You are on page 1of 15

• HAMMER MILLS

– Prinsip seperti pemecahan menggunakan palu

c. Multi mill

Multi mill bekerja dengan impact. Sama seperti hammer mill impact dilakukan
cara menghantam bahan dengan padatan, yang biasanya berupa besi, sehingga
momentum yang terdapat pada pergerakan besi tersebut dapat memecah ikatan
antara padatan bahan. Perbedaan hammer mill dengan multi mill terletak pada
besi yang digunakan untuk menghantam bahan. Pada multi mill besi yang
digunakan mempunyai dua sisi, salah satu sisi berujung runcing dan satu sisi
berujung tumpul. Putaran alat pun dapat dirubah-rubah sesuai dengan ujung besi
yang mana yang akan digunakan. Dengan alat seperti ini maka dapat digunakan
untuk berbagai jenis bahan sehingga disebut multi mill.

Multi mill dapat digunakan untuk berbagai macam bahan. Pada industri multi mill
ini digunakan dalam aplikasi penepungan basah dan kering, serta pembubukan.
Industri yang sering menggunakan alat ini adalah industri farmasi, kimia,
kosmetik, keramik, indsutri serta industri pangan. Multi mill juga ditemukan pada
pembuatan pestisida, pupuk, detergen, insektisida, plastik, dan industri resin.

Gambar Multi Mill

d. Attrition mills

o Terdiri atas dua plat kasar yang saling berhadapan, satu diam dan satunya lagi
berputar.

o Material diumpankan ke ruang diantara kedua plat, dan diperkecil melalui


pemecahan dan penggeseran.

o Jika material diumpankan secara pelan, maka pengecilan terjadi utama sekali
akibat geseran

o Jika diumpankan dengan cepat maka pengecilan lebih diakibatkan oleh


pemecahan
o Jika terjadi pengumpanan berlebih maka efektivitas alat menurun dan timbul
panas berlebih

o Kecepatan operasi biasanya dibawah 1200 RPM

o Kehalusan output dikendalikan oleh jenis plat dan spacing

Attrition Mills,prinsip seperti pekerjaan mengampelas. :

e. Jaw Crusher

o Prinsip seperti gigi geraham menghancurkan makanan

Jaw Crusher bekerja mengandalkan kekuatan motor. Melalui roda motor, poros
eksentrik digerakkan oleh sabuk segitiga dan slot wheel untuk membuat jaw plate
bergerak seirama. Oleh karena itu, material dalam rongga penghancuran yang
terdiri dari jaw plate, jaw plate yang bergerak dan side-lee board dapat
dihancurkan dan diberhentikan melalui pembukaan pemakaian.

Jaw Crusher adalah type crusher yang paling umum, dimana sistem kerjanya
memampatkan / menghimpit material hingga hancur, biasa digunakan untuk
menghancurkan batu jenis batu yang keras, seperti batu kali, batu pegunungan,
batu mineral, batu emas, batu mangan, batu besi, dsb. Unjuk kerja dari Jaw
Crusher sangat-sangat ditentukan oleh ukuran Fly wheel ( Roda Gila) nya dan
kekuatan Shaft, karena kedua komponen tersebut berperan vital. Untuk
operasional produksi penambangan Jaw Crusher ini tidak bisa berdiri sendiri,
harus didukung dengan peralatan2 yang lain.

Gambar Jaw Crusher

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Pengecilan ukuran dapat diartikan juga sebagai suatu bentuk proses penghancuran
dari pemotongan bentuk padatan menjadi bentuk yang lebih kecil oleh gaya
mekanik. Terdapat empat cara yang diterapkan pada mesin-mesin pengecilan
ukuran, yaitu (1) kompresi, pengecilan ukuran dengan tekstur yang keras; (2)
impact atau pukulan, digunakan untuk bahan padatan dengan tekstur kasar; (3)
attrition, digunakan untuk menghasilkan produk dengan tekstur halus dan; (4)
cutting, digunakan untuk menghasilkan produk dengan ukuran dan bentuk tertentu
(Mc. Cabe, et. al.,1976).

Macam-macam alat pengecil ukuran dan prinsip kerjanya antara lain :

1. Hammer Mill

Hammer mill merupakan aplikasi dari gaya pukul (impact force). Prinsip kerja
hammer mill adalah rotor dengan kecepatan tinggi akan memutar palu-palu
pemukul di sepanjang lintasannya. Bahan masuk akan terpukul oleh palu yang
berputar dan bertumbukan dengan dinding, palu atau sesama bahan. Akibatnya
akan terjadi pemecahan bahan. Proses ini berlangsung terus hingga didapatkan
bahan yang dapat lolos dari saringan di bagian bawah alat. Jadi selain gaya pukul
dapat juga terjadi sedikit gaya sobek.

2. Disc Mill

Disc mill merupakan jenis alat pengecil bahan yang dapat menghasilkan produk
dalam ukuran sedang maupun halus, seperti kedelai, jagung kentang dan lainnya.
Alat ini digunakan untuk mengupas kulit ari, pembelah dan penghancur biji
kedelai dalm keadaan kering maupun basah.

Disk mill merupakan alat yang memiliki konstruksi dan prinsip kerja yang sama
seperti dengan stone mill. Keduanya sama-sama memiliki dua piringan yang
dipasangkan pada sebuah shaft. Terdapat dua macam disk mill yaitu (1) disk mill
yang bergerak pada satu roda dan roda lainnya stasioner dan (2) disk mill dimana
kedua rodanya bergerak. Pada keadaan pertama, satu piringan terpasang permanen
(stasioner) pada badan mesin. Sedangkan pada keadaan kedua, piringan berputar
bersamaan dalam arah putaran yang berlawanan satu dengan lainnya. Bahan yang
akan diproses dimasukkan melalui bagian atas alat (corong pemasukan) yang
mempunyai penampung bahan. Selama proses, bahan akan mengalami gesekan
diantara kedua piringan sehingga ukurannya menjadi lebih kecil dan halus (AEL,
1976).

3. Multi Mill

Multi mill bekerja dengan impact. Sama seperti hammer mill impact dilakukan
cara menghantam bahan dengan padatan, yang biasanya berupa besi, sehingga
momentum yang terdapat pada pergerakan besi tersebut dapat memecah ikatan
antara padatan bahan. Perbedaan hammer mill dengan multi mill terletak pada
besi yang digunakan untuk menghantam bahan. Pada multi mill besi yang
digunakan mempunyai dua sisi, salah satu sisi berujung runcing dan satu sisi
berujung tumpul. Putaran alat pun dapat dirubah-rubah sesuai dengan ujung besi
yang mana yang akan digunakan. Dengan alat seperti ini maka dapat digunakan
untuk berbagai jenis bahan sehingga disebut multi mill.

4. Attrition Mill

Terdiri atas dua plat kasar yang saling berhadapan, satu diam dan satunya lagi
berputar. Material diumpankan ke ruang diantara kedua plat, dan diperkecil
melalui pemecahan dan penggeseran. Kehalusan output dikendalikan oleh jenis
plat dan spacing. Attrition Mills mempunyai prinsip kerja seperti pekerjaan
mengampelas.

5. Jaw crusher

Prinsip kerjanya seperti gigi geraham menghancurkan makanan. Sistem kerjanya


memampatkan / menghimpit material hingga hancur, biasa digunakan untuk
menghancurkan batu jenis batu yang keras, seperti batu kali, batu pegunungan,
batu mineral, batu emas, batu mangan, batu besi, dsb. Unjuk kerja dari Jaw
Crusher sangat-sangat ditentukan oleh ukuran Fly wheel ( Roda Gila) nya dan
kekuatan Shaft, karena kedua komponen tersebut berperan vital.

Alat pemecah sedang (Grinder)

Size reduction (pengecilan ukuran) berarti membagi suatu bahan padat menjadi
bagian-bagian yang lebih kecil dari ukuran semula, sesuai dengan kebutuhan
dengan menggunakan gaya-gaya mekanis. Umumnya tujuan dari size reduction
adalah : memungkinkan pemisahan komponen yang tak dikehendaki dengan cara
mekanik, untuk mempercepat pelarutan, mempercepat reaksi kimia, untuk
memperkecil bahan-bahan berserat agar udah penaganannya, mempertinggi
kemampuan penyerapan,mempercepat transportasi, dan mempermudah proses
lanjut.

Di dalam industri pengolahan, zat padat itu diperkecil dengan berbagai cara sesuai
dengan tujuannya masing-masing. Bongkahan-bongkahan biji menth dihancurkan
supaya lebih mudah diolah pada tahap selanjutnya. Seperti bahan kimia sintetik
digiling mejadi tepung dengan cara grinder.

Ada berbagai macam alat pemecah sedang (grinder),diantaranya adalah ball


mill,dan attrition mill.

I. PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Alat dan mesin pertanian diproduksi dengan tujuan untuk meningkatkan
kemampuan kerja dan mutu hasil olahannya sehingga dapat meningkatkan nilai
tambah dari komoditas hasil pertanian tersebut. Salah satu usaha yang dapat
dilakukan untuk meningkatkan hasil pertanian adalah dengan cara meningkatkan
efisiensi penanganan pascapanen. Secara ekonomis penggunaan mesin pengecil
ukuran lebih mudah dilakukan dan lebih murah jika dilakukan secara manual.
Selain itu, operasi pengecilan ukuran merupakan salah satu perlakuan
pendahuluan yang dapat mempermudah proses-proses selanjutnya.

Pengecilan ukuran merupakan salah satu proses dalam industri pengolahan bahan
pertanian. Proses ini bisa merupakan proses utama maupun operasi pembantu
dalam suatu industri. Pengecilan ukuran dapat dilakukan dengan berbagai
peralatan industri. Setiap alat ini mempunyai cara kerja masing-masing dan
menghasilkan produk dengan ukuran tertentu.

Peralatan pengecil ukuran dapat dikelompokkan menjadi mesin penghancur,


mesin penggiling, mesin penggiling sangat halus, dan mesin pemotong. Prinsip
kerja masing-masing alat di atas berbeda-beda. Aksi utama dari mesin penghancur
adalah kompresi. Mesin penggiling menerapkan pukulan dan gilingan serta
kadang-kadang dikombinasikan dengan kompresi. Mesin penggiling sangat halus
bekerja dengan menerapkan prinsip gesekan. Mesin pemotong bekerja dengan
menggunakan aksi potong.

B. Tujuan

Tujuan pada praktikum ini adalah untuk mempelajari alat-alat pengecil ukuran
dan aplikasinya pada industri.

II. METODOLOGI

A. Alat dan Bahan

Peralatan yang digunakan selama praktikum adalah hammer mill, disc mill, multi
mill, neraca massa, dan loyang. Sedangkan bahan yang digunakan adalah kacang
hijau.

B. Metodologi

Mula-mula timbang kacang hijau untuk mengetahui berat totalnya. Setelah itu
bagi kacang hijau menjadi tiga bagian dengan berat yang sama. Masing-masing
bagian kacang hijau digunakan sebagai bahan yang diolah dalam hammer mill,
disk mill, dan multi mill. Namun, karena hammer mill kehabisan solar pada
motornya, akhirnya tidak dapat digunakan. Selain itu, praktikan juga mengamati
bagian-bagian dari mesin pengecil ukuran.

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

Multi Mill

Disc Mill

Bobot awal bahan (kg)

0.330

0.330

Bobot akhir bahan (kg)

0.315

0.310

B. Pembahasan

Pengecilan ukuran adalah suatu bentuk proses penghancuran dari pemotongan


bentuk padatan menjadi bentuk yang lebih kecil oleh gaya mekanik. Terdapat
empat cara yang diterapkan pada mesin-mesin pengecilan ukuran, yaitu (1)
kompresi, pengecilan ukuran dengan tekstur yang keras; (2) impact atau pukulan,
digunakan untuk bahan padatan dengan tekstur kasar; (3) attrition, digunakan
untuk menghasilkan produk dengan tekstur halus dan; (4) cutting, digunakan
untuk menghasilkan produk dengan ukuran dan bentuk tertentu (Mc. Cabe, et.
al.,1976).

Menurut Brennan et. al. (1974), pengecilan ukuran bertujuan untuk:

1. Membantu proses ekstraksi

2. Memperkecil bahan sampai dengan ukuran tertentu untuk maksud tertentu

3. Memperbesar luas permukaan bahan untuk proses lebih lanjut

4. Membantu proses pencampuran


Menurut Henderson dan Perry (1982), pada prinsipnya pengecilan ukuran
diklasifikasikan menurut produk akhir yang dihasilkan. Yang pertama adalah
pengecilan ukuran ekstrim yaitu merubah dimensi ukuran bahan secara signifikan,
misalnya penggilingan dan penggerusan. Kedua adalah pengecilan bahan yang
menghasilkan ukuran produk yang masih berdimensi besar atau nisbah produk
akhir dengan awalnya tidak terlalu signifikan, misalnya pada proses pemotongan
dan pengempaan.

Pada praktikum kali ini, peralatan pengecilan ukuran yang dibahas adalah hammer
mill, disk mill, dan multi mill Sedangkan pada praktikum peralatan yang
digunakan hanya disk mill dan multi mill. Untuk peralatan yang lainnya hanya
dijelaskan bagian-bagiannya dan prinsip kerjanya.

1. Hammer mill

Hammer mill merupakan aplikasi dari gaya pukul (impact force). Prinsip kerja
hammer mill adalah rotor dengan kecepatan tinggi akan memutar palu-palu
pemukul di sepanjang lintasannya. Bahan masuk akan terpukul oleh palu yang
berputar dan bertumbukan dengan dinding, palu atau sesama bahan. Akibatnya
akan terjadi pemecahan bahan. Proses ini berlangsung terus hingga didapatkan
bahan yang dapat lolos dari saringan di bagian bawah alat. Jadi selain gaya pukul
dapat juga terjadi sedikit gaya sobek.

Gambar 1. Penggiling palu (hammer mill)

Penggiling palu merupakan penggiling yang serbaguna, dapat digunakan untuk


bahan kristal padat, bahan berserat dan bahan yang agak lengket. Pada skala
industri penggiling ini digunakan untuk lada dan bumbu lain, susu kering, gula
dan lain-lain (Wiratakusumah, 1992).

Menurut Mc Colly (1955), penggunaan hammer mill mempunyai beberapa


keuntungan antara lain adalah :

1. konstruksinya sederhana

2. dapat digunakan untuk menghasilkan hasil gilingan yang bermacam-macam


ukuran

3. tidak mudah rusak dengan adanya benda asing dalam bahan dan beroperasi
tanpa bahan

4. biaya operasi dan pemeliharaan lebih murah dibandingkan dengan burr mill
Sedangkan beberapa kerugian menggunakan hammer mill antara lain adalah :

1. biasanya tidak dapat menghasilkan gilingan yang seragam

2. biaya pemasangan mula-mula lebih tinggi dari pada menggunakan burr mill

3. untuk gilingan permulaan atau gilingan kasar dibutuhkan tenaga yang relatif
besar sampai batas-batas tertentu.

Gambar potongan melintang pada hammer mill adalah sebagai berikut :

Gambar 2. Potongan melintang pada hammer mill

Menurut Smith (1955), hammer mill terdiri dari atas martil/palu yang berputar
pada porosnya dan sebuah saringan yang terbuat dari plat baja. Hasil pertanian
yang akan digiling dimasukkan melalui sebuah corong pemasukan dan dipukul
oleh suatu seri plat baja. Susunan martil/palu pada hammer mill adalah sebagai
berikut :

1 . . . 5 . . . 9 . . . . 14 . . . 18

. . 3 . . . 7 . . . . 12 . . . 16 . .

. 2 . . . 6 . . . 10 . . 13 . . . 17 .

. . . 4 . . . 8 . . 11 . . . 15 . . .

Gambar 3. Susunan alat pemukul pada hammer mill

Bagian utama dari hammer mill adalah corong pemasukan, pemukul, corong
pengeluaran, motor penggerak, alat transmisi daya, rangka penunjang dan ayakan.

Corong pemasukan

Corong pemasukan terbuat dari plat esher 1.5 mm, bagian atas dari corong
pemasukan berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 350 mm x 350 mm dan
bagian bawahnya menyempit sampai 90 mm x 50 mm dengan kemiringan dinding
corong 40o.

Pemukul

Pemukul terbuat dari stainless steel. Pada bagian ini terdapat lima pasang pemukul
yang juga terbuat dari bahan stainless steel. Ukuran pemukul adalah antara 100
mm x 25 mm x 5 mm dan pada kedua sisi pemukul dibuat tajam, hal ini bertujuan
agar sisi pemukul yang satu dapat menggantikan sisi pemukul yang sudah tumpul
dengan cara membalik posisi. Pemukul dipasang dengan posisi horizontal dengan
jumlah lima pasang yang disatukan oleh empat buah poros yang terbuat dari
stainless steel dengan berdiameter 10 mm dipasang vertikal. Gambar detail
pemukul adalah sebagai berikut :

Saringan

Saringan yang digunakan pada hammer mill terbuat dari plat baja. Pada hammer
mill saringan memegang peranan penting dalam menentukan besar ukuran butir
biji-bijian, saringan dapat diganti-ganti tergantung dati besar ukuran butir hasil
gilingan yang dikehendaki.

Gambar 5. Bentuk saringan pada hammer mill

Sumber : www.ivd.uni-stuttgart.de/bilder/maier/hm_gr.jpg

Corong pengeluaran

Corong pengeluaran terbuat dari plat esher 1.5 mm yang berbentuk kerucut
terpancung pada posisi terbalik. Diameter corong adalah 550 mm dan diameter
bawahnya adalah 120 mm.

Ayakan

Alat ini berukuran 600 mm x 600 mm yang mana konstruksinya terbuat dari kayu
dengan bentuk seperti trapezium dan kostruksi penyangga terbuat dari plat siku 25
mm x 25 mm x 2.5 mm dengan ukurannya sama dengan ukuran ayakan. Posisi
ayakan ini adalah miring dengan kemiringan 10oC, ini bertujuan untuk
memudahkan gerak dari transmisi yang menggerakkan ayakan dan mempercepat
proses pengayakan.

Motor penggerak
Motor penggerak yang digunakan adalah motor listrik dengan daya dan kecepatan
putaran berturut-turut 1 hp dan 148 rpm. Motor tersebut dipasang pada dudukan
yang terbuat dari baja plat 8 mm yang berukuran 250 mm x 147 mm yang
dipasang dengan sebuah engsel. Fungsi engsel adalah jarak antara poros terhadap
motor dengan poros utama dapat diatur untuk memperoleh tegangan sabuk yang
diinginkan.

Menurut Smith (1955), tipe hammer mill dibedakan berdasarkan sifat dari gigi
penggiling yaitu gigi penggiling dapat berayun bebas pada porosnya dan gigi
penggiling tidak dapat berayun bebas pada porosnya (statis). Kedua tipe hammer
mill tersebut dalam operasinya tidak mempunyai banyak perbedaan, yang penting
diperhatikan adalah jumlah ketebalan dari gigi-gigi penggiling.

Penentuan mutu hasil giling ditentukan oleh modulus kehalusan yang menyatakan
rata-rata ukuran partikel hasil gilingan dan indeks keseragaman yang menyatakan
fraksi-fraksi kasar, sedang dan halus dari partikel hasil gilingan (Smith, 1955).

Modulus kehalusan beberapa jenis biji-bijian

Jenis biji-bijian

Hasil gilingan

Kasar

Sedang

Halus

Jagung

Kacang kedelai

Gandum

Jawawut / jelai

4.80

4.80

3.70

4.10

3.60

3.60
2.90

3.20

2.40

2.40

2.10

2.30

Angka modulus kehalusan merupakan angka hasil bagi garis tengah bahan pada
keadaan mula-mula dengan garis tengah bahan pada keadaan akhir, yang berkisar
antara 1 sampai 16.

2. Disk mill

Disc mill merupakan jenis alat pengecil bahan yang dapat menghasilkan produk
dalam ukuran sedang maupun halus, seperti kedelai, jagung kentang dan lainnya.
Alat ini digunakan untuk mengupas kulit ari, pembelah dan penghancur biji
kedelai dalm keadaan kering maupun basah.

Disk mill merupakan alat yang memiliki konstruksi dan prinsip kerja yang sama
seperti dengan stone mill. Keduanya sama-sama memiliki dua piringan yang
dipasangkan pada sebuah shaft. Terdapat dua macam disk mill yaitu (1) disk mill
yang bergerak pada satu roda dan roda lainnya stasioner dan (2) disk mill dimana
kedua rodanya bergerak. Pada keadaan pertama, satu piringan terpasang permanen
(stasioner) pada badan mesin. Sedangkan pada keadaan kedua, piringan berputar
bersamaan dalam arah putaran yang berlawanan satu dengan lainnya. Bahan yang
akan diproses dimasukkan melalui bagian atas alat (corong pemasukan) yang
mempunyai penampung bahan. Selama proses, bahan akan mengalami gesekan
diantara kedua piringan sehingga ukurannya menjadi lebih kecil dan halus (AEL,
1976). Bagian-bagian dari disc mill adalah sebagai berikut :

a. Corong pemasukan

Corong ini berfungsi untuk memasukkan biji yang akan dikupas kulit arinya dan
dihancurkan. Bagian ini dilengkapi dengan katup pemasukkan untuk mengatur
jumlah biji yang akan dikupas oleh cakram sehingga pengupasan akan berjalan
lancar.

b. Penyemprot air

Penyemprot air berfungsi untuk membantu kelancaran turun dan keluarnya biji ke
ruang pengupasan. Air akan mendorong biji agar jatuh ke ruang pengupasan. Pada
praktikum ini tidak dilakukan penyemprotan air.
c. Ruang pengupasan dan penghancuran

Ruang pengupasan berfungsi sebagai tempat mengupas dan menghancurkan


sekaligus sebagai rangka dudukan bagi landasan gesek. Ruangan ini diberi
penutup dan dibuat agak rapat agar kedelai tidak lolos keluar sebelum mengalami
pengupasan dan penghancuran.

d. Dinding penutup dan cakram

Dinding penutup dan cakram berfungsi sebagai pengupas dan penghancur biji
karena adanaya gerak putar dari cakram terhadap diniding penutup yang diam.
Biji yang terkupas dan hancur itu merupakan akibat dari efek atrisi dan kompresi
dari cakram.

e. Poros penggerak

Poros penggerak berfungsi untuk memutar silinder pengupas yang digerakkan


oleh motor listrik dengan menggunakan puli dan belt sebagai penyalur daya. Pada
poros penggerak terdapat pengunci untuk mengatur jarak antar cakram. Semakin
kecil jarak antar cakram maka ukuran hasil pengolahan akan semakin halus.

f. Corong pengeluaran

Corong pengeluaran berfungsi untuk mengeluarkan biji yang telah dikupas dan
dihancurkan yang terletak di bagian bawah silinder pengupas. Biji yang akan
pecah dan keluar dari corong ini masih bercampur dengan kulit arinya.

Gambar 2. Disc Mill

Biji kacang hijau dimasukkan ke dalam disc mill dan mengalami proses
pengecilan ukuran. Pengecilan ukuran ini terjadi pada saat bahan masuk diantara
dinding dan cakram yang jaraknya diatur terlebih dahulu sesuai dengan ukuran
yang diinginkan dan bahan juga mengalami penggerusan pada dinding granding
plate yang permukaanya kasar sehingga dihasilkan biji kacang hijau yang halus.
Setelah mengalami dua kali penggerusan maka dimensi dari biji kacang hijau pun
berubah menjadi lebih kecil dari dimensi awalnya.

Pada praktikum ini bahan berupa biji kacang hijau dimasukkan sebanyak 330
gram dihancurkan dengan menggunakan Disc Mill sehingga diperoleh biji kacang
hijau yang ukurannya lebih kecil sebanyak 310 gram. Pada saat pengecilan ukuran
dan penggerusan terjadi loss (kehilangan bahan). pada praktikum ini rendemen
yang diohasilkan adalah 90,61% dan loss kacang hijau sebesar 20 gram (9,39%).
Loss umumnya terjadi pada saat pengeluaran bahan, proses pengayakan, dan
adanya kacang hijau yang masih melekat pada alat penghancur. Adanya loss ini
menyebabkan berat akhir menjadi sedikit.

3. Multi mill

Multi mill bekerja dengan impact. Sama seperti hammer mill impact dilakukan
cara menghantam bahan dengan padatan, yang biasanya berupa besi, sehingga
momentum yang terdapat pada pergerakan besi tersebut dapat memecah ikatan
antara padatan bahan. Perbedaan hammer mill dengan multi mill terletak pada
besi yang digunakan untuk menghantam bahan. Pada multi mill besi yang
digunakan mempunyai dua sisi, salah satu sisi berujung runcing dan satu sisi
berujung tumpul. Putaran alat pun dapat dirubah-rubah sesuai dengan ujung besi
yang mana yang akan digunakan. Dengan alat seperti ini maka dapat digunakan
untuk berbagai jenis bahan sehingga disebut multi mill.

Gambar multi mill

Pada pengamatan didapatkan bahwa pada alat tersebut terdapat suatu rotor yang
terdapat potongan besi yang memiliki dua ujung, lancip dan tumpul. Besi yang
digunakan berbeda dengan hammer mill dimana hammer mill arah putaran
vertikal sedangkan pada multi mill arah putaran horizontal sehingga bahan
dihancurkan beberapa kali karena rotor sendiri terdiri dari beberapa lapis batangan
besi. Berikutnya dengan gaya sentrifugal hasil putaran rotor maka bahan didorong
menuju dinding yang telah dilengkapi saringan agar hasil yang keluar seragam.

Multi mill dapat digunakan untuk berbagai macam bahan. Pada industri multi mill
ini digunakan dalam aplikasi penepungan basah dan kering, serta pembubukan.
Industri yang sering menggunakan alat ini adalah industri farmasi, kimia,
kosmetik, keramik, indsutri serta industri pangan. Multi mill juga ditemukan pada
pembuatan pestisida, pupuk, detergen, insektisida, plastik, dan industri resin.

Spesifikasi alat yang didapat dari penyedia alat adalah sebagai berikut

Technical Specifications :

Output

50 - 200 kg / hr depending on product & reduction

Motor

3hp / tefc / 1440 rpm / 440v / 50 hz / 3 ph / AC

Perforated Screen Hole Dia


0.25 ,0.5,1,1.5,2,3,4,5,6,7,8,10,15,20,25 mm

Ukuran mesh

4,6,8,10,12,14,16,20,24,30,40,50,60,80,100 mm

Diameter rotor

250 mm

Kecepatan Putar

750 / 1500 /2000 / 3000 rpm

Pemukul

12 nos with knife, impact edges & 2 scrapper blades

Dimension saringan

260 mm dia x 135 height

tinggi Charging

1445 mm

Discharging Height

730 mm

Dimensi total

870 x 965 x 1630 ( h ) mm

Pada pengamatan saat praktikum multi mill dipraktikkan untuk menghancurkan


kacang hijau sebanyak 330 gram. Begitu dimasukkan multi mill bersuara keras
yang menunjukkan bahan tersebut sedang diproses. Hampir seketika itu juga
keluar bubuk kacang hijau dari multi mill. Sebagian besar bubuk mampu
tertampung di wadah, namun ada beberapa bubuk yang bertebangan yang
mengakibatkan loss pada hasil akhir.

Berat tepung yang dihasillkan adalah 315 gram, sehingga terdapat loss sebanyak
15 gram. Rendemen yang dihasilkan adalah 95,45%, sedangkan lossnya sebesar
4,55%.
Prinsip kerja alat ini adalah material akan di perhalus akibat tumbukan antara
batang penggiling yang berada dalam shell silinder ynag berputar pada sumbu
putar horizontal

· Attrition mill

Attrition mill mempunyai piring-piring yang biasanya terbuat dari baja.


piring-piring (circular disc) tersebut berputar. sumbu piring biasanya horizontal
tapi terkadang vertikal. Bahan yang digunakan biasanya partikel-partikel solid
yang lunak.

Prinsip kerjanya adalah umpan masuk melalui bukaan pada pusat piring
(circular disc), umpan akan mengalami gesekan diantara alur permukaan datar
piring tersebut setelah lebih halus maka umpan akan keluar yang sebelumya
melewati ayakan