You are on page 1of 17

LAPORAN KASUS

NY. M USIA 25 TAHUN P1A0H1

2 HARI POST PARTUM DENGAN PEB

DI RSUD H. ABDUL MANAP KOTA JAMBI

Di Susun Oleh :

Ade Romlah

Aldila Noviyanti

Silvia Anggelina

Sri Mulyana

AKADEMI KIBIDANAN JAKARTA MITRA SEJAHTERA


TAHUN AJARAN 2014/2015
PREEKLAMPSIA BERAT

A. Pengertian
Preeklampsia (PE) adalah gangguan yang terjadi setelah minggu ke-20
kehamilan dan ditandai dengan hipertensi dan proteinuria (Silasi Michele, 2010).
Preeklamsia adalah keadaan dimana hipertensi disertai dengan proteinuria,
edema atau kedua-duanya yang terjadi akibat kehamilan setelah minggu ke 20 atau
kadang-kadang timbul lebih awal bila terdapat perubahan hidatidiformis yang luas
pada vili dan korialis (Mitayani, 2009).
Preeklamsia adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan atau edema
setelah umur kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. Gejala ini dapat
timbul sebelum umur kehamilan 20 minggu pada penyakit trofoblas. (Sujiyatini,
2009).
Preeklamsia dapat dideskripsikan sebagai kondisi yang tidak dapat diprediksi
dan progresif serta berpotensi mengakibatkan disfungsi dan gagal multi organ yang
dapat mengganggu kesehatan ibu dan berdampak negative pada lingkungan janin.
(Boyle M, 2007)
Pre-eklampsia Berat ditandai satu atau lebih dari ciri berikut ini
1. Tekanan darah lebih dari 160 mmHg sistolik atau lebih dari sama dengan 110
mmHg diastolik pada dua kesempatan setidaknya 6 jam terpisah sementara pasien
tirah baring
2. Proteinuria 5 gram atau lebih tinggi dalam spesimen urin 24 jam atau +3 atau
lebih pada dua sampel urin secara acak dikumpulkan setidaknya 4 jam terpisah
3. Oliguria kurang dari 500 mL dalam 24 jam
4. Cerebral atau visual gangguan
5. Edema paru atau sianosis
6. Epigastrium atau kuadran kanan atas-nyeri
7. Gangguan fungsi hati
8. Trombositopenia
9. Pertumbuhan janin pembatasan (David A Miller, 2010)
Preeklampsia Berat ditandai dengan tekanan darah sistol/diastol lebih dari
sama dengan 160/110 mmHg, protein urin lebih dari sama dengan +3, sakit kepala,
gangguan penglihatan, nyeri epigastrium. Oliguri, trombositopenia, dan edema paru
(Cunningham, 2010).

Tanda dan gejala preeklampsia berat adalah tekanan diastol > 110 mmHg,
terjadi pada kehamilan > 20 minggu, proteinurin >+3, hiperrefleksia, nyeri kepala,
penglihatan kabur, oliguri, ngeri abdomen atas, dan edema paru (Saifuddin, 2010).

Jadi, pre eklamsia berat adalah suatu kondisi yang spesifik pada kehamilan
yang ditandai dengan timbulnya hipertensi ≥ 160/110 mmHg disertai proteinuria > 5
gr/24 jam atau oedem yang terjadi pada kehamilan 20 minggu atau lebih.

B. Etiologi
Tulisan-tulisan yang menggambarkan eklampsia telah ditelusuri sejauh 2200
SM (Lindheimer dan rekan, 2009). Dan dari semua mekanisme yang telah diusulkan
untuk menjelaskan penyebabnya. Tidak satupun bisa dikatakan menjadi
"penyebab". Munculnya preeklamsia menjadi puncak dari faktor-faktor yang
kemungkinan melibatkan sejumlah faktor ibu, plasenta, dan janin. Di bawah ini
merupakan beberapa hal yang dapat membantu menegakkan preeklampsia meliputi:
1. Implantasi plasenta dengan invasi trofoblas abnormal dari pembuluh rahim
2. Imunologi maladaptif antara jaringan ibu, plasenta, dan janin
3. Maternal maladaptation, perubahan kardiovaskular atau inflamasi dari kehamilan
normal
4. Faktor genetik termasuk gen predisposisi diwariskan serta pengaruh epigenetik

C. Diagnosa
Diagnosa preeklamsia berat dapat ditegakkan jika menemukan satu atau lebih
tanda dan gejala sebagai berikut:
1. Tekanan darah sistolik ≥ 160 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 110 mmHg.
Tekanan darah tidak akan menurun meskipun ibu sudah dirawat di RS dan
sudah menjalani tirah baring.
2. Proteinuria > 5 g / 24 jam atau +3 dalam pemeriksaan kualitatif.
3. Oliguria, yaitu produksi urin < 500 cc / 24 jam.
4. Kenaikan kadar kreatinin plasma.
5. Gangguan visus dan serebral: penurunan kesadaran, nyeri kepala, skotoma dan
pandangan kabur.
6. Nyeri epigastrium atau nyeri pada kuadran kanan atas abdomen (akibat
teregangnya kapsula Glisson).
7. Edema paru-paru dan sianosis.
8. Hemolisis mikroangiopatik.
9. Trombositopenia < 100.000 sel/mm3 atau penurunan trombosit dengan cepat.
10. Gangguan fungsi hepar (kerusakan hepatoselular): peningkatan kadar alanin dan
aspirate aminotransferase.
11. Pertumbuhan janin intra uterin terhambat.
12. Sindrom HELLP.
Pemeriksaan tambahan yang diperlukan untuk penegakan diagnosa adalah:
1. Darah rutin (Eritrosit, leukosit, trombosis, Hb, Ht, LED)
2. Fungsi hati (SGOT/SGPT, bilirubin, protein serum, aspartat aminotransferase
3. Fungsi Ginjal (Ureum dan kreatinin)
4. Rontgen atau CT scan otak untuk mengetahui sudah terdapat edema atau tidak

D. Penatalaksanaan
Berdasarkan William Obstetrics, Ditinjau dari umur kehamilan dan
perkembangan gejala – gejala preeclampsia berat selama perawatan, maka sikap
terhadap kehamilannya dibagi menjadi:
1. Aktif (Aggressive management) yang berarti kehamilan segera diakhiri atau
diterminasi bersamaan dengan pemberian pengobatan medikamentosa.
Indikasi perawatan aktif ialah:
a. Ibu
1) Umur kehamilan ≥ 37 minggu. Lockwood dan Paidas mengambil batasan >
37 minggu untuk PER dan ≥ 37 minggu untuk PEB.
2) Adanya tanda dan gejala Impending Eclampsia
3) Kegagalan terapi pada perawatan konservatif yaitu keadaan klinik dan
laboratorik memburuk
4) Diduga terjadi solusio plasenta
5) Timbul onset persalinan, ketuban pecah atau perdarahan.s
b. Janin
1) Adanya tanda – tanda fetal distress
2) Adanya tanda – tanda Intra Uterine Growth retriction (IUGR)
3) NST non reaktif dengan profil biofisik abnormal
4) Terjadinya oligohidramnion
2. Konservatif (expectative management) yang berarti kehamilan tetap
dipertahankan bersamaan dengan pemberian pengobatan medikamentosa.
Indikasi perawatan konservatif adalah bila kehamilan preterm ≤ 37 minggu
tanpa disertai Impending eclampsia dengan keadaan janin baik.
Pengobatan yang diberikan sama dengan medikamentosa pada pengelolaan aktif.
Selama perawatan konservatif, sikap terhadap kehamilannya ialah hanya observasi
dan evaluasi, sama seperti pengelolaan aktif namun kehamilan tidak diterminasi.
Magnesium Sulfat dihentikan bila ibu sudah mencapai tanda – tanda preeclampsia
ringan (PER), selambat – lambatnya dalam waktu 24 jam. Bila setelah 24 jam
tidak ada perbaikan, keadaan ini dianggap sebagai kegagalan pengobatan
medikamentosa dan kehamilan harus di terminasi. Klien dapat dipulangkan bila
penderita kembali ke gejala – gejala PER.
a. Penyulit Ibu
1) System saraf pusat
Perdarahan intracranial, thrombosis vena, hipertensi ensefalopati, edema
selebri, edema retina, macular atau retina detachment dan kebutaan korteks.
2) Gastrointestinal-hepatik : subskapular hematoma hepar, rupture kapsula
hepar.
3) Ginjal: gagal ginjal akut, nekrosis tubular akut.
4) Hematologic: DIC, trombositopenia dan hematoma luka operasi.
5) Kardiopulmonar: edema paru kardiogenik atau nonkardiogenik, depresi
atau arrest pernafasan, kardiak arrest, iskemia miokardium.
6) Lain – lain: asites, edema laring, hipertensi yang tidak terkendali.
b. Penyulit Janin
Intrauterine fetal growth retriction (IUGR), solusio plasenta, prematuritas,
sindroma distress napas, intra uterine fetal death (IUFD), kematian neonatal
akibat perdarahan intraventrikular, necrotizing enterocolitis, sepsis, cerebral
palsy, dll.
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS PATOLOGIS DENGAN PEB

NY M UMUR 25 TAHUN P1 A0 H1

DI RSUD H. ABDUL MANAP

Hari/ tanggal : Senin, 30-3-2015

Jam :14.30 WIB

I. DATA SUBJEKTIF
1. Identitas /Biodata
Nama Istri : Ny. M Nama Suami : Tn. R
Umur : 25 tahun Umur : 32 tahun
Pendidikan : SMP Pendidikan : SMP
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Buruh
Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia
Agama : Islam Agama : Islam
Alamat : Rt. 23 Thehok Alamat : Rt. 23 Thehok

2. Alasan Datang
Ibu mengatakan melahirkan 2 hari yang lalu
Keluhan utama
Ibu mengatakan kepalanya pusing.

3. Riwayat Menstruasi
a. Menarche : 12 tahun e. Banyak : 2 x ganti pembalut
b. Siklus : 28 hari f. Warna : Merah
c. Lama : 7 hari g. Keluhan : Tidak ada
d. Teratur/tidak : Teratur

4. Riwayat penyakit
a. Riwayat penyakit yang keluarga
Ibu mengatakan tidak ada keluarganya yang menderita penyakit hipertensi.
b. Riwayat penyakit terdahulu
Ibu mengatakan tidak ada menderita penyakit hipertensi
c. Riwayat penyakit sekarang
Ibu mengatakan tidak ada menderita penyakit hipertensi
d. Riwayat alergi
 Jenis makanan : ibu mengatakan tidak alergi makanan
 Obat-obatan : ibu mengatakan tidak alergi obat
e. Riwayat transfusi darah : ibu mengatakan tidak pernah transfusi darah
f. Riwayat operasi : Ibu mengatakan belum pernah dioperasi sebelumnya

5. Riwayat kehamilan, persalinan, dan nifas yang lalu


Anak Persalinan Bayi Nifas
Umur
Ke Usia Jenis Penolong Tempat BB/PB/JK Keadaan Laktasi Keadaan
H A M I L I N I

6. Riwayat persalinan terakhir


a. Tempat persalinan : RSUD H. Abdul Manap
b. Ditolong oleh : Bidan
c. Jenis persalinan : Spontan
d. Lama persalinan : 12 jam 30 menit
e. Komplikasi : PEB
f. Plasenta
 Lahir spontan : Ya
 Keluhan : Tidak ada
g. Perineum
 Episiotomi : tidak ada
 Anastesi : Ada
 Robekan : Ada, Derajat II
 Tindakan lain : tidak ada
 Infus : RL
 Transfusi darah : tidak ada
7. Riwayat post partum
a. Ambulasi : dilakukan, ibu sudah dapat berjalan.
b. Pola makan : 3x/hari
c. Pola tidur : ± 6-8 jam/hari
d. Pola eliminasi
 BAK : 2-3 x/hari
 BAB : 1 x/hari
e. Pengalaman menyusui : Baik
f. Pengalaman waktu melahirkan : Baik
g. Pendapat ibu tentang bayinya : Baik
h. Lokasi ketidaknyamanan : Perineum

8. Riwayat psikososial
a. Kelahiran ini : diinginkan
b. Penerimaan ibu terhadap kelahiran bayi : baik
c. Penerimaan keluarga terhadap kelahiran bayi : baik
d. Tinggal serumah dengan : suami
e. Orang terdekat ibu : suami
9. Pengetahuan ibu tentang masa nifas dan perawatan bayi
Baik

II. DATA OBJEKTIF


1. Pemeriksaan umum
a. Keadaan umum : Baik
b. Kesadaran : Composmentis
c. Keadaan emosional : Stabil
d. Tanda-tanda vital
 Tanda vital : 150/90 mmHg
 Nadi : 82 kali/menit
 Suhu : 36,8oC
 Pernapasan : 20 kali/menit
2. Pemeriksaan fisik
a. Kepala
 Rambut : bersih , rontok (-), ketombe (-)
 Muka : Oval (+), odema (-)
 Mata : Anemis (-), ikterik (-)
 Mulut : Bersih, Sariawan (-),
 Gigi : Bersih, Karies (-)
 Hidung : Bersih, polip (-)
 Telinga : Simetris, serumen (-)
b. Leher : pembesaran kelenjar tiroid dan limfe (-)
c. Punggung dan pinggang : nyeri tekan (-), kelainan (-)
d. Dada : simetris, retraksi dinding dada (-)
e. Payudara
 Bentuk : Simetris
 Benjolan : Tidak ada
 Putting susu : Menonjol
 Pengeluaran : ASI
 Keluhan : tidak ada
f. Abdomen
 Bekas luka : Tidak ada
 TFU : 3 jari dibawah pusat
 Kontraksi : baik
 Kandung kemih : kosong
g. Genetalia
 Lochea : Rubra
 Vulva dan vagina : oedema (-), verices (-)
 Perineum : Laserasi derajat II
 Anus : Hemmoroid (-)
h. Ektermitas
 Atas : oedema (+)
 Bawah : oedema (+)
3. Pemeriksaan penunjang
a. Hb : 11,8 g/dl
b. Protein urin : +++
c. Glukosa urine : Negatif
d. Golongan darah : tidak dikaji
e. Lain-lain : tidak dikaji

III. ASSESMENT
1. Diagonsa Kebidanan
Ny. M, usia 25 tahun, P1A0H1, 2 hari post partum dengan PEB
Data dasar
 Subjektif
Ibu mengatakan bernama Ny. M, umur 25 tahun, melahirkan
pertamanya 2 hari yang lalu, ibu mengatakan pusing.
 Objektif
KU : baik Rr : 20 x/m
Kesadaran : composmentis S : 36,80C
TD : 150/90 mmhg PPV : lochea rubra
N : 82 x/m
2. Masalah
Ibu mengatakan masih pusing
3. Identifikasi masalah/ diagonsa potensial & antisipasi
Potensial eklamsia
4. Identifikasi kebutuhan tindakan segera
Tidak ada

IV. PLANNING
1. Lakukan informend consent
2. Observasi keadaan umum ibu, vital sign, TFU, dan pengeluaran pervaginam serta
sampaikan hasil observasi.
3. Anjurkan ibu untuk memenuhi asupan nutrisinya dan diet rendah garam serta
menghindari makanan yang berlemak dan mengandung kolesterol
4. Anjurkan ibu untuk istirahat yang cukup
5. Anjurkan ibu untuk menjaga kebersihan daerah genetalia
6. Beritahu ibu cara menyusui yang benar
7. Kolaborasi dengan dr. SpOG untuk pemberian terapi
8. Lakukan pendokumentasian

V. IMPLEMENTASI
1. Melakukan informend consent kepada ibu mengenai tindakan yang akan
dilakukan
2. Melakukan observasi keadaan umum ibu, vital sigh, TFU, dan pengeluaran
pervaginam serta menyampaikan hasil observasi kepada ibu, yaitu keadaan ibu
baik, TD : 150/90 mmHg, N : 82 x/m, Rr : 20 x/m, S : 36,80C, TFU 3 jari
dibawah pusat, lochea rubra.
3. Menganjurkan ibu untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya seperti mengkonsumsi
makanan yang mengandung karbohidrat (nasi, roti, dll), protein (tempe, telur,
daging, ikan, dll), sayur-sayuran (bayam, katu, kangkung, dll), dan buah-buahan
serta melakukan diet rendah garam seperti tidak mengkonsumsi telur asin atau
makanan yang mengandung garam tinggi serta menghindari makanan yang
berlemak, seperti kari dan makanan yang dapat menyebabkan kolesterol
4. Menganjurkan ibu untuk istirahat, minimal tidur 8 jam sehari untuk memulihkan
kondisi ibu.
5. Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan daerah genetalia dengan mandi 2
kali sehari, mengganti pembalut setelah BAK, BAB atau jika pembalut sudah
penuh, dan membasuh vagina dengan air bersih dari arah depan kebelakang dan
mengeringkan setelah BAK atau BAB.
6. Beritahu ibu cara menyusui yang benar, yaitu :
a. Perah sedikit kolostrum atau ASI dan oleskan pada daerah puting dan
sekitarnya.
b. Ibu duduk atau tiduran / berbaring dengan santai.
c. Bayi diletakkan menghadap ke ibu dengan posisi:
1. Perut bayi menempel keperut ibu.
2. Dagu bayi menempel ke payudara.
3. Telinga dan lengan bayi berada dalam satu garis lurus.
4. Mulut bayi terbuka lebar menutupi daerah gelap sekitar putting susu.
d. Cara agar mulut bayi terbuka adalah dengan menyentuhkan puting susu pada
bibir atau pipi bayi.
e. Setelah mulut bayi terbuka lebar, segera masukkan puting dan sebagian besar
lingkaran/daerah gelap sekitar puting susu ke dalam mulut bayi.
f. Berikan ASI dari satu payudara sampai kosong sebelum pindah ke payudara
lainnya
g. Pemberian ASI berikutnya mulai dari payudara yang belum kosong tadi.
7. Berkolaborasi dengan dr. SpOG untuk pemberian terapi, yaitu :
a. Cipro 2 x 1
b. Nifedipin 1 x 10 mg
c. Asam mefenamad 3 x 1
8. Melakukan pendokumentasian asuhan yang telah dilakukan

VI. EVALUASI
1. Informend consent telah dilakukan, ibu setuju atas tindakan yang akan dilakukan
2. Observasi telah dilakukan, ibu mengerti dengan keadaannya.
3. Ibu mengerti dan bersedia memenuhi kebutuhan nutrisinya dan mengkonsumsi
makanan bergizi, serta diet rendah garam serta menghindari makanan yang
berlemak dan mengandung kolesterol.
4. Ibu bersedia untuk beristirahat yang cukup.
5. Ibu bersedia untuk menjaga kebersihan diri.
6. Ibu mengerti cara menyusui yang benar.
7. Kolaborasi dan pemberian terapi telah dilakukan.
8. Pendokumentasian telah dilakukan.
Hari/Tanggal Asuhan Kebidanan
28 Maret 2015 S : Ibu mengatakan baru melahirkan
D/P O : k/u : sedang, IVFD (+), Kateter (+)
A : P1A0H1 PP spontan dengan PEB
P : 1. Lakukan observasi TTV
Observasi telah dilakukan. TD : 150/100 mmHg, N : 84 x/m,
S : 360C, Rr : 22 x/m
2. Beritahu ibu untuk mobilisasi secara bertahap
Mobilisasi bertahap telah dilakukan
3. Beritahu ibu untuk makan-makanan bergizi
Ibu bersedia makan-makanan bergizi
4. Beritahu ibu untuk personal hygiene
Ibu sudah melakukan personal hygiene
5. Berikan terapi sesuai advise dokter
Terapi telah diberikan
28 Maret 2015 S : Ibu mengatakan pusing
D/S O : k/u : sedang, IVFD (+), Kateter (+)
A : P1A0H1 PP spontan dengan PEB
P : 1. Lakukan observasi TTV
Observasi telah dilakukan. TD : 150/100 mmHg, N : 84 x/m,
S : 36,20C, Rr : 22 x/m
2. Beritahu ibu untuk mobilisasi secara bertahap
Mobilisasi bertahap telah dilakukan
3. Beritahu ibu untuk makan-makanan bergizi
Ibu bersedia makan-makanan bergizi
4. Beritahu ibu untuk personal hygiene
Ibu sudah melakukan personal hygiene
5. Berikan terapi sesuai advise dokter
Terapi telah diberikan
28 Maret 2015 S : Ibu mengatakan masih pusing
D/M O : k/u : sedang, IVFD (+), Kateter (+)
A : P1A0H1 PP spontan dengan PEB
P : 1. Lakukan observasi TTV
Observasi telah dilakukan. TD : 140/100 mmHg, N : 84 x/m,
S : 36,20C, Rr : 21 x/m
2. Beritahu ibu untuk mobilisasi secara bertahap
Mobilisasi bertahap telah dilakukan
3. Beritahu ibu untuk makan-makanan bergizi
Ibu bersedia makan-makanan bergizi
4. Beritahu ibu untuk personal hygiene
Ibu sudah melakukan personal hygiene
5. Berikan terapi sesuai advise dokter
Terapi telah diberikan
29 Maret 2015 S : Ibu mengatakan sudah baikan
D/P O : k/u : sedang, IVFD (+), Kateter (+)
A : P1A0H1 PP spontan dengan PEB
P : 1. Lakukan observasi TTV
Observasi telah dilakukan. TD : 120/80 mmHg, N : 84 x/m,
S : 370C, Rr : 22 x/m
2. Beritahu ibu untuk mobilisasi secara bertahap
Mobilisasi bertahap telah dilakukan
3. Beritahu ibu untuk makan-makanan bergizi
Ibu bersedia makan-makanan bergizi
4. Beritahu ibu untuk personal hygiene
Ibu sudah melakukan personal hygiene
5. Berikan terapi sesuai advise dokter
Terapi telah diberikan
29 Maret 2015 S : Ibu mengatakan sudah mendingan
D/S O : k/u : sedang, IVFD (+), Kateter (+)
A : P1A0H1 PP spontan dengan PEB
P : 1. Lakukan observasi TTV
Observasi telah dilakukan. TD : 130/80 mmHg, N : 82 x/m,
S : 36,60C, Rr : 22 x/m
2. Beritahu ibu untuk mobilisasi secara bertahap
Mobilisasi bertahap telah dilakukan
3. Beritahu ibu untuk makan-makanan bergizi
Ibu bersedia makan-makanan bergizi
4. Beritahu ibu untuk personal hygiene
Ibu sudah melakukan personal hygiene
5. Berikan terapi sesuai advise dokter
Terapi telah diberikan
29 Maret 2015 S : Ibu mengatakan sudah enakan
D/M O : k/u : sedang, IVFD (+), Kateter (+)
A : P1A0H1 PP spontan dengan PEB
P : 1. Lakukan observasi TTV
Observasi telah dilakukan. TD : 120/70 mmHg, N : 81 x/m,
S : 36,90C, Rr : 20 x/m
2. Beritahu ibu untuk mobilisasi secara bertahap
Mobilisasi bertahap telah dilakukan
3. Beritahu ibu untuk makan-makanan bergizi
Ibu bersedia makan-makanan bergizi
4. Beritahu ibu untuk personal hygiene
Ibu sudah melakukan personal hygiene
5. Berikan terapi sesuai advise dokter
Terapi telah diberikan
30 Maret 2015 S : Ibu mengatakan sudah enakan
D/P O : k/u : sedang, aff IVFD, aff Kateter
A : P1A0H1 PP spontan dengan PEB
P : 1. Lakukan observasi TTV
Observasi telah dilakukan. TD : 120/80 mmHg, N : 82 x/m,
S : 36,80C, Rr : 20 x/m
2. Beritahu ibu untuk mobilisasi secara bertahap
Mobilisasi bertahap telah dilakukan
3. Beritahu ibu untuk makan-makanan bergizi
Ibu bersedia makan-makanan bergizi
4. Beritahu ibu untuk personal hygiene
Ibu sudah melakukan personal hygiene
5. Berikan terapi sesuai advise dokter
Terapi telah diberikan
30 Maret 2015 S : Ibu mengatakan sudah enakan
D/S O : k/u : sedang
A : P1A0H1 PP spontan dengan PEB
P : 1. Lakukan observasi TTV
Observasi telah dilakukan. TD : 120/80 mmHg, N : 80 x/m,
S : 370C, Rr : 20 x/m
2. Beritahu ibu untuk mobilisasi secara bertahap
Mobilisasi bertahap telah dilakukan
3. Beritahu ibu untuk makan-makanan bergizi
Ibu bersedia makan-makanan bergizi
4. Beritahu ibu untuk personal hygiene
Ibu sudah melakukan personal hygiene
5. Berikan terapi sesuai advise dokter
Terapi telah diberikan
30 Maret 2015 S : Ibu mengatakan sudah enakan
D/M O : k/u : baik
A : P1A0H1 PP spontan dengan PEB
P : 1. Lakukan observasi TTV
Observasi telah dilakukan. TD : 130/90 mmHg, N : 82 x/m,
S : 36,80C, Rr : 21 x/m
2. Beritahu ibu untuk mobilisasi secara bertahap
Mobilisasi bertahap telah dilakukan
3. Beritahu ibu untuk makan-makanan bergizi
Ibu bersedia makan-makanan bergizi
4. Beritahu ibu untuk personal hygiene
Ibu sudah melakukan personal hygiene
5. Berikan terapi sesuai advise dokter
Terapi telah diberikan
31 Maret 2015 OS PULANG
D/P
DAFTAR PUSTAKA

Saifudin A B., 2010. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.
Jakarta :Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Sarwono Prawirohardjo. 2010. Ilmu Kebidanan. Jakarta, Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo