You are on page 1of 1

PEMBATASAN DIET PASIEN

NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN


001/SKP 00
1/1

TANGGAL TERBIT DITETAPKAN,


DIREKTUR

STANDAR PROSEDUR 22 Desember 2018


OPERASIONAL
Dr. Anindya Wisastra Inggas Ariawan, MKes
DIREKTUR

PENGERTIAN Pembatasan diet pasien adalah pemberian makanan yang telah


diatur sesuai kebutuhan pasien
1. Agar pasien dapat menghabiskan makanan yang disediakan
TUJUAN
rumah sakit
2. Agar data biokimia pasien yang berhubungan dengan
makanan (Gula darah, kolesterol, asam urat, dll) dapat
terkontrol
1. Pasien diidentifikasi sebelum melakukan pembatasan diet
KEBIJAKAN
dan sebelum memberikan makanan diet
2. Selalu memasang label/stiker pada makanan untuk
mencegah kejadian tertukar
1. Petugas gizi mengkaji pasien yang akan diberikan diet
PROSEDUR
2. Memastikan bahwa identitas pasien sudah benar, dengan
memeriksa minimal 2 dari 3 identitas (nama, no RM,
tempat tanggal lahir)
3. Memberikan edukasi pada pasien dan keluarga nya tentang
tujuan pemberian diet, yang boleh dimakan, tidak boleh
dimakan, dan yang akan dikonsumsi selama perawatan.
4. Petugas gizi harus memastikan dari awal proses sampai
makanan diserahkan kepada pasien itu sudah benar, sesuai
dengan identitas pasien dan sesuai dengan kebutuhannya
5. Petugas gizi harus selalu memberikan label/stiker pada
nampan makanan atau tempat makanan, agar makanan
tidak tertukar
6. Pasien dengan diet tertentu (DM, rendah garam, rendah
lemak, diet jantung, rendah serat, diet hati, rendah protein,
rendah purin) agar membatasi makanan yang dibawa dari
luar rumah sakit. Ahli gizi memberikan edukasi makanan
apa yang dianjurkan dan makanan yang dibatasi. Sehingga
pasien dapat mengetahui makanan apa yang dapat
dikonsumsi dari rumah sakit agar sesuai dengan diet yang
diberikan
7. Pasien dengan diet bebas dan TKTP dapat mengkonsumsi
makanan yang berasal dari luar rumah sakit selama
makanan tersebut tidak merangsang saluran pencernaan
(makanan yang mengandung santan, asam, dan pedas)
Unit rawat inap, ahli gizi
UNIT TERKAIT