabilitas suatu tes yang mengukur Uji autokorelasi bertujuan
sikap atau perilaku. untuk menguji apakah dalam sebuah
model regresi terdapat korelas antara
Uji Asumsi Klasik kesalahan pengganggu pada periode t
Uji Normalitas dengan kesalahan pengganggu pada
Uji normalitas ini dilakukan periode t-1 atau sebelumnya (Gho-
untuk menguji apakah dalam mo- zali, 2005). Jika terjadi korelasi maka
del regresi variabel independen dinamakan ada masalah autokorelasi.
dan dependen keduannya memiliki Model regresi yang baik adalah
distribusi normal atau mendekati regresi yang bebas dari autokorelasi.
normal. Untuk mendeteksi apakah
keduanya berdistribusi normal Analisis Regresi Berganda
atau tidak yaitu dengan melihat Menurut Purwanto (2008)
normal probability plot (P Plot). regresi berganda adalah banyak fak-
tor dipengaruhi lebih dari satu vari-
Uji Multikolinearitas abel yang dapat digunakan untuk

Jom FEKON Vol. 2 No. 2 Oktober 2015 8


mengetahui pengaruh beberapa vari- HASIL PENELITIAN DAN PEM-
abel independen terhadap vari-abel BAHASAN
dependen.
Pengujian Hipotesis pertama Gambaran Umum Wilayah Pene-
kedua, ketiga, keempat, kelima dan litian
keenam menggunakan koefisien ko- Kabupaten Kampar merupa-
relasi yang dapat dilihat dalam per- kan Ibu Kota Bangkinang, Dengan
samaan berikut : disahkan undang-undang Nomor 12
tahun 1956, maka mulai tanggal 16
Y = α + β1 X1 + β2 X2 + β3 X3 + juni 1967 resmilah bangkinang se-
β4 X4+ β5 X5+ β6 X6+ e bagai ibu kota Kabupaten Kampar
mulai berpacu mengejar segala ben-
Uji Koefisien Determinasi (R²) tuk ketertinggalan dan keterbela-
Koefisien Determinasi ( R2 ) kangan yang selama ini menyelimuti
pada intinya mengukur seberapa jauh segala sektor kehidupan.
kemampuan model dalam menerang-
kan variasi variabel dependen. Nilai Statistik Deskriptif
Koefisien Determinasi adalah antara Statistik deskriptif dalam
0 (nol) dan 1 (satu). Nilai R2 –yang penelitian ini digunakan untuk
kecil berarti kemampuan variabel- memberikan informasi mengenai
variabel independen dalam menjelas- variable-variabel penelitian seperti
kan variasi variabel dependen amat kinerja aparat pemerintah daerah
terbatas. Nilai yang mendekati satu partisipasi anggaran, kejelasan tujuan
berarti variabel-variabel independen anggaran, umpan balik anggaran,
memberikan hampir semua informasi evaluasi tujuan anggaran, kesulitan
yang dibutuhkan untuk memprediksi tujuan anggaran dan pengendalian
variasi variabel dependen (Ghozali, interna. Statistik deskriptif untk
2009: 87). variabel-variabel penelitian tersebut
dapat dilhat sebagai berikut :
Pengujian Hipotesis
Hipotesis satu, dua, tiga, em- Tabel 2
pat,lima dan enam akan diuji dengan Descriptive Statistics
menggunakan uji parsial (uji t). Uji t
dilakukan untuk mengetahui apakah Std.
Partisipasi anggaran,kejelasan tuju- Minim Maxi Devia
N um mum Mean tion
an anggaran,Umpan balik angga-
Kinerja 81 21.00 40.00 29.70 4.702
ran,evaluasi anggaran,kesulitan tuju- Aparat 37 25
an anggaran dan pengendalian in- Pemerintah
ternal berpengaruh terhadap kinerja Daerah
aparat pemerintah daerah. dengan Partisipasi 81 12.00 25.00 18.60 3.621
Anggaran 49 74
tingkat keyakinan 95% dan uji ting-
Kejelasan 81 11.00 20.00 15.22 2.329
kat signifikansi ditentukan se-besar Tujuan 22 16
5%. Kriterianya adalah apabila t Anggaran
hitung > t tabel maka Ho ditolak dan Umpan 81 7.00 15.00 11.01 2.147
Ha diterima, dan sebaliknya apabila t Balik 23 64
hitung < t tabel, maka Ho diterima Evaluasi 81 11.00 20.00 14.13 2.417
Anggaran 58 40
dan Ha ditolak.

Jom FEKON Vol. 2 No. 2 Oktober 2015 9


Kesulitan 81 11.00 20.00 14.23 2.341 variabel inde-pendennya memiliki
Tujuan 46 32 nilai tolerance > 0,1 dan nilai VIF <
Anggaran
Pengendali 81 66.00 110.0 86.45 13.15
10. Sehingga dapat disimpulkan
an Intern 0 68 489 bahwa variabel inde-penden tidak
mengalami gangguan mul-
tikolinieritas.
Sumber : Data Hasil Olahan,2015
Berdasarkan pengujuan sta-
Hasil Uji heteroskedasitas
tistic diketahui bahwa kinerja aparat
Uji Heteroskedastisitas bertu-
pemerintah daerah mempunyai nilai
juan untuk menguji apakah dalam
minimum 21,00 dan nilai maksimum
suatu model regresi terdapat per-
40,00. Mean 29,7037 dengan standar
samaan atau perbedaan varians dari
deviasi 4,70225. Partisipasi anggaran
residual satu pengamatan ke penga-
mempunyai nilai minimum 12,00
matan yang lain. Jika varians dari
dan nilai maksimum 25,00. Mean
residual satu pengamatan ke penga-
18,6049 dengan standar deviasi
matan yang lain tetap, maka disebut
3,62174. Kejelasan tujuan anggaran
homokedastisitas dan jika berbeda
mempunyai nilai minimum 11,00
disebut heterokedastisitas
dan nilai maksimum 20,00. Mean
15,2222 dengan standar deviasi
Gambar 1
2,32911. Umpan balik anggaran
Hasil uji Heterokedasitas
mempunyai nilai minimum 7,00 dan
nilai maksimum 15,00. Mean 11,012
dengan standar deviasi 2,1476.
Evaluasi anggaran mempunyai nilai
minimum 11,00 dan nilai maksimum
20,00. Mean 14,1358 dengan standar
deviasi 2,41740. Kesulitan tujuan
anggaran mempunyai nilai minimum
11,00 dan nilai maksimum 20,00.
Mean 14,2346 dengan standar
deviasi 2,34132. Pengendalian
Sumber: Olahan Data SPSS
internal mempunyai nilai minimum
66,00 dan nilai maksimum 110,00.
Berdasarkan gambar diatas
Mean 86,4568 dengan standar
dari hasil uji heteroskedastisitas,
deviasi 13,15489.
terlihat ba-hwa data tersebar dan
tidak tampak adanya suatu pola
Hasil Uji Asumsi Klasik
tertentu pada sebaran data tersebut.
Hasil Uji Normalitas
Maka dapat dikatakan tidak terjadi
Berdasarkan hasil uji normalitas
heteroske-dastisitas.
menggunakan SPSS 17.0, terlihat
bahwa data tersebar dise-kitar garis
Hasil uji Autokorelasi
diagonal. Oleh karena itu dapat
Dari hasil uji autokorelasi,
disimpulkan bahwa persya-ratan
diperoleh angka DW sebesar 1,794,
normalitas data dapat ter-penuhi.
dapat disimpulkan bahwa persamaan
regresi dari pe-nelitian ini bebas dari
Hasil Uji Multikolinearitas
autokorelasi, karena angka DW
Hasil uji multikolinearitas,
berada diantara -2 sampai +2.
diperoleh bahwa untuk setiap
Jom FEKON Vol. 2 No. 2 Oktober 2015 10
jawab dalam pelaksanaan angga-
Hasil Analisis Regresi Berganda ran.Sehingga hipotesis pertama (H1)
Berdasarkan hasil perhitu- diterima
ngan, maka didapatkan persamaan Hasil penelitian ini sejalan
regesi linier berganda : dengan hasil penelitian Istiyani
Y = 1,555 + 0,296 X1 + 0,166 X2 (2009) menemukan bahwa terdapat
+0,483 X3 + 0,360 X4 + 0,162 X5 pengaruh signifikan variabel par-
+ 0,086X6 + e tisipasi anggaran terhadap variabel
kinerja aparat Pemda.
Hasil Pengujian Koefisien Deter-
minasi (R2) Hasil Pengujian Hipotesis Kedua
Koefisien determinasi dike- Berdasarkan hasil perhitu-
tahui R Square sebesar 0,717. ngan, maka hasil pengujian untuk H2
Angka ini menjelaskan bahwa diperoleh nilai thitung > ttabel = 1,103 >
71,7% partisipasi anggaran, kejela- 1,993 dengan nilai signifikansi sebe-
san tujuan anggaran, umpan balik sar 0,274 yang lebih besar dari α
anggaran,evaluasi anggaran, kesuli- sebesar 0,05. Dari hasil pengujian
tan tujuan anggaran dan pengen- terlihat, maka kepu-tusannya adalah
dalian internal dipengaruhi oleh Ha ditolak dan Ho diterima. Oleh
kinerja aparat pemerintah daerah. karena itu dapat disimpulkan Bahwa
Sedangkan sisanya 28,3 % dipeng- variabel kejelasan tujuan anggaran
aruhi oleh variabel lain yang tidak yang ada pada aparat pemerintah
dimasukkan dalam model reg-resi daerah di kabupaten kampar tidak
ini yang tidak termasuk ke-dalam berpengaruh menunjukkan adanya
penelitian ini seperti komit-men tujuan anggaran yang dinyatakan se-
organisasi,Akuntabilitas pub-lik, cara spesifik dan jelas dan di-
budaya organisasi balanced score- mengerti oleh siapa saja yang ber-
card dan prinsip-prinsip good go- tanggung jawab. Sehingga hipotesis
vernace kedua (H2) ditolak
Hal ini mengindikasikan bah-
Hasil Pengujian Hipotesis Perta- wa meskipun telah ada tujuan ang-
ma garan yang dinyatakan secara spesi-
Berdasarkan hasil perhitu- fik, jelas dan dipahami aparat Peme-
ngan, maka hasil pengujian untuk rintah daerah Kabupaten Kampar,
H1 diperoleh nilai thitung > ttabel = namun tidak serta merta mening-
2,515 > 1,993 dengan nilai signi- katkan kinerja mereka. Kondisi ini
fikansi sebesar 0,014 yang lebih dimungkinkan karena proses pen-
kecil dari α sebesar 0,05. Dari hasil yusunan anggaran tidak partisipatif
pengujian terlihat, maka keputusan- sehingga dapat berpengaruh pada
nya adalah Ha diterima dan Ho penetapan tujuan.
ditolak. Oleh karena itu dapat Penelitian ini sejalan dengan
disimpulkan bahwa variabel parti- penelitian Kholmi dan Milayanti
sipasi anggaran berpengaruh terha- (2012) bahwa tidak terdapat penga-
dap kinerja aparat pemerintah dae- ruh yang signifikan pada variabel
rah. Artinya dengan adanya par- kejelasan tujuan anggaran terhadap
tisipasi dalam penyusunan angga- variabel sikap aparat dalam menilai
ran, maka aparat pemerintah mer- kinerja Pemda, ini bahwa jelasnya
asa terlibat dan harus bertanggung tujuan anggaran tidak menjamin me-

Jom FEKON Vol. 2 No. 2 Oktober 2015 11


ningkatnya kinerja aparat Pemda berpengaruh terhadap kinerja aparat
kota Palangka Raya. pemerintah daerah artinya bahwa da-
lam menyiapkan anggaran mereka
Hasil Pengujian Hipotesis Ketiga selalu melakukan evaluasi kegiatan-
Berdasarkan hasil perhitung- kegiatan yang telah diprogramkan
an, maka hasil pengujian untuk H3 dan pada pelaksanaan anggaran, me-
diperoleh nilai thitung > ttabel =2,377 reka juga melakukan evaluasi ter-
> 1,993 dengan nilai signifikansi hadap kegiatan yang telah dilakukan
sebesar 0,020 yang lebih kecil dari sehingga kinerja mereka lebih baik.
α sebesar 0,05. Dari hasil pengujian Sehingga hipotesis keempat (H4)
terlihat, maka keputusannya adalah diterima.
Ha diterima dan Ho ditolak. Oleh Hasil temuan penelitian wu-
karena itu dapat disimpulkan Bah- landari (2010) menemukan bahwa
wa variabel Umpan balik berpe- evaluasi anggaran berpengaruh ter-
ngaruh terhadap kinerja aparat hadap perilaku aparat pemerintah
pemerintah daerah Artinya bahwa daerah kota pekanbaru. Hal ini
semakin tinggi umpan balik yang menunjukkan bahwa dalam menyiap-
diterima aparat pemerintah daerah kan anggaran mereka selalu melaku-
maka semakin tinggi kinerja aparat kan evaluasi kegiatan- kegiatan yang
pemerintah daerah dalam melak- telah di programkan dan pada pelak-
sanakan tugas dan tanggung jawab- saan anggaran.
nya. Sehingga hipotesis ketiga (H3)
diterima Hasil Pengujian Hipotesis Kelima
Hasil temuan penelitian ini Berdasarkan hasil perhitun-
sejalan dengan penelitian yang dila- gan, maka hasil pengujian untuk H5
kukan oleh maryanti (2002) dalam diperoleh nilai thitung > ttabel = 0,856 >
Wulandari (2010) menemukan bah- 1,993 dengan nilai sig-nifikansi
wa umpan balik anggaran mempu- sebesar 0,395 yang lebih besar dari
nyai pengaruh terhadap kinerja. Hal α sebesar 0,05. Dari hasil pengujian
ini ditunjukkan oleh aparat peme- terlihat, maka keputu-sannya adalah
rintah daerah NTT yang mengetahui Ha ditolak dan Ho diterima. Oleh
hasil usahanya dalam menyusun karena itu dapat disimpulkan Bahwa
anggaran maupun dalam melaksana- variabel kesu-litan tujuan anggaran
kan anggaran sehingga membuat tidak ber-pengaruh terhadap kinerja
mereka merasa sukses. aparat pemerintah daerah artinya
semakin tinggi kesulitan tujuan ang-
Hasil Pengujian Hipotesis Keem- garan yang dihadapi oleh aparat pe-
pat merintah daerah semakin susah un-
Berdasarkan hasil perhitun- tuk mencapai kinerja aparat peme-
gan, maka hasil pengujian untuk H4 rintah daerah yang ingin dituju dan
diperoleh nilai thitung > ttabel =2,068 > sebaliknya jika terlalu rendah kesu-
1,993 dengan nilai signifikansi litan yang dihadapi aparat daerah
sebesar 0,042 yang lebih kecil dari tersebut mereka tidak merasa tertan-
α sebesar 0,05. Dari hasil pengujian tang untuk mencapai hasilnya. Se-
terlihat, maka keputusannya adalah hingga hipotesis kelima (H5) ditolak
Ha diterima dan Ho ditolak. Oleh Hal ini berarti bahwa kinerja
karena itu dapat disimpulkan Bahwa aparat pemerintah daerah Kabupaten
Bahwa variabel Evaluasi anggaran Kampar tidak dipengaruhi oleh kesu-

Jom FEKON Vol. 2 No. 2 Oktober 2015 12


litan tujuan anggaran karena pada Penelitian ini sejalan dengan
pemerintah Kampar telah disesuai- penelitian Ira amelia (2014) menun-
kan menurut pengeluaran dan target jukkan hasil bahwa Pengendalian
yang dicapai, pada pemerinta daerah Intern berpengaruh signifikan
Kampar tidak adanya batasan yang terhadap kinerja deaerah Kabupaten
menyatakan bahwa anggaran yang Pelalawan.
sangat longgar atau terlalu longgar.
Biasanya perusahaan swastalah yang SIMPULAN,KETERBATASAN
memberlakukan rentang dari sangat DAN SARAN
longgar dan mudah tercapai sama
dengan sangat ketat dan tidak dapat Simpulan
tercapai. 1. Partisipasi anggaran ber pe-
Hasil penelitian yang ditemu- ngaruh yang terhadap kinerja
kan oleh Kholmi dan Milayanti (20- aparat pemerintah pemerintah
12) bahwa tidak terdapat pengaruh daerah pada SKPD Kabu-
yang positif pada variabel kejelasan paten Kampar.
tujuan anggaran terhadap variabel 2. Kejelasan tujuan anggaran ti-
sikap aparat dalam menilai kinerja dak berpengaruh terhadap ki-
Pemda, ini bahwa jelasnya tujuan nerja aparat pemerintah dae-
anggaran tidak menjamin mening- rah pada SKPD Kabupaten
katnya kinerja aparat Pemda kota Kampar.
Palangka Raya. 3. Umpan Balik anggaran ber-
Hal ini sejalan dengan pe- pengaruh terhadap kinerja
nelitian Wulandari (2010) bahwa ke- aparat pemerintah daerah pa-
sulitan tujuan anggaran berpengaruh da SKPD Kabupaten Kampar
terhadap kinerja aparat pemerintah 4. Evaluasi anggaran berpeng-
daerah. aruh terhadap kinerja aparat
pemerintah daerah pada SK-
Hasil Pengujian Hipotesis Kee- PD Kabupaten Kampar
nam 5. Kesulitan tujuan anggaran ti-
Berdasarkan hasil perhitung- dak berpengaruh terhadap ki-
an, maka hasil pengujian untuk H6 nerja aparat pemerintah da-
diperoleh nilai thitung > ttabel = 2,187 > erah pada SKPD Kabupaten
1,993 dengan nilai signifikan sebesar Kampar.
0,032 yang lebih kecil dari α sebesar 6. Pengendalian Internal ber-
0,05. Dari hasil pengujian terlihat, pengaruh terhadap kinerja
maka keputusannya adalah Ha di- aparat pemerintah daerah pa-
terima dan Ho ditolak. Oleh karena da SKPD Kabupaten Kam-
itu dapat disimpulkan Bahwa varia- par.
bel pengendalian intern berpengaruh
terhadap kinerja aparat pemerintah Keterbatasan
daerah artinya dengan pengendalian 1. Dalam penelitian ini, penggu-
intern yang baik di aparat peme- naan kuisioner sebagian besar
rintah daerah tersebut bisa mening- masih menggunakan kuisio-
katkan kualitas dalam meningkatkan ner yang dipakai peneliti se-
kinerja aparat pe-merintah daerah belumnya, sehingga kemung-
Kabupaten Kampar. Sehingga hipo- kinan terjadinya kekeliruan
tesis keenam (H6) diterima. dalam pengukurannya karena

Jom FEKON Vol. 2 No. 2 Oktober 2015 13


belum tentu menggambarkan memahami dan bertang-
keadaan yang sama pada ob- gungjawab dalam melak-
jek peneliti sebelumnya. sanakan tugasnya.
2. Penelitian ini hanya meng-
gunakan obyek penelitian sa- DAFTAR PUSTAKA
tuan kerja perangkat daerah
dalam satu daerah sehingga Arifin, Johan. 2007. Pengaruh
belum dapat memberikan ga- Karakteristik Gaya
mbaran yang lebih jelas me- Penyusunan Anggaran
ngenai Pengaruh karakteristik Terhadap Efisiensi Biaya.
tujuan anggaran dan pengen- Sinergi, Kajian Bisnis dan
dalian internal terhadap ki- Manajemen. ISSN : 1410-
nerja aparat pemerintah dae- 9018, Volume 9. No 1,
rah pada SKPD Kabupaten Januari 2007 hal. 23-35.
Kampar.
Bastian, Indra. 2007. Audit Sektor
Saran Publik. Jakarta : Salemba
Berdasarkan temuan peneli- Empat.
tian, pembahasan dan ke-
simpulan dari hasil pene- Erwati, Misni 2009. Pengaruh Par-
litian diatas dapat diberikan tisipasi Anggaran dan kejela-
saran sebagai berikut: san Sasaran Anggaran Terha-
1. Bagi Pemerintahan Dae- dap Kinerja Kepala SKPD
rah Kabupaten Kabupaten Pemerintah dengan Komit-
Kampar dapat digunakan men Organisasi dan Gaya
sebagai bahan masukan Kepemimpinan Sebagai Vari-
dan pertimbangan. abel Moderating (Sur-vey pa-
2. Pimpinan SKPD harus da aparatur Pemerintah Kota
mulai membahas langkah- Jambi). Jurnal Maksi, ISSN :
langkah yang akan ditem- 0854-8986,Volume 102.
puh untuk mengatasi ken-
dala yang dihadapi oleh Ghozali,Imam.2005. Aplikasi Ana-
kinerja aparat peme-rintah lisis Multivariate dengan
daerah. program SPSS.
3. Melakukan perekrutan
atau penerimaan pegawai Istiyani. 2009. Pengaruh Karakte-
dengan mempertimbang- ristik Tujuan Anggaran Ter-
kan tingkat dan latar be- hadap Kinerja Aparat Peme-
lakang pendidikan khu- rintah Daerah (Studi Empi-
susnya yang berkaitan de- ris Pada Pemerintah Kabu-
ngan lingkup tugas pe- paten Tamanggung). Tesis
ngelolaan keuangan dae- Universitas Sebelas Maret:
rah, Surakarta.
4. Menempatkan pegawai Ikhsan, Arfan dan Muhammad Ishak.
pada posisi atau lingkup 2005. Akuntansi
tugas yang sesuai dengan keperilakuan. Jakarta :
disiplin ilmu masing-ma- Salemba Empat.
sing sehingga dapat lebih
Jom FEKON Vol. 2 No. 2 Oktober 2015 14
Kenis, Izzetin. 2012. Effect of Terhadap Kepuasan Kerja
Budgetary Goal Characte- Dan Kinerja Manajerial .
ristic on Managerial Attitu-
des and Performance. The Puspaningsih, Abriyani. 2002.
Accounting Review. Vol. Pengaruh Partisipasi Da-
LIV No.4.October.pp. 707- lam Penyusunan Anggaran
721 Terhadap Kepuasan Kerja
Dan Kinerja Manajerial .
Kholmi, dkk.2012. Pengaruh Bud- JAAI Volume 6, No. 2.
getary Goal Characte-ristic Volume 6, No. 2.
terhadap Sikap Aparat Da-
lam Menilai Kinerja aparat Prasetyono dan Kompyurini Nu-
pemerintah daerah; Studi rul.2007. Analisis Kinerja
pada satuan Kerja Perangkat Rumah Sakit Daerah Dengan
Daerah Kota Palangka Pendekatan Balanced Score-
Raya. Jurnal Akuntansi dan card Berdasarkan Komitmen
Keuangan , ISSN : 2088- Organisasi, Pe-ngendalian In-
0685, volume 2 : 243-250 tern dan Penerapan Prinsip-
Prinsip Good Corporate G-
Munawar,2006. Pengaruh Karakte- overnance (GCG). Simposi-
ristik Tujuan Anggaran Ter- um Nasional Akuntansi. IAI.
hadap Perilaku,Sikap dan Ki- Makassar.
nerja Aparat Peme-rintah Da-
erah di Kabupaten Ku-pang. Ramandai, Pilipus. 2010. Pengaruh
Simposium Nasional Akun- Karakteristik Sasaran Angga-
tansi 9 Pa-dang. K-ASSP 02. ran dan Sistem Pengendalian
Intern terhadap Kinerja Ma-
Murthi, dkk. 2006. Pengaruh Budge- najerial Aparat Pemeri-ntah
tary Goal Characteristics Ter- Daerah. Jurnal Maksi, vo-
hadap Kinerja Manajerial Pa- lume 10:55-73.
da Rumah Sakit Pemerintah
di Kota Denpasar. Tesis Ju- Surjadi. 2009. Pengembangan Kiner-
rusan Akuntansi Fakultas ja Pelayanan Publik. Ban-
Eko-nomi, Universitas Uda- dung. PT Rafika Aditama.
yana, Denpasar. (Tidak di-
publikasikan. Peraturan Pemerintah No.60 Ta-
hun2008 Tentang Sistem
Puspaningsih, Abriyani. 2002. Pen- Pengendalian Intern Peme-
garuh Partisipasi Dalam rintah, (diakses pada 29
Penyusunan Anggaran September 2014)

Jom FEKON Vol. 2 No. 2 Oktober 2015 15