You are on page 1of 4

See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.

net/publication/324686337

Faktor Risiko Petani Sayuran terhadap Infestasi Soil-Transmitted Helminths

Article · April 2018

CITATION READS

1 470

2 authors:

Fatihah dewi Yudha Nurdian


Universitas Jember Universitas Jember
7 PUBLICATIONS   3 CITATIONS    672 PUBLICATIONS   561 CITATIONS   

SEE PROFILE SEE PROFILE

Some of the authors of this publication are also working on these related projects:

Direct and Indirect Affection of The Central Nervous System by Fascioliasis View project

Neuropathy in Visceral Leishmaniasis View project

All content following this page was uploaded by Fatihah dewi on 22 April 2018.

The user has requested enhancement of the downloaded file.


Faktor Risiko Petani Sayuran terhadap Infestasi Soil-Transmitted
Helminths
Fatihah Mardiana Kartika Dewi1 and Yudha Nurdian2

Medical student, Faculty of Medicine, University of Jember, Indonesia


Faculty of Medicine, University of Jember, Indonesia
Corresponding author: Fatihah Mardiana Kartika Dewi, fatihah.dewi2@gmail.com
152010101105@students.unej.ac.id

Abstrak
Latar belakang
Soil-Transmitted Helminth (STH) adalah salah satu golongan cacing usus (Nematoda
Usus) dalam siklus hidupnya membutuhkan media tanah untuk tumbuh kembang menjadi
bentuk infektif yang dapat menginfestasi ke manusia. Golongan STH yang tempat
bermanifestasinya di usus manusia adalah Ascaris lumbricoides, Hookworm (Necator
americanus dan Ancylostoma duodenale), Trichuris trichiura. Salah satu contoh kasus, di
Kabupaten Kubu Raya, prevalensi akibat infestasi cacing dari 2013 hingga 2015 terus
mengalami peningkatan. Pada tahun 2013 prevalensi infestasi cacing sebesar 107 kasus,
meningkat pada tahun 2014 sebesar 110 kasus dan kembali meningkat pada tahun 2015
sebesar 140 kasus. Dampak yang ditimbulkan akibat infestasi cacing berupa terganggunya
pemasukan (intake), pencernaan (digestif), penyerapan (absorbsi), dan metabolism makanan.
Karena kelainan yang ditimbulkan maka zat gizi (kalori dan protein) dan darah berkurang.
Hal ini menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan fisik terganggu yang berakibat
kecerdasan dan daya tahan tubuh menurun.
Berdasarkan hasil uji laboratorium, menyatakan bahwa kejadian infestasi STH pada
50 sampel petani sayur di Desa Lingga Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu
Raya, sejumlah 33 orang (66%) responden yang terinfestasi STH. Pekerja yang lebih
sering berkontak langung dengan tanah akan berisiko tinggi terkena infestasi cacing karena
kandungan dalam tanah tersebut mengandung telur cacing. Kondisi tanah yang sesuai
terhadap pertumbuhan cacing hingga menjadi bentuk infektif, rendahnya pengetahuan tentang
kebiasaan memakai alas kaki akan meningkatkan risiko terjadinya penularan infestasi yang
diakibatkan oleh STH, khususnya larva filariform yang penularanya menembus kulit
langsung. Menurut penelitian, tingginya prevalensi penyakit cacing pada petani sayur di
Desa lingga Kecamatan Sungai Ambawang dikarenakan kesadaran masyarakat tentang
personal hygiene masih rendah yang dapat diketahui dari keadaan kuku responden (66%)
dalam keadaan kotor, mencuci tangan dengan tidak menggunakan sabun dan air yang
mengalir, dan masyarakat masih kurang menyadari tentang pemakaian Alat pelindung Diri
(62%) pada saat bekerja seperti alas kaki, baju kerja dan sarung tangan saat petani
melakukan aktivitas dalam pertanian.
Hasil survei Dapartemen Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat, prevalensi
kecacingan dari jenis cacing A. Lumbricoides sebesar 63,57%, cacing T. trichiura sebesar
33,98%, dan cacing tambang sebesar 7,71%. Hal ini menunjukan bahwa infestasi paling
banyak dijumpai adalah infestasi cacing A. Lumbricoide. Tingginya kontaminasi oleh cacing
A. lumbricoides disebabkan karena struktur dari telur cacing tersebut yaitu berupa lapisan
hialin yang tebal dan lapisan albuminoid yang berbenjol-benjol kasar sehingga
membuat telur semakin kuat berada di tanah dalam jangka waktu lama. Selain itu juga
dapat disebabkan karena jumlah telur yang dihasilkan oleh A. lumbricoides lebih banyak
jika dibandingkan dengan spesies cacing lain yaitu sejumlah 100.000-200.000 telur.
Faktor-faktor yang menyebabkan terinfestasinya petani ialah mencuci tangan,
memotong kuku, pemakaian APD. Mencuci tangan sangatlah penting, cuci tangan dapat
berfungsi untuk menghilangkan atau mengurangi mikroorganisasi yang menempel di
tangan. Mencuci tangan dilakukan dengan menggunakan air bersih yang mengalir dan
memakai sabun. Cuci tangan dilakukan terutama sebelum makan untuk mencegah terjadinya
infestasi. Memotong kuku memiliki hubungan terhadap infestasi cacing. Infestasi ini
ditularkan melalui tangan dan kuku yang kotor. Kuku yang panjang merupakan tempat
tersimpanya telur cacing. Maka diperlukanya edukasi untuk menjaga kebersihan kuku dengan
cara memotongnya supaya tetap bersih. Pemakaian APD juga sangat penting untuk mencgah
terjadinya infestasi. APD merupakan suatu kelengkapan yang digunakan oleh tenaga kerja
untuk melakukan pekerjaanya berupa alat untuk melindungi diri dari berbagai faktor risiko
dari pekerjaan yang dilakukanya, meskipun APD tidak menjamin seutuhnya akan tetapi
setidaknya faktor risiko menurun. Penggunaan alat pelindung diri (APD), seperti sepatu,
masker dan sarung tangan dapat mencegah kontak langsung dengan kontaminan, karena
seperti sepatu dapat melindungi kaki supaya larva cacing tidak mampu menembus kulit.

Kesimpulan
Tanah merupakan salah satu media yang bagus untuk pertumbuhan cacing. Para
petani memiliki faktor risiko tinggi terinfestasi oleh cacing. Infestasi cacing dengan
prevalensi tinggi yaitu cacing jenis A. lumbricoides. Faktor yang menyebabkan petani
terinfestasi cacing yaitu personal hygiene yang buruk dan tidak memakai APD. Personal
hygiene yang buruk dapat dilihat dari kuku panjang yang kotor dan rendahnya kesadaran
mencuci tangan.

Referensi
Alamsyah, D., Saleh, I., Nurijah. 2017. Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Infeksi
Soil Transmitted Helminths (STH) pada Petani Sayur di Desa Lingga Kecamatan
Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya Tahun 2017. Jurnal Mahasiswa dan
Penelitian Kesehatan, vol. 4 (no. 2)
Astute, Y. 2015. Studi Nematoda Usus Golongan Soil Transmitted Helminths (STH) pada
Feces Balita di Dusun Jerneng Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat. Jurnal
Penelitian dan Kajian Ilmiah Kesehatan, 1(1), 33-36
Alfiani, U., Sulistiyani., Ginandjar, P. 2018. Hubungan Higiene Personal Pedagang dan
Sanitasi Makanan dengan Keberadaan Telur Cacing Soil Transmitted Helminths
(STH) pada Lalapan Penyetan di Pujasera Simpanglima Kota Semarang. Jurnal
Kesehatan Masyarakat, 6(1), 685-695
Muthiadin, C., Aziz, I, R., Firdayana. 2018. Identifikasi dan Prevalensi Telur Cacing Parasit
pada Feses Sapi (Bos Sp.) yang di Gembalakan di Tempat Pembuangan Akhir
Sampah (TPAS) Tamangapa Makassar. Biotropic, 2(1), 17-23
Putri, D, J., Lesmana, S, D., Restuastuti, T. 2010. Prevalensi Telur Ascaris lumbricoides dan
Trichuris trichiura pada Kotoran Kuku Tangan Murid Kelas I, II, dan III SD Negeri
013 Meranti Pandak Kecamatan Rumbai Pesisir Pekanbaru Serta Gambaran Faktor
Risiko. Jurnal Ilmu Kedokteran, 4(2), 108-115
Kartini, S., Kurniati, I., Jayati, N, S., Sumitra, W. 2017. Faktor-Faktor yang Berhubungan
dengan Kejadian Kecacingan Soil Transmitted Helminths pada Anak Usia 1 – 5
Tahun di Rw 07 Geringging Kecamatan Rumbai Pesisir. Journal Of Pharmacy and
Science, 1(1), 33-39
Manurung, P., Kalesaran, A, F, C., Mandagi, C, K, F. 2017. Gambaran Perilaku Cuci
Tangan, Tempat Buang Air Besar (BAB) dan Pemakaian Alas Kaki Siswa yang
Terinfeksi Soil Transmitted Helminths (STH) pada Siswa Kelas 1 dan 2 Sd Negeri
58 Manado. Kesmas, vol. 6 (no. 3)
Wulandari, A., Saleh, I., Silviana. 2015. Factors Related to Worm Infection (Soil
Transmitted Helminth) and Learning Achievement Among Elementary Students
at Work Area of Puskesmas Punggur. Jurnal Mahasiswa dan Penelitian Kesehatan,
vol. 2 (no. 4)
Adrianto, H. 2017. Kontaminasi Telur Cacing pada Sayur dan Upaya Pencegahannya. Jurnal
Litbang Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Banjarnegara, vol. 13 (no. 2),
105-114
Firdaus, M. S., Nurdian, Y. 2017. Soil-Transmitted Helminthiases Facilitate Active
Pulmonary Tuberculosis and the Associated Sequelae. https://www.researchgate.net/
Nurdian, Y. 2018. Buku Ajar Pengantar Parasitologi Agromedis. Universitas Jember:
Fakultas Kedokteran.

View publication stats